Chili Con Carne: Masakan Khas Spanyol (1)

Chili con carne ala Anna.

Makanannya bisa dengan roti ini.

Chili con Carne dengan roti tortila seperti ini juga enak, tinggal tambahi keju tabur dan sayuran jika suka.


Pernah mencoba memasak makanan dari negara lain? Mari coba masakan yang satu ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, banyak hal dimudahkan termasuk memasak. Jika opini jaman dulu berkembang memasak merepotkan, maka kini tidak lagi berkat berbagai bumbu kemasan yang tersedia di supermarket. Di balik bumbu kemasan tersedia informasi panduan memasak dam bahan yang diperlukan. Mudah ‘kan?

Salah satunya adalah Chili Con Carne yang katanya berasal dari negeri Matador ini. Jika mencoba rasanya pertama kali, saya berpikir butuh waktu lama untuk memasak dan banyak rempah-rempah yang digunakan. Rasanya memang nikmat dan kaya akan bumbu. Namun siapa sangka, memasak chili con carne ada langkah praktis yang bisa dilakukan.

Menu masakan ini diklaim milik bangsa Spanyol dan pernah tercatat di buku resep sejak abad 19. Adanya perang dunia membuat menu ini menjadi mendunia berkat adanya arus imigran yang datang dan memperkenalkan menu ini. Chili con Carne pun ternyata ada dimana-mana, tidak hanya di benua Eropa. Pernah satu kali makan di restoran Meksiko di Jakarta, saya menjumpai menu ini dalam daftar. Luar biasa!

Daging sapi giling.

Kacang merah kemasan.

Bumbu ‘Chili con Carne’ kemasan.

Mari lanjut dengan memasak!

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 ml kaleng kacang merah kemasan.
  2. 400 gram daging giling sapi.
  3. 1 bumbu kemasan ‘Chili cor carne’
  4. 1 sendok minyak goreng.

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak goreng di wajan. Masukkan daging giling dan masak dalam api kecil.
  2. Setelah daging berwarna kecoklatan, masukkan bumbu kemasan dan aduk perlahan hingga merata.
  3. Kemudian masukkan kacang merah dan aduk kembali. Beri air sedikit saja agar berkuah!
  4. Masak hingga matang dalam api kecil 10-15 menit. Selesai!

Saran penyajian:

  • Makanan di atas untuk porsi 3-4 orang.
  • Bumbu kemasan ini juga tersedia di beberapa supermarket besar di Jakarta, silahkan dicari!
  • Anda juga bisa mengkreasikan menu ini dengan tortila chips seperti yang saya jumpai di restoran Meksiko. Ini berarti semacam makanan ringan. 
  • Atau jika suka anda bisa mengkonsumsinya dengan roti tortila khas Meksiko.
Advertisements

Tumpeng: Indonesian National Dish Officially

Tumpeng.

The incredible dishes named by Tumpeng from Indonesia. When we want to celebrate anniversary or have a special event in traditionally, we usually make tumpeng in promoting a feeling grateful. This is a kind of ceremony to invite people eating together and to be symbolized opening of ceremony officially by cutting a cone of yellow-steamed rice.

To cut a cone of tumpeng must be doing by a senior or someone who has authority to celebrate that anniversary. After that, people can enjoy food together by choosing what is favor dishes in tumpeng. Tumpeng is a specialized authentic Indonesia cuisine through generations. 

All foods encircled by boiled vegetables, meats and traditionally dishes such as tempeh, tofu, seafoods, or mashed potato fritters. On center, it was surely for yellow steamed rice as symbolized glory of God as the creator of universe. The steamed rice must be coloured yellow that made from turmeric. 

Brat’l in der Rein (Schweinebraten in der Rein): Masakan Khas Jerman (18)

Brat’l in der Rein.

Ini minuman saya, air putih.

Apfelsaft, minuman suami.

Wiken tiba, suami ajak makan di restoran karena libur untuk memasak di rumah. Saya usul untuk datang ke restoran Jerman dengan resep tradisional yang belum pernah saya coba. Suami setuju! Akhirnya kami berangkat ke salah satu restoran di suatu kota.

Saya ingin mengambil gambar suasana restoran di Jerman hanya saja, tak enak dipandang oleh orang sekitar yang sedang berada di restoran. Kami senang disambut baik oleh pramusaji karena tak perlu reservasi untuk datang ke restoran ini. Kebetulan suami kenal baik dengan pemilik restoran. Suami ada keperluan bisnis di dekat area restoran. 

Akhirnya saya memilih menu yang terdengar aneh, bisa jadi ide untuk dituliskan. Benar saja, ini menu yang susah juga untuk ditulis Brat’l in der Rein. Si pramusaji yang mendengar saya menyebutkan nama menunya sempat tersenyum. Maklum lidah orang Indonesia. Untuk minuman, saya pilih air putih saja. Pastinya air putihnya bersoda.

Saya melihat ke sekeliling tempat duduk. Di depan saya seperti keluarga besar yang sedang merayakan sesuatu yang istimewa, mereka berbicara dan tertawa sambil menikmati makanan. Di sudut lain, sepasang opa oma sedang menikmati makan siang bersama sambil bergandengan tangan. Romantis sekali! Di dekatnya, ada suatu keluarga yang juga sedang menikmati makan siang bersama kedua anak mereka. Sedangkan di depan saya, seorang perempuan duduk sendirian dan memesan salat.

Akhirnya makanan saya pun tiba. Porsi yang besar untuk ukuran saya. Si pramusaji mengenakan drindl, pakaian kebesaran perempuan Bavaria kemudian menata semua sajian di hadapan saya. Ada semacam rantang besar yang berisi makanan di dalam dan cangkir aluminium untuk saus daging. Setelah itu, pramusaji meletakkan perlengkapan makan berisi piring lebar, sendok, garpu dan pisau daging.  Rantang tersebut berisi kentang dan daging.

Bisa juga disebut schweinebraten in der Rein.

Saus yang jadi kuah daging.

Penampakan makanan di piring.

Ada sauerkraut tersembunyi di dalam tumpukan daging.

Brat’l in der Rein dimaksudkan adalah daging schweinefleisch yang sudah dibumbui terlebih dulu sehingga disebut schweinebraten. Ini bisa disebut juga brat’l yang ditaruh di dalam rantang, yang kemudian menu makanan ini menjadi brat’l in der Rein. Di dalam daging olahan tersebut, terselip saurkraut yang sering saya ceritakan dalam berbagai menu makanan khas Jerman.

Setelah dicicipi, saya cari tahu pembuatannya. Sepertinya schweinefleisch direndam dalam bumbu dengan gram, merica, jinten dan bawang putih. Daging yang dipilih pun tentunya tanpa lemak dan tulang. Setelah itu, daging dimasukkan dalam oven dengan periode waktu yang membuat daging tidak mengering tetapi kulitnya terasa crispy. Panggang selama beberapa jam. Kurang lebih seperti itu cara memasaknya. Sedangkan sausnya semacam fleischsuppe, yang diberi bumbu bawang putih dan air rendaman daging. Ini asumsi saya, karena saya tidak memasaknya. Kuah daging ini yang membuat rasa daging semakin nikmat.


Kentang yang tawar dan sauerkraut yang masak bercampur jadi satu dengan daging yang berkaldu. Rasanya tentu saja nikmat sekali! Inilah salah satu kuliner Bavarian di Jerman. Seharusnya untuk melengkapi makanan ini, saya harus memesan bir gandum agar lebih nikmat lagi. Apa daya, makanan ini saja sudah cukup mengenyangkan saya.

Suami selesai urusan bisnisnya, isteri senang mencicipi kuliner. Kerjasama yang luar biasa! Setidaknya saya bisa bercerita tentang kuliner tradisional di sini.
 

 

Gefüllte Paprikaschoten mit Reis: Masakan Khas Jerman (17)

 

20170803_181125
Gefüllte Paprikaschoten mit reis.

 

Paprika isi selesai dimasak.

 

 

wp-image-1662270222
Paprika isi diberi saus kaldu.

 

wp-image-643922470
Paprika isi yang dibelah isinya seperti ini.

 

Hasil akhir sebelum disantap.

 

Makanan selanjutnya yang saya perkenalkan namanya gefüllte paprikaschoten mit reis termasuk makanan populer yang dikenal tidak hanya di Jerman, sebut saja Spanyol hingga ke negeri Taj Mahal, India.

Di Jerman, saya mendapatkan makanan ini beberapa kali dari ibu mertua yang membuatkannya untuk saya dan suami. Dari asal nama, jelas makanan ini sebenarnya adalah paprika yang berisi nasi dan daging yang dicampur jadi satu. Tentu rasanya enak saat saya merindukan makan nasi.

Di sini, nama makanan ini bisa disebut gefüllte paprikaschoten saja atau paprikaschoten. Menurut saya, satu paprika saja sudah cukup namun sebenarnya memakannya bersamaan dengan roti. Daging yang dimasukkan dalam paprika adalah daging sapi yang digiling. Bumbunya sederhana dan pembuatannya yang mudah membuat siapa saja yakin bisa mengkreasikannya dengan baik.

Mari dilanjutkan dengan memasaknya!

Bahan yang diperlukan antara lain:

  1. 200 g beras
  2. 400 ml air
  3. Kaldu fleischsuppe
  4. Bawang merah
  5. Bawang putih
  6. 4 Buah paprika besar
  7. 750 Gram daging sapi cincang
  8. 1 sendok teh pasta tomat
  9. Paprika bubuk, garam dan merica

Cara memasak:

(1). Memasak nasi

  • Cuci 200 gram beras dengan baik.
  • Masak air 400 ml dan beri kaldu fleischsuppe di dalam.
  • Setelah mendidih, masukkan beras!
  • Masak nasi selama 15 menit. Singkirkan sementara!

(2). Membuat paprika isi

  • Cuci paprika besar dengan baik dan buang isinya hingga kosong. Jangan sampai kulit paprika hancur! Buat tutup paprika dengan memotong batang atas. Jangan dibuang tutup paprika!
  • Potong halus bawang putih dan bawang merah.
  • Siapkan wadah dan masukkan 750 gram daging sapi giling. Aduk adonan bersama bawang putih, bawang merah, garam dan merica. Beri sedikit pasta tomat! Tambahkan nasi yang tadi sudah dimasak sebelumnya.
  • Isi paprika dengan adonan daging sapi giling yang berbumbu bersama nasi.
  • Tutup paprika dengan batangnya.
  • Siapkan panci beruap seperti dandang untuk menanak nasi. Masukkan paprika berisi saat air sudah mendidih. Masak kira-kira 25 menit dalam api sedang.

(3). Membuat saus paprika

  • Buat saus dari air yang sudah matang sesuai selera atau yang dibutuhkan!
  • Beri kaldu fleischsuppe rasa sapi, garam dan merica! Aduk perlahan hingga mengental.
  • Tambahkan pasta tomat hingga masak beberapa menit. Selesai!

Saran penyajian:

  1. Siapkan piring bermangkuk, taruh paprika isi.
  2. Hancurkan isi paprika bersamaan dan siram dengan saus paprika.
  3. Makan bersamaan dengan roti atau nasi juga bisa.
  4. Resep di atas untuk 4 porsi.

Selamat mencoba!🍽

 

 

Bruschetta: Makanan Khas Italia (1)

Makan malam di restoran di Italia, bruschetta (kanan) dan roti cabiatta di depan.

Ini daging asap dan keju mozarella di dalam seperti menggunung.

Bruschetta diracik sendiri terdiri atas roti cabiatta, keju mozarella dan daging asap.



Mari membicarakan makanan khas Italia yang mungkin sudah pernah anda dengar, namun tidak familiar mungkin di Indonesia. Di gerai pizza di Jakarta, pernah ada menu bruschetta. Namun sebenarnya makanan ini di negeri aslinya berbeda dengan yang anda dapatkan seperti di Jakarta. Mengapa? Perubahan makanan bisa saja disesuaikan dengan kondisi setempat. 

Bruschetta dari Italia pernah saya bahas saat saya traveling ke Roma, Italia. Bruschetta menjadi menu kuliner wajib bila anda berkunjung ke negeri Pizza tersebut. Bruschetta sebenarnya adalah roti panggang, cabiatta bread yang umumya dipakai lalu ada yang memberi bawang putih sebagai topping, ada yang tidak memberikannya. 

Di Eropa umumnya jika kita memesan bruschetta, roti tidak diberi olesan bawang putih karena khawatir tak semua pelanggan menyukainya barangkali. Untuk topping roti, bisa diletakkan tomat, sayuran, keju atau daging cincang. Namun saya tidak mendapatkan itu di Italia, di Jerman maupun di Austria. Loh kok?

Bruschetta saat dipesan di hotel berbintang di Austria. Terlihat menarik dan indah!



Ceritanya, saya memesan makanan tersebut kala makan malam di suatu hotel di Austria. Karena makan di hotel berbintang, pilih makanan ini agar pas di kantong. Bruschetta yang disajikan kurang lebih sama seperti kala saya makan dengan suami di Roma, Italia. Bruschetta terdiri atas roti cabiatta dengan topping adalah irisan keju mozarella, tomat segar dan daging asap schinken. Sebagai pemanis, di atas ditaburi oregano tabur dan daun cincang. Terakhir di sekitar piring diberi olesan olive oil. Namanya makan di hotel berbintang, tentu tampilannya pun indah. 

Rasa bruschetta pun nikmat sekali. Tiba-tiba si pramusaji menanyakan santapan saya, saya pun merespon dengan bahasa Jerman sebagai apresiasi. Akhirnya si pramusaji mengatakan bahwa saya tak salah memesan bruschetta sebagai makan malam. Di bulan November adalah musim dimana masyarakat tradisional di wilayah Italia menyantap makanan ini. Jadi roti diberi topping yang lezat agar semua menyukainya. Begitu katanya. 

Mendapatkan pengalaman makan bruschetta di dua negara tersebut, saya juga mencoba meraciknya sendiri di rumah. 

Ini bahan sederhana yang diperlukan bila ingin membuatnya sendiri di rumah.

Bahan yang diperlukan:

  1. Roti cabiatta.
  2. Schinken atau daging asap.
  3. Keju mozarella.

Cara membuat:

  1. Iris roti cabiatta menjadi kepingan.
  2. Lalu potong keju mozarella menjadi potongan kecil.
  3. Beri daging asap di sekitarnya. Selesai!

So, demikianlah bruschetta dari mulai disajikan di restoran di Italia. Lalu saya memesannya di hotel berbintang di Austria. Terakhir saya mencobanya sendiri di Jerman. Lengkap! 

Bagaimana pengalaman anda makan bruschetta?

    Baca https://liwunfamily.com/2017/10/15/7-daftar-kuliner-wajib-dicoba-di-roma-italia/

    Bierne, Manisan ala Jerman: Membuat Manisan Buah Pier

    Buah pier yang berbentuk manisan dan berkuah manis.

    Jika sudah membuatnya, pastikan disimpan dalam toples gelas dan tertutup rapat. Tidak ada udara.

    Manisan buah pier juga harus disimpan dalam ruangan yang dingin agar tahan lama, tetapi bukan dalam lemari pendingin.

    Buah pier adalah salah satu buah yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh hingga mencegah kolesterol. Buah pier ini berbeda dari apel. Mengapa? Buah pier kaya akan serat dan kandungan air dibandingkan apel. Itu sebab makan buah pier akan terhindari dari kondisi kekurangan cairan.

    Anda percaya bahwa saya baru saja mengunyah buah pier yang dikupas sejak 6 tahun lalu. Saya diundang makan siang oleh ayah-ibu mertua di sini. Makan siang tersebut memang makanan berat khas masakan tradisional dan tanpa sayur. Untuk menambah nutrisi dan serat dalam tubuh, ibu mertua menyuguhkan manisan buah pier. Aha! Saya baru mendengar dan makan manisan buah pier. Ternyata buah pier pun bisa dibuat untuk manisan.

    Saya tidak terlalu suka buah pier karena rasanya terkadang tak semanis buah lainnya. Lalu saat saya mencicipi manisan ini, rasanya enak dan manisnya cocok. Kata ibu mertua, manisan buah pier yang disajikan ke saya ini sudah dibuat sejak 6 tahun lalu. Astaga! Buah pier tetap berasa enak saat disantap meski sudah bertahun-tahun pembuatannya.

    Jika tidak ada buah saat makan di rumah, tidak ada salahnya menggantikannya dengan manisan buah pier. Selain awet dan bertahan lama, tentu tubuh perlu buah-buahan yang kaya serat seperti yang manisan buah pier.

    Khasiat buah pier dalam bentuk manisan pun tak berkurang. Malahan bagi anda yang sedang diet atau mengurangi bobot tubuh, silahkan mencoba mengkonsumsi buah pier atau membuatnya seperti manisan. Saya coba mencicipi manisan buah pier ternyata saya sudah merasa kenyang. Jadi makan siang pun tak perlu banyak. Asalkan tubuh sudah tercukupi nutrisi dari kadar air yang dihasilkan dari manisan buah pier, rasanya tak perlu makan banyak.

    Saya pun penasaran bagaimana pembuatan buah pier kepada ibu mertua. Akhirnya saya diberitahu. Langkah membuatnya mudah sekali. Siapa tahu anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

    Bahan yang diperlukan:

    1. Buah pier.
    2. Gula pasir.
    3. Air masak.
    4. Toples penyimpanan.

      Cara membuat:

      1. Kupas kulit buah pier. Buang bijinya. Potong buah pier seperti pada gambar. 
      2. Cuci buah pier dengan air bersih.
      3. Masak air dalam panci sesuai kebutuhan anda. Tambahkan gula. Sebaiknya coba dulu rasa dari air tersebut, apakah manisnya cukup?
      4. Jika manisnya sesuai seperti yang anda inginkan, masaklah dalam panas 80 derajat celcius. Anda bisa mengukurnya dengan termometer khusus.
      5. Jika sudah 80 derajat, matikan api. Lalu masukkan buah pier yang sudah terpotong dan tercuci bersih. Diamkan hingga dingin.
      6. Jika sudah dingin, masukan dalam wadah toples kaca seperti pada foto. 

      Saran penyajian

      Agar tetap awet sebaiknya simpan manisan buah pier tidak di dalam kulkas. Simpanlah di area yang dingin! Sebagai misal ibu mertua menyimpannya di ruang bawah rumah atau di Jerman disebut ‘Keller.’ Selain itu pastikan wadah toples terbuat dari kaca atau berbahan beling. Wadah toples juga yang tertutup rapat dan kedap udara. 

      Selamat mencoba!

      Nordsee, A German Fast-Food Restaurant, Makan Seafood yang Segar: Rekomendasi Tempat (3)

      Makanan hidangan laut yang enak dan menyehatkan.

      Setelah pesan makanan di kasir kemudian membayarya, anda bebas menikmati makanan sembari rehat sejenak.

      Lachsbrötchen mit Ei Salat yang terdiri atas salmon asap, irisan telur rebus, daun selada dan sedikit acar bawang bombay.

      Fish and chips, kentang goreng dan ikan fillet bertepung yang digoreng dimakan bersama sausnya.



      Jika anda berpergian ke wilayah Eropa, mungkin restoran cepat saji seperti Nordsee tak asing lagi bagi anda. Saya beberapa kali mampir untuk sekedar makan makanan laut yang terlihat fresh. Mengapa? Karena saya suka makanan laut dan juga menghindari kebosanan bila terlalu sering mengkonsumsi daging. Suami saya juga suka makanan laut. Kami pun klop jika memilih hidangan laut namun harganya pas di kantong.

      Restoran cepat saji yang menyediakan aneka olahan makanan laut ini ternyata sudah lama berdiri. Saya cari literaturnya dikatakan sejak lama Nordsee beroperasi untuk menyediakan berbagai makanan laut dari laut utara. Mungkin ini yang menjadi cikal bakal nama Nordsee, Nord diterjemahkan sebagai ‘utara’ dari bahasa Jerman. Karena sukses menjadi ritel makanan laut, akhirnya berkembang juga menyediakan olahan makanan laut mentah dan masak sehingga menjadi restoran seperti sekarang ini.

      Restoran ini mudah dijumpai di mall atau area yang padat lalu lalang orang. Konsepnya sederhana, pengunjung datang ke kasir yang juga pramusaji memilih aneka masakan laut yang ditawarkan. Lalu segera pramusaji meracik pesanan pelanggan. Kemudian pelanggan langsung membayar sejumlah pesanan kepada pramusaji sekaligus kasir. Selesai transaksi, anda bisa langsung menempati meja kursi yang tersedia. Tidak perlu kasih tips ‘kan ke pramusaji. 

      Jika sulit menentukan pilihan apa yang mau dimakan, anda bisa memilih paket menu yang ditawarkan misalnya fish and chips atau Lachsbrötchen mit Ei Salat. Soal harga, makanan ini cukup terjangkau. Meski konsepnya adalah fast food, namun pengolahan masakan ini menyehatkan dan segar. Kapan lagi bisa makan masakan laut tanpa repot mengolahnya? Terkadang kita malas memasak makanan laut karena repot membersihkannya dan tak suka baunya yang amis. Dengan datang ke restoran seperti ini, dipastikan anda duduk manis dan tak repot mengolahnya.

      Saya perkenalkan dua makanan dari waralaba ini yang saya jumpai di mall. Saya memesan fish and chips yang mungkin tak terdengar asing bagi anda. Ada 3 pilihan paketnya, saya pilih paket untuk anak-anak karena saya ingin porsi kecil untuk makan malam. Pramusaji segera memasukkan kentang goreng dan ikan fillet bertepung yang digoreng. Untuk menikmatinya, ada saus yang menurut saya terdiri dari campuran mayonaise, irisan daun dill dan perasan jeruk lemon. Rasanya enak sekali!

      Suami saya memesan Lachsbrötchen mit Ei Salat, semacam sandwich salmon dan telur. Sebuah roti panjang seperti baguette yang dibelah ditengahnya dan di kedua sisi diberi olesan butter. Lalu diberi isian dagin salmon asap dan irisan telur rebus. Agar semakin nikmat, diberi irisan acar bawang bombay dan sayur selada. Rasanya pun sama lezat!  Murah dan enak, itu prinsip saya.

      Setelah puas berbelanja, anda bisa rehat menikmati sajian makanan laut di Nordsee. Ada banyak pilihan sajian laut lainnya yang menggoda mata. Tetapi jangan berpikir, apakah ada udang atau cumi saus padang?  

      Ayo makan ikan!😁

      Rote Bete und Süßkirchen: Manisan Ala Jerman yang Menyehatkan

      Tidak setiap hari mengkonsumsi daging. Tubuh pun perlu rehat beberapa hari. Lalu makan daging juga diselingi buah atau sayuran.

      Jika tak ada buah atau sayuran, bisa juga diganti manisan seperti manisan buah bit atau manisan buah cherry.

      Süßkirchen, manisan buah cherry.



      Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kebiasaan orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan setiap hari. Misalnya nih satu minggu full tentu tak baik jika terus menerus makan daging. Jadi pasti ada jeda beberapa hari tidak makan daging. Untuk melengkapi gizi dan nutrisi makanan, kadang diselingi dengan salat atau manisan buah.

      Beberapa waktu lalu saya perkenalkan salat mentimun atau salat tomat di sini. 

      Baca https://liwunfamily.com/2017/07/11/buat-salad-mentimun-gurkensalat/

      Baca https://liwunfamily.com/2017/08/03/masak-zigeunerschnitzel-mit-nudeln-und-tomatensalat/

      Sekarang saya perkenalkan manisan buah yang sesungguhnya rasanya tak manis-manis amat seperti permen. Hanya saja untuk menguatkan rasa dari rasa aslinya ditambah gula. Contohnya buah bit. Anda pasti tahu buah yang digolongkan dalam kelompok lobak ini rasanya tak selezat buah pada umumnya. Itu yang saya alami. Dulu saat membuat jus bit dan buah naga bukan hal yang saya suka. Karena mengolah buah bit membuat tangan berwarna merah. Akhirnya saya menyerah!

      Buah bit itu bagus buat kesehatan. Selain untuk membuang racun dalam tubuh, buah bit baik untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah anemia. Kandungan antioksidan di dalam buah bit juga mencegah tubuh dari kanker atau tumor. Nah, tentu malas mengolah buah bit atau mengunyah rasanya yang menurut saya tak berasa lezat seperti buah pada umumnya. 

      Manisan buah bit atau Rote Bete.

      Di Jerman saya mengenal manisan Rote Bete yang dimakan di sela-sela makanan berat dan tak berserat. Rasanya tak seberapa manis dan enak membuat saya suka mengunyahnya. Siasat membuat manisan rote bete cocok juga buat orang yang malas mengolah buah bit tetapi membutuhkannya untuk keperluan nutrisi.

      Lanjut manisan yang lain adalah Süßirchen. ‘Kirche’ sendiri diterjemahkan sebagai buah ‘cherry’. Karena kata jamak, sehingga menjadi ‘kirchen’. Buah cherry juga rasanya tak seberapa lezat dibandingkan buah lain. Lagi-lagi itu menurut pendapat saya. Namun saya adalah orang pertama yang berburu cherry jika diletakkan pada kue sebagai hiasan. Buah cherry sebagai hiasan kue sudah dalam bentuk manisan. Namun aslinya buah cherry yang saya dapati di sini kadang manis kadang masam.

      Manisan buah cherry atau Süßkirchen.

      Begitu pun cherry yang bisa juga dibuat dalam manisan. Manisan cherry dikenal namanya süßkirchen. Segala buah-buahan baik untuk tubuh, termasuk cherry. Kandungan cherry mampu menangkal radikal bebas dan memerangi berbagai kanker dalam organ tubuh. Cherry dikatakan rendah lemak namun tinggi kadar airnya. Itu sebab saya mengunyah süßkirchen saat menyantap daging. 

      Rasanya cukup bermanfaat dari kedua buah yang saya tulis di atas. Andai beberapa hari dalam seminggu kita meluangkan waktu untuk menyediakan buah atau manisan tentu tubuh akan berasa fit dan menyehatkan. Setidaknya kedua buah, buah bit dan buah cherry yang aslinya dimakan tak lezat namun dibuat manisan membuat siapa saja suka. Manisnya benar-benar pas dan tidak berlebihan seperti layaknya gula-gula.

      Bagaimana pengalaman anda mengkonsumsi buah?

      Weißwurst, Sosis Putih Makanan Khas Bavaria

      Weißwurst dimasak sendiri di rumah bersama roti pretzel.

      Roti pretzel.

      Satu kali teman baik kami mengundang makan di salah satu restoran terbaik di Munich. Kami janji bertemu di Hauptbahnhof  Munich jam 9 pagi pada hari Sabtu, dimana kebanyakan saya dan suami bangun lebih siang karena tak ada aktivitas pekerjaan saat wiken. Alhasil kami bisa bertemu tepat waktu, sesuai janji karena tak baik bilamana kita datang terlambat di Jerman. Kami pun sama-sama menuju ke restoran untuk ngobrol, temu kangen dan makan sesuatu karena kami semua melewatkan sarapan pagi. 

      Jika datang ke restoran khas Jerman memang tak ada pilihan menu makanan lain selain makanan tradisional. Makanan apa yang paling cocok disajikan di antara jeda sarapan pagi dan makan siang? Jawabannya weißwurst atau sosis putih. Saya ikut saja pilihan suami dan temannya namun saya yang belum pernah makan sosis ini. Saya sudah membayangkan pasti sosis berwarna putih. Karena ‘weiß‘ jika diterjemahkan adalah ‘putih.’

      Selang lima menit memesan makanan, pramusaji datang membawakan semacam mangkok besar berbahan porselen berisi weißwurst. Lalu pramusaji menyiapkan pretzel, roti yang khas yang biasa ditemukan di Bavaria. Suami dan temannya meminum bir gandum, katanya cocok untuk menemani makan weißwurst. Saya kedapatan minum air putih bersoda. 

      Ini pertama kali saya makan weißwurst sehingga saya perlu melihat bagaimana mereka mulai memakannya. Pertama-tama ambil sosis yang sudah dipanaskan tadi dari mangkok. Tiriskan airnya karena kita tidak memerlukan airnya. Lalu kupas kulit sosis dengan memotong ujung sosis yang terkelupas sedikit sehingga kemudian kita bisa merobek keseluruhan kulit sosis dengan mudah. 

      Karena dimakan di rumah, boleh saya menggunakan tangan. Namun anda perlu belajar agar tetap menggunakan garpu dan pisau jika makan di restoran atau area publik.

      Tampilannya jika sudah dibuka seperti ini.

      Ini cocolannya, semacam mustard manis. Menurut saya seperti sambal kacang ya ‘kan?

      Ini seperti perlu teknik khusus karena anda hanya perlu garpu dan pisau saja. Jika di rumah, mungkin anda bisa merobek kulit sosis dengan tangan langsung, tetapi di area publik seperti restoran maka gunakan peralatan makan anda. Rupanya saya berhasil mengupas kulit sosis dengan baik. Kata teman suami “Jetzt bist Du Bayerisch” kepada saya. Maksudnya, sekarang saya sudah menjadi penduduk Bavaria.


      Weißwurst adalah makanan tradisional khas Bavaria, Jerman bagian selatan. Karena tidak ada pengawet di dalam sosis, banyak orang berpendapat sosis ini sebaiknya disajikan sebelum lonceng Gereja dibunyikan. Itu artinya dimakan sebelum makan siang dimana lonceng Gereja selalu dibunyikan saat jam 12 siang. Namun di masa kini yang penuh kemajuan teknologi seperti lemari pendingin yang baik maka weißwurst juga bisa disajikan saat malam hari setelah disimpan dulu di lemari pendingin. 

      Mungkin anda bertanya mengapa sosis tersebut berwarna putih? Pertanyaan ini pun saya tanyakan kepada teman-teman saya orang Bayerisch. Sebenarnya semua sosis berasal dari daging yang berwarna merah. Lalu jika sosis itu berwarna putih karena sosis ini hanya menggunakan campuran garam meja saja sehingga daging yang semula merah jika dimasak berubah menjadi putih keabu-abuan. Garam meja tidak mengubah warna sosis. Setelah mengetahuai pembuatannya, itu sebab weißwurst harus dimakan sebelum makan siang. Begitulah sesuai kebiasaan masyarakat Bavaria jaman dulu kala ketika belum ada lemari pendingin. 

      Jika anda datang saat festival semacam Oktoberfest, maka makanan weißwurst  biasa disajikan. Makannya dengan roti Pretzel lalu sosis dipotong kecil-kecil dan diberi sedikit cocolan mustard manis. Tadinya saya pikir mustard manis itu seperti sambal kacang loh karena mirip sekali. Bedanya mustard manis ini tidak pedas dan memang lebih manis. 

      Begitulah informasi seputar makanan tradisional khas Bayerisch. Semoga bermanfaat! 🍻

      Steak mit Pfeffersoße: Masakan Khas Jerman (9)

      Siap disantap.

      Sebelum disiram saus.

      Penampakan kedua sebelum disiram saus.

      Steak. Makanan ini mungkin tak asing lagi ditemukan di Indonesia, terutama restoran yang menyajikan masakan ala western. Namun jika anda suka memakannya, bisa jadi anda pun bisa memasaknya di rumah. Karena memasak steak itu mudah. Tak perlu pemanggang jika anda tak punya, anda bisa menggunakan wajan penggorengan. 

      Saat ini saya perkenalkan steak dengan saus lada hitam, seperti yang mungkin anda temukan di restoran. Pilih daging sapi yang masih segar dan potongannya memang untuk steak. Agar menyehatkan tentunya, anda bisa variasikan dengan sayuran. Sayuran dipilihkan terdiri atas wortel yang kecil, brokoli, daun kapri, buncis dan kacang panjang berwarna putih. Saya juga menambahkan kentang sebagai sumber karbohidrat. Itu pun jika anda suka. 

      Bahan yang diperlukan antara lain:

      • Daging steak.
      • Mentega atau minyak sayur.
      • Saus lada hitam kemasan.
      • Kentang.
      • Garam, lada secukupnya.
      • Sayuran yang disesuaikan selera anda.
      • Krim susu 50 ml atau 4 sendok makan.
      • Air.

      Cara memasaknya:

      Pertama, memasak kentang rebus. 

      • Panaskan air sebanyak kentang yang diinginkan. Ukuran air seperti merendam kentang. Beri garam sedikit ke dalam air.
      • Cuci dan bersihkan kentang dengan baik. Biarkan dengan kulitnya. 
      • Setelah air mendidih, masukkan seluruh kentang yang diinginkan hingga terendam. Masaklah selama 45-60 menit, tergantung besarnya api dan jenis kentang.
      • Untuk mengetes kentang sudah masak, anda bisa menusuk dengan garpu.
      • Jika sudah masak, matikan kompor. Kupas kentang dengan mengkulitinya sehingga lebih mudah. Singkirkan sementara.

      Kedua, memasak sayuran.

      • Cuci bersih semua sayuran. 
      • Silahkan sesuaikan dengan selera anda dalam memasak sayuran. Cara saya adalah merebus semua sayuran ke dalam air panas. Satu per satu hingga masak.
      • Setelah masing-masing sayuran ditiriskan dari air, potong-potong menjadi lebih kecil. Cara ini lebih mudah menurut saya.
      • Agar rasanya semakin enak, saya menumis sayuran jadi satu kira-kira selama 1-2 menit. Saya menggunakan margarin untuk menumis. Sayuran akan tercampur jadi satu.
      • Jika sudah masak, singkirkan sementara.

      Ketiga, memasak saus lada hitam.

      • Perhatikan aturan informasi yang tertera dalam kemasan saus lada hitam. 
      • Masak 200 ml air kemudian masukkan bumbu saus lada hitam.
      • Lalu masukkan krim. Masak selama 1-2 menit. Siap untuk disajikan.

      Keempat, memasak steak.

      • Pukul-pukul daging dengan pemukul khusus.
      • Taburi garam dan merica di kedua sisinya. Biasanya saya membiarkan daging selama 30 menit sebelum dimasak.
      • Panaskan wajan. Tambahkan margarin atau minyak sayur. 
      • Masak steak dengan api kecil. Setiap sisi daging kira-kira 5 menit. Bolak-balik daging hingga berwarna kecoklatan. Jika sudah masak, siap dihidangkan.

      Kelima, menata makanan. 

      • Sajikan dalam piring yang ceper atau tidak melengkung.
      • Masukkan kentang dan belah menjadi potongan kecil. Beri sayur di sisi selanjutnya. Dan steak di bagian akhir.
      • Kemudian siram steak dengan saus. Siap disantap.

      Selamat makan! 🍽