Makanan Khas India (14): Red Hot Chilli Fish Curry, Kari Ikan Super Pedas dan Minuman Manggolassi, Atasi Rasa Pedas

Fisch Chilli, tertulis di buku menu.
Manggolassi untuk menangkal rasa makanan India yang pedas.

Kuliner ikan kari yang super pedas berikut ini dipesan di restoran khas negeri Bollywood baru-baru ini. Sebagaimana anda tahu bahwa makanan khas India begitu kaya rempah, bahkan anda sendiri mungkin tak bisa menebak apakah ini ikan atau daging. Karena semuanya begitu tertutup dengan bumbu kari yang merah dan tebal. Sesuai penampakan, nama makanan ini adalah Red Hot Chilli Fish Curry.

Bagi anda penyuka makanan berbumbu rempah dan berasa kari maka makanan kari ikan ini cocok untuk anda. Kari ikan ini terbuat dari rempah pilihan dari India seperti cabai merah, jahe dan rempah India lainnya yang saya tak kenal.

Makannya dengan nasi basmati, khas India.

Begitu pedasnya makanan ini sehingga tak hanya cabai saja yang terasa, ada irisan jahe yang juga diletakkan sebagai dekorasi di atas makanan. Perpaduan warna merah dari cabai merah, putih irisan jahe dan hijau daun bawang membuat makanan ini tampak menarik. Padahal makanan ini super pedas, yang mungkin tak akan dipilih semua orang.

Ketika saya memilih menu ini, ada tanda peringatan pada buku menu bahwa makanan ini super pedas. Makanan ini ditandai sebagai super pedas sehingga anda perlu mempertimbangkannya bila tak suka makanan pedas. Ini saran yang baik bagi pengelola restoran agar memberi tanda tertentu pada menu makanan yang tampaknya pedas dan super pedas.

Ikan yang dipilih untuk kari ikan bisa apa saja asalkan ikan tersebut masih fresh, bukan ikan asap atau ikan asin. Ikan fresh tentu ikan tersebut menghasilkan tekstur dan yang enak apalagi setelah diberi banyak rempah dan kari.

Untuk mengurangi rasa pedas saat saya memesan ikan kari ini maka saya disarankan menikmati manggolassi. Saya pun menyetujui saran si pramusaji yang mungkin ini baik bagi saya bila nanti saya tidak tahan pedas. Ternyata saran mereka benar, minuman manggolassi dapat mengatasi rasa pedas setelah saya menyantap kari ikan super pedas.

Apakah anda tertarik mencoba ikan kari super pedas dan manggolassi?

Makanan Khas India (13): Beef Vindaloo, Rendang Daging Sapi Super Pedas dari Goa

Hmm, beef vindaloo dari Goa.
Makannya dengan nasi basmati seperti ini.

Jika masakan nusantara ada rendang daging sapi maka masakan India punya Beef Vindaloo. Begitu kira-kira saya menerjemahkannya. Masak rendang di rumah pernah saya coba dan ternyata butuh waktu dan usaha yang tak sebentar untuk menghasilkan tekstur rendang yang enak dan empuk di lidah. Begitu pun dengan masakan asal India berikut yang dipesan di restoran India.

Adalah Beef Vindaloo yang saya pesan di restoran Taj Mahal di sini dengan rempah meriah merah dan rasanya pedas yang khas. Beef vindaloo ini bila dikenal dalam istilah asing dengan sebutan ‘Spicy Beef Vindaloo’.

Julukan tersebut diberikan mengingat cabai, jahe dan lada diolah menjadi satu dengan beberapa bumbu lain. Konon cabai yang digunakan disebut ‘ghost chilli’ alias ‘cabai setan’ seperti saya menikmati masakan nusantara yang konon banyak menggunakan cabai itu juga. Padahal itu cabai khas India yang bisa menghasilkan warna merah yang disebut masakan kari.

Pemesan beef vindaloo bisa mengatur tingkat kepedasan yang dikehendakinya. Ini perlu diperhatikan dan diatur agar beef vindaloo tetap bisa diterima di lidah orang-orang seperti saya. Beef vindaloo pun melewati serangkaian proses masak yang tak sebentar. Ini diperlukan agar bumbu benar-benar meresap ke dalam daging.

Bagi saya, beef vindaloo ibarat rendang daging sapi super pedas. Tetapi bagi kenalan di sini asal Portugis, beef vindaloo itu seperti vinha d’alhos, masakan yang mirip dengan olahan daging sapi. Tentang kuliner ini, akan saya bahas saat saya berburu kuliner ini di Portugis nanti.

Apakah ada kaitan masakan beef vindaloo asal India dengan vinha d’alhos dari Portugis?

Beef vindaloo dikenal berasal dari Goa, India bagian selatan. Ini mengingatkan saya bahwa sebaran kuliner mungkin saja terjadi jaman dulu kala saat terjadi lintas perdagangan antar negara. Inspirasi beef vindaloo bisa jadi memang berkembang akibat pengaruh jalur perdagangan. Buktinya kuliner daging sapi ini sedikit mirip. Hanya saja, vinha d’alhos dari Portugis menggunakan kentang.

Bagi saya, beef vindaloo itu seperti rendang daging sapi yang saya kenal sejak saya berada di Indonesia. Rendang itu pun harus banyak rempah, dimasak lebih lama dengan api kecil agar bumbu meresap lebih lama. Beef vindaloo memang tidak menggunakan santan kelapa seperti rendang. Tetapi kandungan rempahnya itu setidaknya sama lezatnya.

Apakah anda pernah mencoba beef vindaloo sebelumnya juga?

Kreasi Sendiri (29): Pasta Penne Pedas Pakai Ham dan Telur

Pasta Penne pakai ham dan orak-arik telur.

Hasil kreasi resep masakan saya nomor 29, luput dan belum dipublikasikan. Baiklah, saya lanjutkan kreasi makanan berikut setelah saya pernah mencicipi masakan lokal yakni nudeln mit schinken. Kemudian saya membuat kreasinya di rumah berdasarkan stok persediaan makanan yang ada. Bagaimana pun makanan seperti schinken (daging ham) dan salami adalah stok wajib di rumah-rumah Jerman. Ini sama seperti roti, kentang dan telur yang jadi bahan pokok di sini.

Langsung saja, pada resep kreasi saya berikut.

Bahan yang diperlukan:

  1. Pasta Penne
  2. Daging ham (schinken)
  3. Bawang bombay
  4. Bawang putih
  5. Cabai bubuk
  6. Daun bawang, jika suka
  7. Minyak zaitun
  8. Air
  9. Telur ayam

Langkah memasak:

  1. Panaskan panci dengan air yang mampu merendam pasta. Beri sedikit garam. Masak hingga mendidih.
  2. Masukkan pasta penne dan masak hingga 10 menit atau yang diperlukan. Tiriskan airnya setelah masak.
  3. Panaskan wajan. Beri minyak wijen.
  4. Masukkan telur ayam, buat orak arik.
  5. Setelah telur matang, singkirkan dalam penggorengan yang sama.
  6. Masukkan bawang yang sudah diiris halus. Beri daun bawang juga.
  7. Campur bersamaan telur tadi.
  8. Masukkan potongan daging ham.
  9. Beri cabai bubuk jika suka pedas.
  10. Masak sebentar.

Untuk pasta ini tak perlu garam atau bumbu penyedap lain karena sudah ada daging ham (schinken) yang gurih.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Asia (61): Suka Saus Pedas atau Saus Kacang? Tumisan Sayur dan Daging

Tumis daging dan sayur bersaus pedas.

Jika anda datang ke Jerman dan datang ke restoran selera asia lalu menemukan menu makanan bertuliskan ‘pikanter sauce’ maka itu dimaksudkan makanan tersebut bersaus pedas. Sedangkan jika menu yang anda pesan bertuliskan ‘nuss sauce’ maka berarti makanan tersebut menggunakan saus kacang. Nah, kini saya ulas dua makanan tersebut yang baru saja saya pesan.

Saya dan suami datang ke restoran asia yang sudah menjadi langganan kami. Kami memutuskan dua menu di atas, yang sebenarnya dua makanan yang dipesan dan suami hanya berbeda saus yang digunakan saja. Keduanya berisi tumisan atau cah daging dan sayur. Lalu ada nasi putih nan hangat untuk menikmati menu tersebut. Hmm, enaknya!

Menu pertama, tumis daging dan sayur bersaus pedas. Saus pedas yang dimaksudkan adalah berisi aneka bumbu yang dicampur jadi satu. Praktisnya, di supermarket di sini tersedia saus ‘pikanter’ di bagian bahan pangan asia. Namun jika tidak, anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Hasil penelusuran saya tentang pembuatan saus pikanter sebagai berikut. Pertama, anda butuh air kaldu sayur, sambal, soya sauce, sedikit arak beras, sedikit saus, kecap manis, garam dan merica sedikit. Lalu campurkan bersamaan sebagai rendaman sebelum anda memasukkannya dalam tumisan. Membuat adonan saus terlebih dulu kemudian mencobanya akan terasa lebih baik. Biarkan beberapa saat sebelum digunakan.

Tumis sayur dan daging bersaus kacang.

Selanjutnya, menu kedua yakni tumisan daging dan sayur bersaus kacang. Agar bumbu kacang benar-benar meresap, balutlah daging dalam selimut tepung. Itu berarti daging fillet dipotong kecil-kecil kemudian digoreng. Singkirkan sementara. Lanjutkan dengan tumisan sayuran sebagai pelengkap. Anda bisa menambahkan tauge dan paprika, misalnya.

Saus kacang bisa berasal dari peanut butter yang didapatkan mudah di supermarket di sini. Jika tidak, kita bisa menggilingnya dari kacang tanah biasa. Haluskan dengan kacang tanah tersebut. Tambahkan adonan saus kacang dengan sambal dan air. Beri sedikit gula, garam dan merica maka dijamin anda mendapatkan saus kacang istimewa.

Siram saus kacang pada daging dan sayur setelah anda menumisnya dengan baik. Silahkan santap kedua menu di atas dengan nasi hangat!

Makanan Khas India (10): Papadum, Roti Panggang Nan Renyah Sampai versi Pedas

Roti ini enak, renyah dan mengeyangkan.

Sebelum menjelaskan roti dari India, saya ingatkan lagi tentang aneka roti yang saya jumpai di Mesir. Salah satu dari roti yang saya sukai ini, saya tidak mendapatkan jawaban, apa nama roti tersebut. Roti datar, panggang, renyah dan juga ada rasa pedas ini bisa dikatakan mirip dengan roti papadum asal India. Bisa jadi migrasi penduduk antar bangsa dahulu memberikan pengaruh kuliner pada dua bangsa tersebut. Meski sedikit mirip, tetapi roti papadum ini berbeda. Apa perbedaannya?

Silahkan simak ulasan saya selanjutnya!

Roti asal India ini bisa dijumpai dalam versi mentahnya di supermarket di Jerman. Pada bagian makanan asia, roti papadum mentah atau sebelum dipanggang bisa ditemukan. Saya mengetahui hal ini dari kenalan asal India yang juga studi bersama saya. Semula saya berpikir bahan pangan asal India sulit ditemukan, ternyata tidak juga. Salah satunya roti papadum yang dibuatkan untuk saya dan kenalan asal Spanyol.

Roti papadum ini semacam flatbread yang dipanggang sebelum disajikan. Pastinya ini tidak berminyak seperti gorengan dan rendah kalori pula. Buat saya makan roti ini sudah kenyang, tetapi bagi kenalan asal Bangladesh, Pakistan dan India biasa mengkonsumsinya sebagai cemilan atau topping makanan. Roti ini digemari tidak hanya soal rasanya saja yang sederhana, tetapi roti ini bisa jadi selingan santapan. Menurut saya, ini seperti krupuk yang biasa disantap bersama makanan utama pada makanan nusantara.

Roti papadum dalam bahasa Inggris, sedangkan di Jerman dikenal dengan sebutan papad saja. Roti ini terasa renyah, crispy dan memang menjadi nikmat sebagai selingan makanan seperti makan ayam kari atau dal makhani. Ini mengingatkan saya seperti makan krupuk saja. Namun ada juga yang menyajikan ini sebagai makanan pembuka sambil menunggu makanan utama yang dipesan di restoran khas india.

Kenalan asal Spanyol yang juga bersama kami menikmati roti papad, berpendapat papad itu seperti tortilla. Anda bisa menyantap apa saja agar terasa enak dimakan. Ada yang menikmatinya bersama sambal khas India atau yoghurt yang diberi bawang dan tomat. Benar juga, ini bisa seperti tortila.

Bila anda perhatikan terdapat biji-bijian. Ya, roti ini terbuat dari tepung beras dan kacang lentil. Pembuatan roti papad umumnya lebih dikenal sebagai home industry. Seiring dengan berbagai permintaan, roti papad pun dikenal dengan rasa pedasnya bagi pecinta makanan pedas. Makan apa pun bisa nikmat dengan tambahan roti papad sebagai selingan.

Tertarik mencoba roti papadum atau papad?

Bo Xao Xa Ot, Tumis Daging Sapi Sereh Super Pedas: Makanan Khas Asia (50)

Apa yang anda bayangkan jika menikmati makanan super pedas khas Vietnam? Hal ini muncul dalam benak saya saat memesan makanan di Imbiss milik orang Vietnam di sini. Di papan menu tertulis nama menu dalam bahasa Vietnam, Bo Xao Xa Ot yang membuat penasaran. Pastinya makanan dari cah sapi ini buat lidah saya bergoyang karena rasanya yang pedas.

Dalam bahasa Inggris menu ini disebut Vietnamese Lemongrass Beef. Bumbunya yang super pedas bisa disandingkan dengan mie atau nasi. Menariknya lagi, ini bisa menjadi menu favorit yang jadi keseharian masyarakat Vietnam.

Apa yang membuat mereka suka makanan ini?

Selain rasa pedas yang membangkitkan selera makan, tumis daging sapi ini mudah dan cepat dibuatnya. Anda harus memilih daging sapi fillet tanpa lemak. Lalu rendam bersama bumbu cabai merah bubuk, baking soda dan rempah khas Vietnam. Setelah direndam selama sepuluh menit, siapkan batang serai. Iris batang serai menjadi lebih tipis.

Setelah anda punya serai yang halus, siapkan gula, garam, bumbu jamur dan cabai cincang segar. Hancurkan dengan food processor. Siapkan juga bawang merah dan bawang putih yang diiris halus. Juga bahan-bahan yang anda sukai seperti wortel, jamur, brokoli dan tauge.

Silahkan ditumis semua bahan, beri kecap ikan dan saus wijen! Kata Xao sendiri diartikan sebagai tumis dan bo adalah daging sapi. Itu sebab yang menjadi alasan nama menu ini. Saya pastikan makanan ini benar-benar enak bagi penyuka makanan pedas. Tumis ini bisa disajikan dengan nasi hangat seperti yang saya pesan, atau mie panjang.

Indische Fisch Chili Soße, Ikan Bumbu Pedas ala India: Makanan India (3)

Ikan bumbu pedas ala India.

Disajikan dengan nasi basmati ala India.

Bisa juga dimakan dengan roti ala India seperti ini.

Melanjutkan perburuan kuliner saya dari negeri Taj Mahal, kini lanjutannya adalah ikan bumbu pedas. Untuk melihat aneka kuliner India lainnya bisa dilihat di sini dan ini.

Menu berikut adalah pilihan suami saya. Ketika menyebutkan pesanan, pramusaji menegaskan bahwa menu ini berasa pedas. Di Jerman informasi rincian makanan termasuk rasa pedas dijelaskan kepada pelanggan agar tidak mengecewakan. Tentu suami saya suka sekali rasa pedas.

India tidak hanya terkenal dengan bumbu kari saja, ada aneka bumbu masakan yang kaya akan rempah pada masakan mereka. Bumbu pedas yang dimaksud adalah semacam cabai khas India yang katanya dibuat secara tradisional.

Untuk memastikannya rempah yang digunakan dalam bumbu pedas, saya tanya seorang teman dari Pakistan yang punya kemiripan dalam soal kuliner. Menurutnya, bumbu pedas terdiri atas cabai khas India, bawang putih, biji jinten dan bumbu khas lain. Semua bumbu dihaluskan seperti saus cair. Saat disajikan diberi irisan daun seledri.

Ikan yang digunakan pada menu ini adalah ikan salmon fillet. Diberi tepung dan digoreng. Saat disajikan dengan bumbu pedas, ada irisan bawang bombay dan tomat hijau.

Hal menarik lainnya, menu ini bisa disantap dengan nasi ala India. Atau anda bisa menggunakan roti prata. Keduanya disajikan bersamaan di hadapan kami. Silahkan disesuaikan dengan selera anda!

Szechuan Art-Hühnerfleisch: Makanan Asia di Jerman (8)

Szechuan-Art Hühnerfleisch.

 

Bersama nasi putih.

 

Makanan berikut yang saya perkenalkan lebih tepatnya berasal dari negeri Tiongkok. Nama makanannya berasal dari salah satu provinsi di sana, ya Szechuan. Di wilayah ini  merupakan area gastronomi dari kuliner Tiongkok. Itu sebab kota ini mendapatkan pengakuan sebagai kota gastronomi tahun 2011. Wow! Makanan di wilayah ini terkenal dengan citarasa yang pedas memikat.

Salah satu makanan yang saya coba adalah jenis makanan olahan daging ayam dengan saus ala Szechuan. Begitu terkenalnya saus ini, bahkan jika anda berkunjung ke Tiongkok maka anda juga bisa membeli burger di gerai McDonalds dengan rasa saus Szechuan. Pastinya, makanan dengan saus ini terkenal pedas.

Saya sedang tidak berada di Szechuan, namun saya ada di salah satu restoran selera Asia di Jerman. Saya pesan makanan ini karena penasaran dengan nama menu ini.

Selang memesan menu ini, pramusaji pun menghidangkannya di hadapan saya. Makanan olahan daging ayam ini terasa indah dilihat karena ada banyak warna yang menggugah selera makan saya. Tak hanya itu, makanan ini ternyata pedas seperti yang tertulis dalam daftar menu makanan bahwa makanan ini dikenal berasa pedas. Di restoran di sini, ada beberapa menu yang diberi informasi bilamana makanan ini pedas rasanya.

Apa yang membuat rasa saus pada makanan ini berasa pedas? Rupanya tidak hanya cabai saja yang digunakan untuk membuat sausnya. Saus Szechuan menggunakan juga irisan jahe dan tambahan merica. Pantas saja rasanya demikian pedasnya. Ini benar-benar meningkatkan nafsu makan saya. Selain itu membuat tubuh terasa hangat karena di luar salju turun lebat sekali.

Daging ayam yang dipilih adalah fillet dan tanpa tulang. Lalu sayuran yang dipilih seperti layaknya di restoran Asia pada umumnya seperti wortel, brokoli, jamur, tauge, mentimun. Rasa makanan ini tak pula manis atau asin, namun pedas. Dan yang paling menarik dari makanan ini adalah saya menemukan beberapa kacang mede di dalam masakan. Hmm, menarik ya!


Makanan ini begitu nikmat disantap bersama nasi hangat. Jika tertarik mencoba, silahkan saja temukan saus Szechuan di supermarket dan praktik memasak di rumah!

 

 

 

 

Halbe meter Pferde Debreziner, Sosis Panjang Terbuat dari Daging Kuda: Masakan Khas Jerman (21)

Tampak sosis sedang dipanggang, yakni debriziner berwarna merah (depan) dan sosis biasa di belakang. 

Menyerupai hot dog dan panjangnya pun benar-benar tak muat dalam foto.

Pramusaji sibuk melayani pembeli.

Kedua sisi roti diberi mustard lalu debreziner diletakkan di tengah roti.


Apakah anda pernah mengukur berapa sentimeter panjang sosis? Saya sendiri belum pernah. Namun kali ini saya berhasil menemukan sosis yang panjangnya 50 sentimeter atau setara dengan setengah meter. Penasaran ‘kan?

Menyusuri Christkindlmarkt tentu saya ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda. Saya melihat satu kedai yang ramai dikunjungi banyak orang. Begitu menariknya tempat tersebut karena pasti menawarkan sesuatu yang berbeda. Ya, itu betul! Sosis sepanjang setengah meter. Tua-muda, orangtua dan anak begitu sibuk menikmati sosis panjang tersebut.

Selain sosis tersebut yang berukuran jumbo, hal menarik lainnya adalah sosis terbuat dari daging kuda. Apakah anda pernah makan daging kuda sebelumnya? Ini pertama kali saya mencoba makan daging kuda. “Pferde” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kuda. Ada dua sosis yang dibuat dari daging kuda, yakni sosis biasa, tidak pedas. Selanjutnya, sosis yang berasa pedas karena paprika bernama Debreziner.

Makanan ini terlihat seperti hot dog bila dijumpai di Indonesia, namun ini mungkin hot dog terpanjang. Anda bisa memilih sosis yang dimaksud, untuk diletakkan di tengah roti. 

Biasanya saya makan sosis dengan roti gandum, namun kali ini saya melihat mereka membuatnya seperti hot dog. Untuk menyantapnya, saya biasa menambahkan rasa mustard di sosis. Saya sendiri tidak bisa merasakan perbedaan daging sapi dan daging kuda yang biasa dijadikan isian dari sosis.

Jika anda penasaran, bagaimana rasanya? Saya pikir anda bisa datang ke Jerman dan mengalaminya langsung. Tentu bagi saya, ukurannya yang besar tentu tak mudah untuk menghabiskannya seorang diri. 

Namun, jajanan ini begitu menarik dan digemari siapa saja yang berkunjung ke pasar menjelang Natal ini. Menarik mungkin karena ukurannya, atau menarik karena khasiat daging kuda itu sendiri. Saya tidak tahu.

Semoga bermanfaat!