2 Makanan Berbahan Bihun Asal Asia Dinikmati di Eropa

Bihun Laksa dari Malaysia.

Bihun dalam bahasa Jerman disebut glasnudeln. Makanan berbahan bihun biasa saya temukan di kedai selera asia. Saya sendiri belum menemukan makanan lokal yang berbahan bihun. Bihun biasa dijual di toko asia atau supermarket bagian bahan makanan selera asia. Saya suka mengkonsumsi bihun yang kerap bisa menggantikan kebiasaan saya mengunyah nasi. Menurut saya, bihun juga terbuat dari beras.

Menurut kenalan asal Tiongkok, bihun disebut bee hoon. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, ini bisa jadi mengarahkan pada penyebutan orang Indonesia menjadi bihun. Tekstur bihun sendiri seperti lidi dan mudah patah. Saat bihun dimasak, itu menunjukkan rasa yang lembut di mulut dan mudah dipotong dengan gigi.

1. Bihun Laksa dari Malaysia

Seorang teman mahasiswa di sini membuatkan laksa untuk saya dan beberapa teman mahasiswa lainnya. Sebenarnya laksa juga ada di salah satu kuliner nusantara. Namun kali ini saya jelaskan laksa yang banyak dijual di Malaysia dan Singapura. Meski ada beberapa jenis laksa, saya menjelaskan laksa bumbu kari seperti pada gambar di atas.

Laksa bumbu kari ini menggunakan santan. Untuk menikmatinya, ada bihun, tauge, tahu dan daun ketumbar. Laksa seperti ini pernah saya temukan di perbatasan Malaysia dan Thailand. Bumbu yang digunakan teman mahasiswa di sini juga mudah, yakni bumbu kari, sereh, daun jeruk, irisan bawang bombay dan potongan daging ayam fillet. Semua bahan tersebut ditumis, kemudian masukkan potongan ayam. Setelah ayam masak, masukkan santan. Kemudian tambahkan bihun dan lain-lain.

2. Pho xo bao, bihun daging sapi dari Vietnam

Saya membeli makanan ini restoran vietnam di sini. Dari rincian menu memang dijelaskan bahwa masakan ini menggunakan bihun dan daging sapi. Jika menilik penampakkannya di foto atas, ini seperti Pho A tetapi versi bihun goreng.

Untuk bihun goreng dimasukkan setelah daging sapi fillet dan sayuran seleai ditumis. Rasanya pun tak jauh berbeda dengan bihun goreng yang jadi selera nusantara. Perbedaannya, ada daun ketumbar yang menjadi campuran bihun. Lagipula bihun yang lembut menutupi keseluruhan sayuran dan potongan daging sapi seperti tidak terlihat.

So, dari kedua makanan berbahan bihun di atas, manakah yang jadi pilihan anda?

Finnischer Lachsgrill, Ikan Salmon yang Dipanggang: Makanan Khas Jerman (22)

Finischer Lachsgrill, dengan roti baguette.

Pembeli pun bisa menyaksikan proses pemanggangan ikan dengan baik.

Siapa suka makan ikan? Berikut ini saya berbagi tentang makanan enak dari ikan khas orang Jerman. Saya mendapatkannya di pasar menjelang Natal, Christkindlmarkt di suatu kota di Bavaria. Saya tertarik untuk mencobanya dikarenakan begitu tinggi minat orang untuk datang dan menikmati santapan yang terbuat dari ikan itu. Semakin menarik lagi, saya dan pengunjung yang membeli dapat menyaksikan bagaimana pemanggangan ikan tersebut di atas bara api. Menarik ya!

Saya melihat pramusaji yang melayani begitu sibuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikan yang dipilih adalah salmon. Tentu sebagaimana kita ketahui, ikan salmon kaya akan nutrisi. Ikan salmon yang dipanggang baik akan menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Karyawan yang bertugas memanggang ikan tampak memperhatikan proses pemanggangan agar sempurna.

Karyawan lain tampak meracik pesanan. Dia memegang roti baguette dan menyisipkan cacahan fillet salmon yang terpanggang di tengah roti.

Lachs atau salmon yang sudah matang sebagai makanan dingin di Jerman biasa disajikan. Ini berupa fillet salmon dan aromanya sangat khas menurut saya. Setiap minggu saya memang harus menyempatkan makan ikan, termasuk lachs yang begitu mudah dijumpai di supermarket di Jerman.

Kembali ke soal dagangan di Christkindlmarkt, saya perhatikan ada dua pilihan untuk menikmatinya. Pilihan pertama dengan menggunakan kentang rebus yang kecil yang diletakkan di piring lebar. Di sisi sebelah kentang disajikan potongan lachs yang sudah matang dengan cara dicacah. Kemudian pramusaji menaburi di atas, mayonaise. Anda tahu bagaimana rasanya? Ini enak sekali!

Karena memperhatikan banyak orang di sekitar menyantapnya, saya pun ikut membeli namun dengan pilihan kedua. Kebetulan perut saya masih kenyang sehingga saya ambil porsi kecil dengan harga yang lebih murah juga tentunya. Pilihan kedua adalah, roti baguette yang dibelah di tengah kemudian disisipi cacahan daging lachs. Terakhir, pramusaji menambahkan mayonaise sebagai pelengkap rasa. Lezatnya!

Sepertinya si pemanggang paham benar mengolah ikan salmon sehingga rasanya itu pas. Ketika saya menyantapnya, ini semacam de javu bahwa saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah saya cek foto-foto traveling di Penang, Malaysia maka saya menemukan makan siang saya berupa kentang rebus dan ikan salmon cacahan yang ditaburi mayonaise. Saya memesan makanan ini di salah satu hotel di Penang, Malaysia. Rasa dan sajiannya pun sama.

Santapan yang saya pesan di hotel di Malaysia, lachs dan kentang rebus dan disiram mayonaise.


Ada yang klaim lachs berasal dari Mediterania, namun saya pun bisa menemukan makanan serupa di Asia. Lalu saat saya bertemu teman dari Kazhastan, dia juga bercerita suka makan lachs dengan kentang rebus. Hmm, bisa dikatakan lachs biasa disajikan dan disantap oleh siapa saja penyuka ikan. 

Bagaimana menurut anda?

Penang, Malaysia: Ritual Menjelang Kremasi ala Tionghoa

Dipimpin oleh seorang Biksu, bersembahyang sebelum dilakukan upacara kremasi.

Menjelang upacara kremasi.



Cerita traveling masih seksi, meski kunjungan ke Penang sudah lama. Saya ceritakan kembali karena berkaitan dengan artikel tradisi Allerheiligen di Jerman. Tiap tempat ada budaya dan tradisinya masing-masing. Tugas saya sebagai pendatang mengamati dan berbagi pengalaman, termasuk upacara kremasi menurut tata cara Tionghoa.

Di Penang saya berkenalan dengan seorang teman asal Jerman. Dia sudah lebih dulu tinggal di Penang sebagai turis. Karena saya tidak bisa menuju ke Hat Yai, Thailand dikarenakan tiket mini van habis saat lebaran maka saya pun bingung, tak ada agenda yang bisa dilakukan di Penang. Teman saya, orang Jerman ini kemudian membawa saya berkeliling kota Penang, termasuk menemani dia mendokumentasikan upacara menjelang kremasi yang kebetulan dekat dengan hostel, tempat menginap.

Hotel kami memang berada di pusat kota tua Penang yang juga paling banyak dihuni oleh etnis Tionghoa. Teman saya rupanya tertarik untuk datang ke upacara kremasi. Bagi saya ini menjadi menarik juga karena saya belum pernah melihatnya di Indonesia. 

Kerabat yang datang bersembahyang dan memasang dupa untuk mendoakan jenazah. 

Upacara simbol pembakaran di depan rumah kedukaan.

Saya dan beberapa turis ikut serta, tampak berbaju putih dan baju merah adalah turis dari Belanda.

Ini upacara menjelang kremasi sebagai simbol kepada Dewa Api. Api terus menyala dan dipantau beberapa orang agar nyala api tetap terkendali.

Keesokan hari persiapan di rumah kedukaan  sebelum dilakukan kremasi.

Mengapa dilakukan kremasi? Itu pertanyaan saya dan teman saya pada salah seorang yang berada di sana dalam bahasa Inggris. Kremasi adalah keyakinan mereka dan juga atas permintaan si almahurm. Sebelum dilakukan kremasi, jenazah masih disimpan di rumah kedukaan untuk memberikan kesempatan penghormatan terakhir kepada kerabat dan sanak saudara. 

Karena acaranya sudah sore menjelang malam hari, tak banyak yang bisa saya amati selain saya ingin tetap menghormati keluarga yang kedukaan. Tampak di rumah duka, ada seorang Biksu memasang dupa dan bersembahyang. Semua orang tampak bersembahyang bagi jenazah yang akan dikremasi. Beberapa turis tampak mengamati dan mendokumentasikan upacara ini, termasuk saya dan turis dari Eropa. 

Setelah bersembahyang, di depan sekitar jalan yang sepi, dekat dengan rumah duka dilakukan pembakaran pernak-pernik yang semuanya berwarna emas. Saya tidak tahu itu apa. Seorang bapak juga meminta kami ikut serta menaburkan pernak-pernik ini untuk dibakar. Sayangnya beliau tak bisa berbahasa Inggris atau Melayu sehingga saya tidak tahu apa maknanya. Namun ini bukan pembakaran jenazah yang dimaksud. Katanya ini simbol sembahyang kepada Dewa Api yang akan melindungi krematorium.

Keeksokan harinya baru dilakukan upacara kremasi. Namun saya tidak ikut serta upacara tersebut, hanya menyaksikan di rumah duka persiapannya. 

Begitulah tradisi pemakaman yang saya ketahui. Saya ingat teman kerja saya dulu di Jakarta, dia seorang Katolik namun sebelum beliau meninggal meminta agar dikremasi. Dia divonis kanker dan sudah memberikan mandat terakhir menjelang ajalnya. Tetapi memang tidak ada upacara seperti di atas. Hanya misa pemberkatan jenazah dan selanjutnya kremasi. Ternyata kremasi tidak melulu soal kepercayaan, ada juga pilihan jika sudah diamanatkan sebelumnya.

Selalu ada pengalaman menarik dari traveling, itu yang saya petik ketika saya kehabisan tiket mini van menuju Thailand. Saya pun jadi mengeksplorasi kota Penang sesaat. 

Baca https://liwunfamily.com/2015/01/28/berkunjung-ke-pulau-pinang-penang-malaysia/

Apakah anda punya pengalaman serupa? 

Mah Mee mit Gebratenem Hühnerfleisch: Makanan Asia di Jerman (2)

Penampilan makanan setelah dipanaskan di microwave 650 Watt selama 4 menit.

Setelah kemasan dibuka. 

Karton sampul muka.

Saran penyajian di karton kemasan.

Sesekali saya ingin perkenalkan makanan Asia di Jerman sehingga bagi anda yang hendak ke Jerman bisa dengan mudah mendapatkannya di supermarket. Untuk Imbiss Asian Food juga mudah ditemukan hampir di tiap kota di Jerman, tak usah khawatir ya! 

Namun jika ingin yang lebih murah, anda bisa beli di supermarket dengan kisaran harga 1€-3€ atau bahkan lebih mahal, namun tidak melebihi 5€ maka silahkan membeli di supermarket. Makanan Asia ini dibuat dalam bentuk kemasan praktis dengan aneka rasa dan informasi sehingga anda bisa membayangkan sebelum membeli. Anda tinggal memanaskan di microwave beberapa menit kemudian langsung disantap. Mudah ‘kan?

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/28/ingin-makan-murah-di-jerman-datang-ke-imbiss/

Satu makanan yang berasal Asia kali ini adalah Mah Mee mit Gebratenem Hühnerfleisch. Beli di Jerman tentu namanya terdengar asing, namun sesungguhnya ini adalah mie dengan daging ayam, jika diterjemahkan. Makanan ini ketika saya cari informasinya rupanya berasal makanan peranakan Chinnesse Cuisine, semacam mie goreng jika di Indonesia. 

Makanan selera Asia dengan nama Mah Mee jika ditelusuri bisa jadi semacam makanan khas Malaysia atau Singapura. ‘Mah’ merujuk pada kata ‘Mamah’ atau ibu sedangkan ‘Mee’ merujuk pada mie. Betul saja bahwa mie ini dalam karton informasi juga dikatakan Nudel-Gemüsemischung mit gebratenen Hühnerfleisch. Cukup dipanaskan di microwave selama 4 menit dengan suhu 650 Watt.

Isi makanan ini terdiri atas mie kuning, potongan daging ayam dan sayuran. Untuk sayuran, ada campuran irisan wortel yang dipotong panjang, sedikit jamur merang dan kacang polong. Selain potongan daging ayam, mie ini juga mencampurkan semacam cakwe yang dipotong halus. Untuk bumbu sedikit mengental, berbeda dengan mie goreng yang saya bayangkan adalah mie goreng kering. Jadi mie ini sedikit berkuah kental ketika sudah matang. Agak mirip mie Aceh, jika anda pernah mencoba makan mie Aceh. Mungkin masakan ini mirip jika dipandang kedekatan geografis antara Aceh, Medan dan Singapura atau Malaysia misalnya.


Sekarang kembali soal rasa dan kelezatan, jujur ini bukan selera saya. Saya lebih baik beli bakmi goreng di Restoran Asia atau  Asian Imbiss. Hanya karena saya tak ada waktu pergi ke sana, jadi saya mampir ke supermarket untuk membeli apa yang tersedia di sana ketika saya berkeinginan makan, makanan Asia. Pilihan pun jatuh pada makanan ini seperti yang diperlihatkan dalam tampilan grafis di muka karton kemasan.

Ini saran saya:

  1. Jika anda tak suka makanan kemasan yang dihangatkan sebaiknya anda tidak usah membeli.
  2. Perhitungkan apakah anda punya microwave untuk menghangatkannya! Saya pernah sewaktu di asrama mahasiswa, tak punya microwave dan mencoba menghangatkan makanan kemasan dengan kompor. Ternyata hasilnya berbeda karena saran penyajian memang dihangatkan di microwave, kecuali ada pilihan lain dengan kompor misalnya.
  3. Perhatikan tanggal kadaluarsa yang berlaku mengingat makanan ini sebenarnya makanan yang sudah matang.
  4. Untuk mereka yang tak punya waktu memasak, seperti mahasiswa atau traveller rasanya makanan seperti ini tepat.

 Selamat makan!

Berkunjung ke Pulau Pinang (Penang) Malaysia

Tanpa rencana, saya berkunjung ke Pulau Pinang atau ada pula yang menyebutnya Penang. Pulau ini menurut saya semacam wilayah industri dan juga cagar budaya. Bayangkan saja disini, kita bisa menemukan perpaduan budaya India, China, Eropa dan Melayu. Jadi jangan heran jika mudah ditemukan komunitas India dan komunitas China di kota ini. Malah tercatat kota ini memiliki penduduk asal Melayu terendah dibandingkan wilayah lain di Malaysia.

Teman saya juga biasa bolak balik ke Pulau Pinang ini untuk berobat. Konon di sini tersedia fasilitas perawatan kesehatan terbaik juga. Pulau ini juga dikatakan merupakan negeri terkaya dan termaju di Malaysia. Kota utamanya adalah George Town yang juga memiliki bandara international terbesar juga. Entah mengapa mudah juga dijumpai penduduk Indonesia yang sekedar wisata, bekerja dan menetap di Pulau ini. Pemilik Penginapan yang saya tumpangi juga pernah bekerja di Jakarta beberapa puluh tahun yang lalu. Kini ia membuka usaha penginapan di pusat kota.

Saya sengaja memesan penginapan di area heritage yang diakui oleh UNESCO sebagai cagar budaya sehingga saya bisa dengan mudah menemukan lokasi wisata dan kuliner. Berikut ulasannya:

Kuliner

Makanan yang saya jumpai tak ubahnya seperti saya membeli makanan di Jakarta. Kebanyakan makanan yang dijual di area saya menginap adalah makanan perpaduan antara budaya Chinna, India dan Melayu. Silahkan dipilih makanan yang sesuai dengan selera dan kocek anda. Saya mampir ke restoran cina yang letaknya tak jauh dari penginapan (lihat gambar di bawah ini).

???????????????????????????????(Ini mie sea food. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Tips dari saya, anda bisa tanyakan jenis menu dan makanan untuk memastikan sebelum bersantap. Jika pesan es teh manis, katakan anda ingin memesan es teh manis asli. Kadang pramusaji tidak paham dan menyediakan es liang tea atau teh tarik (teh campur susu).

Penginapan

Ada banyak ragam penginapan untuk tinggal di pusat kota. Saya memilih di pusat kota yang letaknya tak jauh dengan lokasi wisata. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, ada juga yang murah jika anda mau berbagi kamar dengan orang lain (dormitory). Karena saya berwisata sendiri dan beliau pernah bekerja di Jakarta, Pemilik penginapan memberi saya diskon untuk menginap di kamar single room. Ternyata lokasi saya menginap juga menjadi area berkumpulnya para backpacker dari seluruh dunia sehingga jika malam hari, area ini tak pernah sepi. Area ini dikenal dengan Upper Penang Road, yang juga dikelilingi penginapan, kafe, bar dan restoran.

Tips dari saya, jika ingin murah dan nyaman, anda bisa memilih menginap tanpa sarapan. Anda juga bisa memilih di area seperti yang saya sebutkan tadi sehingga tak perlu mengeluarkan ongkos untuk mengunjungi lokasi wisata lainnya.

Transportasi

???????????????????????????????(Ini motor sewa. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Kota ini memiliki transportasi dengan bis yang nyaman dan aman bagi penumpang. Setibanya di bandara di sini, saya langsung naik bis menuju penginapan padahal saya tiba malam hari. Sempat takut dan cemas, tetapi saya lihat kondisi transportasi di kota ini aman bagi siapa saja. Ada juga taksi jika kita ingin membayar sedikit lebih mahal. Sopir taksi yang saya tumpangi berasal dari India dan sudah menetap lama di kota itu. Oh ya, anda juga bisa menyewa motor juga jika anda ingin berkeliling kota George Town atau ke Batu Feringgi. Tarif sewa motor disini masih terbilang murah. Ada juga becak jika ingin berkeliling dengan jarak dekat. Becak disini berhias loh, sama seperti di Melaka.

Tips dari saya, jika anda ingin naik bis sebaiknya siapkan uang recehan karena berdasarkan pengalaman sangat sulit bagi supir untuk memberikan uang kembalian. Sopir merangkap kernet dan uang biasa dimasukkan di kotak uang samping sopir. Selain itu, sewa motor juga lebih murah sehingga anda bisa berkunjung ke lokasi yang jauh semisal Kuil Kek Lo yang dianggap kuil terbesar se-Asia Tenggara.

Lokasi Wisata

Berikut daftar yang saya kunjungi di Pulau Pinang:

???????????????????????????????(Gereja Katolik tertua di Pulau Pinang. Sumber foto: Dokumen pribadi)

  1. Gereja Katolik “Church of Assumption”

Ini adalah lokasi pertama kali saya kunjungi mengingat saya tiba di Sabtu Malam dan saya pergi untuk misa di Gereja ini. Bangunan ini masih terlihat kokoh meski telah dibangun sejak masa kedatangan bangsa Portugis ke pulau ini. Untuk menampung populasi umat katolik yang bertumbuh setiap tahunnya, Gereja ini kemudian diresmikan pada saat Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga. Di halaman gereja, beberapa umat terlihat sedang berdoa di depan Gua Maria. Kebanyakan mereka yang hadir dalam misa pagi itu adalah multi etnis dan memang telah menetap di kota tersebut. Gereja ini juga termasuk cagar budaya yang dilindungi oleh UNESCO.

???????????????????????????????(Gereja Anglikan yang juga menjadi landmark Kota Pinang. Sumber foto: Dokumen pribadi)

  1. Gereja Anglikan “St George’s Church”

Tak jauh dari Gereja Katolik “Church of Assumption”, ada Gereja Anglikan yang juga merupakan peninggalan koloni bangsa Eropa yang datang ke pulau ini. Gereja ini dibangun pada tahun 1818 dan masih berdiri kokoh hingga sekarang. Sayang saya tidak sempat masuk ke dalam karena masih berlangsung misa di dalam.

???????????????????????????????(Jika anda ingin berkunjung ke dalam, jangan lupa lepaskan alas kaki dan isi buku tamu di awal pintu masuk. Petugas juga dengan ramah untuk menjelaskan jika anda membutuhkan banyak informasi. Sumber foto: Dokumen pribadi)

  1. Masjid Kapitan Keling

Masjid ini dianggap sebagai Masjid tertua di Pulau Pinang ini dan ternyata dibangun oleh komunitas India yang datang pada abad 18. Semakin bertumbuhnya populasi umat muslim di Pinang ini sehingga masjid ini sempat dipugar untuk menampung umat yang datang. Jadi arsitektur Masjid ini juga dipengaruhi unsur-unsur India.

  1. Komunitas India: Little India

Di pulau ini, komunitas India juga mengalami pertumbuhan yang pesat hingga mereka memiliki komunitas tersendiri bahkan saya sempat mendatangi berbagai pernak-pernik ala India seperti aksesoris, pakaian dan kebutuhan untuk sembahyang.

  1. Sri Mahamariamman Temple

Sri Mahamariamman Temple hampir serupa dengan yang saya jumpai di Medan, Sumatera Utara dan juga di Chinnatown di Singapore. Kuil ini merupakan bangunan tertua yang didirikan tahun 1833 seiring dengan bertambahnya penduduk India yang datang untuk berdagang dan menetap di Pulau ini.

  1. Chinnatown

Lokasi saya menginap juga berada dekat dengan Chinnatown, disini bisa ditemukan bangunan seperti layaknya di Tiongkok. Ada ragam kuliner yang bisa dicoba. Saat saya datang di lokasi ini ada bazaar dan festival untuk sumbangan amal. Ada parade aktraksi barongsai dan berbagai atribut tradisi yang ramai dalam festival ini. Tujuan bazar ini untuk bakti sosial dan disumbangkan.

  1. Kuil Kek Lo

Awalnya saya tidak tahu nama lokasi ini karena semua hampir ditemukan aksara huruf cina. Saya pergi bersama seorang backpacker lainnya menggunakan motor karena letaknya yang jauh dari pusat kota. Kata teman seperjalanan yang pernah mengunjungi kuil ini sebelumnya, Kuil ini merupakan kuil terbesar di Asia Tenggara. Saya melihat berbagai kelompok yang sedang berdoa khusuk. Dari sini, saya juga bisa melihat pemandangan seluruh kota George Town.

???????????????????????????????(Pemandangan kota George Town dari atas. Sumber foto: Dokumen pribadi)

  1. Batu Feringgi

Saya tiba di Batu Feringgi saat malam hari sehingga tak bisa mendokumentasikan apa pun. Saya hanya melihat pantai dengan orang-orang yang sedang ngobrol dan berwisata di bibir pantai. Kebetulan saya datang saat hari libur sehingga banyak keluarga yang datang berwisata ke situ. Di situ juga saya mendapati penginapan dan restoran seperti layaknya lokasi wisata yang berdekatan dengan pantai lainnya.

Berwisata disini memang tidak memerlukan waktu lama untuk mengunjungi berbagai lokasi, di beberapa tempat memang tidak perlu membayar tiket masuk, anda cukup mendaftarkan nama dan asal negara pada buku tamu. Pastinya minim biaya jika ingin berkunjung ke kota ini. Dari sini, anda bisa meneruskan perjalanan ke Thailand Selatan (Hat Yai) dengan menggunakan mini van atau bis yang dapat dipesan pada agen atau minta bantuan petugas penginapan untuk melakukannya.

Sumber bacaan: Berbagai Wikipedia

Pengalaman Berwisata ke Melaka

Christ Church Melaka dengan becak hias

(Christ church Melaka merupakan gereja peninggalan bangsa Belanda. Di luar gereja anda bisa mendapati becak hias dan penjualan sovenir khas Melaka. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Melaka berhasil dinobatkan sebagai kota warisan dunia pada tahun 1989 oleh UNESCO. Jika anda menyukai budaya dan arsitektur, anda bisa berkunjung ke wilayah yang sempat disinggahi oleh berbagai bangsa seperti Portugis, Inggris dan Belanda yang tercermin dari peninggalan situsnya. Namun, disini pula tumbuh subur penduduknya yang sebagian besar didominasi Melayu dan China. Ada juga penduduk asal Indonesia yang bekerja di sana, seperti tukang becak asal Melaka yang mengayuh kami yang menikahi perempuan Indonesia. Atau mereka yang bekerja di kedai makanan atau minuman sebagai pelayan berasal dari Indonesia. Sedangkan pemilik guest house yang kami huni berasal dari India dan telah menetap menjadi warga Melaka.

Bagi anda pencinta sejarah dan budaya, kota ini bisa jadi rekomendasi pilihan anda. Tak butuh waktu lama untuk menjelajahi lokasi wisata karena semua letaknya berdekatan. Anda bisa menggunakan becak hias, sewa sepeda atau cukup berjalan kaki. Bila dibandingkan Penang, berdasarkan pengalaman, Melaka merupakan kota yang tak seramai Penang.

Berikut informasi wisata jika anda ingin berkunjung ke Melaka:

1. Meski ada tawaran pilihan bis langsung dari Singapura menuju Melaka di malam hari, dari Singapura kira-kira jam 19.30 malam, sebaiknya anda memilih berangkat di siang hari. Perjalanan menuju Melaka sekitar 4-5 jam dari Singapura. Hal ini tentu akan memudahkan transportasi anda menuju penginapan. Di Melaka, kendaraan yang bisa digunakan hanya taksi dan bis umum. Sedangkan becak hias hanya digunakan untuk seputar lokasi wisata sentral Melaka, tidak lebih (tidak bisa digunakan untuk jarak jauh). Jarak terminal bis ke pusat kota Melaka kira-kira 30 menit.

2. Rata-rata harga penginapan di Melaka berkisar 60-90 RM. Kami mendapatkan harga termurah di guest house sederhana milik orang India sekitar 40 RM. Anda bisa melakukan reservasi sebelumnya melalui online, terlebih bila anda datang di musim liburan, kota ini pasti padat turis dan pelancong. Sebaiknya pilih penginapan di pusat kota sehingga anda bisa berjalan kaki menuju lokasi-lokasi wisata.

3. Hindari datang saat musim liburan di Malaysia, karena dipastikan kota Melaka juga akan dipenuhi oleh Pelancong. Musim liburan yang dimaksud seperti musim lebaran dan akhir tahun dimana saat akhir tahun adalah masa liburan sekolah di Malaysia.

4. Soal makanan tentu tak beda jauh dengan makanan di Indonesia. Jika anda ingin teh tawar panas, anda harus menyebutkan dengan jelas. Kerap jika berada di Malaysia, mereka berpikir jika kita memesan teh maka mereka akan menghidangkan teh dengan susu, teh tarik khas melayu.

5. Rata-rata untuk tarif taksi, semisal dari Terminal Bis ke pusat kota sekitar 20 RM. Saya bisa menawar sekitar 15-17 RM tergantung bagaimana anda bernegosiasi. Anda juga bisa berhemat ke terminal bis dengan menggunakan bis yang memutari kota dengan harga terjangkau asal berangkat di pagi hari.

Beli sovenir (Sumber foto: Dokumen pribadi)
6. Pilihan wisata beragam layaknya peninggalan sejarah seperti museum, kereta kuno, pesawat tua, kapal tua, gereja tua, bendungan dan tower dimana anda bisa melihat seluruh kota dari atas. Anda juga bisa membeli sovenir di lokasi wisata langsung, semisal “Christ Church Melaka” atau di “Medan Samudera Craft Center”. Jika anda malas berjalan kaki, anda juga bisa menikmati lokasi-lokasi wisata dengan menggunakan becak hias. Anda membayar sekitar 40 RM maka anda mengunjungi semua lokasi wisata yang ditawarkan. Saya bisa menawar becak hias menjadi 35-37 RM. Tetapi harga ini akan menjadi sulit jika musim liburan dan padat pelancong tiba. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling, silahkan tanyakan langsung ke petugas penginapan anda.

Contoh Museum Melaka

(Ada banyak peninggalan museum bersejarah di kota ini, salah satunya seperti tampak dalam gambar. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Pemandangan di tepi sungai dengan meriam kuno

(Banyaknya peninggalan meriam seperti di dekat jembatan Tan Kim Seng. Anda juga bisa berkeliling dengan perahu wisata disini. Sumber foto: Dokumen pribadi)

melihat keliling kota melaka dari puncak tower

(Dari tower ini, anda bisa menikmati kota Melaka dari atas. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Peninggalan kapal tua

(Peninggalan kapal tua, khas kapal Pinisi. Sumber foto: Dokumen pribadi)

7. Kota Melaka saat kami datang cukup terik, anda bisa menggunakan perlengkapan seperti topi, payung dan kacamata hitam.

8. Anda bisa meneruskan perjalanan ke kota lain di Malaysia, semisal Penang atau Kuala Lumpur, atau Singapura dengan bis di terminal bis terpadu. Terminal bis cukup nyaman dengan AC, restoran/tempat makan dan sovenir jika ingin berbelanja. Jika anda ingin mengunjungi Kuala Lumpur, tersedia banyak pilihan menuju pusat kota Kuala Lumpur atau Puduraya. Dari Melaka ke Kuala Lumpur ditempuh dengan bis kira-kira 2-3 jam. Anda juga bisa ke Penang yang jaraknya lumayan jauh, misalnya dengan bis malam lalu tiba di Penang pagi hari. Anda juga bisa langsung menuju Hat Yai, kota di selatan Thailand dari Melaka dengan perjalanan kira-kira 12 jam dengan bis.

Semoga bermanfaat 🙂

Rekomendasi Terkini: Wisata ke Kuala Lumpur

Ini bukan kali pertama atau kedua, saya tiba di kota ini tetapi perubahan sungguh terjadi dan membuat saya takjub dibandingkan tempo lalu saat saya berkunjung. Kota Kuala Lumpur telah tumbuh dengan pesat dan menjadi metropolis. wpid-20141016_202628.jpg

 

 

Berikut beberapa rekomendasi terkini jika anda ingin mengunjunginya, yang baru-baru saya lakukan:

1. Jika anda ingin mengunjungi Kuala Lumpur dari Singapura, sebaiknya untuk menghemat biaya, pilihlah jalur pagi/siang hari.

Ada pilihan lain seperti taksi/mini van yang lumayan mahal jika anda ingin berangkat kapan pun bahkan malam hari. Semua bis/taksi/Van menuju Kuala Lumpur dari Queen Street, kawasan Bugis hanya berhenti sampai Johor Baru. Bis termurah sekitar 2-3 SGD. Sedangkan dulu, dari Singapura sudah ada MRT langsung ke Johor Baru yakni perbatasan Singapura – Malaysia, kini sudah tidak ada lagi.

2. Jika anda berasal dari kota lain semisal Melaka atau Pinang, pilih rute bis yang turun di Terminal Bis Puduraya.

Disini anda lebih dekat dengan lokasi Petailing Street, belanja murah dan Central Market, pasar seni juga penginapan dengan harga terjangkau ala backpacker.

3. Di Kuala Lumpur, ada banyak pilihan tinggal di sekitar pusat kota, Bukit Bintang, atau area Puduraya.

Saya memilih area Puduraya karena dekat dengan terminal Bis, Kawasan Backpacker-nya KL dan Central Market. Di wilayah Puduraya ini ada ragam pilihan tinggal dengan harga variatif. Mereka umumnya tidak menawarkan fasilitas sarapan pagi. Jadi silahkan siapkan roti/kudapan atau mampir di mini market yang tersebar murah menawarkan aneka macam makanan dan minuman yang menjamin anda tidak kelaparan pagi hari.

4. Jika anda ingin menghemat biaya menginap, ada juga pilihan tinggal sembari kerja jadi tukang bantu-bantu, juru masak atau pramusaji di hostel sekaligus bar juga.

Jika anda terpilih menawarkan keahlian jadi juru masak atau pramusaji misalnya, anda berkesempatan tinggal disitu dan makan gratis.

20141027_113814

20141027_113835

(Petunjuk destinasi jalur bis “GO KL” dan Kuala Lumpur’s Transit Rail Map terbaru. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

 

 

5. Untuk menghemat biaya juga, anda bisa mengelilingi kota dengan bis “Go KL” dengan gratis sesuai destinasi rute yang ditawarkan.

Di Puduraya misalnya, ada bis “Go KL” warna ungu dengan rute yang sudah ditentukan. Dapatkan peta destinasi bis “GO KL” yang memandu anda keliling kota Kuala Lumpur. Terdapat 4 jalur bis “GO KL”, jika anda salah jalur bis, silahkan berhenti di pos interconnetion dengan bis yang anda maksud, seperti MRT di Singapura, misalnya. Waktu operasinya untuk hari Senin-Kamis dari jam 6 pagi sampai 11 malam. Jika akhir pekan beroperasi mulai jam 7 pagi.

6. Jika anda suka berbelanja, silahkan datangi pusat belanja dengan aneka macam merek barang ternama kelas dunia di kawasan Bukit Bintang!

Namun untuk membeli sovenir khas Malaysia, silahkan datangi Pasar Seni atau Pasar murah area Puduraya. Petailing Street boleh dibilang seperti wilayah Ben Tanh Market jika di Ho Chi Minh City. Silahkan tawar dengan bahasa Indonesia, siapa tahu dapat harga murah. Di Petailing Street layaknya night market, anda bisa nikmati aneka kuliner.

7. Kuala Lumpur sekarang juga sudah ada Mass Rapid Transportation juga loh.

Ada 5 jalur LRT, KTM Commuter warna biru tua untuk ke Batu Caves, Kelana Jaya warna merah, Ampang Line warna kuning melewati Terminal Bis Terpadu “Bandar Tasik Selatan”, KL Monorail warna hijau muda dan KLIA Expres warna ungu yang bisa menuju ke bandara Kuala Lumpur. Nanti tiket LRT akan berupa koin plastik yang diterima dan tanda masuk stasiun, setelah sampai destinasi stasiun, koin dimasukkan di gate keluar. Melalui LRT, silahkan tanya jika anda ingin ke Batu Caves. Jika naik taksi ke Batu Caves, harganya lumayan selangit karena letaknya ada di luar kota. Anda juga bisa ke bandara Kuala Lumpur dengan menggunakan LRT langsung.

Kasturi

Central Market

Stasiun LRT Pasar Seni

(Tampak di atas Kasturi yang dekat dengan Pasar Seni, Central Market dan stasiun Pasar Seni jika ingin menggunakan LRT. Sumber foto: Dokumen Pribadi)

7. Untuk wisata dalam kota Kuala Lumpur, anda bisa mengunjungi beberapa tempat seperti:
a. Central Market (Kasturi Walk)
b. Petailing Street
c. KL Bird Park (Taman Burung)
d. Masjid tertua Jamek
e. KLCC (Menara kembar Petronas)
f. Museum National
g. KL Tower
h. Masjid Nasional
i. Sri Mahamariaman Temple
J. Katedral St. Mary (Gereja Anglikan)

8. Anda juga bisa langsung ke Singapura lewat jalur darat sekitar 5-6 jam tergantung kecepatan bis dan macetnya.

Ada juga pilihan kereta ke Singapura. Konon ada pilihan jadwal kereta malam hari dari KL dan tiba pagi hari di Singapura. Untuk kereta, anda bisa naik dari KL Sentral. Sedangkan bis ada aneka macam pilihan dengan fasilitas berbeda mulai dari kursi pijet, nyaman menggunakan laptop, bis tingkat hingga wifi. Anda bisa naik bis dari Terminal Bis Terpadu dengan sistem dan fasilitas senyaman layaknya naik pesawat. Terletak di Bandar Tasik Selatan, silakan anda gunakan jalur kuning LRT.

Selamat berpetualang!