Bo Xao Xa Ot, Tumis Daging Sapi Sereh Super Pedas: Makanan Khas Asia (50)

Apa yang anda bayangkan jika menikmati makanan super pedas khas Vietnam? Hal ini muncul dalam benak saya saat memesan makanan di Imbiss milik orang Vietnam di sini. Di papan menu tertulis nama menu dalam bahasa Vietnam, Bo Xao Xa Ot yang membuat penasaran. Pastinya makanan dari cah sapi ini buat lidah saya bergoyang karena rasanya yang pedas.

Dalam bahasa Inggris menu ini disebut Vietnamese Lemongrass Beef. Bumbunya yang super pedas bisa disandingkan dengan mie atau nasi. Menariknya lagi, ini bisa menjadi menu favorit yang jadi keseharian masyarakat Vietnam.

Apa yang membuat mereka suka makanan ini?

Selain rasa pedas yang membangkitkan selera makan, tumis daging sapi ini mudah dan cepat dibuatnya. Anda harus memilih daging sapi fillet tanpa lemak. Lalu rendam bersama bumbu cabai merah bubuk, baking soda dan rempah khas Vietnam. Setelah direndam selama sepuluh menit, siapkan batang serai. Iris batang serai menjadi lebih tipis.

Setelah anda punya serai yang halus, siapkan gula, garam, bumbu jamur dan cabai cincang segar. Hancurkan dengan food processor. Siapkan juga bawang merah dan bawang putih yang diiris halus. Juga bahan-bahan yang anda sukai seperti wortel, jamur, brokoli dan tauge.

Silahkan ditumis semua bahan, beri kecap ikan dan saus wijen! Kata Xao sendiri diartikan sebagai tumis dan bo adalah daging sapi. Itu sebab yang menjadi alasan nama menu ini. Saya pastikan makanan ini benar-benar enak bagi penyuka makanan pedas. Tumis ini bisa disajikan dengan nasi hangat seperti yang saya pesan, atau mie panjang.

Advertisements

Indische Fisch Chili Soße, Ikan Bumbu Pedas ala India: Makanan India (3)

Ikan bumbu pedas ala India.
Disajikan dengan nasi basmati ala India.
Bisa juga dimakan dengan roti ala India seperti ini.

Melanjutkan perburuan kuliner saya dari negeri Taj Mahal, kini lanjutannya adalah ikan bumbu pedas. Untuk melihat aneka kuliner India lainnya bisa dilihat di sini dan ini.

Menu berikut adalah pilihan suami saya. Ketika menyebutkan pesanan, pramusaji menegaskan bahwa menu ini berasa pedas. Di Jerman informasi rincian makanan termasuk rasa pedas dijelaskan kepada pelanggan agar tidak mengecewakan. Tentu suami saya suka sekali rasa pedas.

India tidak hanya terkenal dengan bumbu kari saja, ada aneka bumbu masakan yang kaya akan rempah pada masakan mereka. Bumbu pedas yang dimaksud adalah semacam cabai khas India yang katanya dibuat secara tradisional.

Untuk memastikannya rempah yang digunakan dalam bumbu pedas, saya tanya seorang teman dari Pakistan yang punya kemiripan dalam soal kuliner. Menurutnya, bumbu pedas terdiri atas cabai khas India, bawang putih, biji jinten dan bumbu khas lain. Semua bumbu dihaluskan seperti saus cair. Saat disajikan diberi irisan daun seledri.

Ikan yang digunakan pada menu ini adalah ikan salmon fillet. Diberi tepung dan digoreng. Saat disajikan dengan bumbu pedas, ada irisan bawang bombay dan tomat hijau.

Hal menarik lainnya, menu ini bisa disantap dengan nasi ala India. Atau anda bisa menggunakan roti prata. Keduanya disajikan bersamaan di hadapan kami. Silahkan disesuaikan dengan selera anda!

Szechuan Art-Hühnerfleisch: Makanan Asia di Jerman (8)

Szechuan-Art Hühnerfleisch.

 

Bersama nasi putih.

 

Makanan berikut yang saya perkenalkan lebih tepatnya berasal dari negeri Tiongkok. Nama makanannya berasal dari salah satu provinsi di sana, ya Szechuan. Di wilayah ini  merupakan area gastronomi dari kuliner Tiongkok. Itu sebab kota ini mendapatkan pengakuan sebagai kota gastronomi tahun 2011. Wow! Makanan di wilayah ini terkenal dengan citarasa yang pedas memikat.

Salah satu makanan yang saya coba adalah jenis makanan olahan daging ayam dengan saus ala Szechuan. Begitu terkenalnya saus ini, bahkan jika anda berkunjung ke Tiongkok maka anda juga bisa membeli burger di gerai McDonalds dengan rasa saus Szechuan. Pastinya, makanan dengan saus ini terkenal pedas.

Saya sedang tidak berada di Szechuan, namun saya ada di salah satu restoran selera Asia di Jerman. Saya pesan makanan ini karena penasaran dengan nama menu ini.

Selang memesan menu ini, pramusaji pun menghidangkannya di hadapan saya. Makanan olahan daging ayam ini terasa indah dilihat karena ada banyak warna yang menggugah selera makan saya. Tak hanya itu, makanan ini ternyata pedas seperti yang tertulis dalam daftar menu makanan bahwa makanan ini dikenal berasa pedas. Di restoran di sini, ada beberapa menu yang diberi informasi bilamana makanan ini pedas rasanya.

Apa yang membuat rasa saus pada makanan ini berasa pedas? Rupanya tidak hanya cabai saja yang digunakan untuk membuat sausnya. Saus Szechuan menggunakan juga irisan jahe dan tambahan merica. Pantas saja rasanya demikian pedasnya. Ini benar-benar meningkatkan nafsu makan saya. Selain itu membuat tubuh terasa hangat karena di luar salju turun lebat sekali.

Daging ayam yang dipilih adalah fillet dan tanpa tulang. Lalu sayuran yang dipilih seperti layaknya di restoran Asia pada umumnya seperti wortel, brokoli, jamur, tauge, mentimun. Rasa makanan ini tak pula manis atau asin, namun pedas. Dan yang paling menarik dari makanan ini adalah saya menemukan beberapa kacang mede di dalam masakan. Hmm, menarik ya!


Makanan ini begitu nikmat disantap bersama nasi hangat. Jika tertarik mencoba, silahkan saja temukan saus Szechuan di supermarket dan praktik memasak di rumah!

 

 

 

 

Halbe meter Pferde Debreziner, Sosis Panjang Terbuat dari Daging Kuda: Masakan Khas Jerman (21)

Tampak sosis sedang dipanggang, yakni debriziner berwarna merah (depan) dan sosis biasa di belakang. 

Menyerupai hot dog dan panjangnya pun benar-benar tak muat dalam foto.

Pramusaji sibuk melayani pembeli.

Kedua sisi roti diberi mustard lalu debreziner diletakkan di tengah roti.


Apakah anda pernah mengukur berapa sentimeter panjang sosis? Saya sendiri belum pernah. Namun kali ini saya berhasil menemukan sosis yang panjangnya 50 sentimeter atau setara dengan setengah meter. Penasaran ‘kan?

Menyusuri Christkindlmarkt tentu saya ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda. Saya melihat satu kedai yang ramai dikunjungi banyak orang. Begitu menariknya tempat tersebut karena pasti menawarkan sesuatu yang berbeda. Ya, itu betul! Sosis sepanjang setengah meter. Tua-muda, orangtua dan anak begitu sibuk menikmati sosis panjang tersebut.

Selain sosis tersebut yang berukuran jumbo, hal menarik lainnya adalah sosis terbuat dari daging kuda. Apakah anda pernah makan daging kuda sebelumnya? Ini pertama kali saya mencoba makan daging kuda. “Pferde” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kuda. Ada dua sosis yang dibuat dari daging kuda, yakni sosis biasa, tidak pedas. Selanjutnya, sosis yang berasa pedas karena paprika bernama Debreziner.

Makanan ini terlihat seperti hot dog bila dijumpai di Indonesia, namun ini mungkin hot dog terpanjang. Anda bisa memilih sosis yang dimaksud, untuk diletakkan di tengah roti. 

Biasanya saya makan sosis dengan roti gandum, namun kali ini saya melihat mereka membuatnya seperti hot dog. Untuk menyantapnya, saya biasa menambahkan rasa mustard di sosis. Saya sendiri tidak bisa merasakan perbedaan daging sapi dan daging kuda yang biasa dijadikan isian dari sosis.

Jika anda penasaran, bagaimana rasanya? Saya pikir anda bisa datang ke Jerman dan mengalaminya langsung. Tentu bagi saya, ukurannya yang besar tentu tak mudah untuk menghabiskannya seorang diri. 

Namun, jajanan ini begitu menarik dan digemari siapa saja yang berkunjung ke pasar menjelang Natal ini. Menarik mungkin karena ukurannya, atau menarik karena khasiat daging kuda itu sendiri. Saya tidak tahu.

Semoga bermanfaat!