Wiener Schnitzel dan Wiener Wurst, Ini Bedanya!

Tampak “wiener wurst” kiri sebelah roti.

Jika anda datang ke Jerman, ada ragam pilihan menu yang bisa dipesan. Saya mendokumentasikannya untuk anda agar anda paham deskripsi makanan tersebut. Dua makanan yang hampir mirip namanya adalah “wiener wurst” dan “wiener schnitzel” biasanya disediakan di restoran tradisional. Agar lebih jelas perbedaannya, maka saya menjelaskannya seperti di bawah ini.

Wiener wurst

Wurst” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai sosis. Makanan ini yang paling mudah disajikan untuk orang Jerman pada umumnya yang didominasi oleh sosis dan roti. Menu ini terdiri atas sosis “wiener” dan roti. Untuk menambahkan kelezatan rasanya, biasanya ada senf atau mustard kuning. Sedangkan sosisnya hanya direbus beberapa menit dalam air panas.

Di negeri yang kaya akan sosis ini, ada banyak pilihan sosis. Sosis wiener adalah salah satunya. Sosis ini hampir serupa dengan sosis frankfurter. Konon si pembuat sosis enak “Frankfurter” migrasi dari Frankfurt, Jerman ke Wina, Austria. Itu sebab sosis ini tak ada bedanya karena keduanya sama-sama terbuat dari daging sapi dan daging babi yang dihaluskan. Bedanya, keduanya memiliki komposisi daging mana lebih banyak sehingga rasa dan teksturnya berbeda.

Wiener Schnitzel

Pertama kali saya coba makanan ini di sebuah hotel di Jawa Barat sebelum menginjakkan kaki di Jerman. Dalam deskripsi menu disebutkan makanan ini adalah favorit turis. Setelah saya tinggal di sini, saya jadi tahu bahwa schnitzel adalah makanan meriah, mudah dan murah. Namun pertanyaan saya, apa bedanya dengan “wiener schnitzel” yang kini akan dijelaskan.

Wiener schnitzel sudah dipublikasikan sebagai makanan otentik di Austria sejak abad 18. Dikatakan bahwa ada buku resep yang menjelaskan kuliner asal Austria tentang daging yang dipipihkan dan dibungkus dengan tepung roti. Lambat laun makanan ini juga meluas ke negara tetangga, Jerman. Kedua negara sepakat bahwa daging yang digunakan untuk wiener schnitzel adalah daging sapi muda. Anda tahu ‘kan harga daging babi lebih murah ketimbang daging sapi. Namun untuk schnitzel yang menggunakan daging babi perlu nama khusus agar orang paham.

Makanan ini rasanya sederhana saja. Tidak seperti makanan lain yang banyak bumbu. Begitu mudahnya saya membuatnya beberapa kali di rumah setelah saya menikah dengan suami. Wiener schnitzel disajikan dengan kentang goreng, kentang rebus atau salad kentang. Lalu ada irisan lemon yang ditambahkan untuk merasakan kenikmatan daging berbalut tepung roti.

Saya yakin anda juga bisa membuatnya. Untuk resepnya, silahkan lihat di sini!

Advertisements

Jägersoße zu Schnitzel, Saus Berbeda Buat Schnitzel: Makanan Khas Jerman (52)

Jägersoße tampak di kiri schnitzel dan kentang goreng.

Memasuki ulasan kelima puluh dua dari makanan lokal di Jerman berikutnya, saya perkenalkan schnitzel yang sudah mendunia. Pasalnya schnitzel acapkali disajikan di restoran Jerman di berbagai belahan dunia di luar Jerman. Schnitzel adalah makanan populer nan meriah dan mudah ditemukan di sini.

Jägersoße sudah dituangkan ke atas schnitzel.

Schnitzel itu adalah potongan daging yang dipipihkan dan dibalut tepung roti. Schnitzel disajikan dalam kesempatan istimewa di restoran eksklusif hingga sajian instan yang dijual di supermarket lalu kita bisa menghangatkannya di microwave sebelum disajikan. Namun schnitzel menjadi citarasa berbeda ketika saya mendapatinya dengan saus jägersoße.

Saus jägersoße adalah saus krim dengan potongan jamur. Jamur yang biasa dipergunakan adalah jamur kancing, namun anda juga bisa menggunakan jamur chanterelle yang lebar atau jamur shitake juga bisa. Cara membuatnya sangat mudah. Cukup siapkan jamur, bawang putih, butter, krim makanan, jeruk lemon, garam dan merica. Jika tidak ada krim, anda juga bisa pergunakan tepung sagu sedikit.

Pertama, panaskan wajan dan masukkan butter. Masukkan bawang putih cincang, kemudian jamur yang sudah dipotong. Tumis sebentar lalu tambahkan krim, garam dan merica. Masak beberapa saat. Setelah saus jägersoße selesai, anda bisa menyiramkan di atas schnitzel sebagai variasi rasa.

Hmmm, bagaimana?

Schnitzel Cordon Bleu, Jika Suka Boleh Ditiru Membuatnya: Kreasi Sendiri (7)

Schnitzel cordon bleu.
Di lain waktu saya juga membuatnya kreasinya schnitzel cordon bleu.

Apa rencana anda di hari Minggu ini? Bagaimana jika kita memasak menu baru?

Boleh dibilang schnitzel adalah makanan meriah yang mudah didapatkan di seluruh Jerman. Schnitzel adalah semacam daging fillet seperti steak, diberi tepung roti kemudian digoreng. Rasanya sederhana hanya garam dan merica saja. Itu sudah membuat makan jadi berselera. Kerap kali di rumah saya memasakkannya. Tak percaya? Sontek resep schnitzel d sini. Mudah ‘kok.

Baca https://liwunfamily.com/2018/06/26/schnitzel-kreasinya-yang-bisa-dicoba-makanan-khas-jerman-33/

Berkaitan dengan schnitzel, sedikit mirip dibuat kreasinya cordon bleu. Jadilah masakan berikut schnitzel cordon bleu. Mungkin cordon bleu sudah tak asing lagi bagi anda yang biasa kulineran di kota besar. Pasalnya menu cordon bleu biasa disajikan di sebagian western restaurant, seperti di Jakarta misalnya.

Berdasarkan literatur pencarian, “cordon bleu” berasal dari kuliner Perancis. Adalah daging sapi atau babi kemudian diberi tambahan ham dan keju. Dijadikan satu tumpukan kemudian dilumuri tepung roti. Setelah itu digoreng dengan fett, lemak untuk menggoreng hingga berwarna kecokelatan. Kedatangan bangsa Perancis di sini juga memberi warna pada kuliner Jerman. Mereka memasangkan schnitzel dengan cordon bleu sebagai variasi. Meski schnitzel bisa juga menggunakan daging dada ayam, namun sekali lagi schnitzel cordon bleu hanya menggunakan daging sapi atau babi.

Berikut adalah cara membuatnya.

Bahan yang digunakan

  1. Daging fillet yang diiris seperti steak.
  2. Ham.
  3. Keju cheedar.
  4. Garam dan merica.
  5. Tepung.
  6. Tepung panir atau tepung roti.
  7. Telur.
  8. Fett atau minyak goreng.

Cara memasak

  1. Pukul-pukul daging. Beri garam dan merica sedikit pada kedua sisi daging. Ada dua cara, daging tipis seperti steak atau daging agak tebal dengan dibelah di tengah daging.
  2. Di salah satu sisi daging beri keju. Saya memilih keju kuning kemasan. Satu daging saya beri dua atau tiga lembar keju, tergantung besarnya daging. Lalu balut daging dan keju dengan daging ham. Cara lain adalah daging dibelah di tengahnya, beri keju dan daging ham di tengahnya.
  3. Siapkan tiga wadah berbeda. Wadah pertama untuk tepung. Wadah kedua untuk telur. Wadah ketiga untuk tepung roti.
  4. Lumuri daging dengan tepung di wadah pertama. Tepuk-tepuk sisi daging hingga tepung menempel pada sisi daging. Kemudian lanjutkan dengan telur pada seluruh sisi daging. Terakhir, celupkan daging dan tepuk-tepuk dengan tepung roti. Perhatikan saat memasukkan daging yang sudah terikat keju dan ham agar tidak berantakan.
  5. Siapkan wajan pipih. Beri fett atau minyak goreng. Goreng schnitzel hingga berwarna kecokelatan pada kedua sisi.
  6. Setelah matang, siap disajikan.

Saran penyajian

Anda bisa sajikan bersama salad kentang, kartoffelsalat. Untuk resepnya, bisa dilihat di sini. Anda juga bisa sajikan schnitzel cordon bleu dengan kentang rebus atau kentang goreng.

Selamat mencoba!

Schnitzel, Kreasinya yang Bisa Dicoba: Makanan Khas Jerman (33)

Schnitzel versi pertama. Isi daging adalah speck dan meeretich.

Siapa yang tak kenal schnitzel, makanan tradisional di sini? Pasalnya jika anda berkunjung ke Jerman, schnitzel menjadi makanan murah meriah yang mudah ditemukan di restoran mahal hingga murah di seluruh Jerman. Jika anda ingin mencoba seperti apa schnitzel, beberapa kali saya sudah pernah mencicipinya di hotel dan restoran di Indonesia. Artinya adalah schnitzel adalah salah satu hidangan Jerman yang sudah mendunia.

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/29/makanan-jerman-murah-di-jakarta-di-sini/

Saya pun pernah membuatnya sendiri di rumah. Resepnya bisa dicek di sini. Mudahnya schnitzel adalah daging yang diiris seperti steak. Kemudian daging dipukul-pukul dan diberi garam juga merica. Lalu lumuri daging dengan tepung dan celupkan lagi ke dalam telur. Setelah bermandikan telur, masukkan lagi ke dalam kubangan tepung panir atau tepung roti. Lalu goreng kedua sisi daging hingga berwarna kecokelatan. Begitu cara mengolah schnitzel.

Baca https://liwunfamily.com/2018/03/25/tiga-makanan-khas-jerman-yang-umum-dijual/

Nah, pada pos ini saya ingin membagikan kreasi schnitzel yang saya jumpai di dua restoran berbeda. Sebagai pengalaman, bisa jadi anda tertarik mencobanya atau membuat kreasi serupa di rumah.

Schnitzel versi pertama

Pertama adalah isian daging schnizel tidak lagi daging sapi atau daging babi melainkan yang lain. Meski tetap berlumur tepung roti, namun sejatinya ini adalah speck atau bacon yang dibentuk seperti kepingan daging. Lalu ada meeretich yang dibalutkan bersamaan dengan bacon.

Apa itu meeretich? Meeretich adalah semacam wasabi. Setelah saya menemukan tanamannya, ini sejenis lobak pedas yang berwarna putih. Meeretich bisa dibuat dalam bentuk pasta yang dicelupkan pada makanan semisal sosis sebelum disantap. Sedangkan meeretich dalam schnitzel yang saya temukan berbentuk parutan. Warnanya yang putih dan diparut kerap terlihat seperti keju parut, padahal itu adalah meeretich.

Pada versi pertama ini, schnitzel disajikan dengan kentang goreng yang dibumbui garam dan bawang bombay. Ada salad segar juga yang bisa disantap. Artinya salad bukan sekedar hiasan belaka. Penampakan schnitzel versi pertama bisa dilihat di atas.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/14/meerrettich-cocolan-semacam-wasabi/

Schnitzel versi kedua

Schnitzel tanpa dibungkus tepung seperti umumnya dan diberi saus paprika.

Untuk versi kedua, jika melihat dari foto seperti saus paprika merah yang menutupi hidangan. Saya juga terkejut ketika memesan dan mendapati hidangan ini, tak terpikir bahwa saus paprika menutupi hidangan. Saat dibuka, saya mendapati nasi dan sepotong daging tanpa dibungkus tepung.

Ketika melihatnya di daftar menu, suami menjelaskan bahwa hidangan ini semacam schnitzel namun dagingnya tidak dibungkus tepung seperti umumnya. Hal menarik, dalam buku menu dikatakan bahwa ini hidangan pedas. Plus satu lagi, schnitzel disantap bersama nasi putih. Bayangkan bahwa tak pernah saya menyantap schnitzel dengan nasi. Karena penasaran, saya pun memesannya.

Saya mendapati saus paprika merah dengan rasa asin. Saus terdiri dari potongan paprika, tomat dan bawang bombay. Saya tidak terlalu suka dengan versi kedua. Porsinya juga terlalu besar sehingga saya menyisakannya di piring.

Dari penjelasan kedua variasi schnitzel yang saya ceritakan, mana yang kira-kira anda suka?

Tiga Makanan Khas Jerman yang Umum Dijual

Goulaschsuppe, salah satu makanan yang populer dan mudah dijumpai.

Schnitzel.

Selamat berhari Minggu semua!

Di tengah kesibukan saya, ada beberapa pertanyaan yang kerap datang pada saya lewat pesan pribadi. Salah satu pertanyaannya adalah soal kuliner khas yang mudah dijumpai di Jerman. Artinya makanan ini banyak dijual, mudah dan murah di dapat di sini. 

Berdasarkan pertanyaan itu, akhirnya saya menuliskan kembali makanan khas yang bisa dicoba saat anda bertandang di Jerman. 

Goulashsuppe

Bisa dikatakan kuliner khas Hungaria ini sudah dikenal luas di Eropa, termasuk Jerman. Teman saya asal Hungaria merasa aneh dengan cara orang Jerman membuat goulaschsuppe, namun bumbunya yang mudah secara instan dijual di supermarket membuat siapa saja bisa membuatnya. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/29/gulyasleves-piros-labas-dan-tejfolos-ubokasalata-budapest-hungaria-1/

Tak hanya itu, goulaschsuppe juga begitu mudah dijumpai di restoran tradisional khas Jerman. Sesungguhnya makanan ini terdiri dari aneka sayuran seperti kentang, wortel dan sayuran lain jika anda suka kemudian dicampurkan dengan potongan daging sapi. Kuahnya seperti kuah kari yang pedas menurut lidah orang Eropa. 

Dengan harga kisaran dibawah 10€ maka anda bisa menikmati sup ini. Malahan saya pernah membelinya hanya dengan harga 3,5€ sudah termasuk roti. Oh ya, makan sup ini dengan roti tentunya. Meski anda bisa menyantapnya dengan nasi, dengan permintaan khusus. 

Currywurst

Makanan selanjutnya boleh dibilang jadi kebanggaan bilamana anda datang ke Jerman, terutama Berlin. Anda bisa menjumpainya mulai dari jajanan kaki lima hingga restoran eksklusif. Pastikan sesuai kocek anda maka anda bisa mendapatkan makanan ini dengan mudah.

Jika hanya punya uang 2€ – 3€ namun anda berkeinginan untuk mencicipi makanan ini maka anda bisa datang ke supermarket. Mereka menyajikan currywurst instan yang hanya dipanaskan di microwave lalu beberapa menit kemudian anda bisa menikmatinya.

Makanan ini berupa potongan sosis yang dipanggang sebelumnya. Untuk melengkapi rasanya, sosis dicelupkan ke dalam bumbu kari berwarna kuning kemerahan. Rasanya tentu saja nikmat bagi pencinta sosis. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/01/currywurst-masakan-khas-jerman-19/

Schnitzel

Jika anda penasaran makan Schnitzel di Indonesia, anda bisa menjumpainya di restoran Jerman. Saya sudah pernah datang ke restoran Jerman di Bali, Jakarta dan Tangerang. 

Schnitzel adalah irisan daging sapi yang diberi tepung roti kemudian digoreng. Untuk menikmatinya, potongan daging diberi perasan air lemon dan saus sambal jika suka. Lalu pelengkap hidangan adalah kentang goreng atau salat kentang. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/21/surbraten-mit-wienkraut-und-schnitzel-mit-preiselbeermarmelade-masakan-khas-jerman-14/

Di sini anda bisa menjumpai makanan ini mulai dari kedai murah seperti imbiss atau restoran eksklusif. Pertama saya mencicipinya di salah satu hotel di Indonesia. Rupanya schnitzel cukup populer juga. Dari situ saya menyukai rasanya yang sederhana dan belajar membuatnya. Memasaknya sungguh mudah tentunya.

Kesimpulan

Demikian ulasan saya mengenai kuliner yang populer di Jerman. Populer artinya makanan ini begitu mudah dijumpai dari harga murah hingga harga mahal. So, apakah anda pernah mencicipi salah satu kuliner di atas?

Surbraten mit Wienkraut und Schnitzel mit Preiselbeermarmelade: Masakan Khas Jerman (14)

Surbraten mit Wienkraut, minumnya apfelsaft yakni jus apel.


Hari minggu di Jerman dikenal Ruhetag atau dalam bahasa Inggris disebut rest day. Semua yang pernah datang ke Jerman tahu bahwa tidak ada aktivitas pertokoan dan perkantoran kala hari Minggu yang lalu. Mereka menikmati momen bersama keluarga, pergi ke Gereja atau berkumpul bersama kolega menikmati hari di restoran. Restoran memang buka meski tak semuanya juga buka. 

Seusai pergi ke Gereja, kami pun menikmati sajian tradisional di restoran khusus menyediakan makanan Jerman pada hari minggu lalu. Rencana yang tiba-tiba tanpa reservasi, rupanya tak mudah diperoleh di restoran yang sudah ternama. Jadi beberapa restoran di hari wiken sebaiknya memang sudah melakukan reservasi sebelumnya. Beruntungnya kami mendapatkan tempat duduk tetapi harus berbagi dengan pengunjung yang lain. Begitulah di Jerman, jangan kaget jika anda makan dan minum dalam satu meja bersama tamu lain jika restoran penuh.

Surbraten dengan kentang buatan.



Makanan tradisional yang dipesan suami saya adalah Surbraten. Kata suami saya, restoran ini terkenal dengan Surbraten-nya yang enak. Pantas saja, di hadapan saya seorang bapak sedang menghabiskan makanan tersebut dengan lahapnya. Sementara bapak yang lain di samping saya, dia hanya duduk menikmati bir. Ini benar-benar gaya Bayerisch. Lalu dua pemuda di sebelah suami saya memesan makanan hamburger dan kentang goreng sambil minum bir.

Surbraten adalah makanan khas Bayern dengan daging yang sudah dibumbui terlebih dulu. Ini bukan seperti daging asap pada umumnya. Untuk mengolah daging tersebut, juru masak perlu suhu panas yang lama sekitar 90 menit hingga 2 jam tergantung ukuran dan suhu oven. Sesekali tuangkan air sedikit ke atas daging. Setelah matang, daging pun disiram dengan saus berbumbu semacam fleisch soße. Disantapnya dengan kentang rebus atau kentang buatan juga bisa. 

Wienkraut.

Selanjutnya surbraten, pramusaji juga memberikan wienkraut. Ini terdengar seperti sauerkraut ya. Bahan yang digunakan juga sama, kol putih. Rasanya pun agak mirip dengan masam menyegarkan. Sepertinya jika saya coba ada cuka dan anggur putih yang bercampur dalam bumbunya. Rasanya tepat disajikan bersama Surbraten

Untuk makanan kedua adalah pilihan saya. Karena khawatir dengan porsi makannya yang terlalu besar, saya mencoba daftar makanan porsi kecil atau untuk anak-anak. Makanan yang saya pilih ini sudah biasa dikenal di Jerman yakni schnitzel. Schnitzel ini sering saya bahas dan mudah ditemukan di restoran Jerman di Asia. 

Schnitzel mit pommes, ditambah saus preiselbeermarmalede di mangkuk kecil.


Schnitzel adalah potongan daging tanpa lemak dan tulang kemudian dibungkus dengan tepung roti. Beberapa kali saya pun mencoba membuatnya di rumah. Karena saya yakin pasti ada yang berbeda jika saya pesan di restoran. Betul, saya mendapati saus preiselbeermarmelade

Schnitzel ini dimakan bersama kentang goreng, yang dalam bahasa Jerman disebut pommes. Sedangkan saus yang disajikan semacam selai buah bila diterjemahkan dari asal kata preiselbeermarmelade. Di Jerman ada bermacam-macam buah berri, disamping strawberi yang biasa dikenal mudah di Indonesia. Buah berri ini dihancurkan kemudian diberi air gula. Dimasak kurang lebih 5 menit. Rasanya masam manis bersamaan. 

Begitulah cerita dua masakan tradisional khas Jerman yang saya jumpai di restoran di Jerman. Tips kali ini adalah melakukan reservasi jika ingin makan bersama di restoran yang cukup ternama di Jerman, terutama pada akhir pekan. 


Masak Zigeunerschnitzel mit Nudeln und Tomatensalat

Untuk Schnitzel mungkin sudah terbiasa membuatnya, bahkan Schnitzel dikenal juga di Austria dan Ceko loh saat saya berkunjung ke sana. 

Kali ini saya mencoba resep masakan buatan mertua saya. Ibu mertua pun dapat inspirasi dari Oma, jadi turun temurun. Resepnya mudah dicoba.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. 200 Gram daging sapi untuk steak

2. Fett, bisa juga digantikan dengan butter, minyak sayur atau olive oil jika tidak ada.

3. Paprika besar sesuai selera.

4. Cabe sesuai selera.

5. Bubuk garam, bubuk lada dan bubuk paprika.

6. Magi atau Knor penyedap rasa

7. 100 gram mie yang besar. Mau digantikan pasta juga bisa sesuai selera.

8. 1 liter air untuk memasak mie.

9. Tomat masak atau berwarna kemerahan.

10. 1 Buah bawang bombay.

11. Bawang merah tergantung selera.

12. Cuka.

13. Minyak sayur.

Langkah-langkah memasak:

1. Daging panggang. Masukkan 1 sendok fett ke dalam wajan. Masukkan potongan daging, masak hingga kecoklatan dan hampir matang. Lalu angkat dan taruh di dalam wadah. Taburi daging tersebut dengan garam, lada dan bubuk paprika seluruh bagiannya. Setelah dibumbui, panggang kembali ke dalam wajan hingga masak kecoklatan. Singkirkan sementara.

2. Membuat kuah. Iris bawang bombay, paprika besar dan cabe (jika suka). Tumis fett kembali, setelah harum masukkan bahan tersebut ke dalam wajan. Aduk perlahan dan masukkan Maggi atau Knor penyedap rasa dan sedikit pasta tomat agar kuah mengental baik. 

3. Setelah kuah mengental baik dan masak, masukkan daging yang sudah dipanggang tadi dan diaduk-aduk agar bercampur rata. Tunggu beberapa menit hingga masak. Siap disajikan.

4. Masak mie. Siapkan 100 gram mie. Rebus air 2 liter. Setelah mendidih, masukkan garam secukupnya lalu kemudian mie. Masak mie hingga matang kira-kira 10 menit. Saring mi hingga kering dan siap disajikan. 

5. Buat salat tomat. Iris tomat dan bawang merah. Siapkan wadah kemudian masukkan setengah gelas air matang. Air disesuaikan dengan banyaknya tomat. Masukkan 1 sendok cuka, 1 sendok minyak sayur, irisan bawang merah dan garam secukupnya. Aduk perlahan kemudian masukkan irisan tomat. Tunggu beberapa saat sebelum dihidangkan. Sebaiknya salat tomat dibuat 2-3 jam sebelum makan agar rasanya bercampur rata dan lebih enak.

Masakan pun siap disajikan untuk 2 porsi. Selamat mencoba!