Begini Tradisi Hari Pertama Sekolah di Jerman

Lain negara lain kebiasaan dalam menyambut tahun ajaran baru. Beberapa waktu lalu pertengahan di bulan Juli, saya mengamati kesibukan teman-teman di Jakarta yang sudah punya anak usia sekolah. Mereka sibuk menyiapkan mulai dari pendaftaran sekolah hingga membeli keperluan sekolah. Pada akhirnya di hari pertama sekolah, mereka juga meluangkan waktu untuk menemani anak di hari pertama di sekolah. Itu di Jakarta.

Nah, bagaimana di Jerman?

Pengamatan saya di sini pun demikian. Beberapa kenalan para ibu-ibu yang punya anak usia sekolah pun sibuk mengurus keperluan perlengkapan sekolah. Bedanya, anak-anak bersekolah di sini tidak diwajibkan pakai seragam sekolah. Hanya saja, berbagai keperluan sekolah tentu ingin yang terbaik untuk buah hati mereka.

Di musim panas ini, toko dan supermarket juga dipenuhi pernak-pernik keperluan dan kebutuan sekolah. Kebutuhan sekolah tidak hanya disediakan di toko buku saja tetapi terkadang supermarket menyediakan promo khusus yang menarik pembeli. Ini termasuk perlengkapan dan kebutuan sekolah.

Tunggu!

Ada lagi yang berbeda, supermarket menyediakan schultüten. Bentuknya seperti yang anda lihat, terbuat dari material kertas berwarna-warni dan berbentuk kerucut. Semula saya pikir ini adalah topi yang akan dikenakan anak pada hari pertama di sekolah. Ternyata tidak.

Saya pun langsung bertanya pada suami, orang Jerman langsung yang pernah mengalami hari pertama di sekolah. Dia tertawa mengingat masa usia sekolah yang sudah lampau dilewatinya. Menurutnya, dia mendapatkan schultüte dipenuhi berbagai manisan yang diisikan di dalam tas kerucut tersebut. Jadi ini bukan topi, melainkan ‘tas sekolah’ istimewa di awal tahun ajaran baru di sekolah.

Bagaimana tradisi tersebut terjadi?

Warga Jerman memang mewajibkan anak untuk bersekolah dan mengenal pendidikan. Sekolah semacam sarana anak untuk mengenal kehidupan lebih baik lagi, tidak hanya sekedar bermain saja. Itu sebab orangtua dan keluarga dari anak yang bersekolah perlu mendukung anak bersekolah.

Bahkan saya sempat mendengar tradisi lampau, bahwa nenek, kakek, paman dan bibinya pun turut serta merayakan seorang anak yang sudah memasuki usia sekolah. Perayaan ini ingin mengingatkan kepada anak bahwa sekolah itu penting.

Simbol dukungan keluarga pada anak yang bersekolah, salah satunya adalah schultüte. Di ‘tas sekolah ajaib’ tersebut, anak dapat menemukan ‘keajaiban‘ yang dibawakan keluarga untuk mereka. Ada roti manis, gula-gula, cokelat, permen dan sesuatu yang manis yang dimasukkan dalam schultüte. Harapannya, sesuatu yang manis ini akan membangkitkan minat anak untuk bersekolah.

Pendapat lain, hari pertama di sekolah biasanya begitu menakutkan dan pengalaman yang tak menyenangkan bagi seorang anak. Dengan mendapatkan sesuatu yang ‘manis dan mengejutkan’ yang terbungkus dalam schultüte di awal hari pertama bersekolah maka anak akan mengenang pengalaman manisnya bersekolah.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Museumsdorf Bayerischer Wald: Sekolah, Penjara dan Anak-anak di Masa Lalu (3)

Melanjutkan kunjungan saya ke museum tentang kehidupan masyarakat Bavaria, Jerman sekitar abad 16 hingga abad 20 di masa lalu, berikut lanjutannya. Untuk cerita sebelumnya dapat ditemukan dalam link berikut

Anak-anak

Spielhäuschen tampak depan.

Anak-anak mendapatkan perhatian di Jerman. Anak usia sekolah wajib bersekolah, tidak boleh seorang anak bekerja. Sebegitu perhatiannya di sini soal hak anak untuk bermain, sampai-sampai area publik seperti ruang tunggu di kantor, rumah sakit, toko pakaian, klinik, bank atau lainnya maka tersedia area bermain untuk anak. Tentang hal ini, bisa baca ulasan saya di link ini. Nah di museum ini diperlihatkan bahwa sudah ada spielhäuschen yakni arena bermain anak di masa lalu.

Kereta bayi dari masa ke masa.
Salah satu kereta bayi yang ditemukan pada abad 19.

Tak hanya itu saja, saya melihat area transportasi umum ramah terhadap orangtua yang membawa kereta bayi. Di bis umum, selalu ada area ini dan mendapatkan perhatian khusus. Lalu juga area parkir tampak orangtua dengan kereta bayi pun turut mendapatkan perhatian di sini. Berkenaan dengan kereta bayi, di museum ini diperlihatkan dari masa ke masa tentang perubahan kereta bayi. Menurut literatur dikatakan kereta bayi telah ada sejak abad 12. Perlahan dikenal juga di Jerman dan dipergunakan orangtua di sini sekitar abad 19. Museum ini lengkap memperlihatkan tentang bentuk kereta bayi yang disimpan dengan baik di sini.

Sekolah

Di bangunan ini pernah menjadi sekolah dasar, penjara sosial dan kantor pemerintahan.

Untuk mengambil gambaran seperti apa sekolah pada masa lalu, museum ini menempatkan das schulhaus yang pernah ada di salah satu kota di Bavaria. Sekolah ini semacam sekolah dasar untuk anak-anak, yang dibangun pada tahun 1666-1667. Tentu gedungnya sederhana sekali pada masa itu, masih berdinding balok kayu dan bertingkat.

Di papan informasi di museum tertulis bahwa bangunan itu pernah menjadi sekolah pada tahun 1670 – 1780. Ada beberapa ruang kelas di situ. Simulasi di salah satu kelas dijelaskan bahwa satu kelas terdiri atas bangku kayu, meja kayu, papan tulis hitam, kapur dan penghapus papan serta beberapa buku pengetahuan dan alat bantu belajar. Dalam kelas juga ada papan mengenal huruf dasar.

Papan informasi menjelaskan contoh ruangan kelas yang berlangsung selama 110 tahun, sekolah di masa lalu.
Contoh ijazah sekolah tahun 1853.

Hal menarik adalah saya mendapati bagaimana di masa lalu sudah terdapat laporan capaian siswa. Tidak dijelaskan apakah ini per semester, per tahun atau lamanya tahun. Ijazah sekolah disebut dalam bahasa Jerman “Schulzeugnis” dari seorang siswa yang pernah bersekolah di abad 19. Ada beberapa subjek mata pelajaran yang tertulis dengan tulisan tangan halus yang sudah tidak bisa terbaca oleh saya. Hanya saja penilaian dari angka 1 hingga 5. Angka 1 berarti sangat baik hingga angka 5 yang berarti sangat kurang baik. Itu asumsi saya membacanya ijazah tersebut.

Anak-anak di sini diwajibkan untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan. Orangtua harus mengupayakan anak agar mendapatkan pendidikan dan kebutuhan yang layak. Bahkan pemerintah pun tak segan memberikan bantuan material hingga non material yang memfasilitasi anak agar mendapatkan perhatian yang layak. Itu sebab di sini semua orang sudah bisa memiliki kemampuan dasar yakni membaca, menulis dan berhitung. Bayangkan bahwa tahun 1600-an di salah satu kota kecil di Bavaria, Jerman sudah dibangun sekolah dasar.

Penjara

Pojok adalah contoh masker yang dikenakan pada patung sebagai contoh hukuman. Kiri adalah papan informasi.
Contoh masker yang dikenakan pada orang yang bersalah.

Selanjutnya adalah penjara atau tempat untuk menahan orang-orang yang dianggap bersalah. Mengapa saya membahas penjara? Rupanya bangunan sekolah yang saya bahas di atas, berakhir sebagai sekolah pada tahun 1780. Di bangunan yang besar ini pula berdampingan penjara yang berlaku sekitar abad 17. Bahkan tak hanya sekolah dan penjara saja, ada Rathaus juga yang dikelola dalam bangunan yang sama. Rathaus semacam kantor urusan pemerintah.

Penjara yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang bersalah dan melanggar norma sosial dan menyangkut moral misalnya mencuri, menggunjingkan orang atau menguping. Hukumannya pun lebih pada penahanan selama satu atau sekian hari yang memberi dampak jera pada orang tersebut.

Masih ingat tentang kunjungan saya ke Schärding, Austria? Di situ saya mendapati masker atau topeng yang dipasang di wajah, sebagai hukuman bila bersalah. Di sini diperlihatkan bagaimana wajah orang yang bersalah juga mengenakan topeng seperti itu. Dikatakan mereka yang suka menggunjingkan orang maka mendapatkan masker berlidah panjang. Mereka yang bersalah dan menguping maka mendapatkan masker bertelinga besar. Atau mereka yang mencuri tangannya dipasung dengan palang kayu.

Jangan tanya siapa yang menjatuhkan hukuman tersebut! Atau bagaimana mereka yang bersalah sampai mendapatkan sanksi dan hukuman itu. Di sini tidak dijelaskan.

Masih ada satu topik lagi yang akan dibahas selanjutnya.

Einen brauchst Du: Puisi Bahasa Jerman (5)

Indahnya musim gugur.

Bagunan yang dimaksud di pinggiran Jerman-Austria.

Sepertinya sedang direnovasi karena bangunan baru tampak dibangun di depannya.

Sebenarnya bukan tentang bangunan yang diceritakan tetapi puisi yang indah yang saya temukan di sini.

Musim gugur tiba. Warna sekitar menjadi berwarna dan terlihat cantik sekali. Betapa hebat keagungan Tuhan melalui aneka warna yang indah ini. Bahwa hidup ini indah jika ada banyak warna yang kita lihat. Kita membutuhkannya agar hidup tidak membosankan.

Tak jauh dari situ, saya menemukan sebuah sekolah Realschule yang tampak sedang direnovasi di pinggiran perbatasan Jerman-Austria. Tampak bangunan yang sudah lama namun masih indah terlihat. Anda tahu bahwa keindahan itu sejatinya bukan soal bagaimana melihat dengan mata tetapi mengalami dengan hati. Ya, saya menemukan sesuatu yang indah terpampang di sini. Sebuah puisi berbahasa Jerman yang maknanya luar biasa dalam, jika anda bisa berbahasa Jerman tentunya.

Berikut kutipan puisi tersebut:

 

Einen brauchst Du

Auf dieser Welt,

der mit Dir weint und lacht,

einen, der unbeirrt  zu Dir hält,

der Deine Probleme zu seinen macht.

 

Einen brauchst Du

Einen, der Dich in die Arme nimmt,

wenn eine Hoffnung zerbricht,

einen, der Deine Saiten stimmt.

Einen brauchst Du als Licht.

Di situ tertulis oleh Emmy Grund.

Saya mau menerjemahkannya cuma rasanya puisi ini lebih indah untuk dimengerti saja. Bahwa dalam hidup, kita tidak bisa hidup seorang diri. Kita membutuhkan seseorang, entah itu pacar, kekasih, suami/isteri, sahabat, ibu/ayah, kakak/adik, atau siapa pun yang tepat untuk menggambarkannya menurut anda sesuai puisi di bawah ini. Saya maksudkan puisi tersebut dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

Siapa yang kamu butuhkan di dunia ini?

Seseorang yang selalu menemani kala menangis dan tertawa.

Seseorang yang selalu mendukungmu.

Seseorang yang menjadikan masalahmu adalah masalah bersama.

Ya, kamu membutuhkan seseorang.

Seseorang yang siap memelukmu.

Seseorang yang ada saat harapan itu hilang.

Seseorang ibarat sebuah gitar yang harus menguatkan senarnya agar suara terdengar merdu.

Seseorang ibarat sebuah cahaya yang menuntunmu dalam kegelapan.

Romantis ya?

 Selamat berhari Minggu! ❤ Jadikan ini sebagai hari dengan orang yang anda kasihi!