Makan ala Prasmanan, Golden Wok: Rekomendasi Tempat (15)

Teh hijau.

Schnaps.

Nasi putih, cah tauge daging sapi, tumis udang dan krupuk.

Buah potong dan permen.

Biasanya saya datang ke restoran ala Asia dengan memesan menu sesuai buku daftar sajian yang tersedia di setiap meja tamu. Kali ini saya mencoba pilihan lain yakni prasmanan atau buffet yang disajikan di salah satu restoran Asia di Jerman. Restoran yang mengklaim spesial menu asal Tiongkok – Thailand ini terletak di kota Passau. 

Untuk harga per porsi per orang dikenakan 8,90€ untuk hari Senin sampai Sabtu. Sedangkan jika kita datang di hari minggu seingat saya harganya menjadi 15,90€. Untuk porsi anak-anak harganya jadi lebih murah. Saya dan suami pun akhirnya mencoba menu prasmanan ini. Alasannya, harga tersebut sudah termasuk hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Namun memang harga tersebut tidak termasuk minuman yang dipesan. Ala prasmanan disajikan saat makan siang, sepertinya tidak dilakukan untuk menu makan malam.

Restoran terletak di jalan Neuburgerstrasse, yang berada di lantai atas. Sedangkan di bawahnya adalah supermarket Kaufland. Letaknya yang strategis membuat restoran ini banyak diminati oleh mereka yang suka selera makanan Asia. 

Dengan ramah, kami disambut oleh si pramusaji. Restorannya begitu luas, bersih dan ekslusif. Tampak ornamen seperti lampion dan aksara Tiongkok menghiasi restoran ini. Untuk meja prasmanan diletakkan agak menjorok ke dalam. Lalu tersedia juga toilet yang bersih dan nyaman. Keren!

Jika tamu sudah memilih ala prasmanan, maka silahkan datang ke meja buffet dengan aneka pilihan menu. Berbagai peralatan makan seperti piring, mangkuk, sendok, garpu, sumpit bahkan piring kecil untuk dessert tersedia di sekitar meja prasmanan. Silahkan anda memilih yang anda suka! Namun bagi saya yang tak suka makan banyak, jelas ala prasmanan ini hanya membuat saya memilih menu apa saja yang saya sukai. 

Hidangan pembuka ada beberapa pilihan seperti pekkingsuppe atau spring rolls. Ada juga aneka pilihan nasi mulai dari nasi putih biasa, nasi goreng hingga nasi berbumbu lainnya. Aneka hidangan laut hingga hidangan daging pun tersedia. Saya juga melihat krupuk, sudah lama saya tidak makan krupuk. Selain itu, sushi dengan berbagai pilihan tersedia di sini. 

Hidangan penutup, ada berbagai pilihan seperti buah potong, salat, coklat, permen dan aneka manisan lainnya. Tentunya ini semua dihidangkan disesuaikan dengan kebutuhan perut anda. 

Hal yang perlu diperhatikan saat makan ala prasmanan adalah perhatikan makanan yang dihidangkan. Jika perlu tanyakan terlebih dulu apabila anda merasa ragu atau tidak yakin. Anda bisa ambil porsi sampel lalu cicipi untuk memastikan hidangan tersebut. Rasanya tak elok jika anda sudah mengambilnya lalu tidak menghabiskannya. Ingat bahwa anda telah memilih dan mengambilnya sesuai kebutuhan, bukan pemberian. 

Sebagai complimentary, restoran ini memberikan schnaps ala Tiongkok. Schnaps biasa disajikan di gelas berukuran mini. Kali ini warnanya merah, namun rasanya tak berubah. Tetap hangat di tenggorokan.

So, semoga bermanfaat! Apakah anda pernah mencoba makan ala prasmanan di restoran lain?

Wantan Suppe und Wantan gebacken: Makanan Asia di Jerman (13)

Satu lagi makanan seperti dumpling adalah wantan suppe. Di daftar menu restoran Asia, saya mendapati wantan suppe sebagai makanan pembuka (vorspeisse).  Atau anda juga bisa memilih wantan gebacken dalam versi bukan sup. Ini seperti pangsit goreng.

Mari simak cerita saya!

Wantan Suppe

Suatu kali saya ingin sekali makan yang hangat seperti sup. Akhirnya saya mendapati menu ini untuk dipesan. Porsinya kecil dan tentu harganya pun tak mahal. Sekitar 70 ribu rupiah satu porsi dalam mangkuk kecil. 

Sup tersebut berkuah hangat karena tidak hanya berkaldu sapi saja tetapi ada irisan jahe. Satu porsi ada empat pangsit, yang berisi udang di dalamnya dan jamur. Sup juga ditambahkan sayuran seperti potongan wortel, mentimun dan daun bawang. Namun wantan suppe yang lain yang pernah saya dapati diberi daun ketumbar. 


Bagaimana rasanya?

Wantan suppe khas berasa kuliner Tiongkok. Pedas kuahnya berasal dari jahe. Saya suka sekali. Jangan lupa menyantapnya dengan sendok bebek! Ini seperti berada di Tiongkok.

Wantan gebacken

Lalu berikutnya saya datang lagi dan mencoba Wantan namun dengan berbeda versi. Pasalnya saya lihat di buku menu, tertulis wantan gebacken. Pada dasarnya ini semacam spring roll yakni lumpia tetapi bahannya tetap menggunakan wantan.

Wantan sebenarnya adalah pangsit. Isi pangsit bisa udang atau daging yang dicacah bersama tepung. Jika wantan suppe seperti pangsit berkuah maka wantan gebacken semacam pangsit goreng. 

Bagaimana rasanya?

Menurut saya, pangsit goreng ini renyah karena digoreng dalam kolam minyak. Ini berbeda dengan lumpia karena kulit lumpia dan pangsit tentu berbeda. Lalu makannya dengan menambahkan sambal asam manis. Dijamin anda pasti suka!

Kira-kira anda pilih mana?

Sauer-Scahrf Suppe, Sup Pembuka yang Menyegarkan: Makanan Asia di Jerman 


Satu hal menarik saat saya datang ke restoran Asia di Jerman saat makan siang adalah sup pembuka yang dihidangkan secara gratis. Saya pernah mendatangi restoran Asia lainnya, sup pembuka yang dihidangkan adalah pekkingsuppe. Sebagaimana yang diceritakan dalam pengalaman saya di sini.

Sebenarnya ada dua pilihan, yakni sup pembuka atau lumpia. Lumpia dikenal di sini sebagai spring roll. Karena cuaca yang dingin, kami lebih memilih sup yang hangat. Kebanyakan pun begitu dengan pelanggan lainnya. Kebiasaan di restoran lain semisal restoran Yunani saat makan siang, kami dihidangkan salat pembuka. Begitulah, seperti yang diceritakan di sini

Nah, lain restoran lain pula penyajian sup pembukanya meski sama-sama restoran Asia. Saya pun mendapatkan sauer-scharf suppe. Dari namanya yang berbahasa Jerman terkesan sup ini asam dan pedas. Ternyata memang begitulah kenyataannya. Sup ini berasa asam pedas dengan beberapa irisan sayuran di dalam.

Apa yang membuatnya asam? Saya pikir ada cuka beras di dalam pengolahannya. Rasa pedas dari cabai juga berasal dari paprika dan irisan cabai merah di dalam sup. Tak hanya itu, biasanya ada semacam pasta tomat sehingga ini yang membuatnya sempurna asam dan pedas. Sayuran di dalam seperti irisan wortel, jamur, tauge dan daun bambu.

Lalu untuk membuatnya kental, tepung tapioka. Sedangkan bulir-bulir putih berasal dari telur yang diacak-acak menurut saya. 

Rekomendasi saya, anda bisa menambahkan suwiran daging ayam ke dalam sup jika suka. Dan yang lebih saya suka, bisa pula ditambahkan irisan cabai rawit dan sedikit kecap manis. Hmm, pasti rasanya fantastis. Mantap dinikmati kala musim dingin seperti sekarang.

Bagaimana pendapat anda?

Dal Makhani, National Dish of India by Taj Mahal Restaurant: Yellow Lentils prepared with Butter

Dal Makhani.

It is served better with rice.

How do you think about India dish? I wasn’t sure this food because I have tried previously in Malaysia. Recently, some collegues had invited me to try out Indian cuisine in restaurant. I thought this food only to prove for second times that this food is not delicious like as my prior experience. Hmm, my opinion was wrong. It was yummy and perfect delicious when I tried at second times.

Taj Mahal restaurant in here provided Dal Makhani with red kidney beans, some vegetables, butter and cream. I was been there for first fime, please find my recommendation in here.

Dal Makhani tastes yummy and tasty that meant totally different my “Dal Makhani” previously in Malaysia. A waiter asked me to have parata or roti as Indian bread as side dishes, but I’d prefer to have rice as my main foods in South East Asian usually.

Some literaturs inform this dish comes from Punjab, the region in north area of India. Dal Makhni is served with lentis or bean and vegetables. Many Indians people like to consume in the big days such as birthday, wedding or religious events.

Well, good to know. Later I’ll come to try out another menu hehehe…

***

In Bahasa Indonesia

“Dal Makhani” Makanan Khas dari India

Di Indonesia kita terbiasa membuat nasi kuning atau nasi tumpeng untuk merayakan hari jadi seperti ulangtahun atau perayaan yang meriah lainnya. Nah, di India bisa jadi bukan nasi kuning tetapi kacang kuning yang diberi mentega khusus dari India bersama sayuran. Rasanya ternyata enak juga. Saya menyantapnya dengan nasi panas khas restoran India.

Ini kali kedua saya menyantap Dal Makhani. Sebelumnya saya pernah membelinya di salah satu restoran India di Malaysia namun rasanya benar-benar hambar dan tak enak. Ketika saya mendapat undangan seorang kolega di sini untuk makan malam di restoran India, maka saya membuat eksperimen makanan yang pernah saya makan sebelumnya. Ternyata rasanya lezat sekali dan tak mengecewakan.

Makanan ini disajikan dengan rempah yang kaya dengan kacang di dalam. Setelah saya cari literaturnya bahwa kacang yang digunakan adalah kacang kuning atau sejenis kacang-kacangan bersama sayuran lainnya. Hal yang membuat enak lainnya adalah butter yang saya rasa tidak mudah ditemukan di mana pun atau memang sengaja dengan resep khusus di India. Jadi bagi anda yang merupakan vegetarian atau tidak makan daging, makanan ini saya rasa cocok karena benar-benar lezat tanpa daging sekalipun.

Dal Makhani konon berasal dari Punjab, wilayah utara India. Kata pramusaji yang menjelaskan bahwa makanan ini biasa disajikan sebagai makanan meriah saat ada acara pernikahan, ulangtahun atau upacara keagaaman.

Begitulah, saya akan mencoba menu lain hehehe…

Pflaumen Schnaps: Minuman Pemikat Pelanggan di Restoran Asia di Jerman

Dua schnaps.

Pflaumen schnaps dari restoran yang berbeda.

Botolnya seperti ini.



Tiap negara punya minuman khas yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan gaya hidup. Satu hal yang menarik adalah saat kita berada di restoran Asia di Jerman. Setelah kita membayar pesanan, maka si pramusaji menyajikan minuman penutup yang gratis untuk pelanggannya. Minuman sebagai penutup hidangan dan menjadi pemikat pelanggan bila berkunjung kembali ke restoran.

Biasanya schnaps ini disajikan dalam gelas kecil seperti pada foto di atas. Jika kita ingin lebih maka perlu membayar lebih. Umumnya diberikan secara gratis di saat datang untuk makan malam. Jika datang untuk makan siang, umumnya tidak diberikan. 

Schnaps yang saya ceritakan ini berasal dari buah pflaumen. Sepertinya saya tidak menemukannya di Indonesia jenis buah ini. Jadi pemberian schnaps pada pelanggan di restoran Asia di Jerman adalah cara pemilik restoran untuk menghormati pelanggan.

Namun bukan berarti makan di siang hari tidak dihargai. Untuk makan siang, biasanya complimentary diberikan berupa sup pembuka atau lumpia. Lumpia biasa disebut spring roll.

Tradisi minum alkohol pada masyarakat Tiongkok umumnya diberi dalam gelas penuh. Ini tidak seperti pada gelas untuk meminum wine, hanya setengah gelas. Namun masyarakat Tiongkok biasa meminumnya gelas penuh. Entah karena minuman ini hanya complimentary, schnaps diberikan penuh hanya saja gelasnya kecil, sekitar 2cl.

Boleh dikatakan schnaps di restoran Asia sama seperti ouzo di restoran Yunani atau limonen schnaps di restoran Italia. Tiap-tiap restoran secara istimewa ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Salah satunya adalah pemberian schnaps sebagai complimentary.

Baca 

Jika anda tak terbiasa meminum schnaps atau sejenisnya maka anda juga bisa menolak secara halus. Ini bukan minuman yang memabukkan karena saya juga harus menyetir mobil. Tetapi ini semacam minuman persahabatan kepada pelanggan. 

Semoga bermanfaat!

Bayerischer Schmorbraten Vom Angusrind, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Melanjutkan rekomendasi tempat sebelumnya, maka kali ini bercerita tentang pesanan suami saya. Kami berdua makan siang di restoran Schillerhof, restoran kuliner khas Bavaria.

Suami saya memesan makanan khas Bavaria, namanya Bayerischer Schmorbraten vom Angusrind. Ini seperti roulade yang pernah saya tuliskan sebelumnya. Bedanya adalah side dishes yang digunakan yakni roulade dengan nudeln atau pasta pada pos sebelumnya. Sedangkan pada pesanan suami di restoran ini adalah Reibeknödel, semacam mashed potato

Mengapa dia memesannya? Dia mendapatkan rekomendasi untuk mencobanya di restoran ini yang konon banyak dipesan dan disukai oleh banyak orang. Suami pun tertarik untuk mencicipi menu ini.

Untuk mencicipinya, ada tambahan Blaukraut yang juga enak. Begitu enaknya makanan ini hingga suami saya tidak menawari saya untuk mencicipinya seperti biasanya. 

Blaukraut ini semacam sauerkraut, bedanya adalah kol yang digunakan yakni berwarna putih. Sedangkan blaukraut, menggunakan kol merah. Mengolahnya pun sedikit berbeda. Blaukraut berasa asam manis sedangkan sauerkraut berasa gurih asam.

Suami saya awalnya memesan minuman spezi, ini juga minuman sejenis coca cola yang dicampur orange soda. Saya pikir minuman cola mix mungkin hanya ada di Jerman. Penyajiannya pun dimasukkan irisan lemon di dalam. 

Setelah menyantap makanan, dia pun tertarik mencicipi capuccino. Hmm, wangi kopi yang dihidangkan membuat kami betah berlama-lama ngobrol di situ.

Semoga bermanfaat!

Schweinerücken Vom Grill, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Schweinerücken vom Grill. 

Kembali lagi rekomendasi makanan tampil dengan kuliner khas Bavaria. Saya dan suami mampir di restoran yang katanya enak dan sudah lama disukai oleh banyak orang di sekitar. Begitu disukai sehingga restoran ini juga kerap dipenuhi pengunjung, mungkin perlu reservasi juga. Beruntung kami datang, masih ada tersedia tempat buat kami berdua. 

Suasananya benar-benar nyaman dan terlihat moderen ketimbang restoran tradisional lainnya. Pengunjung datang dengan keluarga atau berpasangan, begitu ramai di sekitar kami duduk. Nama restoran tersebut Schillerhof, Bad Fussing. 

Saya memesan menu untuk seniorenteller. Jika anda seperti saya, yang tidak suka makan dalam porsi besar pada umumnya, maka anda bisa memesan porsi untuk para senior atau orang yang sudah lanjut usia. Atau pilihan lain adalah porsi untuk anak-anak karena juga biasanya porsinya tak besar. 

Nama menu yang saya pesan adalah Schweinerücken vom Grill. Ini semacam cordonbleu menurut saya hanya saja dipanggang dan diberi saus yang lezat. Sausnya adalah lauch-schinken sauce irisan daging ham dengan saus yang kental. 

Nah, biasanya di restoran tradisional Jerman, diberikan kentang atau roti sebagai side dishes. Hal menarik di menu ini adalah kroket atau dalam bahasa Jerman krakotten. Ini adalah kentang yang dicampur dengan tepung dan diolah memanjang dan dilumuri tepung roti. Menurut saya, ini enak!

Tambahan lain dari menu saya adalah bunten salatteller. Masih satu paket dengan pesanan saya adalah salat yang terlihat berwarna-warni seperti kol putih, daun salada air, mentimun dan wortel. Rasanya manis dan asam bercampur jadi satu. 

Saya suka semuanya. Pesanan saya benar-benar enak. Awalnya saya meminta secangkir teh panas karena di luar dingin sekali. Setelah makan, saya masih ingin berlama-lama sambil menemani suami bertemu kolegannya. Akhirnya saya mencoba Schokoccino. Ini semacam latte macchiato yang ditambahkan bubuk cokelat di dalam kopi. Rasanya juga sama enak dan membuat saya semakin betah duduk. 

Untuk pesanan suami, akan dibahas pada pos selanjutnya. 

Miso Suppe mit Lachs: Makanan Asia di Jerman (10)

Miso suppe mit Lachs.

Ikan salmon yang jadi isiannya.

Bila mendengar kata ‘miso’ kira-kira menurut anda darimana asa makanan tersebut berasal? Hmm, betul! Jepang adalah makanan yang mendunia dengan sup dengan kuah miso. Saya pernah mencoba sup ini dengan tahu dan rumput laut.

Suatu kali saya datang ke imbiss Asia, kemudian tertarik dengan miso suppe mit lachs yang ditawarkan. Ternyata enak dan mudah membuatnya. Saya praktikkan di rumah dan kemudian saya bagikan di sini. 

Bahan yang diperlukan:

  1. Ikan salmon fillet 200 gram 
  2. Wakame 10 gram semacam rumput laut yang juga bisa dibeli di supermarket.
  3. 60 gram pasta miso
  4. Kaldu atau dashi brühe yang dibeli di supermarket.
  5. 720 ml air.
  6. Daun bawang.

Cara memasak:

  1. Potong daun bawang dan ikan salmon menjadi potongan lebih kecil.
  2. Masak air dan tambahkan pasta miso dan kaldu dashi. Masak hingga mendidih.
  3. Masukkan rumput laut yang sudah direndam terlebih dulu. 
  4. Kemudian masukkan potongan daging salmon.
  5. Masak hingga beberapa menit. 

    Jika anda ingin tahu ke dalam sup juga merupakan ide yang menarik. Anda bisa pilih tahu putih. Sebelum dimasukkan, potong tahu menjadi potongan kecil.

    Selamat mencoba!

    Reis gebraten-Krabben: Makanan Asia di Jerman (6)

     

    Nasi goreng kepiting. Justru udang lebih terlihat dibandingkan suwiran daging kepitingnya.

     

    Nasi goreng lainnya.

    Makanan berikut yang diulas bahan dan pembuatannya adalah nasi goreng kepiting. Di Jerman, tepatnya di restoran Asia nama makanan ini ditulis dalam daftar menu juga. Namanya Reis gebraten-Krabben. Krabben sendiri terjemahan bahasa Jerman yang diartikan kepiting.

    Tak semua orang pandai mengolah daging kepiting, termasuk saya. Itu sebab, jika saya ingin mendapatkan dagingnya maka datang ke supermarket. Maksudnya, saya bisa membeli dagingnya saja. Selain mudah, tentu ini tidak merepotkan.

    Baiklah, lanjut dengan memasaknya!

    Bahan yang diperlukan:

    1. Beras putih yang panjang jenis Langkornreis.
    2. Minyak sayur.
    3. 200 gram daging kepiting.
    4. Udang setengah matang, tiriskan dari airnya.
    5. Telur.
    6. Saus tiram.
    7. 1 irisan lemon.
    8. Cabai halus.
    9. Garam dan merica.
    10. Bawang bombay diiris halus.
    11. Bawang putih tabur.
    12. Daun bawang diiris.
    13. Aneka sayuran kemasan (wortel, tauge). Tiriskan dari airnya.

    Cara memasak:

    1. Masak nasi dalam panci berisi air selama 30 menit. Setelah masak, tiriskan airnya.
    2. Panaskan wajan. Beri minyak sayur.
    3. Masukkan telur dan aduk-aduk hingga masak. Kemudian masukkan bawang bombay iris, daun bawang dan sayuran yang sudah ditiriskan.
    4. Setelah agak matang, masukkan nasi. Aduk perlahan.
    5. Masukkan lagi udang yang ditiriskan airnya dan daging kepiting dan campurkan dengan semuanya.
    6. Tambahkan saus tiram, garam, merica bubuk, bawang putih sesuai selera anda. Jangan lupa masukkan perasan jeruk lemon dan cabai halus! Aduk perlahan hingga bercampur jadi satu dan masak selama beberapa menit hingga masak.
    7. Selesai dan siap disajikan.

    Selamat mencoba!

    Zwei Mal Gebratene Fischwürfel dan Shanghai Gebraten Ente: Rekomendasi Tempat (10)

    Kedua menu pesanan sudah datang.

     

    zwei mal Gebratene Fischwürfel mit Bambu.

     

    Shanghai Ente.

     
    Siapa pun senang jika mendapati pemilik dan pramusaji di restoran begitu akrab dengan pelanggan. Ini pula yang membuat kami datang lagi ke restoran sederhana milik orang Vietnam yang hijrah ke Jerman sejak sepuluh tahun lalu.

    Nama restorannya, Asiabistro-Bambus yang terletak di pinggir Niederbayern. Begitu mengenal saya dari Indonesia, pemilik langsung ramah dan bercerita pengalamannya selama hidup di Jerman. Saya salut bahwa ia bisa berjuang dan membuka bisnis restoran ini. Perantau yang hebat!

    Kembali ke soal restoran, tempat ini begitu sering didatangi banyak orang Jerman yang suka menikmati masakan Asia. Mungkin rasanya yang enak atau pemiliknya yang ramah nan bersahabat, entahlah. Suasananya memang kekeluargaan seperti masakan rumahan khas Asia.

    Pilihan saya kali ini adalah Shanghai Ente, yakni bebek goreng krispi yang menggunakan saus yang disebut Shanghai. Bebek goreng ini renyah dan gurih sekali. Saya suka. Sepertinya, pemilik sekaligus tukang masak tahu betul bagaimana menggoreng bebek dengan benar. Tak hanya, potongan bebek bertepung saja yang saya dapatkan. Di dalam rupanya ada sayuran seperti wortel, buncis, brokoli dan jamur yang ditumis ringan.

    Sedangkan pilihan suami saya adalah zwei mal Gebratene Fischwürfel. Suami saya suka sekali makan ikan. Di menu ini adalah ikan yang digoreng tepung dan dimasak bersamaan dengan tumisan sayuran bambu. Dalam buku menu tertulis jika masakan ini berasa pedas. Rupanya saus yang digunakan adalah cabai halus.

    Jika semua makanan terasa enak dan lezat di lidah, lalu pilihan selanjutnya apakah anda suka dengan restoran bergaya kekeluargaan yang ramah atau restoran eksklusif?

    Suasana restoran.

     

    Teh hijau.

     

    Rasanya betah berlama-lama duduk di sini karena suasanya yang kekeluargaan dan akrab dengan pemilik.

     

    Saya sudah datang beberapa kali ke restoran ini. Sang pemilik selalu menyapa dengan ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Tak hanya itu, tamu yang datang juga saling menyapa satu sama lain seperti teman saja. Ini seperti bukan di Jerman! Kami saling menyapa satu sama lain meski tak kenal. Beberapa pria Jerman terlihat duduk sendirian menikmati masakan Asia dan bir.