Tantangan Menulis Tiap Hari di Blog dan Tipsnya

Developing a daily writing habit is actually needed a lot of efforts. Many times my mind was stuck on theme nor idea to write and posting its day to day. I committed to write up in daily until certain period of time. That is really hard part. Yes, make it practice and routine daily writing can be the challenging. It leads me to explain five challengings the daily writing based on my experience. At least, the necessary thing is to make it writing as fun activity. Do you? Please share your minds if anyūüėČ

Happy Sunday!‚̧



Menulis setiap hari di blog itu seperti naik bianglala. Namun pastinya menyenangkan. 

Apakah anda suka menulis? Apakah anda ingin menulis jadi kebiasaan anda? Jika ya, bagaimana jika memulai menulis setiap hari? Pastinya tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi setiap hari bagi mereka yang memulai satu hari satu artikel. 

Saya memulai blog tahun 2008, sepuluh tahun lalu. Namun saya sempat pasif dan tidak produktif lagi. Sekarang saya menyesal juga mengapa saya tidak rajin mendokumentasikan kunjungan kerja saya ke pelosok tanah air saat saya masih bekerja di Indonesia dulu. Bisa jadi sekarang blog saya sudah penuh. 

Tak ada kata terlambat, saya benahi blog dan dirampingkan dengan membuang artikel tidak penting dan bersifat pribadi. Alhasil, saya ketagihan menulis setiap hari. Meski demikian, ini tidak mudah. Setelah sepuluh tahun maka saya baru mengumpulkan 970-an artikel. Dulu tidak ada follower, sekarang saya baru tahu bahwa saya sudah diikuti seribu blogger. 

Anyway, apa saja tantangan menulis tiap hari?

1. Rasa Bosan 

Siapa sih yang tidak pernah mengalami rasa bosan dalam hidup, termasuk menulis? Bosan dikarenakan rutinitas yang monoton dan tanpa akhir. Saya pernah memulai dengan satu hari hampir 9 artikel berbeda. Lalu saya ubah menjadi 2 artikel setiap hari selama 7 bulan. Makin lama saya sibuk dan tidak mungkin memenuhi dua artikel satu hari. Akhirnya saya memastikan diri untuk membuatnya satu hari satu artikel. One day one post. Bosan itu wajar. Bosan itu normal. Bosan bisa terjadi pada siapa pun, bahkan seorang penulis profesional sekalipun

Tips:

Jika bosan melanda, saya cari aktivitas lain “bukan menulis” agar rasa bosan saya hilang. Saya berjalan melihat pemandangan alam, mendengarkan suasana sekitar atau membaca. Intinya jangan paksakan diri untuk menulis jika anda memang sedang tidak mood. Menulis itu harus menyenangkan. Bukan hanya untuk pembaca saja tetapi diri sendiri.

2. Kehabisan ide menulis 

Jika anda punya blog bertema khusus mungkin segalanya akan lebih mudah. Artinya ide tulisan tidak jauh dari tema blog misalnya blog perjalanan, blog keluarga, blog otomotif, blog gaya hidup dan seterusnya. Nah, blog gado-gado seperti saya memiliki keunggulan dan kekurangan sekaligus. Di satu sisi, saya bebas menentukan ide menulis. Sementara di sisi lain, saya pun mulai kehilangan ide menulis dan bahan untuk ditulis. Kehilangan ide menulis itu lagi-lagi adalah hal yang wajar. Saya pernah ikut kursus menulis yang didanai kantor. Dikatakan bahwa kehilangan ide menulis disebabkan saya sedang tidak fokus untuk menulis. Mungkin ada masalah pekerjaan atau pikiran yang mengalihkan sementara untuk tidak bisa menulis. Sekali lagi, kehilangan ide menulis itu wajar juga dialami oleh mereka yang profesional menulis sekalipun.

Tips

Jika anda ingin mencoba satu hari satu artikel maka siapkan satu minggu 10 artikel. 10 Artikel tersebut bisa jadi masih draf kasar dan memang belum selesai dituliskan. Ketika terlintas sebuah ide untuk dituliskan, simpan dalam draf atau tulis dalam kertas. Jadikan itu semacam bank tulisan! Saat anda kehabisan ide menulis, anda bisa cek “bank” anda mana yang bisa dikeluarkan dan siap dijadikan artikel. Ide menulis itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Yang diperlukan adalah kemampuan anda mengolahnya menjadi sebuah tulisan yang menarik pembaca. Siapa sangka, saya sering mendapatkan ide menulis di ruang kecil toilet pribadi di rumah. Itu contoh bahwa ide menulis bisa datang kapan saja dan dimana saja.

3. Kurang produktif dan kreatif

Siapa bilang menulis itu mudah? Susah sekali saat baru memulainya. Khawatir salah atau penulisan yang tidak sesuai dengan aturan tanda baca, struktur kalimat dan sebagainya. Bahkan menulis setiap hari saja bisa jadi menjadi tantangan bahwa artikel yang ditulis membosankan dan tidak kreatif. Kata teman saya yang bekerja di media, menulis traveling itu menarik minat orang membaca. Lalu apakah saya harus traveling setiap hari? Tentu tidak. Saya bisa saja pergi ke negara lain yang berjarak beberapa jam dari tempat tinggal saya. Wong, dekat. Hanya saja, saya tidak mungkin melakukan itu semua. Kurang produktif dan kreatif dihadapi oleh mereka yang setiap hari harus berhadapan dengan dunia tulis menulis. 

Tips

Tak ada pengalaman yang sia-sia dan tidak menarik di dunia ini. Cara anda mengalami dan saya mengalami pastinya berbeda. Meski kita sedang sama-sama belajar naik sepeda. Jadi tuliskan apa pun yang menurut anda kurang produktif dan kreatif. Anda tidak pernah tahu bahwa apa yang anda tuliskan itu bermanfaat dan membuka sisi lain yang tidak diketahui orang lain. Anda boleh saja melakukan blog walking, tetapi jangan mengubah gaya anda menulis! Gaya setiap orang dalam mengekspresikan pengalaman dan pendapat itu yang menarik. 

4. Sibuk dengan aktivitas lain 

Siapa bilang saya rajin menulis di blog tiap hari karena tidak punya kerjaan? Saya punya segudang pekerjaan yang lebih banyak dilakukan ketimbang di Indonesia. Namun orang terdekat saya, yakni suami mendukung aktivitas menulis yang saya lakukan. Sibuk dengan aktivitas lain bukan berarti anda berhenti menulis yang jadi bakat anda ‘kan? Jika menulis adalah minat anda, sempatkanlah kala anda memang punya waktu lowong. 

Tips

Setiap orang punya 24 jam yang sama. Artinya anda punya kesempatan yang sama untuk memulai melakukan aktivitas menulis jika anda suka dan berminat. Minta orang terdekat memahami minat dan bakat anda menulis, mereka dengan senang hati pasti mendukung. Menulis itu aktivitas positif dan menyenangkan. Sediakan waktu setidaknya satu jam setiap hari untuk menulis atau menuangkan gagasan. Simpan pula ide-ide menulis dalam bank tabungan tulisan. Saat aktivitas anda sedang padat semisal saya lelah, saya ada ujian atau saya sibuk dengan urusan rumah tangga maka saya ambil tabungan ide di bank saya. Jika sepuluh tahun lalu saya menulis hanya bisa dilakukan lewat laptop, kini saya bisa melakukannya lewat aplikasi telepon genggam. Mudah dan praktis. Apalagi foto-foto untuk melengkapi ilustrasi tulisan saya, kini sudah bisa terhubung langsung. Lagi-lagi saya punya bank foto juga sehingga karya saya semakin menarik pembaca.

5. Menulis jadi rutinitas

Bagaimana caranya menulis menjadi kebiasaan sehari-hari? Rasanya itu tidak mudah. Membangun kebiasaan baik dan positif itu perlu niat dan dukungan orang terdekat. Jika anda berniat dan berminat, selalu ada celah yang memungkinkan anda jadi terbiasa. Anda bisa meminta dukungan orang terdekat maka mereka mengerti dan memahami kebaikan dari menulis. Menulis bagi saya semacam ekspresi diri. Ketika ada orang sibuk dengan media sosial, saya tetap suka menulis. Ketika ada orang sibuk membuat video blog, saya tetap ingin menulis. Lagi-lagi saya hanya ingin menuangkan apa yang saya pikirkan. 

Tips

Siapa pun anda dan apa pun profesi anda, sejarah sudah mencatat bahwa tulisan mampu menginspirasi bahkan mengubah dunia. Jadikan menulis sebagai kebiasaan yang bertujuan. Tanpa motivasi dan minat maka menulis menjadi keterpaksaan.

Kesimpulan

Sebagaimana yang saya tulis di atas, saya bermaksud memberi semangat pada diri sendiri agar tidak bosan dan tetap menjadi kebiasaan. Saya seperti memiliki “alarm pribadi” yang jadi pengingat untuk menulis. Saya punya tujuan hingga periode tertentu untuk melakukannya setiap hari. Anda sendiri bagaimana?

Selamat berhari Minggu!