Rekomendasi Tempat (16): Drei Goldene Kugeln, Mall Plus City Austria

Wiener Schnitzel 150 gram.

Rekomendasi selanjutnya adalah restoran yang mengusung citarasa masakan Austria. Sebagai informasi, kuliner Austria dengan Jerman itu sepertinya hampir identik. Kita bisa menemukan ragam kuliner Austria yang mirip dengan Jerman, begitu pun sebaliknya. Apalagi saya yang tinggal di negara bagian Bavaria, dapat dipastikan memiliki citarasa kuliner yang sama dengan negeri tetangga, Austria. Termasuk tiga kuliner berikut yang dipesan di restoran lokal di salah satu pusat perbelanjaan Plus City.

Di akhir pekan, pilihan menikmati kuliner negeri tetangga memang menggoda. Ini menjadi ide menarik dimana kami ingin shopping sambil menikmati waktu keluarga dengan makan siang di mall. Pilihannya jatuh pada restoran lokal, Drei Goldene Kugeln yang ada di depan pintu masuk lantai 1 mall Plus City, Austria. Restoran ini memang selalu ramai, bahkan kami beberapa kali ke situ dan tidak mendapatkan tempat. Untuk kesekian kalinya, kami berhasil mendapatkan tempat duduk sehingga kami pun memesan menu lokal di situ.

Seehect gegrillt mit Krauterbutter.
Schweinebraten mit Knödel.
Buku menu.

Tak ada yang berbeda antara menu lokal Jerman dengan Austria. Ini tampak sekilas dari buku menu yang ditawarkan. Berhubung kami sudah lapar, kami memesan tiga menu karena kami pergi bersama ibu mertua. Pramusaji pun dengan sigap mencatat tiga pesanan kami. Beruntungnya kami segera mendapatkan tempat duduk di saat jam sibuk, waku makan siang di akhir pekan.

Untuk schnitzel, ini adalah menu andalan yang ditawarkan restoran ini. Schnitzel bukan hal baru bagi kami di Jerman. Makanan ini pun sudah mendunia dan saya sudah sempat memesannya di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya kala kami traveling. Namun pasti ada yang berbeda dari schnitzel di sini. Ya, schnitzel di sini dibedakan dengan kategori beratnya daging yang diinginkan. Ukuran schnitzel yang paling kecil adalah 150 gram dan masih ada dua pilihan schnitzel yang berat lainnya. Seperti saya yang tak suka makan dalam porsi besar, saya memesan schnitzel dalam porsi kecil.

Baca: Schnitzel yang saya beli di Jerman

Menu lainnya yang dipesan juga bisa anda simak yakni ikan panggang. Jangan bayangkan ikan panggang dengan nasi plus lalapan sambal pedas! Seperti yang anda lihat, ini adalah ikan tanpa duri dengan kentang salad. Untuk menambahkan rasanya, ikan diberi butter yang berasa herbal atau disebut krautterbutter. Bagi penyuka makan ikan, menu seperti ini bisa menjadi kreasi tersendiri karena ini berbeda dengan menu ikan ala nusantara yang terkenal pedas.

Baca: Makan ikan tanpa nasi dan sambal

Menu lokal ketiga yang dipesan adalah schweinebraten mit knödel. Ini bukan kali pertama saya membahasnya, anda bisa lihat sendiri ini sama seperti menu lokal Jerman. Sauerkraut adalah salah satu yang menjadi ciri khas makanan lokal Jerman dan Austria.

Baca: Schweinebraten yang dipesan di Jerman

Lokasi yang strategis dan pelayanan cepat memang menjadi nilai plus di restoran ini. Restoran ini memberikan keistimewaan citarasa menu andalan lokal, di antara restoran-restoran lain di mall Plus City yang memang didominasi menu makanan non lokal.

Bagaimana pun makanan lokal di Austria tak ubahnya makanan yang didapat di Jerman. Ini bisa menjadi gambaran jika anda datang ke Austria.

Rekomendasi Tempat (32): Restoran Jang Tse, Ausburg yang Menawarkan Makan Sepuasnya dengan Harga Terjangkau

Tampak depan.
Suasana restoran.
Sup pembuka dan sushi.
Contoh makanan utama.

Akhir pekan bisa jadi anda berencana makan bersama keluarga di luar rumah. Oleh karena itu, saya ulas makan sepuasnya di restoran di Ausburg, yang menjadi kota terbesar ketiga di negara bagian Bavaria, Jerman. Tentang Ausburg selintas akan saya jelaskan kemudian.

Setibanya di kota ini, kami mulai merasa lapar. Maklum kami datang saat jam makan siang. Kami berputar mencari lokasi parkir di pusat kota, sayangnya tak mudah juga mendapatkannya. Imbiss Asia di sini menawarkan paket makan dibawa pulang, sementara kami ingin mencari restoran yang nyaman untuk beristirahat sejenak.

Pilihan makan sepuasnya yang dihitung per orang mungkin menjadi alternatif pengisi waktu akhir pekan bersama keluarga.

Pencarian tak sia-sia. Kami mendapati restoran selera Tiongkok yang cukup besar dan nyaman untuk beristirahat sejenak setelah berkendara berjam-jam. Restoran ini terletak di lokasi perbelanjaan. Untuk parkir mobil, setiap mobil dibatasi hanya dua jam gratis dan selebihnya harus membayar. Siasat jitu mengatasi perparkiran di kota besar yang semakin sempit lahan parkir mobil.

Restoran Jang Tse berada di lantai 2 dengan pintu masuk berdekorasi negeri tirai bambu yang mudah dikenali siapa saja. Mulai dari aksara Tiongkok hingga patung barongsai menghiasi pintu masuk. Begitu tiba pun suasana restoran khas Tiongkok begitu kental. Ada akuarium besar dan berbagai ornamen dekorasi bergaya restoran Tiongkok tampak sekali di sini. Ini mengingatkan pengalaman kami berdua di Tiongkok tempo lalu.

Restoran yang luas dan cocok dijadikan restoran keluarga. Kita bisa makan siang dengan penawaran makan prasmanan yang dihitung per orang. Untuk hari Senin hingga Jumat saat makan siang maka harga per orang sangat terjangkau, yakni 8,90€. Apalagi tiap orang bebas makan apa saja yang disediakan. Makanan disediakan secara buffet mulai dari makanan pembuka seperti sup, roti atau sushi ada di sini. Bahkan krupuk atau aneka gorengan seperti lumpia pun juga ada, tetapi ini baru sisi pembukaan.

Aneka sushi.
Salad.
Dessert.
Dessert lainnya.
Salad sayuran dan lainnya.

Makanan utama pun terdiri aneka lauk pauk lengkap dari daging ayam, daging sapi, daging babi, daging bebek dan sea food. Diracik dengan selera masakan tiongkok umumnya, tentu anda tahu bahwa ini enak. Tak lupa sayuran mulai dari cap cay, tumis sayuran warna-warni dan sayur segar lainnya. Anda juga bisa makan dengan nasi putih atau mie goreng sepanjang perut anda bisa menampungnya.

Sebagai penutup hidangan, anda bisa mengambil aneka buah dan salad sayuran dan buah. Ada juga aneka cokelat dan manisan. Lainnya seperti agar-agar jelly, aneka pudding hingga kue khas Jerman bisa anda pilih. Sekali lagi, makanlah sesuai kebutuhan anda dan hanya makan di tempat.

Pramusaji yang ramah, restoran bersih dan nyaman hingga makanan yang enak adalah harapan tamu restoran seperti kami. Nyatanya menikmati makan prasmanan bersama keluarga bisa menjadi pilihan di akhir pekan. Meski harga per orang saat wiken sedikit lebih mahal, tetapi restoran seperti ini layak direkomendasikan.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

My Indigo, Restoran Kekinian, Lebih dari Sekedar Makan: Rekomendasi Tempat (30)

Apa yang terbayang dalam benak anda jika mendengar restoran kekinian? Ini pendapat saya. Restoran tersebut dipenuhi banyak generasi milenial untuk makan, ngobrol, diskusi, ambil foto dan upload di media sosial. Dengan interior didominasi kayu, lampu temaram dan spot-spot instragammable, maka konsep yang diusung restoran My Indigo ini benar-benar menyenangkan dan suasana yang hangat untuk semua kalangan, terutama generasi milenial.

Untuk alasan privasi, saya tidak mengambil suasana pengunjung yang sedang ramai saat wiken. Ya, saya datang saat wiken minggu lalu. Tempatnya ramai dan enak untuk ngobrol.

Saya berkunjung ke restoran My Indigo di Linz, Austria. Sepertinya restoran ini mengusung konsep lebih dari sekedar makanan yang ditawarkan. Makanan yang alami dan sehat bisa menjadi pilihan para vegan dan vegetaris juga di sini. Karena dua orang di samping saya yang sedang memesan, mereka menyebut pilihan makanan vegetaris.

Menu yang tersedia di restoran tersedia di papan informasi atas, dekat meja pemesanan makanan. Lalu saat anda sudah menemukan apa yang ingin dipesan, berdirilah di di depan etalase makanan. Anda akan mendapatkan mangkuk besar berwarna hitam untuk meracik apa yang diinginkan. Untuk side dishes, anda bisa memilih nasi, noodle atau quinoa. Saya akhirnya memilih nasi. Main dishes akan dipandu untuk petunjuk pengambilannya. Misalnya menu saya adalah Austrian Beef Chili maka ada chili corn cane yang dicampur dengan nasi.

Tak berhenti di situ, pesanan saya berlanjut dengan salad yang diracik sesuai selera dan kebutuhan pembeli. Ada tauge, wortel, tomat cheri, buah zaitun, jagung dan lainnya yang biasanya disajikan di salad. Saya memilih alpukat dan dressing mayonaise. Saya tambahkan sambal sesuai selera saya. Setelah pembeli meracik menu yang diinginkan, dia bisa memilih minuman yang dibuat sendiri dari dapur My Indigo. Saya memilih teh klasik. Lalu pembeli langsung ke meja sebelah, yakni kasir dan membayar semuanya.

My Indigo menawarkan citarasa kreatif dari menu yang sesungguhnya. Misalnya, saya memesan Austrian Beef Chilli. Lalu ada makanan lainnya seperti sushi, ramen, Kari dari Thailand dan Pho dari Vietnam. Makanan khas India juga tersedia seperti tandoori dan dal. Di sini pula My Indigo menawarkan makanan bio atau organik yang disukai seperti kue, kopi dan minuman lainnya.

Anda bisa memesan makanan sebagai salad, mie atau sup hangat. Semua itu sesuai kreativitas dan selera anda untuk mencampurkannya dalam mangkuk anda.

Tertarik mencoba?

Bayerischer Schmorbraten Vom Angusrind, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Melanjutkan rekomendasi tempat sebelumnya, maka kali ini bercerita tentang pesanan suami saya. Kami berdua makan siang di restoran Schillerhof, restoran kuliner khas Bavaria.

Suami saya memesan makanan khas Bavaria, namanya Bayerischer Schmorbraten vom Angusrind. Ini seperti roulade yang pernah saya tuliskan sebelumnya. Bedanya adalah side dishes yang digunakan yakni roulade dengan nudeln atau pasta pada pos sebelumnya. Sedangkan pada pesanan suami di restoran ini adalah Reibeknödel, semacam mashed potato

Mengapa dia memesannya? Dia mendapatkan rekomendasi untuk mencobanya di restoran ini yang konon banyak dipesan dan disukai oleh banyak orang. Suami pun tertarik untuk mencicipi menu ini.

Untuk mencicipinya, ada tambahan Blaukraut yang juga enak. Begitu enaknya makanan ini hingga suami saya tidak menawari saya untuk mencicipinya seperti biasanya. 

Blaukraut ini semacam sauerkraut, bedanya adalah kol yang digunakan yakni berwarna putih. Sedangkan blaukraut, menggunakan kol merah. Mengolahnya pun sedikit berbeda. Blaukraut berasa asam manis sedangkan sauerkraut berasa gurih asam.

Suami saya awalnya memesan minuman spezi, ini juga minuman sejenis coca cola yang dicampur orange soda. Saya pikir minuman cola mix mungkin hanya ada di Jerman. Penyajiannya pun dimasukkan irisan lemon di dalam. 

Setelah menyantap makanan, dia pun tertarik mencicipi capuccino. Hmm, wangi kopi yang dihidangkan membuat kami betah berlama-lama ngobrol di situ.

Semoga bermanfaat!

10 Saran Berkunjung: Budapest, Hungaria (2)

Sungai Danube membelah kota Buda dan Pest.

Jembatan penghubung kota Budapest.

wp-image-679459984
Cantiknya di malam hari. Siapa pun ingin berkunjung ke sini.

Budapest adalah ibukota negara Hungaria yang terkenal elok karena dilalui oleh sungai Danube atau Donau. Sungai ini juga melalui Passau, Jerman. Tak hanya itu, kota ini populer dengan arsitektur bangunannya yang indah dan terkenal di Eropa. Kota ini sendiri dihuni oleh dua puluh persen dari total penduduk Hungaria.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/19/passau-germany-2-kota-persinggahan-para-turis/

Sungai Danube membelah kota Buda di sisi satu dan pest di sisi lain. Setelah tiba saya baru tahu bahwa ini adalah gabungan dua kota yang dilalui oleh sungai Danube. Jika mengacu pada sejarah, peradaban manusia dimulai di wilayah yang subur di dekat sungai. Ya, di sini perpaduan kebudayaan romawi dan celtic tumbuh. Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Wow!

Saya dan suami berkunjung dengan berkendara mobil dari Jerman. Kami sempat berpindah hotel sehingga kami bisa mengenali kehidupan di Budapest selama di sana.

Berikut sarannya:

Mata uang Hungaria.

(1). Hungaria menggunakan mata uang Hungarian Forints (HUF). Sebagai contoh, kami menukar uang 50€ di penukaran uang maka kami dapat 15.400 HUF. Itu artinya 1€ setara dengan 308HUF. Di beberapa restoran dan kafe, ada yang menerima transaksi dalam bentuk Euro. Namun umumnya, mereka ingin pembayaran dalam mata uang mereka. Lagipula anda sangat perlu HUF bilamana anda membayar toilet umum, berbelanja di supermarket atau membayar tiket parkir mobil.

Kotak Hijau adalah toilet umum berbayar.

(2). Mengacu pada pengalaman menggunakan toilet di tempat wisata, Budapest tak ubahnya di kota-kota besar di Eropa. Budapest menggunakan layanan toilet umum berbayar. Untuk WC dengan pintu otomatis, anda harus punya uang 250HUF. Namun jika ada petugas kasir yang berjaga, kisaran toilet berbayar antara 150HUF sampai 250HUF. Mau yang gratis? Saya pernah menumpang di Kafe atau restoran cepat saji. Namun anda harus membeli sesuatu terlebih dulu lalu bon pembayaran biasanya tersedia kode untuk membuka pintu WC.

wp-image-287559774
Perhatikan papan informasi berwarna merah sebagai halte pemberhentian sightseeing city tour!

Tidak semua bus dilengkapi WIFI, namun setiap bus menyediakan layanan bahasa dengan headset atau tour guide berbahasa Inggris.

(3). Kota Budapest begitu luas dan banyak tempat yang layak dikunjungi. Kami berencana hanya sebentar namun rupanya kami perlu berlama-lama untuk menjelajahi banyak tempat. Saran saya, anda bisa ikut paket sightseeing city untuk 48 jam. Kami membayar 26€ atau setara dengan 8.000HUF per orang. Selain mendapatkan headset dalam 25 bahasa, anda bisa berkeliling kota dan mengunjungi tempat wisata yang ditawarkan. Dalam beberapa bis, ada yang menyediakan layanan WIFI untuk umum. Ingat, selama di bus ini kita dilarang berdiri atau harus duduk di kursi yang tersedia, tidak boleh makan/minum, tidak boleh merokok dan minuman alkohol juga harus menjaga kebersihan dalam bus.

Untuk koneksi internet luar negeri, selain paket roaming, sewa travel wifi dari Indonesia merupakan salah satu yang dapat menghemat cost karena bisa patungan atau tethering sampai 5 gadget. JavaMifi bisa jadi alternatif solusi buat sewa wifi karena selain keuntungan di atas, baterainya juga awet sampai 15 jam. Untuk sewa bisa langsung ke http://www.javamifi.com.

wp-image-1788339951
River boat tour menyusuri sungai Danube di malam hari. 

(4). Beberapa tempat ada yang harus membayar tiket masuk, namun ada pula yang tidak perlu membayar. Ada pula yang membayar sukarela seperti saat kami masuk ke Basilika St. Stephan. Namun paling menarik adalah jika anda ikut paket seperti yang saya ceritakan di atas maka anda akan mengikuti river boat tour. Di sini kita bisa menyaksikan keindahan Budapest kala malam hari menyusuri sungai Danube.

Taksi berwarna kuning atau sepeda sewa berwarna hijau. Sesuaikan dengan kocek anda!

Ini juga sepeda sewa yang menggunakan aplikasi telepon pintar.

(5). Selama di Budapest, kami tidak mengenakan kendaraan umum. Kami lebih banyak mengikuti bus hop on hop off dan berjalan kaki. Moda transportasi di Budapest ada bermacam-macam seperti bis, tram, taksi hingga sepeda yang bisa disewa. Menariknya, sepeda ini semacam menggunakan aplikasi dan otomatis bisa digunakan.

Mesin otomatis parkir berbayar.

(6). Karena kami menggunakan kendaraan pribadi, Budapest menyediakan mesin otomatis pembayaran parkir. Lahan parkir begitu terbatas di Budapest, mobil-mobil diparkir di pinggir jalan. Untuk pembayaran satu hari misalnya dikenakan biaya 200HUF. Setelah anda membayar, anda wajib menempelkannya di dekat kaca mobil depan. Jika anda ketahuan tak membayar parkir, mobil anda akan diderek oleh petugas dan mendapatkan surat tilang. Mayoritas pemilik mobil di Hungaria sudah menggunakan stiker berbayar yang tertempel di kaca depan mobil mereka.

wp-image-1140656817
Ice-skating di dekat Heroes Place.

(7). Budapest juga terkenal dengan spa atau thermal untuk berendam. Anda bisa mendatangi area pusat kota. Di situ terdapat thermal terbesar dan menarik wisatawan untuk rileksasi. Jadi siapkan pakaian renang dan handuk jika ingin melakukannya di Budapest! Jika tidak, mungkin anda tertarik main ice-skating di luar.

Mall terbesar di Budapest dengan arsitektur yang indah.

Central Market Hall atau Fővàm tèr.

(8). Untuk berbelanja, di Budapest terdapat area butik ternama di dunia hingga mal. Saran saya, jika anda ingin ke mal maka bisa berkunjung ke Bàlna, shopping center. Ada juga Great Market Hall (Fővàm tèr) sebagai pasar tradisional dan terbesar. Di sini anda bisa membeli sovenir khas Hungaria atau mencicipi penganan lokal.

(9). Selama di Budapest, anda wajib mencicipi kuliner mereka yang juga terkenal dengan rasa paprikanya. Selain goulasch dengan berbagai variasi, Hungaria menawarkan wisata gastronomi di Budapest. Makanannya menurut saya bercampur antara gaya Austria dengan mediterania.

(10). Alangkah indah dan panjang waktu berwisata di musim panas. Di musim dingin saat kami datang, kami merasa waktu gelap sudah mulai sejak jam 4 sore. Jam 7 atau 8 malam, kota Budapest pun sudah sepi dan sunyi. Belum lagi kondisinya jadi lebih dingin semisal mengikuti river boat tour di malam hari. Datang di musim dingin maka anda perlu menyiapkan pelindung tubuh dari kepala hingga alas kaki yang super hangat dan nyaman.

Semoga bermanfaat!