5 Alasan Perlu Menggunakan Parfum

Apakah anda suka menggunakan parfum setiap hari? Atau anda lebih memilih menggunakan parfum hanya untuk acara khusus tertentu saja? Atau anda suka memberikan hadiah parfum kepada orang terdekat? Nah pertanyaan terakhir, bisa disimak dalam link bahwa mitos atau fakta tidak memberikan parfum kepada orang terdekat.

Kali ini saya berbicara soal parfum, semacam wewangian untuk tubuh yang punya konsetrat lebih tinggi ketimbang wewangian lain. Wewangian lain misalnya eau de parfum, eau de toillette, eau de cologne dan aneka macam wewangian lain untuk tubuh. Sekali semprot parfum ke bagian tertentu di tubuh, wanginya bisa bertahan lebih lama.

Mengenal berbagai orang dari berbagai negara, saya mengenal berbagai bau badan yang khas dan juga wewangian yang mencolok yang sering dikenakan. Nah, balik ke judul mengapa alasan orang menggunakan parfum.

1. Mengurangi bau badan

Sudah pasti wewangian telah ada sejak jaman dulu. Cleopatra misalnya menggunakan wewangian bunga agar tubuhnya tetap harum. Artinya manusia telah lama mengembangkan cikal bakal wewangian agar dapat mengurangi bau badan. Penggunaan parfum pun dipercaya meningkatkan rasa percaya diri karena hilangnya bau badan. Siapa sih yang bakalan betah berlama-lama dengan orang berbau badan? Tujuan utama penggunaan parfum pasti berkaitan dengan wangi tubuh yang hendak diciptakan.

2. Menunjukkan status sosial

Menurut saya, parfum menunjukkan status sosial. Harga parfum memang lebih mahal ketimbang wewangian lain. Ini sudah membuktikan seberapa wewangian mampu menunjukkan daya beli. Jangan salah juga jika ada parfum kawe! Parfum dengan konsentrat lebih rendah dengan wewangian yang sama, hanya agar bisa dibeli lebih banyak orang. Orang begitu mendambakan wewangian yang memikat dan tahan lama dari merek parfum tertentu, namun tak kuasa membeli harganya. Mereka pengguna parfum yang memikat tentu mampu membelinya. Sudah pasti status sosialnya. Ketimbang mereka yang masih berpikir ulang untuk membeli parfum, karena berpikir belum termasuk kebutuhan.

3. Menunjukkan karakter seseorang

Aneka wangi parfum ditawarkan. Konon karakter parfum yang dipilih pun berkaitan dengan karakter pribadi penggunanya. Itu sebab saat membelikan hadiah parfum pada orang terdekat, kenali dulu karakter orang tersebut agar tidak salah pilih. Misalnya jika selama ini si pengguna parfum condong pada wangi yang lembut, tentu tidak memilih wangi kayu yang kuat. Bahkan memberi parfum pada pria tentu berbeda juga selera dengan perempuan. Parfum untuk pria lebih identik dengan pengalaman keseharian dan emosi yang ditampilkan. Tentu anda tak bisa memberikan wangi parfum buah-buahan atau bunga pada pria. Begitulah, penggunaan parfum sudah menentukan karakter seseorang.

4. Terkesan elegan

Selain fashion, parfum juga menjadi citra yang memunculkan tampilan elegan. Meski cuma sekedar wangi saja yang ditebarkan namun siapa sangka semua mata bisa menoleh karena mencium wangi penggunanya. Jika seseorang sudah susah payah tampil keren dengan busana dan dandanan yang menawan, parfum menjadi pilihan yang tak mungkin terlewatkan. Citra elegan pada parfum ditampilkan berbeda antara pria dan wanita.

5. Sebagai pengingat tentang seseorang

Terakhir nih, alasan pengguna parfum adalah sebagai pengingat untuk orang lain. Ada pepatah bilang “Perfume is the most intense form of memory.” Tuh ‘kan. Tentu anda pernah mengalami mencium wangi parfum lalu pikiran anda melayang pada seseorang yang dikenal dengan wangi yang sama. Ya, siapa sangka citra parfum juga sebagai memori yang tak terlupakan. Begitu kuatnya pesona parfum sampai-sampai si pengguna parfum sudah tidak ada, namun wanginya masih tertinggal. Nah jika anda ingin diingat oleh sekitar anda, penggunaan parfum yang berkualitas bisa jadi pilihan loh.

Dari kelima alasan di atas yang saya sampaikan, kira-kira mana alasan anda menggunakan parfum? Atau anda punya alasan lain yang bisa dibagikan di kolom komentar.

Advertisements

Mitos: Kasih Kado Minyak Wangi, Apa Tidak Boleh?

 

dav

Apakah anda percaya bahwa berpacaran bisa putus hanya karena minyak wangi? Boleh percaya, boleh juga tidak. Namanya mitos. Mitos adalah sesuatu yang diyakini namun melebihi dari logika atau nalar. Misalnya seperti tadi, apa hubungan minyak wangi dan relasi berpacaran?

Begitulah mitos, boleh percaya boleh juga tidak percaya. Saya tahu mitos dari rekan kerja dulu di Jakarta bahwa tidak baik memberikan hadiah minyak wangi kepada pacar atau sahabat. Suatu kali saya beli kemasan mini minyak wangi EDT 10 ml dari merek ternama di Singapura. Karena harganya murah hanya 10$ maka saya membeli beberapa dengan maksud untuk sovenir saat tiba di Indonesia.

Saat tiba di Indonesia, saya berikan minyak wangi tersebut sebagai sovenir kepada rekan kerja. Sisanya saya pakai saja karena ternyata saya suka aromanya. Hanya kepada rekan kerja yang saya pikir dia akan berulang tahun maka saya berikan minyak wangi mini sebagai kado. Minyak wangi ini saya beli dengan merk ternama. Dengan begitu saya yakin wanginya baik dan dapat diterima oleh rekan kerja saya itu.

Apa yang terjadi setelahnya?

Sahabat saya kaget. Saya pikir dia senang dengan hadiah yang saya berikan. Rupanya dia berpikir bahwa memberikan parfum akan berdampak buruk pada relasi persabatan kami. Lalu dia mempertanyakan alasan saya berikan kado tersebut. Saya tidak bermaksud buruk. Saya berpikir dia suka dengan kado saya dari Singapura, lagipula wanginya juga baik. Dia pun diam sesaat di depan komputernya.

Saat makan siang tiba, dia berikan dua ribu rupiah kepada saya. Katanya “Dua ribu ini sebagai simbol bahwa maksud pemberian parfum seolah-olah saya membeli parfum darimu.” Saya bingung. Setelah dijelaskan ini untuk kebaikan relasi persahabatan bersama maka saya terima uang dua ribu rupiah.

Begitulah mitos.

Sambil mengunyah makan siang, tangan saya sibuk mencari informasi kebenaran mitos itu. Ada beberapa informasi yang mengatakan bahwa pemberian minyak wangi akan menyebabkan berakhirnya suatu relasi. Namun informasi lain mengatakan itu hanya mitos.

Saya hanya membayangkan banyak industri mengemas parfum dengan kemasan hadiah terutama menjelang hari Valentine. Lalu apa yang terjadi selanjutnya jika mitos itu benar sementara mereka membeli hadiah itu untuk kekasih atau orang yang dikasihi?

Semua harus logis tetapi mitos tidak bisa diterima oleh nalar. Menurut saya, berakhirnya suatu hubungan tidak ditentukan oleh parfum. Jika memang bukan sahabat baik, atau tidak berjodoh, yah mungkin memang begitu adanya. Bukan ditentukan oleh minyak wangi.

Begini pertimbangan mitos atau tidak memberi hadiah berupa minyak wangi:

Pertama.
Saya pikir tidak semua suka dengan selera dan wangi yang kita berikan untuk hadiah kepada orang itu. Jadi kenali terlebih dulu karakter orang yang akan diberi hadiah!

Kedua.
Belum tentu maksud baik kita memberikan parfum diterima baik. Bisa saja orang tersebut tersinggung dan berpikir bahwa dia memiliki bau badan yang tak sedap. Karena saya pernah punya pengalaman teman kelas sewaktu sekolah dulu. Sewaktu dia ulangtahun, saya dan beberapa teman kelas patungan memberikan minyak wangi. Jadi yakinkan apakah minyak wangi adalah kebutuhannya saat ini? Jika memang dia menyukai wangi dari merek tertentu, anda bisa mencari yang sejenis supaya tepat sasaran.

Hal yang bisa disimpulkan adalah faktor keberlangsungan suatu relasi tidak ditentukan oleh bentuk dan jenis hadiahnya. Kadang dalam memberikan, kita berujar, “Jangan dilihat barangnya ya! Tapi lihat ketulusannya.”