Sering Mengeluh Sakit? Berdamailah dengan Masa Lalu

Begitu indah kekuatan pengampunan, seperti yang pernah saya tulis di sini. Bahwa sesulit apa pun mengampuni, sebenarnya anda belum benar-benar melupakannya. Ini lima alasannya, dilihat di sini.  Berkaitan dengan pengampunan, baru saja dirilis dalam jurnal psikologi kesehatan bahwa ada dampak kesehatan fisik, bila psikis masih memendam kesalahan masa lalu. Studi ini memang tidak besar, tetapi hasilnya layak … Continue reading Sering Mengeluh Sakit? Berdamailah dengan Masa Lalu

Lupakan Apa yang Sudah Diberikan, Tetapi Ingatlah Apa yang Sudah Diterima

Apa anda pernah punya pengalaman mengenal orang yang suka mengungkit kebaikannya atau menceritakan segala yang sudah diberikan kepada orang lain? Tentu anda yang mendengarkannya akan risih dan tak nyaman. Apa sih enaknya mendengarkan seberapa banyak kebaikan yang sudah diberikan? Namun dalamnya hati seseorang tidak ada yang tahu. Mengapa orang yang demikian suka melakukan, menceritakan sebanyak-banyaknya … Continue reading Lupakan Apa yang Sudah Diberikan, Tetapi Ingatlah Apa yang Sudah Diterima

Ini 5 Bahaya Terjebak Masa Lalu

Saya baru baca buku analisa tulisan yang dipengaruhi oleh perangkap kehidupan masa lalu. Nyatanya peristiwa hidup di belakang anda masih menyisakan perangkap untuk tidak bisa "move on" yang terekam dalam garis dan isi tulisan tangan. So, lepas dari buku tersebut maka saya mengajak anda semua agar tidak kejebak pada masa lalu sehingga terperangkap dan sulit … Continue reading Ini 5 Bahaya Terjebak Masa Lalu

CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

Rinai hujan turun di luar, aku duduk sore itu bersama ayahku di teras belakang rumah. Dia membawa kue coklat buatan Ibu dan sepoci teh manis hangat. Ia menuangkan teh itu dalam cangkirku. "Ini buatmu, nak" katanya padaku. Aku mengangguk perlahan dan bergumam, terimakasih. Sederet kalimat pertanyaan meluncur deras dari mulutnya, menanyakan pekerjaanku hingga kehidupanku yang … Continue reading CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Aku terus melangkah menyusuri bibir pantai senja itu. Sayup-sayup angin melipir terasa di wajahku. Tak aku hiraukan ketika seseorang memanggil namaku untuk kembali. Percuma! "Tetaplah melangkah ke depan! Jangan pernah berjalan mundur ke belakang! Mungkin tapak kaki yang kau pijak telah kabur seiring waktu. Kembali pun belum tentu menyelesaikan penyesalan," bisik suara hatiku. Aku mengikuti … Continue reading CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan objek foto. Selang beberapa lama aku duduk, oma tersebut duduk bersebelahan denganku dan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Kekuatan Mengampuni yang Perlu Dilakukan dalam Hidup

Hidup yang damai adalah mengampuni masa lalu, bersyukur atas masa kini dan tidak mencemaskan masa depan. Belajar dari figur Nelson Mandela, seorang tokoh dunia, saya mengenal arti pengampunan yang sesungguhnya. Tak heran saat wafatnya, tidak hanya masyarakat Afrika Selatan berduka kehilangan tetapi juga masyarakat dunia. Sebagai tokoh dunia, pejuang persamaan hak warga negara agar tiada … Continue reading Kekuatan Mengampuni yang Perlu Dilakukan dalam Hidup