Musim Semi Tiba, Pelajari 5 Hal Berkebun Untuk Pemula Seperti Saya

Bibit tanaman mulai dijual di supermarket, tanda musim semi sudah dimulai.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hari Jumat lalu (20/3) adalah hari pertama dimulainya musim semi di Jerman. Itu artinya musim dingin pun sudah berlalu dan berganti musim yang baru. Tiap musim punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pergantian musim selalu disambut gembira agar kehidupan baru yang lebih baik segera berlanjut. Meski wabah corona masih melanda Jerman, tetapi banyak orang optimis ini akan segera berlalu seiring pergantian musim.

Kami masih berdiam di rumah sampai batas waktu ditentukan. Ada banyak ide bisa dilakukan di rumah seperti mencoba berkebun. Jangan bayangkan berkebun seperti layaknya profesional yang menghasilkan panen nantinya berlipat-lipat! Berkebun yang saya maksud adalah untuk pemula yang nantinya hanya dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

Oleh karena itu, teknik berkebun untuk pemula perlu diperhatikan. Siapa tahu anda bisa seberuntung saya bisa menikmati panen tomat cherri atau cabai, sehingga tidak perlu membelinya lagi. Anda juga bisa mencoba tanaman lain seperti tanaman yang digunakan buat masakan. Ada basilikum, seledri atau daun schnittlauch, yang bisa digunakan untuk bahan masakan.

Ilustrasi. Menikmati hasil panen itu rasanya sesuatu yang luar biasa.

1. Berkebun itu bukan sekedar isi waktu luang

Awalnya saya berpikir bahwa berkebun itu mudah, hanya tancapkan tanaman yang dikehendaki atau sering saja menyirami tanaman. Ternyata tidak seperti itu. Berkebun itu tetap perlu ‘hati’ artinya kita mengerjakannya dengan penuh cinta, bukan sekedar isi waktu lowong. Jika kita ingin hasil maksimal dalam berkebun, maka lakukan juga dengan penuh cinta.

Berkebun itu seperti menikmati waktu bersama tanaman yang disayangi. Anda bisa bayangkan berkebun seumpama kita memelihara hewan peliharaan. Semua diperlukan dengan penuh cinta. Berkebun itu bisa dijadikan profesi, tetapi saya kali ini menekankan berkebun sebagai hobi atau kebiasaan baru di rumah. Bukan untuk mengisi waktu luang, tetapi hasil berkebun tentu dinikmati sendiri dan lebih sehat lagipula.

2. Tentukan dimana lokasinya

Berkebun tentu butuh lahan untuk tanaman yang dikehendaki. Tak penting seberapa luas lahan yang anda miliki, yang penting niatnya untuk berkebun. Anda bisa manfaatkan halaman belakang rumah untuk ditanami atau balkon rumah yang tak luas. Intinya, lokasi dan luas lahan menentukan juga tanaman yang dikehendaki.

Tak punya lahan untuk ditanami, bukan berarti anda tak bisa berkebun. Ada teknik moderen yang bisa disiasati, misalnya tanaman dengan pot seperti tanaman basilikum atau seledri yang bisa diletakkan di pot di dapur. Sewaktu-waktu tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan. Ada juga tanaman gantung untuk menghiasi beranda rumah. Bunga hidup yang bisa diletakkan di dalam rumah pun bisa termasuk dalam kegiatan berkebun.

3. Beli bibit dan pilih tanaman yang dikehendaki

Mulainya musim semi bisa tampak dari ketersediaan bibit tanaman yang dijajakan di rak supermarket. Tak perlu ke supermarket khusus untuk membeli bibit tanaman, supermarket di sini menyediakannya. Berbagai bibit tanaman tersedia dengan mudahnya. Atau tanaman yang sudah berpot bisa diperoleh sesuai selera dan kebutuhan.

Tak hanya dijual dengan harga terjangkau, bibit tanaman terkadang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan supermarket. Itu yang saya alami di sini. Atau bibit tanaman juga diberikan gratis sebagai kampanye cinta bumi. Keren ‘kan!

4. Rajin untuk merawat kesuburan tanaman

Tidak semua tanaman itu punya perawatan yang sama. Tidak perlu juga menjadi ahli tanaman untuk berkebun. Anda perlu rajin merawatnya sesuai kebutuhan tanaman. Bila anda membeli bibit tanaman atau tanaman berpot di sini maka selalu tersedia petunjuk informasi bagaimana merawatnya dengan baik. Seperti berapa banyak anda harus menyiramnya, jangkauan sinar matahari hingga perlunya pupuk agar bisa tetap subur.

Bila anda tidak memiliki informasi perawatan, anda bisa bertanya kepada petugas yang menjualnya. Biasanya mereka adalah orang yang mumpuni dan dibekali pengetahuan untuk merawat tanaman.

5. Konsisten dan komitmen bila ingin hasilkan tanaman yang dikehendaki

Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, bersabarlah! Segala sesuatu itu butuh proses untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu konsisten dan komitmen untuk merawatnya mulai dari bibit hingga menjadi tanaman yang dikehendaki. Ini adalah kunci bagi pemula yang memulai berkebun seperti saya.

So, apakah anda sudah mulai tertarik berkebun seperti saya?

Tips Bagi Pemula Masak Bubur Sumsum Tanpa Daun Pandan

“Bubur sumsum” is a traditional dessert from Indonesian. It made by rice flour, coconut milk and brown sugar. The taste is mainly sweet and soft then it brings to mind my childhood. Due to this reason, I tried out to cook “bubur sumsum”. I haven’t found pandan leaves in here yet. Commonly we took pandan leaves as flavouring added to dessert such bubur sumsum. Also pandan leaves could be used to pleasant aroma in sweet beverages. Hmmm, this following recipe is without pandan leaves. Finally, it tasted keep delicious. To the point, you must notify about how much sugar inside to control good health, not only about pandan leaves. This wasn’t so bad bubur sumsum. 

***
Saya suka bubur sumsum. Karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat saya jatuh cinta pada bubur sumsum sejak kecil. Seingat saya sewaktu kecil, penjual bubur sumsum di tempat tinggal saya adalah seorang nenek yang masih kuat menggendong bakul berisi bubur sumsum, santan cair dan gula merah yang diletakkan di punggungnya. Luar biasa memang!

Saya selalu menantikan nenek itu datang tiap sore hanya untuk menikmati semangkuk bubur sumsum. Lama saya menunggu nenek itu tak pernah datang hanya untuk mengingatkan saya untuk membeli dagangannya. Saya dengar kabar bahwa si nenek telah tiada. Singkat cerita, saya tak pernah tahu bagaimana membuat bubur sumsum. Jika saya ingin makan bubur sumsum, cukup beli yang sudah matang.

Berada di perantauan terkadang membuat saya rindu menikmati sajian tradisional seperti bubur sumsum. Lewat pencarian informasi, saya berhasil menemukan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bubur sumsum. Alhasil, saya berhasil mengobati rasa rindu menyantap bubur sumsum. Sekaligus sebagai pemula, saya belajar bagaimana membuatnya agar tetap enak dinikmati meski tanpa daun pandan.

Bahan yang digunakan 

  1. Tepung beras 100 gram
  2. Gula merah 125 gram
  3. Santan kelapa 200 ml + air 200 liter
  4. Air 200 liter
  5. Garam
  6. Air 200 liter untuk gula merah
  7. Gula merah 125 gram
  8. Daun pandan jika punya

Cara memasak

  1. Masukkan tepung beras dan air dalam wadah. Aduk bersamaan hingga tercampur rata.
  2. Panaskan santan hingga panas mendidih. Tambahkan garam dan daun pandan jika ada.
  3. Setelah santan berbuih, masukkan perlahan-lahan tepung beras yang sudah bercampur air. Teruslah mengaduk hingga menjadi bubur sumsum. Jika komposisinya tepat maka bubur sumsum tidak terlalu kental atau encer. Singkirkan sementara.
  4. Panaskan gula merah dalam panci berisi air. Tambahkan daun pandan jika suka. Beri garam sedikit. 
  5. Aduk hingga gula merah larut. Tambahkan gula pasir jika perlu manis. 
  6. Bubur sumsum dan gula merah siap disajikan.

    Tips bagi pemula

    Contoh pengaduk yang buat bubur sumsum semakin tercampur rata dan tidak menggumpal.

    1. Agar bubur tidak mengumpal saat dimasak, sebaiknya campurkan dulu tepung beras dengan air dingin. Karena jika tepung beras bercampur dengan air panas maka langsung menggumpal.
    2. Sebaiknya pilih pengaduk yang maksimal (lihat gambar) atau anda bisa menggunakan sendok sayur dari kayu sehingga tidak menimbulkan sisa dan semua tepung bercampur rata. 
    3. Bagaimana pun bubur sumsum tetap berasa manis, hanya saja perlu masukkan sejumput garam dalam adonan tepung beras yang akan jadi bubur sumsum. Selain itu garam juga diperlukan untuk cairan gula merah.
    4. Dengan membuat sendiri tentu kita bisa mengatur tingkat kemanisan yang dikehendaki. Saya tidak menggunakan lagi gula pasir. Bagi saya sudah cukup manis, namun jika anda menghendakinya boleh saja.
    5. Agar lebih tahan lama, saya menyimpan bubur sumsum dalam lemari pendingin berikut cairan gula merah. Saya bisa mengkonsumsinya hingga tiga sampai empat kali dalam satu porsi.