Geburthaus Papst Benedikt XVI, Mengenal Lebih Dekat Paus Benediktus XVI di Rumah Kelahirannya

Tampak depan museum.
Prasasti yang jadi panduan.
Letaknya berseberangan dengan Rathaus.
Informasi lain seputar bangunan museum.

Apakah anda masih mengenal tokoh dunia, Paus Benediktus XVI? Paus adalah jabatan tertinggi dalam hierarki gereja katolik. Paus yang berasal dari Jerman ini juga mengundurkan diri dari yang jabatan yang seharusnya diembannya karena alasan kesehatan. Namun siapakah Paus Benediktus XVI tersebut?

Untuk melihat sosoknya lebih dekat, saya mendapati rumah kelahirannya yang disebut dalam bahasa Jerman yakni geburthaus. Di Jerman saya bisa mendapati geburthaus para tokoh publik agar kita bisa mengenal sepak terjang mereka lebih dekat lagi. Salah satunya Paus yang berasal dari Bavaria, Jerman ini. Dilahirkan dengan nama Joseph Aloisius Ratzinger, beliau lahir pada 16 April 1927 di Marktl, Bavaria. Tepatnya di rumah yang sekarang dijadikan museum ini.

Kami hanya melintas sebentar ke kota kecil Marktl, sehingga masih terlalu pagi untuk membuka pintu museum. Rumah yang dijadikan museum ini begitu mudah terjangkau karena berada di seberang Rathaus, kantor pemerintahan kota Marktl. Sebelum kita memasuki pintu masuk saja, kita sudah mengenali figur Paus Benediktus XVI dalam bentuk patung atau plakat.

Rumah kelahiran Paus Benediktus XVI kemudian diubah menjadi museum dan dibuka sejak April 2007. Bangunan ini sendiri sudah didirikan sejak tahun 1701. Untuk berkunjung, kita perlu bayar dan menyimak pemberlakukan jam operasionalnya. Semisal bulan November hingga masa Paskah maka museum tutup.

Di museum ini kita bisa mendapati bagaimana sosok Paus dalam mendapati panggilan iman sejak lahir, kanak-kanak hingga terpilih menjadi Paus. Anda juga bisa mendapati figur Paus di salah satu dinding Frauenkirche di München. Konon beliau pernah menjabat sebagai uskup di situ.

Baca https://liwunfamily.com/2013/08/19/wisata-gratis-di-muenchen/

Berbagai benda peninggalan masih terawat apik di sini. Selain media visual seperti foto, di sisinya selalu tersedia informasi yang jelas. Di museum tersedia juga audio dalam lima bahasa, termasuk bahasa Inggris. Setiap tahunnya, ribuan pengunjung datang ke museum ini untuk mengenal Paus Benediktus XVI.

Menariknya bahwa bangunan-bangunan lama yang punya nilai sejarah tinggi masih dipertahankan di sini. Masih terawat dan terdokumentasikan dengan baik adalah bagian dari upaya pelestarian sejarah. Mungkin ide rumah kelahiran para tokoh nasional bisa dijadikan museum suatu hari kelak.

Altötting, Bavaria (3): Sekali Lagi, Basilika Santa Anna

Tampak depan.

Prasasti di dekat pintu masuk.

Tampak Altar dari kejauhan.

Orangtua saya memilih nama Anna sebagai nama babtis. Sebagai penyandang nama Anna, saya pun menyempatkan lagi berkunjung ke Basilika Santa Anna yang letaknya masih dalam satu komplek ziarah di Altötting. Sebelumnya, saya pernah menuliskan Basilika St. Anna di sini

Santa Anna diakui Gereja Katolik sebagai ibu dari Bunda Maria. Di Basilika ini terdapat peninggalan reliqui atau peninggalan Santa Anna untuk menghormatinya.

Baca https://liwunfamily.com/2014/09/22/basilika-st-anna/

Basilika ini letaknya tak jauh dari biara, tempat tinggal Bruder Konrad. Di Basilika ini terdapat replika tubuh Bruder Konrad yang dihormati itu. Peti kaca diletakkan di samping altar utama. Bruder Konrad banyak berjasa bagi pelayanan dan pengembangan rohani umat di tempat ziarah ini.

Prasasti yang menandai Paus Pius X dan Raja Ludwig III dari Bavaria di sini.

Salah satu altar samping.

Organ besar di atas.

Altar utama dari dekat dan organ kedua di sisi altar.

Replika Bruder Konrad.

Sisi dalam Basilika untuk berdoa.

Salah satu dekorasi yang menghiasi Basilika.

Basilika ini mampu menampung umat hingga delapan ribu orang. Dibangun sejak abad 17 dengan kubah setinggi 60 meter. Bangunan bergaya Neo Baroque, sempat terjadi beberapa kali renovasi hingga akhirnya berdiri megah seperti sekarang ini. Altar yang menjadi pusat perayaan Ekaristi terlihat indah dari pintu luar Gereja. Di samping kanan kiri, terdapat dua belas altar samping dan altar tinggi.

Di Basilika ini ada dua organ sebagai alat musik meriah mengiringi perayaan Ekaristi. Yang pertama disebut die Große Marienorgel Santa Anna sudah ada sejak tahun 1916. Organ memiliki tinggi 15 meter dengan dua galeri di kanan kiri menambah kemegahan Basilika kala berlangsungnya perayaan Ekaristi. Organ kedua, die Chororgel yang berukuran lebih kecil dan masih baru. Kedua organ yang masih indah dan  terpelihara sampai sekarang. 

Tercatat ada delapan Paus yang pernah berkunjung ke sini, mulai dari Paus Pius X hingga Paus Benedictus XVI.

Semoga bermanfaat kunjungan saya ke Altötting!