Kartoffel Wedges, Membuat Kentang Goreng yang Enak

Kentang goreng biasa disajikan di sini sebagai side dishes. Memang terkesan mudah, namun nyatanya sulit juga membuat pommes, bahasa Jerman menyebut kentang goreng yang enak. Paling mudah ya membeli di supermarket. Tetapi bisa jadi anda tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah.

Berikut yang bisa saya bagikan cara mengolah kentang goreng berbentuk tebal (wedges)

Bahan yang diperlukan:

  1. Kentang goreng.
  2. Minyak zaitun.
  3. Bubuk bawang putih (jika suka)
  4. Bubuk paprika.
  5. Garam.
  6. Minyak zaitun.
  7. Kertas roti.
  8. Saus tomat.
  9. Sourcream atau yoghurt tidak ada rasa.
  10. Lemon.
  11. Tepung roti 

Langkah membuatnya:

  1. Potong-potong kentang menjadi lebih kecil. Karena kulit kentang sudah dibersihkan, saya tidak mengupasnya kulitnya.
  2. Siapkan kertas roti di atas loyang.
  3. Siapkan wadah. Masukkan tepung panier kira-kira 1 sendok untuk 1 loyang kentang. Tambahkan garam, bawang putih, paprika, minyak zaitun. Aduk semua bahan sehingga tercampur rata.
  4. Masukkan kentang dan campurkan dengan bahan nomor 3.
  5. Setelah semua kentang tercampur, letakkan semua kentang di atas loyang yang sudah diberi kertas roti.
  6. Panggang kentang selama 30 menit dalam suhu 200 derajat.
  7. Selesai hingga kentang berwarna kuning keemasan.

Cara membuat sausnya: 

  1. Siapkan wadah. Tambahkan sourcream atau yoghurt yang tidak ada rasa.
  2. Beri campuran bubuk bawang putih. Aduk-aduk.
  3. Tambahkan sedikit garam dan perasan lemon sebagaimana yang diinginkan.
  4. Siap disantap bersama kentang goreng.

Selain menggunakan saus tomat, anda bisa kreasikan dengan saus buatan sendiri seperti yang saya ceritakan di atas. 

Bagaimana tertarik mencobanya?

Chili Con Carne: Masakan Khas Spanyol (1)

Chili con carne ala Anna.

Makanannya bisa dengan roti ini.

Chili con Carne dengan roti tortila seperti ini juga enak, tinggal tambahi keju tabur dan sayuran jika suka.


Pernah mencoba memasak makanan dari negara lain? Mari coba masakan yang satu ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, banyak hal dimudahkan termasuk memasak. Jika opini jaman dulu berkembang memasak merepotkan, maka kini tidak lagi berkat berbagai bumbu kemasan yang tersedia di supermarket. Di balik bumbu kemasan tersedia informasi panduan memasak dam bahan yang diperlukan. Mudah ‘kan?

Salah satunya adalah Chili Con Carne yang katanya berasal dari negeri Matador ini. Jika mencoba rasanya pertama kali, saya berpikir butuh waktu lama untuk memasak dan banyak rempah-rempah yang digunakan. Rasanya memang nikmat dan kaya akan bumbu. Namun siapa sangka, memasak chili con carne ada langkah praktis yang bisa dilakukan.

Menu masakan ini diklaim milik bangsa Spanyol dan pernah tercatat di buku resep sejak abad 19. Adanya perang dunia membuat menu ini menjadi mendunia berkat adanya arus imigran yang datang dan memperkenalkan menu ini. Chili con Carne pun ternyata ada dimana-mana, tidak hanya di benua Eropa. Pernah satu kali makan di restoran Meksiko di Jakarta, saya menjumpai menu ini dalam daftar. Luar biasa!

Daging sapi giling.

Kacang merah kemasan.

Bumbu ‘Chili con Carne’ kemasan.

Mari lanjut dengan memasak!

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 ml kaleng kacang merah kemasan.
  2. 400 gram daging giling sapi.
  3. 1 bumbu kemasan ‘Chili cor carne’
  4. 1 sendok minyak goreng.

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak goreng di wajan. Masukkan daging giling dan masak dalam api kecil.
  2. Setelah daging berwarna kecoklatan, masukkan bumbu kemasan dan aduk perlahan hingga merata.
  3. Kemudian masukkan kacang merah dan aduk kembali. Beri air sedikit saja agar berkuah!
  4. Masak hingga matang dalam api kecil 10-15 menit. Selesai!

Saran penyajian:

  • Makanan di atas untuk porsi 3-4 orang.
  • Bumbu kemasan ini juga tersedia di beberapa supermarket besar di Jakarta, silahkan dicari!
  • Anda juga bisa mengkreasikan menu ini dengan tortila chips seperti yang saya jumpai di restoran Meksiko. Ini berarti semacam makanan ringan. 
  • Atau jika suka anda bisa mengkonsumsinya dengan roti tortila khas Meksiko.

Mari Memasak Spaghetti Bolognese!

Spaghetti Bolognese ala Anna.

Tak perlu repot membuat sausnya, beli saja bubuk racikan yang sudah ada di supermarket.

Setelah dari kemarin kita membahas wisata Italia dan mencicipi makanan khas di restoran mereka. Saatnya saya membuat ‘Spaghetti Bolognese.’ Sebelum ke Roma, memang saya melewati Bologna yang menjadi asal muasal nama makanan ini. Menurut penduduk Italia, spaghetti adalah makanan tradisional asal Bologna yang dengan resep daging sapi cincang beserta saus tomat menjadi ciri khas sebagai topping. Resep ini sudah ada sejak abad 18. Menariknya memang saos ini tidak dicampurkan ke dalam spaghetti melainkan terpisah di atas. Ini memang ciri khas orang Italia yang saya alami selama di sana.

Jika anda merasakan saus Bolognese dalam sajian spaghetti, apakah anda merasakan hal yang sama seperti saya? Sepertinya bumbunya tak jauh berbeda dengan lasagna, ya ‘kan? Ternyata memang demikian adanya setelah saya lihat di food court di Italia, si koki memasukkan bumbu racikan yang sama untuk spaghetti bolognese dan lasagna. Agar tidak diklaim oleh negara lain, pemerintah Italia sudah mendaftarkan makanan ini sebagai otentik milik mereka. Di Asia terkadang resep spaghetti bolognese sudah tercampur dari adaptasi gaya kuliner Amerika atau Austrlia yang juga menjadi pendatang orang Italia pada jaman dulu kala.

Sebelum kita memasak, saya jelaskan dulu tentang saus bolognese. Saus ini adalah racikan bawang putih dan beberapa rempah-rempah khas Italia. Resep asli saus menggunakan anggur putih sehingga rasanya dan tekstur daging setelah dicampurkan berasa berbeda. Untuk membuatnya kental dan penuh rasa, saus perlu ditambahkan tomat. Lalu sebagai penutup sajian adalah menaburi dengan parutan keju. Itu pun jika anda suka.

Langkah selanjutnya memasak seperti di bawah ini:

Bahan yang diperlukan:

  • 250 Gram spaghetti
  • 200 Gram daging sapi cincang
  • Air
  • 1 Bubuk spaghetti bolognese
  • Minyak secukupnya

Langkah memasak:

  1. Masak terlebih dulu spaghetti selama 10 menit dalam air yang sudah mendidih. Agar tekstur kekenyalan spaghetti, saya suka memasukkan sedikit minyak sayur ke dalam rebusan pasta.
  2. Setelah itu angkat dan tiriskan spaghetti.
  3. Panaskan minyak sayur di wajan. Tumis daging sapi cincang hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu masukkan air secukupnya untuk saus. Kemudian tambahkan bubuk spaghetti Bolognese. Masak dengan api kecil kurang lebih 5 menit.
  4. Jika anda suka, silahkan taburi dengan irisan keju. Siap disajikan untuk porsi 2-3 orang.

Mudah bukan? Maksud saya, tidak usahlah repot bagaimana membuat saus bolognese. Pergi ke supermarket dan dapatkan yang sudah tersedia!

Selamat mencoba!

Selamat Datang Oktober: Inspirasi Kue Coklat yang Luar Biasa

blog5
Sumber foto: Dokumen pribadi

Siang itu ibu mengundangku untuk datang menjenguknya. Maklumlah di usia ibu yang tak lagi muda, ibu meminta bantuanku untuk membuatkan kue coklat. Katanya, ia sudah tak sanggup mengaduk adonan kue coklat. Meski kue coklat buatanku tak seenak ibu atau nenek, tetapi ia mempercayakannya padaku.

Aku mulai menyusun semua bahan di dapur. Sudah lama aku tak membuat kue coklat. Agak kikuk juga menyentuh semua bahan-bahan itu.

“Kue coklatku mungkin tak selezat ibu,” sahutku pada ibu sambil menata semua bahan di wadahnya.

“Dengar, nak! Jika ingin hasil yang berbeda, kamu harus buat dengan cara yang berbeda. Dulu kamu membuat kue coklat yang gosong, sekarang jika ingin perubahan hasil gunakan cara yang berbeda. Itulah hidup. Masalah akan membuatmu berubah dan kau harus mengatasinya.”

Kalimat yang dalam menyentuh sanubariku. Seperti Einstein bilang, akan disebut GILA jika kita berharap hasil yang berbeda dengan cara yang sama. Jika ingin kue coklat yang tak gosong dan lezat, aku harus gunakan cara lain. Pikirku.

Aku mengaduk perlahan demi perlahan adonan, entah mengapa tenagaku begitu kuat untuk mengaduknya.

“Jika kamu menginginkan kue coklat yang lezat, kamu harus awali dengan adonan yang kuat. Begitu pun hidup. Jika menginginkan sesuatu tercapai fokuskan pada kekuatanmu, bukan kelemahanmu,” lagi-lagi ibu mengingatkanku soal adonan kue. Aku jadi paham terkadang aku begitu lemah saat ingin meraih sesuatu karena aku begitu fokus pada kelemahan dan kekuranganku. Oh ibu, kau selalu bijak.

Kini aku mulai menakar semua bahan dan mencampurkan bubuk coklat ke dalam loyang kue. Aku mulai belajar mengukur semua bahan agar hasilnya pas. Tiba-tiba aku merasa ragu, apakah benar cara mencampurkan adonan bubuk coklat ke dalam tepung? Aku bertanya pada ibu yang duduk di pojok dapur, “Bu, apakah kue coklat ini akan terasa enak jika aku berikan dua kali dari takaran biasanya?”

Lalu ibu menghampiriku. Dia memasukkan bubuk coklat dengan percaya diri dan cepat sekali. Kini adonan kue sudah berubah jadi coklat yang indah sekali.

“Nak, apa pun yang kau kerjakan. Selalu lakukan dengan keyakinan. Apa pun yang kau putuskan harus berawal dari keyakinanmu, bukan keraguan ya,” sahut ibu menepuk bahuku dan kembali meraih kursi untuk duduk kembali. Ibu benar. Mereka yang berhasil dan sukses berawal dari keyakinan. Jadi jangan pernah meragukan diri sendiri. Karena masing-masing kita adalah pribadi yang luar biasa.

Setelah mencetak adonan kue coklat ke dalam cetakan, aku menaburkan hiasan kembali agar terlihat indah. Aku ingin membuat kue coklat yang indah, dengan hiasan putih di sekeliling kue itu. Seperti ingin merayakan hidup dengan membuat kue coklat, entah mengapa aku begitu bahagia menikmati pembuatannya.

Kini kue coklat itu tidak lagi gosong seperti sebelumnya. Rasanya juga enak. Aku menghias seluruh kue coklat dengan warna putih agar indah.

***

Aku melihat ibu sudah mempersiapkan kursi untukku dan teh yang hangat di taman belakang dekat dapur. Aku membawakan kue tersebut dan meletakkan di atas meja. Aku melihat senyum indah di wajah ibu. Aku senang sekali.

“Kue coklat ini terasa lezat dan indah dilihat karena ditentukan oleh si pembuatnya, yaitu kamu sayang,” kata ibu dengan mata berbinar-binar seperti berucap terimakasih padaku. Aku melihat ibu mencicipinya.

“Hidup ini tidak ditentukan oleh nasib, takdir atau ramalan tetapi oleh diri sendiri. Kamulah penentu kue coklat ini lezat atau tidak. Jangan salahkan waktu atau oven jika kamu membuatnya gosong. Jangan salahkan tepung atau bubuk coklat jika rasanya tak enak. Semua ditentukan oleh dirimu sendiri. Kamu menentukan hidupmu, susah senang itu adalah bagian dari kehidupan. Dengan begitu, kamu sadar itulah hidup.”

Kalimat ibu yang bijaksana ini seolah menyentuh pemahamanku. Sambil mengiris kue coklat buatanku, ia begitu menikmati setiap gigitan. Terimakasih ibu untuk lebih dari sekedar kue coklat. Hari ini saya tidak hanya belajar membuat kue coklat tetapi menjadi pribadi yang luar biasa.

Selamat datang Oktober! Selamat berhari Minggu!