Apa yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu di Stasiun Roma Termini, Italia?

What should you do when you are in Roma Termini station for transit awhile?

Me and my husband just stopped for awhile in Roma Termini Station before going back to Germany. We had a few hours to spend the time during around the station. Here are the ways to do when you are in Roma Termini Station:

  1. Visit to Basilica of Santa Maria.
  2. Go shopping.
  3. Trying the taste of Italian food in food area. 
  4. Enjoying coffee or ice cream in certain bar.

This followed explanation is in Bahasa Indonesia. Hope it informs to Indonesian Tourist who will visit Italy around.

****

Selamat datang di stasiun Roma Termini!

Stasiunnya cukup besar dan tersedia berbagai fasilitas, termasuk berbelanja.

Pastikan jadwal kereta anda yang tertera di monitor jika ingin menghabiskan waktu di sini. Di sini tidak ada announcement audio yang mengingatkan seperti stasiun di Indonesia kebanyakan.


Tiba di stasiun Roma Termini, saya dan suami memang berencana untuk makan malam sebelum mendapati kereta menuju ke Jerman. Di stasiun pusat kota Roma ini, mudah kami mendapati restoran atau food court dengan berbagai citarasa makanan. Memang tak perlu khawatir kelaparan meski harga makanan lebih mahal ketimbang di luar stasiun. 

Untuk ‘urusan ke belakang’ alias ke toilet, anda mesti bayar 0.70€ – 1€. Cukup mahal ya! Semua kafe dan restoran tidak menyediakan toilet. Jadi anda harus menggunakan toilet umum dan membayarnya untuk membuka pintu toilet. Lalu jika masih banyak waktu, di sini ternyata ada penyimpanan bagasi sementara seperti di stasiun Hauptbahnhof Salzburg. Lokasinya tak jauh dari pusat perbelanjaan. Ketimbang membawa tas dan barang-barang anda, anda bisa melakukan banyak hal tanpa dibebani barang bawaan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/09/apa-yang-bisa-dilakukan-saat-transit-di-stasiun-salzburg-austria/

Mengapa kita tidak langsung menuju ke kereta? Di sini gerbang periksa tiket yang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kereta. Kita diijinkan masuk sesuai jadwal yang tertera pada monitor yang tersebar di seluruh stasiun. Jadwal kereta tujuan akan tayang sekitar 30 menit sebelumnya. Jadi jangan harap bisa masuk sejam sebelumnya!

Berikut empat hal yang bisa dilakukan jika anda menunggu waktu kereta saat berada di stasiun Roma Termini.

Pertama, mengunjungi Basilika Santa Maria.

Tampak Basilika Santa Maria dari pusat kota. 

Di sela waktu menunggu di stasiun, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk mengunjungi Basilika Santa Maria yang letaknya tak jauh. Letak Basilika Santa Maria kira-kira lima sampai sepuluh menit dengan berjalan kaki tentunya. Bangunannya bergaya baroque dan menarik. Basilika dibangun untuk menghormati Bunda Maria yang melindungi bangsa Romawi jaman dulu kala. Meski Basilika ini berada di wilayah kota Roma yang tentunya masuk dalam wilayah negara Italia, namun Vatikan pun punya kewenangan terhadap Basilika Santa Maria ini. 

Di Basilika ini terdapat Cappella Sistina, dimana dimakamkan Santo Jerome pada abad 4. Beliau yang menerjamahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Basilika ini juga merupakan salah satu situs yang dilindungi UNESCO.

Kedua, berbelanja alias shopping.

Bisa shopping, tampak tenant Victoria’s screet dan berbagai barang ternama dijual di pusat pertokoan.

Ini yang disukai kaum perempuan, berbelanja. Di stasiun Salzburg, kita perlu keluar stasiun untuk ngemall. Di sini tidak, beberapa tenant barang ternama dijual di area pertokoan stasiun. Sambil menunggu waktu kereta, kita bisa memilih barang-barang belanjaan. Jika harganya lagi diskon, kita bisa beruntung membelinya. 

Belum beli oleh-oleh atau sovenir, anda bisa membelinya sekaligus di sini. Saya menyarankan jika anda suka masak, silahkan beli pasta buatan Italia yang otentik! Mungkin strategi mendekatkan mall di stasiun menarik juga. Siapa tahu di Indonesia, ide ini bisa ditiru agar mall tidak sepi!?

Ketiga, makan.

Salah satu sudut food court di lantai 2.

Fusilli yang yummy di sini.

Karena makanan Italia sudah mendunia, maka perlu banyak mencoba kuliner lain di sini. Stasiun menyediakan aneka rasa kuliner dari model fast food hingga makanan tradisional. Sembari menunggu waktu kereta, tak ada salahnya buat wisata kuliner hanya di stasiun Roma Termini saja. 

Keempat, menikmati es krim atau secangkir kopi.

Es krim.

Di stasiun ini juga bertebaran kafe yang menjajakan kopi. Jika merasa kantuk menyerang, silahkan  datang ke gerai kafe atau tenant sederhana yang menjual kopi khas Italia. Tak suka kopi, ada juga tenant yang menjual es krim, dijamin anda puas menikmati es krim di sini yang enak sekali. 

Kesimpulan

Jika sudah berada di stasiun Roma Termini, saya sarankan perhatikan barang bawaan anda. Banyak teman yang curhat bahwa sering terjadi kecopetan di sini. Jangan sampai terlena saat berbelanja atau asyik makan! Lalu perhatikan pula jadwal kereta anda! Kereta selalu memiliki jadwal yang tepat waktu. Pastikan anda sudah berada di gerbang periksa tiket 30 menit sebelum jadwal kereta!

Semoga bermanfaat😁

Advertisements

Reviu: Hotel Il Castelletto, Rome

Hotel tampak depan.

Mesin kopi yang dimiliki hotel.

Kopi espresso.

Dua cangkir cappucino.

Mohon informasi bagaimana cara saya untuk tiba di hotel karena kemungkinan kami check in lebih awal” kata saya dalam Bahasa Inggris di surat elektronik yang ditujukan kepada petugas hotel setelah kami memesannya. Kami baru kirim pesan hotel dua hari sebelum keberangkatan. Saya pikir jika staf hotel tidak merespon maka apa daya kami akan cari cara untuk tiba di hotel. Namun tak berapa lama, pertanyaan kami direspon oleh staf hotel. Ini adalah salah satu ciri hotel yang kami rekomendasikan. Apa itu? Staf yang helpful.

Saya akan pertimbangkan kembali untuk menginap bila tak ada respon dari staf hotel bila kami bertanya sesuatu via email. Mengapa? Saya berpikir jika pertanyaan mudah saja tidak dijawab oleh pihak hotel maka bagaimana jika terjadi sesuatu dan kami memerlukan bantuan mereka saat menginap. Tentu ini bukan hal yang baik. Karenanya nomor satu sebelum saya menginap, apakah staf hotel sangat membantu?

Alasan kedua mengacu pada tujuan dari traveling itu sendiri. Jika banyak lokasi wisata yang harus dijangkau maka kami pilih penginapan yang berada di dekat lokasi wisata agar mudah dan murah transportasinya. Untuk berpergian kali ini, kami memilih hotel yang dekat dengan Vatikan. Tentu pertimbangan ini diperlukan mengingat banyak orang sudah berpendapat bahwa memasuki Vatikan perlu antri yang berjam-jam. Alasan dekat dengan Vatikan meski jauh dari pusat kota Roma menjadi pertimbangan. Hotel ini layak bilamana anda ingin berkunjung ke Vatikan. Begitu selesai sarapan jam 9 pagi, kami sudah meluncur dengan bis hanya sekali naik, tiga puluh menit kemudian kami tiba. Mudah dan cepat.

Kemudian yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah gratis sarapan. Ada beberapa hotel dengan harga yang kurang lebih sama, mereka mengenakan charge untuk 1 orang per hari saat sarapan 5€-7€. Hotel ini tidak. Sarapan khas western tentunya, cukup buat mengganjal perut hingga siang. Meski pilihan sarapan tidak banyak namun cukup baik ketimbang kami harus membeli sarapan.

Dan yang terutama nih, dari testimoni tamu hotel sebelumnya mengatakan bahwa hotel ini menyajikan kopi yang enak. Benar saya kami puas minum kopi di sini. Semula saya yang tak pernah meminum esspresso pagi hari, bisa merasakan kenikmatan rasa dan aroma kopi yang bertahan lama. Kopinya luar biasa. Staf hotel yang membuat kopi pun bangga bila kopi yang mereka buat itu dinikmati oleh tamu. 

Stafnya ramah itu juga pertimbangan. Suasana penginapan yang hommy membuat tamu juga betah menginap. Mereka benar-benar membantu bilamana kita bertanya tentang arah jalan atau tujuan wisata. Ingat tamu adalah raja! Jika staf hotel memperlakukan tamu dengan baik, tentu hukum alam pun bekerja. Artinya hotel pun kelimpahan tamu yang lebih lagi.

Selain itu kebersihan hotel menjadi hal penting dalam pertimbangan memilih hotel. Tentu tak lepas dari layanan cleaning service setiap hari. Kamar bersih seperti semula dan perlengkapan mandi yang baru tentu tamu juga merasa senang. Siapa sih tamu yang senang bilamana jauh-jauh datang sebagai turis dan lelah karena berwisata lalu kemudian kembali ke hotel, kamar tidak dibersihkan? Tentu ini menjadi poin tambahan bagi hotel untuk diperhatikan.

Lalu yang terakhir meski ini bukan pertimbangan utama, namun penting adalah ketersediaan WIFI bagi tamu. Di era milenial seperti ini, kita pasti ingin tetap terhubung dan terkoneksi via internet. Internet yang gratis dan koneksi yang baik amat dibutuhkan tamu. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi namun ketersediaan internet membuat tamu juga bisa mencari informasi seputar wisata. 

Di atas adalah alasan kami memilih hotel berdasarkan pengalaman. Tak semua berisi pujian, ada hal yang perlu jadi pertimbangan dan mungkin ini bukan nilai plus dari hotel. Apa saja?

  1. Hotel tidak berada di pinggir jalan. Jadi anda perlu berjalan kira-kira 200 meter dari jalan utama setelah halte bis. Atau anda perlu berjalan 3 menit dari hotel ke jalan utama begitu pun sebaliknya.
  2. Harga hotel tak termasuk pajak kota yang ditetapkan sebesar 3€ per orang per malam.
  3. Jauh dari pusat wisata Roma. Anda perlu naik bis selama 30-40 menit. Belum lagi waktu untuk menunggu bis di halte. 
  4. Tidak bisa terjangkau oleh Metro, kereta Italia atau Trem semacam Straßebahn. Anda hanya bisa mudah mencapai dengan bis. 

Demikian pendapat dan pengalaman kami. Namun menurut kami, hotel ini recommended bila berkunjung ke Roma, Italia. Lebih jauh bisa dilihat di sini.

Semoga bermanfaat!

Menanti Senja di Roma, Italia

Silahkan baca:

Suka Sejarah? Wajib Datang ke Castle San’Angelo, Roma

Kastil tampak depan dengan patung malaikat nan cantik di sisinya.

Kastil tampak samping. Kastil berbentuk silinder.

Tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk ke Palazzo Venezia selama tujuh hari sejak tiket dikeluarkan.

Baju prajurit dan senjata jaman dulu kala.

Patung Malaikat Agung Santo Mikael membawa pedang yang diceritakan dalam legenda di kastil ini.

Prosesi Yesus dimakamkan setelah disalibkan. Sejarah peradaban romawi tak luput dari ajaran kekristenan.

Sungai Tiber di depan kastil. Kastil ini dibangun di sisi kanan sungai.

Hari terakhir di Roma, kami manfaatkan dengan berkunjung ke kastil yang terlihat megah dari kejauhan. Ceritanya usai berkunjung ke Vatikan, kami melihat kastil ini dari dalam bis. Akhirnya diputuskan berangkat ke kastil sebelum menuju ke Stasiun Roma Termini. 

Gerbang kastil saja sudah seperti istana. Melewati jembatan, menyeberangi sungai Tiber yakni sungai ketiga terbesar di Italia. Jika anda belajar sejarah, bahwasanya peradaban manusia jaman dulu selalu dimulai di area subur dekat sungai. Nah, di sinilah peradaban romawi yang menjadi akar kebudayaan latin dimulai. Kastil ini menyimpan rangkaian sejarah kejayaan romawi berabad-abad lamanya.

Memasuki pintu masuk, akan banyak orang menawari jasa pemandu wisata lengkap dengan alih bahasa. Usul saya, sebaiknya anda memilih alih bahasa dari layanan wisata di dalam kastil. Cukup bayar 5€ per orang, sesuaikan dengan jadwal bahasa yang tertera, sementara hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Italia saja. Per grup maksimum 15 orang maka anda akan mendapatkan kekayaan informasi dan bertanya pada pemandu bagaimana peradaban romawi jaman dulu kala.

Malas bayar pemandu wisata? Wisata di kastil ini moderen sekali. Setelah anda bayar tiket masuk sebesar 14€ per orang maka akan anda petugas mengaktifkan aplikasi dalam hape anda. Di tiap tiket masuk ada PIN tertera. Masukkan nomor PIN sesuai arahan aplikasi. Di dalam kastil tersedia WIFI. Asyiknya setelah anda terkoneksi internet maka anda bisa mendengarkan panduan dan penjelasan tentang setiap tempat di dalam kastil. Keren kan! Rasanya Indonesia bisa mencontoh proyek ini di museum kita barangkali.

Kastil ini disebut juga MOUSOLEUM of HADRIAN. Mengapa? Karena kastil ini awalnya diperuntukkan untuk keluarga Raja Hadrian. Di sini pula terdapat makam sang Raja. Kejadian wafatnya sang Raja Hadrian mungkin antara tahun 134 dan 139 sebelum masehi. Cocok ya, jika ingin belajar sejarah dengan datang ke sini karena sudah ada sebelum masehi.

Dulunya nih kastil ini jadi bangunan tertinggi di seluruh kota Roma. Wow! Bahkan untuk bisa melihat keindahan kota Roma dengan arsitekturnya yang megah dan tertata rapi sejak jaman dulu kala, anda wajib melihat di lantai teratas kastil. Di lantai atas ini anda bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus Vatikan, yang berada di seberang kastil. Konon pernah tinggal juga Paus di dalam kastil ini. Tak hanya dijadikan tempat tinggal Raja, makam Raja dan tempat sementara bagi Sri Paus, katanya nih di sini pernah dijadikan lokasi penjara bagi tahanan politik. Hmm, tiap lokasi dari kastil ini semuanya ada unsur sejarah. Rasanya anda tak akan cukup berkeliling hanya beberapa jam saja.

Bangunan ini berbentuk silinder dengan taman di lantai teratas. Bayangkan jaman sebelum masehi mereka sudah memikirkan arsitektur yang luar biasa seperti ini. Sangking kokohnya kastil ini, anda akan melihat bahwa tempat ini pernah dijadikan benteng pertahanan. Di sini pula anda akan melihat perlengkapan senjata aneka rupa dari jaman ke jaman. Ini seperti film Robin Hood deh! Tak hanya senjata, ada berbagai peninggalan seperti baju tentara jaman dulu dan pernak-pernik kerajaan.

Sebuah legenda dikatakan bangsa romawi pernah tidak mempercayai Tuhan, lalu masyarakatnya kembali memeluk berhala. Akhirnya terjadi wabah penyakit di kota Roma. Ada yang melihat Malaikat Agung St. Mikael melindungi kota Roma dengan membawa pedang di tangan dan wabah pun berhenti. Simbol malaikat membawa pedang dapat anda lihat di lantai teratas untuk mengenang peristiwa tersebut. Ada patung malaikat membawa pedang di puncak kastil. Di sisi jembatan masuk kastil juga anda melihat patung-patung malaikat yang cantik.

Di kastil ini anda belajar bagaimana kekaisaran romawi pernah ada dengan berbagai lambang kebesarannya seperti bendera dan peninggalan kejayaannya. Munculnya kekristenen di Roma, membuat kastil ini tak luput dari budaya kekristenan seperti benda seni lainnya yang mencerminkan kisah sengsara Yesus atau lukisan yang indah seperti perjamuan terakhir Yesus beserta muridNya.

Untuk toilet tersedia di lantai bawah setelah loket beli tiket dan lantai paling atas dekat toko sovenir. Anda juga bisa menyantap masakan khas Italia dengan suasana romantis pemandangan kota Roma. Begitu luasnya kastil ini, anda perlu memakai alas kaki yang super nyaman. Meski bangunannya tampak seperti labirin, jangan khawatir tersesat karena selalu ada petugas untuk memantau turis.

Apakah anda suka sejarah? Saya rekomendasikan anda untuk datang ke sini.

Video singkat 23 detik tentang Roma dari lantai teratas kastil meski tak sempurna penampakannya😁

5 Alasan Berkunjung ke Roma, Italia

Kota Roma dari atas Castle San’Angelo. Tampak di seberang adalah Basilika Santo Petrus.

Mesin otomatis untuk membeli tiket metro, di dalam stasiun Roma Termini.

Kota Roma sudah ada dalam buku sejarah yang saya pelajari di sekolah dulu. Ini berarti kota ini termasuk kota tua. Seingat yang saya pelajari, kota Roma memiliki tata kota yang mengagumkan peradaban kala itu. Wajar saja banyak bangsa lain datang mempelajari perkembangan tata kota Roma yang sudah cukup maju pada jamannya. Di Roma pula banyak nama populer bermunculan seperti Julius Caesar yang dikenal dengan kepemimpinannya.

Saat saya ngobrol dengan staf hotel, tempat saya menginap. Dia bercerita ada salah seorang tamunya bertanya dimana letak shopping center karena ingin membeli barang dari merek ternama. Kata staf hotel “Anda salah besar jika datang ke Roma untuk berbelanja. Ini bukan tempatnya!” So berdasarkan cerita staf hotel, berikut lima alasan mengapa orang datang ke Roma.

Apa saja?

1. Alasan keagamaan

Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Di Roma ada Vatikan, negara privat ini memang negara dalam negara. Ini negara istimewa yang menjadi pusat kekristenan berabad-abad lamanya. Kemudian kini Vatikan hanya menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik. Di sini pula tempat tinggal dan kewenangan Sri Paus yang menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik dan dipercaya menggantikan Santo Petrus, salah satu dari Rasul Yesus Kristus.

Tak hanya Vatikan yang menjadi tujuan bagi umat Katolik. Di kota Roma bertebaran konggergasi dan organisasi biarawan-biarawati. Juga beberapa Basilika yang dibangun megah dan indah menjadi tujuan ziarah lain seperti Basilika Santa Maria di pusat kota Roma. Banyak gereja yang dibangun megah sebagai tempat beribadah dan memuji Tuhan. Rasanya layak bila disebut turis datang untuk alasan keagamaan. Ini pula yang sering saya jumpai dalam iklan di Indonesia bahwa Roma sekaligus Vatikan menjadi tujuan kunjungan keagamaan. 

2. Alasan sejarah 

Lihat saja situs ini sebagai sisa peradaban kejayaan Romawi yang pernah ada!

Sebagaimana yang dikisahkan tentang peradaban kota Roma yang dimulai dari Sungai Tiber di tengah kota Roma. Di sini pula awal berdiri Roma sebagai pusat kebudayaan latin pada masa itu. Bahkan anda akan menemukan banyak situs peninggalan sejarah yang masih terpelihara untuk menunjukkan kejayaan kekaisaran Romawi. Sebut saja Kaisar Julius Caesar yang dikenal ahli dalam pemerintahan. Ini sebab tata kota Roma begitu memukau termasuk pembangunan arsitekturnya. 

Jika menonton film yang berkaitan kerajaan romawi misalnya anda bisa menemukan sejarah ribuan tahun lalu sebelum masehi kala masih banyak orang memuja dewa-dewi di kota ini. Ya, Pantheon yang dijadikan kuil untuk menyembah dewa masih terawat rapi hingga sekarang di kota ini. Atau Colloseum sebagai tempat gladiator berduel, masih bisa dikunjungi bahwa dulu tempat ini dijadikan adu kehebatan dan kekuatan antar manusia. Bahwa dulu sejarah yang dimulai ribuan tahun lalu sebelum dan sesudah masehi lengkap di sini. Tentu pecinta sejarah tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung dari satu museum ke museum lainnya di sini.

3. Alasan kuliner

Ristorante atau restoran dalam bahasa Italia, di salah satu pusat kota.

Ketika saya membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ lalu menontonnya kini saya sadar bahwa tokoh utama mengalami kenyamanan dan kenikmatan sajian makanan di Italia. Mengapa tidak? Kuliner di Italia itu semua enak. Di pusat Italia seperti kota Roma, anda bisa menemukan sebaran kuliner yang mungkin sudah membumi di Indonesia. Sebut saja pizza, pasta, es krim hingga tiramisu yang pasti pernah anda rasakan di Indonesia. Datang ke sini seolah saya ingin merasakan semua kuliner itu secara otentik. Rupanya lidah saya pun tidak protes pada semua masakan yang disajikan dengan penuh cinta dari para koki. Biasanya saat saya traveling, saya butuh adaptasi untuk rasa makanan lokal yang ditemukan. Di Italia, saya benar-benar jatuh cinta dengan kulinernya!

4. Alasan budaya dan bahasa

Salah satu peninggalan berciri Baroque, Fontana Di Trevi.

Di sini berkembang kebudayaan latin sebagaimana yang tersampaikan dalam sejarah. Di sini pula ada bahasa Italia dan bahasa Latin untuk dipergunakan di Vatikan. Roma yang dibangun sejak ratusan tahun lalu sebelum masehi pernah menjadi pusat kekaisaran romawi. Kebudayaan yang berkembang dalam seni arsitektur tumbuh di sini, tentu terlihat dari pahatan dan bangunan. Ada dua aliran di sini, Renaissance dan Baroque. Anda pasti terkagum-kagum bahwa bangunan itu masih ada hingga kini. Di sini pula pernah berkembang rezim fasisme antara tahun 1922-1943 yang bisa anda temukan dokumentasinya di Museum Nasional. 

5. Alasan seni

Salah satu lukisan.

Lukisan lain yang ditemukan di Castle San’Angelo.

Siapa tak kenal penyanyi bersuara emas seperti Josh Groban, Pavarotti atau Andrea Bocelli atau grup band Ill Divo. Kesemuanya bernyanyi dengan ciri khas suara emas yang tiada duanya. Lepas dari seni suara, ada seni lukis yang memukau dunia. Siapa pun berdecak kagum melihat lukisan mewarnai setiap Gereja dan Basilika, indah dan sempurna. Itu sebab di kota Roma ada sejumlah institut dan akademi untuk seni yang terkenal di dunia.

So, demikian lima alasan mengapa perlu berkunjung ke kota Roma. Ada pendapat?

7 Daftar Kuliner Wajib Dicoba di Roma, Italia

Jika mengenal bangunan ini, anda pasti tahu dimana ini? Colloseum di Roma, Italia.

Pernah membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ sekaligus menonton film yang diperankan oleh Julia Roberts, membuat saya meyakini bahwa Italia adalah negeri yang kaya akan kuliner. Mengapa tidak? Banyak makanan di luar sana yang mengenal makanan khas negeri ini. Sebut saja Pizza, siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini. Bahkan di Indonesia, gerai pizza tidak hanya di restoran eksklusif, di pedagang kaki lima pun mereka menyebut pizza dalam daftar menu. Atau aneka pasta dan spaghetti juga mudah ditemukan di seluruh dunia. Dengan berbagai bumbu saus untuk pasta, membuat siapa pun suka makanan khas negeri ini.

Ini pula yang menjadikan alasan saya untuk pergi ke Italia. Wisata kuliner rasanya tepat setelah wisata sejarah. Bersyukurlah saya tidak tinggal lama karena saya khawatir ukuran baju saya tidak akan muat sekembalinya dari sana. Setiap kuliner yang saya coba, semua benar-benar enak. Bahkan biasanya lidah saya protes saat traveling karena rasa dan tekstur makanan yang berasa aneh. Namun di Italia, lidah saya bergoyang karena luar biasa lezat sekali.

Kali ini saya buat daftar kuliner yang wajib dicoba di negeri aslinya, Italia. Menurut saya, daftar ini wajib anda coba saat bertandang ke Italia. Apa saja?

1. Kopi

Segelas kopi espresso.

Saya belum pernah mencoba minum kopi espresso karena khawatir maag saya kambuh. Setelah mencoba minum espresso dan cappucino di sini, Puji Tuhan tak ada masalah dengan perut saya. Entah karena racikannya, entah alasan apa namun saya memuji kopi buatan mereka. Sumpah! Kopi mereka enak sekali. Di sini kopi bukan sekedar minuman, tetapi budaya. Orang Roma menikmati kopi yang disebut ‘Bar Kopi’ bak layaknya kebiasaan hidup. Setelah makan siang pun, mereka minum kopi. Ini sama seperti di Jerman, dimana bir diminum kapan pun.

Hey Coffee Lovers, anda perlu menikmati kopi mereka yang benar-benar nikmat ini. Pilihannya ada pada espresso, cappucino atau macchiato. Setelah menikmati kopi, puji kopi buatan mereka agar mereka bangga bahwa mereka telah berhasil membuat anda jatuh cinta dengan Italia. Rekomendasi tempat minum kopi tersebar di pelosok kota Roma. Bahkan di hotel pun, kopi disajikan dengan penuh cinta untuk anda sebagai tamu hotel. 

2. Pizza

Pizza Margherita dan Pizza Marinara.

Suasana penjualan pizza kala malam hari.

Pizza yang ada di Indonesia bermula dari buatan negeri Paman Sam. Sesungguhnya jika anda mencoba pizza di Italia, anda akan menikmati tekstur roti pizza yang berbeda dengan pizza yang dikenal di Indonesia. Pizza dijual di setiap ristorante atau restoran dalam bahasa Italia. Makanan ini bisa untuk makan siang seloyang penuh untuk satu orang. Atau pizza untuk makan malam dengan irisan yang tak penuh. Silahkan disesuaikan dengan selera anda!

Suatu malam saya dan suami menemukan gerai pizza yang dipenuhi oleh banyak orang. Karena penasaran maka kami mampir dan sekedar mencicipi. Rasa pizza di Italia ternyata berbeda dengan yang dijumpai di Indonesia atau di Jerman. Ada aneka macam topping rasa yang dikehendaki dengan kisaran 1,5€ hingga 2€. Hmmm, lezat sekali!

3. Pasta

Pasta saus tomat.

Pasta saus tuna.

Kami terlambat menikmati makan siang di hari kedua di Roma. Begitu asyiknya menikmati lokasi wisata membuat kami lupa bahwa perut kami sudah mulai menari. Kami berjalan agak jauh dari lokasi wisata agar harga mahal di restoran tidak begitu mahal. Kami berhenti di salah satu restoran dan menikmati sajian pasta yang kebetulan menjadi menu utama siang itu.

Suami saya pesan pasta dengan saus tomat dengan irisan salami. Sementara saya memesan pasta dengan saus tuna. Kami memilih duduk di luar restoran sembari mengamati orang lalu lalang memesan makanan saat makan siang tiba. Selang sepuluh menit, menu pesanan datang. Bagaimana rasanya? Pasta yang dibuat itu seperti tidak lunak namun tidak keras, tekstur pasta benar-benar pas sekali. Sausnya pas sekali, enak! Saya dan suami sepakat bahwa pasta kami benar-benar lezat dan tidak pernah kami menikmatinya seperti ini di luar Italia.

4. Fusilli

Fusilli saus tomat.

Saya memesan fusili di restoran lantai dua semacam food court di stasiun Roma Termini. Awalnya saya ragu karena si koki seperti hanya menghangatkan masakan saja, fussili yang sudah matang ditambah saus di atas kompor. Ya sudah, saya terima saja dan melanjutkan pencarian tempat duduk untuk menyantapnya sementara suami saya mencari menu lain.

Anda tahu, saya terkejut dengan rasanya. Luar biasa cuma dihangatkan begitu saja, namun rasa fusilli ditambah saos tomat dan keju tabur sebagai topping benar-benar nikmat. Berkali-kali saya katakan ini pada suami. Sementara suami saya memesan menu masakan lain. Saya benar-benar tidak menyesal memilih makanan ini. Lezat!

5. Keju Mozzarella

Bruschetta.

Keju mozzarella.

Saya pernah menyaksikan pembuatan keju mozzarella di saluran televisi tentang kuliner. Rupanya keju ini terbuat dari susu kerbau. Di Jerman pun tersedia keju ini, namun saya tidak berniat membelinya. 

Suatu malam saya dan suami berhenti di restoran dekat hotel untuk dinner bersama. Karena kami tidak ingin makan dalam porsi yang besar, pilihan jatuh pada bruschetta. Meski tidak ada imajinasi makanan seperti apa, saya ikuti pesanan yang dipesankan suami. 

Selang lima menit datang pramusaji menyediakan roti ciabatta di hadapan kami dan peralatan makan. Lalu beberapa menit kemudian datang pesanan kami. Jadi beberapa irisan schinken diletakkan mengitari piring dan pusatnya adalah keju mozzarella. Ambil roti ciabatta, masukkan di dalam selipan irisan schinken dan sedikit keju. Sumpah, enak sekali! Saya pun mengatakan pada suami akan membeli keju mozzarela dan membuat hal serupa saat kembali di Jerman.

6. Tiramisu

Tiramisu.

Terakhir ini adalah sejenis cake yang membuat saya tergila-gila menikmatinya. Pertama kali saya jatuh cinta pada tiramisu saat puluhan tahun lalu mencicipinya di Hotel Mulia di Jakarta. Setelah itu saya sering membelinya di Jerman sebagai dessert atau cake kala kaffeetrinken

Mencicipi tiramisu tak ubahnya minum kopi. Ada campuran kopi dalam membuatnya. Anda tak menyesal jika memesan tiramisu sambil menikmati secangkir kopi. Mantap!

7. Es Krim

Ice cream.

Siapa yang tak tahu bahwa gelato adalah resep membuat es krim terenak. Di sini anda akan menemukan bahwa ice cream mereka benar-benar sempurna enak meski kala malam berasa dingin untuk disantap. Namun anda yang suka ice cream, jangan sampai menyesal bila tak mencicipi ice cream di sini.

Demikian pengalaman kuliner saya di Roma, Italia. Saya benar-benar jatuh cinta dengan kuliner mereka. Semoga anda pun demikian!

Ikut Misa di Basilika Santo Petrus Vatikan Akhirnya Terwujud

Tampak lapangan depan Basilika yang biasanya saya lihat di televisi.

Antrian mengular panjang di pintu masuk untuk pemeriksaan pengunjung.

Patung Pieta karya Michael Angelo yang terkenal itu.

Salah satu sudut Basilika.

Di sinilah dimakamkan Santo Petrus, Paus Pertama.

Kubah Basilika yang tinggi menjulang indah.

Di sudut Basilika ini baru saja selesai misa.

Silsilah kepausan mulai dari Santo Petrus hingga Paus Yohannes Paulus II.

Sebagai negara privat, Vatikan mendapatkan bantuan keamanan salah satunya dari Swiss seperti tampak penjaga Basilika.

Saat masih di Indonesia, ayah saya selalu memutar tayangan misa perayaan Natal atau Paskah yang disiarkan secara langsung dari Vatikan. Meski hanya melalui televisi, namun perasaan syahdu dapat terasa kala keluarga saya bisa melihat Paus dan memberikan berkatnya. Siapa sangka impian saya yang pernah terlintas untuk datang ke Vatikan dapat terwujud! Impian ini bukan sekedar berwisata saja layaknya saya sering traveling. Saya bisa datang ikut misa di rumah Tuhan yang begitu megah, Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Merayakan hari lahir tak melulu lewat pesta, dua tiket pulang pergi sudah di tangan saat saya dan suami memutuskan pergi ke Roma, Italia. Saya terharu mana kala saya bisa melakukan ziarah iman ke Vatikan, kota yang dianggap suci bagi umat seperti saya. Saya bangga bercampur haru saat tiba di sana. Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat panggilan video ke orangtua saya di Indonesia agar mereka bisa menyaksikan apa yang saya lihat di Basilika. Setelah itu, saya bagikan kebahagiaan itu lewat foto dan video kepada para sahabat saya. Sungguh saya mengalami perasaan yang berbeda kala datang ke Vatikan, perasaan terberkati.

Saya sudah dengar bahwa jika berkunjung ke Vatikan akan melewati antrian panjang yang mengular bahkan mungkin tiga jam lamanya. Oleh karena itu setelah sarapan pagi di hotel, bergegas saya dan suami berangkat ke sana dengan menumpang bis. Sepertinya tidak hanya kami yang pergi ke Vatikan, banyak para peziarah yang juga berdesak-desakkan dalam bis menuju ke sana. Saya pun antusias kala bis berhenti di terminal akhir agar tak terlalu lama berdiri dalam antrian masuk. 

Puji Tuhan, saya bisa melompati antrian yang mengular panjang. Setiap orang yang hendak masuk Basilika harus melewati pintu pemeriksaan. Berpakaianlah sopan, menjaga ketertiban seperti suara hape yang tidak dibunyikan, tidak membawa senjata tajam dan menghormati apa saja yang ada di dalam. Namanya tempat ibadah, anda harus dalam keadaan yang tenang alias tidak membuat keributan. Karena di dalam Basilika ada beberapa spot untuk menyelanggarakan misa kudus. 

Dari awal masuk hingga menyelusuri setiap senti Basilika, saya terkagum dengan keindahan seni dan arsitektur yang digunakan untuk memuji Tuhan. Pantas saja Basilika ini membutuhkan waktu 120 tahun untuk membuatnya semegah ini. Bahkan melibatkan seniman terkenal dunia, seperti patung Pieta karya Michael Angelo. Beberapa monumen diabadikan untuk mengenang para Paus pendahulunya. Di lantai bawah anda akan menemukan makam Santo Petrus sebagai Paus Pertama. Sungguh suasana syahdu bercampur decak kagum pada Basilika tak henti melihat keagungan karya seni untuk memuji Tuhan. 

Ketika terlihat misa sedang dimulai, saya dan suami menyempatkan diri untuk ikut serta. Ini seperti mimpi bahwa saya bisa ikut misa di Vatikan yang selama ini hanya bisa saya simak di televisi. Saya bersyukur. Beberapa petugas melarang pengunjung yang mengabadikan foto saat penyelenggaraan misa. Tak sopan bila mengambil foto orang sedang beribadah. 

Di sudut lain, anda bisa melihat silsilah kepausan yang ada dari pertama berdiri Basilika. Anda juga bisa membeli buah tangan sebagai benda-benda rohani yang dijual di ujung pintu Basilika. Untuk masuk ke Basilika gratis alias tidak ada biaya masuk. Untuk toilet, siapkan koin 1€. 

Berikut tips dari saya:

  • Jika anda tidak ingin dalam antrian yang panjang, anda bisa membeli tiket pass di website resmi atau bertemu para pemandu wisata yang menawarkan jasanya di depan pintu masuk.
  • Berpakaianlah sopan karena anda berada di rumah ibadah.
  • Dilarang merokok!
  • Dilarang merekam ambil video tanpa ijin!
  • Dilarang mengenakan topi saat di dalam Basilika!
  • Dilarang makan dan minum selama di Basilika!
  • Hormati dan hargai apa pun yang ada di dalam Basilika! Tidak merusak atau menyentuhnya!
  • Tidak berisik atau membuat keributan!

Selamat berhari Minggu! Have a blessed day!

    Demikian pengalaman saya. Bagaimana pengalaman anda berkunjung ke rumah ibadah?
     

    Menginap di Biara? Pengalaman Menarik Bila Datang ke Roma, Italia

    Sudut kota Roma saat senja.

    Indahnya kota Roma.

    Bangunan apartemen di kota Roma.

    Indah ya!

    Seorang Biarawan tampak belakang. 

    Anda tidak diwajibkan ikut misa harian bila menginap di biara. Namun ada pelayanan misa setiap hari jika menginap di biara.

    Ketika saya memutuskan untuk pergi ke Roma, saya pun mulai cari informasi tentang penginapan. Dari berbagai informasi didapatkan bahwa turis paling banyak menginap di dekat stasiun Roma Termini. Alasannya, wilayah ini termasuk area backpacker. Kedua, wilayah ini dekat dengan sarana transportasi yang terhubung langsung ke bandara atau tempat lain seperti kota atau negara lain.

    Referensi hotel pun mulai saya cari di sekitar stasiun pusat Roma Termini. Namun banyak pula mengatakan bahwa wilayah ini tak aman, banyak copet dan terlihat kumuh. Akhirnya saya mencari lokasi lain yang mungkin lebih baik.

    Ada satu pencarian yang mengatakan menginap di biara. Di kota Roma banyak sekali biara ditemukan. Apa itu biara? Tempat tinggal para biarawan-biarawati. Kini biara pun bisa menjadi pilihan rekomendasi untuk menginap. Beberapa teman yang pernah menginap di biara berpendapat bahwa fasilitas di biara seperti tempat tidur, sarapan pagi, kamar mandi lengkap seperti layaknya di hotel berbintang. Namun anda tidak bisa berbuat keributan di sini. Dalam biara harus tertib, sopan dan tidak melakukan kebisingan. 

    Hal menarik jika anda tinggal dalam biara adalah anda bisa ikut misa kudus yang diselenggarakan tiap hari. Lalu anda juga bisa mengamati kehidupan para biarawan-biarawati. Tak perlu khawatir para biarawan-biarawati tidak mengecek keyakinan beragama mereka yang datang menginap. Mereka senang juga bila diajak berdialog tentang berbagai hal setelah anda meminta kesediaan mereka.

    Oh ya, ini mungkin jadi pertimbangan anda bila menginap di kota Roma. Ada beberapa situs penginapan yang tidak memasukkan pajak menginap dalam kuitansi pembelian hotel. Di Italia anda harus membayar pajak hotel.

    Jika demikian, anda tetap membayar pajak sebesar 3€ per orang per malam. Misal anda telah membayar 1 kamar double untuk dua orang sebesar 60€ per malam. Anda tetap membayar 6€ untuk dua orang selama 1 malam. Pembayaran dilakukan di muka saat anda check in di hotel.

    Bagaimana jika menginap di biara? 

    Di beberapa negara di Eropa menawarkan untuk menginap di biara. Ini bisa menjadi alasan keagamaan karena turis bisa ikut serta mengikuti misa kudus setiap hari yang diselenggarakan di biara. Atau alasan kedua, ekonomis. Artinya dengan harga terjangkau, turis bisa mendapatkan sarapan pagi. Bahkan ada juga beberapa biara yang menyediakan akomodasi sekaligus untuk makan siang dan makan malam. Tergantung kebijakan masing-masing biara. Karena anda menginap di biara maka anda perlu menjaga kesopanan termasuk menghormati fasilitas dan sarana tempat ibadah. Ikuti peraturan yang ada, misal tidak membuat keributan setelah jam 10 malam.

    Pertimbangan menginap di biara:

    1. Harga terjangkau dibandingkan di hotel apabila anda berpergian dalam grup.
    2. Bangunan bergaya gothik sehingga bisa untuk dijadikan spot berfoto. 
    3. Jika suka ketenangan dibandingkan hotel ala backpacker, anda bisa memilih penginapan di biara. Pastinya tenang alias tidak berisik.
    4. Dipastikan anda dapat sarapan pagi.
    5. Anda juga bebas memilih pembayaran termasuk anda bisa booking dulu dan melakukan pembayaran setelah anda tiba di sana.

    Bagaimana? Jika tertarik, silahkan temukan situs penginapan menginap di biara seperti monasterystays, monasterybooking dsb.

    Roma Tidak Mungkin Dibangun dalam Semalam

    Keindahan pusat kota Roma di sore hari.

    Di ujung tampak spanish steps. Di kanan adalah butik Gucci dan beberapa pertokoan ternama lainnya. 

    Petugas kebersihan mengangkat sampah-sampah agar kota tetap bersih dan elok dipandang.

    ‘Rom ist auch nicht am einen Tag erbaut worden.’ Demikian pepatah bahasa Jerman menyebutkan bahwa membangun kota Roma tidak mungkin dalam semalam. Arti peribahasa ini adalah jangan pernah takut untuk mewujudkan mimpi, meskipun terlihat mustahil. Tidak ada mimpi yang terlalu besar atau pemimpi yang terlalu kecil, teruslah berpegang pada impian anda!

    Adalah kota Roma yang tak pernah saya bayangkan di masa kecil bahwa suatu saat saya bisa tiba di sini. Saya hanya berpikir saat masih sekolah, hanya kalangan berduit untuk bisa di sini. Ternyata saya bisa hanya karena suatu keinginan bahwa saya bisa berkunjung ke rumah Tuhan di Vatikan. Sensasi petualangan yang tak pernah saya dapatkan sebelumnya bilamana saya traveling. Di sini saya menikmati keindahan tiap sudut sejarah bahwa dulu kota ini begitu indah dibangun. Anda akan melihat ini lebih sekedar seni. Ini adalah soal rasa dan gairah kehidupan jaman dulu kala. 

    Bangunan bercirikan baroque tak ubahnya seperti di Jerman. Namun di Roma, bangunan ini menyimpan sejarah dan misteri peradaban manusia yang pernah ada ribuan tahun lalu. Modernitas tidak menggerus antusias turis untuk menikmati setiap inchi kota Roma. Bahkan situs yang masih ada dibiarkan untuk dilindungi meski kebutuhan lahan di kota Roma begitu tinggi.

    Kupon WC terlihat 0,50€ tetapi anda mesti bayar 1€.

    Anda tahu begitu pelitnya kafe di pusat kota Roma menyediakan hanya 1 toilet bersama atau unisex. Jadi baik laki-laki maupun perempuan yang berhasrat ingin ‘ke belakang’ harus mengantri dalam ruang yang sama. Beberapa kali saya dan suami berhenti di kafe/restoran untuk sekedar ‘urusan ke belakang.’ Di tempat wisata tidak semua ada WC umum. Jika pun ada, siapkan koin 1€ untuk bisa membuka pintu masuk. Meski tertulis di bon 0,50€ tetapi kita harus membayarnya dua kali lipat jika ingin pintu WC terbuka.

    Kiri kanan digunakan untuk parkir kendaraan.

    Tanda peringatan petunjuk parkir.

    Apartemen di kota Roma.

    Lahan begitu mahal di sini. Mahalnya lahan terlihat dari parkir mobil yang selalu ada di pinggir jalan. Kiri dan kanan jalan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan. Ini Roma! Gedung parkir kendaraan? Sepertinya saya harus tinggal lebih lama untuk mengetahui sewa parkir di area khusus parkir.

    Jalurnya pun banyak seperti pepatah mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma.’ Di peta kota Roma terlihat jalan-jalan yang kecil dan mungkin hanya satu jalur atau jalur yang digunakan bersama-sama meski berbeda tujuan. Pernah tersesat di sini? Anda pasti mengenal saya dengan baik soal tersesat. Syukurnya, saya selalu bisa kembali ke tempat tujuan. Penduduk kota Roma sangat ramah dan helpful

    Peta kota Roma yang dibelah sungai. Kiri masih di kota Roma adalah Vatikan. Kanan adalah pusat kota Roma.

    Contoh lukisan dari seniman ternama.

    Bangunan yang tak lekang oleh waktu. Indah sekali!

    Ini sebab orang bijak mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma.’ Demikian bahwa banyak cara untuk mencapai tujuan anda. Banyak cara untuk membuktikan impian anda, tidak harus dengan jalur yang sama dan direncanakan ‘kan. Bahwa terkadang hal tak terduga dan tak direncanakan membuat anda sadar bahwa hidup itu berisi kepingan keajaiban.

    Siapa ingin berkunjung ke kota Roma?

    Anda akan melihat bahwa kota ini sepertinya dulu menyimpan kejayaan peradaban. 

    Menikmati kota Roma pun tak cukup semalam. Bangunan megah dan lukisan indah para seniman tersohor dunia membuat saya berdecak kagum. Luar biasa! 

    Terimakasih Tuhan, saya pernah melihat keindahan kota Roma yang dulu hanya dipelajari di sekolah 😊

    Mengamati Transportasi Bis di Kota Roma, Italia

    Selamat datang di stasiun terbesar Roma Termini di kota Roma.

    Tempat menjual tiket bis di toko kelontong menjual rokok, koran dll di dalam stasiun Roma Termini.

    Ini tiket bis untuk 72 jam.

    Papan informasi yang tersedia di setiap halte bis yang jadi tujuan dan bis yang digunakan.

    Papan informasi otomatis di atas bis sebagai penunjuk informasi halte berikutnya.

    Mesin pencetak otomatis kartu pass di dalam bis.

    Jalur transportasi metro di kota Roma.

    Jika sudah berkunjung ke kota Roma, ada beberapa pilihan transportasi publik. Ada Metro yakni kereta bawah tanah seperti normal jika kita terbiasa di Singapura, Hong Kong, dan sebagainya kemudian ada juga trem, ini seperti straßebahn di Jerman yakni kereta listrik yang jalur relnya memakan jalan raya, tidak di bawah tanah. Selain itu ada taksi yang tentunya ini jadi kendaraan pribadi jika anda punya cukup uang. Kemudian anda juga bisa menyewa sepeda motor, jika anda paham rambu lalu lintas dan piawai berkendara motor. Info sewa motor di sini. Lain lagi kendaraan yang saya pilih adalah bis karena bis langsung terhubung dengan tempat saya menginap. 

    Terminal bis utama berada di depan stasiun kereta, Roma Termini. Ada beberapa line sesuai tujuan anda. Simak juga papan informasi yang menjadi petunjuk kemana tujuan bis anda. Jika tidak ada bis, anda bisa tunggu kira-kira 30-45 menit maka bis akan datang. 

    Ada beberapa pilihan harga untuk bisa naik bis, mulai satu hari 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Untuk membeli tiket bis tersebut, anda bisa pergi ke toko penjual koran di dalam stasiun Roma Termini. Ingat perhitungan waktu dimulai dari saat anda memasukkan kartu ke mesin penanda waktu yang terdapat di bis. Di mesin ini anda akan mendapatkan kartu yang sudah dilubangi dan informasi jam saat anda pertama kali menggunakannya. Dari jam tersebut anda menghitung periode waktu yang dibeli misal 24 jam, 48 jam atau 72 jam sebagai penanda anda bisa memanfaatkannya.

    Di dalam bis tidak sepenuhnya tersedia tempat duduk. Lebih banyak juga penumpang suka berdiri karena lebih leluasa space dalam bis. Bisnya berkondisi baik dan terkesan moderen layaknya bis di Eropa. Meski saya menjumpai beberapa bis ada yang dicoret-coret dengan spidol dan cat pilox. Tidak ada aturan masuk dan keluar dari pintu sebelah mana. Ada tiga pintu bis, satu dekat kursi supir kemudian pintu kedua di tengah bis dan terakhir di belakang. 

    Supir bis dilindungi dengan kaca plastik dengan penumpang. Jadi tidak mungkin bisa berbicara dengan sopir selama berkendara. Lalu di atap bis ada papan informasi nama halte bis yang dituju. Perhatikan bahwa nama pertama adalah wilayah yang lebih luas kemudian nama kedua adalah tujuan yang spesifik. Misal tujuan ‘Guidi‘ kemudian di papan informasi ‘Braveta/Guidi.’ Kadang ada bis yang masih baik papan informasinya sebagai penunjuk halte bis selanjutnya. Namun ada juga bis tanpa papan informasi, entah rusak atau sopir malas menyalakan tombol otomatis tujuan halte.

    Di dalam bis tersedia mesin otomatis pencetak kartu bis digunakan. Masukkan kartu anda dan kemudian mesin akan bekerja sebagaimana mestinya. Minta bantuan penumpang lain jika anda tidak tahu menggunakannya. Selain itu bis dilengkapi tombol pemberhentian halte yang akan berbunyi untuk mengingatkan sopir agar berhenti pada halte tujuan anda. Jika anda tidak memencet tombol mungkin sopir akan melewati halte karena terpikir tidak ada penumpang yang akan berhenti.

    Setidaknya ada belasan dan dua puluhan halte pemberhentian tiap bis dari satu terminal ke terminal berikutnya. Terminal bis pun tidak sebesar seperti di terminal bis Kampung Melayu atau terminal bis Pasar Senen. Semua papan informasi tujuan jelas terlihat di setiap halte. Bis berhenti hanya di halte yang sesuai dengan papan informasi di halte. Bis tidak berhenti di sembarang tempat.

    Bagaimana? Tertarik berpetualang menggunakan bis di kota Roma? Selamat naik bis!