Perchtenlauf Festival in Schärding, Austria: A Scary Festival in Beginning of Winter Season

The perchant performance.

One of performance.



On last Friday, my husband and I visited Schärding, a city in Austria. Why must we visit this city? Because we heard announcement many times in radio that winter festival would be held in Schärding. This is not the first time to come over there. You can find also my written post in this blog regarding Schärding.

Read

  1. https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Schärding is a border city directly located Bavarian, one state of the Federal Republic of Germany. This is beautiful city across river that separates Germany and Austria. This river named as Inn.

A city should become tourism destination, not only pretty but Schärding is old city fully built Baroque building. That is a reason this city called also Baroquestadt in Deutsch word or baroqoue city in English.

So back to the festival. This festival was horribly attractive for tourists and people around as visitors. We came from Germany only to watch the performance of ‘Perchten’ groups. There is more than 16 groups to festive yearly in beginning of winter season in Schärding. 

Over the night, the festival began with ‘Monster’ one by one to perform scary and awful for people around. I called ‘Monster’ because they worn dreadful masks and strange costume.

In according to the legend, perchtenlauf  is a festival to drive away the evils or ghost that aimed to human well-being and convenience during winter season. The perchant groups worn costume and horror masks only to frighten or horrify people around. The most of perchant groups looked scary and spooky then specialized to promote the strange and terrifying situations.

They made people around frightened or afraid.

Kids with one of percant in picture together.

Probably this is folklore or legend, but this festival deserved to watch. For sure, kids can come to make friendly with Perchant Groups. As parents, they can educate children to festive this occasions only for entertainment and fun.

Further more, please find short video in here.

First video

Second video

****

In Bahasa Indonesia

Pada Jumat lalu (8/12), saya dan suami berkesempatan mengunjungi Schärding lagi untuk sebuah festival. Sebagaimana anda ketahui, saya sudah beberapa kali menuliskan keindahan kota ini. Kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata, jika anda berkunjung ke Austria.

Baca 

  1. https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Ini adalah tontonan yang wajib disaksikan sebagai turis atau pengunjung. Saya dan suami berkunjung dari Jerman setelah mendengar iklan di radio. Lalu kami ke sana, acara dimulai pada malam hari.

Festival yang digelar bernama Perchtenlauf. 
Menurut kebiasaan kuno, perchten adalah usaha untuk mengusir roh jahat agar musim dingin menjadi nyaman. 

Upaya tersebut dengan membuat topeng yang menyeramkan. Mereka yang tergabung dalam kelompok perchten juga mengenakan kostum menyeramkan mengikuti topeng yang jadi identitas mereka. Di iringi oleh bunyi-bunyian yang menandai musim dingin hampir tiba.

Ada lebih dari 16 kelompok Perchten. Alun-alun kota Schärding berubah menjadi menyeramkan hingga membuat pengunjung ketakutan. Tetapi begitulah upaya mereka agar pengunjung bisa meramaikan suasana ini sehingga tidak lagi menakutkan. 

Orangtua juga ada yang membawa anak-anak mereka dan mengedukasi mereka bahwa acara ini hanya hiburan semata.

Anda juga bisa menyaksikan video singkat yang saya buat.

Advertisements

Schärding, Kota Tua di Austria Bergaya Baroque (2)

Selamat datang di Austria!

Berjalan menyusuri sungai. Di seberang sungai adalah wilayah Jerman. Indah panormanya.

Ikut paket tur perahu wisata menikmati panorama tepian Jerman – Austria juga pilihan menarik. Satu orang tidak lebih 30€. Ada pilihan harga termasuk kaffeetrinken atau makan siang ala Jerman di atas perahu.

All Saints Gate’ terbuat dari batu granit. Dekat situ ada museum batu granit juga. 

Topeng sebagai bukti peninggalan kehidupan masyarakat jaman dulu kala.

Kronologis kota Schärding.

Patung Santo Christophorus.

Gerbang utama kota.

Patung ini menandai bahwa kota ini pernah sempat terbakar karena perang.

Pusat kota yang dulu dijadikan perdagangan. 

Tourist information board.

Stadtpfarrkirche.

Sebelum membacanya, baca dulu yang pertama https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/

Perjalanan menyusuri kota tua, Schärding masih berlanjut. Cukup setengah hari maka anda sudah dapat menyelusuri kota bersejarah ini. Di artikel pertama dijelaskan mengenai benteng pertahanan yang dibuat oleh Herzog Ludwig VII pada tahun 1429 sampai 1436. Jika mendengar nama Raja Ludwig VII, anda mungkin berpikir ada kaitan dengan kekaisaran Bavaria (Bayern) jaman dulu. Itu benar. Kota ini berada di wilayah yang subur untuk bercocok-tanam yang pernah menjadi perebutan. Saya masih ingat pelajaran Sejarah di sekolah bahwa peradaban manusia dimulai dari wilayah subur dekat sungai. Tepat jika dikatakan kota ini adalah kota tua.

Dari literatur lain dikatakan bahwa kota ini sudah ada sebelum masehi, periode Neolitikum. Di sini sudah dikenal sistim pengairan pada masa itu yang menandai peradaban manusia untuk kehidupan pertanian. Malahan kota ini pernah menjadi kota agrikultur. Tidak hanya sumur dan sungai seperti yang saya ceritakan di artikel pertama. 

Adalah Christophorusbrunnen atau Patung Santo Cristophorus di pusat kota. Meski baru dibuat pada tahun 1963, namun patung ini menjadi simbol betapa air merupakan elemen penting dalam kehidupan, terutama bagi masyarakat kota Schärding. 

Di sekitar patung, banyak turis duduk di sekitar kafe dan restoran menikmati keindahan kota. Di sini adalah pusat perdagangan kota Schärding jaman dulu kala. Bangunan yang berwarna-warni dan bercorak baroque menambah keindahan kota ini. Anda pasti jatuh cinta karenanya.

Lalu memasuki kota, ada Linzer Tor atau pintu gerbang utama dengan pintu berlapis. Jika mengendarai mobil melewati gerbang ini, anda perlu satu per satu. Anda bisa menunggu mobil dari arah berlawanan masuk atau anda bisa mengendarai bilamana tak ada mobil di ujung sana. 

Dengan penduduk mayoritas Katolik, kota ini juga punya peninggalan Stadtpfarrkirche atau Gereja yang masih kokoh hingga sekarang. Gereja dibangun tahun 1307 namun sempat terjadi kerusakan akibat perang. Gereja ini juga bukti kota ini disebut Baroquestadt karena desain bangunannya bercorak baroque yang menandai kota Schärding. 

Beberapa peninggalan sejarah lainnya adalah Passauer Tor. Ini semacam pintu gerbang yang dikenal juga ‘All Saints Gate’ dengan ujung menara khas gothic yang runcing dan tinggi. Lalu ada semacam masker terbuat dari alumunium. Di papan informasi dijelaskan bahwa masker ini digunakan bagi penduduk jaman dulu kala yang suka bergosip. Topeng ini berbentuk wajah dengan lidah menjulur panjang sebagai simbol masyarakat dapat menjaga tutur kata yang santun agar lidahnya tak menjulur panjang. 

Berjalan sedikit maka anda menemukan museum granit atau Burgmodell im Granitmuseum yang dibuka hanya pada bulan April-Oktober setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 18 sore hari. Granit memang banyak digunakan untuk membangun kota ini. Bukti peninggalan granit adalah peninggalan jembatan lama yang terbuat dari batu granit. 

Hampir selesai menyelusuri kota tua Schärding, ada sebuah jalan menyusuri tepian sungai. Di situ disediakan bangku khusus sehingga anda bisa menikmati pemandangan sungai atau mengamati angsa yang bermain di sungai. Banyak orang lalu lalang untuk berjemur, ngobrol, berjalan kaki, berlari atau membawa anjing peliharaan di sini. 

Layaknya turis, anda bisa menyusuri sungai dengan perahu khusus yang menawarkan keindahan panorama pinggiran Jerman dan Austria. Harga tur dengan perahu tidak melebihi 30€ per orang karena ada beberapa paket yang bisa dipilih. 

Di dalam perahu, ada pemandu wisata yang berbagi informasi dengan anda. Oh ya, anda juga bisa menikmati pemandangan sambil kaffeetrinken yakni kopi/teh dengan kue-kue yang lezat. Ada juga pilihan lain dimana anda juga menikmati masakan khas Jerman di atas perahu. Masakan Jerman dan Austria identik dan ada banyak kemiripan menurut saya. 

Kesimpulan

  • Jika anda suka sejarah, kota ini juga layak dikunjungi bilamana anda mengunjungi Austria atau Jerman.
  • Letaknya yang berdekatan antara Jerman dan Austria, mungkin anda bisa mampir sebentar di kota ini. 
  • Kotanya tak besar dan cukup berjalan kaki setengah hari maka anda sudah menjangkau peradaban masa lalu di kota tua Schärding.
  • Harganya masih terjangkau untuk penginapan dan restoran. Anda juga tak perlu bayar tiket masuk.


Bagaimana? Tertarik menjelajah Schärding?

Semoga bermanfaat😁

Coba Milchkaffee di Kafe Barista, Austria: Rekomendasi Tempat (2)

Satu cappucino di depan dan satu milchkaffe milik saya.

Milchkaffee rasanya mantap di sini.

Ada juga pilihan minum berbagai varian teh dari berbagai belahan dunia lainnya.

Ini dia tempatnya.

Sambil menikmati suasana kota Baroque di luar kafe.


Tanggal 31 Oktober kemarin adalah hari libur di Jerman. Saya dan suami memutuskan berbelanja dan jalan-jalan di kota Schärding, Austria. Kota ini pernah saya bahas sebelumnya, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jerman. Usai jalan, saya pun menikmati pusat kota dengan nongkrong di warung kopi layaknya turis. Saya lihat ternyata banyak juga orang Jerman yang datang ke sini. Ini terlihat dari plat mobil mereka yang lalu lalang dan parkir.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Sebagian turis senang untuk berada di luar kafe karena bisa menikmati pemandangan bangunan baroque di sekitar kafe. Lagi pula udaranya yang sejuk seperti membuka pintu kulkas, membuat mereka betah duduk di luar kafe. Sementara suami saya tahu bahwa saya lebih memilih duduk di dalam karena ingin menghangatkan badan. Kafe yang saya kunjungi bernama ‘Barista: Làchinger’s Cafè & Bar’ berada di deretan bangunan baroque di pusat kota Schärding. 

Struktur bangunan yang menarik di dalam kafe membuat banyak orang betah dan nyaman. Saat kami datang, kafe ramai dikunjungi terlihat dari hilir mudik pramusaji memenuhi permintaan pelanggan. Jadi sebagai tamu kafe, kita tinggal duduk hingga si pramusaji datang dan menanyakan pesanan. Begitu pun saat selesai memesan dan ingin membayar, kita panggil lagi pramusaji. Pramusaji bertugas merangkap sebagai kasir juga. Dia akan membuatkan bon pesanan kita dan menerima pembayaran. Jangan lupa tip ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/23/jangan-pelit-beri-tip/

Karena saya tidak ingin minum kopi, pilihan jatuh antara teh atau milchkaffee. Di sini ada beragam teh yang kelihatannya mampu membuat saya rileks dan hangat setelah berdingin ria di luar. Tiba-tiba pramusaji datang menanyakan pesanan. Suami langsung berkata “Eins capuccino und eins milchkaffe.” Ya saya tidak protes juga karena saya juga bingung di antara dua pilihan. Milchkaffee, mengapa tidak?

Milchkaffee di sini bisa juga disebut hauskaffee. Di Indonesia boleh diartikan secara harafiah adalah kopi susu, namun ini berbeda seperti biasa dikenal di Indonesia dimana menggunakan susu kental manis. Di Jerman, milchkaffee populer bila mereka tak terlalu suka dengan kuatnya kafein dalam kopi. Kopinya pertama-tama disaring. Lalu komposisinya 50% kopi dan 50% susu cair, tanpa perlu pemanis lagi. Biasanya ada yang menaburkan juga bubuk kakao agar ada rasa manisnya. Ada yang mengatakan milchkaffee seperti minuman espresso yang mewah. 

Selang lima belas menit kemudian, pesanan datang. Ukuran cangkir cappucino lebih kecil ketimbang cangkir milchkaffee. Lalu kami berdua mendapatkan masing-masing satu gelas kecil isi air putih biasa. Setelah dinikmati keduanya benar-benar enak. Tempatnya pun nyaman dan asyik untuk ngobrol.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan kue-kue yang terlihat lezat. Sayangnya saya tidak mencobanya. Kami juga senang karena kafe ini juga menyediakan toilet yang nyaman bagi pengunjung. Ini penting karena di daerah wisata, kita masih kesulitan mendapatkan toilet umum.

Mungkin lain kali lagi kami datang, saya ingin mencoba aneka teh yang berasal dari berbagai belahan dunia lain. Tempatnya recommended, bila anda berwisata ke sini.

Menurut saya milchkaffee rasanya tepat jika anda suka kopi namun tidak terlalu kuat kandungan kafeinnya. Karena milchkaffee juga mengandung susu, bukan krim atau creamer loh. Jika anda datang ke Jerman atau Austria, silahkan coba milchkaffee atau hauskaffee, dijamin ketagihan deh!

Semoga bermanfaat!

Bagaimana pengalaman anda meminum milchkaffee atau mungkin kopi susu?

Schärding, Kota Baroque Bersejarah di Austria Nan Cantik (1)

Jembatan lama bersejarah berusia ratusan tahun yang masih dipertahankan. Penghubung Jerman dan Austria.

Benteng pertahanan. Selamat datang di Baroqoestadt, Schärding!

Monumen sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di medan pertempuran.

Dilambangkan dengan patung Santo Yohanes yang berkuda, sebagai penghormatan pada mereka yang gugur pada periode 1914-1918 dan 1939-1945.

Taman Kastil ditandai patung Santo Florian.

Pemandangan sekitar kastil.

Di atas anda akan melihat jembatan baru yang lebih umum digunakan, dibandingkan jembatan lama.

Replika meriam yang digunakan saat perang.

Desain kastil yang dimaksud. 

Arena bermain untuk anak-anak di taman kastil.

Sumur pengaturan irigasi. Jika dipencet tombol merah, akan ada audio diperdengarkan tentang sejarah kastil.

Konon Raja Ludwig VII pernah berada di sini.

Castle Gate.

Penanda Castle Gate.

Gerbang kastil tampak muka.

Anda bisa berfoto di sini layaknya prajurit jaman dulu abad 15.

Saya pernah mengulas perbatasan Jerman – Austria sebelumnya yang dimulai di kota Schärding. Jika dari Niederbayern, kota ini termasuk berbatasan langsung yang ditandai dengan sungai untuk membedakan wilayah Jerman dan Austria. Karena libur pada tanggal 31 Oktober 2017 sebagai perayaan 500 tahun Reformasi Gereja maka saya dan suami berkunjung ke negara tetangga, yang kebetulan tidak libur pada tanggal tersebut.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/10/menjangkau-perbatasan-jerman-austria/

Asal nama Schärding konon berasal dari kata ‘Scardinga’ sebagai area pertanian. Tentu wilayah ini subur karena dekat dengan perairan. Hal ini pernah disebut dalam sejarah pada tahun 804. Namun sayangnya kini anda tidak lagi menemukan pertanian tetapi sebuah kota kecil bergaya baroque yang cantik.

Jika anda datang dari Neuhaus, Jerman maka anda harus melewati jembatan dari batu granit yang masih kokoh hingga sekarang. Dulu sebelum ada wilayah Uni Eropa tentu di dekat jembatan akan ada pos pemeriksaan identitas diri sebagai area perbatasan dua negara. Kini tak ada lagi pemeriksaan, namun pemerintah Austria masih membiarkan pos perbatasan sebagai tour information. Sungguh cantik akan terlihat dari jembatan sebuah benteng pertahanan yang menyimpan sejarah saat perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Jembatan dibuat tahun 1310 dengan panjang mencapai 250 meter. Setelah berakhirnya perang dunia kedua, jembatan direkonstruksi ulang.

Sekarang anda tiba di Schärding, dengan melihat sebuah benteng pertahanan dan kastil tua. Ada sebuah monumen Kriegsmahnmal atau War Memorial sebagai penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Tertulis di situ periode perang dunia pertama 1914-1918 dan perang dunia kedua 1939-1945. Simbolnya ditandai patung Santo Yohanes, dibuat tahun 1958. 

Dari sini, silahkan anda naik tangga menuju Schlosspark atau Castle Park. Tentunya kelelahan menyusuri undak-undak benteng pertahanan terbayarkan untuk mengamati keindahan sungai dan wilayah Jerman yang berada di seberang sungai. Benteng pertahanan ini memang dibangun untuk memata-matai musuh. Anda juga akan menemukan replika meriam yang digunakan pada jaman perang. Taman ini dibuat bergaya baroque pada abad 17. Di tengah taman kastil ada patung Santo Florian.

Ada taman cantik untuk mengamati keindahan dari atas. Baru-baru ini tempat ini dijadikan semacam love locked garden. Terlihat pasangan yang datang menandai dengan kunci bertuliskan nama mereka dan membuang kunci ke sungai. 

Love locked garden.

Selanjutnya anda akan melihat Burgbrunnen atau Castle Well yang dibuat pada tahun 1225 lalu direkonstruksi lagi tahun 1499. Di depannya ada semacam sumur yang katanya dulu dijadikan pusat pengaturan irigasi. Kastil yang tua pun sudah tak terawat lagi karena pernah terbakar. 

Kini bangunan tersebut baru-baru ini diresmikan sebagai Event Center. Keluar dari kastil, anda akan menemukan semacam Castle Gate atau Schlosstor seperti biasa yang dijumpai dalam film-film ksatria jaman dulu. Bagian ini kini menjadi museum. Di sini pula anda akan menemukan jubah prajurit sekitar abad 15 yang menandai gerbang kastil. Anda bisa berfoto di sini gratis. 

Kunjungan masih bersambung di artikel berikutnya😁