Mobil Caravan, Rumah Berjalan yang Praktis

Tampak depan.
Ruang kemudi dan ruang tengah untuk duduk, ngobrol dan meja makan.
Ruang tidur, wastafel dan rak dapur.

Anda senang traveling, sama seperti saya, bisa jadi anda berminat memiliki mobil caravan. Di Jerman mobil tersebut lebih dikenal wohnmobil atau reisemobil. Mungkin anda bisa jadi lebih mengenalnya caravan. Caravan yang saya kenal seperti ‘rumah berjalan’ yang begitu mudah saya dapati di benua biru. Apalagi di sini tersedia lahan parkir caravan yang nyaman dan aman. Wah!

Untuk mengetahui seperti apa isi ‘rumah berjalan’ ini, maka saya perlihatkan bagian dalam mobil yang saya peroleh saat saya berkunjung di suatu pameran.

Ukurannya tidak sebesar bis atau truck tetapi anda bisa tetap nyaman merasakan rumah berjalan kapan pun. Pasalnya wohnmobil juga dilengkapi penghangat ruangan bila musim dingin tiba. Tetapi sebenarnya kebanyakan pemilik wohnmobil menjalankan kendaraannya saat tidak saat musim dingin. Karena musim dingin tidak menarik untuk dieksplorasi, semua tertutup salju. Itu sebab wohnmobil digunakan saat berpergian satu kota ke kota lain, camping atau plesiran di sekitar benua biru.

Bagian kemudi dirancang nyaman sekali bagi juru mudi dan kursi sebelah kemudi yang juga sama-sama nyaman mengingat wohnmobil dirancang untuk perjalanan jauh. Masuk ke bagian tengah, ada sofa dan meja yang nyaman dan stabil. Di hadapan kursi terdapat televisi layar datar seperti di rumah ‘kan.

Ruang tidur yang luas.
Toilet duduk yang nyaman dan kamar mandi yang eksklusif.
Wastafel kamar mandi dan rak kamar mandi.
Kompor listrik, wastafel dapur dan meja persiapan untuk masak.

Ini bisa dijadikan ruang makan juga. Di sisi dekat pintu samping terdapat mebel dapur. Ada dua kompor listrik yang multifungsi juga penyedot asap. Di atasnya ada rak untuk meletakkan berbagai keperluan dapur. Sebelah kompor, ada wastafel untuk mencuci dan ruang untuk meletakkan perlengkapan dapur. Di bawah kompor, terdapat kulkas mini.

Di hadapan dapur, ada kamar mandi dan toilet yang moderen tetapi tak luas. Anda bisa lihat dilengkapi toilet duduk yang nyaman dan shower dengan bilik yang tak luas. Kamar mandi juga ada wastafel dan kaca besar. Dipastikan anda nyaman di dalam kamar mandi tak luas ini.

Lalu dimanakah anda tidur? Namanya juga ‘rumah berjalan’ maka anda bisa menemukan tempat tidur juga. Ada dua matras yang nyaman dan empuk serasa di tempat tidur sendiri. Di bagian atas, terdapat lemari gantung buat menyimpan segala macam perlengkapan. Demikian juga bagian bawah tempat tidur, anda bisa menyimpan berbagai keperluan di situ.

Saya tidak menyebutkan harganya karena saya bukan penjual. Hanya saja, ini keren sekali buat mereka yang suka traveling dan camping.

Advertisements

Braunau am Inn, Austria: Kota Kecil Tetapi Nilai Sejarahnya Besar (1)

Stadtplatz dari Kota Braunau am Inn, di depan Rathaus.

Monumen di kota Simbach am Inn. Jika dari Bayern, Jerman maka kota Braunau am Inn, berbatasan dengan Kota Simbach am Inn.

Menara kota atau stadttorturm dari kejauhan.

Braunau am Inn menjadi kota kecil yang berbatasan langsung dengan Jerman. Jika dari Bayern, anda bisa melewati kota Simbach am Inn. Itu berarti kedua kota ini dilalui oleh sungai Inn yang memisahkan keduanya menjadi negara berbeda, Simbach am Inn adalah wilayah Jerman dan Braunau am Inn adalah wilayah Austria. 

Sebelum ada Uni Eropa jembatan di penghubung kedua kota ini, terdapat pos pengecekan imigrasi. Kini sudah tidak ada lagi. Kami mengendarai mobil ke sini untuk melihat-lihat. Pada hari minggu tak banyak yang bisa dilakukan. Sepi. 

Ada dua hal yang menarik yang ditemukan di sini. Pertama, kota ini dikenal sebagai kota kelahiran Hitler, sang tokoh melegenda. Kedua, terdapat sebuah Gereja Katolik tua bergaya Gothik dengan menara tertinggi di Austria.

Sebelum kita mengulik kedua tempat menarik tersebut, apa saja yang bisa dilihat di kota ini?

1. Fischbrunnen

Fischbrunnen.

Patung ini kecil dan tidak terlihat jelas karena silaunya matahari saat saya datang. Ini semacam air mancur di tengah kota. Konon patung ini menandai bahwa di tempat ini dulu para nelayan berkumpul dan menjajakan ikan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat, hingga tahun 1939. Arah patung menuju utara. Jadi ingat bahwa toko jual ikan di dekat rumah di Jerman juga bukanya setiap hari Jumat saja. Ada kaitan? Entah ya!

Dijelaskan bahwa di kota ini pernah ada akademi kemaritiman yang ditandai foto kelompok siswa pada tanggal 6 Mei 1916.

Lalu di sini juga pernah ada Akademi Kemaritiman yang gedungnya berada di Jalan Salzburger Vorstadt nomor 13. Di papan informasi pusat kota, ada foto kelompok para siswa di akademi (Marienakademie) tersebut pada 6 Mei 1916. 

2. Stadttorturm (Salzburger Torturm)

Menara ini berbentuk Neo-Gothic.

Tertulis di depan menara.

Tak ada keterangan foto.

Ini semacam gerbang kota yang indah menurut saya. Di atas gerbang ada tulisan bahwa Kota Braunau am Inn adalah kota tua. Lalu terlihat megah dari kejauhan. Menara kota ini berdasarkan papan informasi berbahasa Jerman dikatakan mendapatkan sentuhan Neo-Gothic dengan ujung menara berakhir dengan atap baji. 

Menara dibangun pada tahun 1940. Menara bersejarah ini sebagai penanda bahwa bangunan di luar menara merupakan pemukiman baru setelah sempat terjadi kebakaran di masa lalu. Jadi bisa dikatakan bahwa menara ini penghubung sejarah kota di masa lalu dengan tumbuhnya bangunan baru. 

3. Mahnstein

Tampak depan.

Tampak belakang.



Mahnstein ini merupakan batu besar semacam monumen. Batu berada di depan rumah nomor 15, Jalan Salzburger Vorstadt. Batu ini bertuliskan “Untuk Perdamaian, Kebebasan dan Demokrasi. Jangan pernah ada lagi Fasisme! Ini mengingatkan kita, jutaan mati karenanya.” Semua tertulis dengan baik dalam bahasa Jerman. Batu ini dipasang pada tahun 1989 sebagai peringatan seabad kelahiran Hitler, yang lahir pada 20 April 1889. 

Dibalik batu, tertulis dalam bahasa Jerman. Dikatakan bahwa batu diambil dari tambang yang pernah menjadi salah satu kamp konsentrasi kala perang. Sepertinya tulisan tersebut tak lekang oleh waktu bahwa sejarah pernah terjadi dan mengingatkan lagi agar tragedi kemanusiaan itu tak akan terulang.

4. Rumah nomor 15 di Jalan Salzburger Vorstadt

Tampak depan dan tak terawat.

Tampak depan.

Tampak belakang.

Rumah yang beralamat di Jalan Salzburger Vorstadt nomor 15, Braunau adalah bangunan seluas 800 meter yang sudah dikosongkan sejak 2011. Karena khawatir menyulut rasa tak aman dan tak nyaman bagi penduduk yang tinggal di kota ini, gedung ini tak memberikan petunjuk penjelasan di sekitarnya. Gedung berlantai tiga ini terlihat misterius bahkan terlihat sudah lama tak terawat. 

Rumah ini adalah tempat lahirnya tokoh penulis buku “Mein Kampf.” Si ayah katanya hanya menyewa sebuah kamar hingga Hitler lahir. Setelah beberapa hari, mereka pun pindah ke tempat lain masih di kota yang sama ini. Sejak lahir hingga usia 3 tahun, Hitler dikabarkan berada di kota ini, sebelum akhirnya ayahnya dipindahtugaskan ke Kota Passau, Jerman

Meski kekhawatiran bermunculan namun sang pemilik yang tak ada kaitan dengan gerakan yang didirikan Hitler, memenangkan gedung ini untuk bertahan. Pemilik gedung berhasil mempertahankan miliknya melalui sidang pengadilan yang ketat. Awalnya gedung ini adalah penginapan, kemudian berganti-ganti fungsi hingga terakhir menjadi rumah perlindungan bagi para kaum difabel.

Masih ada lagi kelanjutan bangunan bersejarah lainnya di kota ini. Nantikan cerita saya selanjutnya!

Tips dari saya:

  1. Sebagai pendatang sebaiknya kita tidak banyak cari tahu seperti bertanya atau menyelidiki kepada penduduk setempat terutama bertanya apa yang pernah jadi sejarah di tempat tersebut. Bagaimana pun ini adalah hal sensitif bagi penduduk sekitar kota itu. 
  2. Bangunan nomor 15 pada poin 4 di atas masih menjadi kontroversi keberadaannya karena membuat rasa tak aman dan tak nyaman penduduk sekitar. Sebaiknya kita bersikap santun dan bijak sebagai pendatang atau turis. 

Sejarah adalah masa lalu yang dikenang dan kita belajar lebih baik lagi karenanya. Masa depan adalah harapan semua orang. Mereka, penduduk kota, lebih senang untuk tidak membahas apa yang pernah terjadi sebagai tragedi kemanusiaan. 

    Semoga bermanfaat!

    4 Poin Penting Bila Memelihara Ikan Sebagai Hewan Peliharaan di Rumah

    Memelihara ikan hias sebagai binatang peliharaan di rumah bukan perkara murah tetapi bagaimana kita mampu merawatnya dengan baik.

    Anda juga perlu ketekunan untuk memelihara ikan hias di rumah.

    Memelihara ikan hias di rumah seolah-olah memberikan kedamaian batin bagi pemiliknya. Bagaimana menurut anda?

    Warna-warni ikan hias memberikan nuansa tersendiri dalam ruangan di rumah.


    Siapa pun pecinta binatang biasanya mereka senang jika punya binatang peliharaan di rumah. Binatang peliharaan membawa suasana menyenangkan di rumah. Sebuah studi menunjukkan bahwa punya binatang peliharaan picu kebahagiaan bagi pemiliknya. Ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah semata untuk memeliharanya. 

    Baca https://liwunfamily.com/2017/01/03/punya-binatang-peliharaan-pets-picu-kebahagiaan/

    Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa untuk punya anjing saja di Jerman sebaiknya kita punya asuransi. Jika kita punya binatang lain semisal kucing juga maka perlu diperhatikan bagaimana kebutuhannya. Jangan sampai anda mendapatkan masalah dari komunitas pecinta hewan! 

    Baca https://liwunfamily.com/2017/11/05/ingin-pelihara-anjing-tetapi-tak-mau-repot-ini-caranya/

    Setelah melihat ikan hias di akuarium saat sedang berada di suatu restoran, saya berpikir mungkin cocok jika saya pelihara ikan saja di rumah. Suami saya tampak tak setuju karena ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah saja. Meski kami berdua suka terhadap binatang dan menyenangi tingkah pola mereka yang lucu namun masih banyak pertimbangan sebelum anda memelihara binatang seperti ikan. Saya pikir punya ikan hias dalam akuarium di rumah merupakan hal yang asyik. Namun anda perlu perhatikan empat poin di bawah ini.

    Akhirnya saya berkonsultasi dengan beberapa teman pecinta hewan dan memiliki hewan peliharaan di rumah. Berikut hasil diskusi yang perlu jadi pertimbangan bila ingin memelihara ikan yang baik.

    1. Penyediaan air dan akuarium yang menunjang kehidupan ikan hias.

    Terkadang kita mudah menggampangkan memelihara ikan dengan menyediakan akuarium saja dan menambah volum air ke dalam. Ternyata bukan hanya itu! Akuarium bukan seperti wadah ‘mangkuk’ besar agar ikan bisa tetap hidup. Untuk memelihara ikan, pertama-tama kita memastikan ukuran akuarium tersebut, apakah besar atau kecil? Dengan begitu, kita jadi paham berapa banyak ikan yang diperlukan dan suasana yang perlu dibangun di dalam akuarium sehingga menampilkan habitat aslinya. Jika ukuran akuarium besar, kita juga bisa menempatkan ikan yang besar dan lebih banyak. Jadi akuarium bukan soal keindahan semata namun kelayakan ikan hidup di dalamnya. Pastikan air yang diperlukan juga sesuai suhu dan ph yang dibutuhkan ikan.

    2. Perhatikan jenis ikan hias yang dipelihara dan berkonsultasilah dengan ahlinya.

    Sebagai pemula, sebaiknya ikan hias yang dipelihara bukan ikan yang berasal dari laut. Karena ternyata ikan yang diambil dari laut perlu diperhatikan suhu dan kadar garam yang memang disesuaikan dengan kondisi laut. Susah ya!? Anda bisa belajar dari tukang ikan hias bagaimana mereka merawat ikan-ikan dalam penangkaran? Lalu pastikan jenis ikan yang dipilih tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya nih pilih ikan besar dan ikan kecil, ternyata ikan besar memangsa ikan kecil. Tentu anda tak suka hal ini terjadi. Saran saya, konsultasi dulu dengan tukang ikan mana ikan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anda. 

    3. Kebersihan, pencahayaan dan filter akuarium.

    Bagi anda yang malas merawat diri, jangan harap merawat hewan peliharaan! Bagaimana pun meski kita memelihara ikan, kita perlu membersihkan akuarium secara rutin. Anda perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi dan kebersihan akuarium yang menjadi tempat tinggal ikan. Selain kebersihan, perlu diperhatikan juga pencahayaan di akuarium yang terbaik bagi kehidupan ikan. Saya pernah menonton film kartun ‘Finding Nemo’ bahwa ternyata dalam akuarium juga perlu diperhatikan sistim filtrasi bila ingin ikan hidup dengan layak. Filter akuarium berfungsi untuk menjaga kualitas kehidupan habitat ikan sesuai habitat alamnya, baik untuk ikan air tawar maupun untuk ikan air laut.

    4. Perhatikan kebutuhan ikan hias seperti makanan dan dekorasi yang diperlukan.

    Dekorasi ikan dimaksudkan memberi ikan suasana yang nyaman layaknya habitat alami. Anda bisa membeli aneka dekorasi dengan berkunjung ke toko ikan hias. Ada beberapa aturan seperti dekorasi yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan tanaman yang diperlukan dalam akuarium sehingga aman untuk ikan. Selain itu, pemenuhan gizi ikan perlu diperhatikan sesuai jenis ikan yang dipelihara. Makanan jenis ikan hias air tawar tentu berbeda dengan ikan laut. Pakan ikan juga disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dan ukuran mulutnya.

    Kesimpulan

    Memelihara ikan hias di rumah menurut saya seperti memberi kedamaian batin. Meski memelihara ikan hias bukan seperti memelihara binatang lain dimana kita harus memikirkan apa yang akan terjadi jika kita pergi keluar rumah, namun memelihara ikan hias juga perlu ketekunan. Memelihara hewan peliharaan bukan hanya karena kecintaan semata tetapi lebih peduli pada kebutuhan yang diperlukan bagi hewan tersebut. 

    Setelah saya pertimbangkan poin di atas, saya jadi berpikir ulang dan tidak untuk saat ini. Yakni punya binatang peliharaan dimana saya masih disibukkan dengan pernak-pernik kehidupan.

    Jadi binatang peliharaan apa yang sudah anda pelihara di rumah?

    Ini Dia Fungsi ‘Keller’ Ruang Bawah Tanah Rumah di Jerman

    Ilustrasi apartemen di München.

    Ilustrasi rumah.

    Home is where your heart make it. Rumahku Istanaku. Segala cara dibuat agar kita merasa nyaman di rumah. Tiap negara punya ciri khas tersendiri termasuk rumah sebagai tempat tinggal keluarga. Saya pernah menuliskan mengapa rumah-rumah di Jerman punya banyak jendela. Simak di sini

    Selain itu saya juga terpesona manakala di rumah di Jerman umumnya punya ruang bawah tanah atau basement. Bagi orang Jerman adalah lumrah memiliki ruang bawah tanah. Di Jerman ruangan ini disebut ‘der Keller.’ Jika anda tinggal di sebuah apartemen pun, juga ada keller yang fungsinya bersama-sama digunakan untuk penghuni lain. Namun jika itu adalah rumah pribadi maka ruang bawah tanah memiliki beberapa fungsi yang dimanfaatkan pemiliknya. 

    Apa saja fungsinya?

    • Tempat mencuci baju

    Jika anda tinggal di asrama mahasiswa di gedung bertingkat maka ada ruang bawah tanah yang digunakan secara bersama-sama untuk mencuci baju. Di apartemen yang memiliki gedung bertingkat pun diberlakukan sama untuk menempatkan mesin cuci milik bersama. Jadi mesin cuci di asrama ini digunakan dengan menyewa. Masukkan koin 2€ maka mesin pun akan berputar untuk mencuci pakaian anda. Namun bilamana anda study di kota kecil bisa saja hanya 1€ untuk sewa cuci pakaian. Di ruang bawah tanah ini juga tersedia mesin cuci piring milik bersama. Jadi jika malas mencuci piring masukkan koin 1€ maka peralatan makan yang sudah anda bersihkan terlebih dulu segala kotorannya akan kembali bersih seperti semula.

    Sedangkan di rumah, mesin cuci biasa ditempatkan di ruang bawah tanah. Mengapa mesin cuci diletakkan di ruang bawah tanah? Karena lebih memudahkan untuk menjangkau instalasi listrik dan air yang memang terletak di bawah. Ini akan dijelaskan pada poin selanjutnya.

    • Tempat menyimpan persediaan makanan

    Kebiasaan untuk membeli barang makanan dalam jumlah banyak juga menjadi kebiasaan bagi masyarakat di sini. Apalagi jika sulit buat mereka menemukan supermarket terdekat. Atau misalkan cuaca buruk yang memungkinkan orang tidak bisa keluar rumah maka sudah ada stok persediaan makanan di sini. Di ruang bawah tanah bisa juga ada kulkas atau mesin pendingin makanan untuk menyimpan stok makanan agar lebih awet. Tentunya makanan yang dijadikan persediaan adalah makanan kemasan dan makanan yang sudah dibekukan. 

    • Tempat menyimpan minuman

    Meski ada kulkas, namun rasanya menyimpan persediaan minuman di keller sudah membuat rasanya sejuk. Rata-rata orang Jerman senang membeli bir dalam jumlah banyak, begitu pun minuman lain seperti minuman bersoda. Ruang bawah tanah dijadikan tempat untuk menyimpan minuman agar minuman tetap dalam kondisi yang sejuk, tidak rusak dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Oh ya, menyimpan minuman beralkohol di ruang bawah tanah juga baik loh. Bahkan untuk rumah-rumah yang cukup mampu menjadikan keller sebagai ‘Bar Keller’ karena baik untuk menyimpan minuman alkohol.

    • Tempat menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai

    Ada banyak barang yang disesuaikan dengan musim seperti selimut untuk musim panas pasti berbeda dengan musim dingin atau alas kaki yang disesuaikan dengan kondisi cuaca. Barang-barang yang tak terpakai bisa disimpan di ruang bawah tanah. Saat masih di asrama mahasiswa, ruang bawah tanah juga menyimpan perlengkapan seperti selimut, seprei dan sebagainya yang menjadi milik bersama.

    • Tempat pengaturan listrik, air dan instalasi gas

      Jika datang ke Jerman, anda akan melihat betapa instalasi dipasang rapi dan tidak mengganggu ketertiban umum. Di ruang bawah tanah ini pula maka bisa ditemukan pengaturannya sesuai keperluan penghuni. Bisa dibayangkan saat musim dingin tiba, ruang bawah tanah merupakan ruangan paling dingin di rumah karena tidak ada pemanas ruangan. Sedangkan instalasi pemasangan gas ada di ruang bawah tanah. 

      • Tempat untuk sauna

      Tidak semua rumah menjadikan ruang bawah tanah menjadi sauna. Kadang tergantung selera dan kebutuhan pemilik rumah. Namun sauna baik ditempatkan di ruang bawah tanah karena dekat dengan pengaturan instalasi, mungkin loh.

      • Tempat untuk disewakan ke orang lain

      Nah ini mungkin si pemilik rumah punya ruang bawah tanah yang comfortable dan moderen penataannya, bisa jadi ruangan ini pun disewakan. Saya pernah lihat iklan penyewaan ruang bawah tanah ini.

      Dan ketika musim dingin menjadikan banyak orang malas keluar rumah, keller juga dijadikan tempat untuk mengeringkan pakaian. Demikian sekelimut berbagi informasi mengenai pengaturan rumah di Jerman pada umumnya. Apakah anda juga punya ruang bawah tanah di rumah?