Makanan Khas Timur Tengah (11): Couscous, Semacam Pasta dari Beras

Couscous dalam tampilan bisa jadi pengganti nasi.

Couscous terlihat tidak asing lagi buat saya saat saya menyambangi buffet makan siang dan makan malam sewaktu kami berlibur di Mesir. Pasalnya couscous ini ada juga di supermarket di Jerman yang dijual bersamaan dengan salad dan pasta yang sudah matang. Namun jujur saya belum pernah mencicipinya, seperti apa rasanya?

Makanan yang satu ini bisa dikatakan semacam pasta dari Timur Tengah. Begitu pendapat sebagian orang. Makan couscous dengan berbagai hidangan sudah terasa kenyang. Pasalnya couscous ini terbuat dari beras namun ada juga yang terbuat dari tepung semolina. Tepung semolina ini yang saya tahu bisa untuk membuat hidangan kue-kue dari Timur Tengah yang pernah saya cicipi. Tepung semolina ini terbuat dari biji gandum yang cocok untuk roti, pasta dan couscous untuk makanan khas Timur Tengah.

Jika dilihat lebih dekat, couscous itu tampak seperti biji-biji halus yang dikukus. Itu sebab couscous merujuk pada sejenis pasta seperti makanan Italia atau nudeln pada makanan Jerman. Couscous biasa menjadi side dishes untuk mereka yang berasal dari Timur Tengah, seperti Mesir. Tetapi seiring berjalannya waktu, couscous juga mudah ditemukan di benua biru seperti Jerman.

Untuk anda yang suka berkreasi makanan, couscous ini bisa menjadi alternatif makanan loh. Ini adalah alternatif yang populer selain nasi dan pasta. Couscous memang berasa tawar, tetapi teksturnya yang halus dan lembut menyebabkan couscous bisa menyerap pada aneka makanan. Anda bisa mengkombinasikan dengan sayuran dan daging rempah yang kaya bumbu pun sudah terasa enak.

Couscous tersedia di meja buffet saat prasmanan makan siang dan makan malam.

Untuk memasak couscous pun mudah. Anda bisa merendamnya terlebih dulu selama 10 menit. Ada yang memberikan campuran seperti kaldu, minyak dan air atau rempah yang membuatnya terada lezat. Setelah couscous direndam maka dia akan tampak mengembang. Anda bisa menambahkan sesuai selera anda. Misal couscous sebagai salad maka saya bisa tambahkan irisan daun peterseli, radieschen dan irisan tomat. Tambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Dijamin ini adalah makanan yang kaya nutrisi.

Semoga anda terinspirasi untuk mencobanya di rumah. Barangkali ini bisa menjadi alternatif bila bosan makan nasi, pasta atau roti.

Makan Siang ala Timur Tengah: Makanan Khas Timur Tengah (7)

Seiring dengan migrasi yang terjadi di Eropa dari berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara di timur tengah maka ketersediaan bahan makanan pokok hingga restoran ala timur tengah pun sudah mulai menjamur di benua biru ini. Di Jerman saat ini pun saya bisa menjumpai makan siang ala timur tengah meski saya sendiri belum menginjakkan kaki ke sana. Saya pun memesan makan siang ala timur tengah di salah satu restoran di sini. Ini bisa jadi pilihan anda manakala anda juga berkunjung ke sini.

Makan siang ala timur tengah rupanya tak hanya digemari oleh para warga negara asing yang menetap di sini, namun saya juga mendapati ada saja warga jerman yang penasaran dengan kuliner ini. Kebanyakan para petualang rasa bukan orang timur tengah adalah mereka yang merupakan golongan vegetarian, tidak makan daging. Pilihan makan siang nasi ala timur tengah jadi favorit mereka.

Pertama adalah nasi rempah. Di Indonesia ada ragam nasi seperti nasi uduk, nasi kuning dan nasi goreng. Nasi ala timur tengah menyajikan rempah-rempah dengan sentuhan paprika dan sedikit kunyit di dalamnya. Rasa nasi ini tidak pedas pun tidak hambar, cukup nikmat. Cocok jika disajikan dengan beras basmati, yang punya bulir panjang dan wangi khas.

Nasinya dalam satu piring memang sedikit, tetapi ada roti arab juga. Roti ini terbuat dari gandum yang dipanggang dalam bara api. Saat disajikan, roti masih tampak hangat. Ditambah pula ada falafel, bola goreng rempah yang cukup kesohor di timur tengah. Saya sendiri pernah membahas falafel di link ini. Dengan roti arab dan falafel, anda bisa menikmatinya dengan yoghurt berbumbu yang diletakkan di tengah piring. Nikmat!Menurut teman asal Pakistan, yoghurt berbumbu juga menjadi kuliner yang khas buat mereka.

Belum selesai, masih ada dua salad sayur yang menggoda buat pecinta salad. Kedua salad ini tentu saja berbeda rasa dan menyegarkan. Tambahan lagi semacam krupuk yang benar-benar crunchy.

Terakhir yang tak mau ketinggalan adalah hummus. Pada foto tampak warna cokelat terang yang diberi biji wijen hitam untuk pemanis. Hummus dikenal sebagai otentik makanan khas timur tengah. Hummus bisa dioleskan di roti arab atau falafel. Hummus sendiri terbuat dari kacang yang dihaluskan ditambah rempah lainnya seperti lemon, minyak zaitun, bawang putih dan garam.

Apakah anda sudah pernah mencobanya?

Kabse, Nasi ala Oriental: Makanan Khas Timur Tengah (5)

Nasi dan di sekitarnya adalah potongan daging kambing. Dua mangkuk kecil berisi sambal dan satu lagi yoghurt mint.

Aneka sayuran dingin.

Suatu kali saya dan seorang teman bermaksud menikmati kuliner dari Timur Tengah. Semula saya berpikir restoran yang disebut orientalis itu adalah makanan khas Tiongkok. Ternyata saya salah. Penyebutan oriental itu ditujukan untuk kuliner Timur Tengah. Karena penasaran dengan rasanya, saya dan teman ini mampir di restoran yang disebut orientalis.

Teman saya memesan sandwich orientalis yang disebut Schwarma. Karena keasyikan ngobrol, saya pun lupa mengabadikan pesanan teman. Padahal saya cukup penasaran, apakah isian sandwich sama seperti western sandwich yang biasa saya nikmati? Namun semua sudah terlambat, teman saya sudah terlanjur menyantapnya.

Sementara saya memesan kabse, dimana saya sudah bertanya sebelumnya bahwa saya ingin makan nasi dan daging kambing. Akhirnya pramusaji menyarankan saya mencoba kabse. Kabse juga disebut kabsa, sedangkan di Indonesia dikenal sebagai mandi. Ini adalah makanan tradisional dari Saudi Arabia namun juga bisa ditemukan di negara-negara sekitarnya. Sementara pramusaji yang menyajikan berasal dari Syria.

Ini pertama kali saya mencicipi nasi kabse atau mandi meskipun di Indonesia juga sudah ada gerai restoran Timur Tengah. Beras yang digunakan pun berbeda seperti di Indonesia atau Asia pada umumnya. Namanya beras basmati, bentuknya lonjong dan panjang. Kabse yang saya pilih dengan daging kambing. Kabse juga bisa disajikan dengan daging ayam. Daging kambing bisa dicampur jadi satu bersama nasi atau terpisah seperti yang saya nikmati.

Menariknya warna nasi kabse berwarna-warni. Ada kuning, merah, putih. Bisa jadi warna tersebut dihasilkan dari rempah-rempah atau paprika yang serupa warnanya yang dicampurkan ke dalam beras saat dimasak. Saya suka rasa nasi kabse yang gurih dan rasa rempahnya yang kuat. Saya juga merasakan kayu manis pada sajian nasi ini. Tambahan lagi, nasi kabse diberi almond untuk melengkapi rasanya. Enak!

Daging kambingnya juga empuk dan tidak berbau. Si juru masak benar-benar tahu bagaimana mengelolanya. Sedangkan sayuran yang terpisah hanya pelengkap saja. Kabse ini benar-benar nikmat menurut saya.

Falafel, Bola Goreng Rempah: Makanan Khas Timur Tengah (4)

Melanjutkan kuliner dari negeri timur tengah, seorang teman membuatkannya untuk saya makanan yang disebut falafel. Falafel merupakan bola-bola yang terbuat dari kacang Arab, yang ditambah bumbu kemudian digoreng. Falafel terkenal sebagai makanan khas Timur Tengah, yang saya kenal di sini. Berkat seorang teman, saya jadi menikmati makanan khas ala Timur Tengah ini. Menurut teman saya, falafel banyak disajikan saat bulan Ramadhan.

Falafel rupanya juga dijadikan isian di kedai milik orang Turki. Saya memperhatikan falafel menjadi menu isian donner. Bedanya falafel disajikan dengan salad sayuran dan saus pedas. Kemudian diletakkan di roti seperti donner. Saya sendiri melihat informasi menu tertera, hanya belum sempat mencoba pesan. Artinya, falafel kini menjadi makanan yang sudah mendunia.

Jika saya tanyakan darimana asal falafel, banyak informasi bersebaran. Intinya falafel memang berawal dari masyarakat Timur Tengah. Karena falafel juga menjadi jajanan street food di negara-negara Timur Tengah. Siapa pun suka karena rasanya yang mudah diterima lidah meski mengandung bumbu rempah yang khas.

Bagi anda yang vegetaris, perlu mencicipi falafel dan menjadi pilihan diet yang menyehatkan. Pasalnya falefel ini hanya menggunakan kacang fava, seperti buncis. Kemudian ditambah bumbu seperti bawang putih, jinten, biji wijen, ketumbar, daun peterselli atau daun bawang. Semua digiling bersama tepung khas Timur Tengah. Sebelum digoreng, adonan dibentuk menjadi bola-bola kecil terlebih dulu.

Oh ya, bukti bahwa falafel sudah mendunia ketika saya memesan salad orientalis di restoran bergaya western. Di dalam salad yang pesan, ada lima biji falafel di antara tumpukan sayuran salad yang diasinkan. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa falafel juga menjadi makanan umum yang dikreasikan agar semakin diterima oleh banyak orang.

Saat saya mencicipi falafel buatan teman saya ini, saya benar-benar terkesan. Rasanya lezat sekali! Mungkin ini bisa jadi pilihan anda yang suka makanan vegan.

Aneka Kue dari Timur Tengah: Makanan Khas Timur Tengah (2)

This following post is to convey the cookies from Middle East Asia around. The pastry made by some Arabic friends in here when we had ‘Kaffeetrinken‘ together few weeks ago. They baked their speciality cookies such as “Harrissa Semolina cakes”, “Kasterd puding” and “Noga Cookies”  to be served for us. As I said, food makes friends. It was greatly appreciated how they made those.

***

Di sini saya memiliki beberapa teman dari berbagai bangsa, seperti yang pernah saya tuliskan aneka kuliner dan cara pembuatannya. Kali ini saya mau berbagi kue yang dikenal di negara Arab dan sekitarnya. Teman-teman saya berasal dari Irak, Syria, Afghanistan yang memiliki bahasa ibu yang sama yakni, bahasa Arab.

Suatu kali kami bermaksud membuat kaffeetrinken bersama di kelas. Meski sekedar minum, makan kue dan ngobrol saja namun selalu ada yang menarik untuk didokumentasikan. Anda tahu maksud saya? Yups, kue-kue yang disajikan.

Berikut kue-kue buatan mereka yang berhasil saya dokumentasikan.

Harisa/Harissa/Haresa

Ada juga disebut Harissa atau Haresa, begitu kira-kira saya meminta teman saya menuliskan nama kue dalam huruf latin. Menurut teman saya, kue ini dibuat dengan mudah. Bahan yang digunakan semisal semolina, saya tidak tahu penyebutannya dalam bahasa Indonesia. Semolina itu semacam tepung terbuat dari gandum. Itu sebab, kue ini bisa dikatakan juga ‘Semolina Cake.’

Saat saya mencicipi rasanya memang tidak terlalu manis. Saya suka. Rasa manis hanya dari gula dan sedikit yoghurt. Hasil akhir adonan adalah dimasukkan dalam oven dengan panas yang cukup selama 30-45 menit hingga berwarna kecoklatan.

Kasterd

Kasterd dapat disebut juga custard. Ini semacam puding menurut saya. Rasanya lembut dan biasa disajikan sebagai dessert saat makan bersama. Makanan ini juga katanya mudah dan sederhana pembuatannya.

Saat saya mencicipinya pertama kali, saya menduga ada rasa kacang di dalam. Betul saja bahwa ada kacang almond di dalam. Lalu rasa kapulaga juga kuat tercium saat pertama kali mencicipinya.

Noga

Noga ini kue yang cukup digemari di Irak karena kue ini adalah kue khas di sana. Makan kue ini seperti makan kue kelapa atau sagon. Benar saja, kue ini terbuat dari kelapa kering. Rasanya garing dan renyah menurut saya.

Demikian hasil dokumentasi kuliner dari Timur Tengah. Semoga bermanfaat!

Apakah anda pernah mencicipi salah satu kuliner tersebut di atas?