5 Alasan Mengapa Radio di Jerman Tetap Bertahan

Ilustrasi. Mendengarkan radio selama perjalanan supaya tidak membosankan.

Radio adalah salah satu saluran media komunikasi yang masih digunakan meski dunia komunikasi sekarang berkembang lebih cepat lewat internet. Tetapi tidak ada yang menggantikan radio. Radio masih menjadi saluran media yang efektif untuk menjangkau seluruh masyarakat. Di Jerman radio memiliki tempat tersendiri, begitu pengalaman saya berada di Jerman.

Baca juga: Kiat diwawancarai Radio (live report)

Selama saya masak di dapur, saya punya radio untuk menemani aktivitas memasak. Radio khusus di dapur bentuknya kecil dan praktis, yang memang ditempatkan di dapur. Namanya radio dapur. Sambil masak, saya bisa mendengar berita dan lagu-lagu agar aktivitas memasak saya menyenangkan.

Berbeda dengan kebutuhan radio di mobil, radio menemani saya selama perjalanan. Saya bisa mendengarkan musik yang memberi semangat saya memulai aktivitas. Yang utama, saya menjadi paham kondisi jalanan terkini. Lewat radio, saya jadi tahu bagaimana kondisi cuaca dan perjalanan.

Begitu praktisnya radio, saya pernah menginap di hotel berbintang di sini yang menyediakan radio di kamar mandi. Namanya juga radio kamar mandi, ada yang sebut duschradio atau badezimmer radio. Radio yang dimaksud hanya diselipkan di dinding kamar mandi, dekat wastafel. Ukurannya kecil dan praktis, hanya sebagai hiburan selama di kamar mandi. Tak bosan di kamar mandi, karena ada radio yang menemani.

Lain lagi, pengalaman saya mendengar radio saat sedang berada di klinik praktik dokter gigi. Itu artinya radio juga bisa menjadi media hiburan yang masih eksis di sini. Meski radio tidak diperdengarkan dengan suara keras, tetapi alunan musik dan berita yang diperdengarkan membuat orang perhatian dan menyimak.

Siaran radio pertama kali diperdengarkan secara resmi di Jerman tahun 1923. Hampir mendekati seratus tahun usia radio, kira-kira apa yang mendasari radio di Jerman masih tetap populer bagi para pendengarnya yang setia. Saya berusaha mencari tahu.

1. Jangkauan pendengar radio itu lebih banyak

Ya, ini diketahui setelah dilakukan survei terhadap sejumlah orang. Hasilnya menunjukkan lebih banyak orang mendengarkan siaran radio ketimbang media hiburan lain. Radio bisa didengarkan dimana saja. Radio setia menemani kala dalam perjalanan, agar bisa mengetahui titik-titik yang dihindari bilamana macet. Sementara sebagian besar orang Jerman itu memiliki kendaraan. Atau informasi terkini soal cuaca yang menentukan aktivitas berikutnya. Radio kini mudah didengar dengan aplikasi yang mudah.

2. Pesan berita yang disampaikan lebih efektif.

Mengenai suatu berita, kita perlu membacanya atau menonton siaran berita tetapi melalui radio, pesan lebih efektif terekam dalam memori. Pesan di radio cukup efektif, singkat dan padat. Berita yang disampaikan lewat radio juga terbarukan dan singkat. Memang kini sudah ada internet, yang bisa mendapatkan berbagai hal dengan dua jari. Tapi bagaimana anda bisa melakukan itu bila anda sedang menyetir mobil atau memasak makanan di dapur?

Baca juga: Bagaimana menyiapkan talk show di Radio? Berikut panduannya

3. Radio dicintai di semua kalangan usia.

Suatu kali saya dan suami berkendara sekitar malam hari. Kami menyimak radio selama perjalanan. Lalu tiba jam 20.00 malam hari, si penyiar radio sedang membacakan dongeng untuk anak-anak. Saya terkejut dan berpikir bahwa radio hanya untuk orang dewasa seperti saya. Lalu si penyiar memberi pesan bahwa waktu tidur malam sudah tiba bagi anak-anak, sambil diiringi musik pengantar tidur. Luar biasa ‘kan! Nyatanya radio itu bisa untuk semua kalangan, bahkan untuk anak-anak.

4. Radio adalah media audio dengan visualisasi yang subyektif.

Radio adalah media audio yang menginspirasi kita untuk membuat visualisasi. Jika kita mendapatkan pesan dari radio maka kita mulai membuat imajinasi visual dalam pikiran kita. Ini lebih kaya ketimbang kita melihatnya dalam tayangan tontonan. Radio yang sarat berita juga sarat akan pesan yang memang berbeda ketimbang media hiburan lain. Iklan dalam radio saja misalnya, bagaimana membuat pendengar bisa membuat visualisasi dalam benak mereka tentang produk dan model yang disampaikan. Keren kan!

5. Radio terkesan lebih akrab ketimbang media hiburan lain.

Program radio tidak hanya berisi lagu dan berita saja, ada kuis, dialog interaktif, mimbar keagamaan dan lain sebagainya. Berita saja, pendengar radio bisa terlibat menyampaikan kondisi jalan raya yang sedang terjadi dan ini membantu bagi para pengendara lainnya untuk menyimak. Atau dialog interaktif yang melibatkan pendengar radio untuk menjawab suatu tema. Ini membangun keakraban yang hidup, meski tidak saling melihat satu sama lain tetapi hubungan penyiar dan pendengarnya memang memberi nuansa hangat dan terkesan akrab.

By the way, apakah anda masih suka mendengar radio juga?

Mempersiapkan Bincang-bincang (Talk Show) di Radio

talk show radio
Sumber foto: Dokumen pribadi

Meski kini paling banyak disajikan talk show di televisi, namun bagi mereka yang tinggal di wilayah remote semacam pedalaman dan terpencil, radio masih dimanfaatkan sebagai sumber informasi. Radio umumnya menjadi saluran media yang berpengaruh sebagai informasi publik bagi mereka yang tidak punya waktu untuk menonton tivi atau tidak memiliki tivi di rumahnya. Jangkauan radio begitu luas bahkan dengan ponsel sekalipun masih bisa diperdengarkan, sementara televisi masih memerlukan listrik dan ketersediaan akses layanan penerima gambar atau antenna.

Nah, bagaimana menyusun naskah talk show di radio? Ini dia saya berbagi pengalaman:

  • Tentukan radio yang ingin dituju!

Ada banyak radio berseliweran jika anda membuka saluran radio baik itu di rumah, mobil maupun online. Terkadang setiap radio memiliki segmen pasar tertentu misalnya untuk orang muda, perempuan dan ibu rumah tangga atau khalayak umum. Untuk tujuan siaran ini, sebelum menentukan radio yang dituju, pilih dulu siapa jangkauan yang diharapkan untuk talk show anda? Jika umum, pilih radio yang memiliki jangkauan luas hingga ke wilayah terpencil, misalnya.

 

  • Kirim surat permohonan kepada radio!

Setiap radio memiliki agenda kerja yang diatur secara periodik. Agar acara talk show yang ingin anda lakukan berjalan dengan baik, kirimkan dulu surat permohonan kepada radio yang dimaksud. Sebaiknya jalin dulu hubugan dengan pihak humas atau telpon ke pihak radio tersebut bagaimana mengajukan permohonan slot tayang. Ada baiknya anda mengirimkan surat permohonan sebulan sebelum rencana siaran. Jika anda memiliki kemitraan hingga setahun dengan radio tersebut misalnya, anda bisa lakukan siaran setiap bulan sekali maka diperlukan rencana tema dan waktu slot tayang radio tersebut.

 

  • Persiapkan waktu siaran!

Kapan pelaksanaan siaran? mulailah merinci hari, tanggal dan jam siaran. Berapa lama siaran akan dilaksanakan? satu jam, dua jam?

 

  • Tentukan tema bincang-bincang!

Apa yang ingin dijadikan garis besar atau benang merah dari siaran anda? Sebaiknya anda bisa mengkaitkan tema dengan hari perayaan/peringatan tertentu. Misalnya, anda ingin berbicang tentang kesadaran membaca buku saat menjelang Hari Aksara Sedunia. Tema akan membantu anda memilah konsep siaran dan narasumber yang tepat untuk kebutuhan siaran anda.

 

  • Siapkan narasumber!

Agar siaran anda benar-benar memenuhi tujuan anda, yakni menjangkau publik dengan informasi yang benar dan tepat maka anda juga memerlukan orang yang tepat pula sebagai narasumber. Siapa narasumber untuk siaran anda? Sebaiknya pilih yang memang sesuai dengan tema siaran anda. Untuk memaksimalkan tujuan anda, undang narasumber dari jauh-jauh hari agar mereka bersedia hadir. Narasumber juga membantu kita menyampaikan maksud dan tujuan siaran sesuai kebutuhan kita. Narasumber bisa jadi tenaga ahli atau public figure untuk tema anda. Atau anda juga bisa mengundang penerima manfaat atau orang yang bisa berbagi pengalaman. Misalnya anda ingin membangu kesadaran membaca maka anda bisa mengundang orang yang suka baca seminggu lebih dari 5 buku.

 

  • Tentukan format siaran!

Format siaran ini menyangkut kesanggupan dari pihak radio untuk memenuhi slot tayang permintaan anda. Ada yang bersedia melaksanakan siaran secara langsung (live) namun ada pula yang harus melakukan tapping atau rekaman. Tidak ada kelebihan atau kekurangan masing-masing format, sama saja tergantung bagaimana anda menyesuaikannya. Pengalaman format radio dilakukan tapping dikarenakan kondisi narasumber yang tidak bisa melaksanakan live pada waktu yang ditentukan. Jadi tidak melulu karena pihak radio saja untuk menentukan format siaran. Jika anda memiliki anggaran advertorial, maka radio biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan anda sesuai slot advertorial yang terjadwalkan.

 

  • Susun konsep siaran!

Konsep siaran ditentukan sejauh pengelolaan jam siaran yang diberikan. Jika diberikan waktu satu jam, maka selama 60 menit anda harus memikirkan pembagian segmen yang tepat. Meski anda telah membayar radio untuk slot tayang tersebut tetapi pihak radio biasanya akan memberikan jeda agar talk show dapat berlangsung efektif dan tidak membosankan. Sebagai contoh untuk siaran 60 menit, saya biasanya membaginya menjadi empat segmen. Segmen tersebut terbagi sesuai dengan tema besaran siaran.

 

  • Persiapkan naskah talk show

Untuk siaran radio, saya terbiasa membuatkan naskah talk show agar narasumber dan host radio memiliki gambaran kebutuhan yang diperlukan. Naskah talk show berisi tentang pertanyaan dan jawaban yang relevan dengan tema. Awali naskah dengan pengantar siaran yang kelak akan dibaca oleh host radio di awal bincang-bincang. Pengantar bisa berisi data dan profil program.

 

  • Bantu dengan pertanyaan dan jawaban dari diskusi

Selama siaran, siapkan juga jawaban dari pertanyaan yang mungkin ditanya oleh khalayak yang mendengarkan. Apakah bincang-bincang bersifat tertutup? atau semi terbuka? jika tertutup kemungkinan pertanyaan yang dilayangkan dari khalayak hanya melalui sms atau saluran media yang tertutup dan tidak langsung kepada narasumber. Jika ada jeda dari segmen, siapkan juga jawaban dari pertanyaan yang dikirimkan. Ada pula tanya jawab langsung yang dibuka oleh host kepada narasumber. Untuk itu, anda mesti sigap dengan jawaban-jawaban untuk para narasumber.

 

Semoga bermanfaat!