Praha, Ceko (6): Johannes Kepler, Siapa Dia?

Salah satu monumen untuk Kepler di Praha.

Nama Kepler masih teringat di kepala saya saat saya masih duduk di bangku sekolah dan sedang mengingat hukum kepler. Itu salah satu alasan saya langsung mengabadikan monumen dan rumah tinggalnya saat saya berkunjung ke Praha. Akhirnya saya bisa berkunjung ke seorang ilmuwan yang dahulu saya kenal di sekolah. Kepler, dengan nama lengkap Johannes Kepler dikenal sebagai salah satu ilmu pengetahuan moderen. Ia berhasil menemukan hukum pergerakan planet-planet mengitari matahari.

Rumah tinggal di Praha, terlihat prasasti tertulis di atas pintu.

Hal lain yang saya temukan dari sosok Kepler adalah perhitungan denyut nadi manusia hingga akhirnya menjadi pandangan ilmu kedokteran. Kepler juga dikenal sebagai ahli matematika. Begitu banyak kiprah Kepler hingga ia dekat dengan Kaisar atau penguasa saat itu. Ia yang terlahir sebagai Jerman, sempat tinggal di beberapa kota di Eropa. Salah satunya, ia bersama keluarga tinggal di Praha, Ceko.

Kota Praha yang dibelah sungai vltava yang indah.

Baru saja Kepler memulai hidup baru di Praha, isterinya meninggal dunia. Kepler yang berduka, memutuskan untuk pindah dari Praha. Namun ia urung memutuskan kepindahannya dari Praha. Kepler begitu dipercaya pendapatnya oleh Kaisar Bohemia saat itu, abad pertengahan dimana Eropa dilanda gejolak hubungan antara ilmu pengetahuan dengan gereja. Kepler meninggal tahun 1630 di Regensburg, Jerman.

Menyimak profil hidup Kepler, saya tertegun akan dedikasinya pada ilmu pengetahuan. Entah apa jadinya jika Kepler tidak menemukan hukum kepler yang secara tepat mendefinisikan orbitnya.

Ada pendapat?

Advertisements

Praha, Ceko (5): Menikmati Kuliner yang Murah hingga Mahal

Aneka permen, manisan dan cokelat bisa jadi buah tangan.
Cup fruits, mau coba?

Berkunjung ke Praha tidak hanya menarik mata untuk memandang pesona menara dan keindahan arsitekturnya saja, tetapi juga mencicipi kuliner aneka ragam. Saya suka membelanjakan jajanan street foods dan restoran yang ternyata ramah di dompet. Itu pendapat saya. Atas dasar ini, saya menuliskan pengalaman kuliner saya selama berada di Praha.

Artikel pertama tentang kuliner di Praha sudah tertulis tentang masakan nusantara di link ini. Check it out! Ini menandakan makanan nusantara sudah mendunia juga.

Di restoran dengan live music, mengapa tidak?

Lanjut ulasan kuliner.

Pertama, saya sarankan anda menikmati jajanan street foods. Ada banyak ragam jenis jajanan yang bisa anda coba. Seperti yang saya beli adalah minuman jus yang dikemas menarik tampak dalam foto. Kemasan jus empat rasa sekaligus ini memikat mata turis yang menuju jembatan Charles yang terkenal itu. Bayangkan warna buah yang memikat dan rasa jus yang smoothie sungguh nikmat di kala siang hari yang terik.

Atau coba es krim atau jajanan ini.

Tak ingin jus buah, bisa juga jajanan sehat seperti cup fruits, aneka buah yang dikemas dalam gelas plastik. Anda bisa memesan dan duduk di bangku-bangku sekitar sembari menikmati sungai vltava yang indah. Mengkonsumsi buah baik juga saat kita lelah berkeliling kota sub Praha 1. Asyik ‘kan!

Anda juga bisa membeli keripik kentang yang dililit di lidi kayu. Ada rasa gurih dan garam sesuai selera anda. Yummy dan cukup enak bagi pencinta street foods. Tak ingin kentang, ada juga jagung rebus manis. Setidaknya jagung bisa mengenyangkan saat dompet menipis karena anggaran belanja yang membengkak.

Ini keripik kentang kekinian.

Kedua, anda bisa menikmati aneka cokelat, manisan permen hingga es krim. Praha seperti ibukota tetangganya, Bratislava adalah kota kaya akan permen home made yang dikemas lucu, menarik dan rasa yang sesuai keinginan anda. Anda bisa menjadikan manisan ini sebagai sovenir atau buah tangan.

Jangan ketinggalan juga es krim yang mudah dijumpai dari yang murah hingga mahal. Bahkan saya menemukan es krim berbalut kue. Enak juga.

Ketiga, aneka makanan eksklusif dan istimewa yang tersaji di restoran juga bisa anda pilih. Anda bisa menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan kota Praha di gedung dance house. Atau anda juga bisa menikmati sajian lokal dan western lainnya di dekat sungai vltava. Di sini ada pergelaran live music yang membuat suasana liburan anda semakin semarak.

Tertarik berkunjung ke Praha?

Praha, Ceko (4): 7 Tempat Kunjungan Wisata yang Pertama

Praha adalah salah satu ibukota di Eropa Tengah yang punya pesona tersendiri karena kota ini dipenuhi menara bercirikan gothik yang indah. Praha bisa menjadi tujuan wisata setelah musim dingin berakhir, dimana anda bisa menyaksikan keindahan panorama sungai vltava yang membelah kota ini. Sepertinya anda wajib berkunjung ke sini karena ada banyak tempat yang bisa dikunjungi. Praha dijuluki sebagai kota seratus menara. Dijamin anda tak akan pernah terpuaskan! Seperti saya yang datang beberapa kali karena kota ini ramah dengan turis.

Langsung saja, saya dan suami mengikuti program sightseeing tour yang memudahkan kami. Setelah kami parkir mobil, kami sudah menemukan lokasi keberangkatan bis tur keliling kota. Untuk tur selama 24 jam, anda membayar 550 Koruna per orang. Anda bebas memilih jurusan wisata yang dikehendaki.

1. Jindrisska tower

Menara Jindrisska.

Menara menjulang tinggi bergaya arsitektur gothik ini terletak di jalan Jindriskka, di Praha 1. Itu sebab diberi nama sesuai lokasinya. Pemberian nama menara baru dilakukan pada abad 18, sebelumnya nama menara dikaitkan dengan gereja katolik di sekitar situ. Bahkan anda masih bisa menemukan lonceng gereja di menara ini. Menara ini dilalui jalur trem dan kerap padat dengan lalu lintas mobil atau pejalan kaki.

Sisi lain dari menara yang selalu ramai.

2. Wenceslas square

Tampak depan.
Sisi lain.

Boleh dibilang ini adalah alun-alun kota Praha karena tempat ini berada di pusat kota yang menjadi pilihan menikmati kota Praha di bangku taman yang disediakan. Anda juga bisa memili untuk menikmati lalu lalang orang di kafe di situ. Wenceslas sendiri berasal dari nama Santo Wenceslas, Ksatria Bohemia. Indahnya bunga-bunga di sekitar taman menjadikan banyak orang memilih untuk berfoto.

Di depan patung adalah taman yang dipadati lalu lalang orang.

3. Dancing house

Gedung menari, begitu terjemahan dari bangunan ini.

Bangunan yang berada di Praha 5 ini begitu berbeda karena bentuknya yang unik. Gedung yang dirancang oleh arsitek Frank Gerhy memang menjadi salah satu tujuan wisata bila kita berkunjung ke Praha. Menurut tour gouide kami, gedung ini tampak seperti pasangan yang sedang menari. Namun pandangan lain mengatakan bahwa bangunan ini mirip stiletto, sepatu perempuan. Tidak ada tiket masuk alias gratis bila kita berkunjung ke dalam. Namun hal lain yang bisa dilakukan adalah menikmati sajian dari kafe/restoran di atas teras gedung ini.

4. Peace Square

Gereja tampak samping.
Tampak dua menara gereja.

Nama lokasi destinasi ini adalah peace square yang berada di depan gereja St. Ludmila. Dalam bahasa lokal, tempat ini disebut Namesti Miru. Gereja bergaya neo-gothik ini sendiri dibangun pada tahun 1888 hingga 1893. Dua menara gereja ini semakin melengkapi bahwa Praha adalah kota seratus menara. Di lapangan depan gereja, tiap tahun kerap diselenggarakan berbagai event istimewa.

Lokasi sekitarnya yang banyak dimanfaatkan warga untuk beraktivitas.

5. Menara Zizkov TV

Lucu ‘kan!

Masih tentang menara yang menghiasi kota Praha. Kali ini menara komunikasi untuk tayangan televisi. Namun menara ini begitu menarik seperti yang anda lihat. Ada figur orang memanjat menara yang menambah artistik dan seni lebih dari menara pemancar. Biasanya di sini, bis hop on hop off akan berhenti selama 10 menit untuk wisatawan pergi ke toilet atau sekedar berfoto.

Di sekitar menara, ada taman yang dimanfaatkan warga untuk rileks.

6. Gedung teater nasional

Bangunannya di sudut kiri.

Gedung teater ini dibangun abad 19 dan berhasil memikat banyak pengunjung untuk berfoto. Bangunan ini tampak mempesona sehingga kerap menjadi latar belakang untuk foto pre wedding. Ini saya saksikan saat dua mempelai berwajah asia sedang mengabdikan beberapa adegan di depan gedung.

Gedung teater nasional di sebelah kanan gambar.

7. Stasiun utama kota Praha

Menara di stasiun utama kota Praha.

Terakhir dalam kunjungan singkat adalah stasiun utama kota Praha. Di sini menjadi jalur terpadat untuk kereta dan bis bagi mereka yang datang dan pergi di Praha. Stasiun besar ini termasuk memiliki bangunan indah dan besar pula. Karena lokasi saya berada di stasiun, saya tidak bisa mengabadikan seluruh bangunan stasiun hanya menara saja yang melengkapi kota ini.

Untuk lanjutan wisata saya di Praha, segera berlanjut. Apakah anda punya pengalaman berkunjung ke Praha?

Praha, Ceko (3): Temukan Damai itu Dalam Diri Sendiri

Patung Sri Chinmoy di Praha.

Berjalan menyusuri sungai vltava di Praha, Ceko ternyata saya menemukan satu hal menarik. Adalah patung Sri Chinmoy dengan pakaian khas pria India. Saya pun segera menghampiri untuk mendokumentasikannya. Saya tersentuh dengan satu kalimat yang diletakkan di bawah kaki patung. Patung itu sendiri dikenal sebagai “the statue of harmony” atau dalam bahasa lokal disebut Socha Harmonie.

Kutipannya.

Bunyi tulisannya begini “if you can create harmony in your own life, this harmony will enter to the vast world.” Kutipan ini berasal dari Sri Chinmoy yang digambarkan dari patung berfigur dirinya. Dia sendiri adalah tokoh spiritualitas yang berasal dari India.

Saya tidak sedang membahas tokoh Sri Chinmoy, tetapi makna kutipan tersebut. Ini seperti yang pernah saya sampaikan dalam link ini. Di situ saya menulis perjumpaan saya dengan seorang oma saat traveling. Dia menyampaikan kutipan di kartu pos berbunyi “You’ll never find a peace in outside world unless you find it inside yourself first.” Inti dari dua kutipan tersebut sama sebenarnya.

Bagaimana pun tiap orang senang jika segalanya penuh kedamaian dan harmoni dalam hidup. Tetapi bagaimana menciptakan itu jika kita sendiri tidak bisa membuatnya untuk diri sendiri? Pertama-tama, pastikanlah damai itu berawal dari saya secara pribadi. Seberapa pun beratnya apa yang telah anda lalui dan perbuat, berdamailah dengan Sang Waktu. Anda tak mungkin mengulang hal yang terjadi, tetapi anda punya banyak waktu untuk memulai yang baru.

Damai dalam diri sendiri saat kita mampu memaafkan yang sudah berlalu. Bukan waktu yang memaafkan diri sendiri tetapi keberanian untuk melakukannya.

Hmm, selalu ada yang menarik lebih dari sekedar traveling.

Praha, Ceko (2): Jembatan Charles yang Diminati dan Punya Pesona

Jembatan Charles menjadi ikon kota Praha tampak kejauhan.
Gerbang jembatan nan gothik.

Praha itu memiliki magnet tersendiri di Eropa tengah. Kata turis dari negeri paman sam saat kami bersama kelompok turis lainnya berjalan menuju titik keberangkatan sightseeing city tour. Ia kerap datang bersama isterinya jika mereka berlibur ke Eropa. Meski mereka sudah datang beberapa kali, namun berkeliling kota Praha sepertinya tak pernah terpuaskan. Sama seperti saya yang datang lagi ke Charles Bridge karena saya belum mendokumentasikannya dalam cerita di blog.

Ini Salib di jembatan yang saya ceritakan.
Patung Pieta.

Di Praha ada beberapa jembatan yang menghubungkan kota lama dengan kota baru. Jembatan di Praha umumnya terbuat dari batu yang kokoh dan konstruksinya bergaya baroque. Namun Jembatan Charles tampak berbeda karena ini bukan cara orang menyebrangi sungai, melainkan cara wisatawan menikmati legenda, seni dan keindahan alam pusat kota Praha. Siapa pun yang melewati jembatan ini tak pernah terpuaskan untuk melihat suguhan seniman jalanan atau cinderamata buah tangan mereka.

Saya sendiri lebih asyik menelusuri tiap patung yang menghiasi jembatan. Ya, jumlah patung karya seni di Jembatan Charles terbilang tiga puluhan. Penduduk Ceko menyebutnya tiap patung orang kudus ini bisa menjadi rangkaian cerita yang tak ada habisnya. Sayangnya ada saja tangan-tangan jahil dan usil membuat vandalisme yang tak berarti. Sepintas rekan kerja orang Ceko berpendapat bahwa sebagian patung sudah dipindahkan di museum agar terpelihara baik.

Ramainya orang lalu lalang di jembatan ini.
Jembatan yang ramai juga dipadati orang berjualan atau seniman jalanan.

Tak ada tiket masuk di sini. Datang di hari libur setelah Paskah seperti yang saya lakukan ternyata membuat dua jalur datang dan pergi di jembatan dipadati banyak orang. Pertama-tama ada menara bergaya gothik yang menyambut anda di muka jembatan. Jembatan dihiasi lampu yang bersinar indah kala malam hari. Ada 16 pilar di jembatan ini. Ada banyak atraksi yang menghibur anda sebagai cara orang mencari uang, termasuk menawarkan jasa kapal wisata di sungai, bawah jembatan.

Saya dan suami datang saat libur paskah. Ada Salib yang tampak bercahaya dan ada pula patung Pieta, Bunda Maria memangku jenazah Yesus. Sebagian orang memilih berfoto di tiap patung, namun ada juga yang sibuk memilih barang dagangan di dekat patung-patung tersebut. Yang lain, sibuk memperhatikan seniman jalanan atau menyimak orang-orang yang bermain perahu wisata di sungai, di bawah jembatan.

Patung Santo Johannes Nepomuk.
Plakat Santo Johannes Nepomuk yang sering disentuh orang hingga berkilauan.

Namun ada yang menarik ketika banyak orang antri untuk bisa memegang patung dan diam sesaat. Tampak orang yang memegang benda rohani itu seperti berdoa beberapa saat. Benda rohani itu tampak berkilau karena jutaan atau entah berapa banyak orang yang datang ke situ dan melakukan hal yang sama. Rupanya ini adalah patung orang kudus yang berasal dari Ceko. Ya, dia adalah Santo Johannes Nepomuk. Plakatnya dihampiri banyak orang sambil menyebutkan sesuatu dalam hati, entah berdoa atau apalah. Legenda penduduk setempat, bila kita berdoa lewat perantaranya maka kita mendapat keberuntungan.

Tak jauh dari patung Santo Johannes Nepomuk adalah plakatnya. Dimana Santo Johannes Nepomuk tampak terbaring dengan latar belakang jembatan. Riwayat Santo Johannes Nepomuk pernah saya tuliskan di link ini. Kematiannya tragis ditenggelamkan ke sungai. Namun kesalehan hidupnya telah membuktikan bahwa ia layak menjadi orang kudus. Itu sebab di sebagian Jerman dan Praha, Santo Johannes Nepomuk diletakkan di pinggir sungai atau jembatan. Di Jembatan Charles kota Praha ini sebagian orang percaya kesalehan hidupnya dan berharap keberuntungan.

Di kedua ujung jembatan ada menara gothik.

Saran saya, anda datang pagi-pagi sekali untuk mengambil spot berfoto ketika belum banyak orang lalu lalang dan para pedagang atau seniman jalanan mencari uang. Anda juga bisa datang di malam hari. Pantulan cahaya dan sinar lampu di jembatan semakin menambah romantisme berfoto. Jembatan ini memang punya pesona yang membuat siapa saja datang ke Praha, wajib berkunjung ke sini.

Cerita tentang Praha, ibukota Ceko masih berlanjut.

Praha, Ceko (1): Keren, Makanan Indonesia Sudah Mendunia di Food Court Kekinian

Nasi Rendang.
Bakso.
Manifesto Market di Praha.

Saya rindu makanan Indonesia. Tak disangka, saya mendapati warung makan nusantara yang dijual langsung oleh orang Indonesia saat saya datang ke Praha, Ceko bersama suami. Si penjual berasal dari Bali, bernama Pak Komang. Dengan ramah, dia melayani saya bahkan dia memberi saya porsi bakso sebagai salam perkenalan.

Daftar menu di kedai Pak Komang.
Kedai gaya retro klasik yang asyik untuk berfoto.

Saya undang anda untuk datang ke food court bergaya retro nan kekinian yang sedang digandrungi anak muda di Praha. Datanglah ke Manifesto Market! Tempatnya asyik untuk nongkrong dan bisa untuk spot foto. Keren!

Di Manifesto Market tersebut, saya mendapati aneka makanan dunia. Indonesia pun tak mau kalah karena ada restoran bali yang juga menjajakan menu nusantara. Tampak nasi rendang, bakso, nasi campur bali hingga bir bintang yang jadi produk Indonesia. Ini bisa jadi ‘obat’ bagi mereka yang rindu masakan tanah air di tanah Eropa. Pak Komang yang sudah lima tahun tinggal di Praha akan senang menyambut anda.

Harga makanan yang dijual di kedai Pak Komang cukup terjangkau buat saya yang biasa hidup di Jerman. Anda bisa membayarnya dengan kartu kredit atau debit semudah anda memesannya. Makanan yang dijualnya sangat enak buat saya. Jangan lupa sambalnya yang pedas seolah-olah mengingatkan saya pada sambal buatan ibu saya.

Siapa bilang makanan nusantara tak ada peminatnya! Buktinya, ada saja pria dan wanita berambut pirang memesan menu di kedai Pak Komang. Mereka senang dengan masakan Indonesia yang terkenal kaya akan rempah dan rasa makanan yang eksotis.

Semakin malam, tempat yang berada di Praha 1 ini semakin ramai dan digemari kalangan pelancong. Maklum tempatnya strategis yakni titik keberangkatan untuk bis Hop on Hop off yang bertujuan keliling kota Praha. Suasana yang asyik untuk bercengkerama dengan pelancong lain atau menikmati kota Praha dengan pilihan kuliner mancanegara bisa jadi alasan mereka untuk datang ke sini. Saya dan suami menemukan lokasinya memang tak jauh dari parkir mobil.

Jika anda datang ke Praha, jangan lupa mampir ke sini!