Makanan Khas Yunani (11): Sykoti, Bagian Hati Sapi atau Kambing yang Dibakar dengan Bumbu Mediterania

Jika di Indonesia, kita biasa mengenal ‘jeroan’ bagian dalam dari daging, tentu ini berbeda bila ada budaya dimana ‘jeroan’ itu tidak dimakan. Tak hanya budaya, ada juga orang yang cenderung tak suka makan bagian ‘jeroan’ seperti bagian hati, ampela, usus dan sebagainya. Namun begitu, banyak juga orang yang menikmati makan ‘jeroan’ karena bisa saja menjadi masakan yang luar biasa enak.

Suatu saat saya bercerita dengan teman beda bangsa soal kuliner. Saya bercerita soal soto yang mungkin bisa dimasukkan jadi istilah ‘soup’ saat saya menjelaskan. Lalu saya bercerita apa saja yang menjadi isian soto, termasuk isian soto adalah ‘jeroan’ yang dimasukkan di dalamnya seperti soto kambing atau soto betawi. Rupanya respon teman berbeda bangsa ini berbeda-beda. Ada yang terkejut dan ingin mencoba rasa soto tersebut, ada yang sudah terbiasa makan ‘jeroan’ dan ada teman lain yang ternyata sama sekali tak tertarik makan ‘jeroan’.

Ada berbagai alasan orang tidak menyukai makan ‘jeroan’ seperti bagian hati (liver) daging sapi misalnya. Alasan kuliner yang tidak pernah menjadi kebiasaan untuk menikmati bagian ‘jeroan’ daging. Ada juga alasan pribadi yang memang tidak pernah menyukai makan ‘jeroan’ seperti makan bagian hati. Perdebatan ini akhirnya memunculkan ide untuk mencoba masakan hati sapi bakar ala mediterania dan sekitarnya.

Menurut teman asal Eropa Timur yang pernah menikmati masakan di restoran Yunani, ada masakan bernama kokoretsi yang mencampurkan berbagai ‘jeroan’ kambing menjadi makanan terenak. Saya yang mendengarnya pun penasaran. Kemudian saya menyambangi restoran khas Yunani dan mediterania untuk mencoba apa yang disampaikan kenalan saya tersebut.

Begitu tiba, saya hanya mendapatkan daftar makanan yakni hati sapi panggang yang diberi bumbu rempah-rempah mediterania. Seperti yang anda lihat, saya sudah pernah memesan sebelumnya. Tetapi saya selalu merasa makanan ini lezat dan enak.

Karena menu ini enak, saya bertanya pada pramusaji yang menyediakan pesanan saya. Nama masakan ini dalam bahasa Jerman disebut Leber yang diterjemahkan menjadi hati. Lalu apa terjemahan hati dalam bahasa Yunani? Dia pun menjawab sykoti. Dan sykoti yang diberi bumbu mediterania itu selalu enak di lidah. Percayalah!

Apakah anda juga suka makan ‘jeroan’ seperti hati bakar misalnya?

Advertisements

Kreasi Sendiri (24): Variasi Panggang Sayur, Ikan, Udang Hingga Sosis

Kreasi panggang sayur dan sosis.

Musim panas hampir saja berakhir di Eropa. Sepanjang musim saya beberapa kali memanggang makanan bersama keluarga di hari Minggu. Di saat cuaca cerah, kami duduk untuk memanggang makanan yang menjadi percobaan saya. Ada sayur, ikan, udang bahkan sosis untuk diujicobakan rasa mana yang lebih enak jika dipanggang.

Seperti yang saya ceritakan alat panggang yang dibeli di sini, minim asap. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu kenyamanan tetangga sekitar.

Untuk sayur yang dipanggang, saya pilih bumbunya yakni garam, sedikit merica, daun rosemary, sedikit daun basilikum dan sedikit olive oil. Ternyata ini cukup enak. Apalagi jika sayur dipanggang bersama sosis. Jenis sayurannya bisa timun jepang, irisan bawang bombay, jamur kancing dan paprika.

Kreasi sayur panggang dengan herb butter bersama udang panggang.

Namun terkadang, saya memanggang sayur hanya berupa irisan wortel, jagung manis dan kacang polong dengan bumbu butter yang berbumbu, yang disebut juga herb butter. Ini bisa jadi pilihan

Untuk sosis, pilih yang sesuai selera anda. Kali ini saya pakai sosis yang didalamnya ada keju. Jadi ketika dipanggang, ada keju yang melted. Rasanya yummy!

Selain sayuran dipanggang, kreasi lain yakni udang. Setelah udang dibersihkan dan dibuangnya cangkang dan ekornya, tusuk dalam satu bilah bambu. Bumbunya hanya garam sedikit saja. Agar sedikit berminyak, saya tambahkan sedikit minyak zaitun. Atau anda juga bisa mengoleskan mentega saja.

Fillet ikan salmon dan ikan dori panggang.

Lanjut, makanan panggang adalah ikan. Ketimbang ikan panggang yang saya lakukan di sini, saya lebih memilih ikan bakar seperti yang biasa saya makan di Indonesia. Ikan panggang di sini adalah daging ikan tanpa duri. Ikan panggang yang saya gunakan seperti tampak foto adalah ikan salmon dan ikan dori.

Untuk bumbu panggang ikan, saya cukup oleskan herb butter. Rasanya? Silahkan anda bayangkan!

Dari pengalaman kreasi diatas, semoga menginspirasi anda memanggang di rumah.

Selamat mencoba!

4 Sate Berikut Bisa Jadi Inspirasi Masak

Musim panas memang banyak dimanfaatkan untuk membuat barbeque bersama keluarga dan kerabat. Hal menarik di sini, barbeque dibuat dengan meminimalisir asap sehingga membuat nyaman lingkungan sekitar. Itu semua tercipta berkat kecanggihan alat pemanggangan yang beranekaragam dijual di toko perabotan rumah tangga.

Berikut saya bagikan empat kreasi sate yang barangkali anda minati. Pasalnya empat kreasi sate ini berasal dari empat negara berbeda yang tentunya diracik dengan bumbu yang berbeda pula.

Penasaran ‘kan?

1. Sate ala Yunani

Masakan berikut dikenal dengan nama souvlaki, seperti yang pernah saya bahas di link ini sebelumnya. Masakan ini tentu saya pesan di restoran khas Yunani. Ini adalah dua potong sate yang ditancapkan di bilah besi. Tentu daging tanpa lemak yang membuat sate lebih empuk dan enak untuk disantap. Ada bumbu khas mediterania di sini seperti rempah-rempah yang tak mudah saya tebak.

Untuk menikmatinya, ada nasi paprika khas Yunani. Tak lupa saus tzatziki yang menjadi kebanggaan masakan Yunani. Anda pasti tergoda untuk mencicipi masakan yang dipanggang dengan bumbu khas mediterania ini.

2. Sate ala Jerman

Sate kedua yang saya dapatkan adalah sate ayam. Awalnya saya takjub mendapati sate ayam dengan nasi di kantin kampus. Biasanya sate dimakan dengan kentang, tetapi ini dengan nasi. Rupanya kantin kampus menyuguhkan aneka kuliner dari berbagai bangsa sehingga tidak membosankan para mahasiswa yang jadi pelanggannya tiap hari.

Sate ditusuk dengan bilah bambu seperti di Indonesia. Sate terdiri atas potongan daging ayam dan beberapa potong paprika. Sepertinya sate ini tidak melalui pembakaran, tetapi dipanggang agar matang. Setelah matang, sate disiram dengan kuah pedas rasa tomat. Ada rasa asam dan segar dengan menikmati sate ini.

3. Sate ala India

Masakan sate terakhir berasal dari India. Sate ini terdiri dari aneka potong daging yang dikehendaki dan diberi bumbu khas India tentunya. Untuk menikmatinya, ada nasi kari dan aneka sayuran yang juga ikut dipanggang. Menu yang dipesan di restoran India ini yang memang dipanggang untuk daging dan sayurannya.

Porsi sate ini memang untuk dua orang. Itu sebab ada dua nasi kari dan banyaknya potongan daging. Agar lebih enak, disantap dengan perasan jeruk lemon dan irisan bawang merah. Rasanya enak!

4. Sate ala Jepang

Sate terakhir yang diulas adalah yakitori yang mungkin pernah anda dengar atau jumpai di restoran Jepang. Sate ini diberi saus teriyaki khas masakan Jepang umumnya. Sate ini terdiri atas potongan daging yang kecil-kecil yang diselipkan di bilah bambu. Rasanya cukup enak, ditaburi dengan biji wijen.

Jadi, sate mana yang akan coba?

Panggang Hati Sapi dengan Kentang Pedas, Enaknya: Makanan Khas Yunani (9)

Dua potong hati sapi yang dipanggang ditutupi irisan bawang.

Jika anda suka makan sesuatu yang dipanggang, rasanya anda perlu berkunjung ke restoran Yunani. Masakan utama yang ditawarkan umumnya memang recommended jika soal panggang daging. Tak heran memang begitu faktanya kuliner khas Yunani itu berurusan soal barbeque dan panggang. Daripada repot memanggang di rumah, datang ke restoran Yunani menjadi pilihan praktis.

Pilihan suami, sate dan nasi pedas.

Adalah suatu restoran khas Yunani yang berada di lokasi pusat wisata menawarkan aneka menu sajian utama. Saya dan suami pun tak ketinggalan memilih menu panggang yang menjadi istimewa pilihan restoran. Setelah kami memesan, kami dapat ouzo, semacam schnaps minuman khas Yunani. Rupanya tiap restoran Yunani punya tradisi masing-masing. Ada yang menyajikan ouzo di awal saat memesan, namun ada pula yang menawarkan ouzo di akhir setelah membayar pesanan.

Selang tak lama, muncul pesanan saya yakni dua potong hati sapi yang benar-benar lembut dan enak. Meski dipanggang, tetapi ini tidak berbau amis. Rasa khas bumbu mediterania dapat saya rasakan dalam tiap potong hati sapi. Ditambah acar bawang bombay yang menguatkan rasa daging panggang. Enak sempurna manakala anda menyantapnya dengan kentang pedas yang juga dipanggang sedikit setelah anda merebusnya dengan baik.

Salad.

Oh ya setelah makanan kami tiba, kami juga mendapatkan salad khas mediterania. Rasa aneka sayuran segar menjadi satu manakala ada saus tzatziki di dalam salad. Salad kuliner Yunani memang punya citra rasa yang berbeda dari kebanyakan salad yang saya coba.

Untuk pesanan suami, ini seperti sate khas Yunani. Potongan daging ditusuk dalam bilah besi panjang. Satu porsi hanya satu tusuk saja, berbeda jika anda memesan sate khas nusantara. Sate ini seperti pesanan saya di restoran Yunani sebelumnya. Dimana sate terdiri atas potong daging tanpa lemak yang benar-benar tampak terlihat guratan panggang besi panas. Sate khas Yunani pernah saya ulas juga di sini.

Apakah anda tergoda menikmati masakan panggang khas Yunani?

Grilled Calamari, Cumi Panggang yang Kenyal Enak: Kreasi Sendiri (22)

Hari Senin kemarin menjadi hari libur di sini. Mengingat cuaca cerah, kami pun membuat acara di teras rumah dengan barbeque keluarga. Biasanya kami barbeque daging, namun kali ini saya memilih menu berbeda.

Beberapa waktu lalu, saya penasaran untuk mencoba cumi panggang. Saya baru saja membeli cumi besar di supermarket mengingat harganya yang sedang ada potongan. Saya bingung mengemasnya. Segera saya contek resep masakan ala Italia. Siapa tahu anda berminat mencobanya di rumah.

Bahan yang diperlukan

  1. 500 gram cumi
  2. 2 sendok makan Minyak Zaitun Extra Virgin Bertolli
  3. 2 bawang merah.
  4. 2 siung bawang putih.
  5. Garam dan merica
  6. lemon

Cara membuatnya

LANGKAH 1: Bersihkan cumi-cumi dan lepaskan tentakel, kepala dan tulang belakang. Buang semuanya kecuali tentakel

LANGKAH 2: Bilas isi cumi untuk menghilangkan pasir dan tiriskan dengan baik.

LANGKAH 3: Haluskan bawang putih, bawang merah dan garam juga merica. Tambahkan juga minyak zaitun. Balurkan pada sisi cumi bersamaan.

LANGKAH 4: Kencangkan rongga cumi dengan tusuk gigi. Kemudian tinggalkan di lemari es sampai siap untuk memasak agar bumbu meresap.

LANGKAH 5: Panaskan oven sebelum dipanggang. Masukkan cumi berbumbu dengan panas 150 derajat celcius sampai berwarna kecokelatan. Untuk cumi tidak memerlukan waktu lama untuk dipanggang. Anda juga bisa menggorengnya di wajan dengan sedikit minyak. Masak selama 5 menit dengan api kecil pada dua sisinya.

LANGKAH 6: Beri perasan lemon segar.

LANGKAH 7: Anda bisa sajikan dengan sayuran yang sedikit dipanggang dan kentang goreng.

Selamat mencoba!

Grilled Calamari Lemon Sauce, Cumi-Cumi Panggang: Makanan Khas Jerman (40)

Mengunjungi objek wisata di Austria sebagaimana cerita saya. Saya mendapati kuliner yang menarik untuk dicoba. Meski kunjungan obyek wisata saya ini bukan laut, namun nyatanya makanan laut menjadi pilihan menarik sambil menikmati suasana danau.

Mencicipi kuliner laut memang tak pernah habis. Sembari menikmati suasana danau yang indah dan berjemur di teras restoran maka pilihan menu selanjutnya adalah calamari, cumi-cumi dalam bahasa Jerman. Awalnya saya berpikir makan cumi-cumi saus padang dengan nasi panas. Itu sudah membuat pikiran saya melayang ke Jakarta.

Cumi-cumi saus lemon begitu nama menu yang tersedia. Makan dengan roti. Meski di awal saya ingin makan cumi-cumi dengan nasi, namun apa daya makanan ini memamg tidak cocok disajikan dengan nasi. Dua buah roti baguette yang dipanggang dengan bawang putih, daun peterselli dan olive oil sepertinya menjadi side-dishes.

Memang diperlukan teknik khusus untuk mengolah cumi-cumi. Pasalnya jika tak pandai atau terlalu lama memasaknya maka cumi-cumi menjadi liat dan tak sedap dinikmati. Namun cumi-cumi yang saya nikmati tentu saja diolah dengan baik. Tekstur dagingnya lembut. Si koki berhasil memanggangnya dengan baik.

Sepertinya saus lemon bercampur dengan minyak zaitun sudah cukup memberi rasa pada makanan ini. Sebagai sentuhan akhir, cumi-cumi panggang ditaburi daun peterselli cincang.

Bagaimana menurut anda?

Fusilli Salmon Saus Pesto Roso: Kreasi Sendiri (2)

Through post I would share my own created recipe according to the ingredients in my refrigerator. I called this “Fusilli Salmon Pesto Roso Sauce” which is seasoning pesto roso sauce to be blended inside pasta. Whether true or wrong, I thought baked salmon could be completely make perfect flavour for my lunch. 

Enjoy your lunch today! Make your own day with your created food!

***
Saya belum pergi berbelanja namun perut saya sudah berontak, tanda sudah lapar. Bergegas melihat isi kulkas untuk segera membuat resep sendiri. Entah sesuai atau tidak, bagi saya makan pasta dengan saus pesto roso mungkin cocok dengan baked salmon. 

Jika anda suka dengan apa yang saya tulis dalam resep ini, silahkan anda mencoba sendiri di rumah. Pastinya ciptakan hari anda dengan resep buatan yang menggoda anda!

Bahan yang diperlukan: 

  1. 100 gram pasta fusilli.
  2. 3 sendok makan saus pesto roso.
  3. 1 bawang bombay yang dicincang halus.
  4. 2 buah fillet salmon.
  5. Lemon.
  6. Garam dan merica bubuk.
  7. Minyak zaitun.
  8. Air.

Cara memasak: 

  1. Keluarkan salmon dari mesin pembeku. Letakkan di atas kertas roti sebagai pelapis loyang. Taburi dengan garam dan merica kedua sisinya. Perciki sedikit demi sedikit kedua sisi dengan minyak zaitun.
  2. Panggang salmon dalam oven dengan suhu 175 celcius selama 20-30 menit sampai berwarna kecoklatan. 
  3. Masak air hingga mendidih. Beri sedikit garam. Masukkan pasta bila sudah mendidih. Masak hingga 10-12 menit. Setelah selesai, tiriskan airnya.
  4. Panaskan wajan. Masukkan minyak zaitun sedikit. Tumis bawang bombay cincang hingga harum.
  5. Masukkan pasta pesto roso ke dalam wajan. Masukkan pasta dan campurkan ke dalam. Masak hingga beberapa saat.
  6. Sajikan pasta bersama salmon panggang yang sudah selesai. 
  7. Untuk menikmati salmon panggang bisa diperciki dengan perasan lemon. Anda bisa hias sesuai selera.

Demikian hasil percobaan saya. Menurut saya, rasanya enak dan nikmat. Di Indonesia, anda bisa mencoba dengan salmon yang digoreng dengan minyak sedikit di atas wajan panas yang anti lengket. Pastikan salmon tidak berair/kering dan sudah diberi garam serta merica. Ini siasat bila tidak ada oven pemanggang. 

Semoga bermanfaat!

Grillteller dan Gegrilltes Hähnchenfilet: Makanan Khas Jerman (23)

This post aimed to introduce local cuisines which served by Mömax restaurant. Due to good taste and affordable price, I like stopping by. Herewith I spoke about “Mömax grillteller”, a kind of mixed grill and combined with rice and french fries. The other one told about grilled chicken fillet. Happy Sunday! 

***
Dua makanan berikut yang diperkenalkan dalam pos kali ini adalah dua kuliner yang saya dapatkan di restoran Mömax yang pernah saya tuliskan juga di sini

Kebetulan saya dan suami sedang mencari kebutuhan perlengkapan rumah tangga yang memang dijual di Mömax. Lalu melewati jam makan siang, kami pun mampir untuk menikmati sajian istimewa di restoran yang terletak di lantai 1.

Mömax grillteller.

Makanan pertama adalah mömax grillteller yang saya pesan. Siapa sangka makanan ini sungguh mengenyangkan dan porsinya cukup besar buat saya. Bayangkan ada nasi dan ada pula kentang goreng. Agar terlihat cantik, nasi dicampur dengan aneka sayuran. Ya, seperti nasi goreng namun tanpa rasa. 

Semakin kenyang ditambah sosis goreng dan dua fillet daging ayam yang dipanggang. Untuk menikmatinya, fillet daging ayam diberi rasa butter khusus dengan sebutan kräuterbutter. Menggoda ‘kan?

Dan satu lagi grillteller ini melengkapinya dengan Ćhevapčići, yakni kuliner khas Balkan yang berasal dari daging panggang menyerupai sosis. Artikel lain soal kuliner Balkan bisa dilihat di sini. Bagi saya, grillteller ini cukup mengenyangkan. 

Gegrilltes Hänchenfillet

Makanan selanjutnya adalah pesanan suami saya, yaitu gegrilltes Hänchenfillet. Bagian fillet yang diambil adalah dada ayam. Kemudian dipanggang tak kurang dari 10 menit setelah dibumbui terlebih dulu. 

Setelah itu, panaskan wajan dan masukkan jamur. Tumis seperti biasa kemudian tambahkan krim sebagai pelengkap. Masukkan hänchenfillet dan masak beberapa saat. Siap dihidangkan!

Soal rasa, sepertinya suami saya menikmatinya dengan baik. Menurut anda, mana yang akan dipilih untuk dinikmati pesanan saya atau suami?

Finnischer Lachsgrill, Ikan Salmon yang Dipanggang: Makanan Khas Jerman (22)

Finischer Lachsgrill, dengan roti baguette.

Pembeli pun bisa menyaksikan proses pemanggangan ikan dengan baik.

Siapa suka makan ikan? Berikut ini saya berbagi tentang makanan enak dari ikan khas orang Jerman. Saya mendapatkannya di pasar menjelang Natal, Christkindlmarkt di suatu kota di Bavaria. Saya tertarik untuk mencobanya dikarenakan begitu tinggi minat orang untuk datang dan menikmati santapan yang terbuat dari ikan itu. Semakin menarik lagi, saya dan pengunjung yang membeli dapat menyaksikan bagaimana pemanggangan ikan tersebut di atas bara api. Menarik ya!

Saya melihat pramusaji yang melayani begitu sibuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikan yang dipilih adalah salmon. Tentu sebagaimana kita ketahui, ikan salmon kaya akan nutrisi. Ikan salmon yang dipanggang baik akan menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Karyawan yang bertugas memanggang ikan tampak memperhatikan proses pemanggangan agar sempurna.

Karyawan lain tampak meracik pesanan. Dia memegang roti baguette dan menyisipkan cacahan fillet salmon yang terpanggang di tengah roti.

Lachs atau salmon yang sudah matang sebagai makanan dingin di Jerman biasa disajikan. Ini berupa fillet salmon dan aromanya sangat khas menurut saya. Setiap minggu saya memang harus menyempatkan makan ikan, termasuk lachs yang begitu mudah dijumpai di supermarket di Jerman.

Kembali ke soal dagangan di Christkindlmarkt, saya perhatikan ada dua pilihan untuk menikmatinya. Pilihan pertama dengan menggunakan kentang rebus yang kecil yang diletakkan di piring lebar. Di sisi sebelah kentang disajikan potongan lachs yang sudah matang dengan cara dicacah. Kemudian pramusaji menaburi di atas, mayonaise. Anda tahu bagaimana rasanya? Ini enak sekali!

Karena memperhatikan banyak orang di sekitar menyantapnya, saya pun ikut membeli namun dengan pilihan kedua. Kebetulan perut saya masih kenyang sehingga saya ambil porsi kecil dengan harga yang lebih murah juga tentunya. Pilihan kedua adalah, roti baguette yang dibelah di tengah kemudian disisipi cacahan daging lachs. Terakhir, pramusaji menambahkan mayonaise sebagai pelengkap rasa. Lezatnya!

Sepertinya si pemanggang paham benar mengolah ikan salmon sehingga rasanya itu pas. Ketika saya menyantapnya, ini semacam de javu bahwa saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah saya cek foto-foto traveling di Penang, Malaysia maka saya menemukan makan siang saya berupa kentang rebus dan ikan salmon cacahan yang ditaburi mayonaise. Saya memesan makanan ini di salah satu hotel di Penang, Malaysia. Rasa dan sajiannya pun sama.

Santapan yang saya pesan di hotel di Malaysia, lachs dan kentang rebus dan disiram mayonaise.


Ada yang klaim lachs berasal dari Mediterania, namun saya pun bisa menemukan makanan serupa di Asia. Lalu saat saya bertemu teman dari Kazhastan, dia juga bercerita suka makan lachs dengan kentang rebus. Hmm, bisa dikatakan lachs biasa disajikan dan disantap oleh siapa saja penyuka ikan. 

Bagaimana menurut anda?