11 November, Hari Jomblo atau Hari Belanja Online?

Semarak belanja online yang menawarkan diskon dan program menarik lainnya sudah berseliweran saat saya mengunjungi beberapa website berbahasa Indonesia. Pikiran saya pun melayang pada beberapa artikel saya sebelumnya di tanggal yang sama di beberapa tahun belakangan. Ya, artikel saya di tanggal 11 November masih bertema sama, yakni hari lajang. Seperti biasa, kali ini saya mencari tahu dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang kebetulan saya kenal di sini.

Apakah benar ada hari lajang dan hari belanja online bersamaan di Tiongkok?

Hari lajang adalah istilah lucu yang muncul untuk menggambarkan mereka yang masih lajang agar tidak sendiri. Masih lajang di sini diidentikkan mereka yang kebetulan tidak punya pacar. Istilah lucu itu diambil dalam bahasa slang ‘Guanggun Jie’ untuk menyebut angka 1 yang muncul sebanyak empat kali pada hari ini, 11 November.

Saya pun semakin penasaran apa arti Guanggun Jie kepada teman asal Tiongkok tersebut. Dia mengatakan bahwa Jie berarti festival atau perayaan. Sedangkan guanggun dapat diartikan sebagai a funny way to call someone who is being single at this moment dalam bahasa slang setempat.

Menurut saya ini, ini seperti bahasa slang di Jakarta yang menyebut orang lajang sebagai ‘jomblo‘. Hmm, menarik saat saya bertukar pikiran dengan teman beda bangsa ini. Dia pun bertanya apa sebutan bahasa slang untuk orang yang masih lajang di Indonesia. Kami berdua tertawa sejenak ketika saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan apa arti ‘jomblo’?

Lalu dia menjelaskan kepada saya bahwa segala sesuatu yang dirayakan sebagai festival itu di Tiongkok dikaitkan sebagai bisnis. Ini yang mendasari alasan hari lajang dijadikan hari belanja online. Ketika orang masih lajang dipandang punya ‘me time’ untuk menyenangkan diri dengan berbelanja.

Ketika dunia belahan barat merayakan hari valentine sebagai hari kasih sayang bagi mereka yang berpasangan, maka negeri Tiongkok menganggap perlunya hari lajang agar bisa menyenangkan diri sendiri juga. Caranya adalah memberi peluang dan diskon yang menarik minat untuk berbelanja, tanpa memandang status lajang atau tidak.

Tidak selamanya 11 November sebagai hari lajang atau berbelanja sehari penuh. Dia berpendapat bahwa sebagian orang di Tiongkok ada juga yang memutuskan menikah pada 11 November. Ini untuk menggaungkan bahwa satu pasangan hidup seumur hidup. Karena hari ini memiliki angka 1 sebanyak empat kali. ‘Guanggun‘ bisa diterjemahkan menjadi tunggal atau ‘Kamu lah satu-satunya sebagai pasangan hidup saya.’ Oh romantis sekali ya, seperti hari kesetiaan.

Untuk menutup diskusi saya soal hari lajang dengan teman negeri asal Panda ini, saya pun bertanya bagimana mengatakan apakah anda masih lajang kepada orang lain. Lalu dia menjawabnya “Ni shi dan shen ma”. Ini berarti tidak ada kata ‘Guanggun‘ yang dimaknai sebagai jomblo. Dia pun menyahut bisa saja tetapi ini terdengar aneh. Kami berdua pun tertawa.

ni shi Guanggun ma” bisa juga ditanyakan kepada orang lain tetapi orang pasti akan tertawa mendengarnya. Ini adalah kalimat tanya yang menempatkan kata ‘Guanggun’ atau jomblo, tetapi ini terkesan aneh dan lucu.

Sekarang anda tahu mengapa tanggal 11 November ini bisa menjadi hari jomblo atau hari berbelanja online?

Advertisements

Makanan Khas Asia (54): Tumis Saus Kong Po yang Bervariasi Pada 3 Masakan Berikut

Tumis saus kong pao pertama.

Tumis kong pao kedua.

Tumis kong pao ketiga.

Mengenal masakan Asia di Jerman memang tak pernah terpuaskan. Apalagi saya belajar langsung dari teman asal Vietnam yang punya usaha keluarga, restoran Asia. Dia mengajak saya menikmati masakan selera Asia yang membuat saya tergiur mencobanya setelah dia merekomendasikan judul masakan tumis dengan kreasi berbeda.

Kami menyambangi restoran keluarga miliknya yang tak begitu besar. Waktu makan siang memang sudah tiba. Dua orang tampak sedang menikmati pesanan mereka. Saya memilih duduk dekat sudut akuarium kemudian dia merekomendasikan tumis saus kong pao. Menurutnya, tumis saus kong pao itu pedas dan gurih yang layak dicoba.

Lima belas menit berlalu. Selama itu dia membantu keluarganya di dapur. Dia datang memberi saya minuman teh dan perlengkapan makan. Setelah itu, pesanan saya tiba yakni tumis saus kong pao. Anda bisa melihat tumisan yang berbeda pada 3 kreasi masakan di atas.

Saus kong pao sesungguhnya bisa dilafalkan menjadi saus kung po. Hanya tiap juru masak bisa menyajikan dengan cara berbeda. Saus kong pao sendiri berasal dari Shezuan, Tiongkok yang terdiri atas sayur, daging, bawang putih, kaldu dan kemudian Shaoxing wine. Anggur masakan asal Tiongkok ini yang meningkatkan rasa kuat pada tumisan ini. Warna tumisan menjadi cokelat kehitaman yang kental.

Rasa tumisan tidak hanya gurih dan enak, tetapi ada rasa manis di situ. Menariknya saus kong pao sedikit pedas dengan ada chilli peppers yang dicampurkan dalam masakan. Sedangkan daging atau sea food yang dipilih hanya sekedar pelengkap saja sesuai selera si pemesan. Tetapi saus kong pao original adalah anda memesannya dengan daging ayam.

Hmm, tertarik mencobanya?

Makanan Khas Asia (52): Tumis Cumi ala Kong Pao

Apakah anda bisa melihat bahwa daging cumi seperti terukir indah dalam tumisan?

Memasak cumi bukan hal yang mudah pada prakteknya. Saya sempat beberapa kali memasak cumi dan menjadikannya rasa cumi seperti ‘sandal jepit’ kenyal dan tak bisa dimakan. Saya ingin memasak cumi-cumi, namun apa daya, saya tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Saya salut juga jika ada yang memasak daging cumi-cumi dengan baik.

Daging cumi yang berbeda ukirannya, tampak indah dalam tumisan.

Kekaguman saya mencicipi cumi-cumi kembali pada selera masakan Asia. Baru-baru ini saya mencobanya di dua tempat yang berbeda. Cumi-cumi yang dipesan berasal dari dua restoran Vietnam yang berbeda, tetapi dua porsi pesanan saya tampak berbeda. Anda bisa melihat dengan jelas, bagaimana keduanya memiliki saus cokelat kehitaman yang sama? Ya, saus ini bernama kong pao. Itu sebab nama masakan ini adalah tumis cumi-cumi pakai saus kong pao.

Apa itu saus kong pao?

Saus kong pao berasal dari masakan yang berawal dari salah satu provinsi di Tiongkok. Saus ini berwarna cokelat kental dan pekat. Saus ini terbuat dari campuran sayur, kacang tumbuk, cabai dan sari daging ayam. Rasa saus ini gurih dan enak menurut saya. Saus ini pas dipadupadankan dengan aneka kuliner yang dikehendaki seperti tumis cumi dan aneka tumisan lain.

Seiring migrasi orang-orang Vietnam ke sini, muncul restoran yang menjajakan masakan khas Asia. Di restoran selera Asia seperti ini biasanya nama makanan dideskripsikan dengan detil dalam bahasa Jerman. Misal tumis cumi saus kong pao berarti cumi ditumis diberi saus bumbu kacang sedikit pedas bersama sayuran. Atau, makanan juga diberi visual gambar sehingga memudahkan pelanggan memahami makanan yang akan dipesannya. Untuk pemesanan, tiap menu makanan diberi nomor sehingga pelanggan bisa menyebutkan nomor pesanan kepada pramusaji, untuk memudahkannya.

Bagi saya, saus kong pao mengingatkan pada makanan sambal kacang yang kadang disajikan di pecel atau gado-gado. Hanya saja, bumbu saus kong pao berbeda sehingga berbeda pula rasanya.

Bagaimana menurut anda?

Sauer-Scahrf Suppe, Sup Pembuka yang Menyegarkan: Makanan Asia di Jerman 


Satu hal menarik saat saya datang ke restoran Asia di Jerman saat makan siang adalah sup pembuka yang dihidangkan secara gratis. Saya pernah mendatangi restoran Asia lainnya, sup pembuka yang dihidangkan adalah pekkingsuppe. Sebagaimana yang diceritakan dalam pengalaman saya di sini.

Sebenarnya ada dua pilihan, yakni sup pembuka atau lumpia. Lumpia dikenal di sini sebagai spring roll. Karena cuaca yang dingin, kami lebih memilih sup yang hangat. Kebanyakan pun begitu dengan pelanggan lainnya. Kebiasaan di restoran lain semisal restoran Yunani saat makan siang, kami dihidangkan salat pembuka. Begitulah, seperti yang diceritakan di sini

Nah, lain restoran lain pula penyajian sup pembukanya meski sama-sama restoran Asia. Saya pun mendapatkan sauer-scharf suppe. Dari namanya yang berbahasa Jerman terkesan sup ini asam dan pedas. Ternyata memang begitulah kenyataannya. Sup ini berasa asam pedas dengan beberapa irisan sayuran di dalam.

Apa yang membuatnya asam? Saya pikir ada cuka beras di dalam pengolahannya. Rasa pedas dari cabai juga berasal dari paprika dan irisan cabai merah di dalam sup. Tak hanya itu, biasanya ada semacam pasta tomat sehingga ini yang membuatnya sempurna asam dan pedas. Sayuran di dalam seperti irisan wortel, jamur, tauge dan daun bambu.

Lalu untuk membuatnya kental, tepung tapioka. Sedangkan bulir-bulir putih berasal dari telur yang diacak-acak menurut saya. 

Rekomendasi saya, anda bisa menambahkan suwiran daging ayam ke dalam sup jika suka. Dan yang lebih saya suka, bisa pula ditambahkan irisan cabai rawit dan sedikit kecap manis. Hmm, pasti rasanya fantastis. Mantap dinikmati kala musim dingin seperti sekarang.

Bagaimana pendapat anda?

Pflaumen Schnaps: Minuman Pemikat Pelanggan di Restoran Asia di Jerman

Dua schnaps.

Pflaumen schnaps dari restoran yang berbeda.

Botolnya seperti ini.



Tiap negara punya minuman khas yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan gaya hidup. Satu hal yang menarik adalah saat kita berada di restoran Asia di Jerman. Setelah kita membayar pesanan, maka si pramusaji menyajikan minuman penutup yang gratis untuk pelanggannya. Minuman sebagai penutup hidangan dan menjadi pemikat pelanggan bila berkunjung kembali ke restoran.

Biasanya schnaps ini disajikan dalam gelas kecil seperti pada foto di atas. Jika kita ingin lebih maka perlu membayar lebih. Umumnya diberikan secara gratis di saat datang untuk makan malam. Jika datang untuk makan siang, umumnya tidak diberikan. 

Schnaps yang saya ceritakan ini berasal dari buah pflaumen. Sepertinya saya tidak menemukannya di Indonesia jenis buah ini. Jadi pemberian schnaps pada pelanggan di restoran Asia di Jerman adalah cara pemilik restoran untuk menghormati pelanggan.

Namun bukan berarti makan di siang hari tidak dihargai. Untuk makan siang, biasanya complimentary diberikan berupa sup pembuka atau lumpia. Lumpia biasa disebut spring roll.

Tradisi minum alkohol pada masyarakat Tiongkok umumnya diberi dalam gelas penuh. Ini tidak seperti pada gelas untuk meminum wine, hanya setengah gelas. Namun masyarakat Tiongkok biasa meminumnya gelas penuh. Entah karena minuman ini hanya complimentary, schnaps diberikan penuh hanya saja gelasnya kecil, sekitar 2cl.

Boleh dikatakan schnaps di restoran Asia sama seperti ouzo di restoran Yunani atau limonen schnaps di restoran Italia. Tiap-tiap restoran secara istimewa ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Salah satunya adalah pemberian schnaps sebagai complimentary.

Baca 

Jika anda tak terbiasa meminum schnaps atau sejenisnya maka anda juga bisa menolak secara halus. Ini bukan minuman yang memabukkan karena saya juga harus menyetir mobil. Tetapi ini semacam minuman persahabatan kepada pelanggan. 

Semoga bermanfaat!

‘Gong-Bao’ Soße Schweinefleisch und Tintenfisch nach ‘Gong-Bao’: “Shanghai” Chinarestaurant, Rekomendasi Tempat (8)

Restoran tampak depan.

Gong-Bao Soße Schweinefleisch mit Knoblauch und Gemüse.

Usai menghadiri misa di hari minggu, suami ajak makan siang di restoran. Akhirnya pilihan rasa kali ini adalah restoran bergaya Tiongkok di wilayah Bayern. Restoran tersebut bernama “Shanghai” Chinarestaurant, yang terletak di lokasi wisata Bad Füssing, Niederbayern.

Restoran tersebut berada di lantai atas sebuah gedung. Saat kami tiba, kami disambut oleh pramusaji yang ramah dan berwajah oriental. Terdengar sepanjang kami di sana adalah lagu berbahasa mandarin. Kami berdua memilih duduk di dekat jendela. Di sekitar jendela tampak lampion khas negeri Tiongkok, dimana terdapat warna menyala dan aksara mandarin.

Beda restoran pastinya beda pula menu yang tersaji. Kami berdua pun segera memesan makanan khas Asia dengan nasi sebagai makanan pokok. Saat anda datang ke restoran Asia di Jerman kebanyakan kita hanya membayar makanan yang dipesan dan minuman saja. Nasi putih yang disediakan adalah bagian dari pelayanan.

Suasana restoran.

Lampion di jendela.

Di restoran Tiongkok di Jerman dan Austria, mereka biasanya menyediakan pemanggang menu kemudian meletakkan menu yang dipesan di atasnya. Ini dimaksudkan agar makanan tetap dalam keadaan hangat. Piring yang disajikan juga lebar dan dalam kondisi yang hangat. Untuk nasi, mereka biasanya meletakkan dalam wadah terpisah.

Kedua menu yang dipesan adalah sama-sama menggunakan saus “Gong-Bao” untuk campuran rasa. Gong bao dapat pula disamakan dengan saus Kung Po, menurut literatur yang saya baca. Menu masakan ini berasal dari Provinsi Sechuan, Tiongkok. Masakan ini biasanya terdiri atas daging, sayuran, kacang dan cabai yang pedas. 

Nasi selalu ditempatkan di wadah terpisah dan tak perlu bayar.

Siap disantap.

Menu pertama adalah Gong-bao Schweinfleisch mit Knoblauch und Gemüse. Nama menu di restoran Asia di Jerman menggambarkan detil masakan yang disajikan. Terlihat dari nama makanan ini maka makanan ini dengan saus gong-bo menggunakan bumbu bawang putih dan sayuran. Bawang putih mungkin digunakan dalam jumlah yang banyak sehingga lebih terasa dalam masakan. Bisa jadi untuk menjelaskan kepada sebagian orang yang tidak suka dengan bawang putih misalnya.

Makanan pertama ini terdiri dari irisan daging babi dengan sayuran. Sayuran terdiri atas wortel, daun bambu, jamur, timun, kol putih dan paprika. Masakan ini juga diklaim berasa pedas dalam daftar buku menu. Namun bagi saya, makanan ini tidak terasa pedas. Saus gong-bao kental dan berasa tidak manis. Pasalnya, di restoran Asia lain ada juga saus gong-bao yang disajikan dengan rasa manis. 

Makanan kedua adalah Tintenfisch nach Gong-bao soße. Terlihat dari nama makanan ini maka masakan ini terdiri atas cumi-cumi dan sayuran dengan saus gong-bao. Untuk membuat daging cumi-cumi memiliki tekstur yang pas untuk dimasak tentu tak mudah. Namun restoran ini tahu betul bagaimana memasak cumi-cumi sehingga tidak alot. Sayuran juga tidak dibuat terlalu masak sehingga berasa crunchy saat digigit. Makanan kedua ini juga sama, berasa enak.

Kedua makanan tersebut di atas, menurut kami tidak berasa pedas. Namun tingkat kepedasan tiap orang bisa jadi berbeda-beda. Bumbu pedas yang digunakan adalah cabai, bukan lada atau merica. Keduanya sama-sama enak, dengan saus gong-bao sebagai pelengkap citarasa.

Semoga bermanfaat!

 

China Green Tea: You Should Know

China green tea.

This china green tea is really good.



In China, tea drinking is part of social life. The custom of tea drinking became social tradition habits since centuries ago. The best and popular tea in China society is green tea that its good for health. The tradition of drinking tea mostly found vary in Asian countries such as China, Japan or Indonesian.

I have known two popular green tea that called as Matcha from Japan and Oolong from China. Recently matcha green tea has gained Indonesian foods and beverages market as trend consumption industry for young people as consumers.

China green tea is totally different with Matcha Japan green tea. This is a reason to drink tea when I have met my good friend who comes from China in “Chinarestaurant” in Germany. She adviced me to try ‘China Green Tea’ when we spoken about culture and life style. 

China green tea is good to improve health. The substances contain antioxidant to protect body more powerful from free radicals. Also in every green tea compounds more caffeine than normal tea to increase dopamine at brain function.

All benefits for health will get it from this green tea drinking. In according to my experience, I had have problem sleeping when I drunk three cups of green tea. Why? Drinking a cup of green tea in every day is enough in order to to improve the health.

I have got lesson learned later on. Each day I may drink coffee or green tea not more than one cup if I wanna sleep better at night time. 

Everyone is different, and some may experience side effects after drinking more than a cup of green tea. While others may be able to drink five cups with no problem such as a friend of mine from China.

***

Salah satu teh hijau di restoran Tiongkok di Jerman.

In Bahasa Indonesia

Di Indonesia, anda mungkin terbiasa mendengar Matcha, teh hijau dari Jepang. Industri minuman dan makanan di Jakarta misalnya begitu kreatif membuat aneka macam konsumsi terbuat dari teh hijau tersebut. Matcha memang populer sebagai teh hijau dari Jepang dan dipercaya baik bagi kesehatan tubuh.

Lalu bagaimana dengan teh hijau dari negeri Tiongkok? Apakah anda pernah mencobanya?

Pengalaman adalah guru terbaik. Setelah mengalaminya, maka saya menuliskan dan membagikannya lewat artikel. Suatu kali saya kedapatan tidak bisa tidur. Saya berpikir pasti ada yang salah dilakukan pada hari itu seperti mengkonsumsi sesuatu yang membuat tidak bisa tidur. Setelah diingat-ingat bahwa saya meminum tiga gelas cangkir dari teh hijau. Hari itu, saya datang bersama seorang teman dari Asia juga untuk duduk dan ngobrol di restoran Tiongkok di Jerman. Begitu asyiknya hingga saya meminta pramusaji untuk menambah cangkir teh saya.

Di Jerman, pramusaji selalu bertanya jenis teh yang anda inginkan. Mereka akan menawarkan teh yang mereka miliki. Ini menarik, sementara di Indonesia hal ini jarang terjadi. Di kafe atau restoran di Jerman, mereka akan jujur mengatakan macam-macam teh yang dimiliki seperti teh mint, teh Chamomile, teh hijau, dan sebagainya.

Rupanya teh hijau yang saya pesan pada hari itu telah membuat saya tidak bisa tidur. Sebaiknya saya hanya meminum satu cangkir saja. Namun karena keasyikan ngobrol dan menghangatkan badan membuat saya lupa untuk meminumnya hingga tiga cangkir. Teh hijau biasa juga disebut teh oolong.

Anda tahu bahwa teh hijau dari Tiongkok dikenal berkhasiat karena kandungan anti oksidan untuk melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas. Kandungannya begitu kuat untuk menangkal berbagai serangan penyakit. Bahkan ada yang mengatakan baik untuk membuang racun sehingga dianggap bisa menurunkan berat badan. Hal ini saya sendiri tidak tahu pembuktian medisnya. Namun hal yang pasti, teh hijau di masyarakat Tiongkok dianggap sebagai minuman kesehatan karena baik untuk tubuh.

Tidak hanya itu, kandungan teh hijau juga dipercaya memiliki kadar kafein yang tinggi dibandingkan teh normal pada umumnya. Kafein dalam teh hijau dipercaya dapat meransang bagian dopamin sehingga mempengaruhi kerja otak. Namun bagi saya, kadar kafein yang tinggi menyebabkan saya sulit tidur. Setiap hari, saya hanya bisa minum tidak lebih dari satu cangkir kopi atau teh jika ingin tidur nyenyak pada malam hari.

Begitulah pengalaman saya. Sedangkan bagi teman saya tersebut, dia tidak bermasalah. Setiap orang itu bisa berbeda-beda. Itu semua tergantung bagaimana menikmati satu cangkir teh hijau sudah cukup atau anda butuh lebih dari itu.

Apakah anda punya pengalaman minum teh hijau dari Tiongkok?

 

Medan, Sumatera Utara: Vihara Setia Budi, Letaknya Tersembunyi di Keramaian Kota

Vihara Setia Budi di Kota Medan.

Tampak kejauhan bahwa Vihara ini letaknya tersembunyi.

Setelah puas berfoto di Istana Maimun, yang bisa anda temukan pada cerita saya sebelumnya, teman kerja saya belum merasa puas berkeliling kota Medan. Kemudian tukang becak yang mengayuh kami samar-samar mendengar percakapan kami. Dia pun mengusulkan untuk membawa kami ke Vihara yang terkenal di kota ini. Si tukang becak paham bahwa kami memang tak ingin bersembahyang di sana, hanya menyelusuri kota Medan yang plural dan penuh perpaduan antar bangsa. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/15/mengapa-istana-maimun-medan-wajib-dikunjungi/

Kertas sembahyang.

Nuansa merah memenuhi ruangan.

Untunglah ada tukang becak yang membawa kami, ketika kami tiba di sana ternyata letak Vihara tersembunyi. Meski kami sudah melihat dari kejauhan bangunan tinggi menjulang tersebut yang bercirikan khas Tiongkok, namun ternyata tidak mudah juga dicapai. Bangunan ini dikelilingi tembok yang tinggi sebagai pelindung keamanan.

Kami disambut oleh seorang penjaga di sana. Dengan ramah kami jelaskan maksud kedatangan, kemudian bapak itu mempersilahkan kami masuk. Berbagai simbol keagamaan pun sudah terlihat dari gerbang masuk. Ada informasi tertulis untuk umat yang datang misalnya tidak membawa minyak pelita karena kekhawatiran hal-hal yang tidak dikehendaki terjadi. Di sudut lain, ada informasi tertulis untuk memasukkan uang ke kotak sumbangan yang tersedia, bukan pada Pek Ho Ya.

Sekitar Vihara.

Di dalam Vihara.

Dupa sembahyang ditancapkan di sini.

Salah seorang umat sedang mempersiapkan diri untuk bersembahyang.

Nuansa Vihara di sekitarnya berwarna merah serupa pada tempat ibadah untuk umat Budha pada umumnya. Beberapa orang tampak sedang bersembahyang di situ. Mereka yang bersembahyang meletakkan dupa yang terbakar dan menancapkan di tempat yang sudah tersedia. Baik dupa maupun lilin, semuanya terlihat berwarna merah.

Ketika saya dan teman hendak berpamitan, kami mencari bapak penjaga untuk berterimakasih karena sudah membolehkan kami masuk. Bapak tersebut menjelaskan bahwa Vihara ini sudah lama berdiri sebelum kemerdekaan, tahun 1945. Saat saya cari informasinya di internet, dikatakan Vihara sudah ada sekitar 1908. Ada pula yang mengatakan sebelum meninggalnya seorang Pengusaha asal Medan pada tahun 1921, yang menjadi donatur terbesar Vihara ini. Namun pastinya Vihara ini tak lekang oleh waktu, masih berdiri kokoh di tengah keramaian kota Medan.

Bila kita mengunjungi tempat ibadah, berikut hal yang perlu diperhatikan dan perlu disimak di sini

Baca https://liwunfamily.com/2014/05/21/8-tips-mengunjungi-tempat-ibadah-yang-jadi-lokasi-wisata/

Semoga bermanfaat!

11 November: Hari Lajang atau Hari Kesetiaan. Pilih Mana?

Kontak jodoh di salah satu surat kabar terbitan mingguan di Jerman. Dokumen pribadi.

Apa yang anda lakukan pada hari ini? Apa yang terjadi pada hari ini? Hari ini adalah 11 November, adakah yang spesial? Pastinya menjadi istimewa jika anda masih lajang dan sedang sendirian. Namun tak menutup juga bagi mereka yang sudah berpasangan untuk merayakan kesetiaan bersama pasangannya. 

Apa yang terjadi?

Di negara Tiongkok pada tanggal ini setiap tahun dirayakan hari lajang, sebagai kebalikan dari hari Valentin yang dirayakan 14 Februari.

Baca https://liwunfamily.com/2014/02/09/hari-valentin-valentine/

Mengapa tanggal ini jadi hari lajang? 

Coba saja lihat tanggal pada hari ini, terdapat empat angka 1 yang disebut
“Guanggun Jie” yang dalam bahasa slang setempat disebut “lajang” atau bujang. Yups, tanggal 11 November dirayakan bagi mereka yang lajang untuk bersosialisasi sambil menikmati kesendiriannya. Prinsipnya, ‘I am single and very happy‘ seperti judul lagu.

Setiap perayaan selalu ada industri kaum kapitalis yang memanfaatkannya. Benar saja, di Tiongkok sendiri pada tanggal ini dijadikan kesempatan sebagai “shopping day”. Istilahnya, silahkan menikmati kesendirian dengan berbelanja sepuas hati. Mereka bisa memanfaatkan berbelanja online yang meraup keuntungan fantastis cuma pada hari ini.

Selain pemberian hadiah, industri yang muncul dan semarak di hari lajang ini adalah restoran dan menu bagi si lajang untuk menikmati makanan istimewa. Ada restoran sampai menyediakan boneka Tedy Bear yang besar menemani si lajang menyantap hidangan istimewa. Menarik idenya!

Meningkatnya jumlah orang yang masih lajang dari tahun ke tahun, di tanggal ini juga dimanfaatkan banyak situs online biro jodoh. Sebuah situs kontak jodoh bahkan merayakan hari ini sebagai hari istimewa dan mengudang lajang untuk bertemu satu sama lain.

Jadi fenomena masih ‘jomblo’ ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia saja ya, bahkan sampai dirayakan secara meriah di Tiongkok sana. Sebenarnya setiap negara punya tradisi masing-masing, tak melulu valentin atau pesta bagi si lajang. Namun dunia industri lagi-lagi diuntungkan secara komersial baik itu pernak-pernik maupun makanan untuk merayakannya.

Lalu memang hanya yang lajang saja merayakannya? 

Tidak juga. Banyaknya angka satu di tanggal ini menandakan dapat menyatakan cinta hanya kepada ‘satu’ orang di hari ini. Sebagai bukti cinta sejati karena hanya ‘satu-satunya’ yang dicintai di dunia. Seperti dua sisi mata uang, satu sisi angka 1 dipandang untuk lajang merayakan kesendiriannya. Sisi lain, mereka yang sudah punya pasangan merayakan kesetiaan sebagai simbol hanya satu saja pasangan yang dimiliki. 

Semua pilihan di tanggal ini tergantung anda. Kira-kira anda pilih yang mana?

Well, good to know ya
😉

Mengapa Banyak Orang Ingin Berkunjung ke Shenzhen, Tiongkok?

Selamat datang di Lou Ho, Shenzen!

Suasana kala malam hari.

Gedung pencakar langit dari jendela kamar hotel.

Berkeliling kota dengan jarak dekat, bisa sewa sepeda.

Menikmati kuliner malam.

Ini aneka rempah mungkin yang dijual.

Selamat datang bulan November! Apa rencana anda di bulan ini? Tetap semangat menjelang dua bulan lagi tutup tahun. Apakah semua rencana anda di tahun ini sudah tercapai semua? Jika belum, mari berpacu mengejarnya. Kali ini saya membahas soal traveling lagi yang selalu seksi untuk dibaca. Karena masih banyak orang penasaran dengan cerita traveling saya, silahkan di simak artikel di bawah ini.

Anda yang pernah datang ke Hong Kong, mungkin terbersit keinginan untuk mengunjungi wilayah Tiongkok, yang berdekatan langsung. Ya, Shenzhen adalah kota metropolis di provinsi Guangdong. Tepatnya kota ini berbatasan langsung atau sebelah utara dari Hong Kong. Katanya dua puluh tahun lalu, kota ini masih sepi namun sekarang kota ini tumbuh seperti kota industri. 

Bagi orang Indonesia sekarang tentu tak mudah untuk masuk ke sini, anda perlu visa yang diterbitkan di Kedutaan di lokasi anda tinggal. Peraturan berubah ketika dulu banyak orang Indonesia ingin melihat dan merasakan langsung Tiongkok sambil lalu dari Hong Kong. Beruntungnya saya masih bisa diijinkan untuk datang bersama suami dengan VOA (Visa On Arrival) lima hari untuk melihat sejenak kota yang dirancang sebagai Special Economic Zone

Dari hasil pengamatan, berikut alasan mengapa banyak orang ingin datang ke Shenzen?

  • Alasan industri

Jika anda melewati perbatasan antara Hong Kong dan Shenzhen, anda akan menemui ratusan atau ribuan orang datang dan pergi tak pernah sepi. Kota ini menjadi pusat industri beberapa produksi teknologi Tiongkok seperti Huawei, ZTE, itu yang saya ketahui. Di sini ada Shenzhen Hi-Tech Industry Park juga. Kota ini bertumbuh cepat dan banyak bangunan bergedung tinggi yang dibuat bak kota industri. Apalagi Shenzhen juga punya bandara dan pelabuhan sendiri sehingga jangkauan perdagangan berbagai lintas udara dan laut begitu mudah. Banyak juga tenaga kerja asal Asia yang bekerja di sini. Itu sebab kekhawatiran penyalahgunaan ijin datang sebagai turis bermunculan. Beberapa negara mulai dibatasi, termasuk Indonesia. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/01/pengalaman-urus-visa-2017-shenzhen-tiongkok/

  • Alasan wisata

Jika menyimak lokasi wisata di sini, memang lebih baik mengikuti paket tur yang disediakan. Destinasi wisata di sini berbeda dengan di Hong Kong yang mudah bagi turis. Namun pengunjung yang datang senang dengan segala hal wisata yang tak melulu natural seperti Window of World, dimana anda bisa menemukan landmark dari berbagai belahan dunia yang berbentuk mini di sini. Untuk memudahkan transportasi, anda bisa memanfaatkan metro, kereta untuk dalam kota. Atau jika jarak berdekatan, bisa sewa sepeda. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/03/mobike-keliling-kota-shenzhen-pakai-sepeda/

  • Alasan budaya 

Karena Hong Kong sudah menjadi wilayah multi-etnis maka Shenzhen masih menjadi alasan untuk melihat budaya Tiongkok lebih dekat. Di sini sulit sekali menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Namun tenang saja, penduduknya sangat ramah dan mau membantu jika ada kesulitan atau tersesat. Ada banyak Temple yang terbuka untuk dikunjungi. Kekentalan budaya juga tampak dari kuliner yang dijajakan. Mungkin anda tertarik mencobanya, silahkan. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/07/cicipi-wisata-kuliner-ala-shenzhen-di-malam-hari/

  • Alasah biaya hidup 

Dibandingkan di Hong Kong yang begitu mahal untuk sewa hotel, di sini saya masih bisa dapatkan hotel yang berfasilitas baik dengan harga yang sama. Biaya hidup murah juga terasa saat membeli air minum kemasan, di Hong Kong perlu keluar uang 5HKD-9HKD sedangkan di sini hanya sekitar 3RMB untuk kemasan 500ml. Makanan juga banyak pilihan karena ada mall terbesar dan varian restoran yang tak kalah menarik juga dan harganya masih terjangkau. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/10/mengunjungi-shenzhen-tiongkok/

Apakah anda pernah mengunjungi Shezhen atau kota lain di Tiongkok? Bila ya, silahkan bagikan dalam kolom komentar di bawah!