Perubahan Hidup Masa Kini Bisa Memicu Stress?

Baru-baru ini saya mendapati informasi stress skala yang dirilis oleh Holmes dan Rahe (1967). Di situ diperlihatkan daftar situasi hidup yang menjadi pemicu stress dan skor yang dihasilkannya. Misalnya kematian pasangan hidup atau anak memiliki skor paling tinggi dalam skala stress tersebut, yakni skor 100. Ada juga situasi pensiun yang juga mendorong stress dengan skor 45. Dan lebih tinggi sedikit, skor 50 adalah perkawinan yang dapat memicu stress.

Apa yang anda pikirkan tentang skala stress tersebut?

Saya terkejut juga membaca bahwa liburan itu juga memicu stress. Skor situasi liburan memang tidak tinggi, skornya 13. Tetapi apakah liburan bisa memicu stress? Bisa saja. Jika kenyataan liburan tidak seindah impian misalnya. Atau liburan memiliki berbagai kendala tak terduga, di luar rencana. Itu stress namanya.

Skala stress yang diinisiasi oleh Holmes dan Rahe ini didasari alasan bahwa pemicu stress disebabkan perubahan hidup. Meski stress skala dirilis di abad 20 yang lalu, kenyataannya bahwa peringkat stress masih dipicu oleh perubahan hidup yang serta merta mendadak, tidak diharapkan dan membuat kebingungan.

Pertanyaannya, apakah perubahan hidup seperti gaya hidup masa kini dan keterjangkauan media sosial bisa menyebabkan stress di masa kini?

Skala stress yang dirilis Holmes dan Rahe memang saat dunia belum terjangkau komunikasi dua jari. Padahal skala stress karya Holmes dan Rahe dahulu bisa menjadi ramalan penyakit di dunia medis bila seseorang mengalami perubahan hidup. Meski pendapat ini masih perlu kajian lebih dalam, nyatanya skala stress telah membantu menemukan keterkaitan penyakit yang dihadapi dengan perubahan hidup tersulit yang sedang dihadapi seseorang.

Ketika saya berdiskusi dengan kolega yang berlatarbelakang aneka profesi di sini, pada akhirnya saya menemukan kaitan bahwa perubahan hidup memicu stress di masa kini masih relevan dengan peringkat stress tersebut. Hanya saja perlu ada alat ukur dan kajian mendalam. Masa kini yang saya maksudkan adalah keterjangkauan seseorang dengan dunia maya lewat ponsel dan ponsel pintar. Misalnya, apakah seseorang yang berubah hidupnya akan menjadi stress ketika dia biasa menjangkau media sosial dan dunia maya lalu tiba-tiba kehilangan itu semua? Atau keberadaan media sosial bisa memicu stress ketika seseorang melihat postingan liburan temannya.

Pertanyaan selanjutnya justru kebalikannya. Apakah seseorang bisa mengalami stress ketika dia melihat orang lain berubah hidupnya lebih baik tampilannya melalui ukuran media sosial sementara dia (mungkin) tidak mengalami perubahan hidup?

Saya pikir masih ada poin lain yang bisa jadi pemicu kondisi masa kini yang terhubung melalui kemudahan komunikasi satu sama lain dengan peringkat stress. Ini menjadi menarik ketika situasi perubahan hidup dikaitkan dengan kondisi masa kini di abad 21. Mungkin akan ada poin perubahan hidup lainnya yang belum dimuat di skala Holmes & Rahe terkait situasi sekarang yang bisa memicu stress?

Kita tunggu saja para ilmuwan mengkaji lagi.

Selamat berakhir pekan!

Advertisements

4 Poin Penting Bila Memelihara Ikan Sebagai Hewan Peliharaan di Rumah

Memelihara ikan hias sebagai binatang peliharaan di rumah bukan perkara murah tetapi bagaimana kita mampu merawatnya dengan baik.

Anda juga perlu ketekunan untuk memelihara ikan hias di rumah.

Memelihara ikan hias di rumah seolah-olah memberikan kedamaian batin bagi pemiliknya. Bagaimana menurut anda?

Warna-warni ikan hias memberikan nuansa tersendiri dalam ruangan di rumah.


Siapa pun pecinta binatang biasanya mereka senang jika punya binatang peliharaan di rumah. Binatang peliharaan membawa suasana menyenangkan di rumah. Sebuah studi menunjukkan bahwa punya binatang peliharaan picu kebahagiaan bagi pemiliknya. Ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah semata untuk memeliharanya. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/01/03/punya-binatang-peliharaan-pets-picu-kebahagiaan/

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa untuk punya anjing saja di Jerman sebaiknya kita punya asuransi. Jika kita punya binatang lain semisal kucing juga maka perlu diperhatikan bagaimana kebutuhannya. Jangan sampai anda mendapatkan masalah dari komunitas pecinta hewan! 

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/05/ingin-pelihara-anjing-tetapi-tak-mau-repot-ini-caranya/

Setelah melihat ikan hias di akuarium saat sedang berada di suatu restoran, saya berpikir mungkin cocok jika saya pelihara ikan saja di rumah. Suami saya tampak tak setuju karena ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah saja. Meski kami berdua suka terhadap binatang dan menyenangi tingkah pola mereka yang lucu namun masih banyak pertimbangan sebelum anda memelihara binatang seperti ikan. Saya pikir punya ikan hias dalam akuarium di rumah merupakan hal yang asyik. Namun anda perlu perhatikan empat poin di bawah ini.

Akhirnya saya berkonsultasi dengan beberapa teman pecinta hewan dan memiliki hewan peliharaan di rumah. Berikut hasil diskusi yang perlu jadi pertimbangan bila ingin memelihara ikan yang baik.

1. Penyediaan air dan akuarium yang menunjang kehidupan ikan hias.

Terkadang kita mudah menggampangkan memelihara ikan dengan menyediakan akuarium saja dan menambah volum air ke dalam. Ternyata bukan hanya itu! Akuarium bukan seperti wadah ‘mangkuk’ besar agar ikan bisa tetap hidup. Untuk memelihara ikan, pertama-tama kita memastikan ukuran akuarium tersebut, apakah besar atau kecil? Dengan begitu, kita jadi paham berapa banyak ikan yang diperlukan dan suasana yang perlu dibangun di dalam akuarium sehingga menampilkan habitat aslinya. Jika ukuran akuarium besar, kita juga bisa menempatkan ikan yang besar dan lebih banyak. Jadi akuarium bukan soal keindahan semata namun kelayakan ikan hidup di dalamnya. Pastikan air yang diperlukan juga sesuai suhu dan ph yang dibutuhkan ikan.

2. Perhatikan jenis ikan hias yang dipelihara dan berkonsultasilah dengan ahlinya.

Sebagai pemula, sebaiknya ikan hias yang dipelihara bukan ikan yang berasal dari laut. Karena ternyata ikan yang diambil dari laut perlu diperhatikan suhu dan kadar garam yang memang disesuaikan dengan kondisi laut. Susah ya!? Anda bisa belajar dari tukang ikan hias bagaimana mereka merawat ikan-ikan dalam penangkaran? Lalu pastikan jenis ikan yang dipilih tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya nih pilih ikan besar dan ikan kecil, ternyata ikan besar memangsa ikan kecil. Tentu anda tak suka hal ini terjadi. Saran saya, konsultasi dulu dengan tukang ikan mana ikan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anda. 

3. Kebersihan, pencahayaan dan filter akuarium.

Bagi anda yang malas merawat diri, jangan harap merawat hewan peliharaan! Bagaimana pun meski kita memelihara ikan, kita perlu membersihkan akuarium secara rutin. Anda perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi dan kebersihan akuarium yang menjadi tempat tinggal ikan. Selain kebersihan, perlu diperhatikan juga pencahayaan di akuarium yang terbaik bagi kehidupan ikan. Saya pernah menonton film kartun ‘Finding Nemo’ bahwa ternyata dalam akuarium juga perlu diperhatikan sistim filtrasi bila ingin ikan hidup dengan layak. Filter akuarium berfungsi untuk menjaga kualitas kehidupan habitat ikan sesuai habitat alamnya, baik untuk ikan air tawar maupun untuk ikan air laut.

4. Perhatikan kebutuhan ikan hias seperti makanan dan dekorasi yang diperlukan.

Dekorasi ikan dimaksudkan memberi ikan suasana yang nyaman layaknya habitat alami. Anda bisa membeli aneka dekorasi dengan berkunjung ke toko ikan hias. Ada beberapa aturan seperti dekorasi yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan tanaman yang diperlukan dalam akuarium sehingga aman untuk ikan. Selain itu, pemenuhan gizi ikan perlu diperhatikan sesuai jenis ikan yang dipelihara. Makanan jenis ikan hias air tawar tentu berbeda dengan ikan laut. Pakan ikan juga disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dan ukuran mulutnya.

Kesimpulan

Memelihara ikan hias di rumah menurut saya seperti memberi kedamaian batin. Meski memelihara ikan hias bukan seperti memelihara binatang lain dimana kita harus memikirkan apa yang akan terjadi jika kita pergi keluar rumah, namun memelihara ikan hias juga perlu ketekunan. Memelihara hewan peliharaan bukan hanya karena kecintaan semata tetapi lebih peduli pada kebutuhan yang diperlukan bagi hewan tersebut. 

Setelah saya pertimbangkan poin di atas, saya jadi berpikir ulang dan tidak untuk saat ini. Yakni punya binatang peliharaan dimana saya masih disibukkan dengan pernak-pernik kehidupan.

Jadi binatang peliharaan apa yang sudah anda pelihara di rumah?

Ingin Pelihara Anjing, Tetapi Tak Mau Repot? Ini Caranya

Tampangnya yang lucu dan menggemaskan membuat banyak orang berpikir untuk memelihara mereka di rumah untuk menurunkan tingkat stress.

Tak sekedar memelihara, anda perlu merawat mereka dengan baik. Tampak anjing dikeringkan dengan hair dryer setelah dimandikan.

Tingkah pola anjing yang lucu namun rupanya tak menjadikan mudah untuk memeliharanya di Jerman. Ada berbagai ketentuan yang harus diperhatikan.

Ini contoh aturan yang harus diperhatikan apabila membawa anjing jalan-jalan di area publik.

Membuang kotoran anjing pun tak boleh sembarangan. Aturan ini harus ditaati bagi pemilik anjing.

Hari minggu tiba. Apa yang biasa anda lakukan bersama keluarga dan orang tercinta? Di Jerman, ada kebiasaan bagi mereka membawa anjing sebagai binatang peliharaan untuk berjalan-jalan. Binatang pun perlu olahraga agar tidak stress. Pemilik binatang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap hewan peliharaan mereka. Oleh karena itu tak mudah di Jerman memiliki anjing sebagai binatang peliharaan.

Ibu saya di Jakarta minggu lalu tiba-tiba memberi kabar usai saya selesai menyantap makan siang di Jerman. Dia mengirimkan foto dan pesan di whatsapp jika anjing di rumah tewas tertabrak mobil. Kejadian naas nan malang itu terjadi kala tak ada orang di rumah. Untung saya sudah selesai makan, karena pesan buruk ini biasanya membuat saya tak selera makan. Langsung saya teringat binatang peliharaan kami tersebut, yang sudah dipelihara lebih dari sepuluh tahun lalu. Dan saya pun menangis seperti kehilangan seorang teman karena begitu seringnya dia menemani kala di rumah tak ada siapa pun. 

Di Jerman saya tidak memiliki binatang peliharaan karena berpikir tak punya banyak waktu luang untuk merawatnya. Padahal memiliki binatang peliharaan itu memicu kebahagiaan dimana si pemilik merasakan penerimaan dan kasih sayang yang meningkatkan self-esteem seseorang. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa mereka yang memiliki binatang peliharaan juga lebih mudah mengelola stress dibandingkan mereka yang tidak punya sama sekali.

Baca https://liwunfamily.com/2017/01/03/punya-binatang-peliharaan-pets-picu-kebahagiaan/

Baca https://liwunfamily.com/2014/05/23/atasi-stress-dengan-binatang-peliharaan/

Pasalnya di Jerman bukan sembarang pula jika kita ingin memelihara anjing. Selain harganya yang fantastis untuk tipe anjing yang diinginkan, si pemilik anjing juga harus bertanggungjawab penuh terhadap kebutuhan binatang peliharaan jika tidak ingin didatangi kelompok penyayang binatang. Di tepi jalan raya, kerap saya melihat orang membawa anjing peliharaan berjalan-jalan. Atau di Supermarket, anda juga bisa membeli makanan untuk hewan lalu meletakkan di box donasi sebagai pencinta binatang. Begitulah di sini. 

Tak hanya itu, memiliki anjing sebagai peliharaan itu berisiko. Apa saja? Anjing menggigit atau melukai orang lain. Atau gegara anjing peliharaan kita, sebuah mobil menabrak mobil lain. Lain lagi misalnya, anjing peliharaan menjatuhkan keramik saat berbelanja di supermarket. Itu contoh-contoh resiko kasus yang mungkin terjadi. Jadi anjing pun perlu asuransi di Jerman untuk menghindari dan mengatasi permasalahan yang muncul di kemudian hari. Repot ya?

Setelah dipikir-pikir besar manfaatnya memiliki binatang peliharaan namun besar pula risiko yang harus dimiliki. Akhirnya suami saya mengusulkan kita bisa memanfaatkan jasa Tierheim yang tersebar di beberapa kota di Jerman. Di sini anda bisa memilih anjing yang tersedia untuk diajak jalan-jalan seperti layaknya binatang peliharaan. Anda bisa registrasi lalu meninggalkan kartu identitas sebagai jaminan hingga kita membawa kembali anjing yang dipinjamkan. 

Dengan ide ini, tentu kita bisa mendapatkan manfaat sementara untuk melihat dan mengamati tingkah pola anjing yang lucu. Namun saat kita sudah selesai bermain dengan mereka, kita bisa mengembalikannya kembali. 

Selamat berhari Minggu!­čśŐ

Apakah anda punya pengalaman serupa soal memelihara dan merawat binatang?

5 Hal Sepele Buat ‘Bad Mood’ Perempuan dan Tipsnya

Ilustrasi. Para model sedang menunjukkan performanya di atas cat walk di mall, menjelang musim gugur. 

Ladies, hidup itu tidak selalu sempurna seperti yang kita inginkan. Ingin tampil cantik dan sempurna, namun apa daya ada saja hal yang membuat kita menjadi down dan tak bergairah. Ini semacam bad mood yang mengganggu aktivitas kita sepanjang hari. So bila anda pria, seharusnya anda paham hal sepele berikut yang mengganggu perempuan.

Mengapa terjadi perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam mengalami ‘bad day’? Berdasarkan studi diceritakan bahwa perempuan lebih emosional ketimbang pria. Perempuan juga lebih menekankan pada internal karakter akibat hal sepele sementara pria lebih pada stimulus eksternal. Contohnya nih, jerawat satu di hidung buat perempuan bisa membuatnya down. Ia bisa saja berpikir tidak terlihat cantik hanya karena jerawat di wajah. Bagi pria, sepanjang orang lain di sekitar tidak berkomentar apa pun tentang jerawat di hidung, baginya bukan masalah. 

Back to topic, apa saja hal sepele yang membuat perempuan berpikir ‘bad day’?

  • Rambut kusut dan terlihat kusam (Bad hair)

Sudah dandan cantik dan berpakaian sempurna dengan baju yang baru saja dibeli, namun tiba-tiba rambut tidak seperti yang diharapkan. Itulah perempuan. Ada teman saya yang bergantung sekali dengan rambut untuk penampilannya tiap hari. Dia selalu mengeluh bilamana rambutnya terlihat kusut dan kusam. Ketika saya tanya apa solusinya, dia jawab seharusnya dia mencuci rambutnya. Ya sudah, saya katakan cuci rambut agar dia nyaman. Akhirnya sebelum ke kantor, dia cuci rambut setiap hari. Setelahnya dia tidak suka mengeluh lagi. 

Satu kali dia datang lagi kepada saya karena rambutnya sudah mulai tidak bisa diatur. Lalu saya tanya apa solusinya? Dia jawab perlu ke salon. Ya sudah, dia pergi ke salon keesokan harinya untuk menata rambut. Ternyata hanya masalah rambut, sepanjang hari bisa mengganggu suasana hatinya. Apa pun wajahnya, jika rambut terlihat indah maka sepanjang hari akan terasa sempurna. Begitulah pendapat perempuan. Anda sendiri bagaimana?

Tips

Jika anda merasa rambut anda mudah terlihat kusam atau kusut, segera tanyakan pada Hair Styles yang bagus! Sekarang ini tak perlu tiap hari ke salon, anda cukup beli beberapa produk perawatan rambut agar hasilnya maksimal dan lakukan di rumah.

Baca https://liwunfamily.com/2015/01/04/5-penyebab-rambut-terlihat-kusam/

  • Jerawat

Semua perempuan meyakini bahwa jerawat tentu mengganggu penampilan. Saya pun demikian. Jerawat bisa membuat turunnya rasa percaya diri. Berbagai cara dilakukan agar jerawat bisa punah dari wajah. Teman saya banyak yang berani bayar mahal termasuk pergi ke dokter kecantikan hanya untuk mengatasi jerawatnya. Katanya sekali suntik untuk jerawat, dia membayar ratusan ribu. Belum lagi dia harus menebus obat lainnya. Namun segala cara dilakukan agar penampilan terlihat prima. Jerawat oh jerawat!

Saya pun pernah mengalami hal yang sama ketika masih remaja. Sampai akhirnya saya harus pergi ke dokter kulit untuk mengatasinya. Itu jika jerawat tumbuh banyak di wajah. Bagaimana jika jerawat satu atau dua di wajah? Masalah jerawat banyak dengan jerawat satu di wajah sebenarnya sama. Sama-sama mengganggu penampilan bahkan terus memperhatikan di kaca, bagaimana cara menutupi jerawat agar penampilan tetap oke.

Tips:

Pada dasarnya tumbuhnya jerawat pada tiap orang adalah normal, apalagi pada perempuan menjelang masa menstruasi. Percayalah penampilan seseorang tidak dilihat dari itu semua sepanjang anda cukup percaya diri meski dalam keadaan berjerawat sekalipun. Anda perlu mengenali apa penyebab jerawat yang muncul pada wajah anda. Tanyakan pada dokter kulit jika jerawat terus menerus muncul!

Baca https://liwunfamily.com/2016/10/13/10-alasan-kemungkinan-saya-tidak-lagi-berjerawat/

  • Salah kostum

Apakah anda pernah mengalami bahwa anda berpakaian yang salah di suatu kesempatan? Saya pernah. Suatu kali saya harus berpergian satu malam dua hari bertugas keluar kota ke salah satu provinsi di Indonesia. Karena berpikir hanya sebentar, tak banyak baju yang dibawa. Tiba di bandara, celana restleting rusak. Alhasil saya harus membeli baju di bandara. Tak ada pilihan lain, saya pun terpaksa beli gaun batik yang pas dengan ukuran saya. Masalah selesai, belum!

Kepergian saya adalah mengunjungi lapas atau penjara untuk kepentingan program pemerintah. Tiba di penjara sontak seluruh penghuni yang semuanya pria melihat dan mengeluk-elukan penampilan saya. Memang saya salah kostum saat itu, saya berpikir saya tampil untuk media briefing. Betul untuk media briefing, tetapi bapak bos maunya dilaksanakan di lapas. Alhasil saya tidak nyaman sepanjang acara. 

Tips:

You are what you wear, katanya. Banyak public figure yang dicitrakan sejalan dengan penampilan mereka. Acara formal misalnya mereka menuliskan dress code namun jika anda ragu untuk datang, tanyakan bagaimana seharusnya untuk berpenampilan. Ingat juga cara berpenampilan menentukan personal branding anda!

Baca https://liwunfamily.com/2016/08/17/faktor-faktor-terbentuknya-personal-branding-identity-dalam-keseharian/

  • Sepatu kebesaran/kekecilan

Meski ini sekedar alas kaki, siapa sangka ini juga mempengaruhi ketidaknyamanan anda sepanjang hari. Masih kejadian di Indonesia. Suatu kali saya diundang hadir di suatu universitas. Terlalu sering traveling, tidak menjadikan kita selalu ingat barang-barang yang harus dibawa karena berpikir alas kaki formal dan informal selalu ada di dalam mobil. Rupanya saya lupa bahwa saya tidak membawa sepatu formal karena sehari sebelumnya saya membersihkan barang-barang dalam mobil. Padahal saya berencana saya akan mengenakan batik untuk acara pembukaan. 

Karena saya sudah tiba malam hari dan lelah berkendara akhirnya diputuskan besok untuk beli sepatu. Tak ada kesempatan untuk beli sepatu pagi hari. Anda mengerti tentu acara pembukaan di Indonesia seperti apa. Acara yang dihadiri oleh para akademisi termasuk dosen tentu membuat saya tak nyaman dengan alas kaki yang saya kenakan. Usai acara pembukaan, saya pergi sebentar untuk membeli sepatu di kota itu lalu kembali menyusul acara. Tak mungkin pula saya tak hadir dalam acara pembukaan karena itu acara penting buat saya. Namun saya tak nyaman bergerak karena alas kaki sungguh tak matching dengan penampilan batik formal yang saya kenakan.

Tips:

Menemukan sepatu yang pas layaknya cinderella mendapatkan sepatunya kembali. Oleh karena itu pastikan ukuran yang tepat agar anda berjalan nyaman dan percaya diri. Sebaiknya pergi mencari sepatu lain bilamana sepatu yang anda temukan ukurannya tidak sesuai. Namun jika anda sudah terlanjur ‘cinta’ dengan sepatu yang anda temukan, silahkan baca tips saya di bawah ini!

Baca https://liwunfamily.com/2015/05/03/tips-atasi-sepatu-kebesaran-atau-kekecilan/

  • Masalah menstruasi

    Ini yang membedakan perempuan dengan laki-laki, ketika perempuan menghadapi datang bulan. Kejadian natural seperti ini sebenarnya tergantung pada pribadi setiap perempuan itu sendiri. Namun sebagian besar nyatanya menganggap hal ini menjadi hal luar biasa dan cukup mengganggu aktivitas. 

    Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan perempuan merasa periode menjelang menstruasi atau saat menstruasi adalah masa stress dan mengalami mood yang tak menentu. Tambah lagi mereka punya masalah pekerjaan atau masalah percintaan, seolah periode menstruasi yang wajar menjadi over dan menyebabkan bad mood sepanjang hari.

    Tips:

    Carilah sesuatu aktivitas yang menyenangkan diri sendiri sehingga membangkitkan hormon endorphin! Pilih juga nutrisi makanan yang seimbang kala anda menyadari periode datang bulan sedang dihadapi. Gizi dan nutrisi seperti mengkonsumsi buah dan sayuran yang baik akan membantu anda mengatasi gejala mood yang tak menentu. 

    Kesimpulannya

    Terkadang apa yang kita anggap masalah sepele bisa jadi adalah masalah besar bagi orang lain. Jika hal sepele di atas terjadi pada anda, segera cari solusi untuk mengatasinya. Ingat tiap orang punya 24 jam yang sama! Jika satu jam anda sudah merasa down, masih ada 23 jam lain yang harus segera diantisipasi agar hal sepele di atas selesai. 

    Semoga bermanfaat!