Wina, Austria (1): Kemeriahan New Year’s Market di Depan Istana Schönbrunn

Di sekitar pasar adalah bangunan yang jadi bagian dari istana schönbrunn.
Kuliner seperti brezeln.
Menikmati secangkir cokelat panas asyik juga.
Kerajinan tangan yang terbuat dari kertas.
Semakin sore, semakin bertambah pengunjungnya.

Liburan di Jerman sudah berlangsung sejak satu minggu ini, hingga nanti tanggal 6 Januari 2019. Tradisi sebagian besar orang-orang di sini tak ubahnya di Indonesia, pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Kota-kota yang dipenuhi mahasiswa biasanya sudah mulai sepi karena mahasiswa perantau sudah mudik. Natal bagi orang Jerman adalah hari liburan bersama keluarga.

Natal baru saja berlalu beberapa hari lalu. Menjelang natal, tiap kota di Jerman boleh dikatakan menggelar pasar rakyat yang disebut christkindlmarkt atau weihnachtsmarkt. Rupanya pasar menjelang natal ini juga diadakan di negara tetangga, Austria. Jika saya amati, pasar ini pun tak ubahnya seperti di Jerman yang menjual kebutuhan persiapan natal serta kuliner di musim dingin.

Sayangnya natal sudah berlalu. Kami datang ke ibukota Austria, Wina saat menjelang tahun baru. Pasar Natal sudah berakhir saat minggu keempat Adven, atau sekitar tanggal 23 Desember. Konon pasar natal di Wina terbesar diselenggarakan di depan Rathaus, kantor pemerintahan. Ada 150 gerai penjualan yang berpartisipasi di sini.

Awalnya pasar natal di Wina diselenggarakan pertama kali tahun 1772. Tradisi pasar rakyat ini dilakukan untuk menjual kerajinan tangan sebagai persiapan merayakan natal dan ajang seni seperti paduan suara juga konser musik menyambut natal. Tradisi ini dipertahankan hingga sekarang, bahkan setelah natal berakhir. Pasar rakyat menjelang tahun baru ini disebut New Year’s market yang masih berlangsung hingga 6 Januari tahun depan.

Salah satu pasar menjelang tahun baru atau new year’s market yang baru saja kami kunjungi berlokasi di depan kastil Schönbrunn. Pasar ini menjadi meriah dan menarik karena lokasinya yang dekat dengan istana terindah di Wina. Istana bergaya barok dengan dikelilingi taman yang menawan menambah minat pengunjung untuk datang berbelanja atau sekedar mengambil foto.

Pasar ini menjual aneka kerajinan tangan dan produk rakyat. Pengunjung yang sebagian besar adalah turis tampak senang memadati tiap lapak penjualan. Turis bisa saja datang berkunjung ke istana atau berkunjung ke dua tempat sekaligus yakni istana schönbrunn dan pasar menjelang tahun baru. Banyak juga turis termasuk kami mencicipi kuliner yang nampaknya istimewa.

Bagaimana hari Minggu anda bersama keluarga?

Advertisements

Marche Couvart, Colmar Perancis: Menikmati Pasar Rakyat di Hari Minggu (2)

Pasarnya bersih dan nyaman.
Aneka buah-buahan.
Aneka penganan enak.
Aneka bumbu masak.
Mereka jual bretzel juga loh.
Di luar gedung pun masih ada pasar juga.

Selamat berhari Minggu! Kali ini saya ajak anda mengunjungi pasar di Perancis.

Sewaktu masih di Jakarta dulu, saya pernah datang ke Marchè di salah satu pusat perbelanjaan hanya untuk makan. Kesan yang diciptakan di tempat itu membuat saya ingin datang langsung seperti apa pasar tradisional ala Perancis sesungguhnya. Niat saya terwujud meski datang di hari Minggu, pasar di Perancis tetap buka.

Berbeda dari Jerman dan Austria, dimana pasar dan pusat perbelanjaan tutup di hari Minggu maka tidak untuk Perancis. Saya pun berkesempatan datang ke pasar tradisional, Marchè Couvart di Colmar. Di sini ada banyak pilihan kuliner yang terlihat enak dan lezat. Kami pun jadi bingung memilihnya.

Bunyi lonceng gereja berdentang. Sebagian orang memenuhi sekitar gereja. Entah ada acara apa, beberapa perempuan memegang bunga cantik di tangan. Lalu mereka berbondong-bondong mengikuti empat orang berpakaian seragam dan membawa alat musik.

Nampak menarik, kami pun tak mau ketinggalan. Kerumunan orang melewati alun-alun kota kemudian berhenti. Rupanya empat orang berseragam berhenti dan memainkan alat musik alphorn, dalam bahasa Jerman. Alat musiknya semacam terompet yang menyihir semua orang untuk hening menyimak penampilan mereka.

Sedangkan di pojok, terlihat hasil panen sayur-mayur dan buah-buahan. Kata suami, mungkin ini semacam thanksgiving atau ucapan syukur pada hari itu. Beberapa orang sibuk mengambil foto si pemain musik atau pameran hasil panen. Kami pun pergi menuju pasar tradisional yang letaknya hanya beberapa langkah saja.

Di situ, ada panggung dan grup musik jazz yang sedang latihan. Di depannya tampak kursi dan meja panjang dimana orang bisa menikmati bir dan makanan yang dibelinya di pasar. Kami tetap melangkah ke dalam pasar tradisional yang bersih dan juga tetap menawan mata. Aneka warna warni panganan kecil hingga sayur mayur memenuhi pasar.

Kerumunan orang menyaksikan permainan musik tradisional.
Pemain musik.
Pojok hasil panen.
Aneka kue dan roti yang jadi makanan kesukaan mereka.
Keriuhan orang-orang dekat pasar, semacam karnaval.
Mereka senang duduk-duduk menikmati suasana seperti keindahan tempat ini.

Sebagai pengunjung, kita bisa memilih makanan yang dikehendaki. Uniknya lagi, selalu ada kursi dan meja untuk menikmatinya. Aneka hidangan kue dan dessert khas Perancis sungguh menggiurkan. Belum lagi melihat pengunjung menikmati hidangan membuat kami tergugah untuk mencicipinya.

Tak ingin makan pun boleh. Ada pilihan aneka bumbu dapur tersedia. Atau sayur mayur sebagai stok persediaan di rumah. Sementara di tepi sungai, dipenuhi orang-orang dengan menikmati suasana. Apalagi di dekat pasar dijuluki, a little Venice. Romantis sekali!

Terdengar suara musik yang sama seperti di alun-alun kota. Rupanya pemain musik kini berada di tengah pasar. Seketika orang-orang berhenti menyaksikannya. Sementara di luar, terdengar persiapan grup musik jazzz yang akan tampil selanjutnya. Begitulah.

Christkindlmarkt 2017 in Landshut, Germany

Landshuter Christkindl Markt.

Christmas market in evening.

Christmas market is originated by Germany since centuries ago, but now many countries held the same markets during four weeks of Advent. This market in Bavaria always held in center city that aimed to reach out a lot of people and mostly to be opened near Catholic church. This is not only for business purpose, people can meet and greet in seasonal days festival. Also there is always choir or music performance to sing Christmas songs.

In the corner of market.

The sign board of toilet.

Bags corner.

We just visited one of Christmas markets in Landshut, a capital city of Nierderbayern recently. For car parking, we paid 2€ per day. There was no entrance ticket. It was free. For public toilet, you should give the cents in voluntary. The market was located on old city of Freyung, near Catholic church St. Jodok.

The attractive things about this market such in down:

  • Santa Claus.

Santa Claus (red costume)

I found here Santa Claus who wore costume in figured like as Saint Nicholas. He looked kind to greet every child on market. Children like to meet him, giving hands and making photo together.

  • Children entertainment.

Train railway miniature for kids.

Christmas class for children.

This market served also to entertain children through some miniatures playing ground. I found also a class for children that dedicated to help them understanding Christmas through art performs and creation crafts by experienced person.

  • Der Krippe”


The Nativity scene.

Der Krippe is known as Nativity Scene. In this market, we found specialized the nativity scene in special ways design. This leads to understand the historic of Landshut in connecting with the stars following of the holy night that to be representations of miracle.

  • Music concert.

During we were there, we heard a choir which performed perfect Christmas song by vocal group. After that, this market brought a wide of selected music groups to festive the sparkling evenings.

  • The photo booth.

Photo together Santa Claus figurines.

No wonder people came to Christmas market to capture photos in dazzling evening. This market provided the spots in making pictures for visitors. It designed specialized thema regarding Christmas to capture the exceptional moments in Christmas market. The spots of photos were served on thema Advent of Calendar and Santa Claus figurines.

This market would be held until on 23rd December. Another stories regarding food and drinks in this market, I will share to next post.

Christkindlmarkt: Pasar Menjelang Natal di Jerman Untuk Donasi

Keriuhan orang di salah satu Christkindlmarkt.

Berbagai kedai makanan dan minuman tersedia.

Christkindlmarkt dibuka usai misa berakhir.

Kedai sovenir atau hadiah.

Ada juga jual buku atau pembelian kupon untuk donasi sosial.

Atau hanya sekedar bertemu dan menyapa teman dan tetangga satu sama lain.


Jika anda berpikir Christkindlmarkt, pasar menjelang Natal hanya untuk area bisnis, itu tidak benar. Pasar menjelang Natal diadakan di tiap kota untuk merayakan kebersamaan menjelang Natal sekaligus memenuhi segala kebutuhan orang-orang mempersiapkan Natal. 

Memang Christkindlmarkt berawal dari pasar musiman, yang secara tradisional menjadi ciri khas bahwa Natal akan tiba di Jerman. Itu sebab tiap kota secara meriah menyelenggarakannya untuk berinteraksi silahturahmi satu sama lain dalam satu kota. Ternyata dibalik itu, ada tujuan sosial juga, tidak seperti pasar yang mencari keuntungan semata.

Ketika pilihan datang ke Christkindlmarkt di malam hari belum terwujud. Usai pulang misa dari Gereja minggu lalu, saya dan suami datang lagi di kota lain. Usai memberikan berkat penutup, Pastor mengajak seluruh umat untuk datang halaman dekat Gereja, menyaksikan dan berpartisipasi di Christkindlmarkt

Apa yang terjadi?

Christkindlmarkt diselenggarakan oleh Gereja Katolik setempat dalam rangka pencarian dana sosial. Jadi gerai yang dibuka dikhususkan untuk kegiatan amal. Ada kedai makanan, kedai minuman, kedai dekorasi Natal, kedai buku-buku hingga kedai hadiah Natal. Lengkap!

Kali ini saya memang datang di siang hari. Kemeriahan Christkindlmarkt lainnya, diupayakan dalam kemerlap malam hari di tengah dingin salju.

Gallusmarkt: Pasar Tradisional Perayaan Santo Gallus 16 Oktober

Papan informasi tentang penyelenggaraan Gallusmarkt 2017.

Hiasan dari bunga kering.

Hiasan dan aksesoris rumah tangga.

Tas untuk belanja terbuat dari rotan atau kerajinan rotan.

Perlengkapan rumah tangga.

Bumbu dapur.

Aneka manisan dan permen.

Selai buah-buahan. Tampak belakang orang duduk di luar restoran.

Kaos kaki dan keperluan pribadi.

Sebagai penganut Katolik, perayaan hari Santo-Santa sebagai orang kudus biasa dilakukan. Ingat ya tradisi nama ‘Namenstag‘ yang menjadi kebiasaan orang Bayern pada jaman dulu, sekarang sudah tidak populer lagi. Hari ini 16 Oktober juga diperingati sebagai hari raya Santo Gallus. Nama babtis ini jarang atau malah saya baru dengar setelah saya berada di Jerman. Kini saya jadi tahu setelah ada ‘Gallusmarkt’ baru-baru ini.

Santo Gallus dikatakan berasal dari Irlandia. Dia seorang Biarawan kemudian menyebarkan pengajaran sampai ke Swiss. Dia pun memilih menjadi pendoa dan pertapa hingga wafat. Hidupnya yang saleh pada abad 5 Masehi menjadikan dia panutan dan terpilih sebagai orang kudus.

Lalu apa kaitan Santo Gallus dengan pasar? 

Suami saya mengajak untuk pergi ke Gallusmarkt kemarin. Saya ikut saja meski saya tidak tahu pasar apa itu. Memang tidak perlu paham nama dan asal pasar, karena ternyata nama adalah nama. Hingga selesai pun saya belum paham apa maksudnya. Pasar hanya dua hari ini digelar sebagai bentuk pesta rakyat untuk memperingati Santo Gallus, yang jatuh pada 16 Oktober.

Apa yang bisa ditemukan?

Aneka macam orang lalu lalang membeli. Jadi semacam bazaar. Ada spot makanan khas masakan Jerman. Toko permen dan coklat. Ada yang menjual pakaian dan kebutuhan pribadi. Ada pula yang menjual peralatan rumah tangga hingga saya menemukan pojok untuk anak-anak bermain. Semacam hiburan anak-anak dengan memasukkan koin yang diiringi musik riang.

Di sudut lain ada restoran yang dipenuhi pengunjung. Semacam biergarten dimana orang bisa ngobrol sambil minum bir. Ada juga kafe dimana orang bisa menikmati kopi dan kue-kue. Lengkap!

Di Jerman pasar digelar sesuai periode kebutuhan. Namun yang pasti pasar model begini akan menjadi terbesar saat menjelang Natal. Nantikan reportase saya selanjutnya ya!

Zwetschgenmarkt: Pasar yang Tidak Jual Plum, Lalu Apa?

Tampak pengunjung sedang memperhatikan barang dagangan.

Ini bukan apel atau plum. Akhirnya saya beli buah Nektarinen, murah loh.

Barangkali harganya murah dibandingkan pasar malam di Indonesia, dompet aneka macam.

Rencana saya dan suami pergi ke ‘Zwetschgenmarkt’ berbelanja dan mungkin ada yang bisa dibeli. Meski saya tidak tahu ‘Zwetschgenmarkt’  itu apa? Menyebut namanya saja susah, akhirnya karena penasaran saya ikut. Acaranya pada hari minggu kemarin (17/9) jam 11 siang sampai sore hari. Padahal hari minggu semua mall dan toko di Jerman tutup tetapi entah mengapa pasar ini dibuka sebagai pasar rakyat.

‘Zwetschgenmarkt’ jika diterjemahkan artinya pasar yang menjual plum. Buah plum baik untuk kesehatan. Ketika saya sampai di sana, kami tidak menemukan lagi plum. Bisa jadi pasar itu hanya julukan atau buah plum sesungguhnya sudah habis. Kami datang sekitar jam 2 siang.

Lah, bagaimana nama judul pasar tidak konsisten? Tetapi di pasar ini semacam pasar yang menjual hasil panen dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Pasar ini memang tidak bisa disebut sebagai pasar tradisional karena tidak ada tawar menawar harga di sini. Semua harga sudah sesuai dengan informasi harga yang dipasang alias harga pas.

Konon pasar ini memang sudah jadi tradisi diadakan setelah musim panas. Beberapa petani tampak menjajakan hasil panen. Namun ada pula beberapa pedagang lain asal Asia yang berdagang pakaian, tas dan lain-lain. Sementara ada yang lain menjual aneka pernak-pernik barang rumah tangga. Di sudut lain ada yang menjual makanan dan minuman yang siap disantap. Beberapa orang tampak asyik menikmati jajanan dan anak-anak sibuk bermain di arena bermain dengan membayar sejumlah uang sekali putar.

Area parkir disediakan gratis bagi yang hendak berbelanja. Ada juga sudut yang digunakan untuk berdonasi bagi masyarakat yang ingin menyumbang. Di sudut lain saya mengamati ada pos untuk berkampanye. Ingat loh 24 September ini, Jerman menyelenggarakan pemilu! Pastinya momen pasar rakyat bermanfaat prmosi massa untuk memilih. 

Tak jauh dari ‘Zwetschgenmarkt’ ada Flohmarkt. Silahkan cek tulisan saya tentang Flohmarkt di sini! Jadi tumpah ruah orang-orang berbelanja, memperhatikan setiap barang dagangan, menikmati suasana dengan keluarga dan bertemunya orang-orang bersama teman dan koleganya. Wah, seru!!!

Semoga bermanfaat😁