Nürnberg, Altstadt (3): Tempat Berikut yang Dikunjungi

Setelah dua kali saya mengulas kunjungan ke Nuremberg, ulasan wisata saya lanjutkan kembali. Untuk mengingatnya, anda bisa simak ulasan sebelumnya:

Berikutnya tempat yang layak anda kunjungi sepanjang anda berada di kota tua, Altstadt. Ini semacam kota bersejarah yang dipenuhi berbagai peninggalan penuh makna dan informasi. Saya pun tidak menduganya, bahwa ada banyak cerita dibalik peninggalannya sebagaimana yang diceritakan tour guide kami saat kami datang.

1. Albrecht-Dürer Haus 

Museum terletak di rumah pojok kanan.

Apakah anda tahu tokoh yang bernama Albrecht-Dürer? Dia adalah seorang pelukis terkenal dunia. Beliau hidup di abad pertengahan (1471-1528), bahkan cukup disegani segala karya dan reputasinya. Dia begitu akrab dengan seniman Italia seperti Leonardo da Vinci.
Anda mungkin tahu lukisan seperti “Praying Hands” atau “Adam and Eve” yang menjadi buah karyanya yang terkenal. Konon di rumah ini, ia dilahirkan. Namun sayangnya ia juga pernah mengalami masa tak menyenangkan dimana ia harus tinggal di luar Jerman, berkelana di Italia dan seputar Eropa. Ia sempat kembali ke Nuremberg dan tutup usia di sini.

Untuk masuk ke dalam museum dan melihat karyanya, anda perlu membayar tiket masuk juga. Orang dewasa dikenakan biaya 6€ per orang. Ada pemandu wisata juga tersedia sesuai jam yang ditentukan.

Lukisan “Praying Hands” merupakan karyanya. Sumber foto: WIKIPEDIA.

 

2. Henkerhaus Museum

Bangunan berikut dikenal sebagai museum sejak dibuka tahun 2007. Ketika kami sampai, museum tidak dibuka. Jadi silahkan lihat jadwalnya, jika ingin tahu bagaimana kehidupan sehari-hari penduduk Nuremberg pada tahun 1600 seperti bagaimana menangani kriminalitas dan kejahatan.

Museum ini dikenal juga, Hangman’s residence museum. Menurut tour guide, rumah ini adalah kediaman para Henkers, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “Algojo”. Ada seorang algojo (henker) yang membuat catatan sehingga kemudian ini menjadi dokumentasi sejarah yang menarik.

3. Henkersterg

Kelompok turis berbahasa Spanyol sedang mendapatkan penjelasan dari tour guide.

Untuk menuju ke Henkershaus, ada sebuah jembatan penghubung. Jembatan ini terbuat dari kayu dan masih kokoh hingga sekarang. Luar biasa! Padahal jembatan ini sudah dibangun pada abad 15, tepatnya tahun 1457.

Jembatan kayu ini begitu menarik dan diminati turis untuk berfoto. Di sekitar jembatan, tentu banyak pemandangan yang menarik untuk diabadikan.

4. Karlsbrücke

Berikutnya masih tentang jembatan, namanya Karlsbrücke yang berasal di masa pemerintahan Kaisar Charles VI. Awalnya jembatan dikenal dengan “Jembatan Elizabeth” yakni nama isteri dari kaisar.

Semula jembatan penghubung ini adalah jembatan kayu. Kemudian dirombak menjadi jembatan yang kokoh dengan lengkungan nan indah pada tahun 1603 dan 1604.

5. Die Fleischbrücke/Die Pegnitz

Ditandai dengan patung sapi, karena dulu ini area berjualan daging.

Tak jauh dari jembatan yang diceritakan, ada area di pinggir sungai yang indah dan dihubungkan oleh jembatan. Berdasarkan papan informasi di sekitar, area itu dulu dijadikan untuk tempat orang menjual daging (fleisch), sehingga ini disebut fleischbrücke.

Tempatnya indah di pinggir sungai, apalagi di musim panas. Di situ ada gerai starbuck sehingga orang dapat menikmati kopi sembari mengamati keindahan panorama sekitarnya.

6. Haus Des Lebkuchen


Bagi anda yang tahu salah satu kue dari Jerman yang terkenal, kue Jahe atau Lebkuchen. Di Nuremberg terdapat tempat bersejarah sebagai asal mula kue ini. Rasanya anda perlu datang dan mencicipinya langsung. Di muka kafe pembuatannya, tersedia papan informasi mengenai kue tersebut.

7. Kettensteg 

Di muka jembatan saat malam hari.

Pemandangan sungai Penitz.

Berlanjut ke jembatan lainnya yang juga diklaim bersejarah. Jembatan tersebut dikenal dengan nama Kettensteg atau the chain bridge. Jembatan gantung berantai ini diklaim sebagai jembatan gantung tertua di Jerman. Sebenarnya jembatan ini tak bernama, hanya sebagai penghubung para pejalan kaki saja.

Jembatan ini dinyatakan aman untuk digunakan hingga sekarang. Dari sini, anda bisa melihat arus deras sungai Penitz.

8. Patung Das Narrenschiffbrunnen

Terakhir yang ingin saya jelaskan adalah patung air mancur yang indah, bernama das Narrenschiffbrunnen. Patung ini dibuat oleh Jürgen Weber. Patung ini sarat dengan makna, semacam satire moral. Patung ini menggambarkan metafora tentang dunia. Maknanya yang dalam dari sekedar air mancur seperti yang dijelaskan oleh tour guide kami.

Bagaimana menurut anda? Ada pendapat?
Semoga bermanfaat!

Advertisements

Nürnberg, Altstadt (2): Apa Saja Bisa Dikunjungi?

Melanjutkan cerita saya tentang kota Nürnberg atau Nuremberg, maka berikut akan dijelaskan obyek wisata yang saya kunjungi. Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dilihat, sayangnya saya harus kembali pulang. 

Baca https://liwunfamily.com/2018/02/16/nurnberg-altstadt-1-kota-tua-yang-bersejarah/

1. Kaiserburg atau The Imperial Castle

Dari sini anda bisa melihat kota Nuremberg.

Benteng kastil.

Bendera merah putih adalah bendera kebesaran masyarakat Fränken, sedangkan di Bavaria umumnya adalah biru muda dan putih.

Lokasi pertama yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap adalah Kaiserburg. Kami menginap di Burghotel, hotel bintang tiga yang letaknya berada di kota tua (Altstadt). Setelah sarapan, berjalan kaki lima menit maka kami sudah sampai pada bangunan yang menjulang terlihat dari bawah. Kastil dikelilingi tembok tebal sebagai benteng pertahanan, dibangun dengan batu yang kokoh.

Ada tiga lokasi di sini, yakni Kastil yang didiami Raja, bekas Kastil dan Kota tua kerajaan di masa lampau yang letaknya ada di ujung timur. Jika hanya berkeliling saja, tak ada biaya tiket masuk namun jika anda harus masuk ke area museum seperti kastil maka anda perlu membayar 7€. 

Pada abad pertengahan sekitar abad 15 dan 16 Masehi, Raja Jerman yang sudah dinobatkan oleh Paus tinggal di istana ini. Namun sesungguhnya bangunan ini pertama kali sudah didirikan sejak tahun 1000, yang kemudian dikembangkan secara bertahap apalagi wilayah ini masuk dalam kekaisaran Romawi.

Setelah mencapai kejayaannya, namun kastil ini pun mengalami berbagai perbaikan agar tetap bertahan sebagai saksi sejarah. Bahkan kastil ini pun sempat ditata kembali yang memakan waktu hampir tiga puluh tahun. Akibat perang dunia kedua, kastil ini tak luput dari korban kehancuran. 

2. Frauenkirche Nuremberg 

Frauenkirche di malam hari.

Frauenkirche di siang hari.

Altar di dalam Gereja.

Ternyata tak hanya di Munich dan Dresden saja terdapat Frauenkirche, di Nuremberg pun ada. Fraeunkirche bukan diterjemahkan sebagai Gereja khusus perempuan, melainkan Gereja ini didekasikan sebagai penghormatan kepada Bunda Maria (Our Lady).

Bangunan bergaya gothic ini berada tepat di jantung kota Nuremberg. Letaknya ada di sekitar Hauptmarkt.

Datanglah menjelang Natal, saat di depan lapangan Gereja dijadikan Christkindlmarkt maka banyak orang datang untuk melihat bayi Yesus dalam palungan yang tersohor itu. Sebagian meyakini mereka yang berdoa kepadaNya dan berharap keturunan (anak), akan terkabul doanya. 

Gereja ini juga menjadi meeting point bagi wisatawan yang ingin melakukan sightseeing di Nuremberg. Hal menarik lainnya tepat jam 12 siang kala lonceng berbunyi yang biasanya kita melambungkan “doa malaikat Tuhan.” Di depan Gereja semua orang terdiam menyaksikan lonceng berbunyi, semua aktivitas berhenti sebentar, di atas Gereja Männleinlaufen, jam mekanik berputar seperti menari yang terlihat indah dari bawah. Ini seperti di Rathaus, Munich.

3. Gereja St. Sebald 

Tampak luar.

Tampak dalam.

Organ Gereja.

Dugaan saya ini relikui Santo Sebaldus yang memang pernah tinggal di Nuremberg abad 8M.

Papan informasi bagaimana Gereja ini juga mengalami perbaikan karena perang.

Gereja Katolik ini begitu megah terlihat dari kejauhan dengan dua menara kembarnya. Gereja ini didekasikan untuk seorang misionaris dan pertapa bernama Santo Sebaldus yang pernah hidup abad 8 Masehi. Gereja ini merupakan satu dari tiga Gereja tertua dan terpenting di Nuremberg yakni Frauenkirche dan Gereja St. Lorenz. 
Gereja ini juga pernah rusak karena kekejian perang dunia kedua. Butuh waktu lama untuk memulihkannya seperti sedia kala. Bangunan bercirikan Baroque ini sudah didirikan sejak tahun 1225.

3. Gereja Katolik St. Lorenz

Gereja ketiga yang menjadi bagian terpenting di Nuremberg adalah Gereja Katolik St. Lorenz. Letaknya berada di sekitar area bisnis dan pertokoan kota Nuremberg. Gereja ini didekasikan kepada Santo Laurensius, namun kini digunakan untuk ibadah umat Protestan. 

Gereja ini pun pernah mengalami kerusakan di masa perang. Bangunan bercirikan gothic ini selesai dibangun pada tahun 1400. 

4. Hauptmarkt 

Posisinya berada di depan Frauenkirche.

Ini semacam alun-alun kota dimana kita bisa menemukan pasar tradisional yakni penjualan makanan dan berbagai kebutuhan rumah tangga melalui kedai sederhana. Berbagai kuliner jajanan street foods bisa ditemukan di sini.

5. Schönen Brunnen 

Pompa air dengan kran berukir seorang anak kecil yang indah.

Schönen Brunnen adalah air mancur terindah yang sudah ada sejak abad 14. Sayangnya di musim dingin, tentu tak bisa disaksikan. 

Di malam hari saat sightseeing bersama tour guide diceritakan suatu legenda di sekitar air mancur tersebut. Ini juga bisa jadi pompa air yang terukir seorang anak kecil. Di sekitar pagar besi ini, ada sebuah ring berbentuk cincin berbalut warna emas, terbuat dari kuningan atau tembaga. Pada suatu masa pernah terjadi pembongkaran sehingga bisa jadi cincin itu hilang. “Cincin keinginan” yang melegenda itu sudah tak ada. Namun sebagian masih percaya bahwa “cincin keinginan” itu masih ada. Barangsiapa bisa menemukannya dan memutarkannya dengan menyebut keinginan maka harapannya terkabul.

Namun di sisi lain, sang tour guide bercerita bahwa jika seorang perempuan bisa memanjat dan menemukan “cincin” tersebut. Lalu menuju ke pusat air mancur, perempuan itu akan melihat dari lubang “cincin” itu keinginannya maka akan terkabul. Dari lubang “cincin” akan terlihat seorang anak yang terukir, maka beruntung bahwa perempuan tersebut segera mendapatkan keturunan (anak). Begitulah, ada berbagai versi bermunculan.

Hingga sekarang, masih banyak orang datang kemari dan mencari “cincin keinginan” tersebut. 

Ini belum selesai. Perjalanan masih dilanjutkan berikutnya. Semoga bermanfaat!

Nürnberg, Altstadt (1): Kota Tua yang Bersejarah

Kaiserburg atau The Imperial Castle in Nuremberg.

Keliling kota tua di malam hari tampaknya bukan ide yang baik. Gelap.

Museum Henkerhaus.

Nuremberg dalam istilah internasional atau Nürnberg dalam bahasa Jerman merupakan kota terbesar kedua di wilayah Bundesland Bavaria. Kota terbesar pertama tentunya adalah Munich. Di kota ini ternyata banyak juga penduduk Indonesia yang menetap, bahkan punya perkumpulan masyarakat Indonesia.

Bila anda membaca artikel saya sebelumnya tentang Christkindlmarkt atau pasar menjelang Natal di Jerman, Nuremberg menjadi perintis yang menggelar keramaian masyarakat Jerman menyambut Natal. Artikelnya ada di sini. Jika anda berkunjung ke Jerman menjelang Natal, sempatkanlah mampir ke sini! Karena Nuremberg memiliki pasar yang meriah, menarik bahkan terbesar di seluruh Jerman.

Kami berkesempatan mengunjungi kota bersejarah ini dan mendapatkan tour guide yang cukup informatif. Beliau sudah sepuh namun masih energik memandu kami semua sekitar sepuluh orang menyusuri kota tua. Dengan bahasa Jerman yang sempurna, kami mencermati tiap sudut kota tua ini.

Tour diakhiri dengan makan bersama menikmati makan malam di salah satu restoran ternama dengan masakan khas Fränken. Ya, mereka yang berada di Nuremburg menyebut segala tradisi, dialek dan makanan agak berbeda dengan Bayern. Padahal mereka masih dalam satu wilayah Bayern. Begitulah.

Kota Nuremberg disebutkan sudah ada sejak 800 Masehi. Terbayang bahwa kota ini sudah cukup tua dan lama. Menurut tour guide, kota ini setara dengan Verona, kota di Italia dalam hal usia. Sejarah juga mencatat bahwa Nuremberg juga menjadi bagian dari wilayah kekaisaran Romawi di masa lampau. Ini terlihat dari bentuk bangunan, gaya arsitektur dan kastil “The Imperial Castle” peninggalannya.

Tak hanya itu, Nuremberg juga menjadi saksi perang dunia kedua. Kota ini juga mengalami kehancuran dan kerusakan termasuk Gereja dan beberapa situs-situs bersejarah lainnya.

Karena kami melakukan sightseeing di malam hari plus cuaca yang begitu dingin, membuat kami tak nyaman menyimak penjelasan tour guide. Tak banyak gambar juga bisa diambil karena gelap. Akhirnya keesokan harinya, saya dan suami menyelusuri rute yang sama setelah sarapan pagi di hotel.

Sudut kota Nuremberg di malam hari.

Sightseeing bisa mengikuti paket wisata di sini.

Saran saya, 

  1. Sightseeing bisa dilakukan siang hari. Ada tur dengan bus yang bisa ditanyakan ke pihak hotel, tempat anda menginap. Atau anda bisa menemukan tim sightseeing di Hauptmarkt. Dengan harga sekitar 8€ per orang atau per keluarga 21€ anda bisa duduk manis di bus dan mendengarkan informasi dari multimedia yang tersedia.
  2. Jika datang di bulan Desember, anda bisa menikmati kemeriahan Christkindlmarkt terbesar di Jerman. Anda juga bisa melihat Christkindl yang fenomenal dan hanya bisa dikunjungi saat Desember di Gereja Frauenkirche.
  3. Sebaiknya pilih hotel di sekitar Altstadt atau kota tua. Anda dengan mudah berjalan kaki menyelusuri banyak tempat.
  4. Ada banyak tawaran makanan Asia di sini, termasuk restoran Indonesia juga loh!

Selanjutnya, akan dijelaskan obyek wisata yang dikunjungi. Nantikan cerita saya berikutnya! Semoga bermanfaat!