Mie Ramen atau Mie Ayam, Kuliner Asia Dinikmati di Eropa

Mie ramen.

Apakah anda suka makan mie seperti mie ayam atau mie ramen? Tentu kedua jenis kuliner tersebut berbeda karena asal makanan pun berbeda. Mie ayam yang saya bahas ini memang berasal dari Indonesia. Sedangkan mie ramen di sini adalah kuliner asal Jepang, meski ada banyak kreasinya ditemukan di Asia. Saya sendiri pernah menikmati mie ramen di Indonesia yang menurut saya terbilang berasa pedas.

Kali ini saya membahas dua makanan berbahan mie yang cukup populer juga di Jakarta, yakni mie ramen dan mie ayam.

Mie Ramen

Saya pernah mengulas mie ramen yang saya nikmati di Hong Kong dan di Jerman. Sedangkan mie ramen berikut saya nikmati di salah satu restoran selera asia di kota Pilsen, Ceko. Pasalnya saya tertarik dengan tampilan mie yang tampak pedas karena hari itu sedang hujan dan suhu cukup sejuk. Saya berpikir ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk menghangatkan tubuh.

Mie ramen ini rasanya berbeda seperti yang saya harapkan. Mie ramen ini tidak terasa pedas. Rasa pedas dalam mie berasal dari jahe merah yang diiris sebagai topping. Ada rumput laut dan irisan daging seperti biasanya mie ramen. Namun ada jamur yang dimasak dengan saus teriyaki. Untuk rasa mie ramen, ini tidak seperti yang saya nikmati sebelumnya. Hal ini karena juru masak restoran ini memang bukan orang Jepang.

Mie Ayam

Mie ayam.

Mie ayam biasa saya nikmati di Indonesia sejak saya masih bersekolah. Biasanya kantin sekolah menyediakan mie ayam dengan harga terjangkau. Bahkan mie ayam bisa menjadi makanan favorit saya dan teman-teman kelas jika kita kedapatan tugas kerja kelompok. Kunci lezatnya mie ayam berada pada racikan bumbu yang dicampur dalam irisan potongan daging ayam dan minyak bumbu.

Mie ayam yang saya bahas kali ini adalah buatan teman mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi di Jerman. Dia membuatkannya untuk kami yang bertandang ke asrama mahasiswa. Untuk racikan potongan ayam terbuat dari bumbu bawang putih, bawang merah, minyak wijen, saus teriyaki dan sedikit kecap manis. Untuk mie dan sayurannya direbus bersamaan. Hmm, cukup enak.

Jika anda harus pilih, mana yang paling disukai dari dua menu mie di atas?

Japanische Ramen Suppe, Mie Ramen yang Berbeda: Makanan Khas Asia (42)

Mie Ramen yang saya temukan di sini. Tidak pedas dan kuahnya bening.
Mie ramen di Asia tampak berkuah pedas.

Siapa suka makan ramen perlu tahu bahwa ada hal berbeda dari ramen yang dibuat di restoran Asia di sini.

Musim dingin sudah datang. Suhunya mencapai 1 derajat celcius di luar. Namun demikian, ini tidak membuat kami malas dan berdiam di rumah. Kami pun berjalan kaki keliling pusat kota. Dari sekedar berjalan kaki ini, akhirnya saya menemukan restoran Asia baru.

Berhubung sudah lapar maka kami memutuskan untuk makan siang di situ. Kami pesan mie ramen yang tertulis di buku menu “Japanische Ramen suppe” kemudian pramusaji segera merespon pesanan kami.

Mie ramen yang terpikir adalah mie berkuah pedas dengan sajian nori di dalam sup. Bahkan di Jakarta, kita bisa mengatur level rasa pedas seperti yang diinginkan. Kami pun pernah mencoba makan mie ramen di Asia saat traveling. Rasa dan penampilannya tak ada duanya. Cerita saya soal mie ramen saat traveling di sini. Itu yang mendorong kami pesan ulang mie ramen di Jerman.

Sepuluh menit kemudian, pesanan kami datang. Ternyata mie ramen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkan. Perbedaannya adalah tidak ada nori di dalam sup. Kuahnya pun tidak berasa pedas. Ini seperti sup ayam dengan sayuran di dalam. Dalam sup tampak sayuran brokoli, timun jepang dan daun bambu.

Mungkin setiap orang bisa membuat selera mie ramen seperti yang diinginkan. Seperti yang saya temukan di sini bahwa mie ramen ini identik dengan sup ayam yang diberi mie lebar dan tambahan sayur.

Meski mie ramen ini di luar perkiraan, setidaknya mie ramen yang kami nikmati di sini bisa menghangatkan tubuh sesaat. Maklum saja kami merasa kedinginan di luar.