Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 12 Juni 2016. Jika hidup adalah buku, maka bacalah dengan seksama dan nikmati kisah di dalam buku tersebut. Jika hidup adalah tarian, menarilah dengan penuh penghayatan seolah-olah tarian itu memukau penonton … Continue reading Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 2 Februari 2014. Dari sekolah, saya belajar menjadi pandai. Dari orang lain, saya belajar menjadi arif dan bijaksana. Dari kegagalan, saya belajar arti kesuksesan. Dari masa lalu, saya belajar tentang masa … Continue reading Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

Pada bulan Maret ini, saya tampilkan ulang (=Reblog) karya fiksi berupa puisi setiap Sabtu. Ini adalah puisi dengan judul yang sama dan tayang pada 4 November 2012. Saya belajar Saya belajar yang membuat hidup ini menarik adalah mewujudkan impian menjadi kenyataan. Saya belajar bahwa dalam hidup, justru hal-hal sederhana bisa menjadi paling luar biasa. Saya … Continue reading Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

Einen brauchst Du: Puisi Bahasa Jerman (5)

dav Musim gugur tiba. Warna sekitar menjadi berwarna dan terlihat cantik sekali. Betapa hebat keagungan Tuhan melalui aneka warna yang indah ini. Bahwa hidup ini indah jika ada banyak warna yang kita lihat. Kita membutuhkannya agar hidup tidak membosankan. Tak jauh dari situ, saya menemukan sebuah sekolah Realschule yang tampak sedang direnovasi di pinggiran perbatasan … Continue reading Einen brauchst Du: Puisi Bahasa Jerman (5)

Menulislah Saat Anda Galau, Mengapa?

Saya punya teman dekat di ujung dunia sana yang baru saja galau bahkan lebih dari sekedar galau karena putus cinta. Pacar yang dipujanya itu kini pergi meninggalkan dia. Masuk akal ketika dia galau hingga frustrasi, depresi dan hilang asa begitu dia menyebut kondisi dirinya sendiri karena hubungan mereka sempat merencanakan pelaminan. Wow! Sebagai teman baik, … Continue reading Menulislah Saat Anda Galau, Mengapa?

Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Apakah hidup menurut Anda? Ada banyak kata dan kalimat yang muncul dalam benak anda, jika saya bertanya hal tersebut.  Sewaktu kalimat tanya, apa hidup menurut Anda? Teman saya langsung nyeletuk, “Hidup? Ya, jalani saja!”. Saya pikir tidak ada rumus baku atau formula yang tepat untuk menjalani hidup. Setiap orang punya pengalaman tersendiri untuk menjalani dan … Continue reading Puisi (6): Apakah Hidup Menurut Anda?

Liebesgedicht: Puisi Cinta jilid 2

Im Wunderschönen Monat Mai, Als alle Knospen sprangen, Da ist in meinem Herzen Die Liebe nur für Dich Im Wunderschönen Monat Mai, Als alle Vögel Sangen, Da hab ich Ihr gestanden Mein Sehnen für Dich Im Wunderschönen Monat Mai, Du bist mein Das sollst Du gewiss sein Du bist beschlossen in meinem Herz Mein Schatz, … Continue reading Liebesgedicht: Puisi Cinta jilid 2

Puisi Cinta dalam Bahasa Jerman: Liebesgedicht

Karena banyaknya kata kunci yang masuk ke sini tentang kalimat romantis dalam bahasa jerman https://liwunfamily.wordpress.com/2014/02/14/kalimat-romantis-bahasa-jerman/, saya kembali mengutip puisi cinta yang saya dapatkan. Singkat, padat namun maknanya dalam. Bagi anda yang sedang merayu dan ingin menggunakannya, saya persilahkan. Du bist mir nahe Du bist mir nahe, auch wenn Ich Dich nicht sehe. Du bist bei … Continue reading Puisi Cinta dalam Bahasa Jerman: Liebesgedicht

Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Dari sekolah, saya belajar menjadi pandai. Dari orang lain, saya belajar menjadi arif dan bijaksana. Dari kegagalan, saya belajar arti kesuksesan. Dari masa lalu, saya belajar tentang masa kini dan masa depan. Dari kesalahan, saya belajar tentang kebenaran. Dari peristiwa buruk, saya belajar berpikir positif. Dari rasa takut, saya belajar menjadi berani. Dari menunggu, saya … Continue reading Puisi (4): Hidup adalah Belajar

Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

Saya belajar Saya belajar yang membuat hidup ini menarik adalah mewujudkan impian menjadi kenyataan. Saya belajar bahwa dalam hidup, justru hal-hal sederhana bisa menjadi paling luar biasa. Saya belajar bahwa sabar adalah kunci keberhasilan. Bahwa segala sesuatu tidak diperoleh karena instan dan keberuntungan tetapi melalui proses dan kerja keras. Saya belajar bahwa memaafkan adalah cara … Continue reading Puisi (3): Saya Belajar Dalam Kehidupan

Puisi (11): Aku Bersyukur

Aku bersyukur, Aku menjadi kuat ketika orang lain mencela dan memfitnahku. Aku bersyukur, Aku menjadi sabar ketika sesuatu yang kuharapkan tak kunjung datang. Aku bersyukur, Aku menjadi lebih pandai saat orang lain memberikan pekerjaan yang tidak aku sukai. Aku bersyukur, Aku menjadi rajin berdoa ketika aku merasa seluruh dunia menjauhiku. Aku bersyukur, Aku merasa hidupku … Continue reading Puisi (11): Aku Bersyukur

Puisi (8): Monolog Menunggu

Perempuan : “Aku bosan menunggu. Pekerjaan yang paling membosankan itu adalah menunggu. Tak pasti, aku tak suka itu.” Malaikat : “Sabarlah sayang. Kau tahu saatnya kan tiba.” Perempuan : “Sabar, Sabar, Sabar. Sampai kapan sabar? Sudah habis kesabaranku.” Malaikat : “Menunggu itu adalah sebuah proses untuk menguji kesabaran setiap orang. Jika kamu bisa melewatinya, buah … Continue reading Puisi (8): Monolog Menunggu

Puisi (5): Diam Sama Dengan Emas

Ada kala diam adalah emas Tak selamanya diam juga emas Kadang diam tak menghasilkan apa pun yang kuharapkan Diam tak menjawab pintaku Aku diam Dia pun diam Aku tak mengerti apa maunya Serba salah Aku hanya manusia biasa Aku tak sempurna Dengan diam, aku berharap kau mengerti Aku bingung Diam membuatku bertanya tentang dirimu Kau … Continue reading Puisi (5): Diam Sama Dengan Emas

CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

Rupa wajah yang tak setampan Romeo dalam Shakespeare. Mata yang tajam seperti elang dengan sorot seperti surya di pagi hari. Sesungging senyum seperti wangi bunga di pagi hari, meluluhkan hati. Wanita mana yang tak terpesona oleh mata dan senyum yang memanah hati? Pangeran Kodok. Kuberanikan diri menyapa keangkuhan hatinya. Ia hanya mengganggukan kepala. Sopan dan … Continue reading CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

Puisi (9): Aku Sudah Jatuh Cinta

Cinta itu buta Sewajarnya ia tidak melihat betapa bodohnya aku Tanpa melihat Aku sudah jatuh cinta Cinta itu tuli Sepertinya ia akan bisa mendengar betapa kencang degup jantungnya Kala aku memandang wajahnya Aku sudah jatuh cinta Cinta itu bisu Sepertinya ia tak akan sanggup berkata-kata Saat waktu mempertemukan kami Aku sudah jatuh cinta Cinta itu … Continue reading Puisi (9): Aku Sudah Jatuh Cinta

Puisi (1): Seperti Malaikat dan Iblis

Kamu seperti Malaikat, Hatimu menyentuhku dengan pesona ketegaranmu menghadapi hidup Kamu seperti Iblis, Kamu menggodaku dengan sejuta rayu meluluhkan jiwa Kamu seperti Malaikat, Bayanganmu hadir menyelamatkan kerapuhan jiwaku Kamu seperti Iblis, Rayuanmu siap menerkam kelemahan diriku Kamu seperti Malaikat, Kebijaksanaanmu meluluhkan pikiranku Kau seperti Iblis, Memperlakukan diriku bak seorang Ratu Iblis Kamu seperti Malaikat, Hadirmu … Continue reading Puisi (1): Seperti Malaikat dan Iblis

Puisi (2): Cinta dan Salah

Adakah cinta itu salah Dia memanah rasa menjadi asa Hingga suka menjadi duka Adakah cinta itu salah? Tak pernah bisa dimiliki tetapi bisa dirasakan Mati pun tak mau, apalagi hidup Adakah cinta itu salah? Kala ditanyakan, tak jujur untuk menjawab Ragu untuk melangkah Adakah cinta itu salah? Menyesakkan jiwa dengan sejuta rayuan, tertahan oleh nafsu … Continue reading Puisi (2): Cinta dan Salah

Puisi (12): Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan setitik air Dia berikan aku samudera Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan setangkai mawar Dia berikan aku taman yang indah Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan kesabaran Dia berikan aku waktu untuk menanti Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan kekuatan Dia berikan aku ketegaran Aku … Continue reading Puisi (12): Aku Mencintaimu

Puisi (10): Cinta dan Benci

Setiap orang diciptakan untuk saling mencintai. Tetapi, mengapa ada kebencian? Perasaan benci berarti bukan cinta. Perasaan benci pasti berbeda dengan cinta. Bentuk perlakuan membenci pasti berbeda dengan mencinta. Tuhan senantiasa mencintai manusia. Apakah Tuhan membenci manusia? Jika Tuhan menciptakan hati untuk mencintai, mengapa hati yang diciptakan bisa menumbuhkan perasaan benci. Benci bukan berarti Benar-benar Cinta. … Continue reading Puisi (10): Cinta dan Benci