Makanan Khas Italia (29): Tortellini Prosciutto Di Parma, Pasta nan Creamy

Tortellini saus creamy dengan prosciutto.

Setelah saya membahas salad carpaccio, tentu anda ingin bertanya apa yang dipesan suami saya saat itu. Yups, dia memesan pasta tortellini. Tortellini sudah beberapa kali saya bahas seperti pada masakan tortellini dengan bayam atau tortellini dengan saus pesto roso buatan saya sendiri. Tentu kali ini saya menyajikan tortellini yang berbeda pula berikut ini.

Atur irisan roti di atas loyang; sikat kedua sisi sedikit dengan minyak zaitun dan taburi dengan peterseli. Panggang roti sampai berwarna cokelat keemasan, 10 hingga 15 menit, berputar sekali selama memanggang. Menyisihkan.

Suami ingin makan pasta yang creamy. Saat dia membaca buku menu, tortellini prosciutto di parma yang menggunakan sahne dan schinken maka dia pun memesannya. Sejujurnya saya tidak suka pasta yang creamy karena porsi dan rasanya sudah terdengar mengenyangkan. Namun tidak untuk suami saya. Dia memesannya karena dia ingin makan pasta yang creamy.

Jika anda suka, membuat pasta tortellini ini sangat mudah. Di supermarket di sini terdapat tortellini dengan dua rasa, ada yang vegan berisi bayam misalnya dan ada yang berisi daging. Anda tinggal memilih salah satunya. Setelah anda memasukkan dalam panci berisi air panas dan biarkan sampai matang.

Tortellini sendiri berbeda dengan pasta lain yang tak ada rasanya. Anda makan tortellini saja sudah cukup mengenyangkan. Jika tortellini diberi krim, maka siapkan saus creamy di wajan panas. Beri sedikit bumbu agar rasanya menguat. Selanjutnya bisa juga ditambahkan keju parmigiano-reggiano yang saya sendiri sulit menemukan pandanan keju lainnya. Setelah kaldu krim selesai dimasak, masukkan tortellini yang sudah ditiriskan airnya.

Agar mengesankan seperti menu yang dipesan suami. Jika anda suka, tambahkan irisan prosciutto. Lagi-lagi di sini prosciutto itu mudah diperoleh di supermarket. Letakkan beberapa di atas pasta yang berkaldu creamy. Prosciutto bisa digantikan schinken atau daging ham yang sudah ready to eat.

Begitulah, anda bisa menikmatinya di rumah atau memesannya di restoran seperti yang kami lakukan.

Tortellini Pesto Roso, Tortellini Rasa Daging Sapi Saus Pesto: Makanan Khas Italia (8)

Another my created recipe is regarding ring-shaped pasta which called tortellini. I thought it is not special menu because I found sauce and a bit ingredients in my refrigerator. I made it simply and tasty by own style. If you don’t mind to try, please blend meat filled tortellini with pesto roso sauce as seen below. 

Happy trying!

***

Anda yang suka makanan Italia yang praktis boleh ditiru resep saya berikut. Disebut praktis karena sudah ada hidangan isian di dalamnya, misalnya rasa sayuran atau daging. Tortellini adalah semacam pasta yang berbentuk seperti pangsit dan berisi kantung sajian sesuai selera. Menariknya tortellini ini mudah dibuat, cukup dipanaskan dalam air panas kemudian siap dihidangkan. Jika anda malas memasak, masukkan tortellini rasa daging sapi ke dalam air mendidih, masak selama 10 menit. Kemudian beri tambahan kaldu sapi maka tortellini pun siap disantap. Praktis ‘kan?

Awalnya saya memesan tortellini rasa bayam di restoran, seperti yang saya ceritakan di sini. Lalu saya pun ingin mencoba membuatnya di rumah. Saya beli di supermarket tanpa melihat kemasan. Rupanya saya memilih tortellini rasa daging sapi. Itu artinya saya memilih tortellini daging. Tak mungkin pula saya membuat tortellini rasa daging namun berkuah sayuran. Akhirnya, saya olah tortellini rasa daging sapi ini menjadi tortellini pesto roso. 

So penasaran ‘kan?

Bahan yang diperlukan 

  1. Tortellini 150 gram.
  2. 2 sendok makan minyak zaitun.
  3. Bawang bombay cincang halus, jika suka.
  4. 3 sendok makan saus pesto roso.
  5. Garam secukupnya.
  6. Air

Cara memasak 

    1. Panaskan air hingga mendidih. Tambahkan garam dan minyak zaitun sedikit. 
    2. Masukkan tortellini setelah air mendidih. Masak selama kurang lebih 10 menit. Setelah matang, angkat dan tiriskan airnya.
    3. Panaskan wajan. Beri minyak zaitun.
    4. Tumis bawang bombay yang dicincang.
    5. Beri saus pesto roso.
    6. Masukkan tortellini dan aduk perlahan.
    7. Beri garam jika perlu. 
    8. Masak beberapa saat. Siap dihidangkan. 

    Mudah ‘kan? 

    Saran penyajian:

    1. Jika anda suka bawang, boleh dicoba ditambahkan. Namun jika anda tak suka, saus pesto roso sudah cukup.
    2. Jika suka pedas, bisa tambahkan saus tomat atau cabai bubuk. Anda juga boleh menambahkan merica jika suka.
    3. Sebenarnya anda juga bisa menambahkam daging sapi cincang juga. Saya tidak memasukkan daging cincang lagi karena menurut saya sudah terlalu berlemak.
    4. Saat merebus tortellini, pastikan airnya merendam keseluruhan tortellini hingga matang. 

    Tortellini Emiliana: Makanan Khas Italia (2)

    Tortellini Emiliana.

    Disediakan keju parmesan tambahan jika suka.

    Orangensaft.

    Selamat datang bagi pecinta menu kuliner Italia! Saya bagikan pengalaman menikmati makanan khas negeri Italia. Saat suami berbisnis di suatu area, terpaksa saya menunggunya di restoran Italia. Restoran dalam bahasa Italia disebut Ristorante.

    Saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan belum pernah saya coba sebelumnya. Saya pun memesan tortellini. Tortellini Emiliana mit Fleischsoße, parmesankäse, peperoncini und Sahne adalah nama masakannya. Singkatnya adalah tortellini emiliana seperti nama orang. 

    Tortellini sesungguhnya sejenis pasta atau mie dalam bahasa Indonesia, hanya saja berbentuk yang berbeda. Bahan pembuatan pasta juga sama, hanya dibentuk menyerupai pangsit yang indah. Ada yang mengatakan tortellini berbentuk mirip kura-kura. Konon di abad 17, banyak bangunan di Modena, asal wilayah tortellini banyak arsitektur bangunan bermotif kura-kura.

    Diberi tambahan nama Emiliana, karena sesungguhnya di wilayah Emilia, Italia merupakan pencipta kreasi makanan ini. Letak Emilia di Modena tak jauh dari Bologna. Bisa jadi makanan ini bercitarasa seperti spagheti bologna. Itu pemikiran saya mencari tahu asal makanan sambil pesanan saya pun dibuat.

    Ketika saya akan memesan, pramusaji berbahasa Jerman meyakinkan saya bahwa makanan ini pedas. Saya merespon tak masalah sebab saya suka makanan pedas. Padahal setelah saya mencobanya, makanan ini tak seberapa pedas dibandingkan makan bebek penyet di warung langganan saya di Jakarta.

    Selang tak lama memesan, minuman saya datang terlebih dulu. Segelas orangensaft, yakni minuman jus jeruk yang menyegarkan. Meski di luar dingin namun saya memastikan jus jeruk akan mengatasi rasa pedas makanan yang akan disantap. Pramusaji juga meletakkan pisau, garpu dan sendok. Di sebelahnya, ia meletakkan wadah berisi keju parmesan yang sudah diparut. 

    Yups, tortellini saya sudah selesai dimasak. Makanan ini lebih berasa saus yang kental dari krim dan berbumbu saos cabai. Itu sebab disebut peperoncino und sahne. Menurut saya, porsinya lebih dari mengenyangkan. Fleischsoße di sini lebih pada saus daging sapi yang diiris kecil-kecil terselip di antara tortellini. Saya kenyang!

    Jika merasa masih kurang keju parmesan, anda bisa menambahkan sendiri sesuai selera sebagaimana yang tersedia di meja. Rasanya menurut saya enak sebagaimana pasta atau spagheti pada umumnya. Kelezatannya bukan pada tortellini tetapi bagaimana koki dapat membuat saus yang enak untuk dinikmati setiap tortellini.

    Penasaran ingin mencobanya?