Seberapa Berani Petualangan Anda Tahun ini?

“Das Leben ist entweder ein wagemutiges Abenteuer oder Nichts.”

Ilustrasi.

Terjemahan peribahasa tersebut adalah hidup itu adalah petualangan, antara anda berani atau tidak sama sekali. Peribahasa ini saya dapatkan ketika saya ngobrol dengan sesama orang Jerman di sini. Kami bercerita satu sama lain tentang kunjungan ke berbagai tempat di dunia yang unik, menarik dan asyik. Akhirnya saya yang suka traveling berkesimpulan bahwa hidup itu memang sebuah petualangan dan biarkan itu berjalan sebagai pengalaman berharga.

Akhir tahun 2019 pun tinggal menghitung jari. Anda dan juga saya sama-sama akan memasuki tahun yang baru. Pertanyaannya, seberapa berani petualangan anda di tahun ini? Tentu pertanyaan ini bukan tentang traveling saja, tetapi apa yang sudah dicapai sepanjang tahun ini.

Apakah anda sudah berani memulai sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya?

Apakah anda sudah berani membuat perubahan hidup yang dulu menjadi niat awal tahun?

Apakah anda sudah berani menerima kegagalan dan kejatuhan yang buruk yang membuat anda terpuruk, malu dan gagal di tahun ini?

Apakah anda sudah berani menghadapi kenyataan ditolak, diremehkan dan rasa pesimis dari orang sekitar tentang mimpi yang ingin dibangun?

Ilustrasi.

Membangun keberanian itu tidak mudah. Ketika saya ingin berkunjung ke suatu tempat, ada rasa takut. Apakah tempat tersebut aman? Belum lagi orang yang tahu saya akan pergi pun bertanya “Saya dengar tempat itu tak aman.” Ditambah lagi informasi miring tentang tempat yang dikunjungi tersebut. Begitu tiba di tempat tujuan, semua berjalan baik sepanjang kita bisa menghadapinya dengan baik. Itu pengalaman petualangan yang saya pikir, antara saya berani menghadapinya atau tidak sama sekali.

Di akhir tahun, saya tidak akan membahas capaian resolusi dan segala hal soal rencana di sepanjang tahun. Saya pikir itu semua ada di tangan anda.

Jika goal anda tahun ini berhasil, anda pasti bahagia. Tetapi jika goal anda tidak terwujud di tahun ini, anda juga harus bahagia.

Karena anda masih punya harapan di tahun berikutnya sepanjang anda berani gagal, berani mencoba lagi dan berani untuk memperjuangkannya.

Terkadang saya berpikir, mengapa Tuhan meletakkan mimpi itu pada saya karena Tuhan tahu bahwa saya bisa memperjuangkannya dengan baik. Namun semua itu butuh keberanian. Berani memulai maka berani memperjuangkannya.

Di akhir artikel, saya hanya bertanya seberapa berani anda berpetualang di tahun ini?

Mereka yang berhasil adalah mereka yang berani memulai dan berjuang untuk mendapatkannya.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!