Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Mesir (25): Kairo Museum Nasional, Tempat Koleksi dan Informasi Peradaban Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Museum tampak depan.
Firaun Amenhotep III, yang ditemukan di Karnak Temple.
Lokasi lantai dasar.

Salah satu mumi yang dipamerkan.
Peti mati emas untuk menyimpan mumi di dalam.

Begitu tiba di Kairo, anda sebaiknya berkunjung ke museum nasional atau yang disebut sebagai El Mathaf El Masri dalam bahasa setempat. Sebagai destinasi wisata dunia, tempat ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Seperti saat kami datang, antrian begitu padat, tak teratur dan tampak kurang tertib. Bersyukurlah kami datang bersama agen tur, sehingga kami tidak begitu sulit untuk tiba di pintu masuk. Saran saya, anda perlu pergi dalam kelompok wisata sehingga mempermudah antrian masuk dan mendapatkan penjelasan selama di museum.

Setibanya di pintu masuk, tas dan barang bawaan harus melalui jalur screening tertentu. Itu sebab, sebaiknya anda tak perlu membawa banyak barang untuk mempersingkat jalur antrian. Lalu ikuti semua petunjuk pemandu wisata agar anda tidak tersesat. Maklum museum ini sangat besar. Saya rasa satu hari pun tak akan pernah selesai karena museum ini sarat dengan koleksi dan informasi bernilai historis yang tinggi. Jumlah koleksi antiknya sekitar 120 ribu. Untuk menjaga keutuhan benda purbakala ini, sebaiknya anda tak perlu menyentuh atau menjamahnya.

Museum yang dibangun sejak tahun 1902 ini terdiri atas dua lantai dan 56 kamar besar. Lantai pertama berisikan artefak periode tahun 1069 – 1550 Sebelum Masehi. Di lantai ini juga terdapat sarkofagus, patung hingga metal, aksesoris yang dipergunakan saat periode yang disebut the new Kingdom. Lantai 1 ini begitu luas karena sebagian koleksinya berasal dari Valley of The Kings yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Peninggalan para Firaun seperti Tuthmosis III atau Hatshepsut yang ditemukan di kompleks pemakaman Luxor Barat juga tersedia di sini.

Koleksi perhiasan misalnya sebanyak dua kamar. Ini menjadi perhatian buat saya bahwa warga Mesir dulu sudah tahu fashion, bagaimana mereka mendandani wajah, membuat tindik di telinga dan mengenakan kalung sebagai akesesoris. Untuk area perhiasan bernilai jual tinggi, tidak bisa didokumentasi pengunjung, hanya bisa dilihat secara bergantian dalam kamar tertutup.

Gambaran peninggalan Tutankhamun, termasuk topeng emasnya yang sampai sekarang masih dipamerkan di negara lain.




Hal menarik lainnya adalah satu area yang terdiri beberapa kamar peninggalan berharga dari Firaun Tutankhamun.

Gambaran kehidupan sebelum masehi yang memperlihatkan perhiasan dan aksesoris yang sudah ada.
Kursi peninggalan yang dipakai Firaun.





Sphinx, tempat paling banyak dijadikan berfoto para wisatawan.

Firaun Menkaure dari Dinasti Keempat, didampingi dewa Hathor dan Bat.

Denah peninggalan Tutankhamun menarik perhatian kami ketika beliau memiliki banyak peninggalan. Bahkan Firaun Tutankhamun memiliki topeng terbuat dari emas, yang kemudian dipamerkan di sejumlah negara maju yang tertarik dengan temuan ini. Dia disebut sebagai “King Tut” yang mencengangkan dunia dengan peninggalannya sekitar lima ribu. Di Museum ini peninggalannya disimpan dalam 7 kamar.

Tentu anda juga penasaran tentang penampakan mumi. Museum ini memiliki dua kamar menyimpan mumi dan satu kamar menyimpan mumi hewan. Pada mumi manusia diperlihatkan kubur batu, penutup tubuh yang terbuat dari dekorasi dan lapisan mewah hingga contoh mumi yang tampak masih utuh yang usianya mencapai tiga ribu tahun lebih. Dan dahulu mereka juga membuat mumi hewan. Di sini juga bisa ditemukan sphinx batu, hewan berwajah manusia yang di luar museum sudah tak utuh lagi.

Sedangkan lantai dasar berisi dokumen papirus, potret kehidupan sehari-hari dan dewa-dewa kuno. Lalu anda akan menemukan pintu keluar museum yang melewati toko sovenir besar. Di sini tersedia aneka pernak-pernik yang bisa dijadikan buah tangan. Bahkan jika pengunjung haus, di sini juga tersedia minuman yang dijual. Untuk toilet umum tersedia di dekat sini, namun pastikan uang receh untuk memberikan tip untuk jasa mereka.

Padatnya turis dan banyaknya koleksi memang membuat pengunjung seperti kami bingung. Itu sebab saya sarankan untuk datang bersama pemandu wisata sehingga anda benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan kunjungan anda.

Apakah anda suka berkunjung ke museum juga?

Mesir (24): Akhirnya Satu Hari di Kairo, Apa Saja Dilakukan?

Sisi sungai nil di Kairo.


Sungai nil tampak bersih dan airnya jernih.


Sungai nil membelah kota Kairo.

Sebelum saya memulai cerita liburan selanjutnya ke negara lain, saya lanjutkan petualangan saya masih di Mesir. Bagi kebanyakan orang Indonesia, Kairo adalah tempat wajib yang dikunjungi. Bukan hanya karena Kairo adalah ibukota negara Mesir saja tetapi kunjungan ke Kairo biasanya dilakukan sembari berziarah ke beberapa masjid tua. Begitu kata pemandu wisata yang mengiringi perjalanan kami ke Kairo setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, diantara semua turis berbahasa Jerman.

Untuk mencapai Kairo, saya dan suami ikut program tur satu hari penuh yang ditawarkan agen perjalanan kami. Sekitar jam 2 dini hari, kami dijemput dengan bis eksklusif bersama rombongan turis berbahasa Jerman lainnya dari berbagai resort hotel di Hurghada. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain menuju Kairo, seperti pesawat dan taksi pribadi tetapi kami memilih naik bis eksklusif yang nyaman, tersedia toilet dan makan siang bersama di salah satu restoran terkenal di Kairo. Perjalanan dari Hurghada ke Kairo ditempuh sekitar lima sampai enam jam.

Saya dan suami memang memutuskan berkunjung ke Kairo, seolah tak lengkap jika sudah tiba di Mesir tetapi belum berkunjung ke Kairo.

Sepanjang perjalanan kami hanya mendapati gurun tandus dan sisi lainnya adalah laut. Terdapat juga hunian mewah saat kami melintasi perjalanan panjang tersebut. Pihak hotel juga membawakan kami paket sarapan pagi yang lengkap sehingga kami khawatir lagi kelaparan. Begitu pun saat kami tiba di Hurghada, kami juga disediakan makan malam di hotel. Berwisata di Mesir memang tak perlu khawatir soal makanan.

Terminal bis di pusat kota Kairo.

Tampak masjid.
Sisi jalanan Kairo, ada delman.
Tampak gersang.
Kairo menjadi pusat perdagangan di benua Afrika.

Di tengah perjalanan, kami berhenti hanya satu kali rest area yang sepertinya semua transportasi darat pasti berhenti di situ. Ini semacam foodhall, toilet umum, kafe dan tempat belanja sovenir. Sebaiknya, anda perlu berhati-hati saat berbelanja untuk memastikan harga makanan atau barang (=sovenir) yang dibeli. Siapkan juga uang receh atau koin saat hendak pergi ke toilet umum. Dan perlu diingat juga bis hanya satu kali berhenti untuk beristirahat.

Kami tiba di Kairo pagi hari. Kairo adalah kota terbesar di Mesir. Kota ini menjadi pusat perdagangan terbesar di benua Afrika. Kairo dalam bahasa Arab disebut ‘Al Qahira’. Sejak abad 13, Kairo sudah menjadi pusat keagamaan Islam terbesar. Ini ditandai dengan beberapa masjid yang berusia ratusan tahun sebagai tempat ziarah umat muslim dan Universitas Al Azhar sebagai universitas tertua di dunia. Kairo yang kini menjadi kota metropolitan dihuni sekitar 16 juta orang.


Kota ini tampak gersang karena suhunya saat kami datang sekitar 38 derajat celcius. Namun keramahan penduduknya, membuat banyak turis dari berbagai dunia datang ke sini untuk menyelami sejarah peradaban manusia berabad-abad sebelum masehi. Kota ini termasuk memiliki biaya hidup yang terjangkau. Begitu pemandu wisata kami menjelaskan. Meski tampak gersang tetapi Mesir selalu subur dan berlimpah kebutuhan pangannya. Karena Sungai Nil yang membelah di Kairo juga adalah hadiah dari Tuhan.

Datang ke Kairo maka wajib menyusuri promenade sungai nil yang mempesona. Sungai nil tampak bersih. Masyarakat Mesir percaya bahwa air adalah sumber kehidupan, tidak semestinya kita mencemarinya. Di sisi sungai nil yang tenang, kami mendapati jalur lalu lintas padat dan macet seperti Jakarta. Begitulah Kairo layaknya kota Metropolitan, dipenuhi orang lalu lalang yang sibuk dan perdagangan yang tak sepi.

Di Kairo ini, kami berencana berkunjung ke Museum Nasional sebagai tempat penyimpanan bersejarah berbagai artefak dan informasi dari peradaban manusia sebelum masehi. Tak lupa kami berkunjung ke Pyramida Giza dan Sphinx sebagai salah satu keajaiban dunia, yang tak boleh dilewatkan juga. Setidaknya anda tahu bahwa bagaimana melewatkan satu hari di Kairo.

Nantikan dua liputan tentang tempat-tempat tersebut selanjutnya!

Mesir (23): Hurghada, Pilihan Liburan Keluarga dan Menikmati Indahnya Laut Merah

Berada di tepi pantai saja sudah membahagiakan.
Resort hotel di tepi laut merah.

Jarak antara Hurghada, Mesir dengan Saudi Arabia bisa ditempuh kapal ferry.

Dengan kapal ini bisa melihat penampakan lumba-lumba untuk mengisi waktu liburan selama di resort hotel.

Snorkeling, diving atau olahraga air lainnya bisa dilakukan.

Jika ingin menikmati indahnya liburan di pantai nan eksotis, pilihan berada di Hurghada bisa menjadi alternatif anda. Pasalnya Hurghada adalah salah satu kota di Mesir yang menjadi destinasi wisata turis mancanegara sehingga kota ini ramah turis dan berbagai fasilitas liburan berstandar internasional bisa didapatkan di sini. Ada banyak alasan mengapa anda bisa berlibur di Hurghada seperti yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Berikut pengalaman kami yang memuaskan dan membahagiakan tersebut.

Hurghada menawarkan a beach resort town sepanjang tepian laut merah yang eksotis itu.

Itu saran seorang rekan kerja dari suami yang menyarankan kami untuk berlibur ke Mesir. Dia sendiri hampir tiap tahun menghabiskan liburan ke sana. Setelah liburan kami di kapal wisata menyusuri sungai Nil dari perbatasan Sudan, Assuan atau Aswan kemudian menyelami sejarah masa lalu kota yang kaya seperti Luxor, liburan kami di Mesir berlanjut dengan wellness urlaub di Hurghada. Dimana anda bisa dimanjakan dengan pemandangan tepi pantai yang indah, kehidupan bawah lautnya yang mempesona, hingga fasilitas liburan keluarga yang terjangkau. Semua lengkap di Hurghada sebagai kota yang ramah untuk turis.

Banyak orang yang memandang Mesir hanya Kairo saja, begitu kata pemandu wisata yang mengiringi perjalanan kami dari Luxor ke Hurghada. Padahal Mesir itu memiliki destinasi wisata alam yang indah, tak hanya wisata sejarah saja seperti pyramid dan aneka peninggalan lainnya. Mesir itu juga termasuk memiliki biaya hidup yang terjangkau. Pilihan all inclusive menjadi tawaran menarik buat turis mancanegara seperti kami. Mulai makan pagi, makan siang, makan malam, snack dan aneka minuman selama kita tinggal di resort beach mewah semua sudah tersedia. Kita tak perlu lagi keluar uang lagi.

Hurghada sendiri sudah tersedia bandara udara internasional yang terhubung dengan kota-kota di dunia. Penerbangan dari Munich ke Hurghada misalnya hanya sekitar empat jam lebih, tanpa transit. Begitu tiba, agen perjalanan sudah menempatkan tiap turis pada resort hotel yang sudah dipesannya. Kami sendiri sudah dipesankan di hotel bintang 4 bertaraf internasional, nama hotel kami sebut di akhir artikel. Petugas hotel di tempat kami semua bisa berbahasa asing, seperti bahasa Jerman, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Arab dsb. Mereka itu ramah melayani kami. Salut terhadap kinerja mereka.

Resort hotel yang kami tempati.

Kolam renang untuk anak-anak dan orang dewasa hingga wahana permainan air keluarga tersedia di sini.

Hotelnya bersih, tertata asri dan apik.

Resort hotel sendiri tersedia kolam renang dewasa, anak-anak hingga wahana permainan air untuk anak-anak. Suasana hotel yang asri dan ditata apik membuat resort hotel yang kami tempati menjadi langganan tamu mancanegara tiap tahun. Ini tampak dari gelang tangan yang dipakai selama kami menginap di sana. Ya, kami sebagai tamu yang menginap diberi gelang tangan sebagai identitas tamu. Mereka yang sudah sering datang mendapatkan gelang tangan berwarna tertentu yang juga mendapatkan fasilitas yang istimewa juga.

Sebagaimana wellness-urlaub, anda tak mungkin merasakan kelelahan dan kebingungan untuk merasakan liburan sebenarnya. Tiap hari pihak hotel sudah menyediakan program harian yang menarik untuk tamunya. Program harian diletakkan di atas meja pada saat sarapan pagi. Ini menjadi buletin harian yang membuat kami tahu apa yang akan dilakukan sepanjang hari. Tiap hari pun menu makanan memiliki tema khusus sehingga tidak membuat bosan. Belum lagi anda bebas makan dan minum untuk semua kafe yang tersedia di resort alias gratis. Di sela-sela makan siang dan sore hari terkadang ada snack sore, makan buah dan minum jus buah atau olaraga bersama-sama pemandu. Anda tak akan pernah bosan selama liburan.

Tentu resort hotel berada di sepanjang tepi laut merah. Kami biasa berjemur, menghangatkan tubuh atau menikmati ketenangan laut yang bermanfaat sebagaimana yang pernah saya sampaikan. Dan duduk di tepi pantai di laut merah saja sudah membahagiakan menurut saya. Aktivitas lainnya seperti diving, snorkeling, olahraga air hingga berenang di laut bisa anda lakukan. Dari Hurghada sini ternyata bisa menjangkau negara Saudi Arabia dengan kapal ferry loh.

Makan malam bertema khusus membuat tamu tak bosan menyantap aneka hidangan. Mulai dari hidangan Asia, Timur Tengah, Italia hingga Jerman menjadi tema-tema makan malam. Orang bebas menyantap makanan secara prasmanan sepanjang anda yakin menghabiskannya semua. Dari makanan utama, makanan pendamping, dessert, sup hingga aneka minuman bisa dipilih dengan bebas buat tamu. Ini benar-benar liburan yang tak membuat ‘kantong bolong’ apalagi kami tak perlu lagi memikirkan makan apa, makan dimana dan berapa anggarannya.

Liburan satu hari itu saja masih belum berakhir. Setelah makan malam, pihak hotel masih lagi menyediakan program hiburan keluarga. Anak-anak yang ikut liburan tersedia taman bermain di resort hotel bersama pembimbing anak yang kompeten dan program yang menghibur untuk anak-anak. Di program hiburan malam, ada sesi anak dan sesi hiburan lain seperti akrobat, sulap, tarian, seni hiburan lainnya yang membuat tamu semakin betah.

Salah satu program hiburan malam hari yang memanjakan tamu, sirkus dan aneka hiburan lainnya. Gratis.
Atau aktraksi hiburan tari api di malam hari.
Soal makanan dan minuman, kami puas yang disediakan secara prasmanan.
Buah-buahan di tepi kolam renang.
Tamu bebas minum yang tersedia di beberapa kafe dan titik di kolam renang.

Begitulah pengalaman kami liburan satu minggu di Hurghada. Di sini, anda tak mungkin hanya berlibur satu atau dua malam saja, mereka menawarkan program liburan 1 Minggu atau 2 Minggu yang memuaskan anda. Kami puas karena kami benar-benar menikmati liburan tanpa kebingungan mengatur jadwal harian liburan. Pihak resort hotel sudah menyediakannya lengkap.

Ini bukan advertorial, hanya menceritakan bagaimana pengalaman menikmati liburan yang sebenarnya. Bisa jadi pengalaman kami bisa menjadi pilihan liburan keluarga anda. Karena resort hotel ini ramah anak dan tersedia aneka fasilitas liburan untuk anak. Mungkin anda bertanya dimana resort hotel kami selama di Hurghada. Kami merasa puas tinggal di Three Corners Sunny Beach Hotel. Jika anda tertarik, silahkan kunjungi websitenya langsung.

Makanan Khas Timur Tengah (12): Koushary, Hidangan Perpaduan Nasi, Pasta dan Kacang Lentil

Salah satu porsi koshari atau koshary yang saya ambil.

Hidangan dari Mesir ini masih berlanjut dan tak luput juga diulas. Pasalnya saya sempat melihat hidangan ini beberapa kali diletakkan di meja prasmanan. Saya pun penasaran dan mengambil sedikit porsi dalam piring saya. Saya tertarik karena koushary, nama yang tertulis di atas meja prasmanan, berisikan nasi, sedikit pasta dan kacang. Hmm, rasanya pun enak.

Koushary, ada yang menyebutnya sebagai kushari, koshary, kosheri atau koshari. Sepintas nama-nama tersebut terdengar sama jika disebut, hanya penulisannya berbeda karena diambil dari huruf lokal yang berbahasa arab.

Saya membayangkan koushary ini seperti saya biasa membeli nasi uduk saat tinggal di Jakarta atau nasi kuning saat saya tinggal di Bandung. Koushary ini bisa dijumpai hampir di seluruh warung makan di Mesir. Ini seperti street foods juga yang mengeyangkan. Bayangkan makan satu porsi koushary sudah lengkap dengan nasi, pasta dan kacang lentil yang berbumbu. Lalu diberi bawang goreng di atasnya maka semua sudah terasa nikmat buat orang-orang di Mesir. Anda tinggal memilih lauk pauk atau tumisan sayur sebagai pelengkap.

Jika India punya Dal Makhani sebagai makanan nasional, maka Mesir punya koushary.

Koshary seumpama nasi uduk Jakarta atau nasi kuning Bandung bisa dicocokkan dengan sambal khas tomat dan lain sebagainya. Satu piring penuh koushary tersedia 200 kalori bila dihitung nilai gizinya. Tak ada aturan untuk menikmati koushary sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Bahkan jika anda sudah merasa lapar, koushary bisa dibeli di pinggir jalan.

Ketika Husain menceritakan koushary, saya seperti tak habis pikir bagaimana menikmati semua secara bersamaan. Ini tampak berantakan dan tak menarik. Suami saya yang melihat saya mengambil satu porsi di piring tampak meragukan bahwa saya akan menghabiskannya. Ternyata ini enak, renyah, gurih dan berbumbu yang nikmat. Antara nasi, mie (pasta) dan kacang bersamaan.

Nyatanya koushary wajib dinikmati bila anda datang ke Mesir. Bahkan saya semakin penasaran ketika warung makan, gerobak kaki lima di Kairo hingga restoran pun menjualnya. Anda akan semakin penasaran jika anda tidak mencobanya saat sedang berada di Mesir.

Apakah anda sudah pernah menikmati koushary sebelumnya?

Mesir (22): Nefertiti, Wanita Tercantik yang pernah Ada Tetapi Tidak Banyak Dikenal

Patung wajah Nefertiti yang saya temukan di kapal wisata di Luxor.
Dari jauh, saya menemukannya di Museum Nasional di Kairo.

Siapa yang tercantik menurut anda, Nefertiti atau Cleopatra?

Begitu pertanyaan tersebut meluncur dari salah seorang turis yang bersama kami dalam rombongan. Saya pun tidak tahu jawabannya. Jujur saya baru sekarang mengetahui Nefertiti, sedangkan Cleopatra sudah lebih dulu saya kenal melalui berbagai tayangan hiburan atau buku bacaan. Saya baru mengetahui tokoh Mesir bernama Nefertiti saat saya menjejakkan kaki di Mesir. Sejarah negeri ini memang tak habis dikupas. Saya masih berlanjut dengan tokoh berpengaruh tercantik yang pernah ada sebelum masehi, bernama Nefertiti.

Nefertiti sendiri namanya mengandung arti sebagai “Perempuan Tercantik yang Telah Datang” begitu orangtuanya memberi nama padanya. Kecantikannya membuat Nefertiti terkenal dunia dan hingga sekarang Nefertiti dikenal sebagai icon kecantikan perempuan. Padahal Nefertiti berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi, jauh sebelum kehadiran Cleopatra yang dikenal banyak orang, termasuk saya. Saya hanya mengenal Cleopatra saja sebagai wanita tercantik yang pernah ada dari Mesir. Padahal Nefertiti itu jauh lebih cantik dari Cleopatra. Ini tampak dari tulang wajahnya yang simetris. Lehernya yang jenjang dan kulitnya cokelat menawan begitu mempesona siapa saja pada jaman itu.

Nefertiti adalah permaisuri dari Firaun Akhenaten, dinasti ke-18. Akhenaten dikenal sebagai Firaun yang memunculkan keyakinan monoteisme, yakni menyembah hanya pada satu dewa, Athen. Tidak ada dewa-dewa lain yang lebih tinggi selain dewa Athen. Dewa Athen digambarkan dengan sinarnya bercahaya seperti matahari. Ini yang kemudian memunculkan aliran Athenisme. Sayangnya Akhenaten tak lama berkuasa, yang kemudian digantikan Nefertiti.

Wajah Nefertiti yang icon itu jika diperhatikan ada yang janggal. Pada salah satu matanya, tampak tidak normal. Nefertiti digambarkan punya mata yang indah yang dihiasi eye liner hitam di kedua matanya, hanya saja satu matanya tak berfungsi baik. Ini bisa dilihat di perangko 0,70€ yang memunculkan wajah Nefertiti yang dikeluarkan pemerintah Jerman tahun 1989 dan berbagai patung wajah Nefertiti lainnya. Nefertiti kehilangan mata kirinya karena infeksi. Meski begitu, orang tetap memandang dia sebagai wanita tercantik ketimbang ratu lain.

Dibandingkan Cleopatra, banyak orang lebih mengagumi Nefertiti. Karena Nefertiti merupakan orang asli keturunan Mesir, sedangkan Cleopatra sesungguhnya bukan orang Mesir. Nefertiti dilahirkan di Thebes, yang sekarang disebut Luxor. Nefertiti dikenal karena kecantikannya sedangkan Cleopatra dikenal karena kecerdikannya. Nefertiti berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi sedangkan Cleopatra sekitar abad 30 Sebelum Masehi. Jadi saya bisa membedakan keduanya sekarang.

Di akhir hayatnya, tak banyak informasi jelas bagaimana Nefertiti itu meninggal. Ada rumor yang menyebut dia dibunuh, tetapi ada yang mengatakan dia sakit. Mereka masih menyimpan rekam medis Nefertiti pada masa itu bersama sang suaminya, yang adalah Firaun. Begitu pun mengenai kuburan dan muminya. Ada yang mengatakan sampai sekarang belum ditemukan muminya, tetapi ada yang mengatakan muminya disimpan secara rahasia dibalik makam Firaun lainnya.

Satu hal penting yang saya pelajari dari informasi Nefertiti adalah bahwa kecantikan itu relatif. Objektivitas ukuran kecantikan pun tidak bisa disamaratakan untuk tiap jaman. Wajah lebih jelas Nefertiti bisa anda cari sendiri via internet.

Mesir (21): Luxor Temple Menjadi Tempat Sembahyang Sejak Sebelum Masehi

Dua patung Ramses II sedang duduk berada di muka.
Salah satu obeliks lebih dekat.
Empat patung Ramses II berdiri dan tugu obeliks.
Area Ramses II court.
Dahulu tempat ini juga menjadi tempat penobatan firaun sebelum berkuasa.

Mesir memang tak pernah selesai dikupas wisata sejarahnya. Negeri tertua di dunia ini rupanya menyimpan banyak sekali sejarah peradaban yang tak lekang waktu. Itu sebab cerita wisata saya pun masih berlanjut. Masih di Luxor, kota yang menyimpan kekayaan sejarah para Firaun yang pernah dipelajari dalam ilmu sejarah dan budaya di sekolah dulu. Kali ini wisata berlanjut ke Luxor Temple, tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi bila anda tertarik dengan sejarah, budaya, arsitektur dan plus agama.

Luxor temple letaknya tepat di tengah kota Luxor sendiri. Berada di pusat kota, temple ini begitu mempesona sebagai objek foto orang yang lalu lalang. Ada traffic light, gedung pemerintahan, hotel dan area pertokoan yang berada di sekitar lokasi wisata ini. Itu sebab lokasi ini dijadikan destinasi terakhir karena mudah dijangkau.

Cuaca yang terik saat kami datang membuat saya sudah lelah begitu tiba. Pemandu wisata memberikan penjelasan tentang asal muasal pendirian temple dan keterkaitan beberapa tempat yang sebelumnya sudah dikunjungi. Hanya saja saya sudah tak fokus lagi menyimaknya dalam bahasa Jerman. Padahal lokasi wisata ini amat menarik wisatawan karena bangunan arsitekturnya yang megah, yang pernah dibangun selama ratusan tahun. Wow!

Bangunan yang megah ini diperkirakan ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Keberadaan bangunan ini masih ada kaitan dengan Karnak Temple, yang sudah saya ulas sebelumnya. Bahkan ada garis lurus seperti jalan yang sebelumnya menghubungkan kedua bangunan antara karnak temple dan luxor temple. Bayangkan ini sudah terjadi tiga ribu tahun lalu sehingga banyak peninggalan yang tak utuh dan tak sempurna. Ukiran tiap dinding candi tampak tak jelas tetapi penggalian dan penyelidikan sejarah tak berhenti untuk mencari tahu.

Untuk menunjukkan keterkaitan Karnak Temple dan Luxor Temple, ada sebuah festival ritual kuno yang membawa patung dewa Amun, dewi Mut dan dewa Khonsu dari Karnak Temple ke Luxor Temple. Festival ini disebut festival Opet sesuai penanggalan keagamaan bangsa Mesir waktu itu, sebelum masehi. Dengan begitu temple ini juga didedikasikan untuk pemujaan dewa-dewa tersebut, sebagai festival keagamaan tertua. Konon di Luxor Temple terdapat tempat bagi Amun mengalami kelahiran kembali. Itu sebab nama Luxor Temple disebut Thebes. Thebes adalah sebutan orang Yunani untuk wilayah Luxor pada masa itu sebagai tempat berdevosi kepada dewa Amun.

Kuil diawali dengan sphinx yang sebelumnya menghubungkan dengan Karnak Temple. Sphinx berkepala manusia dulu terhubung sampai Karnak Temple. Lokasinya berada di selatan. Di muka kuil ada 2 tiang kokoh seperti obeliks yang berukir kisah heroik tentang pertempuran Mesir melawan bangsa lain. Tiang penyangga di muka kuil dibangun oleh Ramses II dengan 4 patung Ramses yang berdiri dan 2 patung Ramses yang duduk dengan tangan diletakkan di lutut. Area ini sendiri disebut area Ramses II court. Ramses II hanya memperluas kuil ini, sebelum Hatshepsut dan Amenhotep III membangunnya.

Saya sudah tak banyak mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata. Hanya saja, saya ingat bahwa kuil ini pernah menjadi pusat keagamaan terbesar. Dindingnya bergambarkan ukiran pujian kepada dewa-dewa Mesir dahulu. Namun bangsa Romawi datang menguasai Mesir. Luxor temple pun beralih fungsi.

Diperjelas dengan denah ini.
Sphinx dan lurus ke depan, tampak gereja.

Dewa Amun-ra dan dewi Mut.
Masjid.


Abad 6 Masehi Luxor Temple yang megah ini menjadi gereja kristen koptik yang mengawali jemaat kristen awal di Mesir. Untuk membuktikannya, di sini masih terdapat altar dan hiasan dinding seperti di gereja, tempat sembahyang umat kristiani. Sayangnya warnanya semakin pudar seiring waktu. Ada yang mengatakan bahwa dulu temple ini dijadikan biara untuk para misionaris kristen.

Salah satu peninggalan misionaris kristen di Mesir, anda bisa melihat di pusat kota Luxor gereja katolik Santa Chatarina dan beberapa gereja denominasi lainnya. Bahkan saat saya datang di hari Minggu ke Luxor, tampak gereja dipadati umat yang sedang beribadah.

Pemandu wisata mengatakan ada satu dinding yang dulunya menjadi kuil pemujaan dewa, berubah menjadi salah satu bagian gereja. Kemudian dinding itu pula menjadi bagian dari masjid, tempat sembahyang umat islam. Masjid itu bernama Abu Al-Haggag. Sampai sekarang masjid ini masih digunakan masyarakat sekitar untuk bersembahyang.

Dari sini saya bisa menangkap maksud dinding informasi yang bertuliskan dalam bahasa Inggris sebagai berikut. “The functioning mosque makes Luxor Temple one of the rare sites in Egypt that has been a place continous worship since at least 2000 BC.” Itu sebab, anda layak menyelami misteri peradaban manusia berabad-abad lamanya di tempat ini.

Mesir (20): Luxor Karnak Temple, Bangunan Termegah Sepanjang Sejarah dengan Arsitektur Menawan

Tiket masuk.
Bangunan begitu megah dan kokoh sejak sebelum masehi sudah berdiri, arsitekturnya
membuat berdecak kagum.
Meski pilar ini sudah terlihat tak sempurna, percayalah saya berpikir bagaimana mereka membuatnya sebelum ada teknologi sebelum masehi.

Tiap dindingnya berukir informasi yang tergerus jaman. Beratnya tiap pilar 70 ton.

Ini bukti peradaban manusia sebelum masehi.
Kompleks temple batu ini membutuhkan 30 masa pemerintahan firaun untuk membangunnya. Wow!

Sabtu pagi yang indah, program acara selanjutnya di Luxor adalah Karnak Temple. Kami semua berangkat dengan mengendarai bus menuju pusat kota Luxor. Lalu bis kami berlanjut ke Karnak Temple yang menjadi incaran wisatawan dunia yang suka sejarah dan arsitektur. Saya yang melihatnya dari kejauhan saja sudah berdecak kagum, apalagi dahulu ketika bangunan ini masih utuh. Jelas bangunan ini menjadi situs warisan dunia karena bangunan semacam aula dan beberapa temple lainnya dibangun dengan megah, indah dan tercatat terbesar di dunia.

Sebagai lokasi wisata dunia, tempat ini sudah lebih baik seperti lokasi tiket masuk, parkir mobil dan penataan sovenir yang tak mengganggu pengunjung. Tiket masuk dibagikan satu per satu di antara kami. Di pintu masuk terdapat informasi petunjuk bahwa karnak temple adalah kompleks beberapa kuil dan ruang pertemuan juga terdapat danau yang indah di sini. Bangunan ini sudah tampak menonjol dari pesisir sungai nil.

Kuil Karnak didedikasikan untuk dewa Amun-Ra, yang kepalanya bertanduk dua seperti lambang Aries dan wajahnya berjenggot panjang. Anda bisa melihat gerbang pintu masuk seperti kepala bertanduk yang berjejer di depan. Itu adalah simbol dewa Amun-Ra. Kuil ini didedikasikan pula untuk dewi Moot (=Mut) isteri dewa Amun-ra. Dari namanya, ini menjadi cikal bakal kata ibu, yakni mother, mutter (dalam bahasa Jerman) karena dewi Mut adalah ibu Khonsu. Dewa Khonsu adalah putera dari dewa Amun-Ra dan dewi Moot, yang berkepala bulan. Ini menjadi lambang di beberapa kuil terdapat keluarga, ayah, ibu dan anak. Itu adalah simbol mereka.

Sebagai bangunan termegah di dunia sepanjang sejarah, tentu memerlukan waktu yang tak sebentar untuk membangunnya. Bayangkan saja konstruksi sudah dimulai sejak kekuasaan King Intef II, kemudian diperluas tahun 1971 Sebelum Masehi pada pemerintahan King Senusret I. Lalu pembangunan berlanjut terus hingga pemerintahan Ptolomeus VIII. Anda bisa membayangan betapa megahnya tempat ini masa itu, Sebelum Masehi.

Kompleks temple terbagi enam untuk penyembahan dewa Amun-ra, dewa Montu, dewi Mut, dewa Khonsu, dewa Opeth dan dewa Ptah. Begitu megahnya bangunan ini hingga membutuhkan 30 Firaun membangunnya. Kemegahannya juga menyedot animo wisatawan dunia sebagai target kunjungan kedua, setelah Piramid Giza di Kairo. Arsitekturnya yang terbuat dari batu kokoh hingga kini tak bisa diselami bagaimana manusia pada jaman itu bisa membangunnya. Begitu pendapat kami mendengarkan penjelasan reiseleiter, pemandu wisata berbahasa Jerman pada kami.

Kemegahan ini tampak dari hypostyle hall yang terdiri atas pilar batu yang kokoh dan tinggi menjulang. Anda perlu tahu bahwa pilar batu ini tertinggi di dunia, tak ada yang menandingi jumlahnya yang juga banyak. Ada 134 pilar batu yang melambangkan tanaman teratai di ujung tiang. Informasi menyebutkan bahwa hall termegah ini mulai dibangun pada pemerintahan King Seti I (1313 – 1292 Sebelum Masehi). Kemudian selesai dibangun oleh putranya sendiri, Ramses II (1292 – 1225 Sebelum Masehi).

Arsitektur menawan lainnya adalah obelisk, yakni tugu batu kokoh dengan muncung pada puncaknya. Obelisk ini berada pada pilar keempat dan kelima. Tinggi obeliks sekitar 28 meter. Wah!

Obeliks setinggi 28 meter di antara beberapa pilar batu.

Temple megah ini didedikasikan untuk dewa Amun-ra, yang menyerupai lambang aries seperti terlihat di muka pintu masuk.
Pilar batu diberi lingkaran menggambarjan dewa Amun-ra, yang punya tanduk dua.

Lebih jelas saya mengambil figur dewa Amun-ra (kiri) dengan dewa Khonsu (putranya).
Lingkaran kuning adalah figur dewa Khonsu. Lingkaran orange adalah figur dewa Monto yang digambarkan juga bertanduk dua, memegang senjata dan sebagai dewa perang. Lingkaran hijau adalah figur dewa Amun-ra.
Figur dewa Khonsu, dengan bulan di atas kepalanya.
Altar batu dalam kapel.
The sacred lake atau danau yang disucikan yang sudah berusia ribuan tahun lalu.

Ketika saya memasuki bangunan kompleks batu megah ini, saya berdecak kagum pada upaya manusia masa itu membuatnya. Ini seperti masa peradaban manusia dimulai, dengan menciptakan simbol-simbol komunikasi terukir di dinding-dinding batu tersebut. Kini sebagian informasi terukir itu sudah tergerus jaman.

Pada bagian tersembunyi dari kompleks ini adalah semacam kapel untuk berdoa. Dahulu ini dianggap tempat yang sakral untuk penobatan. Di tengahnya terdapat altar batu dan tempatnya begitu menjorok ke dalam sehingga sedikit gelap. Simbol di tiap dinding batu kapel kini sudah mulai pudar dan tak tampak lagi.

Bagian akhir dari kompleks ini adalah danau suci atau the sacred lake. Danau ini tampak indah mempesona, di akhir temple. Dengan luas 200 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter, danau ini dimulai pembangunannya saat Hatshepsut dan Thutmosis III.

Begitu luasnya kompleks ini dengan pembangunannya yang berlangsung sebelum masehi, membuat saya berdecak kagum. Bagaimana kekuatan manusia saat itu, yang belum merasakan kecanggihan teknologi tentunya. Wajar tempat ini layak dikunjungi jika anda berkunjung ke Mesir.

Mesir, Luxor (19): Peninggalan Kolosal Firaun Amenhotep III yang Tak Utuh Lagi

Tampak depan, patung batu.
Tampak samping.

Ada dokumentasi foto berpigura yang menandai kemegahan tempat ini di masa lalu.

Usai berkunjung ke lembah timur pemakaman raja, perjalanan program kami selanjutnya adalah ke patung raksasa firaun. Destinasi selanjutnya berada di pintu masuk Luxor barat yang telah terlihat dari kaca bis sejak kami memasuki Luxor. Agar rute perjalanan tidak berputar-putar maka tujuan pertama adalah lembah pemakaman barat dan timur. Sebelum kembali ke kapal wisata, tujuan terakhir di hari itu adalah peninggalan kolosal yang terbuat dari batu, biasa disebut The Colossi of Memnon.

Begitu tiba di lokasi yang lapang, bis kami berhenti untuk parkir di situ. Reiseleiter, pemandu wisata dalam bahasa Jerman memberitahukan bahwa kami bisa berfoto selama tiga puluh menit di situ. Tempat ini memang tidak begitu istimewa dibandingkan tempat-tempat sebelumnya. Tak banyak pula yang bisa dikunjungi, sehingga tak banyak foto juga yang bisa diambil. Sebagian besar foto reruntuhan kuil, saya ambil dalam bus, lewat kaca jendela.

The colossi of memnon tidak ada tiket masuk. Di depan lapangan parkir tersedia toko-toko penjual sovenir dan toilet umum. Di seberang jalan tersedia aneka restoran lokal. Ini adalah lapangan luas yang gersang dengan dua patung batu besar seperti firaun yang biasa kami jumpai di tempat-tempat sebelumnya. Semua terbuat dari batu. Kami pun mendekat, turis-turis lain yang bersama kami sudah lebih dulu mendekat dan berfoto.

Menurut informasi pemandu wisata kami, patung ini setinggi sekitar 18 meter. Patung batu ini memang tampak tak utuh karena bencana gempa bumi sempat mengguncang Mesir. Batu-batu itu dikumpulkan lagi dan butuh bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Diperkirakan bangunan kolosal ini telah ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Bencana gempa pun pernah ada sejak sebelum masehi setelah bangunan kolosal ini berdiri megah. Beberapa kali gempa bumi mengguncangkannya hingga luluh lantak. Atas inisiatif beberapa ilmuwan, bangunan kolosal ini tersusun kembali.

Lalu siapakah figur dari patung kolosal tersebut?

Sisa reruntuhan yang terekam selama perjalanan.
Masih tampak berdiri dua figur patung batu yang masih kokoh, sementara lainnya tersisa puing batu saja.
Sudut lain saya berhasil merekam, bukti bahwa tempat ini pernah megah dan kolosal sebagai peradaban sebelum masehi.

Informasi lain menyebutkan patung ini setinggi 13 meter, yang menggambarkan Firaun Amenhotep III. Satu sisi figur firaun tersebut dan figur lain adalah isterinya, Royal Queen Tiye. Firaun Amenhotep pernah berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi dari Dinasti ke 18. Peninggalan kolosal ini didedikasikan untuk firaun Amenhotep sebagai kuil penyembahan.

Dua patung kolosal ini adalah pintu masuk menuju kuil yang didedikasikan untuk firaun ini. Sayangnya kuil yang begitu megah dan menandingi kemegahan kuil-kuil lainnya, luluh lantak akibat bencana alam seperti gempa bumi dan banjir pula. Contohnya abad 18 kuil ini mengalami banjir yang tinggi dan menenggelamkan sebagian wilayah ini. Hal ini ditunjukkan dalam dokumentasi foto di pinggir area kuil.

Area kuil yang luas tak mungkin kami jangkau lagi. Selain suhu yang panas dan tak bersahabat, area kuil ini masih dalam penyelidikan para ilmuwan. Di area sekitar kuil tampak diselingi sawah. Di sisi area ada pigura berfoto yang mendokumentasikan kuil ini di abad 18 sesudah masehi.

Kami hanya berfoto sejenak, tak lebih. Pedagang asongan tampak gigih menawarkan sovenir ke kami. Hampir semua di antara kami menolak halus tawaran mereka. Kami tetap sibuk berfoto atau kembali duduk di dalam bis. Selesai berfoto, kami segera ingin mencari tempat sejuk untuk menangkal teriknya matahari sebelum jam makan siang tiba.

Mesir (18): Egyptian Banana Pudding, Seperti Kolak Isiannya

Ada pisang dan pacar cina warna-warni.

Setelah berbicara banyak soal wisata dan kuliner yang memang selalu menarik untuk dibagikan, negeri Mesir ini juga kaya kuliner yang rasanya cocok untuk lidah seperti saya yang dilahirkan di Indonesia. Bisa dikatakan aneka kuliner di Mesir ini enak semua di lidah saya, meski tiap orang punya selera berbeda-beda dalam hal makanan. Hanya saja ada kue dan makanan pencuci mulut yang manisnya sama seperti di Indonesia sementara saya tidak terlalu suka makanan yang sangat manis.

Setelah kue-kue manis yang pernah saya sajikan dalam artikel sebelumnya, maka saya lanjutkan pada makanan pencuci mulut yang isinya seperti kolak. Anda tahu kolak ‘kan yang biasa dijual dan disediakan saat bulan Ramadhan di Indonesia. Meski saya tidak menjalani puasa tetapi saya suka sekali menikmati kolak, mulai dari jajanan kaki lima hingga buatan ibu saya. Kolak itu bisa dikreasikan sesuai selera pembuatnya. Pastinya kolak itu manis dan ada pisang yang berkuah santan.

Pencuci mulut dari Mesir yang saya nikmati itu mirip seperti kolak. Anda bisa lihat tampilannya. Ada pisang juga yang menjadi isiannya. Warna pudding yang kuning dipermanis lagi dengan warna-warni pacar cina yang indah. Hmm, ternyata enak.

Saya tidak mendapatkan nama pencuci mulut tersebut. Saya tanya pada petugas, mereka menjawab dalam bahasa Inggris bahwa itu adalah pudding. Ya, saya pun tak enak untuk mengganggu jam bertugasnya karena beliau memang langsung segera berlalu dan merapikan meja berikutnya.

Bedanya dengan kolak, pudding ini memang tak berkuah. Teksturnya lembut sama seperti pudding umumnya. Rasa manis dan kenyal berasal dari pacar cina. Anda perlu sendok dan meletakkanya di mangkuk kecil untuk menikmati lezatnya pudding ini.

Apakah anda tertarik mencobanya?