Anda Vegetarian? Bisa Coba Dua Menu Ini

Hidup adalah pilihan, termasuk dalam hal mengkonsumsi makanan. Ada yang memilih menjadi seorang vegan, vegetarian atau pemakan segala. Semua sah-sah saja menurut saya.

Suatu kali, saya diundang makan oleh seorang teman vegetarian. Tentu saya pun sudah tahu bahwa makanan yang disajikan pastinya segala yang berhubungan dengan protein dan tidak ada daging sama sekali.

Dia mengirimkan gambar makanan yang akan disajikan ke nomor whatsapp saya. Saya boleh memilih salah satu dari dua menu yang disajikan. Hmm, ini menarik.

Berikut saya bagikan dua menu tersebut, dalam bahasa Jerman tentunya.

Mediterrane kartoffelgemüsepfanne

Coba perhatikan apa saja isian dari menu pertama ini? Ya, semua berisi sayuran. Saya memilih menu pertama ini. Awalnya saya berpikir apakah cukup hanya makan ini saja? Saya khawatir bahwa saya masih berasa lapar setelah memakannya. Ternyata tidak. Pertama, ada kentang di dalamnya. Kedua, makanan ini diolah dengan krim sebelum dipanggang. Rasanya yummy!

Sayuran yang dipilih bisa disesuaikan selera anda. Saya mendapati kentang, kubis, wortel, paprika, timun jepang dan jamur. Semuanya ditumis sebentar bersama bawang bombay dan bawang putih. Kemudian setengah matang, masukkan bersama potongan kentang ke wadah. Beri potongan daun thymian, rosemarin, garam dan merica hitam. Siram krim ke dalam loyang. Tambahkan potongan buah zaitun. Ini menjadi ciri khas makanan mediterania. Panggang dalam oven sekitar 15-20 menit dengan panas 180 derajat celcius. Sebelum dihidangkan, tambahkan potongan daun peterselli.

Herbstsuppe mit vegetarische wurst

Makanan kedua, saya tidak menikmatinya. Namun saya mendapatkan penjelasan, bagaimana membuatnya. Sepertinya ibu mertua saya pernah membuatkannya, hanya saya lupa menuliskan resepnya. Ini termasuk makanan praktis juga. Jika tidak suka sosis, anda cukup menikmati sup dengan roti.

Cara membuat sup ini mudah. Potong dadu kecil untuk wortel. Iris halus bawang bombay dan bawang putih. Tumis mentega, masukkan bawang putih dan bawang bombay. Kemudian kacang polong dan wortel kemudian ditumis. Beri sedikit air. Tambahkan kaldu sayur, garam, bubuk pala dan merica dan sedikit tepung. Tunggu hingga mendidih dan matang. Siap disajikan dengan sosis dan roti.

Selamat mencoba!

Mediteranian Salad, Suka Boleh Dicoba?

Kuliner khas mediterania tak jauh dari olive oil, itu menurut pengalaman saya mencoba beberapa kali. Terkadang saya mendapati sayurannya pun tidak ditumis tetapi dipanggang. Alasannya simpel, kuliner khas mediterania tak suka terlalu berminyak. Katanya sih, makanan mediterania lebih sehat dan menyegarkan.

Suatu kali saya dan suami datang ke western restaurant yang menawarkan menu mediteranian salad. Saya pun penasaran, bagaimana rasa dan penampakannya? Tentu bagi suami saya, dia memilih menu yang sudah dikenalnya dengan baik. Akhirnya pesanan saya pun datang dengan kreasi si juru masak.

Seperti yang anda lihat dalam foto saya di atas. Sayangnya lampu restoran ekslusif di malam hari sengaja dibuat temaram. Ingin tahu alasannya, silahkan cek di sini!

Apa yang saya dapatkan dari salad khas mediterania?

Pertama, ada roti gandum untuk menikmatinya. Kedua, satu piring berisi salad dengan aneka macam isian. Baris pertama berisi bacon dengan dihiasi kressen. Baris berikutnya ada daun rucola dan sayuran yang dipanggang halus. Rucola ini dalam bahasa Inggris disebut rocket salad dan memang sering dijumpai dalam salad. Sayuran dipanggang halus isinya ada terong, tomat dan daun bawang.

Selanjutnya, ini yang disebut makanan khas medieterania. Buah zaitun yang disusun seperti barisan. Buah zaitun hitam ini rasanya lebih enak ketimbang yang hijau. Itu menurut saya. Buah zaitun ini kaya manfaat dan baik bagi tubuh. Kemudian berikutnya adalah irisan salami. Terakhir adalah minyak zaitun dan butter yang dihiasi biji wijen warna hitam.

Makannya bagaimana?

Jangan tanya saya juga bagaimana memakannya! Akhirnya saya campur jadi satu kemudian disantap bersama roti yang diberikan. Rasanya enak dan memang berbeda dari kebanyakan salad yang saya jumpai.

Bagaimana menurut anda?

Masakan Yunani – Mediterania: Restaurant Agora II, Rekomendasi Tempat (14)

Souvlaki.

Leberpfanne.

Salat pembuka.

Ouzo, minuman pembuka.

Halwas, hidangan penutup.

Di hari minggu, suami ajak untuk menikmati masakan Mediterania yang letaknya ada di depan Gereja Katolik di wilayah Niederbayern. Nama restoran tersebut adalah Agora II, yang mengklaim spesial hidangan ala Yunani dan Mediterania.

Banyak orang yang datang menikmati makan siang di situ. Sepertinya mereka menyukai sajian di sana. Suasananya yang hommy dan buat siapa saja betah menikmati makanan. 

Kami disambut ramah dengan pramusaji yang membawa buku menu yang hendak dipesan. Seperti biasa kami pesan minuman, sambil melihat-lihat buku menu. 

Tak lama pramusaji membawakan spezi untuk suami dan teh bunga kamila untuk saya. Lalu kami juga mendapatkan sajian salat pembuka. Salat pembuka ini berisi aneka sayuran dengan rasa asam menyegarkan. Kemudian pramusaji mencatat pesanan kami. 

Selang beberapa menit, kami dapat minuman pembuka sebagaimana yang selalu dihidangkan di restoran Yunani pada umumnya. Ya, ouzo yakni semacam schnaps yang hangat di tenggorokan.

Suasana restoran.

Hidangan utama pun datang. Pertama adalah Suvlaki dengan saus zaziki. Zaziki juga bisa disebut Tsatsiki. Ini semacam sourcream dengan rasa bawang putih. Sementara souvlaki adalah daging panggang khas Mediterania yang berbumbu. Cara makannya tentu dicelupkan dengan sausnya. Side dishes suami adalah djuvecreis.

Kedua, pesanan berikutnya adalah leberpfanne. Ini semacam cah hati sapi dengan saus paprika yang kental. Tidak pedas dan enak juga. Side dishes untuk makanan ini adalah kentang goreng.

Semua begitu pas di lidah dan di perut. Kami masih belum ingin beranjak sementara tamu datang dan pergi meramaikan suasana makan siang saat itu. Akhirnya kami sepakat memilih dessert dengan sesuatu yang manis.

Halwas adalah nama yang tertulis di buku menu. Ini bukan es krim karena cuaca di luar yang dingin sekitar minus 2 derajat. Tetapi semacam kue khas Mediterania dengan rasa coklat dan kacang berbaur jadi satu. Lalu ada tambahan rasa siraman saus lemon yang kental. Enak sekali!

Begitulah, hasil kunjungan kami ke sini. Semoga bermanfaat!

Hähnchenbrustfilet mit Reis und Salat: Makanan Khas Yunani (2)

Hähnchenbrustfilet mit Djuvec reis und pommes.


Makanan khas Yunani selanjutnya yang dikupas adalah Hähnchenbrustfilet, ini semacam fillet daging ayam yang diberi bumbu sederhana dan dipanggang seperti layaknya souvlaki. Untuk daging ayam yang dipilih adalah bagian dada, tanpa lemak dan tulang. Penampakannya pun mirip seperti yang kemarin saya bahas.

Cara memasaknya bila diperhatikan pun mudah. Setelah daging ayam dicuci bersih, potong daging ayam menjadi lebih kecil. Taburi daging ayam dengan oregano, daun rosemary, paprika bubuk, daun thymian, garam dan merica. Kemudian panggang dalam api kecil selama lima menit kedua sisi. Mudah ‘kan?

Untuk menyantapnya, bisa digunakan bersama kentang goreng atau pommes dalam bahasa Jerman. Atau anda bisa juga menyajikan bersama Djuvec reis, yakni nasi pedas yang biasa disebut begitu di Jerman. Nasi ini seperti nasi goreng dimana dimasak lagi setelah nasi matang. Nasi diberi bumbu paprika, saus tomat dan bawang. Djuvec reis ini semacam nasi berbumbu khas Mediterania.

Sebagai penyedap rasa, makan Hähnchenbrustfilet bersama dengan mayonaise yang diberi perasan jeruk lemon. Tambahkan oregano bila suka dalam mayonaise.

Salat.

Sedangkan salat biasa dimakan sebelumnya. Salat terdiri dari aneka sayuran yang diinginkan, bisa daun selada air, daun selada merah, irisan wortel, mentimun, tomat dan bawang merah besar. Untuk penambah rasa, bisa diberi paprika bubuk dan kecap asin. Rasanya tentu saja tidak berlebihan, enak.

Sederhana, mudah dan sehat!

Bagaimana menurut anda? Tertarik mencobanya?

Souvlaki atau Souflaki, Sate Khas Yunani: Makanan Khas Yunani (1)

Souvlaki mit Djuvec reis und Pommes



Ini bukan pertama kali saya mencicipi kuliner asal Yunani, namun pengalaman mencobanya berkali-kali membuat saya terkesan untuk dituliskan. Masakan khas Yunani memang terkenal dengan rempah-rempahnya. Saya jadi tertarik berpetualang rasa kala saya punya teman kelas kursus Bahasa Jerman yang juga bekerja di restoran Yunani.

Dia undang saya untuk mencoba masakan Yunani yang dibuatnya. Saya pun terkesan dan penasaran. Selain Gyros yang pernah saya ceritakan sebelumnya, Yunani punya beragam makanan yang juga populer di dunia. Penasaran ‘kan?

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/07/gyrospfanne-und-gyros-calamari-di-griechiesches-restaurant-restaurant-elia-di-bavaria-2-rekomendasi-tempat-4/

Souvlaki atau ada juga yang menyebutnya Souflaki. Makanan ini seperti sate jika di Indonesia, karena disajikan dalam tusukan sate dan diolah menyerupai sate. Namun untuk tusuk sate, mereka tidak menggunakan bahan dari kayu tetapi dari logam. Saat saya tanya, dia pun menjawab bahwa logam baik untuk penghantar panas. Itu sebab digunakan tusuk berbahan logam agar kualitas daging yang dipanggang punya tekstur yang pas, tidak mudah hangus.

Souvlaki biasa dihidangkan dengan daging domba, ayam atau daging babi. Daging yang dipilih tentu tanpa tulang dan lemak, pilih yang benar-benar fillet. Sebelum dipanggang dan diselipkan dalam tusuk sate, daging diberi bumbu yakni oregano, garam, lada dan lemon yang direndam selama beberapa menit. Sederhana dan mudah ‘kan?

Menurut teman saya ini, Souvlaki biasa disajikan di restoran besar di Yunani. Namun ada juga yang menyediakannya di restoran Turki. Di restoran bercitarasa Turki misalnya, souvlaki biasa disajikan tanpa tusuk sate yakni hanya berupa irisan daging yang diselipkan dalam roti. Semacam dönner kebab begitu.

Sebagai pengganti roti, souvlaki biasa disajikan bersama nasi khas Mediterania. Nasi ini disebut Djuvec reis, yang mengacu harafiah bahasa Jerman yang biasa ditemukan di restoran Yunani, di Jerman. Djuvec reis bisa dikatakan nasi goreng, nasi pedas atau nasi paprika. Buatnya mudah, cukup masak nasi dan tambahkan kaldu. Tumis nasi dengan minyak zaitun, tambahkan bawang bombay, saus tomas dan paprika. Masak selama beberapa menit.

Tak hanya nasi, souvlaki juga bisa dihidangkan dengan kentang goreng mengikuti kebiasaan orang Jerman di sini. Souvlaki dan pommes, sebutan kentang goreng dalam bahasa Jerman. Untuk menikmati semua makanan ini, ada saus berupa mayonaise dengan tambahan perasan lemon. 

 

Bagaimana tertarik mencobanya?

Finnischer Lachsgrill, Ikan Salmon yang Dipanggang: Makanan Khas Jerman (22)

Finischer Lachsgrill, dengan roti baguette.

Pembeli pun bisa menyaksikan proses pemanggangan ikan dengan baik.

Siapa suka makan ikan? Berikut ini saya berbagi tentang makanan enak dari ikan khas orang Jerman. Saya mendapatkannya di pasar menjelang Natal, Christkindlmarkt di suatu kota di Bavaria. Saya tertarik untuk mencobanya dikarenakan begitu tinggi minat orang untuk datang dan menikmati santapan yang terbuat dari ikan itu. Semakin menarik lagi, saya dan pengunjung yang membeli dapat menyaksikan bagaimana pemanggangan ikan tersebut di atas bara api. Menarik ya!

Saya melihat pramusaji yang melayani begitu sibuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikan yang dipilih adalah salmon. Tentu sebagaimana kita ketahui, ikan salmon kaya akan nutrisi. Ikan salmon yang dipanggang baik akan menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Karyawan yang bertugas memanggang ikan tampak memperhatikan proses pemanggangan agar sempurna.

Karyawan lain tampak meracik pesanan. Dia memegang roti baguette dan menyisipkan cacahan fillet salmon yang terpanggang di tengah roti.

Lachs atau salmon yang sudah matang sebagai makanan dingin di Jerman biasa disajikan. Ini berupa fillet salmon dan aromanya sangat khas menurut saya. Setiap minggu saya memang harus menyempatkan makan ikan, termasuk lachs yang begitu mudah dijumpai di supermarket di Jerman.

Kembali ke soal dagangan di Christkindlmarkt, saya perhatikan ada dua pilihan untuk menikmatinya. Pilihan pertama dengan menggunakan kentang rebus yang kecil yang diletakkan di piring lebar. Di sisi sebelah kentang disajikan potongan lachs yang sudah matang dengan cara dicacah. Kemudian pramusaji menaburi di atas, mayonaise. Anda tahu bagaimana rasanya? Ini enak sekali!

Karena memperhatikan banyak orang di sekitar menyantapnya, saya pun ikut membeli namun dengan pilihan kedua. Kebetulan perut saya masih kenyang sehingga saya ambil porsi kecil dengan harga yang lebih murah juga tentunya. Pilihan kedua adalah, roti baguette yang dibelah di tengah kemudian disisipi cacahan daging lachs. Terakhir, pramusaji menambahkan mayonaise sebagai pelengkap rasa. Lezatnya!

Sepertinya si pemanggang paham benar mengolah ikan salmon sehingga rasanya itu pas. Ketika saya menyantapnya, ini semacam de javu bahwa saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah saya cek foto-foto traveling di Penang, Malaysia maka saya menemukan makan siang saya berupa kentang rebus dan ikan salmon cacahan yang ditaburi mayonaise. Saya memesan makanan ini di salah satu hotel di Penang, Malaysia. Rasa dan sajiannya pun sama.

Santapan yang saya pesan di hotel di Malaysia, lachs dan kentang rebus dan disiram mayonaise.


Ada yang klaim lachs berasal dari Mediterania, namun saya pun bisa menemukan makanan serupa di Asia. Lalu saat saya bertemu teman dari Kazhastan, dia juga bercerita suka makan lachs dengan kentang rebus. Hmm, bisa dikatakan lachs biasa disajikan dan disantap oleh siapa saja penyuka ikan. 

Bagaimana menurut anda?