Perubahan Hidup Masa Kini Bisa Memicu Stress?

Baru-baru ini saya mendapati informasi stress skala yang dirilis oleh Holmes dan Rahe (1967). Di situ diperlihatkan daftar situasi hidup yang menjadi pemicu stress dan skor yang dihasilkannya. Misalnya kematian pasangan hidup atau anak memiliki skor paling tinggi dalam skala stress tersebut, yakni skor 100. Ada juga situasi pensiun yang juga mendorong stress dengan skor 45. Dan lebih tinggi sedikit, skor 50 adalah perkawinan yang dapat memicu stress.

Apa yang anda pikirkan tentang skala stress tersebut?

Saya terkejut juga membaca bahwa liburan itu juga memicu stress. Skor situasi liburan memang tidak tinggi, skornya 13. Tetapi apakah liburan bisa memicu stress? Bisa saja. Jika kenyataan liburan tidak seindah impian misalnya. Atau liburan memiliki berbagai kendala tak terduga, di luar rencana. Itu stress namanya.

Skala stress yang diinisiasi oleh Holmes dan Rahe ini didasari alasan bahwa pemicu stress disebabkan perubahan hidup. Meski stress skala dirilis di abad 20 yang lalu, kenyataannya bahwa peringkat stress masih dipicu oleh perubahan hidup yang serta merta mendadak, tidak diharapkan dan membuat kebingungan.

Pertanyaannya, apakah perubahan hidup seperti gaya hidup masa kini dan keterjangkauan media sosial bisa menyebabkan stress di masa kini?

Skala stress yang dirilis Holmes dan Rahe memang saat dunia belum terjangkau komunikasi dua jari. Padahal skala stress karya Holmes dan Rahe dahulu bisa menjadi ramalan penyakit di dunia medis bila seseorang mengalami perubahan hidup. Meski pendapat ini masih perlu kajian lebih dalam, nyatanya skala stress telah membantu menemukan keterkaitan penyakit yang dihadapi dengan perubahan hidup tersulit yang sedang dihadapi seseorang.

Ketika saya berdiskusi dengan kolega yang berlatarbelakang aneka profesi di sini, pada akhirnya saya menemukan kaitan bahwa perubahan hidup memicu stress di masa kini masih relevan dengan peringkat stress tersebut. Hanya saja perlu ada alat ukur dan kajian mendalam. Masa kini yang saya maksudkan adalah keterjangkauan seseorang dengan dunia maya lewat ponsel dan ponsel pintar. Misalnya, apakah seseorang yang berubah hidupnya akan menjadi stress ketika dia biasa menjangkau media sosial dan dunia maya lalu tiba-tiba kehilangan itu semua? Atau keberadaan media sosial bisa memicu stress ketika seseorang melihat postingan liburan temannya.

Pertanyaan selanjutnya justru kebalikannya. Apakah seseorang bisa mengalami stress ketika dia melihat orang lain berubah hidupnya lebih baik tampilannya melalui ukuran media sosial sementara dia (mungkin) tidak mengalami perubahan hidup?

Saya pikir masih ada poin lain yang bisa jadi pemicu kondisi masa kini yang terhubung melalui kemudahan komunikasi satu sama lain dengan peringkat stress. Ini menjadi menarik ketika situasi perubahan hidup dikaitkan dengan kondisi masa kini di abad 21. Mungkin akan ada poin perubahan hidup lainnya yang belum dimuat di skala Holmes & Rahe terkait situasi sekarang yang bisa memicu stress?

Kita tunggu saja para ilmuwan mengkaji lagi.

Selamat berakhir pekan!

Advertisements

Warna Akan Mengubah Hidup, Anda Percaya?

Apa warna favorit anda? Barangkali pertanyaan ini pernah anda dapatkan dari orang yang anda kenal hingga orang yang tidak dikenal. Mungkin saja. Ada juga orang yang bertanya demikian karena ingin memberi hadiah agar sesuai dengan warna favorit anda. Atau orang bertanya warna kesukaan anda agar orang bisa menebak kepribadian anda. Mungkin saja.

Apa ada kaitan warna favorit dan kepribadian?

Sejak masih kanak-kanak, kita tumbuh dengan aneka warna di sekeliling kita. “Kamu suka tas warna apa untuk tas sekolah, kak?” tanya ibu saya. Sejak itu ada banyak kecenderungan saya untuk mengambil dan memiliki yang disukai seperti baju yang dikenakan atau pernak-pernik dalam kamar pribadi kita, misalnya. Kecenderungan orang dengan warna yang dipilihnya bisa menjadi kebutuhan terdalam individu tersebut.

Ada banyak informasi di luar sana yang mengaitkan warna favorit dengan karakteristik kepribadian anda. Misalnya orang yang suka warna hitam berarti orang yang serius dan tak suka mengumbar hidupnya yang penuh misteri. Sebaliknya orang yang suka warna merah adalah orang yang ceria dan senang menjadi pusat perhatian. Dan masih banyak lagi arti warna yang disukai dengan kepribadian.

Pada dasarnya secara psikologis, kajian tentang warna yang disukai itu berpengaruh dengan perilaku dan kepribadian kita. Saat anda mengenakan baju warna merah, anda merasa ceria. Atau saat kita berada dalam ruang makan bernuansa cokelat yang hangat, kita merasa suasana yang intim dan dekat satu sama lain saat dinner. Begitulah warna-warni itu mempengaruhi suasana hati.

Menurut ahli, warna itu menghasilkan pengalaman sensorik pada tubuh. Warna yang dipilih bisa berdasarkan pengalaman, tetapi ada juga yang berdasarkan kepribadian. Misalnya, saya suka warna merah tetapi kebanyakan pakaian yang dikenakan cenderung warna biru dan dekorasi ruang tamu warna hijau misalnya.

Jadi pahami warna akan membuat kesenangan tersendiri.

Pertanyaannya sekarang, apakah warna akan mengubah hidup?

Tentang warna, saya pernah mengulas di sini.

Lalu suatu kali saat saya sedang memilih pakaian, saya menemukan model baju yang saya suka tetapi saya tidak suka warna baju tersebut. Dengan berat hati, sang karyawan butik pakaian tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki koleksi dengan warna lain. Kemudian suami saya mendukung agar saya membeli baju itu agar sesekali tampil beda.

Saya kemudian mengenakan pakaian dengan warna yang tak pernah saya pakai sebelumnya. Rupanya ada hal berbeda dengan penampilan dan kondisi saya saat itu. Beberapa orang yang bertemu saya merespon penampilan saya. Itu artinya sesekali anda perlu mendapatkan respon berbeda dengan mengganti warna yang selama ini mungkin terlalu sering anda pilih. Anda ingin punya mood tenang atau bersemangat, perhatikan warna yang anda pilih.

Ada orang yang seumur hidup telah suka hanya pada satu warna saja, tetapi ada juga yang sudah berganti warna.

Apa pun warna favorit anda, sesekali perhatikan apakah anda perlu mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan anda?

Mengapa Orang Ingin Terjadi Perubahan?

Things change every day unconsciously. When it happened, the choice is on your hands. My post now aims to explain the reasons people want to have the change in life. I thought the beginning of year is the right time to make the change of life. To explain in details the reasons, I’d prefer to tell in my mother language.

Have a blessed Sunday!

****

 

Awal tahun kerap dijadikan landasan kuat untuk membuat perubahan dalam hidup. Meski ini bukan sebuah aturan, namun nyatanya begitu banyak orang yang memilih awal tahun sebagai alasan untuk membuat perubahan.

Perubahan diperlukan agar roda kehidupan yang dinamis dapat berjalan menarik. Bagi sebagian orang, perubahan hidup itu menyenangkan meski mengkhawatirkan keberhasilannya. Dan bagi sebagian lainnya, mereka tak ingin bertaruh konsekuensi yang besar untuk membuat perubahan. Alasannya, bisa jadi karena kenyamanan.

Jadi buat apa berubah? 

Berikut alasan mengapa ingin terjadi perubahan.

1. Karena sudah bosan dengan situasi yang dihadapi.

Kebosanan terhadap situasi yang terjadi mendorong orang menuntut perubahan. Bayangkan jika setiap hari makan dengan menu yang sama, suatu saat saya pun ingin mencoba menu baru dengan memasak atau mencari restoran. Atau setiap hari dihadapkan dengan situasi pekerjaan selama belasan tahun yang membosankan, tentu akhirnya saya pun memilih untuk hengkang dan mencari pekerjaan baru.

Perubahan adalah jawaban atas masalah kebosanan yang terjadi. Perubahan diperlukan dengan harapan terjadi pembaikan. Perubahan terjadi agar saya tidak mengalami hal yang sama lagi.

2. Karena ingin terjadi pembaharuan.

Berbagai inovasi diciptakan di dunia sebagai pembaharuan. Bayangkan jika dari dulu saya terbiasa mencuci baju dengan tangan, lalu hingga kini tak ada mesin cuci maka tak terbayang berapa lama waktu yang dihabiskan setiap minggu hanya untuk mencuci baju. Akhirnya, saya ingin perubahan agar terjadi pembaharuan. Mesin cuci adalah salah satu pembaharuan yang terjadi akibat banyak orang ingin perubahan dalam hidup.

Berbagai pembaharuan di dunia ini misalnya peraturan perundang-undangan yang diperbaharui karena banyak orang ingin mengalami perubahan tentang regulasi yang berjalan selama ini. Pembaharuan dalam berbagai segi kehidupan menggambarkan perubahan itu pasti terjadi, mau tidak mau.

3. Karena sudah lelah menghadapi hal yang monoton.

Hal yang negatif dan menjemukkan kerap menguras energi kita sehingga mudah menjadi lelah dan tak bergairah. Saya ingat saat masih di Jakarta dulu, saya memiliki teman-teman yang begitu lelah menghadapi situasi yang sama dan tak berujung. Misalnya saja kondisi macet di Jakarta yang dihadapi setiap hari saat berangkat ke kantor.

Kelelahan lain adalah masalah politik atau kenyamanan bermasyarakat yang membuat resah dan tak selesai. Situasi ini membuat saya terbawa dengan kondisi yang sama-sama melelahkan. Kondisi pergantian kepemimpinan di tampuk pemerintahan adalah perubahan yang diharapkan banyak orang.

4. Karena kondisi yang semakin lama memburuk. 

Perubahan pun menjadi harapan banyak orang bilamana kondisi yang dihadapi semakin lama semakin memburuk. Perubahan diupayakan agar terjadi pembaikan. Perubahan diperjuangkan untuk mengatasi kondisi yang semakin memburuk.

5. Karena peraaan emosional yang dihadapi semakin sering dialami.

Sadar atau tidak bahwa perubahan diinginkan kala kita sudah menghadapi situasi yang memancing rasa emosional. Jika anda sering mengeluh, mudah marah-marah dan mencaci maki terhadap keadaan, mungkin saatnya anda memulai perubahan.

 

Kesimpulan

Perubahan tidak selalu menjadi harapan banyak orang. Malahan ada yang takut menghadapi perubahan dalam hidupnya. Perubahan menimbulkan kecemasan, kekhawatiran dan ketidaknyamanan. Perubahan adalah seni yang mewarnai kehidupan. Agar perubahan berjalan semestinya, jangan menuntut perubahan pasti membawa kebahagiaan!

Selamat berhari Minggu! Mumpung masih awal tahun, silahkan tentukan perubahan apa yang ingin dilakukan tahun ini!

5 Hal Berikut Bisa Jadi Ubah Hidup Anda

Jika anda diminta untuk menjawab pertanyaan di atas, ‘Apa yang menjadikan anda seperti sekarang ini?’ kira-kira apa jawaban anda? Atau sederhananya hal apa dalam hidup yang membuat anda berubah dalam hidup secara drastis?

Banyak orang berpikir harta akan mengubah orang seperti yang diinginkan, nyatanya belum tentu. Sudah banyak pepatah menyarankan misalnya uang bisa membeli tempat tidur namun belum tentu membeli rasa nyenyak tidur. Uang bisa mengubah bentuk wajah yang anda inginkan lewat operasi plastik, namun belum tentu menjadi siapa yang diinginkan. Uang bukan segala-galanya, namun segalanya butuh uang. Betul, tetapi apakah karena uang anda menjadi berubah?

Lalu apa yang membuat anda seperti sekarang ini? 

Saya mendengar beberapa orang yang saya kenal bercerita perubahan hidup yang dialaminya. Kira-kira apa yang menjadikan mereka seperti sekarang ini? 

Berikut jawabannya:

1. Orang lain atau significant other 

Siapa mereka? Bisa orangtua, ayah atau ibu atau keduanya. Atau bahkan orang lain seperti guru atau orang yang hanya anda kenal sekali dalam hidup. Apa yang membuat anda terinspirasi dari mereka, bisa jadi teladan hidup mereka atau petuah yang diberikan. Mereka mampu mengubah anda menjadi lebih baik secara pribadi. Mereka menginspirasi bagaimana hidup sebaik-baiknya. Anda tersentuh karena pengaruh mereka yang begitu luar biasa dalam hidup anda, misalnya.

Seorang teman mengaku dia bisa menjadi orang baik seperti sekarang ini berkat orangtua angkatnya, lebih tepatnya ibu angkatnya. Dia menyadari bahwa sedari kecil dia berbeda dari anak yang lain, dia berubah jadi anak yang jahat dan sejahatnya agar orangtuanya ini membenci lalu membuangnya seperti dulu mereka menemukan dia di tempat pembuangan sampah. Akibat ulah dia yang jahat, si ayah angkat meninggal kena serangan jantung. Dia masih belum berubah, si ibu angkat masih tetap baik padanya. Hingga si ibu jatuh sakit, ibu hanya meminta dia jadi orang baik. Ibunya berkata, “Nak, tak selamanya orang jahat akan punya teman, tetapi jika kamu anak baik maka kemana pun kamu pergi banyak orang mengasihimu. Jika ibu meninggal, ibu ingin masih ada yang mengasihimu. Cobalah menjadi anak yang baik.” 

Sejak itu dia merenung untuk berubah jadi orang yang baik. Ia baru menyadari bahwa kasih orangtua angkatnya melebihi kasih orangtua kandung yang sudah membuangnya. Dia berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dulu ia sering mabuk-mabukkan dan menyusahkan orangtua karena sering dipanggil polisi, namun kini ia berubah total untuk tidak mabuk-mabukan dan pribadi yang baik.

2. Peristiwa hidup

Ada banyak peristiwa hidup yang membuat seseorang berubah. Peristiwa hidup tidak melulu berbentuk kesenangan seperti mendapatkan undian berhadiah lantas berubah menjadi kaya. Peristiwa hidup di sini lebih diartikan pada kejadian yang membuat anda terpuruk lalu bangkit setelahnya. Peristiwa yang menjadikan anda seolah-olah seratus delapan puluh derajat anda berubah. Mungkin anda mengira “Ini bukan saya!”

Seorang yang saya kenal baru-baru ini adalah seorang sopir sederhana dan rajin sembahyang. Dia sesungguhnya adalah anak orang kaya dengan ayahnya seorang pegawai pemerintahan yang memiliki banyak rumah dan harta berlimpah. Terbukti, ia mengambil studi di Jerman usai mengenyam pendidikan SMA di Jakarta. Setelah studi, dia kembali ke tanah air dan mendirikan perusahaan lalu menikah dengan seorang artis sinetron. Suatu hari kejadian dalam hidupnya membuatnya jatuh dan putus asa, usaha yang dirintisnya hancur dan ia pun bercerai dari isterinya. Ia merasa terpuruk. 

Kemudian ia menyadari bahwa pengalaman hidupnya seperti kejatuhan bisnis dan perceraian disebabkan oleh rejeki si ayah yang tidak halal. Ia mencari perenungan hidup dan tinggal di pesantren. Hidupnya pun berubah. Meski orangtuanya memiliki rumah yang megah dan beberapa rumah lainnya, ia memilih menumpang di paviliun milik temannya. Pada akhirnya ia menikah dengan pegawai toko sepatu dan memiliki satu anak. Ia mengembalikan ijazah studi yang dibiayai oleh ayahnya. Ia berpikir kini hidupnya sudah cukup dengan apa yang dimiliki ketimbang sebelumnya. Berubah tidak selamanya harus menjadi sukses atau kaya raya, namun berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bersahaja sudah cukup memberikan gambaran kepada kita, kita ingin bagaimana.

3. Pendidikan

Ada banyak orang yang berubah dalam hidupnya setelah mengenyam pendidikan yang lebih baik. Pendidikan membuat orang memiliki wawasan yang luas. Meski tidak menutup kemungkinan banyak kasus-kasus tertentu, mereka yang tidak selesai pendidikannya tetapi sudah tampil sukses gemilang dan terkenal. Namun hal ini tidak bisa digeneralisasikan bahwa pendidikan tidak penting. Buat saya, orang bisa berubah karena ia mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih baik. 

Sebut saja B, ia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Orangtuanya memiliki banyak anak dan tentunya tidak sanggup membiayai sekolah B meski B merupakan anak yang pandai di sekolah. Beruntunglah orangtua bertemu dengan seorang terkenal yang kaya raya. B mendapatkan tunjungan pendidikan dari orang kaya raya ini hingga B bersekolah di luar negeri. Sekembalinya ke tanah air, ia mendapatkan posisi pekerjaan dengan gaji yang menawan. Saat bertemu dengan orang kaya tersebut, B ingin membalas budi baik orang ini untuk membayar uang pendidikan yang sudah dibayarkan. Ini jawaban orang kaya itu, “Kebaikan budi tidak selalu dibayar dengan uang. Teruslah berbuat baik karena kebaikan akan selalu menghasilkan kebaikan lagi.” B pun akhirnya menyadari perubahan hidupnya karena ia berhasil mengenyam pendidikan yang lebih baik ketimbang saudara-saudaranya.

4. Buku bacaan

Bagi anda yang suka membaca, jujurlah bahwa anda juga mendapatkan pencerahan dan perubahan pengalaman hidup setelah membaca, terutama dari bahan bacaan yang menginspirasi, ya ‘kan? Membaca tidak hanya memberikan wawasan tetapi juga memberikan pencerahan. Saya banyak menjalani perubahan hidup berkat buku bacaan spiritualitas dan self help. Bagi saya, setiap hari penting untuk membaca apa saja. Saya berpikir membaca membuat saya berubah untuk jadi pribadi berkualitas.

Dalam poin ini, saya mengambil contoh saya pribadi yang gemar membaca. Setiap kali saya membaca saya lalu memvisualisasikan apa yang saya baca untuk merencanakan apakah mungkin saya bisa melakukannya. Apa pun itu, buku sudah banyak mengubah hidup saya untuk lebih baik. Saya tidak mungkin seperti sekarang ini tanpa buku-buku yang menginspirasi dan mengubah saya.

5. Trauma Masa lalu

Ada orang yang mudah larut dengan luka lama atau masa lalu sehingga sulit bangkit dalam hidupnya, namun banyak pula orang yang bisa bangkit bahkan menjadi lebih baik akibat trauma atau kejadian masa lalu. Apa bedanya poin ini dengan poin ‘Peristiwa hidup’? Di poin peristiwa hidup ada semacam rangkaian kejadian demi kejadian yang membuat orang down, frustrasi, gagal dan merasa terpuruk. Sedangkan pada poin ‘Trauma Masa Lalu’ lebih pada satu kejadian getir yang menyakitkan bahkan kejadian ini membuat trauma batin.

Ada seorang pengusaha perempuan di bidang kuliner yang bercerita bahwa ia pernah merasa terpuruk karena diceraikan oleh suaminya. Ia tidak punya keahlian apa pun selain memasak. Suaminya pergi meninggalkannya karena terpikat wanita lain. Ia putus asa, bagaimana ia harus menghidupi empat orang anaknya. Ia merasa kacau bahkan hampir ingin bunuh diri karena kekalutan pikirannya. Keluarga dari pihak suami pun tidak bertanggungjawab dan melepaskan dia bersama anak-anaknya. Ia sebatang kara karena ia sudah tidak punya orangtua lagi. 

Masa lalu ini membuat dia bangkit untuk membuka usaha makanan hingga terkenal. Kini ia sudah memiliki 40 orang karyawan untuk mengelola usaha makanannya. Hasil bisnis makanan dimanfaatkan untuk membuat usaha sewa rumah dan kos-kosan. Kini dia sudah mampu menghidupi dirinya, anak-anaknya bahkan orang lain yang menjadi karyawan yang bekerja pada usahanya.

Kesimpulan

Lima poin di atas hanya sebagian contoh yang pernah terjadi namun tidak untuk digeneralisasikan kasus per kasus. Anda mungkin punya poin lain, apa yang membuat anda berubah dalam hidup? Saya tidak tahu, hanya anda sendiri yang tahu. Namun pastikan bahwa perubahan hidup yang anda alami selalu ke arah yang lebih baik dan positif. 

Perubahan terjadi agar kita menemukan kebahagiaan sebagai proses hidup, bukan tujuan. Tujuan hidup saya dan anda pasti berbeda-beda. Jadi kunci perubahan hidup adalah membiarkannya mengalir secara alami, ikhlas dan sabar. Bukankah keajaiban dalam hidup terjadi saat kita membiarkan hal yang tidak diharapkan dan diinginkan terjadi? 

Selamat berhari Minggu

 

 

 

Segala Permulaan Itu Pasti Sulit

Siapa bilang perubahan itu mudah? Saat kita memulainya pasti ada kesulitan. Susah juga belajar bahasa Jerman di awal, itu pengalaman saya pertama kali. ‘Alle Anfang ist schwierig’ kata guru bahasa Jerman saya. Maksudnya, segala permulaan itu sulit. Jika dipikir di awal apa pun yang kita lakukan, mungkin tersirat pikiran putus asa. Susah di awal bahkan hampir menyerah, itu wajar!

Mengapa permulaan itu begitu sulit? Karena terjadi perubahan dari kebiasaan yang dilakukan. Mengubah kebiasaan itu tak mudah bahkan harus menghadapi berbagai benturan dan hambatan. Oleh karena itu memulai perubahan itu sulit. Biasa berbicara bahasa ibu, mendadak harus berbicara bahasa Jerman tentu tidak terbiasa.

Mengapa permulaan itu begitu sulit? Karena hukum alamnya, segala sesuatu itu dimulai dengan proses. Mana ada orang mendadak langsung pintar, tanpa melewati kesulitan belajar? Mana ada pernikahan yang berhasil tanpa melewati kesulitan di awal? Mana ada juga mereka yang sukses dalam usaha bisnis tidak melewati permulaan yang sulit? Jadi semua di awal pastinya sulit.

Apakah terjadi kekacauan saat terjadi perubahan? Bisa jadi. Di tengah perubahan anda mengalami kekacauan. Anda mulai flash back lagi apa iya saya bisa melakukan perubahan?

So, bagi anda yang saat ini sedang memulai perubahan, anda tidak sedang sendiri mengalami kesulitan untuk memulainya. Awal itu pasti sulit. Sama seperti pepatah bijak, ‘Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian.’ 

Percayalah, apa pun yang sedang anda mulai saat ini bukan proses yang mudah. Yakin dan optimis bahwa anda bisa dan sanggup juga melewati prosesnya. YES, YOU CAN! Karena hasilnya adalah LUAR BIASA!

Seperti kalimat bijak berikut: ‘Veränderung ist am Anfang schwer, chaotisch in der Mitte, aber am Ende einfach großartig.’ Terjemahan bebasnya, perubahan pada awalnya itu sulit, kacau di tengah, namun pada akhirnya hasilnya hebat. 

Ayo Berubah Jadi Lebih Baik! Sssttt, Sudah 2017 Loh… 

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ada teman yang berencana ingin berhenti merokok. Setiap merokok, dia berkata ke saya, “Tenang Anna, ini rokok terakhir saya.”  Ternyata sudah lima tahun dia mengatakan itu, hingga kini dia masih merokok. Kapan mau berubah?

Lain lagi teman lain, dia adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta. Saat saya bertanya kapan dia lulus,  dia pun menjawab akan menyelesaikan  skripsinya tahun ini. Rupanya ini sudah tahun ketiga dia mengatakan akan menyelesaikan skripsinya. Bayangkan di penghujung tahun ini pun dia belum memulai susun skripsinya.

Ada banyak lain di luar sana, saya dan juga anda punya komitmen untuk berubah. Pergantian tahun dijadikan sarana untuk refleksi dan mengubah hidup,  namun nyatanya sudah berganti tahun perubahan  itu belum terjadi. Apa yang salah?

Kita cenderung sibuk dengan  hal-hal yang menyenangkan namun tidak penting. Sementara perubahan adalah hal yang tidak menyenangkan tapi penting dilakukan. Jadi bersiaplah menghadapi hal tidak menyenangkan jika ingin berubah. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Faktanya begitulah perubahan!

Mulailah yang penting dilakukan untuk perubahan, misalnya ingatkan diri untuk tidak merokok, selesaikan skripsi, dll. Jika memulai sudah dilakukan ternyata mempertahankan menjadi lebih sulit. Jadi berubah itu jangan setengah-setengah! Total berubah. 

Mereka yang sering berjanji untuk berubah nyatanya tidak mengalami perubahan. Sementara mereka yang diam-diam malahan menunjukkan perubahan. Mengapa? Rupanya kebanyakan janji justru mengekang diri sendiri (self-control) sehingga menguras energi mental. Ini yang menyebabkan kita mudah menyerah sehingga sulit membuat perubahan. Apa iya? 

Dalam sebuah penelitian eksperimen, seorang Psikolog Roy Baumeister membagi dua kelompok mahasiswa. Masing-masing kelompok diperlihatkan secara nyata pembuatan kue coklat yang lezat. Mahasiswa yang jadi responden pun dapat mencium wanginya kelezatan kue coklat tersebut. Siapa pun yang melihat dan mencium pembuatan kue coklat pasti ingin mencicipinya. Kelompok mahasiswa pertama tidak diberikan kue coklat, mereka hanya dijanjikan saja bahkan mereka dilarang menikmati kue coklat yang mereka lihat dan cium dalam ruangan tersebut.

Lanjut kelompok mahasiswa kedua mereka diberi kebebasan  untuk menikmati kue coklat. Kedua kelompok mahasiswa pun diberi tugas menyelesaikan soal matematika. Ternyata mahasiswa di kelompok pertama lebih mudah menyerah dua kali lebih cepat dalam menyelesaikan soal matematika dibandingkan kelompok kedua. Apa artinya?

Studi ini menegaskan tentang sel control yang justru malah menguras mental sehingga lebih mudah menyerah. Bagaimana mau berubah jika kita sudah menyerah dan merasa lelah di tengah jalan?

Jadi perubahan itu boleh membuat due  date seperti dalam waktu tiga bulan skripsi selesai dsb tetapi yang terutama adalah will power yakni kehendak dalam diri untuk mau berubah. Perubahan itu bukan ditentukan orang lain atau eksternal faktor tapi kehendak diri sendiri.

Sssttt, sudah September 2017. Perubahan apa yang belum dilakukan?

7 Cara Buat Hidup Lebih Berarti

Sumber foto: Dokumen pribadi

“How to make your life so meaningful, Anna” tanya seorang teman pada saya. Saya jawab “It’s a lot of ways. Depends on your style, personality or your goals” Teman saya ini belum puas, lalu dia bertanya lagi “How did you know that your life makes meaningful every day?” So, here there are…

1. Set up your purpose and goal

Setiap orang di dunia ini dilahirkan dengan sebuah tujuan. Jangan katakan bahwa hidup anda sia-sia! Hidup itu pada dasarnya tidak ada artinya, namun kehadiran anda di dunia memberikan arti sehingga hidup menjadi bermakna. Lupakan siapa anda dan darimana anda berasal! Milikilah tujuan hidup sehingga anda tahu apa yang harus dilakukan! Pendidikan yang bagus, rumah yang mewah, keluarga yang sehat, pernikahan yang hebat, pekerjaan yang menakjubkan atau apa saja goal anda, itu lebih baik daripada sekedar bangun tidur pagi, bernafas hingga kembali tidur malam.

2. Be kind to others

Berbuat baik akan selalu menghasilkan kebaikan. Bahkan Tuhan pun bersabda “Balaslah kejahatan dengan kebaikan!” itu artinya tidak pernah berhenti bersikap baik pada orang lain. Mengapa? Kebaikan akan memunculkan kebermaknaan hidup. Mereka yang selalu berbagi dan bersikap baik pada orang lain merasa hidupnya lebih berarti ketimbang mereka yang tidak pernah melakukannya sama sekali. Jadi jika anda masih merasa hidup anda tidak berarti dan sia-sia, silahkan datang ke panti asuhan, rumah penyandang cacat dan komunitas masyarakat marginal, lakukan kebaikan pada mereka! Dijamin anda akan tahu arti hidup.

3. Family. Family. Family

Keluarga adalah tempat bersemainya cinta pertama dalam hidup seseorang. Siapa keluarga anda? Tidak melulu mereka adalah ayah atau ibu, bisa jadi nenek kakek anda atau pengasuh anda atau malahan keluarga angkat. Keluarga adalah awal bagaimana anda diperkenalkan pada kehidupan. Teruslah dekat, berkomunikasi dan berhubungan dengan keluarga anda dimana pun anda berada! Mereka akan mendoakan anda sehingga hidup anda berarti. Komunikasi dengan mereka membuat anda tahu apa arti kehidupan sesungguhnya karena mereka sudah berpengalaman dan yang mengajari anda. Tiada harta paling berharga selain keluarga.

4. Do your passion 

Apakah passion anda? Banyak orang yang tidak tahu apa passionnya hingga usianya sudah sepuh baru menyesal. Jika anda tidak mengenali passion, jangan harap anda kenal diri sendiri! Mereka yang mengerjakan segala sesuatu dengan cinta, akan punya gairah untuk memberi makna hidup. Jika anda tak punya gairah hidup, bisa jadi hidup anda pun meaningless. Mereka yang punya passion dalam mengerjakannya akan memahami pengorbanan. Dengan belajar berkurban, mereka akan tahu apa arti hidup ini.

5. Retreat or self reflection 

Pernah merasa bosan dalam hidup, dengan segala rutinitas keseharian? Retreat berasal dari kata latin yang berarti ‘to get away from it all’ Mengapa kita perlu mundur dari keseharian? Karena kita butuh self reflection untuk memaknai apa yang sudah terjadi dan dilakukan. Mungkin juga meditasi perlu untuk menyadari bagaimana kehidupan yang dijalani selama ini. Sebagian besar peserta retret akan pulang dengan penuh kedamaian dan kebermaknaan hidup. Daripada menghabiskan uang dan waktu untuk berbelanja hanya memuaskan keinginan namun tanpa makna, lebih baik pergi menyepi dengan menemukan kedamaian batin.

6. Make a journal

Jurnal hidup akan membantu sebagai media ekspresi dan inspirasi saat dibacakan kembali. Hidup itu sudah pasti bagai gelombang naik turun agar tetap bermakna. Namun apa pernah kita menyadari itu tanpa pernah dituliskannya dalam jurnal? Lakukan penulisan jurnal sebagai terapi diri bahwa hidup anda berarti, bermakna dan berharga. Saat anda mulai merasa meaningless dan kesia-siaan, cek jurnal anda. Jurnal akan mendokumentasikan bahwa hidup anda itu indah.

7. Have a sense of humor

Seserius apa pun hidup ini, selalu ada sisi lucu yang patut ditertawakan termasuk anda sendiri yang sedang mencari arti hidup. Bukankah anda begitu serius memaknai hidup anda sendiri sementara orang-orang di luar sana tak peduli tentang arti hidup mereka? Saya cuma ingin katakan biarlah hidup berjalan dengan misterinya agar anda tahu maknanya.  Milikilah rasa humor, tontonlah film komedi atau tertawakan kekonyolan anda! Semua ini hanya sebuah kesadaran bahwa hidup itu sudah bermakna, tidak seserius seperti pemikiran anda. Jika anda masih mencari makna hidup, tertawalah! 

Ini wise words yang baru saja saya temukan, ‘Life is without meaning. You bring the meaning to it’  Semoga bermanfaat!

Happy Sunday😄