Pakai Sarung Tangan Hingga Kebijakan Hanya 1 Orang yang Masuk, Simak 5 Kebiasaan Berbelanja Selama Pandemi Corona

Jaga jarak selama di supermarket.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Semula semua biasa saja ketika saya berbelanja di supermarket, tetapi kini segalanya bisa berubah ketika pandemi corona melanda dunia ini. Orang menjadi sensitif dan mengawasi satu sama lain. Seluruh supermarket memasang peraturan di pintu masuk demi keamanan dan kenyamanan bersama terkait krisis corona. Jika dulu saya tidak mendapati petugas keamanan di supermarket di wilayah tempat tinggal saya, kini ada 1 petugas keamanan yang mengawasi bersama. Di pintu masuk pun, ada sebagian supermarket menyediakan hand sanitizer untuk para pembeli secara gratis.

Perilaku berbelanja pun menjadi sorotan ketika tissue toilet di awal pemberlakuan masa ‘berdiam di rumah’ menjadi sulit dicari. Bersyukurlah, tisu toilet kini sudah bisa ditemukan kembali. Entah stoknya diperbanyak atau seiring kesadaran orang berbelanja.

“Berbelanjalah sesuai kebutuhan anda” mulai dikampanyekan agar orang berbelanja memikirkan kepentingan orang lain juga. Hal ini dimaksudkan untuk menekan fenomena panic buying yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Untuk menghemat waktu, saya membuat daftar belanja agar tidak perlu berlama-lama di luar rumah. Berbelanja hanya berdasarkan kebutuhan kemudian langsung pulang ke rumah. Itu perubahan perilaku saya berbelanja, tetapi perilaku lainnya bisa disimak dalam ulasan berikut.

1. Pakai sarung tangan dan masker

Jika di Jakarta dulu, saya begitu mudah menemukan orang memakai masker di jalan-jalan umum, maka ini tidak berlaku di tempat tinggal saya. Begitu pun jika ada yang terkena flu atau batuk, maka cukup gunakan saputangan untuk menutupinya. Orang akan menaruh curiga jika ada orang mengenakan masker di area publik. Itu dulu! Kini perubahan perilaku berbelanja terjadi seperti mengenakan masker. Masker yang dulu hanya dikenakan oleh tenaga medis di wilayah tempat tinggal saya, kini siapa saja yang punya dan merasa khawatir, bisa mengenakan masker ke supermarket. Baik pembeli yang merasa perlu pakai masker maupun staf supermarket pun memakai masker. Padahal dulu tidak demikian.

Saya pernah menuliskan penggunaan sarung tangan saat musim dingin untuk melindungi tangan. Namun perilaku mengenakan sarung tangan seiring krisis corona berbeda. Sarung tangan tentunya bukan untuk mode fashion seperti sarung tangan berbahan kulit misalnya, melainkan sarung tangan berbahan polyster seperti karet begitu. Padahal sarung tangan berbahan seperti itu biasanya digunakan untuk aktivitas membersihkan, kini seseorang bisa mengenakannya juga untuk berbelanja.

2. Hanya boleh 1 orang yang masuk

Kebijakan mengurangi gerombolan orang yang pergi dan bertemu dalam kelompok pun mulai diterapkan. Pusat perbelanjaan seperti shopping center dan supermarket non sembako (lebensmittel) memang ditutup, tetapi supermarket menjual kebutuhan pokok masih beroperasi. Tidak semua supermarket punya aturan yang sama.

Pada supermarket berskala besar dengan lokasi lebih luas, ada kebijakan hanya satu orang saja yang diijinkan masuk untuk berbelanja. Hal ini untuk mengurangi jumlah orang dalam supermarket. Di muka supermarket telah tersedia informasi petunjuk bahwa hanya 1 orang saja yang berada di dalam supermarket. Kemudian petugas keamanan yang dahulu tidak ada di supermarket kini tampak berjaga di pintu masuk mengingatkan pelanggan yang nekat datang bergerombol atau lebih dari 1 orang. Padahal dahulu, tidak ada petugas keamanan di pintu masuk.

3. Tidak banyak memegang bahan makanan, melainkan ambil yang akan dibeli

Sebelum terjadi pandemi corona, saya merasa sah-sah saja menimbang jahe dan memilih mana yang baik. Karena jahe di sini tidak terbungkus dan tersedia dengan berbagai ukuran di kotak tersendiri. Selama krisis corona ini, saya benar-benar lupa bahwa orang begitu sensitif dan akhirnya saya pun ditegur. Saya diberi peringatan oleh salah seorang pembeli yang memperhatikan saya memilih jahe terlalu lama dan memegang jahe tanpa sarung tangan. Pelajaran memang! Pandemi ini membuat orang begitu sensitif berbelanja di supermarket. Begitulah!

4. Ketersediaan tak banyak atau kosong pada rak makanan tahan lama, tisu toilet dan disinfektant hingga peringatan maksimal hanya beli 1 saja

Awal krisis corona yang melanda tempat tinggal saya, saya tidak begitu peduli dengan tisu toilet karena saya masih memiliki stok di rumah. Di sini 1 stok itu terdiri dari beberapa rol tisu toilet sehingga saya tidak terlalu khawatir. Semakin saya perhatikan, ini semakin ajaib ketika rak bagian tisu toilet itu kosong. Akhirnya saya pun ikut membeli ketika masih ada stok tak banyak di salah satu supermarket terdekat, tetapi hanya 1 stok saja yang boleh dibeli. Ada peringatan bahwa pembeli hanya boleh membeli 1 stok saja.

Setelah dua minggu waktu berdiam di rumah, nyatanya rak bagian tisu toilet dan disinfektant itu memang sering kosong. Beruntung jika pembeli datang saat supermarket sedang memasukkan stok baru sehingga bisa langsung membelinya. Namun saya masih mendapati kosong atau tak banyak pada stok tisu toilet, disinfektan dan rak makanan tahan lama di beberapa supermarket.

5. Tetap jaga jarak

Perilaku yang berubah adalah soal jaga jarak. Supermarket mulai menempelkan tanda peringatan untuk menjaga jarak di lantai supermaket. Ada sebagian supermarket di sini yang memang memiliki toko daging di dalam supermarket. Dulu kita bisa bebas berkomunikasi, melihat apa yang akan dibeli lebih dekat ke etalase kaca sambil menunggu giliran. Kini ada peringatan untuk tidak mendekati etalase kaca sekitar dua meter.

Begitu tiba di kasir, ada peringatan untuk tetap jaga jarak sekitar dua meter antara satu pembeli dengan pembeli lainnya sembari menunggu giliran di kasir. Selain itu, kasir kini dilengkapi dengan partisi transparan pelindung yang menjadi jarak antara pembeli dengan kasir. Dahulu, tentu tidak begitu.

Begitulah hasil pengalaman saya terhadap perubahan perilaku berbelanja yang berbeda setelah krisis corona masih terjadi sampai sekarang. Pastinya, kita semua ingin sehat dan berharap bahwa wabah ini segera berlalu.

Bagaimana perubahan perilaku berbelanja di tempat tinggal anda?

Musim Semi Tiba, Pelajari 5 Hal Berkebun Untuk Pemula Seperti Saya

Bibit tanaman mulai dijual di supermarket, tanda musim semi sudah dimulai.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hari Jumat lalu (20/3) adalah hari pertama dimulainya musim semi di Jerman. Itu artinya musim dingin pun sudah berlalu dan berganti musim yang baru. Tiap musim punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pergantian musim selalu disambut gembira agar kehidupan baru yang lebih baik segera berlanjut. Meski wabah corona masih melanda Jerman, tetapi banyak orang optimis ini akan segera berlalu seiring pergantian musim.

Kami masih berdiam di rumah sampai batas waktu ditentukan. Ada banyak ide bisa dilakukan di rumah seperti mencoba berkebun. Jangan bayangkan berkebun seperti layaknya profesional yang menghasilkan panen nantinya berlipat-lipat! Berkebun yang saya maksud adalah untuk pemula yang nantinya hanya dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

Oleh karena itu, teknik berkebun untuk pemula perlu diperhatikan. Siapa tahu anda bisa seberuntung saya bisa menikmati panen tomat cherri atau cabai, sehingga tidak perlu membelinya lagi. Anda juga bisa mencoba tanaman lain seperti tanaman yang digunakan buat masakan. Ada basilikum, seledri atau daun schnittlauch, yang bisa digunakan untuk bahan masakan.

Ilustrasi. Menikmati hasil panen itu rasanya sesuatu yang luar biasa.

1. Berkebun itu bukan sekedar isi waktu luang

Awalnya saya berpikir bahwa berkebun itu mudah, hanya tancapkan tanaman yang dikehendaki atau sering saja menyirami tanaman. Ternyata tidak seperti itu. Berkebun itu tetap perlu ‘hati’ artinya kita mengerjakannya dengan penuh cinta, bukan sekedar isi waktu lowong. Jika kita ingin hasil maksimal dalam berkebun, maka lakukan juga dengan penuh cinta.

Berkebun itu seperti menikmati waktu bersama tanaman yang disayangi. Anda bisa bayangkan berkebun seumpama kita memelihara hewan peliharaan. Semua diperlukan dengan penuh cinta. Berkebun itu bisa dijadikan profesi, tetapi saya kali ini menekankan berkebun sebagai hobi atau kebiasaan baru di rumah. Bukan untuk mengisi waktu luang, tetapi hasil berkebun tentu dinikmati sendiri dan lebih sehat lagipula.

2. Tentukan dimana lokasinya

Berkebun tentu butuh lahan untuk tanaman yang dikehendaki. Tak penting seberapa luas lahan yang anda miliki, yang penting niatnya untuk berkebun. Anda bisa manfaatkan halaman belakang rumah untuk ditanami atau balkon rumah yang tak luas. Intinya, lokasi dan luas lahan menentukan juga tanaman yang dikehendaki.

Tak punya lahan untuk ditanami, bukan berarti anda tak bisa berkebun. Ada teknik moderen yang bisa disiasati, misalnya tanaman dengan pot seperti tanaman basilikum atau seledri yang bisa diletakkan di pot di dapur. Sewaktu-waktu tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan. Ada juga tanaman gantung untuk menghiasi beranda rumah. Bunga hidup yang bisa diletakkan di dalam rumah pun bisa termasuk dalam kegiatan berkebun.

3. Beli bibit dan pilih tanaman yang dikehendaki

Mulainya musim semi bisa tampak dari ketersediaan bibit tanaman yang dijajakan di rak supermarket. Tak perlu ke supermarket khusus untuk membeli bibit tanaman, supermarket di sini menyediakannya. Berbagai bibit tanaman tersedia dengan mudahnya. Atau tanaman yang sudah berpot bisa diperoleh sesuai selera dan kebutuhan.

Tak hanya dijual dengan harga terjangkau, bibit tanaman terkadang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan supermarket. Itu yang saya alami di sini. Atau bibit tanaman juga diberikan gratis sebagai kampanye cinta bumi. Keren ‘kan!

4. Rajin untuk merawat kesuburan tanaman

Tidak semua tanaman itu punya perawatan yang sama. Tidak perlu juga menjadi ahli tanaman untuk berkebun. Anda perlu rajin merawatnya sesuai kebutuhan tanaman. Bila anda membeli bibit tanaman atau tanaman berpot di sini maka selalu tersedia petunjuk informasi bagaimana merawatnya dengan baik. Seperti berapa banyak anda harus menyiramnya, jangkauan sinar matahari hingga perlunya pupuk agar bisa tetap subur.

Bila anda tidak memiliki informasi perawatan, anda bisa bertanya kepada petugas yang menjualnya. Biasanya mereka adalah orang yang mumpuni dan dibekali pengetahuan untuk merawat tanaman.

5. Konsisten dan komitmen bila ingin hasilkan tanaman yang dikehendaki

Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, bersabarlah! Segala sesuatu itu butuh proses untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu konsisten dan komitmen untuk merawatnya mulai dari bibit hingga menjadi tanaman yang dikehendaki. Ini adalah kunci bagi pemula yang memulai berkebun seperti saya.

So, apakah anda sudah mulai tertarik berkebun seperti saya?

Tips Untuk Anda (11): 10 Hal Berikut Harus Dilakukan Saat Gunakan Mesin Cuci Piring di Rumah

Ilustrasi. Mesin cuci piring rumah tangga biasanya bisa dipesan bersamaan desain kitchen set di awal.

Mesin cuci piring kini menjadi alat bantu rumah tangga moderen yang yang sangat diperlukan bagi mereka yang ingin praktis. Saya ingat dulu saya punya beberapa teman yang tak suka mencuci piring dan perlengkapan makan selesai waktu makan. Alasannya, mereka merasa jijik, enggan bahkan malas untuk mengerjakannya. Lainnya mengaku bahwa mencuci piring merupakan pekerjaan rumah tangga menyita waktu. Sementara saya lebih suka mencuci piring dan perlengkapan makan ketimbang memasak.

Setelah saya memiliki mesin cuci piring di rumah, saya paham bahwa ini sangat membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah sama seperti mencuci pakaian. Jika kita tahu bagaimana memanfaatkan mesin cuci piring sesungguhnya mesin cuci piring itu lebih hemat listrik dan air. Memang tak semua perlengkapan makan bisa dimasukkan dalam mesin cuci piring, misalnya baskom besar, panci ukuran besar dan peralatan makan yang berat seperti uleg-uleg batu misalnya. Namun saya merasa terbantukan memiliki mesin cuci piring di rumah.

Sesungguhnya mesin cuci piring dalam keperluan rumah tangga, berbeda dengan mesin cuci piring untuk keperluan bisnis. Mesin cuci piring untuk keperluan bisnis punya daya watt yang besar dan bekerja lebih cepat. Bahkan fungsinya bisa terpisah, ada yang khusus untuk piring dan perlengkapan makan dan yang lain mesin khusus untuk gelas kaca (=gelas beling).

1. Bersihkan peralatan makan sebelum dicuci

Jangan pernah meletakkan piring dan perlengkapan makan dengan sisa makanan yang masih menempel! Karena sisa makanan yang menempel pada sendok makan misalnya, pada saat di dalam mesin cuci piring dan tak terjangkau di sendok tersebut maka sisa makanan pada sendok akan mengerat dan membekas. Akibatnya akan lebih sulit dibersihkan. Lagi pula mesin cuci piring rumah tangga itu berbeda dengan mesin cuci piring untuk kepentingan bisnis yang mudah dibersihkan tiap saat. Sebaiknya bersihkan dulu segala perlengkapan makan dari kotoran makanan/minuman yang menempel pada perlengkapan sebelum diletakkan di mesin cuci piring.

2. Nyalakan mesin cuci piring saat sudah penuh

Setelah perlengkapan makan sudah dipakai dan dibersihkan dari kotoran makanan/minuman maka tunggulah sampai mesin cuci piring penuh. Anda tak mungkin menggunakan mesin cuci piring tiga kali sehari setelah waktu makan. Saya menyalakan mesin cuci piring sekitar dua atau tiga hari sekali tergantung frekuensi dan banyaknya perlengkapan makan yang digunakan. Untuk keperluan rumah tangga, mesin cuci piring di rumah dikemas berbeda untuk keperluan bisnis, yang setiap saat bisa dinyalakan. Jika mesin cuci piring sudah penuh, kita bisa menyalakannya. Tentu ini lebih efisien, hemat energi dan air juga.

3. Atur dan seleksi peralatan makan sebelum dicuci

Mesin cuci piring rumah tangga umumnya dua tingkat. Tingkat pertama biasanya saya gunakan untuk cangkir dan perlengkapan makan yang tak berat. Saya biasanya menempatkan sendok sayur, piring kecil atau mangkuk kecil. Kadang mangkuk plastik yang berminyak, bekas memasak pun saya letakkan di tingkat atas. Usahakan agar tingkat atas tidak memiliki beban berlebihan dibandingkan tingkat bawah. Pastikan juga piring besar tidak mengganggu kipas mesin cuci piring. Jangan biarkan menumpuk dan menempel perlengkapan makan sehingga tidak terjangkau untuk dibersihkan.

4. Untuk gelas kaca, sebaiknya dicuci terpisah

Umumnya gelas kaca tidak terlalu kotor dan memerlukan mesin cuci piring. Gelas kaca biasanya saya gunakan untuk minum air mineral, sirup, soft drinks dan sebagainya. Sisanya saya lebih gunakan cangkir. Berbeda bahan material antara gelas kaca dengan cangkir tentunya. Gelas kaca memiliki mesin cuci tersendiri, namun umumnya tidak banyak diperlukan dalam keperluan rumah tangga. Untuk berhemat, gelas-gelas kaca saya cuci manual. Cukup tutup wastafel dengan karet penutup, penuhi dengan air panas. Lalu biarkan semua dalam di dalam wastafel beberapa saat dan beri sedikit sekali sabun. Kemudian anda bisa membilasnya dan membiarkannya kering beberapa menit.

5. Pisau pemotong sayuran dan daging tidak dicuci dengan mesin cuci piring

Tidak semua perlengkapan makan bisa dicuci dengan mesin cuci piring. Misalnya pisau yang digunakan untuk memotong sayuran dan daging. Mengapa? Mesin cuci akan membuat pisau menjadi tumpul dan tak berfungsi dengan baik. Saya biasanya mencucinya langsung setelah digunakan. Pisau untuk keperluan makan seperti yang menjadi kebiasaan makan di Eropa, tentu anda bisa mencucinya dengan mesin cuci piring.

6. Gunakan deterjen yang tepat dan khusus mesin pencuci piring

Harga deterjen mesin cuci piring memang lebih mahal ketimbang deterjen untuk mencuci piring manual. Namun deterjen mesin cuci piring memang menjamin higenitas peralatan makan yang digunakan. Deterjen khusus pencuci piring milik saya bentuknya tablet. Pernah suatu kali saya pakai deterjen yang tidak tepat dan berharga murah, hasilnya bercak bekas deterjen menempel pada peralatan makan dan peralatan makan tidak maksimal bersihnya. Sebagai konsumen, kita perlu mempertimbangkan deterjen yang tepat sesuai kebutuhan.

7. Bersihkan karet dan saringan residu pada mesin cuci piring secara teratur

Apa pun namanya sebagai alat bantu manusia, tentu kita harus merawat dan membersihkannya usai digunakan. Begitu pun mesin cuci piring. Saat saya sedang libur seperti sekarang, saya manfaatkan waktu dengan membersihkan karet yang menjadi lubang air mesin cuci piring dan karet penyaring. Hal ini untuk membantu agar mesin cuci tetap terawat dan tidak mengeluarkan bau yang tak sedap.

8. Selesai mesin cuci piring berhenti, ini yang harus dilakukan

Jika kita sudah menggunakan mesin cuci piring, tunggulah sampai mesin cuci piring dengan penunjuk waktu berhenti! Lalu tarik bagian penutupnya agar uap dari mesin cuci piring bisa keluar. Ini akan membantu mengerikan perlengkapan makan yang sedang kita cuci. Tunggu beberapa saat maka anda bisa meletakkan dan mengembalikan piring dan perlengkapan yang sudah bersih ke tempat semula. Sepele memang, tetapi ini adalah cara merawat mesin cuci piring yang baik.

9. Keringkan dan bersihkan dengan air

Jika peralatan makan masih tampak basah, maka gunakan waslap bersih untuk mengeringkannya. Namun ini jarang sekali saya temukan terjadi. Pun bila ada peralatan makan yang masih bernoda, bisa gunakan air dan segera dikeringkan. Ini penting untuk sendok, garpu dan pisau makan karena terbuat dari bahan stainless steel agar tetap terawat.

10. Pasang pewangi khusus

Saya juga gunakan pewangi yang ditempelkan di mesin cuci piring untuk menjaga kelembaban dan menghindari bau tak sedap dari mesin cuci. Cukup ditempelkan saja di salah satu bagian rak dalam mesin cuci piring.

Semoga sepuluh tips di atas bermanfaat!

Kreasi Sendiri (43): Hackfleisch Pfanne mit Gemüse, Tumis Daging Cincang dan Sayuran ala Jerman

Penampakan akhirnya seperti ini. Percobaan pertama.

Masakan Jerman itu sebenarnya sederhana saja baik pembuatannya maupun rasanya. Bagi orang yang suka banyak rempah dan bumbu, tentu akan merasakan perbedaan tersendiri begitu mencicipi masakan di sini. Sebut saja Schnitzel, hanya olahan daging sapi tipis yang dibalut tepung roti dan makanan lainnya seperti yang sudah saya ulas berulang kali di blog ini.

Kreasi berikut yang saya coba di rumah adalah hackfleisch pfanne mit gemuse atau dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan ini adalah tumisan daging cincang dan sayuran. Bila melihat penampakannya, ini sedikit mirip goulasch, tetapi pakai daging cincang. Atau bisa dikatakan mirip chilli corn canne tetapi bukan pakai kacang merah dan jagung manis. Baik, langsung saja pada resepnya daripada kita menebak.

Kedua kalinya masak, ditambahkan wortel dan bawang goreng di atasnya. Enak!

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi cincang
  2. 300 gram kentang (Speisekartoffeln)
  3. 1 buah Paprika
  4. Pasta tomat
  5. Bubuk paprika
  6. Pasta bawang putih (anda bisa menggantinya bawang putih dihaluskan)
  7. Sedikit tepung
  8. Minyak sayur
  9. Kräuter (rempah-rempah Eropa seperti Thymian)
  10. 2 lembar Daun salam
  11. 250 ml air
  12. Garam dan merica secukupnya

Langkah memasak

  1. Cuci sayuran sebelum dimasak.
  2. Potong-potong dadu semua sayuran yang dikehendaki. Jika anda menggunakan wortel, sebaiknya pakai pemotong wortel agar hasilnya kelihatan sama semua.
  3. Panaskan panci anti lengket, masukkan minyak sayur secukupnya. Masukkan daging sapi cincang. Masak sebentar bersama daun salam.
  4. Masukkan sayuran yang sudah dipotong-potong.
  5. Tambahkan air ke dalam panci.
  6. Masukkan bumbu pasta tomat, bubuk paprika, thymian, pasta bawang putih, garam dan merica.
  7. Biarkan masak selama 30 menit dalam panci dengan api sedang.
  8. Siap disajikan.

Saran penyajian

  • Anda bisa mengganti sayuran sesuai selera anda, seperti wortel, timun jepang, buncis, dan sebagainya.
  • Kami makan ini tak perlu nasi atau roti lagi, tetapi anda bisa kombinasikan dengan nasi atau roti sudah cukup mengenyangkan.
  • Anda bisa tambahkan bawang goreng dan cabai iris bila ingin pedas.

5 Alasan Mengapa Radio di Jerman Tetap Bertahan

Ilustrasi. Mendengarkan radio selama perjalanan supaya tidak membosankan.

Radio adalah salah satu saluran media komunikasi yang masih digunakan meski dunia komunikasi sekarang berkembang lebih cepat lewat internet. Tetapi tidak ada yang menggantikan radio. Radio masih menjadi saluran media yang efektif untuk menjangkau seluruh masyarakat. Di Jerman radio memiliki tempat tersendiri, begitu pengalaman saya berada di Jerman.

Baca juga: Kiat diwawancarai Radio (live report)

Selama saya masak di dapur, saya punya radio untuk menemani aktivitas memasak. Radio khusus di dapur bentuknya kecil dan praktis, yang memang ditempatkan di dapur. Namanya radio dapur. Sambil masak, saya bisa mendengar berita dan lagu-lagu agar aktivitas memasak saya menyenangkan.

Berbeda dengan kebutuhan radio di mobil, radio menemani saya selama perjalanan. Saya bisa mendengarkan musik yang memberi semangat saya memulai aktivitas. Yang utama, saya menjadi paham kondisi jalanan terkini. Lewat radio, saya jadi tahu bagaimana kondisi cuaca dan perjalanan.

Begitu praktisnya radio, saya pernah menginap di hotel berbintang di sini yang menyediakan radio di kamar mandi. Namanya juga radio kamar mandi, ada yang sebut duschradio atau badezimmer radio. Radio yang dimaksud hanya diselipkan di dinding kamar mandi, dekat wastafel. Ukurannya kecil dan praktis, hanya sebagai hiburan selama di kamar mandi. Tak bosan di kamar mandi, karena ada radio yang menemani.

Lain lagi, pengalaman saya mendengar radio saat sedang berada di klinik praktik dokter gigi. Itu artinya radio juga bisa menjadi media hiburan yang masih eksis di sini. Meski radio tidak diperdengarkan dengan suara keras, tetapi alunan musik dan berita yang diperdengarkan membuat orang perhatian dan menyimak.

Siaran radio pertama kali diperdengarkan secara resmi di Jerman tahun 1923. Hampir mendekati seratus tahun usia radio, kira-kira apa yang mendasari radio di Jerman masih tetap populer bagi para pendengarnya yang setia. Saya berusaha mencari tahu.

1. Jangkauan pendengar radio itu lebih banyak

Ya, ini diketahui setelah dilakukan survei terhadap sejumlah orang. Hasilnya menunjukkan lebih banyak orang mendengarkan siaran radio ketimbang media hiburan lain. Radio bisa didengarkan dimana saja. Radio setia menemani kala dalam perjalanan, agar bisa mengetahui titik-titik yang dihindari bilamana macet. Sementara sebagian besar orang Jerman itu memiliki kendaraan. Atau informasi terkini soal cuaca yang menentukan aktivitas berikutnya. Radio kini mudah didengar dengan aplikasi yang mudah.

2. Pesan berita yang disampaikan lebih efektif.

Mengenai suatu berita, kita perlu membacanya atau menonton siaran berita tetapi melalui radio, pesan lebih efektif terekam dalam memori. Pesan di radio cukup efektif, singkat dan padat. Berita yang disampaikan lewat radio juga terbarukan dan singkat. Memang kini sudah ada internet, yang bisa mendapatkan berbagai hal dengan dua jari. Tapi bagaimana anda bisa melakukan itu bila anda sedang menyetir mobil atau memasak makanan di dapur?

Baca juga: Bagaimana menyiapkan talk show di Radio? Berikut panduannya

3. Radio dicintai di semua kalangan usia.

Suatu kali saya dan suami berkendara sekitar malam hari. Kami menyimak radio selama perjalanan. Lalu tiba jam 20.00 malam hari, si penyiar radio sedang membacakan dongeng untuk anak-anak. Saya terkejut dan berpikir bahwa radio hanya untuk orang dewasa seperti saya. Lalu si penyiar memberi pesan bahwa waktu tidur malam sudah tiba bagi anak-anak, sambil diiringi musik pengantar tidur. Luar biasa ‘kan! Nyatanya radio itu bisa untuk semua kalangan, bahkan untuk anak-anak.

4. Radio adalah media audio dengan visualisasi yang subyektif.

Radio adalah media audio yang menginspirasi kita untuk membuat visualisasi. Jika kita mendapatkan pesan dari radio maka kita mulai membuat imajinasi visual dalam pikiran kita. Ini lebih kaya ketimbang kita melihatnya dalam tayangan tontonan. Radio yang sarat berita juga sarat akan pesan yang memang berbeda ketimbang media hiburan lain. Iklan dalam radio saja misalnya, bagaimana membuat pendengar bisa membuat visualisasi dalam benak mereka tentang produk dan model yang disampaikan. Keren kan!

5. Radio terkesan lebih akrab ketimbang media hiburan lain.

Program radio tidak hanya berisi lagu dan berita saja, ada kuis, dialog interaktif, mimbar keagamaan dan lain sebagainya. Berita saja, pendengar radio bisa terlibat menyampaikan kondisi jalan raya yang sedang terjadi dan ini membantu bagi para pengendara lainnya untuk menyimak. Atau dialog interaktif yang melibatkan pendengar radio untuk menjawab suatu tema. Ini membangun keakraban yang hidup, meski tidak saling melihat satu sama lain tetapi hubungan penyiar dan pendengarnya memang memberi nuansa hangat dan terkesan akrab.

By the way, apakah anda masih suka mendengar radio juga?

Di Balik International Women’s Day, Ada Kiprah Perempuan Jerman Berikut

Ilustrasi.

Hari perempuan internasional jatuh tiap tanggal 8 Maret, yang sudah mulai diperingati di sebagian besar negara di dunia. Tahun lalu, International Women’s Day (IWD) dijadikan public holiday untuk kota Berlin, sementara wilayah tempat tinggal saya tidak menjadikannya hari libur. Tahun ini, IWD jatuh pada hari ini adalah hari Minggu dan secara kebetulan tidak libur. Hari Minggu di Jerman sudah dipastikan sebagai hari tenang, tak ada kegiatan perekonomian dan bisnis.

Inisiatif membuat Hari Perempuan (IWD) di Jerman sudah diusung sejak 100 tahun lalu. Ini sebagai bentuk peringatan agar terjadi kesetaraan gender dan mendorong emansipasi perempuan di ranah publik seperti politik, ekonomi, sosial, pekerjaan dan sebagainya. Tentu upaya ini menjadi momentum bersejarah agar peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan bisa terus diperjuangkan. Perempuan pun patut diperhitungkan dalam kancah politik atau terjun dalam bisnis misalnya. Ada banyak tokoh perempuan yang sudah mendunia lewat karya dan kiprahnya.

Salah satu tokoh yang diperhitungkan lahirnya IWD adalah Clara Zetkin (1857-1933). Dia adalah seorang tokoh politik yang lahir di Sachsen, Jerman dan mengusulkan hari IWD. Usulan tersebut disampaikan dalam konferensi di Copenhagen, Denmark. Konferensi yang juga menjadi gagasannya ini digelar tahun 1910 dan diikuti oleh perwakilan tokoh politik dari 17 negara. Inisiatif menyelanggarakan IWD rupanya sempat terhenti karena adanya perang dunia, namun tuntutan diselenggarakan IWD tetap dilakukan. Ia ingin menyuarakan emansipasi perempuan bahwa perempuan punya kesempatan yang sama seperti kaum pria.

Saat itu dunia politik masih didominasi kaum pria, kiprah Clara Zetkins untuk memperjuangkan emansipasi perempuan di berbagai bidang kehidupan semakin gencar. Ia pernah menulis artikel tentang ‘Die Gleichheit’ agar suara perempuan tetap terdengar luas. Ia pula menggagas konferensi perempuan yang diikuti lintas negara. Kiprah perjuangannya untuk emansipasi perempuan pada masa itu tampak dalam peran Clara Zetkins sebagai tokoh politik dan penulis.

Dalam pencarian literatur tentang Clara Zetkins, ada yang menggambarkan bahwa beliau adalah perempuan cerdas, pemberani dan pejuang yang gigih untuk mempromosikan hak-hak perempuan di masa itu. Sebagaimana anda tahu bahwa sekitar tahun 1900-an terjadi pergolakan politik di Jerman, tetapi Clara Zetkins tetap berkampanye bahwa perempuan punya hak dan peran dalam pembangunan bangsa.

Berangkat dari sejarah ini, saya yakin ini bisa menjadi alasan mengapa IWD begitu penting untuk diperingati di Jerman. Saya sebagai perempuan memang belum sehebat Clara Zetkins, tetapi setiap perempuan punya peran untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Perempuan bisa memulainya dari membangun ketahanan keluarganya masing-masing.

Selamat berbahagia bagi para perempuan di seluruh dunia!

Kue Khas Jerman (16): Krapfen, Donut Karnaval Isi Selai Buah Jelang Hari Rabu Abu

Ramainya karnaval Faschingsdienstag di Munich beberapa tahun lalu.
Ini seperti donut di dalamnya isi selai buah dan di atasnya diberi gula bubuk.
Kue ini pun sudah mulai dijajakan di supermarket jelang Fasching, festival tahunan di Jerman.

Hari ini di beberapa negara bagian di Jerman merayakan Faschingsdienstag. Keramaian karnaval sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Karena Fasching itu seharusnya digelar pada satu hari sebelum hari Rabu Abu (=Aschermittwoch) maka disebut Faschingsdienstag. Kostum dan donut krapfen meramaikan supermarket sejak beberapa pekan lalu. Untuk hari ini saja, ada yang bekerja sampai jam 14.00, termasuk supermarket di area tempat tinggal saya pun buka hanya setengah hari. Sebagian memilih mengambil cuti libur untuk meramaikan karnaval yang ramai. Ini berlaku di area yang mayoritas berpenduduk katolik, atau mereka yang besok sudah memasuki masa prapaskah.

Festival ini sudah sering saya bahas di blog ini. Ini adalah salah satu tradisi di kebanyakan negara berpenduduk mayoritas katolik untuk membuat festival tersebut dan festival ini tidak wajib. Di Indonesia, saya sebagai penganut katolik tidak menyelenggarakan Fasching.

Baca: Festival kostum di Bavaria jelang Hari Raya Rabu Abu

Nah, berkaitan dengan Fasching yang jadi kegemaran masyarakat di sini untuk menggelar keriaan seperti pesta kostum, ada panganan yang tercipta. Ini semacam kue donut yang mungkin bagi anda tak asing lagi di Indonesia. Donut ini disebut donut karnaval yang biasa disebut Krapfen. Krapfen pun mulai beredar dijajakan di toko roti saat ini, menjelang acara festival tersebut. Saya pun membelinya karena penasaran tentunya.

Menjelang Fasching, ada beberapa promo yang diadakan kafe di sekitar kota saya dengan paket kopi dan krapfen. Seperti biasa, kaffeetrinken saya manfaatkan untuk duduk di sekitar kafe dan menikmati krapfen sambil saya mencari tahu keterkaitan donut karnaval dengan festival tersebut. Sementara yang lain tentu sibuk menyiapkan kostum untuk ditampilkan saat festival. Kostum-kostum ini sudah dijajakan di supermarket dan toko-toko di Jerman sejak Januari lalu.

Baca: Karnaval di Linz, Austria

Resep Krapfen

Oke, kembali soal krapfen atau donut karnaval. Saya dapat contekan resep krapfen dari kenalan yang belajar menjadi pekerja ahli (=Azubi Konditorei) di toko roti dan kue. Bahan-bahannya seperti donut yakni, tepung terigu, ragi, susu segar, gula, mentega, telur dan garam secukupnya. Lalu ini yang membedakan krapfen dengan donut lainnya yang saya kenal yaitu isian krapfen semacam selai buah. Isian krapfen biasanya selai aprikot ditambah gula dan sedikit jus lemon agar tidak terlalu mengental.

Ini sama seperti membuat donut pada umumnya. Ambil satu adonan dari campuran bahan-bahan di atas, lalu selipkan selai aprikot yang sudah disiapkan dengan bahan-bahan yang dijelaskan di atas. Bentuk dan putar seperti bola bundar kemudian biarkan mengembang sekitar 30 menit.

Hasil akhir adalah adonan tersebut yang sudah mengembang digoreng dalam minyak panas di deep fryer. Ini semacam alat praktis untuk memasak. Masak dalam suhu 175 derajat celcius kira-kira dua setengah menit hingga tiga menit atau berwarna kecokelatan. Setelah matang, tiriskan minyaknya. Setelah krapfen matang sudah dingin, anda bisa menaburi hasil akhirnya dengan gula bedak atau gula bubuk.

Kini anda tahu bagaimana membuat krapfen, yang biasa dinikmati warga Jerman di sini. Dijamin anda suka dengan kelezatannya.

Kaitan Krapfen dengan Fasching

Oh ya, lalu apa kaitan kue donut karnaval ini dengan festival fasching. Jaman dulu donut memang sudah dikenal sebagai salah satu kue meriah dan mudah disajikan saat ada festival seperti fasching misalnya. Pembuatannya sederhana menyebabkan krapfen ini sudah ada sejak tahun 900-an loh. Namun ada yang merilis resep krapfen secara tertulis dan dipublikasikan pada abad 15 di Austria. Setidaknya krapfen atau donut ini termasuk kue tertua juga.

Pasti anda penasaran mengapa namanya krapfen, saya pun mencari tahu. Rupanya kata krafpen berasal dari ejaan lama bahasa Jerman (=Althochdeutsche Sprache) yang biasa dipergunakan pada abad pertengahan. Krapfen itu merujuk pada kue yang digoreng dalam minyak panas, yang dimaksud adalah donut. Karena terbiasa dengan penyebutan kue karnaval ini, orang-orang pun tetap menyebut dengan istilah lama meski sekarang warga Jerman sudah menggunakan ejaan baru bahasa Jerman sejak abad 19 (=Mittelhochdeutsche Sprache).

Begitulah, dari soal kue dan tradisi kita seperti belajar banyak hal. Kira-kira apakah anda punya informasi seputar kue yang diambil dari nama tradisi?

5 Alasan Perlu Belajar Bahasa Jerman

wpid-6-bmw-museum.jpg.jpeg
Siapa yang tak kenal mobil buatan Jerman ini, BMW? Produk buatan Jerman memiliki kualitas yang dikenal di seluruh dunia. Ilustrasi: Museum BMW. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apakah anda suka belajar bahasa asing? Apa tujuan anda belajar bahasa asing?

Saya belajar bahasa Jerman awalnya adalah karena ingin menambah skill berkomunikasi dalam bahasa asing selain Bahasa Inggris yang sudah dikuasai saat bekerja. Itu alasan pertama. Kedua, bahasa Jerman pun wajib saya kuasai karena saya ingin study lanjutan di Jerman. Tak mudah bagi orang Jerman membalas pertanyaan anda dengan bahasa asing lainnya meski mereka paham yang dimaksud, mereka tetap akan berbahasa Jerman untuk membalasnya.

Tenang saja, banyak kosakata dalam bahasa Jerman yang mirip atau sama dengan bahasa Indonesia. Selain itu, anda juga tidak kesulitan belajar bahasa Jerman karena menggunakan huruf latin, bukankah sama seperti dengan Indonesia? Kali ini ada lima alasan mengapa perlu bahasa Jerman. Simak di bawah ini:

1. Bahasa Jerman adalah bahasa keempat yang populer dipelajari di dunia.

Selain bahasa Inggris, bahasa Perancis dan bahasa Mandarin, ternyata oh ternyata bahasa Jerman disukai untuk dikuasai oleh pemula. Tercatat di Goethe, lembaga resmi bimbingan bahasa Jerman ada 14,5 juta orang yang belajar bahasa Jerman. Juga bahasa Jerman diajarkan di sekolah di 144 negara di dunia. (Sumber)

Di dunia tercatat ada 6 negara yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa sehari-hari yakni Jerman, Austria, Swiss, Belgia, Luxemburg dan Liechtenstein. Ditambah beberapa negara lain yang pernah jadi koloni negara Jerman dan sebagian orang lain yang belajar bahasa Jerman maka diperkirakan ada 280 juta penduduk di dunia yang menguasai bahasa Jerman.

Di USA dengan native English, bahasa Jerman adalah bahasa asing ketiga lainnya yang digunakan selain bahasa Spanyol, bahasa Perancis dan American Sign Language. Konon terjadi migrasi yang cukup besar dari orang Jerman hijrah ke USA. Jadi jangan salah jika ada sebagian family name asal Jerman yang tersebar juga di USA, termasuk family name keluarga suami.

2. Bahasa Jerman diperlukan untuk memahami buku-buku pengetahuan terutama filsafat dan psikologi.

Jika seorang Jerman, Martin Luther tidak menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman, mungkin sampai sekarang kita mengenal Alkitab dalam bahasa Latin saja. Banyak tokoh dunia yang populer dengan sastra dan karya tulis lainnya berasal dari Jerman. Tidak usah disebut, anda pasti mengenal banyak tokoh pujangga dan filsuf asal Jerman.

Ketika saya belajar Psikologi di Universitas pun diketahui bahwa ilmu psikologi lahir di sebuah universitas di Leipzig, Jerman. Tokoh psikologi yang populer dari Austria, berbahasa Jerman seperti Sigmund Freud pun banyak menghasilkan karya tulis. Jika anda suka musik seperti Beethoven yang lahir di Bonn dan Mozart yang lahir di Salzburg, keduanya berbahasa Jerman.

Artinya begitu mudah bagi anda belajar berbagai ilmu pengetahuan langsung dari karya-karya mereka seandainya bisa menguasai bahasa Jerman. Itu artinya anda bisa mengenal buah pikir tokoh-tokoh dunia tanpa perlu diterjemahkan.

3. Suka Teknologi? Belajar bahasa Jerman amat diperlukan.

Siapa yang tidak mengenal berbagai produk buatan Jerman? Aneka mobil dan elektronik lainnya yang berasal dari Jerman tentu lebih dipercaya kualitasnya. Ya ‘kan? Made in Germany pasti disukai meski harganya tak murah. Bagi orang yang membayar kualitas, produk buatan Jerman menjadi pilihan.

Mengapa produk mereka berkualitas? Contohnya nih waktu saya mampir di Museum BMW. Ada slogan yang dibuat ‘Striving for perfection in everything you do’ Mereka menuntut kesempurnaan, kualitas itu nomor satu. Jadi jika ingin berbisnis, bahasa Jerman perlu dikuasai agar negosiasi menjadi lancar. Ada pepatah Jerman mengatakan ‘Wer Deutsch spricht, kauft auch Deutsch.’ Nah, silahkan cari sendiri maknanya.

4. Bahasa Jerman diperlukan bilamana anda study di Jerman.

Jerman dikenal berada di urutan ketiga sebagai Best Countries for Education, atau negara yang punya pendidikan terbaik setelah UK berada di nomor dua dan Kanada di urutan pertama. Tidak bisa dipungkiri bahwa sudah ada Universitas di Jerman yang juga membuka studi dalam bahasa Inggris. Namun sebagian besar perkuliahan berlangsung 30% bahasa Jerman meski menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan lainnya masih tetap menggunakan bahasa Jerman dalam perkuliahan. Apalagi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa juga semakin besar bilamana menguasai bahasa Jerman di tingkat profesional.

5. Bahasa Jerman jadi modal dasar bilamana ingin tinggal di Jerman.

Jerman menduduki posisi keempat sebagai sepuluh negara terbaik di dunia untuk tinggal. Sebagai negara industri kesempatan bekerja juga tinggi karena angka pengangguran di sini pun rendah. Di Jerman pekerja mendapatkan upah minimal tertinggi dibandingkan negara lain di Eropa. Terbukanya lapangan pekerjaan dan kehidupan yang nyaman membuat siapa saja ingin tinggal dan menetap di Jerman.

Tentu maksud dan tujuan tinggal di Jerman pertama-tama anda perlu membuktikan kemampuan bahasa Jerman. Ini tak mudah namun setelah anda bisa menguasai tata bahasa, kosakata dan kasus penggunaan kalimat maka anda akan mengatakan ‘Deutsch ist einfach.

Jadi apakah anda tertarik untuk belajar bahasa Jerman juga?