Goaßschnalzen, Tradisi Seni Cambuk Bukan Untuk Menyakiti, Penasaran?

Apakah anda bisa memperhatikan tradisi seni tersebut?

Siapa yang tak kenal cambuk? Cambuk menjadi salah satu pilihan hukuman tertua di dunia yang menurut saya sangat menyakitkan. Siapa pun akan menderita karena mengalami hukuman cambuk. Sakit karena sambitan cambuk memang tak terkalahkan. Itu sebab di Jerman sudah tak ada hukuman cambuk lagi bagi para pelaku kriminalitas. Tetapi cambuk masih ada sebagai tradisi, seni yang menghibur warga.

Dari kejauhan suara cambuk begitu bergema tetapi tidak ada orang yang dicambuk. Justru suara cambuk beradu dengan suara musik harmonika. Saya dan suami semakin mendekat dan penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi. Tampak sebagian orang menyaksikan pertunjukan seni tersebut. Beberapa orang mengabadikannya lewat telepon pintar mereka. Saya pun jadi ikut memotret aktraksi mereka.

Suara cambuk itu berirama mengikuti iringan musik yang menyertainya. Ada beberapa yang memainkannya dengan berpakaian kebesaran khas orang Bayern sambil membawa cambuk. Mereka menggerakkan cambuk mengikuti irama. Ini adalah pertunjukkan whipcracking, dalam istilah internasional sedangkan dalam bahasa Jerman pertunjukkan ini disebut Goaßlschnalzen.

Cambuk diayunkan menghasilkan irama, sementara ada orang yang memainkan musik harmonika?

Goaßlschnalzen bisa dikatakan hobi atau minat dimana sekelompok orang berkumpul bersama dan membentuk pertunjukkan. Ada pula yang mengatakan ini adalah tradisi seni yang pernah ada dari dulu, dengan tujuan menghibur. Selebihnya mengatakan Goaßlschnalzen adalah olahraga yang ada di masyarakat sekitar pegunungan Alpine seperti Jerman bagian selatan dan Austria. Tetapi rujukan lain juga mengatakan tradisi ini ada juga di Hungaria dan belahan bumi lain seperti Inggris misalnya.

Tetapi apa sebenarnya Goaßlschnalzen itu?

Goaß” dalam dialek Bavaria adalah cambuk dan “Schanalzen” mengacu pada suara keras yang muncul dari cambuk tersebut. Dahulu keterampilan Goaßlsnalzen dimiliki para penunggang kuda, seperti rodeo begitu sebagai petunjuk bahwa kereta kuda datang memasuki suatu desa. Cambuk ini sesungguhnya tidak benar-benar memukul kuda untuk berjalan, tetapi membentuk suara irama yang pecah sehingga menarik perhatian. Ini yang disebut seni menghibur. Keterampilan yang membutuhkan ketepatan irama dan kemampuan motorik ini dikenal menjadi latihan yang kompetitif.

Untuk Goaßlschanalzen yang kompetitif, konon ada kejuaraan seperti cabang olahraga di beberapa belahan dunia lainnya. Sementara di Bavaria, tradisi seni ini ditampilkan saat ada volkfest seperti yang saya tonton baru-baru ini di Bad Füssing. Di Bavaria sendiri tumbuh perkumpulan Goaßlsnalzen yang masih eksis sampai sekarang.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Keriaan Oktoberfest 2019 yang Telah Berlalu

Patung Theresienwiese yang menjadi sejarah keberadaan Oktoberfest.
Langit mendung, tak cerah.
Meski cuaca tak mendukung, pengunjung di luar aula juga padat.
Wahana ini paling menegangkan. Anda berani?

Tahun ini saya dan suami datang ke Oktoberfest di awal Oktober. Biasanya saya datang ke acara festival budaya tahunan tersebut setiap bulan September. Tahun ini acara volkfest terbesar di Bavaria tersebut diperpanjang hingga 6 Oktober 2019. Itu sebab kami memutuskan datang menjelang penutupan.

Pertama, kondisi cuaca sungguh tidak mendukung. Rupanya sepanjang hari hujan melanda wilayah Bavaria. Kami berangkat suhu mendekati 8 derajat celcius. Padahal sekarang ini masih musim gugur. Kami urung pakai transportasi umum. Dengan begitu tidak ada acara minum bir buat kami karena kami mengendarai kendaraan pribadi. Kami berencana menikmati musik dan wahana permainan.

Begitu tiba di lokasi, hujan tak berhenti meski suhunya dua sampai empat derajat celcius lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Saya mulai merasa kedinginan karena hujan terus mengguyur di luar prediksi. Ditambah saya memakai dirndl tanpa jaket. Lengkap sudah rasa tak nyaman dibalik keriaan volkfest yang biasanya kami hadiri. Tahun lalu kami begitu ceria dalam liputan saya di Oktoberfest 2018 ini.

Pengunjung ceria memenuhi wahana permainan.
Tiap booth di luar makanan didesain unik dan menarik.
Aula sudah penuh.
Schweinwurstl dan sauekraut.
Goulash suppe.

Kami segera parkir mobil, jaraknya tak begitu jauh dari lokasi. Biaya parkir sepanjang hari 20€. Kami pikir hujan akan berlalu, ternyata tidak. Kami segera merapat ke aula-aula yang menawarkan acara istimewa dan kuliner. Rupanya hujan gerimis membuat suasana aula menjadi lebih penuh. Pengunjung memadati aula sembari menghindari hujan di luar. Tanpa reservasi di aula, kemungkinan kecil untuk menikmati acara di aula.

Padat sekali pengunjung oktoberfest saat kami datang. Suara orang berbicara dalam bahasa bukan deutsch, menandakan pengunjung adalah turis mancanegara. Kami akhirnya hanya mendapat bangku di luar aula untuk memesan makan siang. Pemeriksaan di tiap aula begitu ketat. Demikian pula petugas jaga dan keamanan sigap dan lalu lalang menjaga kenyamanan pengunjung.

Langit mendung menggelayuti ibukota Bavaria. Namun begitu, semakin sore pengunjung semakin memenuhi acara Oktoberfest. Pengunjung membludak penuh tawa dan teriakan di tiap wahana permainan. Aula penuh bahkan ada yang sudah ditutup karena padatnya aula di dalam. Suara blaskapelle dan musik terdengar di masing-masing aula. Keriaan pengunjung di aula begitu terasa hingga pengunjung tanpa reservasi begitu sulit masuk.

Begitulah pengalaman Oktoberfest kami tahun ini yang telah berlalu.

Menikmati Kuliner di Oktoberfest 2018

Jungschweinsbraten mit Kruste.
Münchener Sauerbraten.
Blaukraut.
Makannya di sini.

Hari ini adalah hari penutupan Oktoberfest 2018 di München. Sebelumnya saya sudah bercerita bagaimana kemeriahan perayaan tahunan yang digelar di München tersebut. Festival ini bukan hanya tentang keriaan minum bir semata, namun ada juga sajian kuliner ala Bayerisch yang juga bisa dicoba.

Sajian berikut memang non halal. Namun anda bisa mencoba kuliner lainnya yang sesuai selera anda.

Ada banyak pilihan tempat untuk menyantap kuliner, mulai dari jajanan hingga makanan tradisional ala Bavaria. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti di tenda Agustiner Bräu. Sebelumnya kami pernah menikmati sajian mereka di Passau.

Kami datang di waktu makan siang. Tampak lautan orang memenuhi meja dan kursi yang disediakan sementara kami terus mencari tempat yang kosong. Datang di akhir pekan di Oktoberfest bukan ide yang tepat karena jumlah pengunjung lebih banyak. Hingga kami mencari ke pinggiran, kami berhasil mendapatkan tempat duduk setelah bertanya tempat lowong beberapa kali.

Di sini kita memang harus berbagi dengan orang lain. Kenal atau tidak maka kita perlu dengan ramah menerima jika masih ada tempat atau menolak jika kita merasa ada orang yang memerlukannya. Hilir mudik pengunjung, bunyi musik blasskapele dan sibuknya pramusaji melayani pengunjung.

Sajian kami seperti yang terlihat di atas. Dalam daftar menu yang tertera biasanya ada promo harian, namun tidak berlaku pada saat akhir pekan atau hari libur. Jika anda hanya ingin minum bir saja, diperbolehkan. Ada juga pramusaji yang menjajakan jajanan seperti roti bretzel dan sebagainya. Tak hanya itu, berbagai sovenir menarik ala Oktoberfest pun hilir mudik berjalan di sekitar pengunjung.

Rupanya mendapatkan menu pesanan tak semudah yang diharapkan. Kami harus menunggu lama sekitar satu jam lebih. Pramusaji meminta maaf atas keterlambatan pelayanan. Ya, kami datang di jam makan siang dengan banyaknya pengunjung memenuhi tenda biergarten.

Bir yang tersedia untuk ukuran satu liter. Siapkan tip untuk pramusaji yang sudah mengantarkan pesanan anda! Itu adalah budaya di sini.

Selamat berjumpa lagi di Oktoberfest tahun depan!

Oktoberfest 2018: Ini Dia yang Perlu Diketahui

Siapa bilang acara Oktoberfest hanya untuk pecinta bir? Acara tahunan yang digelar di ibukota Bavaria, München atau Munich ini selalu mendapatkan sambutan hangat baik orang Jerman langsung maupun mereka dari berbagai negara lain. Acara Oktoberfest bukan serta merta menjadi keriaan minum bir semata, tetapi ada banyak hiburan untuk keluarga.

Penasaran ‘kan acaranya seperti apa? Tahun 2018 Oktoberfest tetap digelar di Theresienwiese seperti biasanya. Acara berlangsung sejak tanggal 22 September hingga 7 Oktober 2018. Jika kita datang di akhir pekan, ada ribuan orang memenuhi tenda-tenda biergarten. Belum lagi antrian wahana permainan yang mengular dan menunggu giliran. Selain itu, acara meriah ini semakin malam semakin seru.

Acara yang digelar sejak tahun 1810 ini sudah menyedot atensi masyarakat dunia. Bukan hanya citarasa birnya yang tentu saja enak namun juga kemeriahan budaya, nuansa dan panggung hiburan bagi masyarakat Bavaria. Tiap tahun selalu ada atraksi yang menarik yang ditawarkan ke pengunjung. Tak heran akomodasi di kisaran kota München sulit didapat saat Oktoberfest.

Berikut poin pengalaman yang perlu diketahui

1. Pakaian

Tidak ada larangan untuk tampil sempurna saat pergi ke Oktoberfest. Namun pastikan anda nyaman berjalan dan bergerak. Juga terkadang hujan dan udara dingin pada musim ini maka anda perlu mengantisipasinya dengan pakaian yang melindungi. Namun bukan hanya itu melainkan pakaian tradisional bagi pria dan wanita khas Bavaria.

Jika anda datang, kebanyakan pengunjung mengenakan pakaian khas bagi pria dan wanitanya. Tradisi ini tetap dipelihara di Bavaria jika ada acara festival seperti Oktoberfest atau acara budaya lainnya. Mereka bangga bisa mengenakannya. Bahkan para perempuan berhias diri agar tampil cantik dengan dirndl yang mereka punya.

Dahulu bahan material drindl memang istimewa sehingga harganya pun lebih mahal dibandingkan pakaian umumnya. Namun kini saya bisa mendapati pedagang dan toko pakaian menjualnya dengan harga terjangkau sekitar 50€.

2. Tas jinjing

Kebanyakan pria Bavaria yang datang ke festival memang tidak membawa tas. Cukup dompet saja. Sedangkan para perempuannya cukup tas kecil yang senada dengan model dirndl. Ini juga yang perlu diperhatikan saat acara festival seperti ini. Petugas akan mengontrol bahkan meminta kita menitipkan tas besar di loket yang ditunjuk. Ya, di sini ada loket penitipan tas. Petugas pintu masuk akan memeriksa tas sekecil apa pun yang dibawa. Jika ada barang yang berpotensi menimbulkan ledakan, akan ditahan.

Petugas pintu masuk tiap tenda bir juga akan memeriksa tas anda. Ketatnya penjagaan untuk menjaga kenyaman dan keamanan bersama. Pernah memang kejadian yang tidak diharapkan terjadi saat Oktoberfest. Sejak itu panitia mengantisipasi bawaan pengunjung.

3. Transportasi

Theresienwiese mudah dijangkau dari Haupbahnhof München, berjalan kaki selama 10-15 menit. Ikuti petunjuk arah yang dipasang di jalan-jalan. Jika malas berjalan kaki, kini tersedia moda ojek sepeda, semacam becak. Saya sih tidak mencobanya, hanya saja perkiraan harganya kira-kira 10-15€.

4. Bir

Bagi pecinta bir, rasa bir di Oktoberfest memang lebih enak dan mantap. Dengar-dengar sih untuk festival semacam ini para penyuplai bir memang punya resep istimewa yang membuat rasanya memang berbeda, lebih enak. Acara ini pun diikuti hanya oleh bir lokal di München. Kata penduduk München, bir mereka sudah enak dan tak perlu mendatangkan bir lain.

Untuk menikmati bir tersedia berbagai biergarten dengan hiburan musik. Mulai dari tradisional seperti blaskapelle hingga musik moderen. Semuanya membuat pengunjung bergoyang menikmati suasana. Silahkan pesan bir dengan ukuran satu liter per gelas! Anda tidak bisa memesan kurang dari satu liter. Harga bir tahun ini 11,50€, tetapi ingat pastikan memberi tip saat memesan makanan dan minuman di biergarten. Itu sudah jadi kebiasaan.

Tak hanya bir, di tiap biergarten tersedia makanan khas Bavaria. Silahkan pesan pada pramusaji yang mengenakan pakaian tradisional dan bertanda khusus. Jadi kapan lagi bisa merasakan sensasi orang Bavaria selain di biergarten, di Oktoberfest.

Petugas pintu masuk akan mengecek bawaan pengunjung. Sebaiknya anda meninggalkan minuman atau makanan yang dibawa atau dibeli dari luar. Di biergarten pengunjung sebagai raja, anda tinggal pesan di tempat.

5. Wahana permainan

Aneka permainan bisa anda temukan, mulai untuk anak-anak hingga orang dewasa. Permainan yang menegangkan atau menghibur. Semuanya lengkap. Permainan yang menguji nyali anda meliuk-liuk seperti olympialooping dengan lima lengkungan.

6. Aneka kuliner dan jajanan khas Bavaria

Tak lengkap festival tanpa jajanan menarik yang perlu dicicipi. Mulai dari yang manis hingga gurih. Semuanya tergantung selera anda. Segala jajanan ini juga tidak membuat kantong bolong.

Oh ya, tak perlu khawatir untuk menggunakan toilet. Di München biasanya kita dikenakan biaya untuk penggunaan toilet umum. Di Oktoberfest toilet disediakan secara gratis. Di tiap biergarten pun tersedia toilet yang bersih. Ingat, jika anda suka dengan kebersihan para penjaga toilet, anda bisa berikan tip juga.

Bagaimana menurut anda?

Weißwurst, Sosis Putih Makanan Khas Bavaria

Weißwurst dimasak sendiri di rumah bersama roti pretzel.

Roti pretzel.

Satu kali teman baik kami mengundang makan di salah satu restoran terbaik di Munich. Kami janji bertemu di Hauptbahnhof  Munich jam 9 pagi pada hari Sabtu, dimana kebanyakan saya dan suami bangun lebih siang karena tak ada aktivitas pekerjaan saat wiken. Alhasil kami bisa bertemu tepat waktu, sesuai janji karena tak baik bilamana kita datang terlambat di Jerman. Kami pun sama-sama menuju ke restoran untuk ngobrol, temu kangen dan makan sesuatu karena kami semua melewatkan sarapan pagi. 

Jika datang ke restoran khas Jerman memang tak ada pilihan menu makanan lain selain makanan tradisional. Makanan apa yang paling cocok disajikan di antara jeda sarapan pagi dan makan siang? Jawabannya weißwurst atau sosis putih. Saya ikut saja pilihan suami dan temannya namun saya yang belum pernah makan sosis ini. Saya sudah membayangkan pasti sosis berwarna putih. Karena ‘weiß‘ jika diterjemahkan adalah ‘putih.’

Selang lima menit memesan makanan, pramusaji datang membawakan semacam mangkok besar berbahan porselen berisi weißwurst. Lalu pramusaji menyiapkan pretzel, roti yang khas yang biasa ditemukan di Bavaria. Suami dan temannya meminum bir gandum, katanya cocok untuk menemani makan weißwurst. Saya kedapatan minum air putih bersoda. 

Ini pertama kali saya makan weißwurst sehingga saya perlu melihat bagaimana mereka mulai memakannya. Pertama-tama ambil sosis yang sudah dipanaskan tadi dari mangkok. Tiriskan airnya karena kita tidak memerlukan airnya. Lalu kupas kulit sosis dengan memotong ujung sosis yang terkelupas sedikit sehingga kemudian kita bisa merobek keseluruhan kulit sosis dengan mudah. 

Karena dimakan di rumah, boleh saya menggunakan tangan. Namun anda perlu belajar agar tetap menggunakan garpu dan pisau jika makan di restoran atau area publik.

Tampilannya jika sudah dibuka seperti ini.

Ini cocolannya, semacam mustard manis. Menurut saya seperti sambal kacang ya ‘kan?

Ini seperti perlu teknik khusus karena anda hanya perlu garpu dan pisau saja. Jika di rumah, mungkin anda bisa merobek kulit sosis dengan tangan langsung, tetapi di area publik seperti restoran maka gunakan peralatan makan anda. Rupanya saya berhasil mengupas kulit sosis dengan baik. Kata teman suami “Jetzt bist Du Bayerisch” kepada saya. Maksudnya, sekarang saya sudah menjadi penduduk Bavaria.


Weißwurst adalah makanan tradisional khas Bavaria, Jerman bagian selatan. Karena tidak ada pengawet di dalam sosis, banyak orang berpendapat sosis ini sebaiknya disajikan sebelum lonceng Gereja dibunyikan. Itu artinya dimakan sebelum makan siang dimana lonceng Gereja selalu dibunyikan saat jam 12 siang. Namun di masa kini yang penuh kemajuan teknologi seperti lemari pendingin yang baik maka weißwurst juga bisa disajikan saat malam hari setelah disimpan dulu di lemari pendingin. 

Mungkin anda bertanya mengapa sosis tersebut berwarna putih? Pertanyaan ini pun saya tanyakan kepada teman-teman saya orang Bayerisch. Sebenarnya semua sosis berasal dari daging yang berwarna merah. Lalu jika sosis itu berwarna putih karena sosis ini hanya menggunakan campuran garam meja saja sehingga daging yang semula merah jika dimasak berubah menjadi putih keabu-abuan. Garam meja tidak mengubah warna sosis. Setelah mengetahuai pembuatannya, itu sebab weißwurst harus dimakan sebelum makan siang. Begitulah sesuai kebiasaan masyarakat Bavaria jaman dulu kala ketika belum ada lemari pendingin. 

Jika anda datang saat festival semacam Oktoberfest, maka makanan weißwurst  biasa disajikan. Makannya dengan roti Pretzel lalu sosis dipotong kecil-kecil dan diberi sedikit cocolan mustard manis. Tadinya saya pikir mustard manis itu seperti sambal kacang loh karena mirip sekali. Bedanya mustard manis ini tidak pedas dan memang lebih manis. 

Begitulah informasi seputar makanan tradisional khas Bayerisch. Semoga bermanfaat! 🍻