Makanan Khas Jerman (71): Blutwurst, German Blood Sausage atau Sosis Hitam

Dua sosis seperti yang anda lihat!

Apa yang terbayang dalam benak anda jika membaca menu di restoran adalah German Blood Sausage? Daripada berandai-andai, ini saya beritahukan masakan khas Jerman yang saya dapatkan di restoran lokal di sini.

Suatu kali saya dan suami datang makan siang di area turis di Jerman. Kami menyambangi restoran lokal di suatu kota yang memang menjadi sentra turis. Kami masuk dan memilih tempat duduk di dalam. Kami mendengar banyak orang sekitar berbicara dalam bahasa asing, bukan bahasa jerman tentunya. Kemudian pramusaji datang dan menawarkan buku menu. Saya bingung memesan menu apa saat itu.

Tiba-tiba pramusaji datang dan menjelaskan menu yang sedang istimewa saat itu. Katanya, restoran ini sedang promo blutwurst dengan kentang. Lalu pramusaji menjelaskan dalam bahasa Inggris apa itu blutwurst. Dia sepertinya berpikir bahwa saya bagian dari turis-turis yang sedang datang ke situ. ‘German Blood Sausage’ akhirnya dipilih oleh suami saya sementara saya memilih goulasch suppe.

Sebelah meja kami adalah sepasang turis yang ramah. Mereka datang berlibur ke Jerman. Mereka tersenyum pada kami berdua dan berkata “Well, we said it is not blood sausage. It is like blood pudding in UK. Sometimes we called it black pudding coz it is really black.” Ach ok, suami saya paham apa yang dipesannya. Saya pun berterimakasih dengan percakapan yang hangat soal blood sausage.

Blood sausage juga bisa dikatakan sosis hitam karena memang sosis ini pasti berwarna hitam. Sebenarnya sosis hitam itu tidak melulu berisi kandungan darah. Di Eropa dan Amerika, sosis hitam ini berisi juga protein hewani sehingga itu tampak hitam. Kandungan isian sosis pun berbeda-beda tiap negara. Saya sendiri pernah menjumpai sosis hitam di Seoul atau Bangkok. Apalagi Jerman yang kaya akan varian sosis, tentu sosis hitam bisa menjadi pilihan rasa sosis.

Jangan berpikir buruk dulu soal sosis hitam! Karena sosis hitam ini pun ternyata pernah saya nikmati juga di Indonesia. Jika anda tahu ‘Saren, ini mirip saren. Saren berasal dari darah ayam. Makanan ini sendiri banyak ditemukan di pulau Jawa. Hanya bentuk dan kemasannya tidak dibuat seperti sosis.

Pesanan kami datang. Tampak pesanan suami saya dua sosis, kentang goreng dan sauerkraut. Untuk menikmati sosis hitam ini, dia perlu membelah dan mengeluarkan isi dua sosis tersebut. Kemudian keduanya memang harus disajikan bersamaan untuk dicampurkan jadi satu isian kedua sosis tersebut. Hmm, begitulah caranya menikmati sosis hitam, yang sedikit berbeda dari sosis lainnya.

4 Contoh Jajanan Sosis yang Biasa Dijual di Pasar Jelang Natal

Weihnachtsmarkt yang digelar di kota Vilshofen, Bavaria.

Masa Advent sudah datang yang menandai seluruh umat kristen di dunia menyiapkan diri menjelang Hari Raya Natal. Kekhasan masa Advent tak lepas dari kebiasaan warga Jerman mengadakan acara tahunan pasar rakyat, hampir di tiap kota. Pasar jelang natal ini disebut Weihnachtsmarkt, namun ada juga yang menyebutnya Christkindlmarkt.

Nah, saya akan mengulas empat kreasi jajanan sosis yang biasanya dijumpai. Sebagaimana anda tahu bahwa sosis adalah makanan mudah dan meriah yang dijumpai di seluruh Jerman. Tentu ada banyak varian menyajikan sosis agar bisa digemari para peminatnya.

1. Sosis panggang diberi Sauerkraut dan Acar Bawang

Bratwurst panggang dalam roti, dengan isian sauerkraut dan acar bawang. Sebagai tambahan, ada bubuk kari ditaburi di atasnya.

Makanan pertama yang dibahas adalah bratwurst yang dipanggang dan diselipkan dalam sammeln. Sosis bisa dikatakan sangat lezat bagi penikmat sosis karena sosis ini berisi hanya daging saja di dalam. Bratwurst di negeri Paman Sam biasanya terbuat dari daging sapi muda, sedangkan di Jerman umumnya menggunakan daging babi. Sosis bratwurst yang terkenal di sini berasal dari Nürnberg. Cerita saya menikmati sosis ini bisa dicek di kuliner yang wajib dinikmati di Nuremberg.

Sosis kreasi pertama yang saya temukan di pasar jelang natal adalah perpaduan bratwurst dengan sauerkraut. Saat saya memesan, penjual langsung memanggang sosisnya segera. Setelah sosis matang, penjual menyelipkan sosis di roti sammeln yang panjang, semacam roti bagutte. Kemudian penjual bertanya untuk tambahan rasa kepada saya sebagai pembeli. Ada sauerkraut di atas sosis dan acar bawang merah yang enak. Lalu pembeli bisa menambahkan bubuk kari atau saus tomat sesuai selera.

2. Sosis panggang Setengah Meter yang berasal dari daging kuda

Panjang ya!

Makanan kedua selanjutnya adalah Pferdewurst. Sosis ini diklaim oleh si penjual sebagai sosis terpanjang, dengan ukuran setengah meter atau lima puluh sentimeter. Sosis ini juga dipanggang sehingga tekstur dan aromanya menggoda selera pembeli. Tak heran pengunjung pasar jelang natal banyak mengantri untuk membeli. Sosis ini diselipkan di roti baguette yang panjangnya juga tak mampu menutupi keseluruhan sosis, seperti yang anda lihat. Setelah sosis matang, pembeli bisa menambahkan dengan saus tomat atau senf. Senf adalah bahasa Jerman untuk menyebut mustard.

Pferdewurst adalah salah satu jenis sosis yang bisa anda temukan di Jerman. Sosis ini berasal dari daging kuda, yang memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Anda akan bisa merasakan daging kuda begitu empuk dan tak banyak lemak. Jika dirasakan lebih jauh, daging kuda terasa sedikit manis. Ada sebagian orang memilih tidak mengkonsumsi daging kuda sesuai kebudayaan dan itu sah saja.

3. Currywurst

Sosis diberi bumbu kari dan dimakan bersama pommes.

Sosis ketiga adalah tentu ini mudah ditemukan di seluruh Jerman sepanjang masa. Tak harus menunggu pasar jelang natal, anda bisa mendapatkan currywurst dengan mudahnya. Mulai currywurst yang dijajakan di supermarket hingga restoran berkelas tanpa mengenal waktu khusus. Currywurst adalah salah satu makanan wajib jika anda berkunjung ke Jerman.

Tentang currywurst, silahkan anda temukan ulasannya di artikel makanan khas Jerman (9). Currywurst pun tak luput dari perhatian di pasar jelang natal. Anda bisa mendapatkan street foods ini sesuai kocek anda.

4. Sosis direbus dengan rasa pedas (Debreziner)

Sosis yang dimakan dengan mustard dan irisan seperti wasabi.

Terakhir adalah sosis yang berasa pedas bagi pecinta makanan pedas. Sosis yang direbus ini disebut debreziner, yang terasa pedas dengan sedikit berbumbu seperti bawang putih, paprika dan rempah-rempah. Debreziner berwarna merah pekat karena berasal dari daging babi dicampur dengan paprika. Nama sosis ini sendiri diambil dari salah satu kota di Hungaria, Debrecen.

Untuk menikmati sosis ini, orang-orang di sini menyantapnya bersama senf dan meerrettich. Meerrettich atau kadang disebut juga krent adalah semacam umbi tanaman yang rasanya pedas menyengat. Bagi saya, ini seperti wasabi bila anda menyantap sushi, makanan khas Jepang. Jadi bisa dibayangkan saus pedas dengan bumbu pedas menyengat tentu akan menimbulkan sensasi berbeda di musim dingin.

Baiklah, anda suka jajanan sosis yang mana?

Kreasi Sendiri (24): Variasi Panggang Sayur, Ikan, Udang Hingga Sosis

Kreasi panggang sayur dan sosis.

Musim panas hampir saja berakhir di Eropa. Sepanjang musim saya beberapa kali memanggang makanan bersama keluarga di hari Minggu. Di saat cuaca cerah, kami duduk untuk memanggang makanan yang menjadi percobaan saya. Ada sayur, ikan, udang bahkan sosis untuk diujicobakan rasa mana yang lebih enak jika dipanggang.

Seperti yang saya ceritakan alat panggang yang dibeli di sini, minim asap. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu kenyamanan tetangga sekitar.

Untuk sayur yang dipanggang, saya pilih bumbunya yakni garam, sedikit merica, daun rosemary, sedikit daun basilikum dan sedikit olive oil. Ternyata ini cukup enak. Apalagi jika sayur dipanggang bersama sosis. Jenis sayurannya bisa timun jepang, irisan bawang bombay, jamur kancing dan paprika.

Kreasi sayur panggang dengan herb butter bersama udang panggang.

Namun terkadang, saya memanggang sayur hanya berupa irisan wortel, jagung manis dan kacang polong dengan bumbu butter yang berbumbu, yang disebut juga herb butter. Ini bisa jadi pilihan

Untuk sosis, pilih yang sesuai selera anda. Kali ini saya pakai sosis yang didalamnya ada keju. Jadi ketika dipanggang, ada keju yang melted. Rasanya yummy!

Selain sayuran dipanggang, kreasi lain yakni udang. Setelah udang dibersihkan dan dibuangnya cangkang dan ekornya, tusuk dalam satu bilah bambu. Bumbunya hanya garam sedikit saja. Agar sedikit berminyak, saya tambahkan sedikit minyak zaitun. Atau anda juga bisa mengoleskan mentega saja.

Fillet ikan salmon dan ikan dori panggang.

Lanjut, makanan panggang adalah ikan. Ketimbang ikan panggang yang saya lakukan di sini, saya lebih memilih ikan bakar seperti yang biasa saya makan di Indonesia. Ikan panggang di sini adalah daging ikan tanpa duri. Ikan panggang yang saya gunakan seperti tampak foto adalah ikan salmon dan ikan dori.

Untuk bumbu panggang ikan, saya cukup oleskan herb butter. Rasanya? Silahkan anda bayangkan!

Dari pengalaman kreasi diatas, semoga menginspirasi anda memanggang di rumah.

Selamat mencoba!

4 Kreasi Sosis Mudah dan Simpel Dicoba

Sosis goreng pakai bumbu kari.

Sosis adalah makanan meriah di Jerman. Disebut meriah karena sosis begitu mudah ditemukan sebagai makanan istimewa yang tersaji eksklusif hingga jajanan murah yang praktis disantap di pinggir jalan. Sosis itu ada bermacam-macam di Jerman sehingga negeri ini kaya akan citarasa sosis. Itu sebab sosis menjadi satu kerinduan suami saat beliau harus berada di luar Jerman.

Nah, ada bermacam-macam kreasi sosis yang sudah saya santap di sini. Saya pun mengkoleksikan empat olahan sosis untuk anda agar terinspirasi untuk mencobanya. Mengapa? Pembuatannya mudah dan simpel sehingga siapa pun bisa membuatnya.

Sosis Goreng Berbumbu Kari

Sosis pertama yang dibuat adalah makanan populer yang disajikan di restoran eksklusif hingga jajanan street foods. Jika datang ke Jerman, anda wajib mencoba currywurst. Bahkan makanan ini sampai dibuatkan museum karena ini benar-benar populer.

Jangan pernah berpikir sosis berbumbu kari ini ditemukan di restoran India atau restoran khas Asia! Jangan pula memesan sosis bumbu kari di restoran India di sini!

Currywurst adalah sosis yang digoreng. Sebelumnya sosis diiris beberapa bagian agar minyak panas meresap ke seluruh bagian saat menggorengnya. Setelah matang, sajikan saus tomat merah dan bubuk kari di atas sosis. Currywurst selalu disajikan dengan kentang goreng.

Sosis Rebus dengan Roti

Sosis direbus dan dinikmati dengan roti termasuk makanan murah meriah yang mudah didapatkan di sini. Ini juga termasuk makanan praktis yang biasa disantap dalam segala kalangan usia. Sosis direbus dan dinikmati dengan roti ini bisa dimakan sebagai sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

Untuk merebus sosis ada tekhniknya. Pertama, air direbus hingga mendidih. Setelah air mendidih, masukkan sosis hingga terendam penuh ke dalam air. Masak dalam api kecil kira-kira 10-15 menit. Sebenarnya sosis ini sudah masak dan matang, memasukkannya dalam air panas hanya untuk membuatnya terasa crunchy saat dimakan.

Sosis dibuat Salad

Ternyata sosis bisa juga dibuat seperti salad. Sosis diiris tipis dan bentuknya sama, lalu diasamkan beberapa waktu sebelum disajikan. Makanan ini disebut wurstsalat dalam bahasa Jerman. Salad yang dibuat dari sosis ini biasa disajikan saat musim panas. Saya sendiri jarang atau bahkan tak pernah menemukannya saat musim dingin.

Sosis yang dipilih tertentu dan tidak semua sosis bisa dibuat salad. Setelah sosis diiris halus, siapkan racikan rendaman air salad. Ini terdiri atas air, irisan bawang merah, garam, gula, cuka dan sedikit merica bila suka. Setelah rasanya pas, rendam sosis dalam air salad selama satu jam dan masukkan dalam lemari pendingin bersama acar mentimun. Sajikan bersama roti.

Debrizener berbalut kulit pastry

Jajanan sosis terakhir sosis debreziner yang dibungkus blätterteig, dalam bahasa Jerman. Blätterteig ini disebut puff pastry, yakni kulit kue yang bisa digunakan semisal membuat kue pastel. Jajanan sosis ini katanya begitu berasal dari Hungaria. Sementara saya sendiri baru menemukannya di sini. Sosis yang dipilih juga hanya debrizener, saus rasa pedas. Sebelumnya, saya pernah membahas sosis ini di link ini.

Namun jajanan sosis debrizener blätterteig ini berbeda. Sosis debrizener dibalut kulit kue kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan. Itu tanda sudah matang. Kemudian sosis ditiriskan minyak panasnya. Lalu beri bubuk kari, sama seperti sosis pada nomor 1.

Selamat mencoba!

Schweinswürstlbraten, Sosis yang Dimakan dengan Sauerkraut: Makanan Khas Jerman (57)

Sosis ini dimakan dengan kentang rebus.

Jerman adalah negara dengan segudang jenis sosis. Jika anda datang ke sini, anda bisa pilih sosis vegan, vegetaris atau sosis original. Sosis juga diolah dengan dipanggang, direbus atau digoreng. Semua sosis diolah sesuai selera si pemesan. Bahkan ada pula sosis yang siap langsung disantap atau ready to eat. Bagaimana pun sosis itu disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan anda.

Atau sosis dimakan dengan roti.

Sosis yang akan saya bahas adalah schweinwürstl yang memang sosis berwarna putih keabu-abuan. Sosis ini memang berbeda ketimbang sosis yang umumnya kita tahu berwarna merah. Sosis ini hanya daging dan sedikit garam. Garam membuat warnanya berbeda yang biasanya kita kenal berwarna merah dan sejenisnya.

Untuk menikmati sosis ini, sosis ini digoreng atau sedikit dipanggang hingga berwarna kecokelatan. Jika sebagian sosis berwarna kecokelatan maka anda bisa langsung menyantapnya. Ada yang berpendapat anda bisa membuatnya berwarna kecokelatan dalam api sedang selama sepuluh menit.

Satu lagi, sosis ini juga berbeda ketika anda menyantapnya bersama sauekraut. Sauerkraut itu ibarat kimchi di Korea Selatan. Sauerkraut adalah potongan kol yang halus dan diberi fermentasi. Sauerkraut memang tepat menemani santapan sosis ini.

Tak hanya itu, sosis ini juga dinikmati dengan kentang rebus. Atau anda bisa juga menyantapnya dengan roti sammeln.

Wiener Schnitzel dan Wiener Wurst, Ini Bedanya!

Tampak “wiener wurst” kiri sebelah roti.

Jika anda datang ke Jerman, ada ragam pilihan menu yang bisa dipesan. Saya mendokumentasikannya untuk anda agar anda paham deskripsi makanan tersebut. Dua makanan yang hampir mirip namanya adalah “wiener wurst” dan “wiener schnitzel” biasanya disediakan di restoran tradisional. Agar lebih jelas perbedaannya, maka saya menjelaskannya seperti di bawah ini.

Wiener wurst

Wurst” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai sosis. Makanan ini yang paling mudah disajikan untuk orang Jerman pada umumnya yang didominasi oleh sosis dan roti. Menu ini terdiri atas sosis “wiener” dan roti. Untuk menambahkan kelezatan rasanya, biasanya ada senf atau mustard kuning. Sedangkan sosisnya hanya direbus beberapa menit dalam air panas.

Di negeri yang kaya akan sosis ini, ada banyak pilihan sosis. Sosis wiener adalah salah satunya. Sosis ini hampir serupa dengan sosis frankfurter. Konon si pembuat sosis enak “Frankfurter” migrasi dari Frankfurt, Jerman ke Wina, Austria. Itu sebab sosis ini tak ada bedanya karena keduanya sama-sama terbuat dari daging sapi dan daging babi yang dihaluskan. Bedanya, keduanya memiliki komposisi daging mana lebih banyak sehingga rasa dan teksturnya berbeda.

Wiener Schnitzel

Pertama kali saya coba makanan ini di sebuah hotel di Jawa Barat sebelum menginjakkan kaki di Jerman. Dalam deskripsi menu disebutkan makanan ini adalah favorit turis. Setelah saya tinggal di sini, saya jadi tahu bahwa schnitzel adalah makanan meriah, mudah dan murah. Namun pertanyaan saya, apa bedanya dengan “wiener schnitzel” yang kini akan dijelaskan.

Wiener schnitzel sudah dipublikasikan sebagai makanan otentik di Austria sejak abad 18. Dikatakan bahwa ada buku resep yang menjelaskan kuliner asal Austria tentang daging yang dipipihkan dan dibungkus dengan tepung roti. Lambat laun makanan ini juga meluas ke negara tetangga, Jerman. Kedua negara sepakat bahwa daging yang digunakan untuk wiener schnitzel adalah daging sapi muda. Anda tahu ‘kan harga daging babi lebih murah ketimbang daging sapi. Namun untuk schnitzel yang menggunakan daging babi perlu nama khusus agar orang paham.

Makanan ini rasanya sederhana saja. Tidak seperti makanan lain yang banyak bumbu. Begitu mudahnya saya membuatnya beberapa kali di rumah setelah saya menikah dengan suami. Wiener schnitzel disajikan dengan kentang goreng, kentang rebus atau salad kentang. Lalu ada irisan lemon yang ditambahkan untuk merasakan kenikmatan daging berbalut tepung roti.

Saya yakin anda juga bisa membuatnya. Untuk resepnya, silahkan lihat di sini!

Schweizer Wurstsalat, Salad Sosis ala Swis: Makanan Khas Jerman (49)

Schweizer Wurstsalat.

Salad sosis lainnya.

Salad sosis dengan kreasi lainnya, tanpa keju.

Jerman adalah negara yang kaya akan varian sosis. Itu sebab bagi orang Jerman sendiri yang merantau keluar negeri, sosis adalah makanan yang sangat dirindukan. Pasalnya, ada banyak rasa yang ditawarkan dari sekedar sosis yang biasa saya kenal di Indonesia. Mulai dari daging yang digunakan atau sosis vegan hingga bagaimana mengolah sosis menjadi lebih nikmat.

Berkaitan dengan pengolahan sosis menjadi sajian yang istimewa, kali ini saya membahas Schweizer wurstsalat.

Apa itu?

Sebelumnya saya pernah membahas wurstsalat dan kreasinya, yang bisa dilihat di sini.

Baca https://liwunfamily.com/2018/06/05/wurstsalat-salad-sosis-makanan-khas-jerman-28/

Sebagaimana salad pada umumnya, salad sosis yang disebut di Jerman sebagai wurstsalat adalah makanan yang berasa asam dan menyegarkan. Asamnya terbuat dari cuka. Kemudian ada tambahan acar timun, paprika dan irisan bawang merah. Jika tak ada bawang merah, bisa diganti bawang bombay atau daun bawang. Semua tergantung selera anda. Tentunya, ada sosis yang diiris tipis. Agar rasa sosis menyatu, sebaiknya dibuat beberapa jam sebelumnya dan disimpan di lemari es beberapa saat.

Rasa salad sosis yang menyegarkan dan dingin, memang nikmat disantap saat musim panas.

Sedangkan versi lain adalah Schweizer wurstsalat yang juga bisa dijumpai di beberapa restoran di sini. Bedanya, menggunakan irisan keju di atas salad sosis. Bagi pecinta keju, ini menjadi pilihan istimewa karena segala rasa tercampur jadi satu dalam salad yang menyegarkan.

Selanjutnya, silahkan menikmati Schweizer wurstsalat dengan roti!

Mexican Chorizo, Sosis Berasa Pedas: Makanan Khas Meksiko (3)

Chorizo, sosis ala Meksiko nan pedas.

Diberi kentang goreng, ditambah saus tomat dan mustard.

Makanan berikut sebenarnya menjadi menu khas di Jerman. Ya apalagi jika berhubungan dengan sosis. Masyarakat di sini suka menikmati sosis. Namun sosis yang saya perkenalkan berasal dari Meksiko. Begitu pun saat kami memesannya di restoran, nama menu pun menjadi “Scharfe Mexicana mit Pommes Frittes”.

Debreziner, sosis ala Jerman yang juga pedas.

Jika merujuk pada kuliner Meksiko tentu rasa yang ditawarkan adalah rasa pedas. Itu sebab nama menu ditambahkan rasa pedas. Konon sosis ini memang pedas karena berasal dari cabai khas Meksiko yang super pedas. Hal ini yang menyebabkan warna sosis menjadi merah pekat ketimbang sosis lain yang umumnya ditemukan di Jerman.

Di Jerman sendiri ada sosis pedas yang dikenal dengan sebutan debreziner. Debreziner menjadi pedas karena terbuat dari daging kuda. Katanya lagi ada tambahan paprika untuk membuatnya. Warna merah pada sosis debreziner juga yang menandai sosis ini pedas ketimbang sosis-sosis lain di Jerman.

Kembali ke sosis ala Meksiko, sosis ini disajikan dengan digoreng. Dapat pula sosis dipanggang atau direbus. Untuk menikmatinya, serupa dengan currywurst. Yakni kentang goreng dan saus tomat menemani sosis ini. Plus ada senf, mustard yang juga bisa untuk menguatkan rasa sosis.

Sosis ala Meksiko terkenal pedas karena cabai yang digunakan. Terkadang sosis ini juga diiris dan menjadi topping pizza. Bagi pecinta sosis, silahkan coba sosis satu ini!

Wurstsalat, Salad Sosis: Makanan Khas Jerman (28)

In according to healthy life, salad is the best way to improve balance nutrition and good to eat intensely. Talking about salad, herewith is a such of sausage salad with a bit vinegar, oil, onion, salt and pepper. Sausage salad is used to called in Bavarian menu as “wurstsalat” and frequently to be served in this season. We eat usually “wurstsalat” with bread.

***

Apakah anda suka makan salad? Pernah coba makan salad sosis? Di atas adalah tiga contoh wurstsalat dari tiga tempat berbeda, namun rasanya kurang lebih sama. Barangkali setelah anda membaca artikel di bawah ini, anda jadi tertarik mencobanya. 

Bagi anda yang tak terlalu suka dengan sosis yang digoreng, dipanggang atau diolah sebagai masakan maka anda perlu coba menu berikut ini. Wurstsalat adalah salah satu menu yang biasa disajikan di restoran tradisional di sini. Cocok dihidangkan di musim yang hangat seperti ini.

Beberapa kali suami saya pesan saat kami pergi ke restoran bersama. Boleh dibilang rasanya menyegarkan karena ada rasa asin dan asam bercampur baur. Ditambah rasanya dingin, tidak panas seperti umumnya masakan. Untuk menyantapnya, bisa dengan roti semmeln atau roti baguette

Sebenarnya ada beberapa variasi menyediakan wurstsalat. Kebanyakan rasanya hampir sama. Pastinya wurstsalat menggunakan sosis besar yang memang cocok digunakan untuk salad. Sosis seperti bisa dibeli di toko daging atau supermarket. Tidak semua sosis bisa dibuat salad, jadi memang lihat ukuran untuk memastikannya. Pada umumnya sosis sudah masak, jadi tidak perlu diolah lagi dan ready to eat.

Bahan lain yang digunakan adalah bawang bombay yang wajib digunakan. Bawang pun dipotong dengan irisan yang besar, bukan dicincang. Dalam versi lain juga bisa bawang merah yang besarnya seukuran bawang bombay. Diirisnya pun melingkar besar seperti di foto. Sayuran pemanis lainnya seperti tomat dan daun piterselli bisa dijadikan pelengkap saja.

Rasa wurstsalat terletak pada bahan campuran rendamam sosis yang dibuat selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. Bumbu rendaman akan membuat sosis yang semula tak berasa menjadi memiliki rasa menyegarkan. Jadi wurstsalat memang dibuat beberapa waktu sebelum disajikan agar menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Bahan rendaman terdiri atas air 200 liter, 150 ml cuka (sauerer Wein-Essig), 4 sendok makan minyak sayur, garam, sedikit gula, merica dan 1 sendok makan senf. Lalu masukkan dalam satu wadah bersamaan dengan sosis yang sudah diiris. Kemudian rendam selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. Jika perlu, bisa dimasukkan dalam lemari pendingin. 


Variasi lainnya untuk rendaman, anda bisa gunakan acar mentimun. Campurkan ke dalam bumbu rendaman bersamaan. Dan sajikan bersamaannya. Penyajian pada umumnya seperti di atas, wurstsalat diletakkan dalam wadah. Lalu taruh irisan bawang bombay dan irisan tomat. Sebagai variasi, bisa tambahkan acar mentimun dan irisan telur rebus. 

Agar tampak indah, anda bisa kreasikan dengan irisan daun pitterselli yang dicincang halus. Atau daun pitterselli yang diletakkan di tengah salad. Anda juga bisa menambahkan daun salada air jika ingin terlihat sempurna. Semua sesuai dengan kreasi anda.

Selamat mencoba!

Deprezine & Schweinewürst, Ini Bedanya: Makanan Khas Jerman (26)

Schweinewürst.

Deprizene.

Germany is known popular with many varians of sausages.  These sausages are such below as meat product and made from pork. The difference thing between those sausage is the ingredients consisting. If you like spicy, I recommend you to taste deprizine or debriziner. By trying taste, you will know the various of sausages in Biergarten which offers local and traditional german cuisine.

***

Masih soal sosis yang punya banyak varian di Jerman, kali ini saya membahas tentang dua sosis berbeda yang disantap di Biergarten. Kira-kira manakah yang anda pilih dari keduanya?

Schweinewürst

Sosis yang satu ini berasal dari namanya, maka sosis terbuat dari daging babi. Sosis ini memiliki diameter yang tak besar dan berwarna putih. Warna putih yang dihasilkan berasal dari daging babi. Untuk menikmatinya, sosis ini dipanggang tak lama. Dalam penyajiannya, sosis dimakan bersama roti dan sauerkraut

Makanan sederhana ini dinikmati kala makan malam mengingat porsinya yang tak besar. Lagi pula rasanya juga tidak kaya bumbu, sepertinya cukup garam dan daging babi saja. Itu sebab sosis ini cukup dipanaskan dalam wajan panas atau pemanggang.

Debreziner

Sosis kedua yang disajikan berbeda dari sosis sebelumnya. Mengapa? Debreziner berasa pedas, boleh dibilang ini mirip sosis khas Hungaria yang suka dengan citarasa pedas. Sosis ini terbuat dari daging babi, garam, marjoram, bawang putih dan merica. Warna merahnya yang khas mengingatkan saya bahwa sosis ini pedas. 

Cara menikmati debreziner biasanya sosis hanya direbus beberapa menit setelah air mendidih. Artinya, jangan terlalu lama memasaknya karena sebenarnya sosis ini juga sudah matang. Penyajiannya juga biasa dengan senf, mustard kuning. Ada juga yang dimakan bersama meerrettich, semacam wasabi yang pedas. 

Oh ya, sewaktu sedang menjajaki pasar malam menjelang Natal, saya menjumpai debreziner dari daging kuda. Ceritanya bisa dilihat di sini. Hal menarik adalah debreziner tetap berasa pedas meski berasal daging kuda.

Semoga bermanfaat!