Amsterdam (1): 3 Jajanan Kekinian yang Buat Penasaran Enaknya

Tebak, apa ini?
Orang mengantri untuk membeli jajanan kekinian dan mengabadikannya di media sosial.

Amsterdam sebagai ibukota Belanda, sudah sering menjadi destinasi wisata orang Indonesia. Tak heran saya kerap berjumpa dengan wisatawan asal Indonesia dalam perjalanan liburan saya yang singkat di salah satu kota terbesar di negeri kincir angin tersebut. Meski ini bukan kali pertama berkunjung ke sini, tetapi ini pertama kali saya mendokumentasikannya lewat tulisan. Seperti soal street foods yang mungkin menarik untuk dicoba saat anda datang ke sini.

Kroket kekinian (kanan) dijual pakai mesin otomatis.

1. Poffertjes

Pancake asli Belanda ini wajib dicoba.

Poffertjes mungkin tak asing lagi bila anda pernah menikmati sebelumnya. Saya sendiri pernah memesannya di salah satu kafe dimana sang pemilik berkewarganegaraan Belanda dan menetap di Indonesia. Poffertjes yang saya kenal saat itu adalah semacam pancake yang ditaburi gula icing atau gula bedak. Poffertjes itu pasti manis dan bisa dikreasikan sesuai pesanan.

Tiba di Amsterdam, poffertjes menjadi jajanan yang bisa dibeli. Meski ada juga pancake semacam crepes atau pfannkuchen yang disebut dalam bahasa Jerman. Namun poffertjes itu adalah pancake asli Belanda. Poffertjes ini saya pesan di salah satu kafe di area toko bunga dan sovenir. Teksturnya lembut, manisnya pas ditambah selipan butter sehingga aroma kue benar-benar terasa selagi hangat.

Dalam sejarahnya dikatakan poffertjes ini dibuat oleh Belanda bagian Selatan yang dulu banyak dianut masyarakat beragama Katolik. Bentuk poffertjes bulat, sedikit tawar dan sedikit berwarna putih bila diberi gula bedak maka ini mengingatkan pada bentuk komuni dalam misa kudus. Itu sebab kafe yang menjual poffertjes asli ini memajang patung Bunda Maria di sudut kafe. Kafe ini selalu ramai pengunjung dari berbagai belahan dunia. Anda bisa melihat aneka foto dan testimoni soal kuliner pancake yang mereka sajikan.

2. Frite fries (Kentang goreng)

Kentang goreng itu dijual di pusat kota Amsterdam.

Jajanan kedua yang sedang populer di ibukota negeri kincir angin adalah pommes dalam bahasa Jerman. Ya, kentang goreng yang sepertinya biasa kita nikmati di restoran. Kini kentang goreng itu dinikmati dengan aneka saus, tak hanya saus sambal saja. Ada saus mayonnaise, saus kari sampai saus sate segala. Katanya, anda wajib makan kentang goreng buatan negeri kincir angin karena kentang produksi mereka berkualitas baik.

Saya tak menyangka di pusat kota, ada sekian banyak kedai yang menjual kentang goreng. Namun ada satu tempat yang menjual kentang goreng yang perlu mengantri panjang bahkan hingga malam hari semakin panjang antriannya. Pasalnya pembeli yang kebanyakan anak muda memasang foto bersama kentang goreng ini dan memajangnya di media sosial. Ya, kentang goreng mannekinpis. Satu porsi kecil di sini sekitar 3,55 € yang sepertinya sedikit lebih mahal dibandingkan di tempat lain.

3. Kroket

Kroket yang dijual dimana saja, tidak lewat mesin.

Jajanan ketiga yang juga sedang kekinian adalah kroket. Mungkin ini adalah sudah menjadi makanan biasa seperti yang anda makan di Indonesia tetapi kroket ini tentu berbeda di negeri aslinya. Kroket berasal dari Belanda. Kroket berbahan dasar kentang ini kini bisa dibeli di mesin dan pembayarannya menggunakan kartu. Wah!

Kroket atau croquettes adalah cemilan yang digemari dari dulu hingga kini. Anda bisa melihat kroket dijual di restoran mewah, restoran cepat saji McDonalds atau jajanan street foods. Kroket ini seperti roti gulung yang didalamnya ada isian sesuai selera anda. Ada udang, daging ayam, sayur atau keju sesuai selera anda. Original kroket terbuat dari isian daging sapi muda. Rasanya yang lembut dan memecah di mulut membuat siapa saja suka makan kroket.

Nah, jajanan mana yang ingin anda praktikan sendiri di dapur anda?

Suka yang Manis? Coba Yuk Jajanan Manis Kaki Lima di Passau, Jerman

Pojok wahana bermain di salah satu festival musiman.

Menjelang pergantian musim dari musim panas ke musim gugur maka ada festival yang biasanya digelar masyarakat Bavaria di sini. Puncaknya festival tentunya nanti saat Oktoberfest pada akhir September hingga awal Oktober. Tua muda dan semua senang datang ke festival karena meriah dan menjadi ajang silahturahmi. Di festival ini pula ada biergarten bagi mereka pecinta bir tentunya.

Namun kali ini saya tidak membahas keriaan para beer lovers melainkan jajanan manis yang dijual di acara tersebut. Siapa bilang jajanan manis hanya untuk anak-anak saja? Saya juga suka kok.

Apa saja

1. Lebkuchenherz

Kue yang satu ini wajib dibeli jika datang ke festival seperti Oktoberfest misalnya. Sesuai namanya, kue ini berbentuk hati (herz). Kue ini juga dikenal sebagai gingerbread. Dari namanya saja sudah ketebak, kue ini terbuat dari jahe.

Biasanya nih para remaja yang sedang berpacaran membelikannya untuk si pacar. Tidak hanya karena berbentuk hati saja tetapi tulisan yang tertempel di kue. Misalnya ‘ich liebe dich’ atau ‘meinem Liebling’ yang tentunya memberikan kesan tersendiri buat si pacar. Namun kue ini tak menutup siapa saja untuk membelinya karena rasanya yang manis dan juga hangat.

2. Kacang-kacang manis, cokelat dan gula-gula

Mandeln, kacang almond manis.

Zukrawate, permen kapas.

Untuk jajanan manis tentu tak lepas dari namanya gula-gula dan juga cokelat. Di sini cokelat bisa dibentuk dengan indah seperti menyerupai buah-buahan atau sate misalnya.

Ada juga jajanan manis yang pernah saya beli dulu saat masih sekolah. Yaitu permen kapas yang terbuat dari gula yang kemudian digiling sehingga menghasilkan kapas halus yang dikumpulkan dalam satu batang lidi. Jajanan permen kapas berkisar 1,5€ hingga 2,5€.

Kacang almond manis disebut mandeln dalam bahasa Jerman dibungkus dengan karamel gula. Rasanya tentu saja manis dan enak.

3. Crepes

Jajanan berikutnya sudah sering saya bahas. Yups, crepes adalah sejenis pancake atau panekuk yang terbuat dari tepung dan telur. Lalu ada beragam isian sesuai selera. Saya pilih yang sederhana saja yakni cokelat nutela. Setelah selesai, crepes ditaburi gula tabur. Jajanan ini sudah saya jumpai dari Perancis, Luxemburg, Italia hingga ke Hungaria.

4. Baumstriezel

Saya pernah meliput jajanan kaki lima di christmas market di Budapest, Hungaria, yang bisa dicek di sini. Di Budapest, saya tidak sempat beli. Karena penasaran, saya membelinya di sini. Namanya Baumstriezel di sini. Ini semacam kue karamel yang dibungkus dengan aneka selera pembeli. Pilihannya ada taburan kelapa, taburan cokelat, kacang almond hingga vanila. Saya pilih dengan kacang almond. Jangan tanya rasanya karena ini benar-benar enak!

5. Es krim

Terakhir, jajanan manis pasti tak lepas dari es krim. Soft es krim di sini dijual dengan berbagai rasa dan bentuk yang indah. Begitu antusiasnya saya menikmati es krim hingga lupa mendokumentasikannya dalam foto.

Jadi dari lima jajanan manis di atas, manakah yang ingin anda coba?

Kürtőskalàcs, Jajanan Kue Kaki Lima: Kuliner Budapest, Hungaria (3)

Kürtőskalács sedang dipanggang.

Kue dipanggang dengan karamel hingga berkerak.

 

Kue tampak sedang diuleni seperti roti biasa.

 

Kue ini juga bisa ditemukan di pinggir jalan, seperti tampak dalam foto dimana kedai tersebut belum buka.

 

Di Budapest, saya senang mengamati pasar Natal yang berada dekat dengan Basilika Santo Stephanus. Salah satu kios yang ramai dikunjungi adalah kedai kue khas kuliner setempat. Setelah dari sini, saya lihat banyak kedai kue serupa di kaki lima yang juga menjual kue sama. Itu artinya kue ini populer di Budapest.

 

Nama kue tersebut, Kürtőskalács yang wajib anda coba jika berkunjung ke sini. Ini semacam kue tradisional yang manis dan dikonsumsi sehari-hari. Menurut saya, kue ini seperti roti gulung yang dibungkus dengan rasa manis semacam karamel pada permukaannya sehingga mengkilap. Rasanya benar-benar renyah dan mengenyangkan menurut saya. Namun saat saya datang ke sini, kue ini memiliki berbagai varian rasa sebagaimana yang anda sukai misalnya vanila, strawberry dan sebagainya. 

Ada yang bilang kue ini juga dijumpai di daratan Eropa yang lain, namun memang paling banyak dijumpai di Hungaria. Kue ini dibuat dengan adonan seperti roti beragi, digulung dan dipanggang dalam bara api hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu, diberi rasa sesuai selera yang dikehendaki.

Semua kedai yang saya jumpai menawarkan cara yang sama dengan rasa berbeda-beda, yakni kue diuleni, dipanggang dan kemudian diberi rasa sesuai permintaan. Harganya bervariasi namun di pasar musiman seperti Christmas Market tentu harganya bisa sedikit lebih mahal. Saya sarankan anda mencoba di jajanan kaki lima yang lain karena ternyata ini termasuk jajanan yang digemari jika berkunjung ke Hungaria.

Begitu asyiknya menikmati kue hingga saya lupa mengambil foto kue tersebut. 

Mengapa Begitu Senang Orang Indonesia Datang ke Hong Kong?

Pertunjukan teknologi cahaya dan instrumen musik yang indah di Victoria Habour yang sayang dilewatkannya.

Kapal Ferry yang menghubungkan kedua wilayah Hong Kong.

The Peak, di sini anda bisa menyaksikan kota Hong Kong.

Ada tiket yang harus dibayarkan untuk menuju ‘The Peak’. 

Malam hari pun kota ini tak pernah sepi.

Wisata kuliner seperti street foods selalu enak menurut saya.

Peta transportasi publik MTR yang sudah tersistim dengan baik.

Bus menuju ke bandara yang memudahkan turis.

Ladies Market di siang hari.



Sebagai wilayah yang pernah menjadi koloni Inggris, Hong Kong punya beragam alasan mengapa harus dikunjungi. Bagi orang Indonesia pilihan berwisata ke Hong Kong menjadi pilihan yang mungkin dilakukan. Sebagian wilayah Hong Kong berada dekat dengan negara Tiongkok. Sebagian lagi yang menjadi pusat kota terpisah yang dapat dijangkau dengan kapal ferry. Keindahan panorama alam di antara kedua wilayah yang dipisahkan ini menimbulkan pemandangan yang unik dan menarik mata. 

Saya setuju dengan pendapat orang-orang yang datang hanya untuk bekerja atau wisata saja bahwa lahan di Hong Kong mahal. Begitu mahalnya hingga standar hotel untuk bintang dua atau bintang 3 saja membuat anda sulit untuk melonggarkan kaki di kamar hotel. Meski harga hotel di Hong Kong sesuai dengan besaran ruang di kamar, namun pilihan untuk datang ke Hong Kong begitu mudah. Apalagi promosi tiket pesawat menjadikan Hong Kong destinasi liburan yang sering dipilih orang Indonesia.

Berikut laporan pandangan mata dan mewawancari beberapa teman yang suka hilir mudik berwisata ke Hong Kong.

(1). Tak perlu visa

Yups, bagi orang Indonesia asal anda memiliki paspor dan tidak punya daftar cekal berpergian ke luar negeri tentunya anda bisa berpergian ke Hong Kong. Penerbangan langsung kira-kira tiga jam, namun saya memilih transit dulu di Bandara Changi, Singapura. Setelah tiba di Hong Kong, anda tinggal isi kartu kedatangan dan mengikuti prosedur pemeriksaan keimigrasian. Jika anda ingin langsung ke Macau, juga boleh memotong antrian dan mengikuti jalur khusus. Di sini anda akan mendapatkan semacam stiker sebagai bukti keimigrasian. Done! Anda bebas tinggal di Hong Kong selama 30 hari. Jika ingin tinggal lebih lama maka anda harus mengajukan visa di Konsulat Tiongkok dua minggu sebelum keberangkatan.

(2). Kulinernya enak

Begitu mudah mendapatkan makanan dari yang berkelas dan mahal hingga jajanan kaki lima. Hong Kong punya budaya wisata kuliner malam yang bisa anda temukan di pasar malam. Jika anda sering makan di restoran bergaya Tiongkok, anda perlu datang ke Hong Kong. Semua makanannya enak menurut saya. Hal menarik bagi anda yang berkocek tebal, silahkan buka daftar restoran yang sudah mendapat penghargaan terbaik! Hong Kong memberi award pada restoran-restoran terbaiknya. Jangan khawatir restoran berpredikat terbaik biasanya para staffnya berbahasa Inggris! Ada juga loh restoran Michelin di Hong Kong. 

(3). ‘Surga’ Belanja 

    Ini juga alasan menarik bagi para perempuan jika dikatakan Hong Kong adalah surga berbelanja. Di Hong Kong anda bisa mendapatkan barang bermutu dan berkelas hingga barang-barang yang sedang kekinian namun harganya terjangkau. Saya sampai datang berkali-kali hanya untuk membeli barang yang diinginkan di ‘Ladies Market.’ Di sini anda bisa menawar harga juga. Ini semacam area berbelanja tradisional dengan lapak-lapak yang memenuhi area di sepanjang jalan yang ditemukan. Meski namanya ‘Ladies Market’, ternyata banyak juga barang-barang keperluan kaum adam.

    (4). Multi-etnis

      Pemerintah Hong Kong bangga menyebutnya sebagai identitas ‘Asia’s World City’ dimana anda bisa menemukan berbagai etnis terutama Asia di sini. Di sini saya menemukan banyak juga orang Indonesia yang bekerja di sektor domestik. Pegawai hotel yang membersihkan kamar di hotel kedua yang saya tempati juga merupakan orang Indonesia. Saya mendengar sayup-sayup dia berbicara bahasa Jawa melalui telepon sembari membersihkan kamar. Dari dia, saya banyak bertanya soal transportasi atau wisata seputar kota Hong Kong. Tidak hanya etnis Asia saja di Hong Kong, banyak juga kaum migran dari berbagai bangsa yang datang untuk bekerja di sini. Sebagai wilayah yang pernah jadi ‘koloni’ Inggris, tentu bahasa Inggris juga menjadi bahasa pengantar sehari-hari kedua. Banyak aksara latin sebagai petunjuk informasi publik yang mudah bagi turis dan pendatang. Selain itu, anda juga bisa dengan mudah berkomunikasi dengan penduduk lokal dalam bahasa Inggris. 

      (5). Tempat wisata populer

      Di Hong Kong anda bisa mengunjungi Disneyland yang terkenal di dunia. Taman fantasi ini digemari sebagai wisata keluarga. Destinasi wisata yang menarik lagi adalah Victoria Park, baik malam hari maupun siang hari tempat ini menawarkan keindahan kota Hong Kong. Itu adalah sebagian lokasi wisata yang berbayar. Tempat wisata gratis juga bisa anda lakukan yakni menyaksikan cahaya lampu semacam pertunjukan dengan iringan musik di dekat pelabuhan. Anda juga bisa datang ke Avenue of Stars, dimana anda bisa berfoto di samping patung Bruce Lee yang legendaris itu. Atau mungkin tertarik dengan kemerlapan night market di Temple Street atau menikmati berbagai festival/karnaval yang kerap digelar di Lan Kwai Fong

      Kesimpulan

      Hong Kong bisa menjadi pilihan untuk berwisata bagi anda. Sekarang sudah banyak jalur penerbangan menuju Hong Kong dari Indonesia. Ada juga tawaran paket tur yang memudahkan anda di Hong Kong. Transportasi publiknya yang ramah bagi turis membuat siapa saja ingin berkeliling Hong Kong. Udaranya juga tidak terlalu terik jika siang hari, malahan anda bisa kedinginan di malam hari. Pastinya siapkan kocek anda sebelum menjelajah Hong Kong! 

      Semoga bermanfaat!