Ayutthaya: Ibukota Thailand di Masa Lalu yang Bersejarah

img_5472
Sumber foto: Dokumen pribadi

Siapa yang tak kenal Bangkok? Ibukota Thailand ini menjadi destinasi populer sekarang, simak di sini.  Namun tahukah bahwa sebelum Bangkok, ada Ayutthaya sebagai pusat ibukota masa lampau. Kerajaan Ayutthaya sudah ada sejak periode King Rama I tahun 1351 – 1767. Di sini anda bisa menemukan The Royal Palace, tempat kediaman raja masa lampau sebagai bukti kejayaan saat itu.

img_5420
The Reclining Buddha. Sumber foto: Dokumen pribadi.
wpid-copy-3.JPG
Tempelkan koin di tapak kaki Buddha, bila koin tidak terjatuh maka permohonan terkabul. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Konon selama 400 tahun pemerintahan kerajaan ini, banyak dibangun candi. Hal ini terlihat selama kita memasukinya, banyak candi yang sudah hampir hancur atau yang masih utuh. Sebelah barat dari Royal Palace, ada Wat Lokaya Sutha yang juga termasuk dari 3 candi utama. Di sini terdapat The Reclining Buddha. Berbeda dengan Wat Pho, disini tidak dilapisi emas. Tampak orang-orang memanjatkan doa. Oh ya, tour guide mengatakan jika berhasil meletakkan koin di tapak kaki Buddha akan terkabul permintaannya. Banyak turis melakukan itu.

Sekitar 1990-an UNESCO menjadikan komplek Ayutthaya sebagai cagar budaya. Demikian penjelasan tour guide yang membawa rombongan kami. Luasnya kompleks ini hingga memerlukan satu hari agar merasa puas menjelajah situs bersejarah ini, bagi anda penyuka sejarah.

img_5443
Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ayutthaya historical park adalah paket tur yang biasa ditawarkan jasa tur. Di sini anda bisa menemukan ‘The head of the sandstone Buddha image’ yang masih tertancap di rimbunnya akar pohon yang sudah berusia ratusan tahun hingga kini yang tampak hanya kepalanya saja.

img_5437
Salah satu candi yang tampak tidak utuh lagi. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Bagaimana menjangkaunya? Ada berbagai pilihan moda transportasi bisa bis, kereta, taksi atau perahu. Karena ingin praktis, saya ikutan paket dari Bangkok dan sekalian dapat makan siang juga. Kami serombongan menggunakan van. Sebegitu luasnya kompleks ini, anda yang malas berjalan kaki, bisa sewa tuk tuk 250 Baht.

Tips:

1. Sebaiknya ikut paket tur yang ditawarkan karena praktis dan sudah termasuk tour guide + makan siang.

2. Di kompleks ini juga banyak ditemukan orang-orang yang bersembahyang, sebaiknya gunakan baju yang pantas.Sebaiknya tidak pake baju kemben atau celana pendek yang mini.

3. Pakai alas kaki yang nyaman karena akan banyak berjalan kaki. Lalu gunakan sepatu yang tidak merepotkan karena saat memasuki tempat sembahyang, anda mesti melepaskannya.

4. Bawa payung atau topi karena saya datang bulan Agustus, dipastikan panas menyengat.

Ini Perlu Diketahui Bila Menjangkau Perbatasan Thailand – Kamboja

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jika sudah tiba di Pattaya, rasanya ingin segera mampir juga ke Siem Reap, Kamboja. Mengapa? Siem Reap memiliki destinasi wisata menarik Angkor Wat yang punya kejayaan masa lalu dengan komplek candi yang luas. Saya pernah menjangkau perbatasan Vietnam – Kamboja untuk mengunjungi Seam Reap, namun jarak terdekat berasal dari Thailand – Kamboja.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjangkau perbatasan:

1. Sebagai orang Indonesia tentu kita tidak perlu visa berkunjung ke Kamboja. Dulu berkunjung pertama kali tahun 2010, saya dikenakan Visa on Arrival (VOA) 20 USD. Sekarang hanya pengesahan cap saja. Anda juga berhak menolak petugas bilamana mereka masih menagih uang atau sekedar tips.

2. Jika turis seperti suami asal Jerman maka perlu visa. Jika berkunjung tak lama, katakanlah beberapa hari sebaiknya gunakan VOA yang bisa diurus via online. Setelah urus, bisa langsung print out buktinya dan tunjukkan ketika tiba di border. Link-nya visa dicek di sini.

3. Namun bagi turis non ASEAN dan belum sempat urus VOA by online, anda juga bisa datang langsung di perbatasan dan mengurus manual. Biaya yang diperlukan 30 USD + 100 Baht atau membayar 1200 Baht. 

4. Sebelum berkunjung ke Kamboja, tak perlu repot tukar yang ke mata uang lokal, Cambodian Riel cukup gunakan mata uang USD. Transaksi bisa memanfaatkan USD seperti bayar hotel, bayar tuk tuk (kendaraan lokal), makanan di restoran atau beli sovenir.

5. Bila berangkat dari Bangkok bisa pilih bis dari Victory Monument atau dari Pattaya bisa menggunakan van. Van bisa diperoleh di area dekat Big C, South Pattaya. Harga tiket mini van per orang 250 Baht. Waktu tempuh sekitar 5-6 jam. 

6. Bila berangkat dari Seam Reap ke Bangkok, tiket bisa dipesan pihak penginapan atau datang langsung ke area night market. Untuk berangkat ke Bangkok, sebaiknya pilih rute jam 08.00 pagi. Ada beberapa pilihan keberangkatan hingga jam 14:00, namun anda akan sampai larut malam atau hanya sampai perbatasan saja dan tinggal di perbatasan saja. 

Ada banyak pilihan destinasi yang ditawarkan bila di Seam Reap. Datang saja ke agen ticket box yang banyak terdapat di area night market. Sumber foto: Dokumen pribadi.

7. Harga ongkos bis Seam Reap – Bangkok per orang 14-15 USD. Bisnya nyaman. Jika berangkat jam 08:00, anda akan berada di border imigrasi sekitar makan siang. Setelah urusan imigrasi selesai, bis akan berhenti di restoran untuk makan siang dan rehat sebentar.

8. Border immigration tidak dibuka pada malam hari, jadi sebaiknya hindari berangkat terlalu siang baik dari Thailand maupun Kamboja.

9. Di area perbatasan Aranyaprathet, ada mall dan restoran. Banyak orang berbelanja di sini karena diklaim bebas pajak. 

10. Jika dari Bangkok/Pattaya menggunakan kendaraan hingga perbatasan maka untuk melanjutkannya di Poipet ke Seam Reap bisa gunakan taksi. Tawar saja 1 orang dikenakan 10-12 USD. Jika dari Seam Reap menuju perbatasan saja maka anda dapat menyewa taksi atau baht bus (semacam Angkot) dengan harga variatif. Sebenarnya ada kereta juga dari perbatasan, namun jalannya tidak secepat bis/van.

Sewaktu saya berkunjung, area perbatasan sedang mengalami renovasi dan sungguh tak nyaman. Tampak berantakan, polusi akibat pembangunan gedung, bising dan crowded. Rute yang sering dipakai traveler Indonesia kebanyakan dari Vietnam ke Kamboja baru kemudian Thailand. Namun semuanya itu seru. 

Selamat bertualang!

Menyusuri Keindahan Pattaya, Thailand

Dermaga Pattaya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Keindahan pantai Pattaya menjelang senja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apa yang muncul dalam benak anda pertama kali tentang Pattaya? Red light districts? Pantai? Kuliner? atau apa?

Mengeksplorasi Thailand memang tak pernah puas karena biaya wisatanya yang terjangkau. Sebagai contoh nih, saya dan suami berkesempatan menginap di hotel bintang tiga dengan harga promo. Murah.Wow! Bisa jadi harga ini berlaku karena kami tidak datang di saat peak seasons. Kemurahan akomodasi juga diikuti kemurahan kuliner di sana. Sebagai perbandingan saat kami memesan menu masakan Jerman, curry wurst + pomes di restoran Jerman hanya berbiaya 100 Baht saja. Murah untuk wilayah pariwisata sekelas Pattaya yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Kami berhenti di bandara Svarnabhumi, Bangkok menuju Pattaya dengan menumpang bis. Loket bis berada di depan food hall bandara. Setelah tiba keluar bandara, silahkan langsung turun ke lantai 1! Tiket seharga 120 Baht per orang. Bila menggunakan taksi meter menuju Pattaya kira-kira 1500-2000 Baht. Perjalanan menuju Pattaya sekitar 1,5 jam. Ada jadwal keberangkatan bis setiap jamnya mulai jam 08.00 wib hingga malam hari.

Bis akan berhenti di tiga lokasi yakni North Pattaya, Central Pattaya dan South Pattaya. Jadi pastikan dimana anda akan turun sesuai lokasi tempat anda menginap. Selepas itu, tentu anda tidak langsung bisa tiba di hotel anda. Anda bisa menumpang ojek dengan tawar menawar harga. Atau taksi meter, sesuai argo yang berjalan. Jika ingin murah, anda bisa menggunakan angkot yang disebut Baht Bus dengan biaya 10 Baht per orang.

Keindahan pantai Pattaya dari Mal Central Festival. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Pilihan wisata di Pattaya bisa beragam tergantung minat anda. Sebagai misal wisata keluarga, anda bisa mencoba Pattaya Underwater World, Museum Ripley’s Believe it or Not, atau aneka entertainment di Royal Garden Plaza berada di Central Pattaya. Di central ini, anda bisa ke shopping mall terbesar seperti central festival mall. 

Jika ingin berjemur di pasir dan bermain di pantai, bisa datang ke north pattaya. Tak jauh dari patung lumba-lumba di north ini, anda bisa ke Sanctuary Truth, yang keindahannya sampai sekarang belum selesai dan masih dikerjakan oleh para seniman. Di north pattaya, beberapa dijumpai restoran Jerman. 

Memasuki walking street. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di south pattaya, anda akan menjumpai gogo bars, pub dan cafe untuk kalangan dewasa. Silahkan datang ke walking street juga untuk menikmati sensasi kuliner sea food yang murah! Berjalan menyusuri walking street hingga menemukan dermaga. Di sini menjadi pangkalan menuju pulau-pulau di seberangnya. Jika ingin menikmati keindahan dan kesunyian pantai, bisa menyeberang ke Coral Island. 

Tips dari saya:

1. Jika ingin harga murah dan tidak terlalu padat wisatawan, jangan datang saat liburan!

2. Gunakan kacamata, topi, sunblock/pelindung kulit dan alas kaki yang nyaman.

3. Berkeliling seputar Pattaya cukup gunakan angkot Baht Bus karena lebih murah. 

4. Kuliner di Pattaya terbilang murah dan kaya. Namun pastikan makanan yang anda pesan untuk menghindari alergi dan kehalalannya.

Dua Malam di Phuket

1-phuket
Seorang biksu yang berjalan mengitari kota. Sumber foto: Dokumen pribadi

Melanjutkan keindahan laut andaman, tak lengkap bilamana tidak berkunjung ke Phuket. Phuket berada di Thailand Selatan pula. Sebenarnya bukan di Phuket-nya tetapi beberapa pulau kecil di sekitar Phuket seperti Phi Phi Island atau Krabi yang mempesona itu.

Jarak tempuh lewat udara yang saya lakukan langsung dari bandara Soetta tanpa transit ke Phuket sekitar lebih dari tiga jam dengan pesawat low cost price yang sedang promo. Harganya yang murah menggoda membuat saya ingin terbang. Lalu tergoda pula dengan promosi film James Bond yang mengambil lokasi syuting di sekitar Phi Phi Island, akhirnya saya pun datang ke Phuket. Hanya dua malam saya berkunjung ke Phuket dengan pengalaman seperti di bawah ini.

Sightseeing Phuket

img_5263
Mengitari kota dengan sepeda. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Selesai cek keimigrasian, saya pun langsung menuju layanan pesan taksi yang disediakan bandara ini, pintu keluar lalu berjalan ke sebelah kanan. Harganya bervariatif tergantung tujuan. Jika ingin ke downtown Phuket, kira-kira membayar 400 Baht. Dalam antrian, saya bertemu dengan sepasang orang Indonesia, mereka bermaksud sharing ongkos taksi biar tidak kemahalan. Sayangnya tujuan kami berbeda, mereka menuju ke Patong. Dari Phuket ke Patong, kira-kira ongkos taksi sekitar 550 Baht.

Kota Phuket tidak begitu ramai saat saya datang pada sore hari. Saya langsung menuju ke guest house yang sudah saya booking sebelumnya. Kebetulan tempat saya menginap menawarkan paket tur ke James Bond Island untuk one day trip sebagaimana rencana saya. Itu artinya saya berangkat besok pagi dan sudah tiba lagi di penginapan sore hari.

Sekembalinya dari Phuket saya mulai mengitari kota Phuket dengan sepeda yang saya pinjam di hostel. Harga sewa sepeda kira-kira 30 Baht. Saya sempat get lost ketika asyik mengitari kota, untunglah ada polisi yang membantu mengantarkan hingga mendekati tempat saya menginap.

Phi Phi Island one day trip

img_5207
Salah satu sudut di pulau ini. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Staf hostel mengatakan van akan menjemput saya sekitar jam 08.00 pagi hari di depan. Van lalu mengantar beberapa wisatawan termasuk saya dan berhenti di port. Kami naik ferry sekitar jam 08.30 untuk penyeberangan ke Phi Phi Island kurang lebih dua jam, sedangkan speedboat bisa lebih cepat. Di ferry disediakan nanas dan minuman air mineral gratis untuk penumpang.

Ternyata di port Phuket ini ada tujuan pula ke Krabi yang kata turis asal Tiongkok, bertemu saat di Hat Yai, Krabi begitu mempesona juga. Namun saya sudah terlanjur memilih untuk ke Phi Phi Island untuk satu hari ini.

img_5253
Pintu masuk dermaga di pulau Phi Phi. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di pulau ini ada banyak resort menginap dan rumah makan untuk wisatawan yang berarti ada pilihan untuk tinggal dan menikmati keindahan lautnya. Selain itu, banyak pula wisatawan yang berjemur di bibir pantai. Pesona pantainya memang mengagumkan, pantas saja dijadikan lokasi syuting. Saya kembali ke port Phuket sekitar sore hari.

Mengunjungi Satun, Thailand

Jika anda ingin menjumpai keindahan laut Andaman, anda perlu melihatnya dari Satun salah satunya dengan mampir ke pulau Ko Lipeh yang sudah jadi destinasi populer atau Ko Adan. Saya mampir ke Satun hanya sebentar, berkeliling kota dan tinggal semalam. Di sini saya menjumpai toleransi beragama yang tinggi antara penduduk Satun yang mayoritas Muslim dengan penduduk lain minoritas Buddha. Padahal masyarakat Thailand adalah mayoritas Buddha namun di Satun saya menjumpai masyarakat beragama hidup rukun berdampingan. Rupanya sebagian penduduk melayu pun tinggal dan menetap di sini.

Menjangkau Satun

Saya berangkat dari Hat Yai dengan taksi yang dipesankan pihak hotel. Harganya mahal sekali sekitar 1500-1800 Baht. Namanya taksi pastinya hanya saya seorang diri sebagai penumpang dalam sedan tua. Saya dijemput dari hostel tempat menginap. Apa ada transportasi lain?

Ada, bis merupakan transpotasi yang murah dan mudah dijangkau. Anda bisa langsung ke terminal bis. Atau anda bisa mendapatkan mini van yang bisa dipesankan di area Diana Shopping Centre, Hat Yai.

Bandara udara terdekat yang saya lakukan dari Hat Yai. Setelah dari Satun, saya pun kembali terbang ke Indonesia lewat Hat Yai Airport. Lagi-lagi saya naik taksi dari guest house di Satun yang dipesankan petugas tempat saya menginap.

Sightseeing Satun

Monkey mountain. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Monkey mountain

Jaraknya cukup setengah jam dari pusat kota dengan menggunakan sepeda motor. Saya sewa motor  bisa dipakai seharian tanpa meninggalkan uang deposit atau paspor. Entahlah, mungkin saya menginap di situ. Tidak ada tiket masuk saat saya datang alias gratis. Lokasi yang masih hijau dan seperti hutan dimanfaatkan sepasang muda-mudi buat pacaran. Begitu banyak monyet berkeliaran dan tidak berbahaya.

Wat Chanatip Chaloem

    Kuil berusia sudah 200 tahun ini resminya bernama ‘Wat Mambang’ sejak 5 December 1882. Kemudian tahun 1939 diubah namanya menjadi ‘Wat Chanatip Chaloem’. Temple ini menjadi populer di  Satun

    Dari Satun, anda bisa memesan paket tur ke wisata pantai Koh Lipeh atau Ko Adan. 

    Pantas Saja Bangkok Jadi Destinasi Terpopuler Dunia

    Sambil browsing kemana tujuan liburan, saya mampir lihat hasil survei yang dirilis MasterCard Global Index baru-baru ini di bulan September 2016 bahwa Kota Bangkok menduduki top ranked tujuan destinasi populer dunia. Menurut rilis ini Bangkok menduduki posisi pertama dari 132 kota di dunia yang menjadi tujuan wisata. Ya iyalah wajar, secara saya pun sudah  beberapa kali ke sana. Dari Thailand selatan hingga perbatasan dengan Laos pun sudah ditelusuri.

    Sebelumnya saya pernah menulis tentang wisata Thailand di sini. Nah, berikut analisa saya mengapa Bangkok wajar jadi destinasi populer dunia:

    1. Promo Thai Airways 

    Pernah suatu kali saya dan suami cek harga maskapai dari München ke Jakarta atau sebaliknya, ya ampun Thai Airways buat promo gila-gilaan sehingga harga tiketnya murah banget. Siapa yang tidak tergiur harga murah yang begitu? Seperti biasa transit di Bangkok airport, kita bisa tergoda untuk wisata sejenak. Malahan ada teman Oz (Australia) juga sama memanfaatkan tiket murahnya dari Australia ke Indonesia tetapi lewat Bangkok dulu, halah. Trik ini bagus juga seandainya bisa ditiru oleh kita agar semakin banyak wisatawan datang ke Indonesia.

    2. Ramah terhadap wisatawan

    Mereka adalah penduduk lokal Thai yang menyadari bahwa sebagian besar pendapatannya dari wisatawan, so pasti mereka ramah dan memperlakukan dengan baik. Pernah saya nyasar kembali ke penginapan, mereka ramah membantu meski tidak bisa berbahasa Ingris. Di beberapa negara Asia lain, penduduk lokal lebih baik menghindar dan tak membantu saat saya bertanya dalam bahasa Inggris. Di Thailand mereka berusaha bantu anda yang datang berwisata. Bahkan kini mereka menyediakan huruf latin sehingga wisatawan yang datang bisa paham informasi yang dimaksud.

    3. Harga makanan terjangkau, citarasa sesuai

    Makanan kaki lima hingga hotel bintang lima ada di sini. Kalau perut lapar, bisa beli di pedagang kaki lima juga. Coba tengok Walking Street Pattaya yang jadi ikon Pattaya night life, di sini banyak makanan citarasa Asia yang sudah dikenal pelancong dengan harga terjangkau. Bahkan bagi turis asing semisal dari Amerika dan Eropa sudah lama mengenal makanan Thailand yang sudah mendunia. Jika saya kangen masakan asia, banyak di München restoran Thailand, malahan ada franchisenya segala. Itu artinya makanan Thailand sudah mendunia, yang tentu membuat mereka tertarik berkunjung.

    4. Tempatnya eksotik untuk sunbathing

    Wah, jika mau kulit tanning mungkin cukup datang ke pantainya yang bertebaran dikenal eksotiknya. Ini yang membuat wisatawan tertarik datang untuk menikmati keindahan pantainya yang masih indah meski dekat ibukota negara. Datang satu jam setengah dari Bangkok Airport ke Pattaya, anda bisa menikmati beberapa pulau yang memiliki pantai yang indah. 

    5. Ada banyak pilihan hiburan dan wisata

    Salah satu floating market di Bangkok. Sumber foto: Dokumen pribadi

    Ada banyak paket tur yang menawarkan pilihan hiburan dari Cabaret Show, aneka museum, tempat religi yang cantik hingga aktraksi budayanya juga bisa jadi pesona wisatawan. Bayangkan pasar apung atau floating market bisa jadi pilihan bagaimana mereka masih bertransaksi dalam suasana tidak modern. Atau desa tradisional tentang keseharian masyarakat Thai. Pokoknya seru!

    Mengunjungi Thailand

    Saya suka dikira orang Thailand, jika ditanya, “Woher kommen Sie? Thailand ja?”. Atau “Sind Sie Thailand?” Mereka menebak demikian karena memang karakteristik fisik orang Thailand tidak jauh beda dengan kita. Sama seperti saya sulit membedakan orang-orang asal Eropa itu.

    Kali ini saya mau berbicara hasil pengamatan saya terhadap pengalaman berpetualang sebanyak empat kali ke Negeri Gajah Putih itu. Maklum saya sampaikan hasil pengamatan saya ke teman saya yang mau berwisata ke sana. Kebetulan dia baru saja kecantol dengan perempuan Thailand yang bekerja di store di Mall di Jerman.

    Baiklah, saya akan mulai berdasarkan daya ingat saja hehehe…

    image

    image
    (Banyak kuil Buddha yang tersebar di Thailand. Sumber foto: Dokumen pribadi)

     

    1. Mayoritas warga Thailand beragama Buddha. Kita akan banyak menjumpai kuil dan bangunan Buddha. Mereka dengan banyak tradisi beragamanya sejalan dengan kepercayaannya memang memiliki pesona daya tarik wisata bagi Turis asing, misalnya, patung sleeping Buddha yang tidak hanya ditemukan di kota Bangkok saja. Di Ayuthaya, bekas ibukota Thailand, ada patung sleeping Buddha yang tidak berlapis warna emas.

    image
    (Salah satu sudut kota Hat Yai, Thailand Selatan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

    2. Ada juga masyarakat Thailand yang beragama muslim, mayoritas mereka menetap di bagian selatan. Kota besar Thailand Selatan namanya Hat Yai, yang menjadi pintu masuk juga buat pendatang yang datang dari Penang, Malaysia. Konon orang Malaysia suka datang ke kota ini buat berbelanja karena harganya jadi lebih murah dalam Baht. Tak jarang saya menjumpai pedagang-pedagang disini bisa berbahasa melayu.

    image
    (Keindahan dari Phi Phi Island yang sayang dilewatkan jika anda berkunjung lewat Phuket. Sumber foto: Dokumen pribadi)

    3. Objek wisata populer memang keindahan pantainya, mulai dari selatan hingga utara. Wow!!! Pantainya memang terkenal indah. Selain itu, anda juga bisa datang ke Chiang Rai, tak jauh dari Chiang Mai bila ingin melihat komunitas perempuan Thailand cantik “Berleher panjang”. Thailand memang menawarkan hal-hal natural, religius hingga modern. Ada Madamme Tussauds, misalnya. Juga ada wisata sex yang menarik kaum adam untuk mencobanya.

    4. Anda kenal istilah “Lady Boy”? Disini dengan mudah kita bisa menemukan kaum transgender yang anggun dan cantik itu.

    image
    (Harga makanan cukup terjangkau dan rasa yang pas di lidah. Tanyakan dulu kepada penjual sebelum membeli. Sumber foto: Dokumen pribadi)

     

    5. Soal rasa makanan Thailand, lidah saya tidak mengalami masalah. Bila anda ke Thailand Selatan, banyak restoran yang menyediakan makanan halal. Sebaiknya bila pesan menu, anda bisa tanyakan dulu sebelum menyantap. Tom Yam, kari dan aneka salad patut anda coba.

    image
    (Foto Raja Thailand di pusat kota Bangkok. Sumber foto: Dokumen pribadi)

    6. Mereka sangat menghormati Raja dan Ratu Thailand. Saya mengamati mereka banyak meletakkan foto dan display Raja dan Ratu Thailand di tempat umum. Mereka selalu meletakkan di tempat tinggi, misalnya di rumah maka tidak diletakkan di lantai atau sembarang tempat.

    7. Bila ke Thailand, coba juga Thai Massage, dijamin anda ketagihan:) Thai Massage tidak menggunakan minyak dan si pemijat menggunakan seluruh anggota badan mereka untuk membuat badan kita mengalami relaksasi. Satu hal yang menarik, sebelum memijat mereka terlebih dulu memberi hormat pada sesuatu yang diletakkan di tempat tinggi di ruang pijat. Sayangnya saat saya wawancara, si pemijat tidak bisa menjelaskan dengan baik dalam bahasa Inggris. Sewaktu datang pertama kali, saya pijat di tempat yang bertuliskan harga pasti, 200 Baht per 1,5 jam. Berikutnya jika tidak di area wisata, saya tawar saja dan ternyata dapat harga yang murah.

    8. Di Thailand, kita bisa menawar harga. Misalnya pijat, makanan, sovenir, Tuk Tuk (moda angkutan umum)
    sampai paket wisata. Sampai-sampai Petugas Paket Wisata bisa hapal kebiasaan orang Indonesia dengan menawar harga terlebih dulu.

    9. Anda tertarik diramal? Anda ingin mengetahui kelanggengan hubungan dengan pacar anda? Silahkan mampir. Disini si Pemandu akan minta anda meletakkan koin di kaki Buddha yang dipercayai. Bila koin menempel dan tidak jatuh saat anda menyebutkan nama pacar dan permintaan anda, berarti hubungan anda akan langgeng. Ada pula dengan mengocok nomor semacam lotre di gelas kayu. Silahkan ambil satu dan nanti anda akan bayar sukarela pada seseorang di kuil tersebut yang bisa membacakan peruntungan anda lewat nomor undian yang anda ambil.

    image
    (Tertarik berbelanja, bisa lakukan di “Floating Market” atau pasar apung. Sumber foto: Dokumen pribadi)

     

    10. Dari selatan hingga utara, Thailand memang menarik untuk dikunjungi, baik itu wisata alamnya dan budayanya. Penduduk Thailand adalah orang yang ramah terhadap turis dan pendatang. Jika anda suka berbelanja, Bangkok juga dipandang sebagai surga belanja. Suka berbelanja ala tradisional, silahkan mengamati “Floating Market” atau pasar apung.

    Selamat berlibur!