Salad Dada Ayam ala Thailand: Makanan Khas Asia (38)

Salad dada ayam ala Thailand.
Salad dada ayam di restoran Jerman.

Makanan selanjutnya dari Asia yang dibahas berasal dari Thailand. Ada dua model makanan yang sama-sama membahas salad ayam yang pernah dibahas sebelumnya. Dengan begitu anda bisa melihat perbandingannya. Kedua salad dada ayam yang pernah dipesan ala Bavaria, Jerman dan Austria.

Salad dada ayam sebagaimana gambar di atas tak ubahnya yang saya pesan sebelumnya di Austria. Dada ayam dipanggang sebagaimana pesanan saya. Dada ayam fillet diberi hanya diberi garam dan merica. Sementara saladnya terdiri atas aneka sayuran seperti daun salada air, tomat, timun dan wortel yang diberi racikan olive oil dan garam.

Jika salad dada ayam yang sudah dibahas sebelumnya dipesan di restoran tradisional ala Jerman maka salad dada ayam berikut benar-benar dari restoran Asia. Tepatnya salad dada ayam ini dibuat dengan selera Thailand. Dimana semua sayurannya dibiarkan segar dan tanpa dimasak. Sedangkan dada ayam, sudah dipanggang sebelumnya dan dipotong kecil-kecil.

Saya memesannya kala masih musim panas untuk makan siang. Saya pikir salad dada ayam jadi pilihan yang jitu di tengah teriknya matahari di luar dan rasa lapar yang sangat.

Pesanan saya datang sekitar lima belas menit setelah memesannya. Si pramusaji berperawakan Asia datang menyerahkannya. Tampak sepiring besar yang membuat saya berpikir bagaimana menghabiskannya.

Ini adalah aneka sayuran yang terdiri atas salada air, tauge, tomat, timun dan kol. Semuanya dicampur bersamaan dengan kuah salad yang segar, sedikit pedas dan sedikit asam. Begitulah salad ala Thailand. Cabai masih segar dan dihaluskan.

Sementara hanya potongan dada ayam yang memang khusus dimasak. Dada ayam hanya dibumbui sedikit garam kemudian dipanggang beberapa saat hingga kecokelatan. Saat disajikan sayuran yang berbaur kuah asam dan pedas, dicampurkan potongan dada ayam.

Mantap! Tertarik mencobanya?

Advertisements

Beilagen Salat, 5 Varian Salad Pendamping: Makanan Khas Jerman (44)

Beilagen salat terdiri atas aneka sayuran ditambah dressing manis, asam dan manis.

Salad menjadi makanan yang tak wajib dihidangkan namun sebaiknya dikonsumsi. Mengapa tak wajib? Jika makan di rumah, belum tentu juga tersedia salad buatan sendiri. Sedangkan di restoran, salad bisa dijadikan complimentary tetapi ada juga yang harus bayar ekstra. Restoran yang saya maksud adalah restoran tradisional khas Bavaria.

Karena seringnya saya makan di restoran tradisional di sini, saya punya koleksi foto hidangan aneka beilagen salat. Tiap restoran punya ciri khas masing-masing dan tidak selalu sama dalam menyajikan beilagen salat. Pasalnya salad ini memang sebagai pelengkap, bonus dan tidak perlu membayar. Meski tidak semua makanan utama selalu mendapatkan salad, namun kebanyakan makanan berat ala makan siang tentu wajib ada salad.

Beilagen salat punya porsi yang tak besar ketimbang salad pesanan. Namanya juga cuma makanan pendamping, jadi isinya pun tak banyak. Satu yang pasti, salad ini berisi aneka sayuran dengan dressing bervariasi tergantung kreasi koki tiap restoran.

Dan tak mungkin juga karena gratis, anda hanya makan ini saja. Tentu anda memesan menu baru kemudian mendapatkan beilagen salat. Namun jika anda suka dan tertarik lebih besar porsinya maka anda harus membayar lebih.

Tanpa berpanjang lebar, silahkan simak masing-masing foto beilagen salat yang ditampilkan!

Salad kedua, perhatikan dressingnya yang berbeda.
Salad ketiga, sayuran penuh dan dressing yang berbeda pula.
Salad keempat, dressing sepertinya mirip hanya saja ada irisan telur rebus juga.
Salad kelima, dressing tidak terlihat hanya bisa dirasa tetapi ada salad kentang.

Gegrillte Putenstreifen auf Salat der Saison, Salad Dada Ayam: Makanan Khas Jerman (42)

Siapa suka makan dada ayam, pastinya tahu bahwa bagian dari daging ayam ini punya kandungan protein yang tinggi. Selain itu bagian dada ayam juga paling banyak dagingnya dibandingkan bagian lainnya. Jadi tepat rasanya makan salad dada ayam ini bergizi, menyehatkan dan sudah pasti kenyang.

Menikmati salad memang cocok kala panas terik saat ini. Rasanya segar dan tidak membuat badan berkeringat setelah makan. Oleh karena itu diperlukan aneka sayuran yang bisa dijadikan salad seperti kubis, paprika, daun salada air, tomat, daun rucolla dan timun. Semuanya dicampur menjadi satu dan disusun secara menarik.

Apa yang membuat rasa dari salad? Tentu dressing yang digunakan. Kepandaian si koki dalam meracik dressing salad amat sangat diperlukan. Bahkan mereka punya rahasia tersendiri yang tidak bisa dibagikan agar dressing salad tetap terjamin keasliannya.

Ini hanya dugaan saya saya untuk salad yang saya santap. Sepertinya hanya essig öl yang sering digunakan di sini. Rasanya semacam asam, asin dan segar bersamaan. Biasanya sayuran dicampurkan dalam rendaman dressing hanya 30 detik sebelum disajikan.

Untuk dada ayam diolah dengan cara sedikit digoreng namun tidak dengan minyak. Menggunakan pemanggang khusus dan butter. Lalu balurkan dada ayam yang sudah dipotong kecil-kecil dengan merica, garam dan rosemarin pada kedua sisi. Masak hingga berwarna kecokletan dan berbau harum.

Bagaimana menurut anda?

Gòi Du Dù, Salad Asam Manis Pakai Daging Sapi ala Vietnam: Makanan Khas Asia (35)

Makan siang dengan salad bisa jadi pilihan baik kala musim panas. Pasalnya udara di luar yang terik tentu tak ingin membuat tubuh berkeringat lebih banyak lagi karena makan siang. Itu pemikiran saya. Akhirnya saya mampir ke salah satu restoran Asia milik orang Vietnam di pinggiran Nürnberg.

Saya memilih duduk di luar sambil menikmati lalu lintas di depan restoran. Ternyata pengunjung restoran pun memilih duduk di luar ketimbang di dalam. Seorang pria berperawakan Indochina datang menghampiri saya. Dia menyerahkan buku menu sembari menanyakan pesanan minum yang dikehendaki. Saya pilih jus jeruk murni. Di sini kita biasa menyebutnya “Orangensaft pure bitte” maksudnya adalah jus jeruk murni. Pure sendiri adalah bahasa Inggris.

Mata saya tertuju pada salad yang dijelaskan dalam bahasa Jerman. Nama salad tersebut dalam huruf Vietnam, Gòi ďu dù yang tentunya saya tidak paham apa artinya. Dari penjelasan bahasa Jerman dikatakan bahwa salad ini berasa asam manis dan menyegarkan. Semua sayuran fresh, namun hanya daging sapi saja yang dimasak. Ini mengingatkan saya pada salad ‘Yam Nua’ yang pernah saya makan di restoran Thailand – Jerman. Salad tersebut saya ceritakan di sini.

Baca https://liwunfamily.com/2018/06/30/yam-nua-thai-rindsalat-salad-asal-thailand-makanan-khas-asia-29/

Dengan begitu saya bisa membedakan kedua salad tersebut. Salad Yam Nua dari Thailand punya porsi yang cukup besar. Isinya sebagian besar sayuran ditambah daging sapi yang dipanggang sebelumnya. Kuah salad benar-benar saya suka karena asam manis dan pedas. Lalu ini juga yang membedakan dari salad Vietnam, makan ‘Yam Nua’ bisa dengan roti. Tentu harganya pun lebih mahal.

Pesanan saya di restoran Vietnam pun datang. Semangkuk ukuran sedang berisi aneka sayuran plus daging sapi yang juga dipanggang. Ada daun mint, daun ketumbar, timun, tomat dan wortel yang diiris dicampur bihun. Tak ada roti untuk menikmatinya. Sebagai topping diberi taburan kacang dan bawang merah goreng. Jangan ditanya soal rasa! Enak pastinya! Rasa asam, manis dan segar jadi satu. Salad ini tidak berasa pedas ketimbang salad Thailand.

Begitulah hasil ulasan saya pada dua salad yang mirip tetapi berasal dari kedua negara Asia Tenggara yang bertetangga.

Menurut anda, anda akan mencoba salad asal Vietnam ini atau salad Yam Nua asal Thailand sebelumnya?

Salat mit Gebackenen Champignons, Salad Jamur Cocok Untuk Vegan: Makanan Khas Jerman (37)

Apakah bisa jamur dijadikan salad? Jawabnya bisa saja, termasuk sajian yang dibahas kali ini. Namanya Salat mit Gebackenen Champignons yang diterjemahkan bebas sebagai salad dengan jamur kancing goreng tepung. Menurut saya, sajian ini cocok untuk para vegan yakni mereka yang tidak makan daging dan segala bentuk olahannya.

Selain itu makanan berikut yang diperkenalkan juga menyehatkan. Pasalnya ini adalah salad yang terdiri atas aneka sayuran segar, tanpa dimasak. Jangan khawatir soal rasa masakan ini! Salad ini diberi dressing yoghurt dressing yang menyegarkan dan juga lezat. Pastinya ini menambah citarasa jamur yang tanpa rasa saat diberi tepung dan digoreng.

Pertama-tama untuk jamurnya sendiri memang dipilih jamur kancing alias champignons. Jamur ini dibersihkan dan dibiarkan utuh. Lalu gunakan tepung dan telur untuk membuat adonan. Beri garam sedikit ketika mencampurkan adonan. Balurkan tiap jamur dengan adonan tadi. Goreng hingga berwarna kecokelatan dengan minyak goreng biasa. Di sini kita biasa memakai sonnenblumenöl.

Untuk salad, anda bebas memilih daun-daun segar yang dikehendaki. Di sini memakai daun feldsalat, kol, kol merah yang diiris tipis, timun yang diiris tipis, wortel yang diiris tipis dan irisan tomat. Sedangkan dressing salad menggunakan yoghurt tawar, sedikit mayonnaise, sedikit jus jeruk, bawang yang sudah dicincang halus, garam dan lada. Campurkan segala bahan jadi satu dan aduk yang kuat dengan food processor agar hasilnya merata.

Terakhir penataan. Ambil piring dan tata semua sayuran salad ke dalam piring. Beri yoghurt dressing salad ke atas sayuran. Tambahkan jamur yang sudah digoreng tepung. Selamat menikmati!

Reisnudelnsalat mit Rindfleisch, Salad Khas Kamboja: Makanan Khas Asia (30)

Apakah anda suka salad? Jika ya, boleh dicicipi salad yang satu ini asal Kamboja. Saya benar-benar suka dengan rasanya yang sedikit pedas, asam dan menyegarkan. Salad ini tak ubahnya salad khas Thailand yang pernah saya bahas di sini. Mungkin Thailand dan Kamboja bertetangga sehingga rasa dan rupa kulinernya sedikit ada kesamaan.

Anda pasti takjub jika melihat siapa pengelola dari kafe dan restoran yang menyajikan salad ini. Pasalnya mereka bukan orang Kamboja atau Thailand. Pastinya mereka bukan orang Asia pula. Adalah beberapa muda-mudi Eropa yang sedang berwirausaha di sini. Kafenya tidak besar namun dibangun dengan nyaman khas anak muda. Beberapa buku resep atau kumpulan kuliner asal Asia menghiasi meja pelanggan.

Karena mendapatkan informasi dari rekan mahasiswa, saya penasaran untuk mencicipinya. Melihat menu yang terpampang di dinding dekat kasir, mata saya langsung tertuju pada reisnudelnsalat. Langsung saya membayar di muka dan menunggu sepuluh menit. Pesanan pun diantarkan ke meja saya.

Reisnudelnsalat adalah semacam salad yang terdiri atas bihun beras, potongan daging sapi goreng dan tauge besar. Tambahan sayuran sebagai pelengkap sajian yakni daun ketumbar, daun mint, irisan lemon dan irisan timun. Di atas salad ditaburi kacang tumbuk yang tak halus. Kacang ini katanya dipanggang sebelumnya baru kemudian ditumbuk tak halus. Lalu ada tambahan bawang goreng yang ditaburi di atas salad. Namun apa yang membuatnya lezat adalah sausnya.

Untuk membuat saus yang menyegarkan, ada triknya. Saus terdiri atas air jeruk nipis, cuka beras, saus kecap ikan, cabai, gula, bawang putih dan sereh. Semuanya dicampurkan bersamaan sehingga menghasilkan rasa pedas, asam dan segar. Saya suka rasanya yang benar-benar pas di lidah. Sedangkan potongan daging sapi hanya digoreng seperti biasa. Lalu dihidangkan ketika dingin.

Reisnudelnsalat ini cocok disajikan saat makan siang di waktu sommer seperti ini. Suhu di luar mencapai 30 derajat celcius. Salad ini tetap mengeyangkan dan menyegarkan.

Hmm, bagaimana menurut anda?

“Yam Nua” Thai Rindsalat, Salad Asal Thailand: Makanan Khas Asia (29)

Salad sayuran dengan potongan daging sapi.
Makan salad dengan roti, pernah coba?

Ketika berwisata ke Thailand, saya sering mencicipi kuliner di sana. Pasalnya rasa dan citarasa masakan Thailand tak ubahnya seperti di Indonesia. Itu sebab di Jerman pun, jika rindu masakan tanah air setidaknya saya bisa mengobatinya dengan masakan khas negeri gajah putih ini. Selain ada nasi tentu masakan Thailand juga berbumbu pedas sebagaimana selera saya.

Sehubungan dengan masakan Thailand yang berasa pedas, mungkin anda pecinta pedas bisa mencicipi yang satu ini. Masakan berikut disajikan di restoran Jerman-Thailand dalam menu vorspeissen, artinya sebagai hidangan pembuka. Namun bagi saya, saya memilihnya karena sajiannya yang berisikan aneka sayuran segar dengan rasa pedas. Oh ya, pemilik restoran ini adalah sepasang suami-isteri perkawinan campur. Suami adalah seorang pria Jerman dan isteri adalah seorang perempuan Thailand.

Lanjut soal masakan Thailand, saya memang selalu tergoda dengan salad buatan mereka. Selain rasa pedas juga asam manisnya benar-benar pas di lidah saya. Bagi saya, rasa pedasnya masih wajar dan tidak membuat lidah terbakar. Contoh salad mereka yang saya suka, juga pernah saya bahas di sini.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/12/curryhuhn-mit-kokosmilch-und-salat-masakan-asia-di-jerman-3/

Jika di Eropa punya berbagai macam salad seperti yang pernah saya ceritakan, maka rasa salad khas Asia seperti Thailand berbeda jauh.

Baca https://liwunfamily.com/2018/05/28/tiga-ide-salad-kreatif-yang-bisa-ditiru/

Yam Nua itu semacam salad sayuran yang ditambahkan potongan daging sapi. Apa yang saya suka dari salad ini adalah saus atau dressing. Sausnya terbuat dari cabai rawit, bawang putih, sereh, kecap ikan, jeruk nipis, garam dan gula. Semua bahan dihancurkan dengan uleg batu. Lalu digunakan untuk merendam aneka sayuran seperti kol, kol merah, timun dan tomat. Ada khas masakan Indochina di sini yakni daun ketumbar yang juga dijadikan salad di sini. Sedangkan mengolah daging sapi itu seperti memasak steak, yakni dipanggang hingga kedua sisi berwarna kecokelatan. Setelah masak, daging sapi dipotong kecil-kecil. Nikmat sekali!

Hal menarik dari rindsalat ini adalah memakannya bersamaan dengan roti. Terus terang saya tidak terbiasa mengunyahnya. Namun karena saya memesannya kala makan siang, dua iris roti pun saya santap juga. Saat saya memesan salad di Thailand, tidak ada roti sebagai side-dishes. Bisa jadi rindsalat ini berada di Jerman sehingga perlu roti untuk melengkapinya. Begitulah, sementara suami saya tampak asyik menikmati sajian schnitzel yang dipesannya.

Hmm, bagaimana menurut anda?

Krumpli püré, Kentang Tumbuk dan Csalamádé, Salat dari Hungaria (1)

Kentang tumbuk atau mashed potato merupakan salah satu makanan pokok bagi mereka yang tinggal di Eropa. Ini seperti layaknya kita makan nasi. 

Saya pernah membuat kentang tumbuk serupa seperti yang saya tulis di sini. Kali ini saya bercerita pengalaman seorang teman asal Hungaria yang juga membuat mashed potato. Di Jerman, ini disebut karttoffelbrei sedangkan di Hungaria, mashed potato disebut krumpli püre.

Mari disimak bahan dan cara membuatnya!

Krumpli püré

Bahan yang diperlukan:

Kentang tumbuk sebelum disajikan.

Sourcream ala Hungaria.

Alat penghancur kentang.

  1. 6-7 Kentang.
  2. Fett or margarin 1 sendok teh.
  3. 2 sendok makan buah schamnd sourcream seperti Hungaria Tejföl yang bisa ditemukan mudah di supermarket di sini.
  4. Garam.

Cara membuat:

  1. Masak kentang hingga 40 menit, matang dan lunak
  2. Hancurkan kentang dengan alat seperti pada foto.
  3. Tambahkan garam dan margarin/fett/sourcream Hungaria lalu aduk kembali. Siap untuk disajikan.

Kentang tumbuk ala Hungaria ini pun disajikan bersama sayap ayam goreng.

Csalamádé

Selanjutnya, saya juga mencicipi salat khas Hungaria. Jika di Indonesia, kita mengenal asinan. Di Korea biasa dikenal kimchi. Atau di Jerman, ada sauerkraut, rotkraut atau blaukraut. Serupa dengan itu semua maka di Hungaria dikenal Csalamàdè.

Teman saya mengaku tidak bisa membuatnya dengan baik. Biasanya salat ini dibuat oleh nenek atau ibunya untuk dimakan di Jerman. Begitulah, bahan dan cara membuatnya adalah hasil percobaannya.

Bahan yang diperlukan:

  1. Kubis atau kol putih.
  2. Timun yang sudah dalam kemasan asinan.
  3. Cabai dan paprika merah.
  4. Bawang merah.
  5. Wortel.
  6. Garam dan gula secukupnya.
  7. Cuka.
  8. Merica.
  9. Jeruk nipis.
  10. Air.

Cara membuatnya:

  1. Iris halus semua sayuran, termasuk cabai, paprika merah dan bawang merah.
  2. Siapkan wadah. Campurkan sayuran bersamaan.
  3. Rendam sayuran dengan bawang, cabai, garam, gula, cuka dan jeruk nipis.
  4. Simpan semuanya dalam toples gelas untuk bisa awet selama berbulan-bulan. Jangan diletakkan di lemari es! Letakkan di tempat bersuhu rendah dan tidak panas.

 Apakah anda tertarik mencobanya?