Museumsdorf Bayerischer Wald: Melihat Bavaria, Jerman di Masa Lalu (1)

Bavaria adalah satu dari 16 Bundesland di Jerman. Bavaria merupakan wilayah terbesar dibandingkan wilayah lain. Letaknya berada di Jerman bagian selatan, berbatasan dengan Austria. Ibukotanya cukup populer yakni Munich. Orang Jerman menyebut Bavaria sebagai Bayern dan Munich sebagai München. Bavaria memiliki bahasa lokal dan dialek yakni Boarisch yang berbeda dari bahasa Jerman, Deutsch pada umumnya. Selain kuliner yang sering saya bahas di sini, Bavaria menyimpan banyak sejarah yang tidak banyak diketahui. Untuk mengetahuinya, suatu kali saya dan suami berkunjung ke salah satu museum di sini. Namanya Museumdorf Bayerischer Wald, yang berada di Tittling.

Karena ada banyak hal yang bisa diceritakan dari museum ini, saya akan membaginya menjadi beberapa bagian. Pada bagian pertama, saya akan jelaskan tentang museum ini.

Museum ini dibuka hanya pada periode tertentu saja, mungkin disesuaikan dengan musim. Jika musim dingin, museum tutup. Itu karena museum ini berada di lahan terbuka 20 hektar, dengan jumlah objek ada 60.000. Jumlah objek cukup banyak apalagi memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sengaja dikumpulkan, objek tersebut telah ada sejak abad 16 hingga abad 20. Harga tiketnya sendiri 7€ per orang.

Di depan museum. Ada loket tiket, restoran, toilet umum dan ruang informasi umum.
Papan informasi sejarah toilet.
Bilik toilet tampak samping.
Tampak dalam toilet yakni untuk orang dewasa dan kiri untuk anak-anak.
Gerobak sebagai alat transportasi dan pengangkut panen.
Jika diamati, bilik toilet berada tak jauh dari bak air yang semuanya berada di luar rumah.

Museum ini digagas oleh Georg Höltl pada tahun 1972. Dia bermaksud mengumpulkan objek seperti rumah, pakaian, perkakas rumah tangga dan hal-hal yang terjadi di wilayah Bavaria pada masa lalu. Ini dimaksudkan tidak hanya mengandung nilai historis saja namun sebagai sumber informasi dan edukasi. Itu sebab suami saya sudah melakukan kunjungan belajar dari sekolahnya di masa lalu ke museum ini. Karena saya ingin tahu soal budaya dan sejarah di sini, dia pun mengajak saya berkunjung ke museum ini juga.

Di museum ini anda bisa menyaksikan bagaimana rumah di Bavaria dibangun dari masa ke masa. Dahulu orang membangun hanya dengan kayu saja, kemudian tembok lalu granit dan seterusnya hingga menjadi bangunan moderen seperti sekarang. Tak hanya itu, siapa yang terpikir soal urusan buang hajat alias toilet. Di sini saya bisa menyaksikan bagaimana orang-orang di sini membuat toilet yang terpisah dari rumah. Jika sekarang toilet sudah dibuat moderen, nyaman, bersih dan menjadi bagian dari ruangan di rumah. Di jaman dulu toilet berada di depan rumah, terbuat dari kayu dan terdiri dari bangku kayu yang diberi lubang. Toilet dulu semacam bilik kayu yang letaknya di depan rumah. Itu baru soal toilet.

Hal menarik lainnya dari museum ini juga bagaimana orangtua sudah memikirkan membawa bayi dengan keranjang dorong bayi. Bentuknya pun berbeda-beda dari masa ke masa. Lain lagi soal transportasi, bahwa ketika itu belum ada mobil maka ada sejumlah gerobak yang digunakan sebagai alat pengangkut. Untuk membuat suasana seperti pada masa lalu, bangunan dan objek hanya dipindahkan dan tidak diubah seperti kondisi sebelumnya. Atau bagaimana orang di masa lalu mendapatkan pendidikan dasar yang layak. Ini disebut Volkschule.

Saya pikir museum ini layak dikunjungi jika anda suka dengan sejarah dan punya rasa ingin tahu yang besar. Tak perlu khawatir kelaparan di sini karena tersedia restoran untuk pengunjung yang letaknya di depan pintu masuk dan terpisah dari objek museum.

Cerita selanjutnya, silahkan ditunggu!

Advertisements

Dürnstein, Austria: Kota Kecil di Pinggir Sungai Danube

Tampak kastil di atas bukit dan menara biru menghiasi kota Dürnstein.
Stift Dürnstein.
Selamat datang di kota Dürnstein.

Menjelajahi sungai donau dengan menggunakan kapal wisata adalah pilihan yang tepat. Pasalnya kita akan menyaksikan berbagai tempat yang menawan, bahkan pernah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Salah satunya adalah kota Dürnstein yang terletak di pinggir sungai donau atau danube ini. Kota ini berada dalam jangkauan distrik Krems, yang masuk wilayah lower Austria.

Meski kota Dürnstein termasuk kota kecil, namun kota ini sering dikunjungi wisatawan loh. Kota ini dikenal sebagai penghasil anggur terbaik. Tentu bukan karena anggur kota ini dikunjungi, di kota ini terdapat kastil yang pernah menjadi kediaman Raja Richard I dari Inggris. Dia ditahan di sana saat peristiwa perang salib pada abad 12.

Sebelum kita tiba di dermaga kota ini, tampak kejauhan adalah kastil di puncak bukit. Sayangnya kastil tersebut tinggal puing dan reruntuhan saja. Bayangkan bahwa kota ini sudah tercatat dalam sejarah pada abad 12, itu artinya kota ini termasuk kota tertua juga. Itu sebab tahun 2000 UNESCO menjadikannya sebagai salah satu situs warisan dunia.

Jika kastil itu tampak reruntuhan saja, dikarenakan menyimpan berbagai peristiwa dunia. Kastil ini bahkan sempat dihancurkan oleh pasukan Hungaria dan juga Swedia. Tak hanya itu peristiwa alam seperti kebakaran juga mewarnai kehancurannya. Karena begitu melegenda, tahun 1954 Pemerintah Austria menampilkan kota ini di belakang uang kertas 100 Schilling. Dulu mata uang Austria adalah Schilling, sebelum menggunakan Euro seperti sekarang.

Hal menarik dari kastil ini adalah julukan Raja Richard I sebagai The Lionheart. Konon reputasi raja sebagai pemimpin kuat dalam militer. Entah bagaimana ceritanya, hingga di abad 12 Raja Richard I ditangkap dan ditawan di kastil ini.

Di dermaga kota ini kita juga disuguhi menara Gereja Katolik yang indah berwarna biru muda, yang disebut Stift Dürnstein. Pada abad 14 bangunan ini sempat dijadikan biara yang kemudian pada abad 18 dihapus dan dijadikan paroki biasa.

Begitulah, selalu ada hal menarik dari sekedar menyusuri sungai danube.

Nürnberg, Altstadt (1): Kota Tua yang Bersejarah

Kaiserburg atau The Imperial Castle in Nuremberg.

Keliling kota tua di malam hari tampaknya bukan ide yang baik. Gelap.

Museum Henkerhaus.

Nuremberg dalam istilah internasional atau Nürnberg dalam bahasa Jerman merupakan kota terbesar kedua di wilayah Bundesland Bavaria. Kota terbesar pertama tentunya adalah Munich. Di kota ini ternyata banyak juga penduduk Indonesia yang menetap, bahkan punya perkumpulan masyarakat Indonesia.

Bila anda membaca artikel saya sebelumnya tentang Christkindlmarkt atau pasar menjelang Natal di Jerman, Nuremberg menjadi perintis yang menggelar keramaian masyarakat Jerman menyambut Natal. Artikelnya ada di sini. Jika anda berkunjung ke Jerman menjelang Natal, sempatkanlah mampir ke sini! Karena Nuremberg memiliki pasar yang meriah, menarik bahkan terbesar di seluruh Jerman.

Kami berkesempatan mengunjungi kota bersejarah ini dan mendapatkan tour guide yang cukup informatif. Beliau sudah sepuh namun masih energik memandu kami semua sekitar sepuluh orang menyusuri kota tua. Dengan bahasa Jerman yang sempurna, kami mencermati tiap sudut kota tua ini.

Tour diakhiri dengan makan bersama menikmati makan malam di salah satu restoran ternama dengan masakan khas Fränken. Ya, mereka yang berada di Nuremburg menyebut segala tradisi, dialek dan makanan agak berbeda dengan Bayern. Padahal mereka masih dalam satu wilayah Bayern. Begitulah.

Kota Nuremberg disebutkan sudah ada sejak 800 Masehi. Terbayang bahwa kota ini sudah cukup tua dan lama. Menurut tour guide, kota ini setara dengan Verona, kota di Italia dalam hal usia. Sejarah juga mencatat bahwa Nuremberg juga menjadi bagian dari wilayah kekaisaran Romawi di masa lampau. Ini terlihat dari bentuk bangunan, gaya arsitektur dan kastil “The Imperial Castle” peninggalannya.

Tak hanya itu, Nuremberg juga menjadi saksi perang dunia kedua. Kota ini juga mengalami kehancuran dan kerusakan termasuk Gereja dan beberapa situs-situs bersejarah lainnya.

Karena kami melakukan sightseeing di malam hari plus cuaca yang begitu dingin, membuat kami tak nyaman menyimak penjelasan tour guide. Tak banyak gambar juga bisa diambil karena gelap. Akhirnya keesokan harinya, saya dan suami menyelusuri rute yang sama setelah sarapan pagi di hotel.

Sudut kota Nuremberg di malam hari.

Sightseeing bisa mengikuti paket wisata di sini.

Saran saya, 

  1. Sightseeing bisa dilakukan siang hari. Ada tur dengan bus yang bisa ditanyakan ke pihak hotel, tempat anda menginap. Atau anda bisa menemukan tim sightseeing di Hauptmarkt. Dengan harga sekitar 8€ per orang atau per keluarga 21€ anda bisa duduk manis di bus dan mendengarkan informasi dari multimedia yang tersedia.
  2. Jika datang di bulan Desember, anda bisa menikmati kemeriahan Christkindlmarkt terbesar di Jerman. Anda juga bisa melihat Christkindl yang fenomenal dan hanya bisa dikunjungi saat Desember di Gereja Frauenkirche.
  3. Sebaiknya pilih hotel di sekitar Altstadt atau kota tua. Anda dengan mudah berjalan kaki menyelusuri banyak tempat.
  4. Ada banyak tawaran makanan Asia di sini, termasuk restoran Indonesia juga loh!

Selanjutnya, akan dijelaskan obyek wisata yang dikunjungi. Nantikan cerita saya berikutnya! Semoga bermanfaat!

4 Alasan Berkunjung ke Budapest. Mau Tahu?

wp-image-679459984

 

This post is regarding the reasons to visit Budapest, Hungary. No regret that I recommend to visit and explore the beautiful city. The first reason, I think Budapest had been connected in one of old cities in the world. As known, the culture and ancient civilization civilization in here has been still exist since 2 BC.

The next reason talks about the style of architectures the building around city. I’d like to watch in detailed how the amazing buildings and statues in the center of city. 

Surely I must acknowledge that I like to explore the local culinary. I found the gastronomy tour that offered by agent that been started up exclusive place and expensive until street foods and priceless. Amazing!

The last, I recommend to try out spa and sauna that had found 15 spots in Budapest. No doubt that tourists should like to come in every season that been always available occasions relaxing in here.

*** In Bahasa Indonesia ***

Berkali-kali membahas Budapest memang tak habis, karena menawarkan pesona bagi mereka yang penasaran dengan keindahan kotanya. Saya pun baru tahu jika Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Menarik sekali!

Dibalik itu semua, tentu anda juga penasaran mengapa banyak turis senang datang ke Budapest. Saya merangkum hasil pengamatan saya berikut.

1. Alasan sejarah

wp-image-388694448

Jejak sejarah ditemukan bahwa sudah ada kehidupan jaman Batu Tua sekitar abad 2 sebelum masehi di sini. Itu artinya sudah ada kehidupan di sekitar dua sisi sungai danube. Setelahnya berkembang peradaban manusia mulai dari kebudayaan romawi di sekitar Buda, hingga pendirian kerajaan monarki.

Masih juga tersimpan di sudut kota, bahwa kerajaan Otoman Turki pun pernah menjadikannya koloni. Bahkan dari sisi pendidikan, kota ini sudah mendirikan universitas sebagai sentra mengali ilmu di abad 18. Berangsur-angsur Budapest juga menjadi saksi sejarah pada perang dunia dan sempat mengalami krisis ekonomi. Jika anda datang ke Budapest, tiap sisi di sentra kota menyimpan sejarah masa lalu yang masih dijaga dengan baik. Menarik ‘kan!


2. Bangunan arsitektur

wp-image-245202031

wp-image-1301004262

 

Jika anda menyempatkan datang ke Aquincum, di sana masih terpelihara situs koloseum sama seperti di Roma. Ini semacam amphiteather, yakni pertunjukan gladiator pada masanya. Ini adalah bukti peninggalan arsitektur kebudayaan romawi.

Gaya bangunan lain juga dipenuhi bergaya gothic atau neo-gothic seperti pada gedung parlemen yang indah itu. Tak hanya itu, kota ini juga dipenuhi bangunan bergaya renaisance seperti pada Basilika Santo Stephanus dan gedung opera.

Di sudut lain, anda juga bisa menyaksikan keindahan gaya baroque. Gaya ini didominasi oleh bangunan Gereja Katolik, seperti Gereja Santa Anna di Margaret Island. Bangunan baroque yang menarik mata lainnya adalah the Royal Palace.

Lihat betapa kota ini indah dipenuhi berbagai gaya arsitektur yang cantik! Ada pula gaya arsitektur klasik yang juga sama cantiknya. Salah satu bangunan bergaya arsitektur klasik seperti pada Hungarian National Museum.

3. Wisata kuliner atau gastronomi

wp-image-964941421

Di sini anda setidaknya mencoba goulash yang sudah mendunia. Lalu setiap paket tur yang ditawarkan, ada selipan wisata kuliner juga. Kota ini juga dipenuhi berbagai kedai restoran dan kafe dengan romansa suasana yang indah. Untuk mencicipi kuliner lokal, saya sarankan anda datang ke Central Market Hall. Ini semacam pasar tradisional yang megah.

Saat saya dan suami datang untuk bertemu kolega suami di sini, rasanya percuma kami bawa hadiah wine karena konon di sini adalah salah satu tempat mencicipi wine terenak di dunia. Jika anda penyuka wine, anda harus coba juga. Oh ya, tak perlu khawatir jika penasaran dengan wisata kuliner karena ada beberapa paket tur wisata kuliner di sini.

4. Spa-Sauna dunia

Jika anda datang ke Budapest, setidaknya sediakanlah satu hari untuk rileks di permandian air panas. Anda tidak akan menyesal datang ke Budapest hanya untuk itu. Bahkan di Budapest sendiri ada 15 tempat spa dan sauna terkenal yang bisa dicoba. Nikmatilah hari-hari anda di Budapest dengan mencobanya.

Itu tadi empat alasan hasil pengalaman dan pengamatan kami selama di Budapest. Semoga membantu anda untuk mendapatkan gambaran soal wisata di sana. Selamat berkunjung!

Braunau am Inn, Austria: Kota Kecil Tetapi Nilai Sejarahnya Besar (1)

Stadtplatz dari Kota Braunau am Inn, di depan Rathaus.

Monumen di kota Simbach am Inn. Jika dari Bayern, Jerman maka kota Braunau am Inn, berbatasan dengan Kota Simbach am Inn.

Menara kota atau stadttorturm dari kejauhan.

Braunau am Inn menjadi kota kecil yang berbatasan langsung dengan Jerman. Jika dari Bayern, anda bisa melewati kota Simbach am Inn. Itu berarti kedua kota ini dilalui oleh sungai Inn yang memisahkan keduanya menjadi negara berbeda, Simbach am Inn adalah wilayah Jerman dan Braunau am Inn adalah wilayah Austria. 

Sebelum ada Uni Eropa jembatan di penghubung kedua kota ini, terdapat pos pengecekan imigrasi. Kini sudah tidak ada lagi. Kami mengendarai mobil ke sini untuk melihat-lihat. Pada hari minggu tak banyak yang bisa dilakukan. Sepi. 

Ada dua hal yang menarik yang ditemukan di sini. Pertama, kota ini dikenal sebagai kota kelahiran Hitler, sang tokoh melegenda. Kedua, terdapat sebuah Gereja Katolik tua bergaya Gothik dengan menara tertinggi di Austria.

Sebelum kita mengulik kedua tempat menarik tersebut, apa saja yang bisa dilihat di kota ini?

1. Fischbrunnen

Fischbrunnen.

Patung ini kecil dan tidak terlihat jelas karena silaunya matahari saat saya datang. Ini semacam air mancur di tengah kota. Konon patung ini menandai bahwa di tempat ini dulu para nelayan berkumpul dan menjajakan ikan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat, hingga tahun 1939. Arah patung menuju utara. Jadi ingat bahwa toko jual ikan di dekat rumah di Jerman juga bukanya setiap hari Jumat saja. Ada kaitan? Entah ya!

Dijelaskan bahwa di kota ini pernah ada akademi kemaritiman yang ditandai foto kelompok siswa pada tanggal 6 Mei 1916.

Lalu di sini juga pernah ada Akademi Kemaritiman yang gedungnya berada di Jalan Salzburger Vorstadt nomor 13. Di papan informasi pusat kota, ada foto kelompok para siswa di akademi (Marienakademie) tersebut pada 6 Mei 1916. 

2. Stadttorturm (Salzburger Torturm)

Menara ini berbentuk Neo-Gothic.

Tertulis di depan menara.

Tak ada keterangan foto.

Ini semacam gerbang kota yang indah menurut saya. Di atas gerbang ada tulisan bahwa Kota Braunau am Inn adalah kota tua. Lalu terlihat megah dari kejauhan. Menara kota ini berdasarkan papan informasi berbahasa Jerman dikatakan mendapatkan sentuhan Neo-Gothic dengan ujung menara berakhir dengan atap baji. 

Menara dibangun pada tahun 1940. Menara bersejarah ini sebagai penanda bahwa bangunan di luar menara merupakan pemukiman baru setelah sempat terjadi kebakaran di masa lalu. Jadi bisa dikatakan bahwa menara ini penghubung sejarah kota di masa lalu dengan tumbuhnya bangunan baru. 

3. Mahnstein

Tampak depan.

Tampak belakang.



Mahnstein ini merupakan batu besar semacam monumen. Batu berada di depan rumah nomor 15, Jalan Salzburger Vorstadt. Batu ini bertuliskan “Untuk Perdamaian, Kebebasan dan Demokrasi. Jangan pernah ada lagi Fasisme! Ini mengingatkan kita, jutaan mati karenanya.” Semua tertulis dengan baik dalam bahasa Jerman. Batu ini dipasang pada tahun 1989 sebagai peringatan seabad kelahiran Hitler, yang lahir pada 20 April 1889. 

Dibalik batu, tertulis dalam bahasa Jerman. Dikatakan bahwa batu diambil dari tambang yang pernah menjadi salah satu kamp konsentrasi kala perang. Sepertinya tulisan tersebut tak lekang oleh waktu bahwa sejarah pernah terjadi dan mengingatkan lagi agar tragedi kemanusiaan itu tak akan terulang.

4. Rumah nomor 15 di Jalan Salzburger Vorstadt

Tampak depan dan tak terawat.

Tampak depan.

Tampak belakang.

Rumah yang beralamat di Jalan Salzburger Vorstadt nomor 15, Braunau adalah bangunan seluas 800 meter yang sudah dikosongkan sejak 2011. Karena khawatir menyulut rasa tak aman dan tak nyaman bagi penduduk yang tinggal di kota ini, gedung ini tak memberikan petunjuk penjelasan di sekitarnya. Gedung berlantai tiga ini terlihat misterius bahkan terlihat sudah lama tak terawat. 

Rumah ini adalah tempat lahirnya tokoh penulis buku “Mein Kampf.” Si ayah katanya hanya menyewa sebuah kamar hingga Hitler lahir. Setelah beberapa hari, mereka pun pindah ke tempat lain masih di kota yang sama ini. Sejak lahir hingga usia 3 tahun, Hitler dikabarkan berada di kota ini, sebelum akhirnya ayahnya dipindahtugaskan ke Kota Passau, Jerman

Meski kekhawatiran bermunculan namun sang pemilik yang tak ada kaitan dengan gerakan yang didirikan Hitler, memenangkan gedung ini untuk bertahan. Pemilik gedung berhasil mempertahankan miliknya melalui sidang pengadilan yang ketat. Awalnya gedung ini adalah penginapan, kemudian berganti-ganti fungsi hingga terakhir menjadi rumah perlindungan bagi para kaum difabel.

Masih ada lagi kelanjutan bangunan bersejarah lainnya di kota ini. Nantikan cerita saya selanjutnya!

Tips dari saya:

  1. Sebagai pendatang sebaiknya kita tidak banyak cari tahu seperti bertanya atau menyelidiki kepada penduduk setempat terutama bertanya apa yang pernah jadi sejarah di tempat tersebut. Bagaimana pun ini adalah hal sensitif bagi penduduk sekitar kota itu. 
  2. Bangunan nomor 15 pada poin 4 di atas masih menjadi kontroversi keberadaannya karena membuat rasa tak aman dan tak nyaman penduduk sekitar. Sebaiknya kita bersikap santun dan bijak sebagai pendatang atau turis. 

Sejarah adalah masa lalu yang dikenang dan kita belajar lebih baik lagi karenanya. Masa depan adalah harapan semua orang. Mereka, penduduk kota, lebih senang untuk tidak membahas apa yang pernah terjadi sebagai tragedi kemanusiaan. 

    Semoga bermanfaat!

    Schärding, Kota Tua di Austria Bergaya Baroque (2)

    Selamat datang di Austria!

    Berjalan menyusuri sungai. Di seberang sungai adalah wilayah Jerman. Indah panormanya.

    Ikut paket tur perahu wisata menikmati panorama tepian Jerman – Austria juga pilihan menarik. Satu orang tidak lebih 30€. Ada pilihan harga termasuk kaffeetrinken atau makan siang ala Jerman di atas perahu.

    All Saints Gate’ terbuat dari batu granit. Dekat situ ada museum batu granit juga. 

    Topeng sebagai bukti peninggalan kehidupan masyarakat jaman dulu kala.

    Kronologis kota Schärding.

    Patung Santo Christophorus.

    Gerbang utama kota.

    Patung ini menandai bahwa kota ini pernah sempat terbakar karena perang.

    Pusat kota yang dulu dijadikan perdagangan. 

    Tourist information board.

    Stadtpfarrkirche.

    Sebelum membacanya, baca dulu yang pertama https://liwunfamily.com/2017/11/03/scharding-kota-baroque-bersejarah-di-austria-nan-cantik-1/

    Perjalanan menyusuri kota tua, Schärding masih berlanjut. Cukup setengah hari maka anda sudah dapat menyelusuri kota bersejarah ini. Di artikel pertama dijelaskan mengenai benteng pertahanan yang dibuat oleh Herzog Ludwig VII pada tahun 1429 sampai 1436. Jika mendengar nama Raja Ludwig VII, anda mungkin berpikir ada kaitan dengan kekaisaran Bavaria (Bayern) jaman dulu. Itu benar. Kota ini berada di wilayah yang subur untuk bercocok-tanam yang pernah menjadi perebutan. Saya masih ingat pelajaran Sejarah di sekolah bahwa peradaban manusia dimulai dari wilayah subur dekat sungai. Tepat jika dikatakan kota ini adalah kota tua.

    Dari literatur lain dikatakan bahwa kota ini sudah ada sebelum masehi, periode Neolitikum. Di sini sudah dikenal sistim pengairan pada masa itu yang menandai peradaban manusia untuk kehidupan pertanian. Malahan kota ini pernah menjadi kota agrikultur. Tidak hanya sumur dan sungai seperti yang saya ceritakan di artikel pertama. 

    Adalah Christophorusbrunnen atau Patung Santo Cristophorus di pusat kota. Meski baru dibuat pada tahun 1963, namun patung ini menjadi simbol betapa air merupakan elemen penting dalam kehidupan, terutama bagi masyarakat kota Schärding. 

    Di sekitar patung, banyak turis duduk di sekitar kafe dan restoran menikmati keindahan kota. Di sini adalah pusat perdagangan kota Schärding jaman dulu kala. Bangunan yang berwarna-warni dan bercorak baroque menambah keindahan kota ini. Anda pasti jatuh cinta karenanya.

    Lalu memasuki kota, ada Linzer Tor atau pintu gerbang utama dengan pintu berlapis. Jika mengendarai mobil melewati gerbang ini, anda perlu satu per satu. Anda bisa menunggu mobil dari arah berlawanan masuk atau anda bisa mengendarai bilamana tak ada mobil di ujung sana. 

    Dengan penduduk mayoritas Katolik, kota ini juga punya peninggalan Stadtpfarrkirche atau Gereja yang masih kokoh hingga sekarang. Gereja dibangun tahun 1307 namun sempat terjadi kerusakan akibat perang. Gereja ini juga bukti kota ini disebut Baroquestadt karena desain bangunannya bercorak baroque yang menandai kota Schärding. 

    Beberapa peninggalan sejarah lainnya adalah Passauer Tor. Ini semacam pintu gerbang yang dikenal juga ‘All Saints Gate’ dengan ujung menara khas gothic yang runcing dan tinggi. Lalu ada semacam masker terbuat dari alumunium. Di papan informasi dijelaskan bahwa masker ini digunakan bagi penduduk jaman dulu kala yang suka bergosip. Topeng ini berbentuk wajah dengan lidah menjulur panjang sebagai simbol masyarakat dapat menjaga tutur kata yang santun agar lidahnya tak menjulur panjang. 

    Berjalan sedikit maka anda menemukan museum granit atau Burgmodell im Granitmuseum yang dibuka hanya pada bulan April-Oktober setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 18 sore hari. Granit memang banyak digunakan untuk membangun kota ini. Bukti peninggalan granit adalah peninggalan jembatan lama yang terbuat dari batu granit. 

    Hampir selesai menyelusuri kota tua Schärding, ada sebuah jalan menyusuri tepian sungai. Di situ disediakan bangku khusus sehingga anda bisa menikmati pemandangan sungai atau mengamati angsa yang bermain di sungai. Banyak orang lalu lalang untuk berjemur, ngobrol, berjalan kaki, berlari atau membawa anjing peliharaan di sini. 

    Layaknya turis, anda bisa menyusuri sungai dengan perahu khusus yang menawarkan keindahan panorama pinggiran Jerman dan Austria. Harga tur dengan perahu tidak melebihi 30€ per orang karena ada beberapa paket yang bisa dipilih. 

    Di dalam perahu, ada pemandu wisata yang berbagi informasi dengan anda. Oh ya, anda juga bisa menikmati pemandangan sambil kaffeetrinken yakni kopi/teh dengan kue-kue yang lezat. Ada juga pilihan lain dimana anda juga menikmati masakan khas Jerman di atas perahu. Masakan Jerman dan Austria identik dan ada banyak kemiripan menurut saya. 

    Kesimpulan

    • Jika anda suka sejarah, kota ini juga layak dikunjungi bilamana anda mengunjungi Austria atau Jerman.
    • Letaknya yang berdekatan antara Jerman dan Austria, mungkin anda bisa mampir sebentar di kota ini. 
    • Kotanya tak besar dan cukup berjalan kaki setengah hari maka anda sudah menjangkau peradaban masa lalu di kota tua Schärding.
    • Harganya masih terjangkau untuk penginapan dan restoran. Anda juga tak perlu bayar tiket masuk.


    Bagaimana? Tertarik menjelajah Schärding?

    Semoga bermanfaat😁

    Schärding, Kota Baroque Bersejarah di Austria Nan Cantik (1)

    Jembatan lama bersejarah berusia ratusan tahun yang masih dipertahankan. Penghubung Jerman dan Austria.

    Benteng pertahanan. Selamat datang di Baroqoestadt, Schärding!

    Monumen sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di medan pertempuran.

    Dilambangkan dengan patung Santo Yohanes yang berkuda, sebagai penghormatan pada mereka yang gugur pada periode 1914-1918 dan 1939-1945.

    Taman Kastil ditandai patung Santo Florian.

    Pemandangan sekitar kastil.

    Di atas anda akan melihat jembatan baru yang lebih umum digunakan, dibandingkan jembatan lama.

    Replika meriam yang digunakan saat perang.

    Desain kastil yang dimaksud. 

    Arena bermain untuk anak-anak di taman kastil.

    Sumur pengaturan irigasi. Jika dipencet tombol merah, akan ada audio diperdengarkan tentang sejarah kastil.

    Konon Raja Ludwig VII pernah berada di sini.

    Castle Gate.

    Penanda Castle Gate.

    Gerbang kastil tampak muka.

    Anda bisa berfoto di sini layaknya prajurit jaman dulu abad 15.

    Saya pernah mengulas perbatasan Jerman – Austria sebelumnya yang dimulai di kota Schärding. Jika dari Niederbayern, kota ini termasuk berbatasan langsung yang ditandai dengan sungai untuk membedakan wilayah Jerman dan Austria. Karena libur pada tanggal 31 Oktober 2017 sebagai perayaan 500 tahun Reformasi Gereja maka saya dan suami berkunjung ke negara tetangga, yang kebetulan tidak libur pada tanggal tersebut.

    Baca https://liwunfamily.com/2017/07/10/menjangkau-perbatasan-jerman-austria/

    Asal nama Schärding konon berasal dari kata ‘Scardinga’ sebagai area pertanian. Tentu wilayah ini subur karena dekat dengan perairan. Hal ini pernah disebut dalam sejarah pada tahun 804. Namun sayangnya kini anda tidak lagi menemukan pertanian tetapi sebuah kota kecil bergaya baroque yang cantik.

    Jika anda datang dari Neuhaus, Jerman maka anda harus melewati jembatan dari batu granit yang masih kokoh hingga sekarang. Dulu sebelum ada wilayah Uni Eropa tentu di dekat jembatan akan ada pos pemeriksaan identitas diri sebagai area perbatasan dua negara. Kini tak ada lagi pemeriksaan, namun pemerintah Austria masih membiarkan pos perbatasan sebagai tour information. Sungguh cantik akan terlihat dari jembatan sebuah benteng pertahanan yang menyimpan sejarah saat perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Jembatan dibuat tahun 1310 dengan panjang mencapai 250 meter. Setelah berakhirnya perang dunia kedua, jembatan direkonstruksi ulang.

    Sekarang anda tiba di Schärding, dengan melihat sebuah benteng pertahanan dan kastil tua. Ada sebuah monumen Kriegsmahnmal atau War Memorial sebagai penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Tertulis di situ periode perang dunia pertama 1914-1918 dan perang dunia kedua 1939-1945. Simbolnya ditandai patung Santo Yohanes, dibuat tahun 1958. 

    Dari sini, silahkan anda naik tangga menuju Schlosspark atau Castle Park. Tentunya kelelahan menyusuri undak-undak benteng pertahanan terbayarkan untuk mengamati keindahan sungai dan wilayah Jerman yang berada di seberang sungai. Benteng pertahanan ini memang dibangun untuk memata-matai musuh. Anda juga akan menemukan replika meriam yang digunakan pada jaman perang. Taman ini dibuat bergaya baroque pada abad 17. Di tengah taman kastil ada patung Santo Florian.

    Ada taman cantik untuk mengamati keindahan dari atas. Baru-baru ini tempat ini dijadikan semacam love locked garden. Terlihat pasangan yang datang menandai dengan kunci bertuliskan nama mereka dan membuang kunci ke sungai. 

    Love locked garden.

    Selanjutnya anda akan melihat Burgbrunnen atau Castle Well yang dibuat pada tahun 1225 lalu direkonstruksi lagi tahun 1499. Di depannya ada semacam sumur yang katanya dulu dijadikan pusat pengaturan irigasi. Kastil yang tua pun sudah tak terawat lagi karena pernah terbakar. 

    Kini bangunan tersebut baru-baru ini diresmikan sebagai Event Center. Keluar dari kastil, anda akan menemukan semacam Castle Gate atau Schlosstor seperti biasa yang dijumpai dalam film-film ksatria jaman dulu. Bagian ini kini menjadi museum. Di sini pula anda akan menemukan jubah prajurit sekitar abad 15 yang menandai gerbang kastil. Anda bisa berfoto di sini gratis. 

    Kunjungan masih bersambung di artikel berikutnya😁

    31 Oktober: Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja

     

    wp-image-1520883665
    Ilustrasi. Salah satu Gereja Kristen Protestan di Austria. Di depan Gereja terpampang spanduk “Perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja.” 

    Hari ini di Jerman dijadikan hari libur bukan karena perayaan Halloween. Ini terjadi hanya pada tahun ini saja, artinya tidak setiap tahun tanggal 31 Oktober adalah hari libur. Pemerintah Jerman di setiap Bundesland, baik yang mayoritas Katolik maupun mayoritas Kristen Protestan merayakan hari ini sebagai peringatan 500 tahun Reformasi Gereja. Dan besok 1 November pun di wilayah mayoritas Katolik seperti wilayah saya akan libur sebagai perayaan Allerheiligen

    Baca https://liwunfamily.com/2017/10/22/grabgesteck-hiasan-karangan-bunga-untuk-makam/

    Bagi penduduk Jerman bisa menjadikan hari Senin kemarin sebagai HARPITNAS, ‘hari kejepit nasional’ dan memilih ambil cuti dan libur panjang sejak wiken. Begitu yang saya alami di Indonesia. Akhirnya saya pun demikian, tidak ada kelas sementara. Lalu apa yang terjadi sebenarnya 500 tahun lalu?

    Begini, anda pernah dengar nama MARTIN LUTHER yang adalah orang Jerman. Jika anda masih ingat pelajaran Sejarah di sekolah dulu, siapa itu Martin Luther? Saya masih mengingat nama ini dengan baik. 

    Martin Luther adalah seorang Profesor Teologi yang lahir di Jerman. Kala itu 500 tahun lalu, Gereja Katolik pernah mengalami masa krisis, termasuk ekonomi. Luther yang adalah ahli Teologi datang dan menolak beberapa ajaran termasuk praktik Gereja Katolik yakni jual-beli surat Indulgensi. Di saat itu Jerman memang menganut seratus persen Katolik untuk penduduknya. Hal yang saya ingat saat masih sekolah dan belajar Sejarah, Luther menolak praktik indulgensi yang dikeluarkan Gereja. Dia punya pendapat lain yang kemudian dituliskan dalam berbagai thesis.

    Martin Luther juga menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Jerman, yang semula Bahasa Latin. Puncaknya adalah pada tahun 1517, thesis Luther menyebar ke beberapa lokasi di Jerman tentang ajaran dan pendapatnya mengenai teologi. Dua minggu kemudian thesis ini menyebar ke seluruh Jerman hingga berbulan-bulan berikutnya menjangkau ke Eropa. Untuk menandainya, dia menempelkan thesis itu di pintu Gereja “All Saints Day” pada tanggal 31 Oktober 2017. Gereja ini masih berdiri hingga sekarang di wilayah Wittenberg. Sejarah baru pun dimulai dan memunculkan para pengikut Martin Luther selanjutnya, dan denominasi Gereja seperti Kristen Protestan.

    Tahun ini Pemerintah Jerman memberi penghormatan secara khusus kepada salah satu putra terhebatnya yang menandai sejarah peradaban manusia, Martin Luther. Itu sebab pada hari ini, 31 Oktober dijadikan hari libur nasional.

    Semoga bermanfaat!

    Mari Memasak Spaghetti Bolognese!

    Spaghetti Bolognese ala Anna.

    Tak perlu repot membuat sausnya, beli saja bubuk racikan yang sudah ada di supermarket.

    Setelah dari kemarin kita membahas wisata Italia dan mencicipi makanan khas di restoran mereka. Saatnya saya membuat ‘Spaghetti Bolognese.’ Sebelum ke Roma, memang saya melewati Bologna yang menjadi asal muasal nama makanan ini. Menurut penduduk Italia, spaghetti adalah makanan tradisional asal Bologna yang dengan resep daging sapi cincang beserta saus tomat menjadi ciri khas sebagai topping. Resep ini sudah ada sejak abad 18. Menariknya memang saos ini tidak dicampurkan ke dalam spaghetti melainkan terpisah di atas. Ini memang ciri khas orang Italia yang saya alami selama di sana.

    Jika anda merasakan saus Bolognese dalam sajian spaghetti, apakah anda merasakan hal yang sama seperti saya? Sepertinya bumbunya tak jauh berbeda dengan lasagna, ya ‘kan? Ternyata memang demikian adanya setelah saya lihat di food court di Italia, si koki memasukkan bumbu racikan yang sama untuk spaghetti bolognese dan lasagna. Agar tidak diklaim oleh negara lain, pemerintah Italia sudah mendaftarkan makanan ini sebagai otentik milik mereka. Di Asia terkadang resep spaghetti bolognese sudah tercampur dari adaptasi gaya kuliner Amerika atau Austrlia yang juga menjadi pendatang orang Italia pada jaman dulu kala.

    Sebelum kita memasak, saya jelaskan dulu tentang saus bolognese. Saus ini adalah racikan bawang putih dan beberapa rempah-rempah khas Italia. Resep asli saus menggunakan anggur putih sehingga rasanya dan tekstur daging setelah dicampurkan berasa berbeda. Untuk membuatnya kental dan penuh rasa, saus perlu ditambahkan tomat. Lalu sebagai penutup sajian adalah menaburi dengan parutan keju. Itu pun jika anda suka.

    Langkah selanjutnya memasak seperti di bawah ini:

    Bahan yang diperlukan:

    • 250 Gram spaghetti
    • 200 Gram daging sapi cincang
    • Air
    • 1 Bubuk spaghetti bolognese
    • Minyak secukupnya

    Langkah memasak:

    1. Masak terlebih dulu spaghetti selama 10 menit dalam air yang sudah mendidih. Agar tekstur kekenyalan spaghetti, saya suka memasukkan sedikit minyak sayur ke dalam rebusan pasta.
    2. Setelah itu angkat dan tiriskan spaghetti.
    3. Panaskan minyak sayur di wajan. Tumis daging sapi cincang hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu masukkan air secukupnya untuk saus. Kemudian tambahkan bubuk spaghetti Bolognese. Masak dengan api kecil kurang lebih 5 menit.
    4. Jika anda suka, silahkan taburi dengan irisan keju. Siap disajikan untuk porsi 2-3 orang.

    Mudah bukan? Maksud saya, tidak usahlah repot bagaimana membuat saus bolognese. Pergi ke supermarket dan dapatkan yang sudah tersedia!

    Selamat mencoba!

    Suka Sejarah? Wajib Datang ke Castle San’Angelo, Roma

    Kastil tampak depan dengan patung malaikat nan cantik di sisinya.

    Kastil tampak samping. Kastil berbentuk silinder.

    Tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk ke Palazzo Venezia selama tujuh hari sejak tiket dikeluarkan.

    Baju prajurit dan senjata jaman dulu kala.

    Patung Malaikat Agung Santo Mikael membawa pedang yang diceritakan dalam legenda di kastil ini.

    Prosesi Yesus dimakamkan setelah disalibkan. Sejarah peradaban romawi tak luput dari ajaran kekristenan.

    Sungai Tiber di depan kastil. Kastil ini dibangun di sisi kanan sungai.

    Hari terakhir di Roma, kami manfaatkan dengan berkunjung ke kastil yang terlihat megah dari kejauhan. Ceritanya usai berkunjung ke Vatikan, kami melihat kastil ini dari dalam bis. Akhirnya diputuskan berangkat ke kastil sebelum menuju ke Stasiun Roma Termini. 

    Gerbang kastil saja sudah seperti istana. Melewati jembatan, menyeberangi sungai Tiber yakni sungai ketiga terbesar di Italia. Jika anda belajar sejarah, bahwasanya peradaban manusia jaman dulu selalu dimulai di area subur dekat sungai. Nah, di sinilah peradaban romawi yang menjadi akar kebudayaan latin dimulai. Kastil ini menyimpan rangkaian sejarah kejayaan romawi berabad-abad lamanya.

    Memasuki pintu masuk, akan banyak orang menawari jasa pemandu wisata lengkap dengan alih bahasa. Usul saya, sebaiknya anda memilih alih bahasa dari layanan wisata di dalam kastil. Cukup bayar 5€ per orang, sesuaikan dengan jadwal bahasa yang tertera, sementara hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Italia saja. Per grup maksimum 15 orang maka anda akan mendapatkan kekayaan informasi dan bertanya pada pemandu bagaimana peradaban romawi jaman dulu kala.

    Malas bayar pemandu wisata? Wisata di kastil ini moderen sekali. Setelah anda bayar tiket masuk sebesar 14€ per orang maka akan anda petugas mengaktifkan aplikasi dalam hape anda. Di tiap tiket masuk ada PIN tertera. Masukkan nomor PIN sesuai arahan aplikasi. Di dalam kastil tersedia WIFI. Asyiknya setelah anda terkoneksi internet maka anda bisa mendengarkan panduan dan penjelasan tentang setiap tempat di dalam kastil. Keren kan! Rasanya Indonesia bisa mencontoh proyek ini di museum kita barangkali.

    Kastil ini disebut juga MOUSOLEUM of HADRIAN. Mengapa? Karena kastil ini awalnya diperuntukkan untuk keluarga Raja Hadrian. Di sini pula terdapat makam sang Raja. Kejadian wafatnya sang Raja Hadrian mungkin antara tahun 134 dan 139 sebelum masehi. Cocok ya, jika ingin belajar sejarah dengan datang ke sini karena sudah ada sebelum masehi.

    Dulunya nih kastil ini jadi bangunan tertinggi di seluruh kota Roma. Wow! Bahkan untuk bisa melihat keindahan kota Roma dengan arsitekturnya yang megah dan tertata rapi sejak jaman dulu kala, anda wajib melihat di lantai teratas kastil. Di lantai atas ini anda bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus Vatikan, yang berada di seberang kastil. Konon pernah tinggal juga Paus di dalam kastil ini. Tak hanya dijadikan tempat tinggal Raja, makam Raja dan tempat sementara bagi Sri Paus, katanya nih di sini pernah dijadikan lokasi penjara bagi tahanan politik. Hmm, tiap lokasi dari kastil ini semuanya ada unsur sejarah. Rasanya anda tak akan cukup berkeliling hanya beberapa jam saja.

    Bangunan ini berbentuk silinder dengan taman di lantai teratas. Bayangkan jaman sebelum masehi mereka sudah memikirkan arsitektur yang luar biasa seperti ini. Sangking kokohnya kastil ini, anda akan melihat bahwa tempat ini pernah dijadikan benteng pertahanan. Di sini pula anda akan melihat perlengkapan senjata aneka rupa dari jaman ke jaman. Ini seperti film Robin Hood deh! Tak hanya senjata, ada berbagai peninggalan seperti baju tentara jaman dulu dan pernak-pernik kerajaan.

    Sebuah legenda dikatakan bangsa romawi pernah tidak mempercayai Tuhan, lalu masyarakatnya kembali memeluk berhala. Akhirnya terjadi wabah penyakit di kota Roma. Ada yang melihat Malaikat Agung St. Mikael melindungi kota Roma dengan membawa pedang di tangan dan wabah pun berhenti. Simbol malaikat membawa pedang dapat anda lihat di lantai teratas untuk mengenang peristiwa tersebut. Ada patung malaikat membawa pedang di puncak kastil. Di sisi jembatan masuk kastil juga anda melihat patung-patung malaikat yang cantik.

    Di kastil ini anda belajar bagaimana kekaisaran romawi pernah ada dengan berbagai lambang kebesarannya seperti bendera dan peninggalan kejayaannya. Munculnya kekristenen di Roma, membuat kastil ini tak luput dari budaya kekristenan seperti benda seni lainnya yang mencerminkan kisah sengsara Yesus atau lukisan yang indah seperti perjamuan terakhir Yesus beserta muridNya.

    Untuk toilet tersedia di lantai bawah setelah loket beli tiket dan lantai paling atas dekat toko sovenir. Anda juga bisa menyantap masakan khas Italia dengan suasana romantis pemandangan kota Roma. Begitu luasnya kastil ini, anda perlu memakai alas kaki yang super nyaman. Meski bangunannya tampak seperti labirin, jangan khawatir tersesat karena selalu ada petugas untuk memantau turis.

    Apakah anda suka sejarah? Saya rekomendasikan anda untuk datang ke sini.

    Video singkat 23 detik tentang Roma dari lantai teratas kastil meski tak sempurna penampakannya😁