Wurstsalat, Salad Sosis: Makanan Khas Jerman (28)

In according to healthy life, salad is the best way to improve balance nutrition and good to eat intensely. Talking about salad, herewith is a such of sausage salad with a bit vinegar, oil, onion, salt and pepper. Sausage salad is used to called in Bavarian menu as “wurstsalat” and frequently to be served in this season. We eat usually “wurstsalat” with bread.

***

Apakah anda suka makan salad? Pernah coba makan salad sosis? Di atas adalah tiga contoh wurstsalat dari tiga tempat berbeda, namun rasanya kurang lebih sama. Barangkali setelah anda membaca artikel di bawah ini, anda jadi tertarik mencobanya. 

Bagi anda yang tak terlalu suka dengan sosis yang digoreng, dipanggang atau diolah sebagai masakan maka anda perlu coba menu berikut ini. Wurstsalat adalah salah satu menu yang biasa disajikan di restoran tradisional di sini. Cocok dihidangkan di musim yang hangat seperti ini.

Beberapa kali suami saya pesan saat kami pergi ke restoran bersama. Boleh dibilang rasanya menyegarkan karena ada rasa asin dan asam bercampur baur. Ditambah rasanya dingin, tidak panas seperti umumnya masakan. Untuk menyantapnya, bisa dengan roti semmeln atau roti baguette

Sebenarnya ada beberapa variasi menyediakan wurstsalat. Kebanyakan rasanya hampir sama. Pastinya wurstsalat menggunakan sosis besar yang memang cocok digunakan untuk salad. Sosis seperti bisa dibeli di toko daging atau supermarket. Tidak semua sosis bisa dibuat salad, jadi memang lihat ukuran untuk memastikannya. Pada umumnya sosis sudah masak, jadi tidak perlu diolah lagi dan ready to eat.

Bahan lain yang digunakan adalah bawang bombay yang wajib digunakan. Bawang pun dipotong dengan irisan yang besar, bukan dicincang. Dalam versi lain juga bisa bawang merah yang besarnya seukuran bawang bombay. Diirisnya pun melingkar besar seperti di foto. Sayuran pemanis lainnya seperti tomat dan daun piterselli bisa dijadikan pelengkap saja.

Rasa wurstsalat terletak pada bahan campuran rendamam sosis yang dibuat selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. Bumbu rendaman akan membuat sosis yang semula tak berasa menjadi memiliki rasa menyegarkan. Jadi wurstsalat memang dibuat beberapa waktu sebelum disajikan agar menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Bahan rendaman terdiri atas air 200 liter, 150 ml cuka (sauerer Wein-Essig), 4 sendok makan minyak sayur, garam, sedikit gula, merica dan 1 sendok makan senf. Lalu masukkan dalam satu wadah bersamaan dengan sosis yang sudah diiris. Kemudian rendam selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. Jika perlu, bisa dimasukkan dalam lemari pendingin. 


Variasi lainnya untuk rendaman, anda bisa gunakan acar mentimun. Campurkan ke dalam bumbu rendaman bersamaan. Dan sajikan bersamaannya. Penyajian pada umumnya seperti di atas, wurstsalat diletakkan dalam wadah. Lalu taruh irisan bawang bombay dan irisan tomat. Sebagai variasi, bisa tambahkan acar mentimun dan irisan telur rebus. 

Agar tampak indah, anda bisa kreasikan dengan irisan daun pitterselli yang dicincang halus. Atau daun pitterselli yang diletakkan di tengah salad. Anda juga bisa menambahkan daun salada air jika ingin terlihat sempurna. Semua sesuai dengan kreasi anda.

Selamat mencoba!

Berner Würstl, Salah Satu Variasi Sosis: Makanan Khas Jerman (24)

Berner würstl ala restoran.

Berner würstl ala saya di rumah.

Makanan berikut yang saya bagikan lagi-lagi adalah makanan lokal di Jerman. Sosis memang bukan hanya disukai dan dinikmati di Jerman semata. Saya pernah menuliskan tentang pengamatan sosis di Asia yang bisa disimak di sini

Kali ini saya membagikan pengalaman menikmati “Berner Würstl” di restoran, kemudian mencoba membuatnya di rumah. Pertama-tama apa itu berner würstl?

Berner würstl adalah salah satu varian sosis yang digulung dengan daging asap dan diberi tambahan keju di dalamnya. Jika sudah matang, saat sosis dipotong maka ada lelehan keju. Biasanya hidangan khas ini disantap dengan kentang goreng. Porsinya cukup besar, sehingga makan dua sosis dengan pommes saja sudah membuat perut kenyang.

Pertama suami saya memesannya di restoran. Dalam satu piring besar terdapat dua potong sosis yang cukup besar. Sepertinya sosis ini cukup digoreng dengan sedikit minyak. Lalu hidangkan sosis bersama kentang goreng. Agar terlihat indah, taburi irisan bawang merah dan irisan batang seledri. 

Setelah saya mendapatinya di restoran, saya coba buat kreasi sendiri di rumah. Sosis ini juga bisa ditemui di supermarket. Cara masaknya mudah, cukup menggorengnya dengan sedikit minyak. Lalu tambahkan dengan rebusan sayuran. Terakhir, sosis bisa dinikmati dengan mustard.

Bagaimana menurut anda?

Halbe meter Pferde Debreziner, Sosis Panjang Terbuat dari Daging Kuda: Masakan Khas Jerman (21)

Tampak sosis sedang dipanggang, yakni debriziner berwarna merah (depan) dan sosis biasa di belakang. 

Menyerupai hot dog dan panjangnya pun benar-benar tak muat dalam foto.

Pramusaji sibuk melayani pembeli.

Kedua sisi roti diberi mustard lalu debreziner diletakkan di tengah roti.


Apakah anda pernah mengukur berapa sentimeter panjang sosis? Saya sendiri belum pernah. Namun kali ini saya berhasil menemukan sosis yang panjangnya 50 sentimeter atau setara dengan setengah meter. Penasaran ‘kan?

Menyusuri Christkindlmarkt tentu saya ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda. Saya melihat satu kedai yang ramai dikunjungi banyak orang. Begitu menariknya tempat tersebut karena pasti menawarkan sesuatu yang berbeda. Ya, itu betul! Sosis sepanjang setengah meter. Tua-muda, orangtua dan anak begitu sibuk menikmati sosis panjang tersebut.

Selain sosis tersebut yang berukuran jumbo, hal menarik lainnya adalah sosis terbuat dari daging kuda. Apakah anda pernah makan daging kuda sebelumnya? Ini pertama kali saya mencoba makan daging kuda. “Pferde” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kuda. Ada dua sosis yang dibuat dari daging kuda, yakni sosis biasa, tidak pedas. Selanjutnya, sosis yang berasa pedas karena paprika bernama Debreziner.

Makanan ini terlihat seperti hot dog bila dijumpai di Indonesia, namun ini mungkin hot dog terpanjang. Anda bisa memilih sosis yang dimaksud, untuk diletakkan di tengah roti. 

Biasanya saya makan sosis dengan roti gandum, namun kali ini saya melihat mereka membuatnya seperti hot dog. Untuk menyantapnya, saya biasa menambahkan rasa mustard di sosis. Saya sendiri tidak bisa merasakan perbedaan daging sapi dan daging kuda yang biasa dijadikan isian dari sosis.

Jika anda penasaran, bagaimana rasanya? Saya pikir anda bisa datang ke Jerman dan mengalaminya langsung. Tentu bagi saya, ukurannya yang besar tentu tak mudah untuk menghabiskannya seorang diri. 

Namun, jajanan ini begitu menarik dan digemari siapa saja yang berkunjung ke pasar menjelang Natal ini. Menarik mungkin karena ukurannya, atau menarik karena khasiat daging kuda itu sendiri. Saya tidak tahu.

Semoga bermanfaat!