Jalapenos dan Chili Corn Cane Jadi Topping Kentang Goreng: Makanan Khas Meksiko (7)

Menikmati jajanan saat festival food trucks memang mengoda selera. Apalagi acara yang digawangi anak muda ini menampilkan aneka kuliner dari berbagai belahan bumi. Plus acara makan di outdoor saat musim panas ini menarik karena ada live grup band yang membuat siapa saja ingin datang. Kami pun tak ketinggalan meramaikan acara tersebut, termasuk mencicipi kuliner asal Meksiko.

Dua kreasi kentang goreng berikut diracik dengan bumbu ala Meksiko yang kaya rempah dan sedikit pedas. Anda pasti mengenal chili corn cane atau cah daging sapi ditambah cabai jalapenos khas Meksiko. Dua makanan ini disajikan dalam piring kertas sekali pakai dengan garpu plastik. Maklum saja, kedua makanan ini dikemas secara praktis dengan harga yang terjangkau.

Barangkali anda bisa membuatnya.

1. Jalapenos Cah daging sapi

Makanan berikut terdiri atas kentang goreng dengan topping cah daging sapi. Tumis daging sapi ini memang berbeda karena dibuat dengan citarasa Meksiko dimana bumbunya begitu pedas. Rasa pedas juga tampak dari irisan cabai jalaepeno yang diasamkan dan dimasukkan jadi satu tumisan. Biasanya cah jalapeno daging sapi ini disajikan dengan nachos, keripik khas Meksiko namun kali ini dibuat berbeda.

Kentang goreng yang sudah digoreng ditaburi tumisan jalapeno daging sapi dengan bumbu paprika pedas. Untuk membuat kreasi makanan lanjutan, ada keju meleleh ditaburi di atas makanan. Mantap!

2. Chili corn cane

Makanan kedua tentu dipilih suami yang memang suka dengan chili corn cane sejak lama. Kami pun kerap di rumah memasaknya di rumah. Namun bagaimana jadinya jika chili corn cane disajikan sebagai topping kentang goreng.

Rasa pedas pada chili corn cane berasal dari paprika merah. Daging sapi cincang ditumis dengan kacang merah juga jagung manis. Setelah diberi bumbu kemasan chili corn cane masak 20-30 menit agar meresap. Tambahkan di atas kentang goreng dan beri keju melted sebagai topping. Yummy!

Anda pilih mana?

Taco Buatan Mahasiswa Meksiko: Makanan Khas Meksiko (6)

Melanjutkan kuliner dari Meksiko berikutnya, saya perkenalkan taco yang dibuat teman mahasiswa asal Meksiko. Mengapa harus disebut begitu? Biasanya saya mendapati sajian makanan khas dari negeri opera sabun ini di restoran yang tersaji eksklusif. Nyatanya, buatan mahasiswa memang tampak sederhana tetapi rasa taco ini benar-benar enak. Ini tak kalah dengan makanan meksiko yang disajikan di restoran juga.

Adalah teman mahasiswa asal Meksiko yang mengundang saya datang ke asramanya. Undangan ini sebagai balasan saat saya menyajikan makanan nusantara. Dia pun berjanji untuk membuatkan makanan khas meksiko. Karena ini adalah buatan mahasiswa yang seadanya, tentu bahan yang diolah pun sesuai anggaran. Saya pun memperhatikan bagaimana membuat taco yang mudah dan praktis ini.

Bahan yang diperlukan

1. Roti Taco/Tortilla bisa juga

2. Taco seasoning yang bisa dibeli di supermarket

3. 300-500 gram daging sapi cincang

4. Jagung manis yang sudah matang

5. Daun salada air

6. Tomat yang diiris

7. Butter/margarin

8. Sedikit air

Langkah membuatnya

  1. Panaskan wajan, masukkan butter.
  2. Masukkan daging sapi cincang dan masak hingga kecokelatan.
  3. Masukkan bumbu taco dan sedikit air agar daging tidak menggumpal.
  4. Masak selama 5 menit.
  5. Panaskan roti taco dalam oven beberapa menit.
  6. Setelah isian taco matang, sajikan diatas roti.
  7. Tambahkan irisan tomat, daun salada air dan jagung manis.

Taco yang mudah dan praktis ini bisa jadi pilihan untuk anda yang tak punya banyak waktu memasak.

Selamat mencoba!

Tortila Corn Chicken Bagi Pecinta Ayam Bumbu Pedas: Makanan Khas Meksiko (5)

Tortila rasa ayam di restaurant Meksiko.

Siapa suka makanan khas Meksiko, pasti mereka suka makanan yang bercitarasa pedas. Hal ini diamini oleh teman mahasiswa asal Meksiko yang berpendapat bahwa kuliner di negaranya itu memang punya rasa spicy seperti kuliner di Asia. Cabai yang mereka gunakan juga tergolong pedas dalam ukuran dunia. So, anda pasti terbayang ‘kan kuliner meksiko itu cocok bila anda suka makanan pedas.

Suatu kali saya dan suami menyempatkan makanan di salah satu restoran meksiko di pusat perbelanjaan di Austria. Hasil kunjungan saya, sudah dituliskan di link ini. Rupanya baik kuliner Spanyol maupun kuliner Meksiko memang agak mirip, hanya saja kuliner Meksiko terkenal pedas. Restoran yang mengusung kuliner dua negara tersebut memang selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Seolah tak mau ketinggalan, saya datang lagi dengan menu berbeda, sementara suami saya tetap kembali pada selera yang sama. Suami saya memesan makanan yang sama seperti yang pernah dipesannya.

Pesanan suami saya yang sama seperti pertama kali berkunjung.

Nama menu yang saya pesan adalah Tortila Corn Chicken. Pastinya ada pilihan rasa isian tortila, tetapi saya memilih daging ayam fillet yang dicampur dengan aneka sayuran pedas dan jagung manis. Saya pernah membahas tortila juga yang dibuatkan teman asal Spanyol. Cerita saya tentang tortila tersebut, ada di sini. Waktu itu, teman asal Spanyol yang tinggal bersama di asrama mahasiswa membuatkan tortila de patatas. Tortila ini mirip seperti omelet yang diisi kentang.

Berbeda kuliner Spanyol, tortila ala Meksiko ini sudah ada roti tortila yang biasa dijual di supermarket. Jika anda ingin mencoba buat tortila, silahkan beli roti tortila di supermarket dan silahkan racik isiannya seperti yang saya pesan. Dijamin anda akan puas menikmati masakan Meksiko yang menggoda lidah itu.

Untuk tortila yang saya pesan, isiannya berupa daging fillet ayam bagian dada yang dipotong-potong bersama aneka sayuran sesuai selera anda. Semuanya ditumis dengan saus tortila atau yang biasa disebut saus salsa. Setelah sayuran dan daging ayam hampir matang, tambahkan jagung manis yang biasa sudah matang juga. Untuk menikmatinya, anda bisa tambahkan keju cheddar, jika suka. Sementara dalam pesanan saya, tidak ada keju.

Yummy!

Apakah anda pernah mencoba masakan Meksiko juga?

Meksiko Steak Lada Hitam: Makanan Khas Meksiko (4)

Tak ada acara istimewa, suami ajak makan siang di luar. Sebenarnya saya ingin mencoba ke restoran khas Meksiko tetapi restoran tersebut buka di sore hari. Akhirnya kami mampir ke suatu restoran biasa. Tak disangka, restoran ini menyuguhkan makanan khas Meksiko. Ini seperti gayung bersambut, saya pun mencobanya.

Suami saya memilih menu lain. Dia memilih chicken cordonbleu. Sementara saya memilih Mexican pffefersteak. Saat memesan, pramusaji bertanya tingkat kematangan yang saya inginkan. Sedangkan minuman yang dipilih bukan hal istimewa untuk diceritakan.

Selang limabelas menit, pesanan saya datang. Tampak disajikan dalam piring besar yang terdiri atas dua bagian, kentang goreng dan steak. Kentang goreng bukan panjang persegi seperti yang biasa saya kenal sebelumnya. Di sini kentang goreng demikian disebut pommes. Kentang goreng dibentuk kotak-kotak yang sempurna. Rasanya cukup asin dan digoreng hingga warna kuning kecokelatan yang indah.

Lanjut dengan steaknya. Dipanggang dengan well-done yang disebut dalam bahasa Jerman “gut gemacht”. Daging sapi yang dipilih tidak mengandung lemak sama sekali. Steaknya berasa lezat dengan tambahan saus merica yang berbentuk bijian dan berwarna-warniIni menambah keindahan tampilan steak sendiri. Rasa steak menurut saya sangat enak sekali. Lezat bagi anda penyuka steak.

Agar tampilannya semakin indah dan sesuai namanya, di sisi piring diberi hiasan merica yang berwarna-warni. Ide menarik untuk dekorasi makanan.

Bagaimana menurut anda?

Mexican Chorizo, Sosis Berasa Pedas: Makanan Khas Meksiko (3)

Chorizo, sosis ala Meksiko nan pedas.
Diberi kentang goreng, ditambah saus tomat dan mustard.

Makanan berikut sebenarnya menjadi menu khas di Jerman. Ya apalagi jika berhubungan dengan sosis. Masyarakat di sini suka menikmati sosis. Namun sosis yang saya perkenalkan berasal dari Meksiko. Begitu pun saat kami memesannya di restoran, nama menu pun menjadi “Scharfe Mexicana mit Pommes Frittes”.

Debreziner, sosis ala Jerman yang juga pedas.

Jika merujuk pada kuliner Meksiko tentu rasa yang ditawarkan adalah rasa pedas. Itu sebab nama menu ditambahkan rasa pedas. Konon sosis ini memang pedas karena berasal dari cabai khas Meksiko yang super pedas. Hal ini yang menyebabkan warna sosis menjadi merah pekat ketimbang sosis lain yang umumnya ditemukan di Jerman.

Di Jerman sendiri ada sosis pedas yang dikenal dengan sebutan debreziner. Debreziner menjadi pedas karena terbuat dari daging kuda. Katanya lagi ada tambahan paprika untuk membuatnya. Warna merah pada sosis debreziner juga yang menandai sosis ini pedas ketimbang sosis-sosis lain di Jerman.

Kembali ke sosis ala Meksiko, sosis ini disajikan dengan digoreng. Dapat pula sosis dipanggang atau direbus. Untuk menikmatinya, serupa dengan currywurst. Yakni kentang goreng dan saus tomat menemani sosis ini. Plus ada senf, mustard yang juga bisa untuk menguatkan rasa sosis.

Sosis ala Meksiko terkenal pedas karena cabai yang digunakan. Terkadang sosis ini juga diiris dan menjadi topping pizza. Bagi pecinta sosis, silahkan coba sosis satu ini!

Mexican Burrito, Segala Nasi, Sayuran dan Daging Sapi Bercampur: Makanan Khas Meksiko (2)

Penampakan burrito di awal, ditutup dengan roti khas Meksiko.
Penampakan burrito setelah dibuka.

Apa yang terbayang dalam benak anda jika mendengar makanan dari Meksiko? Jika pertanyaan ini saya utarakan pada teman-teman saya di sini, jawabannya rata-rata bahwa masakan Meksiko itu pedas. Ada benarnya juga bahwa masakan mereka tak jauh dari rasa pedas. Namun saya juga suka karena makanan Meksiko juga tersedia nasi. Penasaran ‘kan?

Makanan berikut dari Meksiko bernama burrito dan sudah cukup mendunia. Pasalnya saya pernah mencicipinya di restoran Meksiko di Jakarta. Namun kali ini burrito tidak disajikan secara eksklusif, melainkan saya mendapatinya di food truck saat ada festival. Itu berarti makanan ini dikemas praktis dan tentunya harganya terjangkau.

Menurut pengakuan teman mahasiswa asal Meksiko, burrito adalah makanan yang lengkap tersaji. Di dalam isian roti, yang dibungkus layaknya donner, ada nasi, daging dan salad sayuran. Begitu lengkapnya sehingga saya memakannya sudah berasa kenyang. Burrito yang disajikan di restoran dulu, nasi dan roti terpisah. Roti yang dimaksud adalah tortilla, roti pipih yang terbuah dari jagung.

Untuk menunjukkan isi burrito maka saya membukanya. Anda dapat melihat sendiri, ada salad sayuran seperti daun salada air dan tomat. Tak hanya itu, makanan Meksiko juga identik dengan kacang-kacangan atau jagung. Ya, ada kacang merah yang sudah masak. Dan menariknya, ada potongan alpukat di dalam aneka sayuran. Sayuran saja sudah cukup mengenyangkan.

Lanjut isian lain ada daging sapi cincang yang berbumbu. Ditambah ada nasi diselipkan di dalam. Kira-kira sebanyak satu sendok. Saya pikir ini menu yang cukup mengenyangkan saat saya memesannya kala makan siang tiba.

Bagaimana menurut anda?

Fajitas, Amigos Mixto Asada: Makanan Khas Meksiko (1)

Siapa suka menjelajah rasa? Jika ya, anda perlu mencoba masakan khas Meksiko yang satu ini. Saya pernah makan masakan Meksiko di Jakarta, namun kok mahal sekali. Untung waktu itu bos saya berulangtahun sehingga beliau yang traktir. Kemudian setelah saya mendapati kedai Imbiss di sini menjual masakan Meksiko, saya mempertimbangkan untuk membelinya. Akhirnya saya baru-baru ini membelinya. Ternyata saya ketagihan beli karena rasanya yang enak.

Masakan Meksiko lebih dari sekedar tortilla loh. Ada banyak ragamnya, salah satunya Fajitas atau bisa juga disebut Fajita. Fajitas atau fajita berasal dari bahasa Spanyol yang menjadi bahasa nasional Meksiko yakni masakan untuk menyebut daging panggang seperti steak begitu yang dimakan bersama roti jagung. Roti jagung ini dinamakan tortilla. Agak aneh jika makan fajitas dengan nasi, namun jika anda ingin makan masakan Meksiko dengan nasi sebaiknya pilih menu lain. Ada juga kok.

Ups, saya harus cerita bahwa pemiliknya bukan berasal dari Meksiko. Dia berasal dari Maroko, sama-sama berawal dari huruf M nama negaranya. Kemudian sembari meracik pesanan, dia bercerita pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi karyawan di hotel dan restoran di Spanyol. Saya sendiri merasa tak nyaman bertanya, mengapa ia memilih masakan Meksiko. Bisa jadi itu pilihan dan kecintaannya untuk membuka bisnis gastronomi ini.

Kembali ke kuliner, ada tiga pilihan fajitas yang ditawarkan. Saya pilih ‘Amigos Mixto Asada’. Tiga nama berbeda dari Fajitas hanya untuk membedakan isi ketiganya yang berbeda. Daging yang digunakan adalah daging sapi, daging kalkun, dan campuran daging sapi juga kalkun serta terakhir menu vegetarian tanpa daging. Saya pilih daging ayam kalkun ditambah daging sapi. Jangan tanya soal rasanya! Ini enak sekali.

Sebelumnya roti tortila disiapkan, sementara di wajan pemanggangan diletakkan irisan daging dan sayuran. Hal menarik dari masakan Meksiko adalah diberi jagung manis yang direbus dan irisan alpukat. Sudah terbayang rasanya, ditambah sausnya yang katanya diracik sendiri. Kemudian daging dan sayuran yang sudah dipanggang dijadikan satu ke dalam roti tortilla. Roti tortila pun digulung dan siap disantap.

Kebetulan fajitas yang saya pilih adalah menu masakan yang siap disantap kapan pun dan dimana pun. Artinya tidak harus makan di restoran. Pengalaman saya makan fajitas di restoran Meksiko lainnya, roti tortilla dibiarkan terbuka lalu di tengahnya diletakkan hidangan sayuran, daging sapi panggang dan aneka saus.

Lain kali saya coba menu masakan Meksiko dengan nasi. Itu pemikiran saya.

Chili Con Carne: Masakan Khas Spanyol (1)

Chili con carne ala Anna.

Makanannya bisa dengan roti ini.

Chili con Carne dengan roti tortila seperti ini juga enak, tinggal tambahi keju tabur dan sayuran jika suka.


Pernah mencoba memasak makanan dari negara lain? Mari coba masakan yang satu ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, banyak hal dimudahkan termasuk memasak. Jika opini jaman dulu berkembang memasak merepotkan, maka kini tidak lagi berkat berbagai bumbu kemasan yang tersedia di supermarket. Di balik bumbu kemasan tersedia informasi panduan memasak dam bahan yang diperlukan. Mudah ‘kan?

Salah satunya adalah Chili Con Carne yang katanya berasal dari negeri Matador ini. Jika mencoba rasanya pertama kali, saya berpikir butuh waktu lama untuk memasak dan banyak rempah-rempah yang digunakan. Rasanya memang nikmat dan kaya akan bumbu. Namun siapa sangka, memasak chili con carne ada langkah praktis yang bisa dilakukan.

Menu masakan ini diklaim milik bangsa Spanyol dan pernah tercatat di buku resep sejak abad 19. Adanya perang dunia membuat menu ini menjadi mendunia berkat adanya arus imigran yang datang dan memperkenalkan menu ini. Chili con Carne pun ternyata ada dimana-mana, tidak hanya di benua Eropa. Pernah satu kali makan di restoran Meksiko di Jakarta, saya menjumpai menu ini dalam daftar. Luar biasa!

Daging sapi giling.

Kacang merah kemasan.

Bumbu ‘Chili con Carne’ kemasan.

Mari lanjut dengan memasak!

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 ml kaleng kacang merah kemasan.
  2. 400 gram daging giling sapi.
  3. 1 bumbu kemasan ‘Chili cor carne’
  4. 1 sendok minyak goreng.

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak goreng di wajan. Masukkan daging giling dan masak dalam api kecil.
  2. Setelah daging berwarna kecoklatan, masukkan bumbu kemasan dan aduk perlahan hingga merata.
  3. Kemudian masukkan kacang merah dan aduk kembali. Beri air sedikit saja agar berkuah!
  4. Masak hingga matang dalam api kecil 10-15 menit. Selesai!

Saran penyajian:

  • Makanan di atas untuk porsi 3-4 orang.
  • Bumbu kemasan ini juga tersedia di beberapa supermarket besar di Jakarta, silahkan dicari!
  • Anda juga bisa mengkreasikan menu ini dengan tortila chips seperti yang saya jumpai di restoran Meksiko. Ini berarti semacam makanan ringan. 
  • Atau jika suka anda bisa mengkonsumsinya dengan roti tortila khas Meksiko.