Begini Nama Kesayangan Orang Slowakia

Ilustration.

Lain budaya, lain kebiasaan. Saya punya banyak teman dari berbagai negara di sini. Kami suka berdiskusi dan tukar pengalaman satu sama lain. Kali ini saya ingin bercerita soal kebiasaan teman saya asal Slowakia yang menurut saya menarik untuk dibagikan kepada anda. Dia kerap memanggil seseorang yang dia kenal cukup dekat sebagai teman, yang berbeda dengan pada nama resmi panggilannya.

Saya penasaran sewaktu saya mendengar teman saya asal Slowakia ini memanggil teman lain yang bernama Agnes. Teman saya asal Slowakia ini menyebut teman saya yang bernama Agnes ini dengan “Agneska” padahal setelah saya telusuri nama sebenarnya adalah Agnes. Di sini ada tambahan “ka” pada nama panggilan seseorang. Begitu pun teman saya asal Slowakia ini sendiri, dia punya nama panggilan Martina. Saya sering mendengar dia disebut “Martinka” oleh beberapa kolega lain yang cukup dekat dengannya. Begitulah!

Semakin penasaran, semakin membuat saya bertanya kepada Martina. Dia yang ramah pun menjelaskan kepada saya asal muasal nama kesayangan yang disematkan kepada beberapa orang yang menurut dia cukup dekat.

Mengapa dia memanggil nama sedikit berbeda dari seharusnya hanya untuk beberapa orang saja?

Nama adalah sebuah panggilan. Mengubah nama panggilan seseorang belum tentu mudah diterima oleh yang bersangkutan sendiri yang berasal dari lain budaya dan lain negara. Itu sebab Martina, teman asal Slowakia ini menyebutnya sebagai nama kesayangan. Nama panggilan dari orang-orang Eropa Timur umumnya adalah nama santo-santa yang dipakai sebagai nama babtis. Itu sebab mereka juga masih merayakan “Die schönsten Heiligennamen” yakni nama-nama yang dirayakan sesuai perayaan orang kudus. Misal, nama saya Anna maka nama saya dirayakan setiap tanggal 26 Juni. Lalu orang-orang sekitar yang masih merayakan tradisi itu memberi ucapan kepada saya dan semua orang yang bernama Anna saat itu.

Kembali ke soal nama kesayangan yang disematkan oleh orang-orang Slowakia. Di Slowakia sendiri, tiap orang punya nama panggilan dan nama keluarga. Untuk nama kesayangan yang disematkan itu hanya untuk penyebutan saja dan tidak resmi diberlakukan. Misal, teman saya bernama, “Martina” maka nama untuk penulisan dan resmi yang digunakan tetap “Martina”. Karena Martina adalah seorang perempuan maka ada sufiks penambahan “ka” menjadi “Martinka” dan “Agnes” menjadi “Agneska”. Perubahan nama itu bergantung pada gender dari orang yang bersangkutan sehingga terdengar maskulin dan feminin.

Anda mungkin bertanya, bagaimana jika orang Slowakia memanggil nama mereka yang pria?

Seorang pria dengan nama “Andrej” misalnya maka dipanggil menjadi “Andrejko“. Kini anda pasti paham bahwa ada sufiks tambahan “ko” yang cukup menarik terdengarnya. Sufiks penambahan nama “ka” dan “ko” disematkan sebagai nama kesayangan.

Ini baru nama panggilan, belum kita berbicara nama keluarga. Karena nama keluarga pun mengalami perubahan sesuai genus atau jenis kelamin dari kata tersebut, apakah feminim atau maskulin. Sementara bagi kita di Indonesia, tiap kata tidak memiliki genus. Tambahan lain untuk nama keluarga di Slowakia, bila ada nama keluarga memiliki kata sifat misalnya akhiran -y maka diganti menjadi -a.

Ini tidak berlaku bagi kita yang perlu membuat bubur merah putih untuk mengganti nama. Begitulah tradisi dari orang-orang Slowakia berdasarkan perbincangan saya dengan teman di sini.

Anda pasti penasaran, apa nama kesayangan yang diberikan Martina pada saya ‘kan?

Bratislava, Slowakia (7): 7 Tempat Berswafoto yang Dijamin Kekinian

Membahas Bratislava memang tak ada habisnya. Pasalnya ibukota yang dihimpit dua negara besar ini, ternyata punya pesona kekinian. Menurut saya, pesona ini digambarkan dengan berbagai spot yang bisa dijadikan tempat berswafoto. Bukankah itu trend yang sedang digemari saat ini? Pastinya, anda akan menyimak ulasan saya berikut dimana ada tempat berbayar, namun ada pula yang gratis.

Di Bratislava, anda puas menikmati sesi berfoto karena ada banyak tempat bisa dijadikan spot foto. Misalnya patung paparazi yang keren atau patung napoleon soldat yang juga asyik dijadikan tempat berfoto. Dua patung tersebut tidak saya masukkan karena saya tidak sempat berkunjung. Jadi ada tujuh tempat menurut hasil kunjungan saya di Bratislava.

Apa saja?

1. Man at Work

Menurut anda, apa yang sedang dilakukan pria dalam patung ini?
Patung ini populer dijadikan tempat berfoto di kota tua Bratislava.

Tak usah kaget bila anda menemukan muka orang yang muncul dari lubang saluran air di jalan raya. Pasalnya ini adalah patung muka pria tersenyum dan mengenakan topi. Tempat ini adalah spot yang paling banyak difoto orang, entah itu turis atau penduduk lokal sekalipun. Letaknya yang strategis di sudut jalan, di area kota tua menyebabkan tempat ini selalu ramai dan tak pernah sepi untuk dikunjungi. Harap anda berhati-hati untuk menemukannya karena patung pekerja yang memunculkan wajah tersenyum ini memang tidak tinggi. Ini gratis!

Dalam bahasa lokal, patung ini disebut “cumil” atau mata-mata. Karena patung ini digambarkan sedang bekerja, namun ia digambarkan dengan wajah yang jahil. Itu sebab ada yang berpendapat, pria di patung hendak mengintip rok perempuan yang lewat di situ. Di sisi lain, patung ini digambarkan sebagai orang yang sedikit bekerja dan hanya senang menonton.

Dibalik kehebohan patung ini, pastinya tiap hari orang selalu penuh berfoto dan memegang kepala patung. Mungkin karena patung tidak tinggi dan mampu menjangkau hingga kepala patung yang bertopi tentara. Di sisi lain, jika ada yang memegang kepalanya dan menyebutkan impiannya maka ia berhasil mendapatkannya tanpa diberitahukan pada orang lain. Begitulah, mitos!

2. Gereja Biru

Tempat yang paling banyak diabadikan berikutnya adalah gereja biru, yang pernah saya ulas di link ini. Gereja ini dipersembahkan untuk Putri Elizabeth dari Hungaria (1207-1231) yang pernah tinggal di Kastil Bratislava. Gereja biru ini baru dibangun sekitar tahun 1900-an dan letaknya berdekatan dengan sekolah katolik. Bentuknya unik seperti puri dan berwarna biru keseluruhan membuat citra instragamble.

Ini gratis dan anda bisa datang berjalan kaki langsung sekitar 15 hingga 20 menit dari pusat kota. Pastikan kamera anda untuk mengabadikannya. Meski saya pun tak yakin bisa masuk ke dalam gereja, kita bisa mendokumentasikannya dari luar saja.

3. UFO

Jika merujuk pada kata UFO, bangunan ini terkesan piring terbang karena bangunan tampak kejauhan seperti melayang. Berada di pinggir sungai danube, bangunan yang digemari untuk berfoto pasalnya di sini anda bisa menyaksikan panorama kota Bratislava dari puncak UFO. Semakin romantis bila anda datang di malam hari karena kota ini dihiasi kerlap kerlip lampu. Anda juga bisa candle light dinner di kafe di sini. Tak ingin pergi ke kafe, anda juga bisa puas menggantungkan gembok cinta di puncak UFO.

Untuk menjangkau ke sini, anda perlu merogoh uang sebagai tiket masuk dan lift untuk menjangkau ke atas. Lebih lanjut, silahkan cek ulasan saya di sini!

4. Icebar

Pilihan berswafoto selanjutnya ada di Icebar. Bagi anda yang belum pernah pergi ke bar, bisa jadi terdengar aneh. Sebenarnya ini bukan bar biasa melainkan astmofer yang ditawarkannya yang asyik untuk berfoto. Ya, suasana seperti di kutub utara. Anda akan memasuki suasana yang super minus dengan dekorasi batu es yang tentu jadi obyek foto.

Di mana ada aneka balok es yang dibentuk berbagai rupa. Anda bisa berpose dengan aneka model es yang diinginkan. Tak usah khawatir soal jaket, tiket masuk sudah termasuk sewa jaket dan minuman kok. Begitu dinginnya, saya pun tak bisa lagi mengabadikan foto di dalam. Seru ya!

5. Guard’s Booth

Dalam bahasa lokal, ini disebut Strazns Budka. Patung ini digambarkan sebagai prajurit yang selalu siap siaga seperti prajurit penjaga pos. Tentu saja anda bisa berfoto secara gratis di sini. Patung ini masih berlokasi di kota tua dan masih mengandung nilai historis.

6. Patung Schöne Naci

Selanjutnya, tempat swafoto gratis yang bisa anda lakukan adalah berfoto di dekat patung schöne naci yang selalu ramah. Ia digambarkan sebagai patung yang ceria dan lucu. Konon dia adalah cucu seorang pebadut terkenal.

Patung yang mengenakan baju tuksedo memang baru dibuat sekitar tahun 1990an namun patung ini disukai para wanita karena wajah patung yang ramah dan memberikan penghormatan lewat topinya yang diangkat.

7. Hviezdoslavovo

Di depan Slovak National Museum terdapat patung besar seperti pria yang berpakaian elegan dan duduk. Di lapangan terbuka itu saya mengamati pasar rakyat, panggung hiburan dan beberapa kafe. Banyak orang senang berfoto di dekat taman di situ, apalagi jika ada perhelatan istimewa semisal saat kami datang menjelang tahun baru. Di area ini pernah menjadi perhelatan pidato Presiden USA tahun 2005 yang sedang berkunjung ke Slowakia, yang saat itu dihadiri jug oleh Presiden Rusia.

Ada banyak spot berfoto di sini. Lebih menarik lagi jika anda menikmati street foods yang sedang dijual atau menikmati secangkir kopi di kafe sekitar sini. Ide menarik untuk berfoto ‘kan.

Hmm, tertarik berfoto di tujuh tempat di atas?

Bratislava, Slowakia (6): Romantisnya Suasana di UFO Buat Penasaran

Panorama dari puncak UFO, jembatan yang melalui sungai danube.
Sudut lain panorama dari puncak UFO.
Kastil Bratislava tampak kejauhan dari puncak UFO.
UFO dari kejauhan diambil dari Kastil Bratislava.
UFO tampak dari promenade sungai danube di siang hari.

Jika kita mendengar kata “UFO” maka apa yang terbayang dalam benak anda? Mungkin sesuatu yang dikaitkan dengan benda luar angkasa atau makhluk asing lainnya. Namun UFO yang satu ini berbeda karena berlokasi di Bratislava, Slowakia. Bangunan menjulang ke atas langit dan mencolok di antara bangunan bertingkat lainnya di Bratislava. Jika sampai di dalam UFO sendiri, tentu ada panorama yang indah yang bisa anda dapatkan.

UFO memang sengaja dibangun pemerintah kota Bratislava mengingat kota ini terus bertumbuh sebagai kota industri dan moderen meski baru menjadi ibukota negara. Saya kagum juga pada penggagas UFO karena kini ini menjadi destinasi wisata yang menjanjikan bagi turis. Bayangkan destinasi wisata UFO menawarkan dua program siang dan malam. Dua program ini sama-sama menarik.

Setiba di bawah UFO, kita bisa parkir dan menikmati panorama sungai danube. Lalu ada pos tiket yang menawarkan program kunjungan dari jam 10.00 hingga 23.00 yang terbagi jadi program siang dan malam hari. Kami memilih program malam hari. Pengunjung harus dalam antrian baik membeli tiket maupun naik lift menuju ke puncak UFO. Dalam grup kecil, tanpa ada pemandu kita akan langsung menuju ke puncak UFO karena memang tidak banyak tombol pilihan seperti umumnya lift lainnya. Lift pun hanya cukup beberapa orang dengan kapasitas tertentu. Itu sebab butuh antrian karena lift hanya satu untuk menuju ke puncak dan kembali dari puncak.

Setiba di puncak setinggi 95 meter, ada petugas yang mengarahkan untuk masuk ke pintu tertentu menyaksikan panorama atau langsung menuju ke restoran/bar. Untuk menyaksikan panorama dari atas, anda bisa melihat kerlap-kerlip suasana romantis kota Bratislava dari atas yang dibelah sungai danube. Indah!

Gembok Cinta di puncak UFO.
Suasana dalam restoran di UFO.
Romantis ‘kan!
Suka, teh dipajang menarik seperti ini.
Ini pesanan kami.
Lift di UFO.

Romantisme di puncak UFO ditambah dengan banyaknya pengunjung menambahkan gembok cinta di sisi pagar bermotif love. Pasangan muda-mudi yang datang memang sengaja menautkan gembok di situ dan membuang kuncinya ke laut sebagai tanda ikatan kasih. Kian hari jumlah gembok pun bertambah dan mewarnai sisi romantis puncak UFO. Tak lengkap pula bila berada di atas dan tak berfoto, berfoto menjadi keharusan bagi mereka yang datang ke sini.

Usai menikmati panorama UFO, pengunjung bisa langsung turun kembali dengan lift yang sama. Jika tidak, pengunjung bisa menikmati suasana romantis di restoran dan bar yang disediakan. Lagi-lagi anda perlu bertanya dulu apakah masih ada tempat yang kosong, bila tidak melakukan reservasi sebelumnya?

Nongkrong di restoran di UFO adalah ide romantis selanjutnya. Lampu nuansa biru ditambah panorama kaca pemandangan kota Bratislava menambah keintiman suasana. Anda bisa pesan segelas cappucino atau minuman apa pun tersedia di sini. Saya suka cara mereka mengemas teh, terlihat menarik. Sofa yang nyaman serasa kafe, restoran yang eksklusif atau bar yang atraktif untuk kawula muda pun ada. Silahkan dipilih sesuai selera anda!

Saya dan suami memilih kafe dan memesan minuman hangat. Menikmati panorama dari kaca dan mengamati puluhan orang yang berada di situ. Hal yang membuat betah lainnya adalah tersedianya internet secara gratis bagi pengunjung. Asyik ‘kan!

Terbayar sudah rasa penasaran saya terhadap UFO yang menjulang di kota ini. Bahwa suasana di malam hari di UFO lebih romantis itu benar. Bahkan anda bisa membuktikan sisi romantis dengan membawa gembok cinta dan mengkaitkannya di sini. Candle light dinner juga pilihan romantis lainnya di kafe UFO ini.

Tertarik berkunjung?

Bratislava, Slowakia (5): Grilled Ribs, Schnitzel dan Pressack yang Jadi Selera Lokal

Grilled ribs, terdiri atas 450 gram iga panggang, salad dan dua macam saus.

Tak lengkap rasanya jika traveling tanpa berhenti di restoran selera lokal. Itu yang jadi pemikiran kami begitu tiba di hotel berbintang empat yang menjadi tujuan liburan selama di Bratislava. Letak hotel ini memang jauh dari pusat wisata namun dekat dengan pusat industri dan perkantoran. Mengingat harga hotel yang cukup terjangkau dan kami bawa kendaraan pribadi maka kami putuskan tinggal di hotel yang berada sejauh tiga puluh menit dari alun-alun kota.

Kami pun cari tahu lokasi kuliner yang mudah dijangkau saat membaca reviu hotel. Beberapa orang yang pernah menginap di hotel, tempat kami menginap, berpendapat ada restoran mewah yang selalu ramai karena citarasa makanannya yang memang lezat. Ternyata benar, restoran ini tak pernah sepi dan selalu ramai didatangi tamu.

Restoran ini bergaya seperti restoran tradisional Bavaria. Meja dan bangku restoran terbuat dari kayu jati yang kokoh. Interior bangunan didominasi dengan unsur kayu. Sebagian orang senang ngobrol sambil minum bir. Sebagian lagi seperti kami yang datang mencicipi kuliner malam.

1. Grilled Ribs

Hmmm, iga panggang yang lezat!

Saya lihat daftar menu restoran ternyata harganya tak merobek kantong. Saya pun langsung memilih menu grilled ribs yang jadi pilihan istimewa restoran itu. Saat memesan, saya tidak memperhatikan bahwa porsi iga seberat 450 gram. Jelas ini besar buat saya, bahkan saya tidak menghabiskan satu iga panggang lainnya. Si pramusaji pun membungkusnya untuk saya bawa pulang.

Iga panggang diletakkan dalam wadah kayu, yang terdiri atas salad sayuran rasa menyegarkan, dua potong iga panggang dan dua macam saus yang beda rasa. Iga panggangnya benar-benar empuk dan bumbunya pun tak begitu menyengat, kaya rempah. Ada rasa thymian, rosemarin dan sedikit madu sepertinya sebagai olesan di daging iga. Enak sekali!

2. Schnitzel

Makanan kedua ini pasti dipesan oleh suami saya, yang tidak suka mencoba kuliner yang tidak dikenalinya. Schnitzel adalah makanan meriah berasal dari Jerman, terbuat dari daging yang dipipihkan dan diberi tepung. Pengaruh kehadiran migrasi orang Jerman jaman dulu ternyata memberi pengaruh kuliner pada selera lokal Slowakia. Contohnya adalah schnitzel dan gaya restoran, tempat kami makan.

Schnitzel dibuat dengan daging dan olesan tepung roti. Ada tambahan kentang yang dipotong dadu, bukan pommes, kentang goreng ala Jerman. Selanjutnya ada salad sayuran di pinggir piring. Porsinya cukup besar. Menariknya, schnitzel ini diberi taburan keju parmesan di atas daging. Hmmm, tidak pernah bertemu schnitzel demikian.

3. Pressack

Sosis, saus asam di tengah dan irisan bawang bombay.

Kuliner terakhir adalah sejenis sosis dengan saus asam. Kuliner ini dipesan oleh suami sementara saya memesan kentang goreng saja. Saus seperti ini juga biasa dijumpai di wilayah tempat tinggal kami. Ini membuktikan bahwa kuliner lokal juga mendapatkan pengaruh dari kehadiran orang Jerman di masa lalu.

Sosis ini sulit saya jelaskan karena ada ragam jenis sosis di Eropa. Sebagai makanan dingin, sosis ini sebelumnya dibekukan terlebih dulu untuk dicetak dalam wadah. Untuk menikmatinya, ada saus asam dan bawang bombay yang diberi garam sedikit.

Kira-kira kuliner mana yang mungkin anda coba di Bratislava?

Slowakia (4): Latte Machiato, F.X Messerschmidt dan Kafe di Sudut Bratislava

Tiba di Bratislava, kami pun segera memarkirkan mobil di pusat kota. Bratislava itu dulu disebut kota Pozsony, yang banyak dihuni orang Jerman. Apalagi jarak kota yang diapit dua negara menyebabkan kota ini tumbuh pesat dan bergaya metropolis. Catatan tahun 2017, Bratislava menempati urutan ketiga kota di wilayah Uni Eropa yang punya indeks GDP tertinggi setelah Hamburg dan Luxembourg city.

Kami berkunjung ke salah satu kafe. Kafe ini rupanya didekasikan untuk seorang perupa kenamaan yang bernama F.X Messerschmidt. Dia adalah pria kelahiran Bavaria yang telah menghasilkan banyak karya seni yang mendunia. Masa tua hingga wafatnya, Messerschmidt memilih di Bratislava. Karyanya yang memukau dunia adalah tentang “the Character heads” dan sebagian dipamerkan di USA dan Italia. Karya aslinya masih disimpan di Bratislava galery.

Messerschmidt hidup di era abad 18. Dia sendiri pernah mengambil bagian dari perhelatan pemilihan Ratu Maria Theresia dari Hungaria. Tujuh tahun sebelum wafat, dia memilih tinggal di Bratislava bersama saudara laki-lakinya. Sebelum pecah perang dunia kedua, tiga karya Messerschmidt masih tersimpan di Bratislava. Hingga terjadi rezim komunis di Bratislava, karya Messerschmidt berpindah tangan.

Sambil duduk mengamati karya Messerschmidt, pramusaji datang menawarkan apa yang hendak dipesan. Saya pesan latte machiato yang benar-benar enak. Bertambah nikmat, saya pun memesan kue cokelat yang sudah pernah saya bahas sebelumnya.

Mungkin jika saya tak berhenti di kafe ini, saya tidak akan pernah tahu tokoh seni ternama ini. F.X Messerschmidt adalah tokoh perupa yang banyak menghasilkan karya emas tentang karakter emosi manusia.

Kota Bratislava tampak instragamble. Banyak spot cantik untuk berfoto, termasuk di kafe ini.

Kofola, Kopi Dalam Minuman Bersoda di Slowakia: Bratislava (3)

Anda pasti penasaran jika saya cerita bahwa ada minuman kopi bersoda. Pasalnya, saya yang juga peminum kopi mendapati taste yang berbeda sebagai pengalaman menarik saat traveling. Ya, namanya kofola. Anda hanya bisa mendapatkan minuman ini di Ceko dan Slowakia. Dulu memang kedua negara ini bersatu, sekarang menjadi dua negara bertetangga.

Di suatu siang menjelang waktu makan, saya mencolek suami, memberi tanda untuk berhenti di restoran di pusat kota Bratislava. Dia pun setuju. Kami bermaksud berhenti di salah satu restoran. Mengingat kota tua Bratislava menjadi destinasi utama turis maka begitu banyak restoran yang bisa dipilih. Restoran selera lokal hingga internasional tersedia di sini. Kami pun sepakat berhenti pada restoran yang mengklaim restoran tradisional yang menyediakan menu lokal. Tentang rekomendasi restoran ini menyusul dituliskan.

Restoran begitu penuh. Mungkin karena udara di luar yang begitu dingin atau waktu makan siang memang sedang berjalan. Beruntungnya ada tamu yang duduk di jendela sudah selesai, mereka mempersilahkan kami untuk duduk. Kami pun segera mengecek menu yang tertera di buku menu.

Hal pertama yang ditanyakan pramusaji adalah minuman yang dipesan. Saya yang mendapat giliran pertanyaan mendadak bingung, apa yang akan menjadi minuman saya? Sementara suami memilih minuman soft drinks yang sudah umum. Saya pun berdialog dengan pramusaji dalam bahasa Inggris.

“Saya mau minuman yang segar tetapi saya tidak ingin minuman alkohol.”

Lalu si pramusaji menawarkan minuman soft drinks yang sama seperti suami saya. Saya pun menggeleng.

Saya bertanya lagi

“Apakah anda punya kopi?”

“Ya, kami ada kopi, cappucino, caffe latte. Anda mau yang mana?

Tiba-tiba pertanyaan konyol saya muncul.

“Apakah anda punya minuman kopi tradisional dari Slowakia?”

Sebenarnya pertanyaan di awal sungguh-sungguh tidak ada hubungannya, antara minuman segar dengan minuman kopi tradisional.

Beruntungnya si pramusaji itu masih sabar melayani saya, meski saat itu penuh tamu di dalam restoran. Barangkali orang Slowakia tahu bagaimana memperlakukan turis seperti dengan saya dengan baik. Suami saya yang duduk di sebelah sudah tampak tak sabar karena melihat saya masih berdialog soal minuman. Lapar!

Akhirnya si pramusaji cantik itu pun mengeluarkan pernyataan begini,

“Anda perlu mencoba minuman lokal di sini. Namanya Kofola. Ini minuman soda dan ada kafeinnya, sama seperti kopi.”

Selesai berbicara begitu, pramusaji segera bergegas ke tempat lain karena panggilan untuk melayani tamu yang lain menanti.

Tak lama kemudian, dia sudah datang membawakan pesanan minuman kami berdua.

Kofola itu punya rasa yang berbeda dari kebanyakan soft drinks yang pernah saya coba. Ada taste kopi dan soda dalam mulut. Minuman ini diklaim tak banyak mengandung gula dibandingkan minuman soft drinks umumnya. Ada campuran herbal di dalam rasa kofola. Di supermarket, saya menjumpai kofola dalam berbagai rasa seperti lemon, karamel, dan lain-lain.

***

Menurut teman asal Slowakia, kofola adalah minuman istimewa yang sudah dinikmatinya sejak kecil. Kini saat teman saya ini sudah tidak berada lagi di Bratislava, dia masih belum menemukan minuman dengan rasa yang sama seperti kofola di luar Slowakia. Sambil bernostalgia, teman saya asal Slowakia ini berpendapat bahwa minuman non alkohol ini adalah sumber kebanggaan bagi masyarakat lokal.

Hmm, good to know!

Bratislava, Slovakia (2): Hello Bratislava, Panduan Applikasi Bagi Wisatawan

Apakah anda berkeinginan untuk pesiar atau berkunjung ke Slowakia? Saya sarankan untuk datang ke ibukotanya, Bratislava. Letak Bratislava dijangkau dengan kendaraan pribadi 45 menit dari Wina, ibukota Austria dan 120 menit dari Budapest, ibukota Hungaria. Namun pertama-tama, saya sarankan anda untuk mengunduh aplikasi wisata tentang ibukota Slowakia di smartphone anda.

Nama aplikasinya adalah Hello Bratislva. Di sini anda bisa mendapatkan berbagai informasi seputar wisata dan objek kunjungan yang memudahkan anda. Di aplikasi ini ada saran bagi wisatawan tentang itinerary mulai dari satu hari, dua hari dan bahkan untuk lebih lama. Saran-saran berwisata yang disesuaikan dengan musim seperti musim panas dan musim dingin juga dapat diperoleh di aplikasi ini.

Awalnya saya mendapatkan informasi dari kolega saya yang memang penduduk Bratislava. Dia menyarankan saya mencari tahu destinasi wisata lewat aplikasi ini. Rasanya tepat, apa yang disarankannya. Di aplikasi ini, ada informasi seputar sepuluh tempat favorit yang menjadi kunjungan para turis di Bratislava. Hmm, saya rasa tak perlu lagi membawa banyak lembar cetak seperti brosur dan peta, aplikasi ini sudah cukup membantu untuk mengeksplor kota metropolitan di Slowakia ini.

Aplikasi ini juga menyediakan informasi seputar kuliner seperti restoran dan kafe untuk menikmati sajian lokal dan internasional. Tentu ini menjadikan aplikasi ini punya kelebihan. Plusnya lagi, aplikasi ini juga menawarkan saran bagaimana kontak dengan penduduk Slowakia yang ramah. Ada juga informasi seputar transportasi lokal yang bisa anda gunakan selama di Bratislava. Bahkan aplikasi ini terhubung dengan acara-acara istimewa yang mungkin bisa anda nikmati bertepatan dengan keberadaan anda di Bratislava. Keren ‘kan!

Dibalik kelebihannya, pasti ada juga kekurangannya. Tentu anda harus terhubung dengan internet untuk menggunakan aplikasi ini. Jika smartphone sudah terhubung internet untuk jangkauan Uni Eropa (EU) maka telepon pintar anda bisa menggunakan aplikasi ini kapan saja. Di Bratislava, ada informasi lokasi WIFI yang bisa dijangkau untuk telepon pintar jangkauan EU. Kekurangan dari aplikasi Hello Bratislava yang saya jumpai adalah banyaknya iklan yang kadang mengganggu. Iklan selalu bermunculan saat menggunakan aplikasi ini. Anda harus bersabar.

Tentu anda penasaran siapa pembuat aplikasi ini.

Penciptanya Nikola, yang juga suka traveling. Nikola adalah penduduk Bratislava. Dia berpendapat aplikasi yang digagasnya akan membantu teman-temannya seluruh dunia yang berkunjung ke kotanya untuk berpetualang. Ia mendapatkan bantuan dan dukungan dari keluarga dan temannya yang lain untuk mewujudkan idenya tersebut.

Hmm, ide yang menarik juga untuk dibuat di kota anda ‘kan!

Bratislava, Slowakia (1): Gereja Biru yang Instragramable Dan Diburu Untuk Berfoto

Menara gereja biru.
Dari sisi lain.
Gereja biru tampak kejauhan.
Karena tertutup, saya memotret dari kaca jendela. Tampak dalam gereja pun bernuansa biru pastel.

Berbagai isu kekinian yang menjadi spot foto memang sedang digandrungi. Tua muda artinya tidak hanya oleh anak muda, senang juga mendapati suatu tempat yang indah sebagai obyek foto. Mereka pun berburu tempat yang instragamable agar bisa menarik mata. Ini pula yang saya rasakan kala pertama kali menjejakkan kaki di Bratislava, ibukota Slowakia.

Hari pertama di Bratislava, saya ditemani suami segera meluncur ke gereja biru. Mengapa disebut begitu? Anda pasti percaya bahwa tampilan gereja yang demikian wajar bila dikatakan bahwa ini adalah gereja biru. Warna pastel pada gereja seperti tampak indah bagi pemburu foto. Banyak turis datang hanya untuk mendapatkan gambaran depan gereja. Pasalnya gereja katolik tersebut memang tidak dibuka jika sedang tidak ada kegiatan ibadah.

Aslinya ini adalah gereja katolik St. Elizabeth. Dalam daftar destinasi wisata, dikatakan “The Blue Church” atau “The Church of St. Elizabeth”. Letaknya di timur dari Bratislava dan memang agak jauh dari old town. Karena bentuknya yang kecil, ini bisa disebut juga kapel. Bahkan letaknya yang berdekatan dengan sekolah, dikatakan ini juga kapel milik sekolah. Kapel ini didekasikan untuk seorang putri dari Hungaria, yang bernama Elizabeth. Bangunannya yang dibangun seperti mosaik dan diberi warna biru pastel menyebabkan kapel ini menjadi tersohor.

Kapel ini dibangun sekitar awal tahun 1900-an. Gaya arsitektur bangunannya terbilang baru dibandingkan bangunan gereja katolik pada umumnya. Ini adalah ciri yang banyak ditemukan di Eropa awal tahun 1900an. Bentuknya memang total seni dengan keseluruhan warnanya yang biru pastel sehingga indah dipandang di mata.

Saat kami datang, pintu gereja tampak tertutup. Banyak sekali orang hanya untuk memotret bagian luar gereja. Ada juga yang sesekali berselfie atau membuat video dari kunjungan ke gereja biru tersebut. Tetapi memang kita tidak bisa memasuki gereja seperti umumnya gereja katolik lainnya.

Rasanya cocok jika kita menyematkan Bratislava sebagai kota instragamble. Nantikan juga spot foto lainnya di kunjungan berikutnya!

Selamat berhari Minggu!