Makanan Khas Asia (62): Chao, Bubur Nasi dari Vietnam yang Menginspirasi Buat Sarapan

Chao, semacam bubur berkuah.

Bubur ternyata tak hanya milik Indonesia saja. Hal ini pernah saya alami saat saya memesan bubur ayam di Malaka, Malaysia, yang ternyata mirip dengan bubur ayam di Jakarta. Saya pesan bubur ayam yang sedikit kering, tak berkuah dengan suwiran ayam. Hanya saja, saat itu saya tidak mendokumentasikan bubur ayam yang saya beli. Cerita wisata ke Melaka bisa anda cek di link ini.

Lepas dari Malaysia, saya juga temukan bubur juga di negeri tirai bambu. Tepatnya di Shenzhen, saya mendapati kuliner bubur ayam di gemerlapnya pasar malam. Lalu pagi hari, sarapan bubur ayam juga menjadi pilihan saat saya menginap di hotel bintang empat. Dari dua negara tersebut menandai bahwa bubur dengan nasi itu memang bisa menjadi petunjuk sebaran kuliner yang mirip.

Baca juga: Cicipi bubur ayam di Tiongkok

Lalu bagaimana bubur nasi di Vietnam?

Adalah reissuppe sebutan bubur nasi berkuah yang disajikan di restoran Vietnam di Jerman. Jika menilik namanya, reissupe berarti reis (=nasi) dan suppe (=sup, makanan berkuah) yang memang seperti penampakan di atas. Plus bisa disajikan tidak hanya dengan suwiran ayam saja, kreasi lain disajikan dengan daging giling. Wah!

Tak ubahnya makan bubur dipandang baik kala kita terserang sakit, begitu pun chao, bubur asal Vietnam ini. Saya merasakan sendiri manfaatnya pada tubuh kala saya sedang kedinginan kemudian memesannya. Kuah dan kaldunya itu benar-benar meresap dan membuat tubuh hangat. Memang chao biasa disajikan saat udara dingin di Vietnam. Tetapi kebanyakan chao disajikan sebagai sarapan pagi seperti halnya kebiasaan pagi di sebagian negeri Tiongkok.

Umumnya chao itu seperti bubur ayam yang saya kenal. Dimana nasi yang dimasak dalam air kaldu yang banyak dan hampir matang. Kemudian daging ayam potong bisa disuwir dan dimasukkan bersamaan. Kemudian dibumbui sebentar, seperti kecap ikan, daun ketumbar dan rempah Vietnam. Itu bubur ayam yang disebut Chao Ga.

Sementara untuk bubur Chao dengan daging giling seperti yang saya pesan, pun bisa diikuti langkah berikut.

  • Kupas dan potong bawang putih. Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan, goreng sepertiga bawang putih di dalamnya. Tambahkan daging cincang dan masak dalam waktu sekitar 3 menit.
  • Tambahkan rempah Vietnam, ketumbar, kecap, garam dan merica. Basahi dengan ½ liter air. Didihkan selama 1 menit. Lalu tambahkan beras di panci.
  • Panaskan sisa minyak dalam wajan. Goreng sisa bawang putih di dalamnya sampai berwarna kuning keemasan, aduk ke dalam sup sebelum disajikan, taburi dengan daun bawang atau daun ketumbar.

Apakah anda tertarik mencobanya?

5 Sup Usir Dingin ala Eropa, Bisa Dicoba di Rumah

Musim dingin melanda negeri empat musim saat ini, termasuk wilayah tempat tinggal saya. Ada berbagai cara untuk mengusir rasa dingin yang kerap saya alami saat sedang berada di luar rumah dan traveling. Salah satunya adalah mengkonsumi sup yang selalu tersaji hangat agar tubuh pun terasa hangat. Bagaimana pun mengkonsumsi sup dengan isian yang menyehatkan juga membantu tubuh untuk terhindar dari sakit selama musim dingin.

Berikut ini lima sup yang saya temukan di restoran dari berbagai tempat di Eropa.

1. Sup goulasch, Hungaria

Sup goulasch dengan potongan roti.

Goulasch adalah makanan asal Hungaria yang sudah populer di Jerman dan beberapa negara sekitarnya di Eropa. Ini menjadi makanan wajib saat saya bertandang di Hungaria. Nama goulasch sendiri sudah sering saya temukan saat saya memesan makanan di restoran di Jerman. Nah, pilihan sup berikut bisa jadi anda sukai yakni sup berisi potongan kentang, paprika dan daging sapi.

Baca: Mencoba goulasch otentik di Budapest

Untuk membuatnya pun mudah. Bahan-bahan yang berisi isian sup seperti potongan daging sapi direbus bersama bawang merah, bawang bombay dan pasta tomat. Beri garam, kaldu sapi dan merica sedikit. Kini anda bisa menikmati sup goulasch yang dimakan bersama roti.

2. Sup pancake, Jerman

Pfannkuchen suppe yang biasa dibuat ibu mertua.

Sup kedua juga mudah anda buat di rumah. Saya mengenal sup ini dari ibu mertua yang tahu bahwa saya suka makan pancake dan makan sup. Bagaimana jika dibuat keduanya dengan bahan yang sama. Kali lain, saya mendapati pfannkuchen suppe ini dalam berbagai kesempatan seperti di Christkindlmarkt, pasar jelang natal. Pfannkuchen suppe ini juga terkadang disebut Frittaten suppe Membuatnya juga mudah. Silahkan cek resepnya di link yang saya berikan!

Baca: Resep sup pancake

3. Sup griesnockerl, Austria

Sup griesnockerl yang juga bisa ditambahkan sayuran.

Selanjutnya adalah sup dari negeri tetangga yakni sup griesnockerl. Sup ini bisa disebut sebagai dumpling soup dalam istilah internasional. Dumpling atau pangsit dalam bahasa Indonesia dibuat dengan mudah dari adonan tepung maizena, butter dan telur. Setelah air kaldu sapi dalam panci sudah mendidih maka pangsit yang dibuat kecil-kecil dari adonan dimasukkan hingga matang. Anda juga bisa menambahkan potongan sayuran seperti wortel, kol atau sesuai selera. Mudah ‘kan!

Baca: Sup griesnockerl yang lain

4. Sup tomat, Swiss

Sup tomat, diberi krim dan irisan roti.

Berikutnya adalah sup tomat yang saya pesan di salah satu restoran di stasiun utama di Zürich, Swiss. Saat itu, saya memesannya sambil menunggu jadwal kereta kembali ke Jerman. Restoran yang terletak di stasiun utama Zürich ini menyediakan sup tomat yang terdengar enak untuk saya. Seperti yang anda lihat, ini pun mudah dibuat. Anda bisa menambahkan krim dan potongan roti agar semakin tasty. Cerita tentang Zürich, saya buat terpisah.

5. Sup krim kubis, Belanda

Sup krim kubis yang ditambahkan potongan roti.

Sup terakhir adalah sup krim kubis, yang juga sering saya temukan di Jerman. Namun sup kubis tersebut saya pesan di restoran di Den Haag. Ceritanya saya berkunjung ke pusat wisata keluarga Maduro, Den Haag. Karena waktu makan siang tiba, maka saya dan suami pun mampir di restoran di lokasi wisata tersebut. Sup kubis pun mudah dibuat setelah anda merebus kubis dengan kaldu sayur, garam dan merica kemudian hancurkan dengan food processors. Anda bisa tambahkan potongan roti kering. Tentang wisata di Den Haag, saya buat terpisah.

Dari kelima sup berbagai negara yang saya tampilkan, manakah yang ingin anda coba di rumah? Selamat berhari Minggu bersama keluarga.

Makanan Khas Asia (55): Thailand Sup Santan Daging Ayam dan Gorengan Brokoli

Sup santan daging ayam fillet.

Gorengan brokoli.

Makanan berikut diperkenalkan oleh teman asal Thailand, yang mengundang saya datang ke rumahnya. Ini sebagai undangan balasan dimana saya pernah membuatkannya makanan nusantara.

Bisa dikatakan makanan nusantara memiliki kemiripan dengan masakan Thailand. Saya pun belajar salah satu menu mereka, sup santan daging ayam.

Selain itu, saya mencoba gorengan dari brokoli. Wah!

Ternyata mudah!

Bahan yang diperlukan

  1. Daging ayam fillet
  2. Bawang putih.
  3. Jahe
  4. Daun ketumbar
  5. Santan kelapa
  6. Garam dan merica
  7. Minyak goreng

Langkah memasak

  1. Potong daging ayam fillet menjadi kotak-kotak kecil.
  2. Cincang bawang putih dan jahe sedikit, sesuai selera.
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak goreng.
  4. Masukkan potongan daging ayam fillet dan masak sebentar.
  5. Tambahkan bawang putih dan jahe cincang. Masukkan santan.
  6. Beri garam dan merica.
  7. Masak sebentar!
  8. Sajikan dengan irisan daun ketumbar.

Jika tak ada daun ketumbar, anda bisa menggantinya dengan daun bawang.

Sedangkan gorengan brokoli pun mudah. Ini sama seperti membuat gorengan biasa.

Selamat mencoba!

Mesir (13): 2 Sup Menyehatkan Berikut Wajib Dicoba Loh

Sup adalah salah satu makanan favorit saya bila musim dingin tiba. Aneka sup musim dingin pernah saya ulas sebelumnya di artikel, INSPIRASI SUP MUSIM DINGIN. Sup yang hangat berisi bahan-bahan menyehatkan tentu membantu tubuh tetap terlindungi dari serangan sakit kala orang yang dilahirkan di wilayah tropis seperti saya harus beradaptasi. Sup dalam porsi kecil sudah membuat saya kenyang menikmatinya.

Pengalaman menikmati sup kala traveling misalnya saat saya berada di Budapest. Lucunya saya menikmati sup dari Thailand yang ternyata enak sekali. Karena saya sudah merasa kerap mencicipi goulasch suppe yang original di Hungaria sehingga saya ingin rasa sup berbeda.

Kali ini saya bagikan dua sup saat saya traveling di Mesir.

1. Sup Ozro dan sayur

Pertama, anda pasti bertanya, apa itu Orzo? Saya yang tak familiar dengan masakan Timur Tengah tentu takjub dengan penampakan orzo yang mirip nasi bentuknya. Orzo memang sejenis pasta yang bentuknya seperti beras. Namun soal rasa, orzo berbeda dengan nasi. Rupanya orzo terbuat dari gandum yang bisa disajikan dalam sup atau salad.

Orzo ini konon lebih menyehatkan karena rendah lemak dan kandungan proteinnya dua kali lipat.

Untuk membuat sup seperti di atas, ozro bisa disajikan dengan wortel, seledri bahkan bayam. Tak perlu waktu lama memasak sup ozro, ketika sayur sup sudah matang maka masukkan ozro. Tambahkan kaldu sayur, sedikit perasan lemon, garam dan merica. Tunggu beberapa saat hingga ozro siap dihidangkan.

2. Chard and Lentil soup

Sup kedua yang menyehatkan berasal dari kacang lentil. Ini seperti sup kacang-kacangan yang menyehatkan. Untuk membuatnya pun mudah.

Pertama, anda memasakkan kacang lentil dalam panci terlebih dulu. Beri kaldu ayam dan masak hingga berbuih. Anda bisa menambahkan kentang jika suka. Jika air menyusut dan sudah berwarna kecokelatan, anda bisa menambahkan ketumbar, minyak zaitun, garam, bawang putih bubuk dan sedikit perasan lemon.

Kacang lentil atau kacang berwarna kemerahan ini banyak mengandung zat besi yang cocok untuk bayi dan ibu hamil. Selain itu, kacang lentil itu sumber protein yang baik, mampu melindungi kesehatan pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh.

Kacang lentil banyak dikonsumsi di Asia, seperti misalnya makanan di India. Siapa yang tak kenal makanan tradisional Dal Makhani dari India? Atau gorengan Samosa yang juga cocok untuk para vegetaris dan vegan.

Apakah anda tertarik mencoba sup di atas?

Makanan Khas Italia (26): Minestrone, Sup Sayur Pakai Pasta atau Nasi

Sup minestrone.

Makan malam ke sekian di hotel di Hurghada, Mesir bertajuk Italian Buffet. Pasta dan pizza sudah dipenuhi antrian. Sepertinya saya juga sudah sering mengulasnya di blog. Saya pun berpindah mencari sesuatu yang berbeda dan belum pernah diulas di blog. Ups, saya melewati bagian sup pembuka.

Sup pertama adalah sup wortel. Ini berisikan wortel berbumbu yang diperas hingga menjadi sari wortel. Saya sudah mencoba sebelumnya dan rasanya hanya wortel saja. Saya hanya menambahkan sedikit daun koriander. Pandangan saya beralih ke sup sebelahnya, sup minestrone.

Apa itu?

Sup wortel.

Saya pun mengambilnya di mangkuk. Rupanya isian sup beragam. Saya suka, ini seperti sup sayur di Indonesia. Ada wortel, buncis, tomat, seledri, kacang merah dan bawang bombay. Namun ada yang berbeda, yakni pasta. Bentuknya sebesar spaghetti hanya saja tidak panjang, bentuknya patah-patah. Biasanya sup minestrone memang ditempatkan sebagai makanan pembuka dalam gala dinner.

Sup minestrone kesempatan lain saat dinner di restoran Italia di Mesir.

Sup sayuran memang sudah menjadi hal lumrah sebagai makanan nusantara yang saya kenal sejak saya masih kecil. Bumbunya pun sederhana, hanya bawang putih, merica dan kaldu sayur. Rasanya sudah nikmat menurut saya.

Namun bagimana rasa sup minestrone asal Italia?

Semakin lengkap saya mencoba sup minestrone kedua kalinya saat suami mengajak saya makan malam di restoran Italia di Mesir. Isian sup minestrone pun tetap sama. Begitu pun rasanya.

Di Jerman, sup minestrone lebih besar porsinya dan isian pastanya lebih bervariasi. Sayurannya pun bervariasi dan lebih banyak. Kuahnya pun lebih kental. Bahkan ada juga nasi yang dimasukkan dalam sup, menggantikan pasta.

Nama minestrone sendiri diartikan sebagai sayuran. Jelaslah bahwa sup ini berisikan sayuran yang beraneka ragam dan kaya nutrisi. Sup ini sudah ada sejak abad 19. Namun tidak ada yang menjamin bagaimana resepnya karena semua tergantung pembuatnya. Rasa sup yang hangat sudah cukup enak dengan kaldu sayur.

Pendapat lain mengatakan kita bisa juga menambahkan daging yang dipotong kecil-kecil. Atau anda bisa memasukkan suwiran daging ayam sesuai selera anda.

Tertarik mencobanya?

Inspirasi Sup di Musim Dingin, Apa Saja?

Kartoffelsuppe mit Speck.

Di tempat tinggal saya sudah turun salju sejak November lalu. Suhu di luar bisa mencapai minus atau cukup nol derajat celcius. Hampir sebagian besar salju menutupi wilayah kami hingga rasanya udara dingin begitu menusuk tubuh saya yang lahir di iklim tropis. Ada banyak cara agar tubuh tetap berasa hangat selama musim dingin. Salah satunya menikmati sup yang hangat.

Sup yang disajikan hangat memang jadi pilihan bagi kami di sini saat musim dingin. Bahkan kafe dan restoran yang biasanya menyajikan makanan dingin semacam sandwich, kini beralih menawarkan sup sebagai pilihan untuk pelanggan. Bagaimana pun sup ditawarkan dengan pilihan yang menyehatkan dan nilai gizinya baik untuk tubuh. Saya juga suka makan sup karena porsinya yang pas dan tidak besar. Makan satu porsi sup di sini biasanya disertai dengan satu potong roti.

Kali ini saya bagikan lima ide sup yang sudah saya coba di musim dingin ini. Semua dirangkum dari kafe, restaurant, hotel hingga kantin kampus. Siapa tahu anda membutuhkannya?

1. Goulasch suppe.

Sup goulasch asalnya dari Hungaria, namun kini bisa dinikmati dimana saja di Jerman. Meski teman saya asal Hungaria menyangkal bahwa sup ini tidak otentik, namun goulasch suppe tetap disukai dan dipesan banyak orang kala musim dingin. Goulasch suppe yang otentik dari Hungaria bisa anda lihat di sini. Kuahnya kental dengan rasa kari dari paprika ditambah sedikit daging sapi sudah membuat saya ketagihan. Kreasi goulasch suppe ada banyak, namun saya bagikan yang umum seperti pada foto di atas. Warna merah paprika adalah ciri umum sup ini.

2. Kartoffelsuppe mit Speck

Sup selanjutnya adalah sup kentang dan kaldu daging. Kentang dan wortel dipotong kecil-kecil kemudian ditumis dengan mentega. Beri kaldu daging sapi dan didihkan hingga sekitar 35 menit. Cincang halus Speck dan goreng hingga renyah. Masukkan dalam sup dan tambahkan creme fraiche, sedikit garam dan lada ke sup. Tambahkan kaldu sayur di sekitar piring sebagai aksesoris.

3. Kürbiscremesuppe

Sup berikut juga cukup tasty untuk dinikmati. Sup ini saya dapatkan saat makan malam di hotel. Jika anda suka labu kuning, maka pilihan sup berikut tepat. Tumis labu yang sudah dipotong kecil-kecil dalam wajan panas yang diberi mentega. Tambahkan kaldu sayur atau kaldu sapi sesuai selera anda. Beri sedikit air dan bumbui garam, lada, thyme cincang dan ketumbar halus. Setelah setengah matang. Blender hasilnya dan masak lagi dengan krim kocok. Anda bisa tambahkan di atas sup, roti potong dan daun ketumbar.

4. Chilli con carne

Sup terakhir juga asyik untuk dinikmati saat musim dingin seperti sekarang ini. Saya pernah mencoba membuatnya seperti pada link berikut.

5. Pilzcremesuppe

Sup terakhir yang bisa menginspirasi anda adalah pilzcremesuppe. Sup ini saya dapatkan di kantin kampus. Setiap minggu mahasiswa mendapatkan daftar menu selama satu minggu. Setelah membacanya di akun mahasiswa, saya pun penasaran membelinya.

Sup ini terdiri atas jamur kancing yang ditumis lembut dan dihancurkan dengan juicer bersama bumbu. Saya merasakan bau cengkeh dalam ramuan sup. Ada tambahan krim sayur sehingga menjadi sup yang nikmat.

Dari kelima sup di atas, mana yang menarik menurut anda?

Frittatensuppe, Sup Irisan Pancake: Makanan Khas Jerman (45)

Sup irisan pancake, griesnockerl, daging sapi dan sayuran.

Ini hanya sup irisan pancake dengan kaldu sapi.

Apakah anda tahu pancake? Saya pernah memuatnya di link ini. Itu loh semacam kue crepes yang tipis terbuat dari tepung terigu dan telur. Makanan crepes sudah tak asing lagi di daratan benua Eropa. Saya sudah menemukannya mulai dari Perancis hingga Hungaria. Makanan manis ini umumnya bisa disajikan sebagai kudapan.

Di Indonesia tentu anda pasti menjumpai aneka ragam pancake. Pastinya pancake itu berasa manis bahkan semakin manis bila disajikan dengan cokelat, selai atau es krim. Namun ternyata ada juga pancake yang berasa tawar atau memang tidak cocok sebagai kue. Pancake ini yang dibahas sebagai sajian menjadi sup.

Awalnya saya merasa aneh bagaimana mungkin pancake bisa jadi sup. Ibu mertua menyajikan saat saya mampir di musim dingin. Dia membuat sendiri pancake yang katanya cukup mudah. Hanya bermodalkan penggorengan datar yang anti lengket, ditambah tepung terigu, air dan telur. Mengolahnya seperti kue cucur, tangan harus cepat saat panas.

Setelah jadi pancake, siapkan air panas beserta kaldu sapi atau kaldu ayam sesuai selera anda. Siapkan sayuran seperti irisan wortel misalnya, atau daun seledri. Campurkan bersamaan menjadi sup bersama irisan pancake. Mudah ‘kan!

Karena berbentuk sup, saya mendapati jajanan ini di pasar menjelang natal. Sedangkan kedua menu sup pancake di atas, saya dapatkan kala saya mampir di restoran tradisional. Kebetulan saya sedang ingin makanan yang hangat. Saya memilih sajian sup pancake sebagai hidangan pembuka.

Jika anda bisa berkreasi, silahkan juga lihat menu sup pancake paling atas! Ada griesnockerl, tepung khusus yang dibuat bola-bola. Lalu ada irisan daging sapi dan beberapa irisan sayuran.

Saya yakin anda bisa mempraktikkannya di rumah karena mudah membuatnya. Ini salah satu sajian tradisional di sini juga.

Selamat mencoba!

Creama de aguacate y calabacìn: Makanan Khas Spanyol (5)

Holla! I would like to share the recipe of Avocado Zucchini cream soup which is described in detailed step by step to prepare it. As known, a friend of mine who comes from Spain is a vegan. She had recommended me this recipe due to good taste and more healthy. Thus, it is easy and simple.

Jika anda penyuka rasa negeri Matador mungkin anda bisa menyimak resep yang dibuat oleh teman saya ini. Di Spanyol, menu berikut disebut Crema de Aguacate. Aguacate sendiri bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi alpukat. Ya, resep di bawah ini menyajikan menu makanan sehat dengan menggunakan alpukat yang bergizi dan kaya akan vitamin.

Tidak hanya itu, warna sup yang hijau tidak hanya dari alpukat saja. Ternyata bersama timun jepang bisa dibuat menjadi rasa yang memikat dan menggugah selera terutama bagi mereka yang vegan. Timun jepang ini bentuknya besar seperti terung dan tidak berair layaknya timun pada umumnya. 

Penasaran ‘kan? Mari disimak!

Bahan yang digunakan: 

  1. Alpukat yang matang.
  2. Timun jepang.
  3. Bawang bombay.
  4. Yoghurt rasa tawar atau sour cream.
  5. 2 Kaldu sayur.
  6. Minyak zaitun.
  7. Lemon.
  8. 1 Liter air.

Cara memasak:

  1. Cincang halus bawang bombay.
  2. Potong kecil-kecil timun jepang. Ambil daging alpukat kemudian pisahkan.
  3. Parut lemon beserta kulitnya sebanyak 2 irisan.
  4. Panaskan panci dan masukkan minyak zaitun.
  5. Tumis bawang bombay. Kemudian masukkan air. Tambahkan kaldu.
  6. Ketika air mendidih, masukkan potongan timun jepang. Masak hingga 15 menit atau melunak.
  7. Setelah timun lunak, matikan api. Tambahkan alpukat, sour cream/yoghurt dan irisan jeruk lemon.
  8. Blender bahan tersebut pada nomor 7 dengan blender tangan hingga hancur.
  9. Sajikan dengan roti jika suka.

Mudah ‘kan? Apakah anda tertarik mencobanya di rumah?

    Kung Fu Suppe, Sup Menyehatkan: Makanan Asia di Jerman (25)

    Kung fu suppe.


    Teh hijau ala negeri Tiongkok.

    Makanan berikut yang dibagikan mungkin terdengar ajaib, berasal dari namanya. Saya pun penasaran setelah membaca nama makanan ini tertera di buku menu di restoran Asia di sini. Makanan ini pun diletakkan sebagai sup pembuka.
    Sebagai sup pembuka maka saya pun memesan kung fu suppe. Selang beberapa menit, makanan ini pun tersaji di depan mata dengan hidangan teh panas yang menyehatkan kala di luar dingin dan hujan.

    Semangkuk Kung Fu suppe masih terjangkau kocek. Penyajiannya pun diletakkan dalam mangkuk kecil semacam di restoran tradisional di Tiongkok. Atau jika anda menyukai film persilatan asal Tiongkok, bentuk dan ukuran mangkuk seperti yang digunakan para pendekar silat. Makannya pun dengan sendok bebek.

    Saya berpendapat bahwa sup ini cukup menyehatkan. Pasalnya sup menghadirkan aneka sayuran warna-warni yang indah dilihat. Ada wortel, daun bawang, daun bambu dan kembang kol sepertinya. Lalu ada potongan daging ayam. Rasanya cukup hanya lada dan kaldu ayam. Saya juga suka karena tidak terlalu banyak rempah di dalamnya. 

    Jangan tanya alasan dibalik penamaan sup tersebut! Saya sudah coba cari tahu namun pramusaji yang melayani hanya tersenyum dan tidak tahu alasannya. Apa mungkin sup ini disajikan sebelum berlatih kung fu? Ah, itu hanya gurauan saya. 

    Semoga bermanfaat!

    Tiga Makanan Khas Jerman yang Umum Dijual

    Goulaschsuppe, salah satu makanan yang populer dan mudah dijumpai.

    Schnitzel.

    Selamat berhari Minggu semua!

    Di tengah kesibukan saya, ada beberapa pertanyaan yang kerap datang pada saya lewat pesan pribadi. Salah satu pertanyaannya adalah soal kuliner khas yang mudah dijumpai di Jerman. Artinya makanan ini banyak dijual, mudah dan murah di dapat di sini. 

    Berdasarkan pertanyaan itu, akhirnya saya menuliskan kembali makanan khas yang bisa dicoba saat anda bertandang di Jerman. 

    Goulashsuppe

    Bisa dikatakan kuliner khas Hungaria ini sudah dikenal luas di Eropa, termasuk Jerman. Teman saya asal Hungaria merasa aneh dengan cara orang Jerman membuat goulaschsuppe, namun bumbunya yang mudah secara instan dijual di supermarket membuat siapa saja bisa membuatnya. 

    Baca https://liwunfamily.com/2017/12/29/gulyasleves-piros-labas-dan-tejfolos-ubokasalata-budapest-hungaria-1/

    Tak hanya itu, goulaschsuppe juga begitu mudah dijumpai di restoran tradisional khas Jerman. Sesungguhnya makanan ini terdiri dari aneka sayuran seperti kentang, wortel dan sayuran lain jika anda suka kemudian dicampurkan dengan potongan daging sapi. Kuahnya seperti kuah kari yang pedas menurut lidah orang Eropa. 

    Dengan harga kisaran dibawah 10€ maka anda bisa menikmati sup ini. Malahan saya pernah membelinya hanya dengan harga 3,5€ sudah termasuk roti. Oh ya, makan sup ini dengan roti tentunya. Meski anda bisa menyantapnya dengan nasi, dengan permintaan khusus. 

    Currywurst

    Makanan selanjutnya boleh dibilang jadi kebanggaan bilamana anda datang ke Jerman, terutama Berlin. Anda bisa menjumpainya mulai dari jajanan kaki lima hingga restoran eksklusif. Pastikan sesuai kocek anda maka anda bisa mendapatkan makanan ini dengan mudah.

    Jika hanya punya uang 2€ – 3€ namun anda berkeinginan untuk mencicipi makanan ini maka anda bisa datang ke supermarket. Mereka menyajikan currywurst instan yang hanya dipanaskan di microwave lalu beberapa menit kemudian anda bisa menikmatinya.

    Makanan ini berupa potongan sosis yang dipanggang sebelumnya. Untuk melengkapi rasanya, sosis dicelupkan ke dalam bumbu kari berwarna kuning kemerahan. Rasanya tentu saja nikmat bagi pencinta sosis. 

    Baca https://liwunfamily.com/2017/12/01/currywurst-masakan-khas-jerman-19/

    Schnitzel

    Jika anda penasaran makan Schnitzel di Indonesia, anda bisa menjumpainya di restoran Jerman. Saya sudah pernah datang ke restoran Jerman di Bali, Jakarta dan Tangerang. 

    Schnitzel adalah irisan daging sapi yang diberi tepung roti kemudian digoreng. Untuk menikmatinya, potongan daging diberi perasan air lemon dan saus sambal jika suka. Lalu pelengkap hidangan adalah kentang goreng atau salat kentang. 

    Baca https://liwunfamily.com/2017/11/21/surbraten-mit-wienkraut-und-schnitzel-mit-preiselbeermarmelade-masakan-khas-jerman-14/

    Di sini anda bisa menjumpai makanan ini mulai dari kedai murah seperti imbiss atau restoran eksklusif. Pertama saya mencicipinya di salah satu hotel di Indonesia. Rupanya schnitzel cukup populer juga. Dari situ saya menyukai rasanya yang sederhana dan belajar membuatnya. Memasaknya sungguh mudah tentunya.

    Kesimpulan

    Demikian ulasan saya mengenai kuliner yang populer di Jerman. Populer artinya makanan ini begitu mudah dijumpai dari harga murah hingga harga mahal. So, apakah anda pernah mencicipi salah satu kuliner di atas?