CERPEN (22): Kebijaksanaan Cinta

Ketika aku masih remaja, saat mengenal cinta pertama kali, pria idaman bagiku adalah dia yang pandai di sekolah. Sayangnya, aku tidak mendapatkannya. Mungkin karena aku juga tidak terlalu pintar. Beranjak dewasa muda, ketika aku memasuki dunia perkuliahan, pria idamanku pun berubah. Dia adalah pria yang rupawan. Sayangnya, aku juga tidak mendapatkannya. Mungkin karena aku juga … Continue reading CERPEN (22): Kebijaksanaan Cinta