Lutherstadt Wittenberg (3): Destinasi Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Keliling kota Wittenberg dengan kereta ini yang memuat kapasitas 60an orang.

Untuk menutup kunjungan di kota Lutherstadt Wittenberg, berikut dijelaskan tempat yang menjadi tujuan wisata bersejarah melalui paket wisata yang tersedia. Kota Wittenberg menjadi salah satu destinasi wisata bila anda ingin tahu bagaimana sosok Martin Luther. Itu sebab kota ini tak pernah sepi dengan wisatawan dari pelosok Jerman dan berbagai belahan dunia. Pasalnya, Luther tidak hanya menjadi tokoh publik tetapi karya dan gerakannya pun sudah mendunia.

Patung Martin Luther di depan Frauenkirche, Dresden.

Kami datang ke pusat informasi wisata yang letaknya di depan Schlosskirche. Di sini terdapat toko sovenir dan paket wisata bersejarah keliling kota. Saya dan suami pun tak ketinggalan untuk ikut serta. Satu orang diwajibkan bayar 9€ dan mengikuti tur selama 1 jam. Dalam tur tersedia informan audio yang cukup jelas. Para wisatawan yang tertarik naik kereta terbuka yang cukup aktraktif.

Untuk schlosskirche atau All Saints Church dan museum Luther sudah dibahas sebelumnya. Silahkan anda cek!

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi?

1. Markplatz

Dua tokoh gerakan reformasi gereja diabadikan di sini.

Markplatz dijumpai ada di hampir tiap kota di Jerman. Begitu pun di Wittenberg, kami melihat markplatz sebagai area perdagangan dan juga pernah menjadi saksi sejarah. Bagaimana pun markplatz adalah alun-alun kota, tempat strategis bertemunya penduduk kota. Anda bisa melihat area ini tak pernah sepi.

Area ini menjadi area perdagangan kota.

Ada patung Martin Luther di sini dan rekan seperjuangannya, Philip Melanchaton. Di sini pula anda bisa melihat bagaimana sejarah reformasi itu bermula. Alun-alun kota saat abad pertengahan menjadi tempat kampanye dimana banyak orang berkumpul mendengarkan seruan Luther.

Alun-alun kota juga terdapat toko, restoran kafe dimana anda bisa menikmati kota dengan santai. Kadang jika anda datang di waktu tepat maka ada konser musik atau pertunjukan kolosal di sini.

2. Lutherhaus

Tampak samping.

Ketika tour informan menyebut nama tempat ini, supir menghentikan kereta. Sebagian orang turun dan masuk ke gedung Lutherhaus. Beberapa turis baru masuk dengan mengantri satu per satu sambil menunjukkan tiket tur keliling kota. Rupanya anda perlu juga membayar tiket masuk ke Lutherhaus seperti umumnya museum.

Pintu masuk.

Lutherhaus adalah tempat dimana keluarga Luther tinggal dan menetap di Wittenberg setelah terjadinya reformasi gereja. Informasi dari tour guide bahwa kediaman keluarga Luther ini awalnya adalah biara karena bagaimana pun Luther itu pernah menjadi biarawan. Kemudian Luther mencetuskan protesnya dan biara pun diberikan untuk menjadi tempat tinggalnya. Di sini pula murid-murid Luther memahami gerakan yang diajarkannya. Bersama Katharina von Bora, Luther menghabiskan tahun-tahun awal gerakan reformasi di rumah ini.

Di sini pula anda bisa melihat bagaimana kamar pribadi Luther saat itu. Anda diajak untuk menyelami Luther dari tiap jengkal kediaman Lutherhaus.

3. Melanchaton Hause

Sebagaimana anda menyimak sejarah reformasi gereja abad pertengahan, bahwa Luther didampingi rekan seperjuangannya bernama Philip Melanchaton. Di rumah ini adalah kediaman Profesor Melanchaton tinggal dengan karya buah pikirnya hingga ia meninggal. Baru-baru ini rumah ini menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO dan terbuka untuk umum.

4. Panorama 360

Di gedung moderen ini, kita bisa menjumpai visual teknologi yang menggambarkan kejadian abad pertengahan. Bangunan ini juga bisa disebut Luther 1517, sebagai memori gerakan Luther tahun 1517. Pengunjung bisa memahami dengan diajak seolah-olah anda larut dalam fenomena gerakan reformasi yang diusung Luther saat itu.

5. Gereja St. Maria

Setelah Markplatz, ada sebuah gereja tua bercorak cokelat. Ini adalah gereja Santa Maria. Di gereja ini Luther dan Katharina von Bora melangsungkan pernikahan. Luther yang semula biarawan memutuskan keluar dari kaulnya dan memilih menikahi seorang perempuan.

6. Haus der Geschichte

Tujuan selanjutnya adalah haus der geschicte. Di Jerman ada kota-kota yang juga memiliki haus der geschichte. Tergantung pada pendiriannya, haus der geschichte dibangun seperti layaknya museum. Di Wittenberg, haus der geschichte berisi tentang informasi kehidupan masyarakat setempat pada abad 20.

7. Hundertwasserschule

Terakhir adalah Hundertwassershule, dengan bangunan kubahnya seperti negeri dongeng. Untuk memasuki gedung ini, pengunjung perlu bayar tiket masuk. Ada tur tersedia sekitar 45 menit untuk menyelami segala sesuatu tentang sekolah yang dirancang oleh lulusan murid Luther.

Begitulah, hasil kunjungan singkat saya. Kota ini layak disinggahi bila anda tertarik dengan sejarah dan menyelami sosok Luther yang dikenal dunia. Kota ini juga ramah turis dan di banyak sisi terdapat area untuk menikmati kota secara moderen. Untuk mencapai kota ini, anda perlu menggunakan kereta dari Leipzig misalnya. Sementara kami berkendara dari Leipzig sekitar satu jam.

Lutherstadt Wittenberg (2): Menjelajahi Sosok Martin Luther di Museum

Tampak depan.
Data pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Sebaran umat di seluruh dunia dalam data juga bisa disimak di museum.

Melanjutkan kunjungan saya di kota Martin Luther yakni Wittenberg, kali ini saya ajak anda menyelami bagian dalam dari gereja All Saints. Gereja ini disebut juga dalam bahasa Jerman Schlosskirche yang juga menjadi fenomenal karena tempat bersejarah terjadinya reformasi gereja. Tokoh yang merencanakan dan mengawali perubahan gereja ini adalah Martin Luther. Ini bukan hanya menjadi sejarah gereja saja, melainkan juga sejarah dunia yang penting untuk diingat.

Martin Luther dilahirkan pada 10 November 1483. Dia pula tokoh yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, yang awalnya hanya dikenal dalam bahasa Latin. Setelah menempuh program doktoral Teologi di Italia, lima tahun kemudian ia protes terhadap kebijakan gereja saat itu. Kemudian 31 Oktober 1517, ia menancapkan 95 Thesisnya di pintu gereja All Saints atau yang juga dikenal Schlosskirche. Tahun 1525, Luther menikahi Katharina von Bora. Pada usia 63 tahun, Luther meninggal dunia.

Mengenali sosok Martin Luther, anda bisa datang ke Lutherhaus, dimana beliau pernah tinggal. Namun saya datang menjelajahi museum Schlosskirche yang juga menyimpan kronologis terjadinya reformasi gereja. Di gereja ini pula konon Luther dimakamkan bersama dua pengikutnya yang setia.

Untuk masuk ke museum ini ada bagian yang gratis dan ada bagian berbayar. Pada bagian gereja di dalam memperlihatkan umumnya gereja katolik di Jerman yang bergaya gothik. Sayangnya gereja ini sudah tak aktif dan dijadikan museum. Di sini ada benda-benda rohani yang masih terawat baik, meski sebenarnya dahulu ini adalah gereja katolik. Kini gereja ini menjadi pusat jutaan mata yang ingin tahu bagaimana terjadinya reformasi gereja yang terjadi lima ratus tahun lalu.

95 Thesis terbaca jelas.

Setelah puas berkeliling bagian dalam gereja, anda bisa melihat sisi luar gereja yang dibangun dengan informatif dan aktraktif bagi turis. Ada biografi Martin Luther dari kelahiran hingga kematiannya. Lalu juga isi Thesis Luther yang terbaca dengan baik dalam bahasa Jerman. Di sini pula ada data statistik sebaran gereja yang denominasi di seluruh dunia setelah terjadinya reformasi.

Altar.
Pengunjung yang tak pernah sepi.
Organ dan interior umumnya gereja bergaya gothik di Jerman.
Bagian belakang gereja.

Hal menarik lainnya, anda bisa melihat video dan audio dalam museum berbayar. Di depan pintu ada monitor data pengunjung yang mencatat kedatangannya. Saya adalah orang ke-79 dari Indonesia yang pernah berkunjung ke sini. Museum ini sendiri dibuka menjelang perayaan lima ratus tahun reformasi gereja tahun 2017 lalu.

Lutherstadt Wittenberg (1): Menyelusuri Lahirnya Reformasi Gereja di All Saints Church

Pintu gereja All Saints.
Tampak kelompok turis memenuhi depan pintu gereja.
All Saints Church sisi lain.

Sebelum saya menjejakkan kaki di Jerman, seorang pemuda yang aktif di salah satu denominasi gereja Kristen Protestan pernah menceritakan kota Lutherstadt. Dia yang saya kenal di tempat saya bekerja, berujar bahwa dia diundang untuk datang ke Lutherstadt Wittenberg untuk mengenal sejarah gereja Kristen Protesan yang menjadi salah satu dari agama-agama di Indonesia. Saya yang mendengar cerita dia pun menjadi antusias dan berharap suatu saat saya bisa berkunjung ke Jerman. Pada dasarnya saya senang belajar sejarah dan itu membuat saya memahami tentang proses kehidupan sesungguhnya.

Tahun 2017 lalu pada tanggal 31 Oktober di seluruh Jerman dijadikan hari libur. Hari libur ini tidak biasa karena ini dirayakan bertepatan dengan lima ratus tahun reformasi gereja yang diinisiasi oleh Martin Luther. Untuk menghormatinya maka pemerintah Jerman menjadikan hari libur sebagaimana pernah saya ceritakan di sini dua tahun lalu.

Setelah kami bermalam di Leipzig, suami menyanggupi mimpi saya untuk berkunjung ke kota Lutherstadt. Maklum saja saya tak pernah tahu bahwa mimpi pergi ke Jerman itu terwujud, termasuk menyelusuri Lutherstadt yang menjadi minat saya. Akhirnya selama satu jam lebih berkendara dari Leipzig ke Wittenberg, kami pun berkesempatan mampir.

Disebut juga gothic Schlosstor.
95 Thesis Luther yang terukir di pintu dalam bahasa Latin.
Salinan 95 Thesis yang bisa dibeli di toko sovenir.
Kini pintu itu disebut Thesentür.

Tempat pertama yang kami datangi pastinya adalah pusat informasi wisata. Rupanya letak tour information itu tepat persis di depan gereja All Saints Church yang menjadi sejarah dunia. Setelah kami mendaftarkan paket tur kota, kami pun menyelusuri bagian terpenting dari munculnya gerakan reformasi gereja yang dilahirkan Marthin Luther.

Sebagaimana anda tahu bahwa gerakan yang dibuat Martin Luther memberi dampak besar bagi gereja saat itu, tahun 1500-an. Jika anda pernah belajar sejarah tentang abad pertengahan di Eropa kala itu maka anda bisa paham apa yang melatarbelakangi Luther melakukan gerakan tersebut.

Gereja All Saints dikenal juga dalam bahasa Jerman Gothic Schlosskirche nampak jelas saat anda memasuki kota Wittenberg yang berada di tengah Jerman. Karena memang schlosstor atau gerbang kota itu dibuat pada abad 14 sebagai benteng pertahanan.

Kini gereja ini menjadi museum bersejarah yang didatangi jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Satu lokasi yang wajib didatangi adalah pintu kayu asli yang menjadi saksi bagaimana sejarah gerakan reformasi itu dimulai. Di pintu yang disebut Thesentür dalam bahasa Jerman itu pada tanggal 31 Oktober tahun 1517 Luther menempelkan 95 Thesis yang menjadi acuan bahwa gereja perlu direformasi. Itu sebab selalu ada kelompok turis berfoto dan mendengarkan penjelasan tour guide di depan pintu tersebut.

Karena perang yang terjadi berulang kali melanda saat itu, gereja ini pun tak luput menjadi korban perang dan kebakaran. Tampak sudut-sudutnya terbakar dan sedikit bekas renovasi. Abad 19 King Frederic William IV dari Prusia memperbaiki pintu ini menjadi bentuk sekarang. Pun pintu bersejarah itu pun beralih kayu yang semula kayu diganti menjadi perunggu sebagai monumen. Teks Thesis Luther pun terukir indah di sini dalam bahasa latin tentunya. Wisatawan yang ingin mendapatkan salinan Thesis bisa diperoleh di toko sovenir.

Gereja bergaya arsitektur gothik ini kini menjadi tempat reformasi memorial yang berhubungan dengan Martin Luther. Di sini Luther dimakamkan berdekatan dengan Museum Luther yang akan dibahas kemudian.

Nantikan cerita saya selanjutnya!

31 Oktober: Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja

 

wp-image-1520883665
Ilustrasi. Salah satu Gereja Kristen Protestan di Austria. Di depan Gereja terpampang spanduk “Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja.” 

Hari ini di Jerman dijadikan hari libur bukan karena perayaan Halloween. Ini terjadi hanya pada tahun ini saja, artinya tidak setiap tahun tanggal 31 Oktober adalah hari libur. Pemerintah Jerman di setiap Bundesland, baik yang mayoritas Katolik maupun mayoritas Kristen Protestan merayakan hari ini sebagai peringatan 500 tahun Reformasi Gereja. Dan besok 1 November pun di wilayah mayoritas Katolik seperti wilayah saya akan libur sebagai perayaan Allerheiligen

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/22/grabgesteck-hiasan-karangan-bunga-untuk-makam/

Bagi penduduk Jerman bisa menjadikan hari Senin kemarin sebagai HARPITNAS, ‘hari kejepit nasional’ dan memilih ambil cuti dan libur panjang sejak wiken. Begitu yang saya alami di Indonesia. Akhirnya saya pun demikian, tidak ada kelas sementara. Lalu apa yang terjadi sebenarnya 500 tahun lalu?

Begini, anda pernah dengar nama MARTIN LUTHER yang adalah orang Jerman. Jika anda masih ingat pelajaran Sejarah di sekolah dulu, siapa itu Martin Luther? Saya masih mengingat nama ini dengan baik. 

Martin Luther adalah seorang Profesor Teologi yang lahir di Jerman. Kala itu 500 tahun lalu, Gereja Katolik pernah mengalami masa krisis, termasuk ekonomi. Luther yang adalah ahli Teologi datang dan menolak beberapa ajaran termasuk praktik Gereja Katolik yakni jual-beli surat Indulgensi. Di saat itu Jerman memang menganut seratus persen Katolik untuk penduduknya. Hal yang saya ingat saat masih sekolah dan belajar Sejarah, Luther menolak praktik indulgensi yang dikeluarkan Gereja. Dia punya pendapat lain yang kemudian dituliskan dalam berbagai thesis.

Martin Luther juga menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Jerman, yang semula Bahasa Latin. Puncaknya adalah pada tahun 1517, thesis Luther menyebar ke beberapa lokasi di Jerman tentang ajaran dan pendapatnya mengenai teologi. Dua minggu kemudian thesis ini menyebar ke seluruh Jerman hingga berbulan-bulan berikutnya menjangkau ke Eropa. Untuk menandainya, dia menempelkan thesis itu di pintu Gereja “All Saints Day” pada tanggal 31 Oktober 2017. Gereja ini masih berdiri hingga sekarang di wilayah Wittenberg. Sejarah baru pun dimulai dan memunculkan para pengikut Martin Luther selanjutnya, dan denominasi Gereja seperti Kristen Protestan.

Tahun ini Pemerintah Jerman memberi penghormatan secara khusus kepada salah satu putra terhebatnya yang menandai sejarah peradaban manusia, Martin Luther. Itu sebab pada hari ini, 31 Oktober dijadikan hari libur nasional.

Semoga bermanfaat!