10 Aktivitas Menghilangkan Kebosanan di Rumah Karena Tak Bisa Berpergian Akibat Pandemi Corona

Ilustrasi.

Tak ada yang bisa menebak apa yang terjadi dalam hidup. Segudang rencana sudah disusun saat awal tahun. Sejumlah ide perjalanan sudah terbayang di sepanjang tahun. Beberapa tawaran pekerjaan untuk mengganti haluan di tahun ini pun sudah dibuat. Semua batal bahkan tertunda karena pandemi virus corona yang sekarang melanda dunia.

so ist das Leben eben” kata orang Jerman. Atau kata orang Prancis “c’est la vie” yang bisa dikatakan dalam bahasa Indonesia, itulah hidup. Kita hanya berencana, tetapi ada sesuatu yang berada di luar kendali kita yang menentukan semua itu.

Saya tidak cukup ahli untuk menceritakan soal pandemi virus yang kini mewabah di dunia, termasuk di wilayah tempat tinggal saya. Namun saya punya 10 ide berikut yang bisa dilakukan selama kita berada di rumah agar kita tetap aktif dan produktif.

1. Beribadah di rumah

Ketika bencana, wabah, kesulitan dan krisis terjadi pada manusia, umumnya kita kembali berserah pada Tuhan. Aktivitas ibadah mingguan yang seharusnya dilakukan kemarin tiba-tiba ditiadakan di gereja wilayah tempat tinggal saya. Tentu ini tidak menyurutkan niat dan minat tiap orang untuk beribadah, kita bisa tetap beribadah di rumah. Sementara berbagai ahli bertindak untuk menanggulangi penyebaran virus corona dan melakukan penyembuhan maka kita bisa berharap keajaiban dan mujizat dari Tuhan lewat ibadah di rumah.

2. Lakukan aktivitas harian dari rumah

Bekerja dan belajar dari rumah, bukan tidak mungkin bisa dilakukan. Ada yang menerapkan program belajar jarak jauh, ada pula yang mengadakan temu wicara online yang membahas pekerjaan. Bukankah kini komunikasi digital mampu mengatasi jarak dan ruang? Sementara saya tetap menulis blog harian sebagai misi 1000 hari blogging, datang bekerja bilamana diperlukan, mengerjakan bahan ujian di rumah dan berinteraksi dengan banyak orang lewat komunikasi maya.

Selama ini aktivitas saya lebih banyak di luar rumah karena itu mungkin begitu menarik perhatian dan menyita waktu, mengapa tidak membangun suasana rumah yang nyaman untuk bekerja dan belajar. Saya kondisikan ruang kerja/belajar di rumah yang mungkin tidak terpikirkan. Toh, kita bisa menikmati suasana kerja/belajar yang hommy dan santai. Waktunya berhemat pengeluaran ‘kan.

3. Membaca

Ada sejumlah buku yang dibeli di pameran buku dan toko buku yang belum dibaca, akhirnya saya menghabiskan waktu dengan berburu bahan bacaan tersebut. Membaca pun tidak harus buku saja, saya bisa juga melakukannya dengan media lainnya sepanjang kita menyukai aktivitas membaca. Membaca pun bisa di balkon rumah sambil menikmati suasana jelang musim semi. Atau saya membaca sambil berendam air panas di bathtub rumah. Wah!

4. Olahraga di rumah

Apakah berolahraga hanya dilakukan di luar rumah? Tentu tidak. Ada banyak pilihan berolahraga yang bisa dilakukan di rumah. Mengitari halaman rumah beberapa kali, berlari kecil atau naik-turun tangga rumah adalah pilihan olahraga di rumah. Ada yoga, senam dan sebagainya yang juga bisa dipelajari dari media pembelajaran online.

5. Menonton film

Kita memang tidak bisa pergi ke bioskop sementara waktu, tetapi saya bisa menyaksikan aneka film yang tidak terpikirkan sebelumnya. Film drama, film biografi hingga film komedi sudah memiliki daftar urutan untuk ditonton di rumah. Smart TV pun memudahkan kita terhubung dengan internet sehingga memudahkan saya memilih film yang disuka. Tayangan program televisi di Jerman pun tak kalah banyak dan menariknya. So, kini waktunya menonton film di rumah.

6. Mencoba resep masakan baru

Kafe dan restoran ditutup? Siapa takut! Sementara waktu saya bisa mengembangkan eksperimen kreasi memasak yang bisa diujicobakan di rumah. Resep masakan bisa datang darimana. Asalkan ada kemauan, kita masih bisa memasak menu baru di rumah. Supermarket masih diijinkan dibuka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

7. Membersihkan rumah dan menata ulang

Punya banyak waktu di rumah? Ini waktunya bersih-bersih rumah dan menata ulang perabotan di rumah. Ide yang brillian, bahkan kini saya bisa menempatkan ruang kerja yang bersebelahan dengan milik suami. Membersihkan rumah ternyata menjadi cara ampuh untuk menyeleksi barang yang diperlukan dan membuang barang yang tidak butuhkan. Jika barang-barang tersebut tidak diperlukan, sementara waktu saya bisa simpan di gudang atau ruang bawah tanah.

8. Berkebun

Sebentar lagi musim semi tiba, banyak orang di sini sudah mulai bersiap bibit tanaman dan merapikan kebun mereka. Meski punya halaman tak luas, berkebun itu ternyata cukup menyita perhatian dan waktu tetapi hasilnya memuaskan. Tahun lalu saya berhasil memiliki tanaman tomat cherri yang rasanya ternyata lebih lezat ketimbang beli di supermarket. Ada beberapa tanaman bunga juga yang bisa menjadi pemandangan indah di balkon rumah. Salju sudah tak turun lagi maka kebun dan perkarangan rumah pun mulai menjadi perhatian orang Jerman di sini untuk bertanam dan berkebun.

9. Bermain di rumah

Bermain di rumah pun bisa dilakukan bersama suami. Bermain kartu, games online atau permainan tradisional masa kecil pun tak luput dari minat saya bermain di rumah. Bermain pun tak harus lewat permainan saja, ada juga kesempatan bernyanyi karaoke atau memainkan alat musik. Seru dan asyiknya di rumah!

10. Lakukan hobi baru semisal lukis, gambar, main musik, menulis, dsb.

Anda pasti tak percaya bahwa kini saya sedang mencoba melukis. Ya, di sini bisa dengan mudah di supermarket menyediakan kanvas dan cat warna. Akhirnya saya ketagihan melukis, memang belum tampak profesional tetapi hasil lukisan bisa untuk menghiasi dinding rumah. Hobi lain pun bisa anda lakukan asalkan anda suka mengerjakannya.

Sepuluh aktivitas di atas yang saya rencanakan dimaksudkan untuk mengurangi kebosanan di rumah sampai kondisi di luar membaik. Anda sendiri bagaimana?