Makanan Khas Prancis (4): Créme Au Lait, Semacam Dessert Cokelat yang Wajib Dicoba Cocholate Lover

Dessert rasa cokelat yang enak sekali.

Para pecinta cokelat, apakah anda pernah menikmati dessert asal negeri ayam jantan ini? Sewaktu saya melihat foto-foto traveling di Prancis beberapa waktu lalu, mata saya langsung tertuju pada makanan pencuci mulut yang saya pesan di salah satu restoran di sana. Kemudian saya mencari tahu, barangkali saya masih bisa menemukannya di negara tetangganya, di tempat tinggal saya. Nyatanya dessert ini bisa dijumpai di gerai supermarket di sini, bersaing dengan aneka dessert enak dari negera Italia.

Makanan pencuci mulut ini semacam krim cokelat, namun kadang disebut juga yogurt cokelat. Di beberapa negara lain di Eropa disebut vla karena bahan bakunya adalah susu. Bahkan dessert cokelat ini digemari di negeri Kincir Angin. Peredaran makanan pencuci mulut sekitar Eropa barat memang mudah ditemukan di Prancis, Belgia dan Belanda.

Jika anda datang ke Jerman, anda bisa membelinya dari yang mudah di supermarket hingga yang mahal di restoran/kafe.

Saya suka dengan pencuci mulut ini karena teksturnya yang lembut dan rasa manisnya pas. Biasanya kan ada pencuci mulut yang terasa manis hingga membuat tak nyaman di lidah. Rasa cokelatnya itu tidak berlebihan atau pun bukan bitter yang tak enak di lidah.

Sejujurnya saya masih belum percaya diri pada kemampuan saya membuat dessert dan baking. Biasanya saya menjadi tester dari teman mahasiswa asal benua biru yang suka sekali meramaikan dapur mahasiswa dengan kreasi baking atau makanan pencuci mulut. Biasanya mereka meminta saya memasak makanan khas Asia yang mereka suka lalu mereka membuat makanan pencuci mulut. Salah satunya ya dessert cokelat ini yang menurut mereka mudah membuatnya, semudah saya memasakkan nasi goreng atau soto ayam untuk mereka.

Dessert cokelat ini sudah beberapa kali saya nikmati. Karena begitu enaknya, saya bagikan pada anda terutama chocolate lover untuk mencicipinya. Ataukah anda sudah pernah mencoba sebelumnya?

Advertisements

Quiche, Semacam Martabak Telur: Makanan Khas Prancis (3)

Prancis adalah salah satu negara yang dikenal dunia sebagai tempat asal muasal kuliner terenak. Tak hanya urusan mode saja, orang-orang Prancis piawai dalam meracik bahan makanan agar nikmat di lidah. Terbukti lidah saya tidak pernah protes saat mencicipi kuliner asal negeri ayam jantan ini. Kini saya ajak anda menyimak pesanan pastry yang menurut saya sedikit mirip dengan martabak telur bila disandingkan dengan kuliner nusantara.

Adalah speckige quiche, nama pesanan saya di suatu kafe di Austria. Mengapa saya memesannya? Dalam deskripsi makanan dijelaskan pesanan saya sejenis pastry yang terbuat dari susu dan telur dicampur dengan aneka sayuran. Ada dua jenis quiche yang disediakan kafe, pilihan saya atau vegetaris, tanpa speck. Speck adalah semacam daging asap. Kemudian ada tambahak dekorasi seperti salad sayuran begitu.

Coba anda perhatikan dengan seksama quiche?

Sebagai bahan dasar adalah adonan roti, yang kemudian menjadi kerak seperti pelapis. Itu sama seperti martabak telur. Ada adonan untuk membungkus kocokan telur dan daun bawang. Bedanya quiche terbuat dari susu dan telur dijadikan satu. Setelah itu, ada bayam, daun bawang dan speck yang dipotong kecil-kecil. Karena bentuknya yang bulat dan sejenis kue maka quiche di Jerman termasuk dalam jenis tarte.

Saya penasaran dengan quiche dan bertanya pada seorang teman yang bekerja di gastronomy. Dia bekerja sebagai asisten dapur di restoran. Dia menjawab pertanyaan saya bagaimana membuat olahan topping quiche. Jawabnya, sayuran topping terdiri atas irisan timun jepang, bayam dan wortel yang ditumis bersama bawang bombay. Seusai ditumis setengah matang, kemudian letakkan di atas adonan roti sebelum dipanggang.

Saat saya menikmati tiap potongan quiche, ini mengingatkan saya pada martabak telur. Sungguh saya benar-benar merindukan martabak telur kini. Namun itu terbayarkan dengan quiche yang saya pesan.

Apakah anda juga suka martabak telur?