CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

  Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 17 Januari 2016. “Cup. Cup. Sudah berhenti nangisnya,” seru ibu mengelus bahuku. Aku terisak sesaat menghentikan tangisku. Aku tersenyum. “Ibu tahu apa yang kau butuhkan. Ini!” kata ibu sambil menyerahkan dua balon warna kesukaan padaku. Aku tertawa sambil melap… Read More CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

Rate this:

CERPEN (4): Merajut serpihan hati

Kala mentari menghiasi hari dengan terang, Perempuan itu berjalan mengais serajut mimpi. Tak ditemukan apa yang dicarinya. Ia mengiba pada mentari. Wajahnya peluh oleh keringat, hatinya penuh oleh gelora harapan tapi mimpi tak kunjung datang. Matanya terus mencari, tangannya bergerak-gerak mengais sesuatu yang ditemuinya di jalan. Kosong. Hampa. Perempuan itu tidak menemukan apa pun. Mentari… Read More CERPEN (4): Merajut serpihan hati

Rate this: