Kreasi Sendiri (41): Mongolian Sweet Beef, Semacam Beef Teriyaki Super Enak

Beef Teriyaki ala Mongolia bisa disajikan dengan nasi dan rebusan sayuran.

Sebagaimana yang pernah diceritakan bahwa saya diundang teman mahasiswa asal Tiongkok sebelah utara dekat Mongolia. Selain menikmati dumpling, saya juga mendapatkan suguhan Mongolian Sweet Beef. Setelah ditelisik cara pembuatannya, saya berkesimpulan ini semacam beef teriyaki. Bagi saya, beef teriyaki tidak asing lagi karena saya bisa mendapatinya dengan mudah di Jakarta.

Berikut adalah resep pembuatannya yang mudah. Saya yakin anda bisa praktikkan di rumah dengan mengikuti langkah berikutnya. Jika ada bahan yang tak ada, tak masalah sepanjang anda punya daging sapi. Jika saya praktikkan ini mudah maka andw bisa lakukan di rumah sebagai resep pilihan kala wiken atau di hari libur. Dijamin mereka suka!

Ini enak sekali!
Ini bisa untuk bekal makan siang. Isikan dengan buncis, wortel dan telur rebus.

Bahan yang diperlukan

  1. 300 Gram daging sapi
  2. 5 sendok tepung jagung
  3. 3 siung bawang putih
  4. 2 siung bawang bombay
  5. 2 daun bawang
  6. 2 sendok makan soya sauce
  7. 1 sendok makan beef teriyaki, jika ada
  8. 2 sendok makan gula palem
  9. Sedikit jahe
  10. Setengah gelas air
  11. Minyak goreng
  12. 1 sendok teh bubuk cabai
  13. 1 sendok teh kaldu sapi
  14. Sedikit garam

Langkah memasak

  1. Iris tipis daging sapi.
  2. Lumuri daging sapi dengan tepung sehingga tercampur rata.
  3. Panaskan wajan dan beri minyak goreng.
  4. Goreng tiap daging yang sudah diberi tepung hingga berwarna kecokelatan. Tiriskan dari minyak. Singkirkan sementara.
  5. Iris bawang bombay dan daun bawang.
  6. Siapkan wadah dan masukkan daun bawang dan bawang bombay.
  7. Masukkan kecap soya sauce, kecap beef teriyaki (jika ada), cabai bubuk, kaldu sapi, gula palem dan garam. Aduk bersamaan dan beri sedikit air.
  8. Haluskan bawang putih dan jahe.
  9. Panaskan wajan dan tambahkan sedikit minyak. Masukkan bawang putih dan jahe.
  10. Masukkan adonan kecap lagi ke dalam wajan.
  11. Masukkan irisan daging sapi yang berbalut tepung.
  12. Masak dengan api kecil selama lima menit.
  13. Sajikan!

Saran praktis

1. Agar irisan daging sapi tercampur rata, saya masukkan daging ke dalam plastik. Masukkan tepung dan kocok-kocok daging agar berbaur dengan tepung.

2. Anda bisa menyajikan dengan nasi putih atau rebusan kentang.

3. Nikmati pula dengan rebusan buncis dan wortel.

4. Anda bisa menjadikannya bekal makan siang. Simpan daging dalam wadah tertutup di lemari es setelah masakan dingin.

Selamat mencoba di rumah!

5 Hal Perlu Diketahui dari Tahun Baru China

Zeedijk Buddhist temple di Amsterdam.

Hari ini di Indonesia menjadi hari libur yakni Tahun Baru Imlek, sedangkan di Jerman memang tidak menjadikannya hari libur. Saya sendiri tidak merayakannya tetapi saya diundang untuk merayakan bersama teman mahasiswa asal Tiongkok yang studi bersama saya. Alasannya, dia begitu merasa sendirian untuk merayakannya. Saya pun bersedia dan tentunya saya senang untuk belajar kultur bagaimana perayaan imlek sesungguhnya di wilayah asalnya.

Teman saya ini berasal dari Tiongkok yang dekat dengan Mongolia. Dari obrolan tersebut, saya merangkumnya menjadi informasi berikut.

1. Penanggalan Tahun Baru China

Tahun Baru China itu tidak ada penanggalan untuk tahun kesekian. Penanggalan tahun yang diyakini warga Tiongkok disebut Farming Calender untuk keperluan tradisi semisal Tahun Baru atau Lampion Festival, selebihnya mereka sudah lebih moderen dengan penanggalan masehi. Misalnya dalam penanggalan tahun masehi kita biasa menyebutkan “Selamat Tahun Baru 2020!” Dalam penanggalan tradisi di masyarakat negeri tirai bambu ini tidak ada angka penyebutan. Tahun berganti dari yang lama ke yang baru berdasarkan pergantian shio dari 12 hewan. Tahun 2020 adalah tahun Tikus yang sekarang dirayakan.

2. Pentingnya malam pergantian tahun

Hal terpenting dari pergantian tahun baru adalah malam pergantian tahun. Ini sama seperti kultur di Jerman yang menyebutnya malam pergantian tahun baru sebagai ‘Silvesterabend’ yang jatuh setiap tanggal 31 Desember. Demikian pula perayaan malam tahun baru bagi warga Tiongkok. Malam pergantian tahun begitu penting untuk dinantikan. Biasanya mereka berkumpul bersama keluarga pada malam jelang pergantian tahun baru. Mereka akan makan bersama.

3. Tahun Baru identik dengan kumpul keluarga

Tahun Baru ini begitu penting untuk masyarakat China dan keturunannya sebagai tradisi untuk berkumpul bersama keluarga. Jika natal bagi warga di Jerman menjadi momen penting bersama keluarga, begitu pun bagi warga China pada Tahun Baru yang mereka rayakan tiap tahun. Ini adalah kesempatan mudik dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini juga menjadi waktu untuk berlibur panjang. Umumnya libur panjang sekitar 1 minggu.

Jiaozi yang dimakan saat Tahun Baru Chinna.

4. Makanan yang dinikmati punya makna

Ada satu kata di China, yang langsung diterjemahkan berarti Big Fish Big Meat, artinya makan enak. Karena di masa lalu orang-orang begitu miskin dan orang tidak bisa makan dengan enak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka senang datangnya Tahun Baru untuk merayakan hari lunar. Mereka bisa makan enak dan anak-anak bisa mendapatkan gula-gula (manisan) serta memakai pakaian baru.

Mereka yang berada di Tiongkok bagian utara menikmati jiazoi. Jiazoi itu seperti pangsit (=chinnese dumpling) yang bisa direbus atau digoreng. Seperti yang dijelaskan teman saya ini, menikmati pangsit seperti pada foto di atas pada jam 12 malam. Kami menikmati isian dumpling vegetaris seperti sayuran dan telur seperti yang kami makan saat teman mahasiswa China ini mengundang kami. Makna isian dumpling vegetaris berarti kebahagiaan dan kedamaian sepanjang tahun. Tentang resep chinnese dumpling akan diceritakan dalam artikel terpisah.

5. Ucapan di Tahun Baru

Di hari pertama tahun baru, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke kerabat, yang dimulai dari anggota keluarga yang lebih tua. Kemudian mereka yang lebih tua memberikan Hongbao, yang mungkin saya mengenalnya di Indonesia sebagai Angpao. Ucapan yang umumnya disebutkan adalah (过年好) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris Happy Chinese New year. Saya biasa mengenal ucapan dengan ‘Gong Xi Fat Choi‘ kemudian dia pun menjawab makna ucapan itu sebenarnya. Gong Xi Fat Choi diartikan semoga anda bertambah kaya lagi. Dia pun menjawab ini sambil tertawa.

Tanggal 1 bulan Lunar sebagai tahun baru berlalu yang dianggap sebagai hari libur maka orang-orang akan berlibur lagi pada hari kelima belas setelah tahun baru. Pada hari kelima belas, warga Tiongkok meyakini bulan penuh (full moon) dan menjadikannya sebagai perayaan khusus. Perayaan ini yang dikenal sebagai festival lampion.

Demikian lima hal di atas sebagai informasi yang saya dapatkan dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang sedang studi di sini. Wilayah Tiongkok begitu luas. Tiap region punya tradisi masing-masing yang berbeda-beda. Ini menjadi hal menarik untuk saya bahwa keragaman adalah kekayaan untuk saling memahami dan menghormati satu sama lain.

Happy Chinese Lunar Year!

Makanan Khas Asia (60): Dada Ayam Fillet Pakai Saus Kanton

Saus kanton itu terasa sedikit manis dan encer.

Makanan selanjutnya yang saya perkenalkan berasal dari Asia, tepatnya dari negeri tirai bambu. Kuliner ini terdiri atas daging ayam fillet bertepung dan digoreng kemudian diberi saus kanton. Nah saus kanton ini memberikan citarasa yang aduhai nikmat bagi pecinta makanan asia. Demikian si pramusaji menjelaskan ketika saya memesan sajian ini. Jadi hanya tinggal satu porsi lagi, dia akan membuatkannya untuk saya secara istimewa.

Saya memang belum pernah makan pesanan dada ayam fillet dengan saus kanton. Setelah saya mencicipinya, seperti yang anda lihat, saya langsung jatuh cinta. Ini enak sekali. Dada ayam dibalut tepung, diiris sedemikian rupa diletakkan di sisi nasi putih. Bersamaan saus kanton berwarna kecokelatan gelap bersama sayuran. Saus kanton pun diberi ekstra jika saya memerlukan lebih banyak lagi.

Baca: Aneka kuliner malam di Shenzhen, Tiongkok

Kanton sendiri adalah salah satu bagian di Tiongkok yang terletak di bagian Tenggara, yang terkenal dengan aneka gaya masakan yang lezat. Kini Kanton lebih dikenal Guangzhao. Selera masakan di Tiongkok bagian ini sama seperti di Hong kong. Saya sendiri pernah menyambangi wilayah ini bersama suami. Rahasia kuliner mereka adalah jahe, bawang putih dan anggur beras.

Lalu apa yang membuat saus kanton berwarna kecokelatan gelap?

Rupanya dalam saus kanton ada kecap, jamur shitake dan sedikit cuka. Agar sedikit mengental, saus yang hampir matang diberi tepung maizena. Namun rahasia lainnya adalah bawang putih, jahe dan anggur beras yang menguatkan aroma masakan dari kanton ini.

Untuk sayuran, mereka biasa membiarkan saus matang baru sayur dimasukkan. Itu sebab ada rasa crunchy dan segar pada sayuran. Mereka tidak benar-benar memasak sayuran sampai layu dan matang. Mereka percaya bahwa itu menjadi makanan yang sehat sebenarnya.

Ini bisa menjadi kreasi anda. Anda bisa menggantinya dengan daging ayam bagian lain atau daging sapi sesuai selera anda. Namun pastikan bahwa saus dibiarkan tidak menyatu saat memasaknya sehingga anda benar-benar bisa merasakan rasa asli saus kanton.

Hmmm, selamat makan!

Rekomendasi Tempat (32): Restoran Jang Tse, Ausburg yang Menawarkan Makan Sepuasnya dengan Harga Terjangkau

Tampak depan.
Suasana restoran.
Sup pembuka dan sushi.
Contoh makanan utama.

Akhir pekan bisa jadi anda berencana makan bersama keluarga di luar rumah. Oleh karena itu, saya ulas makan sepuasnya di restoran di Ausburg, yang menjadi kota terbesar ketiga di negara bagian Bavaria, Jerman. Tentang Ausburg selintas akan saya jelaskan kemudian.

Setibanya di kota ini, kami mulai merasa lapar. Maklum kami datang saat jam makan siang. Kami berputar mencari lokasi parkir di pusat kota, sayangnya tak mudah juga mendapatkannya. Imbiss Asia di sini menawarkan paket makan dibawa pulang, sementara kami ingin mencari restoran yang nyaman untuk beristirahat sejenak.

Pilihan makan sepuasnya yang dihitung per orang mungkin menjadi alternatif pengisi waktu akhir pekan bersama keluarga.

Pencarian tak sia-sia. Kami mendapati restoran selera Tiongkok yang cukup besar dan nyaman untuk beristirahat sejenak setelah berkendara berjam-jam. Restoran ini terletak di lokasi perbelanjaan. Untuk parkir mobil, setiap mobil dibatasi hanya dua jam gratis dan selebihnya harus membayar. Siasat jitu mengatasi perparkiran di kota besar yang semakin sempit lahan parkir mobil.

Restoran Jang Tse berada di lantai 2 dengan pintu masuk berdekorasi negeri tirai bambu yang mudah dikenali siapa saja. Mulai dari aksara Tiongkok hingga patung barongsai menghiasi pintu masuk. Begitu tiba pun suasana restoran khas Tiongkok begitu kental. Ada akuarium besar dan berbagai ornamen dekorasi bergaya restoran Tiongkok tampak sekali di sini. Ini mengingatkan pengalaman kami berdua di Tiongkok tempo lalu.

Restoran yang luas dan cocok dijadikan restoran keluarga. Kita bisa makan siang dengan penawaran makan prasmanan yang dihitung per orang. Untuk hari Senin hingga Jumat saat makan siang maka harga per orang sangat terjangkau, yakni 8,90€. Apalagi tiap orang bebas makan apa saja yang disediakan. Makanan disediakan secara buffet mulai dari makanan pembuka seperti sup, roti atau sushi ada di sini. Bahkan krupuk atau aneka gorengan seperti lumpia pun juga ada, tetapi ini baru sisi pembukaan.

Aneka sushi.
Salad.
Dessert.
Dessert lainnya.
Salad sayuran dan lainnya.

Makanan utama pun terdiri aneka lauk pauk lengkap dari daging ayam, daging sapi, daging babi, daging bebek dan sea food. Diracik dengan selera masakan tiongkok umumnya, tentu anda tahu bahwa ini enak. Tak lupa sayuran mulai dari cap cay, tumis sayuran warna-warni dan sayur segar lainnya. Anda juga bisa makan dengan nasi putih atau mie goreng sepanjang perut anda bisa menampungnya.

Sebagai penutup hidangan, anda bisa mengambil aneka buah dan salad sayuran dan buah. Ada juga aneka cokelat dan manisan. Lainnya seperti agar-agar jelly, aneka pudding hingga kue khas Jerman bisa anda pilih. Sekali lagi, makanlah sesuai kebutuhan anda dan hanya makan di tempat.

Pramusaji yang ramah, restoran bersih dan nyaman hingga makanan yang enak adalah harapan tamu restoran seperti kami. Nyatanya menikmati makan prasmanan bersama keluarga bisa menjadi pilihan di akhir pekan. Meski harga per orang saat wiken sedikit lebih mahal, tetapi restoran seperti ini layak direkomendasikan.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

11 November, Hari Jomblo atau Hari Belanja Online?

Semarak belanja online yang menawarkan diskon dan program menarik lainnya sudah berseliweran saat saya mengunjungi beberapa website berbahasa Indonesia. Pikiran saya pun melayang pada beberapa artikel saya sebelumnya di tanggal yang sama di beberapa tahun belakangan. Ya, artikel saya di tanggal 11 November masih bertema sama, yakni hari lajang. Seperti biasa, kali ini saya mencari tahu dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang kebetulan saya kenal di sini.

Apakah benar ada hari lajang dan hari belanja online bersamaan di Tiongkok?

Hari lajang adalah istilah lucu yang muncul untuk menggambarkan mereka yang masih lajang agar tidak sendiri. Masih lajang di sini diidentikkan mereka yang kebetulan tidak punya pacar. Istilah lucu itu diambil dalam bahasa slang ‘Guanggun Jie’ untuk menyebut angka 1 yang muncul sebanyak empat kali pada hari ini, 11 November.

Saya pun semakin penasaran apa arti Guanggun Jie kepada teman asal Tiongkok tersebut. Dia mengatakan bahwa Jie berarti festival atau perayaan. Sedangkan guanggun dapat diartikan sebagai a funny way to call someone who is being single at this moment dalam bahasa slang setempat.

Menurut saya ini, ini seperti bahasa slang di Jakarta yang menyebut orang lajang sebagai ‘jomblo‘. Hmm, menarik saat saya bertukar pikiran dengan teman beda bangsa ini. Dia pun bertanya apa sebutan bahasa slang untuk orang yang masih lajang di Indonesia. Kami berdua tertawa sejenak ketika saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan apa arti ‘jomblo’?

Lalu dia menjelaskan kepada saya bahwa segala sesuatu yang dirayakan sebagai festival itu di Tiongkok dikaitkan sebagai bisnis. Ini yang mendasari alasan hari lajang dijadikan hari belanja online. Ketika orang masih lajang dipandang punya ‘me time’ untuk menyenangkan diri dengan berbelanja.

Ketika dunia belahan barat merayakan hari valentine sebagai hari kasih sayang bagi mereka yang berpasangan, maka negeri Tiongkok menganggap perlunya hari lajang agar bisa menyenangkan diri sendiri juga. Caranya adalah memberi peluang dan diskon yang menarik minat untuk berbelanja, tanpa memandang status lajang atau tidak.

Tidak selamanya 11 November sebagai hari lajang atau berbelanja sehari penuh. Dia berpendapat bahwa sebagian orang di Tiongkok ada juga yang memutuskan menikah pada 11 November. Ini untuk menggaungkan bahwa satu pasangan hidup seumur hidup. Karena hari ini memiliki angka 1 sebanyak empat kali. ‘Guanggun‘ bisa diterjemahkan menjadi tunggal atau ‘Kamu lah satu-satunya sebagai pasangan hidup saya.’ Oh romantis sekali ya, seperti hari kesetiaan.

Untuk menutup diskusi saya soal hari lajang dengan teman negeri asal Panda ini, saya pun bertanya bagimana mengatakan apakah anda masih lajang kepada orang lain. Lalu dia menjawabnya “Ni shi dan shen ma”. Ini berarti tidak ada kata ‘Guanggun‘ yang dimaknai sebagai jomblo. Dia pun menyahut bisa saja tetapi ini terdengar aneh. Kami berdua pun tertawa.

ni shi Guanggun ma” bisa juga ditanyakan kepada orang lain tetapi orang pasti akan tertawa mendengarnya. Ini adalah kalimat tanya yang menempatkan kata ‘Guanggun’ atau jomblo, tetapi ini terkesan aneh dan lucu.

Sekarang anda tahu mengapa tanggal 11 November ini bisa menjadi hari jomblo atau hari berbelanja online?

Makanan Khas Asia (54): Tumis Saus Kong Po yang Bervariasi Pada 3 Masakan Berikut

Tumis saus kong pao pertama.

Tumis kong pao kedua.

Tumis kong pao ketiga.

Mengenal masakan Asia di Jerman memang tak pernah terpuaskan. Apalagi saya belajar langsung dari teman asal Vietnam yang punya usaha keluarga, restoran Asia. Dia mengajak saya menikmati masakan selera Asia yang membuat saya tergiur mencobanya setelah dia merekomendasikan judul masakan tumis dengan kreasi berbeda.

Kami menyambangi restoran keluarga miliknya yang tak begitu besar. Waktu makan siang memang sudah tiba. Dua orang tampak sedang menikmati pesanan mereka. Saya memilih duduk dekat sudut akuarium kemudian dia merekomendasikan tumis saus kong pao. Menurutnya, tumis saus kong pao itu pedas dan gurih yang layak dicoba.

Lima belas menit berlalu. Selama itu dia membantu keluarganya di dapur. Dia datang memberi saya minuman teh dan perlengkapan makan. Setelah itu, pesanan saya tiba yakni tumis saus kong pao. Anda bisa melihat tumisan yang berbeda pada 3 kreasi masakan di atas.

Saus kong pao sesungguhnya bisa dilafalkan menjadi saus kung po. Hanya tiap juru masak bisa menyajikan dengan cara berbeda. Saus kong pao sendiri berasal dari Shezuan, Tiongkok yang terdiri atas sayur, daging, bawang putih, kaldu dan kemudian Shaoxing wine. Anggur masakan asal Tiongkok ini yang meningkatkan rasa kuat pada tumisan ini. Warna tumisan menjadi cokelat kehitaman yang kental.

Rasa tumisan tidak hanya gurih dan enak, tetapi ada rasa manis di situ. Menariknya saus kong pao sedikit pedas dengan ada chilli peppers yang dicampurkan dalam masakan. Sedangkan daging atau sea food yang dipilih hanya sekedar pelengkap saja sesuai selera si pemesan. Tetapi saus kong pao original adalah anda memesannya dengan daging ayam.

Hmm, tertarik mencobanya?

Makanan Khas Asia (52): Tumis Cumi ala Kong Pao

Apakah anda bisa melihat bahwa daging cumi seperti terukir indah dalam tumisan?

Memasak cumi bukan hal yang mudah pada prakteknya. Saya sempat beberapa kali memasak cumi dan menjadikannya rasa cumi seperti ‘sandal jepit’ kenyal dan tak bisa dimakan. Saya ingin memasak cumi-cumi, namun apa daya, saya tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Saya salut juga jika ada yang memasak daging cumi-cumi dengan baik.

Daging cumi yang berbeda ukirannya, tampak indah dalam tumisan.

Kekaguman saya mencicipi cumi-cumi kembali pada selera masakan Asia. Baru-baru ini saya mencobanya di dua tempat yang berbeda. Cumi-cumi yang dipesan berasal dari dua restoran Vietnam yang berbeda, tetapi dua porsi pesanan saya tampak berbeda. Anda bisa melihat dengan jelas, bagaimana keduanya memiliki saus cokelat kehitaman yang sama? Ya, saus ini bernama kong pao. Itu sebab nama masakan ini adalah tumis cumi-cumi pakai saus kong pao.

Apa itu saus kong pao?

Saus kong pao berasal dari masakan yang berawal dari salah satu provinsi di Tiongkok. Saus ini berwarna cokelat kental dan pekat. Saus ini terbuat dari campuran sayur, kacang tumbuk, cabai dan sari daging ayam. Rasa saus ini gurih dan enak menurut saya. Saus ini pas dipadupadankan dengan aneka kuliner yang dikehendaki seperti tumis cumi dan aneka tumisan lain.

Seiring migrasi orang-orang Vietnam ke sini, muncul restoran yang menjajakan masakan khas Asia. Di restoran selera Asia seperti ini biasanya nama makanan dideskripsikan dengan detil dalam bahasa Jerman. Misal tumis cumi saus kong pao berarti cumi ditumis diberi saus bumbu kacang sedikit pedas bersama sayuran. Atau, makanan juga diberi visual gambar sehingga memudahkan pelanggan memahami makanan yang akan dipesannya. Untuk pemesanan, tiap menu makanan diberi nomor sehingga pelanggan bisa menyebutkan nomor pesanan kepada pramusaji, untuk memudahkannya.

Bagi saya, saus kong pao mengingatkan pada makanan sambal kacang yang kadang disajikan di pecel atau gado-gado. Hanya saja, bumbu saus kong pao berbeda sehingga berbeda pula rasanya.

Bagaimana menurut anda?

Sauer-Scahrf Suppe, Sup Pembuka yang Menyegarkan: Makanan Asia di Jerman 


Satu hal menarik saat saya datang ke restoran Asia di Jerman saat makan siang adalah sup pembuka yang dihidangkan secara gratis. Saya pernah mendatangi restoran Asia lainnya, sup pembuka yang dihidangkan adalah pekkingsuppe. Sebagaimana yang diceritakan dalam pengalaman saya di sini.

Sebenarnya ada dua pilihan, yakni sup pembuka atau lumpia. Lumpia dikenal di sini sebagai spring roll. Karena cuaca yang dingin, kami lebih memilih sup yang hangat. Kebanyakan pun begitu dengan pelanggan lainnya. Kebiasaan di restoran lain semisal restoran Yunani saat makan siang, kami dihidangkan salat pembuka. Begitulah, seperti yang diceritakan di sini

Nah, lain restoran lain pula penyajian sup pembukanya meski sama-sama restoran Asia. Saya pun mendapatkan sauer-scharf suppe. Dari namanya yang berbahasa Jerman terkesan sup ini asam dan pedas. Ternyata memang begitulah kenyataannya. Sup ini berasa asam pedas dengan beberapa irisan sayuran di dalam.

Apa yang membuatnya asam? Saya pikir ada cuka beras di dalam pengolahannya. Rasa pedas dari cabai juga berasal dari paprika dan irisan cabai merah di dalam sup. Tak hanya itu, biasanya ada semacam pasta tomat sehingga ini yang membuatnya sempurna asam dan pedas. Sayuran di dalam seperti irisan wortel, jamur, tauge dan daun bambu.

Lalu untuk membuatnya kental, tepung tapioka. Sedangkan bulir-bulir putih berasal dari telur yang diacak-acak menurut saya. 

Rekomendasi saya, anda bisa menambahkan suwiran daging ayam ke dalam sup jika suka. Dan yang lebih saya suka, bisa pula ditambahkan irisan cabai rawit dan sedikit kecap manis. Hmm, pasti rasanya fantastis. Mantap dinikmati kala musim dingin seperti sekarang.

Bagaimana pendapat anda?

Pflaumen Schnaps: Minuman Pemikat Pelanggan di Restoran Asia di Jerman

Dua schnaps.

Pflaumen schnaps dari restoran yang berbeda.

Botolnya seperti ini.



Tiap negara punya minuman khas yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan gaya hidup. Satu hal yang menarik adalah saat kita berada di restoran Asia di Jerman. Setelah kita membayar pesanan, maka si pramusaji menyajikan minuman penutup yang gratis untuk pelanggannya. Minuman sebagai penutup hidangan dan menjadi pemikat pelanggan bila berkunjung kembali ke restoran.

Biasanya schnaps ini disajikan dalam gelas kecil seperti pada foto di atas. Jika kita ingin lebih maka perlu membayar lebih. Umumnya diberikan secara gratis di saat datang untuk makan malam. Jika datang untuk makan siang, umumnya tidak diberikan. 

Schnaps yang saya ceritakan ini berasal dari buah pflaumen. Sepertinya saya tidak menemukannya di Indonesia jenis buah ini. Jadi pemberian schnaps pada pelanggan di restoran Asia di Jerman adalah cara pemilik restoran untuk menghormati pelanggan.

Namun bukan berarti makan di siang hari tidak dihargai. Untuk makan siang, biasanya complimentary diberikan berupa sup pembuka atau lumpia. Lumpia biasa disebut spring roll.

Tradisi minum alkohol pada masyarakat Tiongkok umumnya diberi dalam gelas penuh. Ini tidak seperti pada gelas untuk meminum wine, hanya setengah gelas. Namun masyarakat Tiongkok biasa meminumnya gelas penuh. Entah karena minuman ini hanya complimentary, schnaps diberikan penuh hanya saja gelasnya kecil, sekitar 2cl.

Boleh dikatakan schnaps di restoran Asia sama seperti ouzo di restoran Yunani atau limonen schnaps di restoran Italia. Tiap-tiap restoran secara istimewa ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Salah satunya adalah pemberian schnaps sebagai complimentary.

Baca 

Jika anda tak terbiasa meminum schnaps atau sejenisnya maka anda juga bisa menolak secara halus. Ini bukan minuman yang memabukkan karena saya juga harus menyetir mobil. Tetapi ini semacam minuman persahabatan kepada pelanggan. 

Semoga bermanfaat!

‘Gong-Bao’ Soße Schweinefleisch und Tintenfisch nach ‘Gong-Bao’: “Shanghai” Chinarestaurant, Rekomendasi Tempat (8)

Restoran tampak depan.

Gong-Bao Soße Schweinefleisch mit Knoblauch und Gemüse.

Usai menghadiri misa di hari minggu, suami ajak makan siang di restoran. Akhirnya pilihan rasa kali ini adalah restoran bergaya Tiongkok di wilayah Bayern. Restoran tersebut bernama “Shanghai” Chinarestaurant, yang terletak di lokasi wisata Bad Füssing, Niederbayern.

Restoran tersebut berada di lantai atas sebuah gedung. Saat kami tiba, kami disambut oleh pramusaji yang ramah dan berwajah oriental. Terdengar sepanjang kami di sana adalah lagu berbahasa mandarin. Kami berdua memilih duduk di dekat jendela. Di sekitar jendela tampak lampion khas negeri Tiongkok, dimana terdapat warna menyala dan aksara mandarin.

Beda restoran pastinya beda pula menu yang tersaji. Kami berdua pun segera memesan makanan khas Asia dengan nasi sebagai makanan pokok. Saat anda datang ke restoran Asia di Jerman kebanyakan kita hanya membayar makanan yang dipesan dan minuman saja. Nasi putih yang disediakan adalah bagian dari pelayanan.

Suasana restoran.

Lampion di jendela.

Di restoran Tiongkok di Jerman dan Austria, mereka biasanya menyediakan pemanggang menu kemudian meletakkan menu yang dipesan di atasnya. Ini dimaksudkan agar makanan tetap dalam keadaan hangat. Piring yang disajikan juga lebar dan dalam kondisi yang hangat. Untuk nasi, mereka biasanya meletakkan dalam wadah terpisah.

Kedua menu yang dipesan adalah sama-sama menggunakan saus “Gong-Bao” untuk campuran rasa. Gong bao dapat pula disamakan dengan saus Kung Po, menurut literatur yang saya baca. Menu masakan ini berasal dari Provinsi Sechuan, Tiongkok. Masakan ini biasanya terdiri atas daging, sayuran, kacang dan cabai yang pedas. 

Nasi selalu ditempatkan di wadah terpisah dan tak perlu bayar.

Siap disantap.

Menu pertama adalah Gong-bao Schweinfleisch mit Knoblauch und Gemüse. Nama menu di restoran Asia di Jerman menggambarkan detil masakan yang disajikan. Terlihat dari nama makanan ini maka makanan ini dengan saus gong-bo menggunakan bumbu bawang putih dan sayuran. Bawang putih mungkin digunakan dalam jumlah yang banyak sehingga lebih terasa dalam masakan. Bisa jadi untuk menjelaskan kepada sebagian orang yang tidak suka dengan bawang putih misalnya.

Makanan pertama ini terdiri dari irisan daging babi dengan sayuran. Sayuran terdiri atas wortel, daun bambu, jamur, timun, kol putih dan paprika. Masakan ini juga diklaim berasa pedas dalam daftar buku menu. Namun bagi saya, makanan ini tidak terasa pedas. Saus gong-bao kental dan berasa tidak manis. Pasalnya, di restoran Asia lain ada juga saus gong-bao yang disajikan dengan rasa manis. 

Makanan kedua adalah Tintenfisch nach Gong-bao soße. Terlihat dari nama makanan ini maka masakan ini terdiri atas cumi-cumi dan sayuran dengan saus gong-bao. Untuk membuat daging cumi-cumi memiliki tekstur yang pas untuk dimasak tentu tak mudah. Namun restoran ini tahu betul bagaimana memasak cumi-cumi sehingga tidak alot. Sayuran juga tidak dibuat terlalu masak sehingga berasa crunchy saat digigit. Makanan kedua ini juga sama, berasa enak.

Kedua makanan tersebut di atas, menurut kami tidak berasa pedas. Namun tingkat kepedasan tiap orang bisa jadi berbeda-beda. Bumbu pedas yang digunakan adalah cabai, bukan lada atau merica. Keduanya sama-sama enak, dengan saus gong-bao sebagai pelengkap citarasa.

Semoga bermanfaat!