Happy New Year 2020

Ilustrasi.

It is all about TIME

Time flies so fast. And life contains the most of unexpected things. We will understand miracle of life fully when we allow the unexpected things to happen. Miracles do happen when you believe. The wise man said “Never give up before the miracle happens” because believing in yourself is the first secret to success.

As I dont know about tomorrow, I never save the best for later. Time is really precious. Sometimes the best thing you can do is not think, not wonder, not imagine, not obsess. Just breathe and have faith that everything will work out for the best.

All mentioned above is regarding my qoutes to inspire in beginning new year. Happy New Year to all my lovely readers and visitors!

Wir werden sehen was die Zeit bringt. Ein Prosit Neu Jahr 2020!

Selamat Tahun Baru 2020! Semoga sukses menyertai anda sekalian.

“Ohne Fleiß, Kein Preis”: A Spirit in the Beginning of Year

Living in Germany urges me to understand not only language. I like to learn new culture over the world, including Germany. The interesting thing to be related in life is local wisdom such as expected attitude which occurred in certain believe. I heard that German has known as hard-workers in the world. They have good ethos to strive good quality in life.

Refering to learn the culture, one day my teacher in here said wisely “ohne Fleiß, kein Preis Anna!” She suprised me with this wisdom when I was stuck on lessons. So guess, what is the meaning about? In English, that sentence means no pain no gain.

What is the relationship between whisper wisdom and beginning of year?

Every one has something or few things on their mind to make it true within a year. Surely, it is a plan, target, goal, dream, resolution or whatever you name it but everybody wants to reach out more and better become a succesful person at the end.

To pursue the goal in this year, you must fight to have it. There is always a way to lead you as long as you have willingness to strive it. No wonder that a goal required a lot of efforts to endure physically and suffering mentally in reaching out its.

Ohne Fleiß, kein Preis. “Fleiß” is a Deutsch word that meant ‘hard working’ and “preis” is also meant price in English. We will have ‘the payment’ after we work hard and persistent to make it true.

In beginning of year, I remind to myself and all of you to have energy that fuelled by the purpose in order to the end of year. “Price” can be defined with self-rewarding, happiness, satisfaction, etc when goals or target accomplished at the end this year. The wisdom from Deutsch words is personal motivation to trigger us now, in beginning of year.

Fight your dream, then your dream will fight for you! by Paulo Coelho.

***

In Bahasa Indonesia

Selain belajar bahasa Jerman, saya senang untuk mempelajari budaya di sini. Saya paham dengan baik bagaimana orang-orang di sini bekerja keras untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Suatu kali ketika saya hampir putus asa belajar di kelas, dosen saya tiba-tiba mengatakan begini “ohne Fleiß, kein Preis.” Saya terkejut apa maksudnya? Lalu saya mencari apa makna kalimat tersebut saat saya sedang bersusah payah memahami banyak hal di sini.

Jika dalam bahasa Indonesia, pepatahnya mungkin bisa diganti “Bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian!” atau dalam bahasa Inggris bisa dikatakan “No pain no gain.” Jadi selalu ada bayaran bagi mereka yang telah bekerja keras dan gigih memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh.

Mumpung masih di awal tahun, saya mengingatkan diri sendiri dan anda semua bahwa kerja keras dan semangat untuk memperjuangkan apa pun itu namanya, “goal”, target, cita-cita, rencana atau tujuan di tahun ini dapat terwujud dengan baik. Pada akhirnya, kita tahu bahwa kita memperjuangkan suatu tujuan di tahun ini. Kemudian di akhir tahun, kita akan bangga ketika berhasil terselesaikan dengan baik.

Pepatah berbahasa Jerman adalah motivasi pribadi yang memicu kita untuk memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh.

Mari berjuang bersama-sama!

Pig and “Glückskleebat” As Fortune Symbols in New Year

A chocolate wrapped in pig figure plus glückskleebat.

wpid-img-20150101-wa0000.jpg
Glückskleebat. All photos reserved.

 

 

wp-image-187899361
A chocolate in new year.

 

 

Some decorations in pig figures

 

 

Accessories in pig figures.

New year as new day just began today. I have found many chocolates which wrapped in “pig figure” sold out recently in supermarket. I’ve got one of them from my colleague in here. A chocolate had wrapped by pig figure and written “viel glück” as deutsch words and added “glückskleeblatt” as a lucky charm. It is commonly found a plant as symbol around Germany on end of December as symbol to start new year.

A pig represents overall good fortune and luck in Chinese tradition. But I have no idea why German people used this tradition before entering new year as symbol of luck. I think it might be for business purpose as long as they believe superstitious to be fortunate powers. Pig is an animal object based on the legend culturally in China tradition that considered as lucky symbol.

Not only that, this new year is also related with a plant that known by “Glückskleebat”. This is a such of plant to lead the good prosperity, health and happiness during a year. Again this is only symbol to bring myth in beginning year. In contrary to modern age, most people keep bearer good fortunes to others, including me.

Back to the individually, this depends on your views. In Indonesia, we have no symbol of luck in beginning new year.

Happy New Year 2018! viel Glück Ein Neues Jahr 2018!

****

 In Bahasa Indonesia

Babi dan Daun Glückskleebat sebagai Keberuntungan

Di Indonesia tidak ada simbol keberuntungan di awal tahun yang baru. Kita hanya terbiasa merayakan pergantian tahun dengan berkumpul bersama dan menghitung waktu. Di Jerman pada dasarnya juga sama. Namun ada satu yang menarik yakni sosok boneka atau cokelat atau hiasan berupa babi yang dilambangkan sebagai keberuntungan di tahun yang baru.

Ini sebenarnya bukan tradisi masyarakat Jerman pada umumnya. Jika mengacu pada sosok babi sebagai keberuntungan, ini diambil dari tradisi masyarakat Tionghoa. Lalu apa kaitannya? Saya sendiri tidak tahu. Namun banyak orang Jerman berpendapat ini hanya merupakan simbol saja untuk kepentingan industri seperti tanda mata atau sovenir.

Namun ada simbol lain yang dianggap sebagai mitos atau legenda sebagai pembawa keberuntungan. Namanya tanaman glückskleebat. Katanya nih jika kita berhasil menemukan daun glückskleebat berjumlah empat maka terjadi peruntungan. Itu sebab dilambangkannya berupa daun dengan empat kelopaknya. Boleh percaya boleh juga tidak, namanya juga mitos.

Daun ini ada yang sengaja ditanam, namun kebanyakan sebagai dekorasi dan diberikan saat pergantian tahun. Di supermarket begitu banyak pernak-pernik ini dijual sebagai simbol keberuntungan. 

Namun ini hanya sebagai ungkapan keriaan saja, bukan merupakan tradisi budaya masyarakat Jerman pada umumnya. Meski jaman sudah moderen, namun simbol-simbol itu menunjukkan kita ingin hal yang lebih baik seperti keberhasilan, kemakmuran dan peruntungan di tahun yang baru.
Selamat memasuki tahun yang baru 2018 dan semoga sukses!

Have you Thanked God for 2017?

Now we are counting hours to enter new year, 2018. All good and bad times happened within this year unbelievable. Yes, that is life. What we plan is totally bit different what it happened in reality. Have you thought why it worked beyond your plan?

These are my reflections why my life is not according to my plan. I called it marvelously miracle as part of my life. When I tried the best with all efforts, but God did the rest to prove the faith. It could be a miracle. It shows me the unexpected plans would lead me to the best way

Everyone has different thoughts to call a miracle in their life. The same way how it works in life is only faith. Miracle is something that we can not predict prior our plan. Miracle happened to ponder how the great of God to us. All miracles are always much better than our plans due to the God’s power is unlimited

So have you thanked God for the magnificent 2017? 

Happy Sunday!

***

Sudahkah anda bersyukur untuk tahun 2017?



Ada banyak peristiwa dalam hidup yang terjadi sepanjang tahun ini. Suka duka, sehat sakit, susah senang silih berganti. Itulah hidup. Terkadang kita mendapati kenyataan di luar rencana kita. Padahal kita sudah bekerja keras untuk melakukannya, namun Tuhan punya rencana lain. Pastinya itu adalah yang terbaik yang kita butuhkan.

Kebanyakan apa yang terjadi dalam hidup diluar rencana kita. Saya menganggapnya itu adalah mujizat. Bagi setiap orang, mujizat bisa bermacam-macam maknanya. Namun satu kesamaannya, mujizat bekerja dengan cara yang sama yakni saat kita punya iman.

Pada akhirnya saya menyadari bahwa Tuhan sungguh luar biasa membuat segalaNya indah. Terasa indah ketika saya menyadari bahwa kekuasaan Tuhan tak terbatas kala saya menjumpai keterbatasan saya sebagai seorang manusia. Ini bagi saya mujizat, keajaiban atau apa lah namanya. Itu semua mau menunjukkan kepada saya bahwa Tuhan menyediakan yang terbaik pada waktuNya.

Sudahkah anda mengucap syukur atas tahun yang luar biasa ini, 2017?

The Reasons We Worried to Set Up the “Goals” for Next Year

On 2016, I had written in Bahasa Indonesia as below regarding goals for new year. Then I realized that I written as goals are done as well which is the most successfully happened. I am intentionally share this to inspire you for new year. 

Slowly we will close this year and step up to new year. We are happy if we can accomplish our goal in every year. In contrary we get upset, frustration, disappointed if our goals failed. Whatever, the goal is important to lead our plan during a year.

To set up the goals, we feel obviously worried and anxious if those will failed again based on the past years. Again, this is normal. Life is never perfect as we want. When we set up a new goal, sometimes our mind ruined by the issue of failure to be realized then we can not reach our goal. We think that we are incapable to pursue our goals.

I have interviewed several friends to ask their reasons regarding the yearly goals. Why they worried to set up the goals for new year. Here they are,

1. We feel worrying our goals unsuccessfully.

2. We feel worry to face reality that always failed the most of time.

3. We worried with our own efforts and lack of self-confindence.

4. We worried that no one will support our goals.

5. We worried to have competition with others in reaching our goals.


My tips:

  1. To minimize the failure, start your goals from the things you can do. Do not begin the things definitely you are incapable!
  2. Do not use the same ways to reach out the different results! Change your strategies to make it happen!
  3. Keep the faith! Sometimes God gives us more energy to reach out our goals as long as you have tried the best.
  4. Share your goals to your significant others such as parents, spouse, best friends, your co-workers, etc. Ask their assistance to help you!
  5. Stay away from negative people!

The goals in new year may give focus to start your days. If you have your goals now, go ahead!

 

 

***

In Bahasa Indonesia

Sudah sampai penghujung tahun, kebanyakan orang memulai langkah dan rencana baru. Ini yang disebut ‘goal’ yang membuat kita happy jika berhasil dan juga frustrasi bila tidak lolos. Inilah hidup.

‘Goal’ diperlukan agar mengarahkan kita pada suatu destinasi yang ingin dituju. Kebayang ‘kan jika kita berjalan tak tentu arah. Namun dibalik itu semua muncul berbagai ketakutan yang mengancam agar ‘goal’ tidak lolos.  Apa saja? Ini dia,

1. Takut tidak berhasil

Saat kita menyusun ‘goal’ yang baru kerap kita dilanda persoalan tentang keberhasilan yang akan terwujud. Apakah goal ini benar-benar mampu diwujudkan? Atau malahan kita menjadi tidak percaya diri sehingga merasa takut tidak berhasil.

Tips: Untuk meminimalisir kegagalan, mulailah susun goal dari hal yang anda bisa lakukan, bukan yang tidak bisa. Misalnya, daripada susun goal membeli rumah seluas 1.000 meter dalam setahun lebih baik membeli rumah seluas 100 meter. 

2. Takut mengalami kegagalan yang sama

Ada sebagian orang yang masih trauma bahwa kegagalan goal akan terjadi lagi di tahun berikutnya. Hal ini yang memunculkan ketakutan untuk menyusun Goal. ‘Jangan-jangan goal akan gagal lagi nanti,’ dalam hati berbisik. Akhirnya kita menjadi putus asa.

Tips: Sebenarnya jika anda mengalami kegagalan hal yang sama untuk dapat hasil yang sama maka anda perlu mengubah adalah cara (how to reach out) yang berbeda. Jangan gunakan cara yang sama jika anda yakin cara ini tidak berhasil meraih gol! 

3. Takut pada kemampuan diri sendiri

Muncul keraguan dan ketakutan tentang kemampuan diri sendiri, apakah saya bisa meraih goal saya?  Setelah goal disusun, mulai tidak pede. Itu wajar dan normal. Bukankah yang disebut sukses saat kita bisa melampui kemampuan diri sendiri?

Tips: Untuk mengukur kemampuan diri sendiri maka anda perlu membuat Goal sehingga anda tahu batasannya. Jika anda tidak pernah buat Goal maka anda tidak akan pernah tahu seberapa mampu anda. Jangan takut dengan kemampuan diri sendiri! Terkadang Tuhan memberikan kita energi tambahan melebihi kemampuan kita agar berhasil mencetak goal. Dengan begitu, kita percaya ada mujizat dalam hidup. 

4. Takut tidak ada orang mendukung 

Memang kita perlu orang lain untuk membantu kita mewujudkan goal kita. Siapa mereka? Orangtua, sahabat, pasangan hidup, anak, rekan kerja, atasan, pemandu spiritual dll yang mungkin mereka dipercaya anda. Sebagai makhluk sosial, bantuan dan dukungan sosial akan membantu kita membuat goal. Lihat saja sendiri, saat penonton mampu mematahkan semangat pemain bola untuk cetak gol ke gawang! Artinya, begitu besar dukungan sosial akan membantu anda meraih goal yang diinginkan.

Tips: Bagikan apa yang menjadi goal anda pada orang terdekat! Misalnya anda ingin berhemat listrik seisi rumah agar uangnya bisa digunakan untuk hal lain. Anda bisa pasang board information di setiap peralatan elektronik seperti mesin cuci, kompor listrik, televisi, komputer bahwa hemat listrik itu penting. Dengan begitu, anda sudah meminta orang lain mendukung. 

5. Takut berkompetisi dengan orang lain

Apakah saya seorang diri mewujudkan goal tahunan? Tidak. Ada banyak orang di luar sana yang berusaha melakukan hal yang sama dengan anda. Dan bisa jadi mereka adalah kompetitor anda. Mengapa harus takut berkompetisi jika itu bisa dilakukan secara sehat? Sebenarnya ketakutannya bukan pada kompetisinya namun rasa kecewa yang muncul bila tidak berhasil. Sekali lagi saya katakan, hidup itu seperti permainan yang bisa dimenangkan atau kekalahan yang harus diterima, namun semua itu adalah pembelajaran yang menyenangkan.

Tips: Stay away negative people! keep on spirits! Kompetisi bukan menjadi penentu akhir kejuaraan, ini hanya soal bagaimana anda punya cara pandang yang positif terhadap kompetitor anda. Jadikan kompetitor adalah berkat untuk meraih kesuksesan hidup. Belajarlah dari kompetitor anda!