Pilsen, Ceko (2): Apa Saja Objek Wisatanya? Simak Ini

Pilsen adalah kota keempat terbesar di Ceko. Jaraknya yang dekat dari Praha, menjadikan kota ini tak pernah luput dari kunjungan wisatawan mancanegara. Kota Pilsen dikenal sebagai kota industri terutama bir yang enak dan dikenal di seluruh dunia.

Kesempatan berkunjung ke Pilsen kali ini saya manfaatkan dengan mengunjungi objek wisata. Meski begitu cuaca tidak mendukung saat kami datang. Awan menggelayut dan hujan gerimis membuat foto tampak tak indah. Bahkan saya hampir urung berjalan-jalan karena hujan. Langsung saja, lokasi berikut adalah tujuan wisata di Pilsen.

Apa saja?

1. Katedral St. Bartolomeus

Gereja tampak samping.

Sekitar abad 13 gereja katedral ini didirikan. Gereja yang bergaya arsitektur gothik ini menjadi landmark kota Pilsen karena letaknya yang berada di jantung kota. Di area sekitar gereja memang menjadi alun-alun kota. Karena saat kami datang, area tersebut tampak dibangun panggung. Hujan gerimis tidak menyurutkan niat saya untuk mampir sejenak. Sayangnya pintu gereja sedang ditutup. Saat kami ingin beranjak ke menara gereja, ada peringatan bahwa gereja sedang mengalami renovasi.

Pintu gereja.

Di gereja katedral ini juga terdapat relikui dari Raja Henry Bohemia yang pernah berkuasa di Ceko. Wilayah katedral ini menjadi banyak dijadikan spot berfoto mengingat ada tiga air mancur yang berbalut warna emas. Tiga air mancur ini dibahas kemudian. Lalu ada patung Bunda Maria berbalut warna emas di samping gereja dan berhadapan langsung dengan Renaissance Town Hall.

Patung Bunda Maria.

2. Renaissance Town Hall

Letaknya di seberang katedral.

Bangunan kedua yang tampak menawan adalah renaissance town hall. Letak bangunan ini berada di depan dari pintu samping gereja katedral. Bangunan ini tampak menawan sehingga banyak turis mengabadikannya. Desain luar bangunan memang menakjubkan bagi tiap mata yang melihatnya.

Sejatinya bangunan ini dibangun sekitar abad 16, dengan gaya arsitektur renaissance. Kemudian tiga abad setelahnya, dekorasi di luar bangunan ditambahkan untuk mempercantik penampilannya.

3. Three Fountains

Ini air mancur pertama.

Kunjungan selanjutnya adalah air mancur kota yang berjumlah tiga, tetapi bangunannya mencolok. Warna emas yang berbalut pada keran air mancur tampak mempesona. Sepertinya bagi yang mengamati, tiga rancangan air mancur ini punya makna tersendiri.

Air mancur kedua.

Rupanya air mancur ini melengkapi area alun-alun kota Pilsen. Melalui sebuah ajang kompetisi desain, terpilihlah rancangan tiga air mancur untuk melengkapi sudut gereja yang bergaya gothik. Tiga sosok air mancur melambangkan anjing, unta dan malaikat yang saya sendiri juga sulit menebak air mancur dari lambang tersebut.

Air mancur ketiga.

4. Synagoga Pilsen

Synagoga di Pilsen.

Destinasi wisata selanjutnya adalah synagoga, tempat ibadah umat yahudi. Bangunan didominasi dengan batu granit ini dibangun sekitar abad 19. Berada di jalan raya besar, synagoga ini mudah dijangkau saat berada di Pilsen.

Di atas adalah kunjungan singkat di Pilsen. Kami melewati museum pembuatan bir, yang juga layak dikunjungi.

El Cid Restaurant, Pilsen di Ceko, Rasa Eksklusif yang Nyata: Rekomendasi Tempat (28)

Beef steak.
Sea food soup in Phillipine colonial way.

Menyambangi kota Pilzen di Ceko, kami sudah merancang untuk makan siang yang lezat dan eksklusif. Ternyata niat kami terwujud, kami menjumpai salah satu dari sekian tempat makan di pusat kota Pilzen yang lezat. Seperti yang anda lihat, menu makanan yang kami pesan benar-benar menggoda. Ya, rekomendasi tempat selanjutnya adalah restoran yang mengusung kuliner negeri matador, Spanyol. Namanya adalah El Cid.

Kami disambut ramah dengan pramusaji yang mengetahui bahwa kami adalah turis. Berbekal bahasa Inggris, pramusaji menanyakan pesanan kami. Menu dalam buku tersedia dalam bahasa setempat dan bahasa Inggris. Saya pilih sea food soup dan suami pilih beef steak. Sepertinya anda yang suka makanan lima jenis ala hotel, bisa mencoba makan di sini. Semua tersaji secara eksklusif dan elegan, termasuk segala pesanan kami.

Kami mendapatkan menu pembuka dan minuman. Ada roti baguette untuk mengawali santapan kami. Selang tak lama, datang pesanan kami berdua. Sea food soup saya dinyatakan dibuat ala Filipina, terdiri atas kerang, cumi-cumi dan udang. Rupanya dahulu Spanyol sempat menjajah Filipina sehingga nama menu menjadi soup in Philippine colonial way. Sedangkan beef steak suami terdiri atas steak, kentang tumbuk dan salad sayur. Salad sayur ini disebut coleslaw. Semua enak dan lezat tersantap.

Selesai menyantap, pramusaji menawarkan makanan penutup tetapi kami benar-benar merasa cukup kenyang. Rasanya tepat jika kami merekomendasikan restoran ini karena kami suka rasa dan tampilannya yang elegan.