Happy New Year 2020

Ilustrasi.

It is all about TIME

Time flies so fast. And life contains the most of unexpected things. We will understand miracle of life fully when we allow the unexpected things to happen. Miracles do happen when you believe. The wise man said “Never give up before the miracle happens” because believing in yourself is the first secret to success.

As I dont know about tomorrow, I never save the best for later. Time is really precious. Sometimes the best thing you can do is not think, not wonder, not imagine, not obsess. Just breathe and have faith that everything will work out for the best.

All mentioned above is regarding my qoutes to inspire in beginning new year. Happy New Year to all my lovely readers and visitors!

Wir werden sehen was die Zeit bringt. Ein Prosit Neu Jahr 2020!

Selamat Tahun Baru 2020! Semoga sukses menyertai anda sekalian.

Happy New Year 2019!

Happy New Year to all readers! This is an awesome greetings to thank you for stopping by at my blog. I have been committed one day one post since 480 days ago eventhough I started blogging past 10 years. I would like to share my life experiences in despite of my profession as a student, an expat, a tourist, a friend, a worker and absolutely a wife.

I keep it to write this blog in my mother language as Bahasa Indonesia. In daily I speak in German, English and Bahasa Indonesia to others. If you need inquiries regarding my post, please send personally message to my email.

On first day of January 2019 I would like you to drop your comment (if any) to improve my blog to be better as previously. Then I will keep those as review and feedback as resolution 2019 for my blog.

Again I did my best fully passionate to share through my blog.

Happy New Year! Be blessed for others❤

6 Januar Dreikönigsfest: Epiphany, Hari Libur di Jerman

wp-image-347231914
6 Januari dirayakan sebagai hari raya Dreikönigen atau tiga raja. Tiga raja tampak di kandang Yesus yang berada di sisi kanan (berjubah ungu dan merah) dan satu lagi di belakang keduanya.

 

6 Januari di Jerman dijadikan hari libur, yang disebut Dreikönige. Hal ini merayakan hari penampakan Tuhan dalam hitungan liturgi Gereja Katolik. Sementara bagi teman-teman asal Rusia dan Kazakhstan yang memeluk Kristen Ortodox maka pada hari ini mereka merayakan hari raya seperti Natal.

Kebanyakan aktivitas sudah mulai padat setelah tanggal 6 Januari di Jerman. Itu artinya 8 Januari besok mulai memasuki hari normal, libur sudah berakhir.

Tradisi 6 Januari masing-masing wilayah di Eropa berbeda-beda semisal di Italia, Spanyol termasuk Jerman. Namun kesamaannya adalah tradisi selalu mengundang minat dan antusias anak-anak untuk terlibat meramaikan.

Anak-anak di wilayah Bavaria dengan mengenakan kostum dan didampingi guru mendatangi rumah ke rumah. Mereka mengetuk pintu. Lalu mereka bernyanyi, ada pula yang mengucapkan doa. Setelah itu, si empunya rumah bisa memberikan coklat atau sesuatu yang manis. Namun kadang terselip pesan donasi di dalam tradisi ini. Akhirnya dengan sukarela, 5€ diberikan. Namun sepenuhnya, ini bukan tuntutan. Umumnya mereka sudah senang saat kita membukakan pintu dan menyambut mereka saat bernyanyi.

wp-image-1057010199
Dua orang anak mengenakan kostum dengan aksesoris seperti raja yang didampingi guru mereka (jubah ungu) datang ke rumah-rumah memeriahkan perayaan hari raya Dreikönigen.

Contoh penulisan di pintu rumah pada tahun 2017.

Bagi saya, anak-anak tidak hanya dikenalkan kepada tradisi saja namun ini melatih kepercayaan diri mereka saat berhadapan dengan orang asing. Pastinya ini masih tentang keramaian anak-anak dengan perayaan coklat atau permen.

Untuk umat yang merayakannya di Gereja maka kami mulai menandai pintu rumah dengan kapur. Di Indonesia, kapur dibagikan usai misa setelah pemberkatan. Di Bavaria, Jerman, tradisi menuliskan kapur bisa dilakukan sendiri. Mereka bisa mengawalinya dengan berdoa, agar tahun ini diberkahi banyak kesuksesan.

Penulisan kapur yakni 20 + C + M + B + 18 yang dimaksudkan bahwa 20 dan 18 adalah angka tahun ini, 2018. Sedangkan C, M dan B adalah inisial nama tiga raja, dreikönigen yang dirayakan pada 6 Januari yaitu Caspar, Melchior dan Balthasar. Tiga raja ini yang datang mencari Yesus dan selalu ada dalam kandang Natal atau diorama Natal.

Namun C, M dan B juga bisa diartikan sebagai Christ Mansionem Benedicat. Artinya adalah Kristus memberkati rumah ini. Maka dalam penulisan ada lambang salib (+) yang ditambahkan.

Jika mereka yang melihat dan tak mengerti, mungkin berpikir ini adalah jimat atau mantera. Sesungguhnya ini adalah perilaku beragama yang mengawali tahun.

Semoga bermanfaat!

Pig and “Glückskleebat” As Fortune Symbols in New Year

A chocolate wrapped in pig figure plus glückskleebat.

wpid-img-20150101-wa0000.jpg
Glückskleebat. All photos reserved.

 

 

wp-image-187899361
A chocolate in new year.

 

 

Some decorations in pig figures

 

 

Accessories in pig figures.

New year as new day just began today. I have found many chocolates which wrapped in “pig figure” sold out recently in supermarket. I’ve got one of them from my colleague in here. A chocolate had wrapped by pig figure and written “viel glück” as deutsch words and added “glückskleeblatt” as a lucky charm. It is commonly found a plant as symbol around Germany on end of December as symbol to start new year.

A pig represents overall good fortune and luck in Chinese tradition. But I have no idea why German people used this tradition before entering new year as symbol of luck. I think it might be for business purpose as long as they believe superstitious to be fortunate powers. Pig is an animal object based on the legend culturally in China tradition that considered as lucky symbol.

Not only that, this new year is also related with a plant that known by “Glückskleebat”. This is a such of plant to lead the good prosperity, health and happiness during a year. Again this is only symbol to bring myth in beginning year. In contrary to modern age, most people keep bearer good fortunes to others, including me.

Back to the individually, this depends on your views. In Indonesia, we have no symbol of luck in beginning new year.

Happy New Year 2018! viel Glück Ein Neues Jahr 2018!

****

 In Bahasa Indonesia

Babi dan Daun Glückskleebat sebagai Keberuntungan

Di Indonesia tidak ada simbol keberuntungan di awal tahun yang baru. Kita hanya terbiasa merayakan pergantian tahun dengan berkumpul bersama dan menghitung waktu. Di Jerman pada dasarnya juga sama. Namun ada satu yang menarik yakni sosok boneka atau cokelat atau hiasan berupa babi yang dilambangkan sebagai keberuntungan di tahun yang baru.

Ini sebenarnya bukan tradisi masyarakat Jerman pada umumnya. Jika mengacu pada sosok babi sebagai keberuntungan, ini diambil dari tradisi masyarakat Tionghoa. Lalu apa kaitannya? Saya sendiri tidak tahu. Namun banyak orang Jerman berpendapat ini hanya merupakan simbol saja untuk kepentingan industri seperti tanda mata atau sovenir.

Namun ada simbol lain yang dianggap sebagai mitos atau legenda sebagai pembawa keberuntungan. Namanya tanaman glückskleebat. Katanya nih jika kita berhasil menemukan daun glückskleebat berjumlah empat maka terjadi peruntungan. Itu sebab dilambangkannya berupa daun dengan empat kelopaknya. Boleh percaya boleh juga tidak, namanya juga mitos.

Daun ini ada yang sengaja ditanam, namun kebanyakan sebagai dekorasi dan diberikan saat pergantian tahun. Di supermarket begitu banyak pernak-pernik ini dijual sebagai simbol keberuntungan. 

Namun ini hanya sebagai ungkapan keriaan saja, bukan merupakan tradisi budaya masyarakat Jerman pada umumnya. Meski jaman sudah moderen, namun simbol-simbol itu menunjukkan kita ingin hal yang lebih baik seperti keberhasilan, kemakmuran dan peruntungan di tahun yang baru.
Selamat memasuki tahun yang baru 2018 dan semoga sukses!

The Reasons We Worried to Set Up the “Goals” for Next Year

On 2016, I had written in Bahasa Indonesia as below regarding goals for new year. Then I realized that I written as goals are done as well which is the most successfully happened. I am intentionally share this to inspire you for new year. 

Slowly we will close this year and step up to new year. We are happy if we can accomplish our goal in every year. In contrary we get upset, frustration, disappointed if our goals failed. Whatever, the goal is important to lead our plan during a year.

To set up the goals, we feel obviously worried and anxious if those will failed again based on the past years. Again, this is normal. Life is never perfect as we want. When we set up a new goal, sometimes our mind ruined by the issue of failure to be realized then we can not reach our goal. We think that we are incapable to pursue our goals.

I have interviewed several friends to ask their reasons regarding the yearly goals. Why they worried to set up the goals for new year. Here they are,

1. We feel worrying our goals unsuccessfully.

2. We feel worry to face reality that always failed the most of time.

3. We worried with our own efforts and lack of self-confindence.

4. We worried that no one will support our goals.

5. We worried to have competition with others in reaching our goals.


My tips:

  1. To minimize the failure, start your goals from the things you can do. Do not begin the things definitely you are incapable!
  2. Do not use the same ways to reach out the different results! Change your strategies to make it happen!
  3. Keep the faith! Sometimes God gives us more energy to reach out our goals as long as you have tried the best.
  4. Share your goals to your significant others such as parents, spouse, best friends, your co-workers, etc. Ask their assistance to help you!
  5. Stay away from negative people!

The goals in new year may give focus to start your days. If you have your goals now, go ahead!

 

 

***

In Bahasa Indonesia

Sudah sampai penghujung tahun, kebanyakan orang memulai langkah dan rencana baru. Ini yang disebut ‘goal’ yang membuat kita happy jika berhasil dan juga frustrasi bila tidak lolos. Inilah hidup.

‘Goal’ diperlukan agar mengarahkan kita pada suatu destinasi yang ingin dituju. Kebayang ‘kan jika kita berjalan tak tentu arah. Namun dibalik itu semua muncul berbagai ketakutan yang mengancam agar ‘goal’ tidak lolos.  Apa saja? Ini dia,

1. Takut tidak berhasil

Saat kita menyusun ‘goal’ yang baru kerap kita dilanda persoalan tentang keberhasilan yang akan terwujud. Apakah goal ini benar-benar mampu diwujudkan? Atau malahan kita menjadi tidak percaya diri sehingga merasa takut tidak berhasil.

Tips: Untuk meminimalisir kegagalan, mulailah susun goal dari hal yang anda bisa lakukan, bukan yang tidak bisa. Misalnya, daripada susun goal membeli rumah seluas 1.000 meter dalam setahun lebih baik membeli rumah seluas 100 meter. 

2. Takut mengalami kegagalan yang sama

Ada sebagian orang yang masih trauma bahwa kegagalan goal akan terjadi lagi di tahun berikutnya. Hal ini yang memunculkan ketakutan untuk menyusun Goal. ‘Jangan-jangan goal akan gagal lagi nanti,’ dalam hati berbisik. Akhirnya kita menjadi putus asa.

Tips: Sebenarnya jika anda mengalami kegagalan hal yang sama untuk dapat hasil yang sama maka anda perlu mengubah adalah cara (how to reach out) yang berbeda. Jangan gunakan cara yang sama jika anda yakin cara ini tidak berhasil meraih gol! 

3. Takut pada kemampuan diri sendiri

Muncul keraguan dan ketakutan tentang kemampuan diri sendiri, apakah saya bisa meraih goal saya?  Setelah goal disusun, mulai tidak pede. Itu wajar dan normal. Bukankah yang disebut sukses saat kita bisa melampui kemampuan diri sendiri?

Tips: Untuk mengukur kemampuan diri sendiri maka anda perlu membuat Goal sehingga anda tahu batasannya. Jika anda tidak pernah buat Goal maka anda tidak akan pernah tahu seberapa mampu anda. Jangan takut dengan kemampuan diri sendiri! Terkadang Tuhan memberikan kita energi tambahan melebihi kemampuan kita agar berhasil mencetak goal. Dengan begitu, kita percaya ada mujizat dalam hidup. 

4. Takut tidak ada orang mendukung 

Memang kita perlu orang lain untuk membantu kita mewujudkan goal kita. Siapa mereka? Orangtua, sahabat, pasangan hidup, anak, rekan kerja, atasan, pemandu spiritual dll yang mungkin mereka dipercaya anda. Sebagai makhluk sosial, bantuan dan dukungan sosial akan membantu kita membuat goal. Lihat saja sendiri, saat penonton mampu mematahkan semangat pemain bola untuk cetak gol ke gawang! Artinya, begitu besar dukungan sosial akan membantu anda meraih goal yang diinginkan.

Tips: Bagikan apa yang menjadi goal anda pada orang terdekat! Misalnya anda ingin berhemat listrik seisi rumah agar uangnya bisa digunakan untuk hal lain. Anda bisa pasang board information di setiap peralatan elektronik seperti mesin cuci, kompor listrik, televisi, komputer bahwa hemat listrik itu penting. Dengan begitu, anda sudah meminta orang lain mendukung. 

5. Takut berkompetisi dengan orang lain

Apakah saya seorang diri mewujudkan goal tahunan? Tidak. Ada banyak orang di luar sana yang berusaha melakukan hal yang sama dengan anda. Dan bisa jadi mereka adalah kompetitor anda. Mengapa harus takut berkompetisi jika itu bisa dilakukan secara sehat? Sebenarnya ketakutannya bukan pada kompetisinya namun rasa kecewa yang muncul bila tidak berhasil. Sekali lagi saya katakan, hidup itu seperti permainan yang bisa dimenangkan atau kekalahan yang harus diterima, namun semua itu adalah pembelajaran yang menyenangkan.

Tips: Stay away negative people! keep on spirits! Kompetisi bukan menjadi penentu akhir kejuaraan, ini hanya soal bagaimana anda punya cara pandang yang positif terhadap kompetitor anda. Jadikan kompetitor adalah berkat untuk meraih kesuksesan hidup. Belajarlah dari kompetitor anda! 

Ayo Berubah Jadi Lebih Baik! Sssttt, Sudah 2017 Loh… 

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ada teman yang berencana ingin berhenti merokok. Setiap merokok, dia berkata ke saya, “Tenang Anna, ini rokok terakhir saya.”  Ternyata sudah lima tahun dia mengatakan itu, hingga kini dia masih merokok. Kapan mau berubah?

Lain lagi teman lain, dia adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta. Saat saya bertanya kapan dia lulus,  dia pun menjawab akan menyelesaikan  skripsinya tahun ini. Rupanya ini sudah tahun ketiga dia mengatakan akan menyelesaikan skripsinya. Bayangkan di penghujung tahun ini pun dia belum memulai susun skripsinya.

Ada banyak lain di luar sana, saya dan juga anda punya komitmen untuk berubah. Pergantian tahun dijadikan sarana untuk refleksi dan mengubah hidup,  namun nyatanya sudah berganti tahun perubahan  itu belum terjadi. Apa yang salah?

Kita cenderung sibuk dengan  hal-hal yang menyenangkan namun tidak penting. Sementara perubahan adalah hal yang tidak menyenangkan tapi penting dilakukan. Jadi bersiaplah menghadapi hal tidak menyenangkan jika ingin berubah. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Faktanya begitulah perubahan!

Mulailah yang penting dilakukan untuk perubahan, misalnya ingatkan diri untuk tidak merokok, selesaikan skripsi, dll. Jika memulai sudah dilakukan ternyata mempertahankan menjadi lebih sulit. Jadi berubah itu jangan setengah-setengah! Total berubah. 

Mereka yang sering berjanji untuk berubah nyatanya tidak mengalami perubahan. Sementara mereka yang diam-diam malahan menunjukkan perubahan. Mengapa? Rupanya kebanyakan janji justru mengekang diri sendiri (self-control) sehingga menguras energi mental. Ini yang menyebabkan kita mudah menyerah sehingga sulit membuat perubahan. Apa iya? 

Dalam sebuah penelitian eksperimen, seorang Psikolog Roy Baumeister membagi dua kelompok mahasiswa. Masing-masing kelompok diperlihatkan secara nyata pembuatan kue coklat yang lezat. Mahasiswa yang jadi responden pun dapat mencium wanginya kelezatan kue coklat tersebut. Siapa pun yang melihat dan mencium pembuatan kue coklat pasti ingin mencicipinya. Kelompok mahasiswa pertama tidak diberikan kue coklat, mereka hanya dijanjikan saja bahkan mereka dilarang menikmati kue coklat yang mereka lihat dan cium dalam ruangan tersebut.

Lanjut kelompok mahasiswa kedua mereka diberi kebebasan  untuk menikmati kue coklat. Kedua kelompok mahasiswa pun diberi tugas menyelesaikan soal matematika. Ternyata mahasiswa di kelompok pertama lebih mudah menyerah dua kali lebih cepat dalam menyelesaikan soal matematika dibandingkan kelompok kedua. Apa artinya?

Studi ini menegaskan tentang sel control yang justru malah menguras mental sehingga lebih mudah menyerah. Bagaimana mau berubah jika kita sudah menyerah dan merasa lelah di tengah jalan?

Jadi perubahan itu boleh membuat due  date seperti dalam waktu tiga bulan skripsi selesai dsb tetapi yang terutama adalah will power yakni kehendak dalam diri untuk mau berubah. Perubahan itu bukan ditentukan orang lain atau eksternal faktor tapi kehendak diri sendiri.

Sssttt, sudah September 2017. Perubahan apa yang belum dilakukan?

Lima Saran Patut Dipertimbangkan Untuk Dilakukan Tahun Depan

Tinggal menghitung hari maka kita akan menuju tahun yang baru. Yeay, 2017! Bagaimana persiapan anda? Sudahkah target anda di 2016 terpenuhi dengan baik? Atau sebegitu sibuknya anda hingga lupa apa yang sudah dijanjikan di awal 2016?

Belum pernah ada kata terlambat untuk memulainya. Keterbukaan informasi menyebabkan kita tahu ternyata ada loh seorang yang berusia senja 82 tahun bisa meraih gelar sarjana. Beritanya di sini. Atau kita juga mungkin mengetahui bahwa tidak ada kata terlambat soal jodoh, toh ada nenek atau kakek yang masih bisa melangsungkan pernikahannya. Whatever, hidup ini adalah sebagaimana yang kita jalani. 

Nah, berikut lima saran yang bisa dilakukan di tahun depan. Saran di bawah ini tidak perlu dilaksanakan bilamana sudah dilakukan. Namun jika anda adalah orang yang gigih, teruslah mencoba hingga berhasil.

1. Kursus

Apa yang selama ini tidak bisa dilakukan? Menyetir mobil, berenang, menari salsa, berbicara bahasa Spanyol, menjahit atau banyak hal lain yang mungkin belum anda kuasai dengan baik. So, mengapa tidak untuk ikut kursus tersebut? Luangkan waktu usai bekerja atau di saat wiken agar anda bisa ikut kursus tersebut. Mungkin dulu anda punya waktu lowong tetapi tidak punya uang. Atau dulu punya uang namun tidak punya kesempatan. Nah, kini persiapkan untuk cari tahu kursus apa yang ingin anda lakukan tahun depan?

2. Kunjungi negara atau tempat yang baru
Setiap orang pasti ada tempat impian. Entah itu sebuah negara, sebuah tempat semacam kota atau pantai atau apalah yang memang jadi keinginan untuk datang. Bisa jadi keindahan tempat yang diimpikan ini atau romansa impian yang ingin diwujudkan untuk sekedar melihat tempat ini langsung. Apa pun itu, wujudkan keinginan anda untuk membuatnya jadi nyata, kunjungi tempat itu. Mungkin begitu maka anda akan mendapatkan sensasi yang tak terlupakan dalam hidup. Jadi, akan kemanakah anda tahun depan?

3. Peluang bisnis yang bermula dari hobi

Jangan kaget bilamana seseorang berhasil mengelola bisnisnya! Bisa jadi dia memang menekuni bisnis yang bermula dari hobinya. Atau memang hobi itu memberikan peluang untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Kita tak akan pernah tahu hingga berhasil mencobanya. Sekarang cari tahu peluang bisnis yang ingin anda kelola lalu tanyakan apakah bisa ini menjadi hobi?

4. Ubah kebiasaan buruk

Tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin selama ini anda masih menyandang cap buruk dari orang sekitar seperti datang terlambat, malas mandi, gigit kuku, suka bergosip, dll. Di kesempatan tahun yang baru ini, saat berbenah diri untuk mengubah kebiasaan buruk anda. Minta dukungan sosial dari orang sekitar seperti keluarga dan teman untuk membantu mengingatkan anda. Jadi kebiasaan buruk apa yang ingin anda ubah sekarang?

5. Perbaharui penampilan

Selama ini mungkin anda tidak menyadari penampilan anda yang tidak kekinian dan terlihat old fashioned. Anda terlalu sibuk bekerja hingga lupa timbangan berat badan anda sudah membengkak. Atau anda begitu lelah memikirkan urusan rumah tangga hingga lupa mengurus penampilan anda. Kini lakukan pembaharuan tampilan anda sehingga anda terlihat berbeda. 

Semoga bermanfaat!